Tuga Skel 3 Makro Ekonomi

Oleh Ani Ujc

645,5 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tuga Skel 3 Makro Ekonomi

Kelompok 3 Aldians yah Maryani Noviyan i Ikke lisdiana Paulus perkasa .N Syaden Amara . S Analisis Keseimbangan Perekonomian Empat Sektor (Terbuka) Komponen Pengeluaran Agregat Agregat meliputi lima jenis pengeluara n yaitu : • Konsumsi rumah tangga atas yang dihasilkan didalam negri (Cdn). • Pengeluaran pemerintah atas barang dan jasa yang diperoleh dalam negri (G). • Investasi perusahaan (i) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa. • Ekspor yaitu pembelian oleh negara lain atas barang buatan didalam negri (x). • Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negri (M). Dalam suatu perekonomian keseimbangan pendapatan nasional akan tercapai apabila penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat. Dengan demikian keadaan yang menciptakan keseimbangan dalam perekonomian tiga sektor adalah : Penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat (Y = AE). Atau Y = C + I + G + (X-M) secara suntikan-bocoran I + G + X = S + T + M Keseimbangan perekonomian terbuka dalam contoh Al jabar Dalam sebuah perekonomian terbuka ciri fungsi konsumsi rumah tangga, pajak pemerintah, invetasi, ekspor dan impor adalah: A. Fungsi penggunaan adalah C = 500+0,8Yd. B. Pajak adalah 25% dari pendapatan nasional. C. Investasi swasta bernilai I = 500, dan pengeluaran pemerintah bernilai G=1000 D. Ekspor bernilai X= 800 ketika impor adalah 10% dari pendapatan nasionalm (M=0,1Y). Pe nge rtia n Ke bija ka n Fis ka l Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan dan belanja negara sehingga sesuai dengan kondisi perekonomian yang sedang terjadi dan tujuan ekonomi yang hendak dicapai (Jamli,1996:114). Kebijakan fiskal dapat dikatakan sebagai salah satu kebijakan ekonomi makro yang sangat penting dalam rangka : 3 . M e m b e b a s k a n d a r i i n f l a s i y a n g t i n g g i a t a u b e r g e j o l a k . Kebijakan fiskal dapat ada dua menjadi dua yaitu : 1. Kebijakan fiskal aktif atau diskresioner (discretionar y fiscal policy). 2. Kebijakan fiskal pasif atau nondeskrision er (discrtetionary fiscal policy). Dalam sudut ekonomi makro kebijakan dibagi menjadi dua A. Kebijakan fiskal ekspansif, adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah, pada saat munculnya kontraksional gap. B. Kebijakan fiskal kontraktif, adalah kebijakan pemerintah dengan cara menurunkan belanja negara dan menaikan tingkat pajak. ALAT ANALISIS KEBIJAKAN FISKAL MELALUI IS CURVE  Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa.  Kurva IS juga menyatakan “investasi dan tabungan”.  Dalam sistem hubungan tetutup, identitas output agregat merupakan penjumlahan konsumsi rumah tangga, konsumsi perusahaan dan konsumsi pemerintah. Keterangan Y = Output riil agregat  C = Konsumsi riil rumah tangga  I = Konsumsi riil perusahaan  G = Konsumsi riil pemerintah  Fungsi konsumsi riil rumah tangga dan konsumsi riil perusahaan masing masing adalah C = [C(Y-T)R]  Y – T = Pendapatan dispossible riil  R = Tingkat bunga nominal. Tujuan kebijakan fiskal Tujuan kebijakan fiskal secara umum adalah tercapainya kesetabilan ekonomi yang mantap dan untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang layak sehingga tingkat pengangguran alamiahnya. Dengan kata lain kebijakan fiskal bertujuan agar pendapatan nasional riil terus naik pada laju pertumbuhan pendapataan nasional riil potensialnya yaitu laju pertumbuhan yang selaras dengan perubahan teknologi dan perubahan jumlah faktor produksi dengan tetap dipertahankannya kesetabilan harga harga umum. Pengertian Kebijakan Moneter Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dibuat bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan moneter juga merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan atau suka bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang di inginkan. KEBIJAKAN MONETER KELEBIHAN    Dapat mengatur jumlah dan jenis uang yang beredar. Dapat mengatur suku bunga dan kredit bank. Bersifat mudah diubah dengan cepat karena tidak melewati biokrasi rumit. KEKURANGAN   Tidak selalu dapat mempengaruhi tabungan dan investasi masyarakat. Menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap uang. TUJUAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah melalui penetapan sasaran-sasaran moneter seperti uang beredar atau suku bunga. Menurut Peraturan Bank Indonesia No. 11/12/PBI/2010 tentang operasi moneter sertifikat Bank Indonesia yang selanjutnya disebut SBI adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek. SERTIFIKAT BANK INDONESIA (BSI)

Judul: Tuga Skel 3 Makro Ekonomi

Oleh: Ani Ujc


Ikuti kami