Pemikiran Ekonomi Klasik Adam Smith

Oleh Ginanjar Yogis

63,4 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Pemikiran Ekonomi Klasik Adam Smith

PEMIKIRAN EKONOMI KLASIK Oleh : Ginanjar Yogi Septiawan Kelas : Ep X Adam Smith Adam Smith sering kali disebut sebagai “bapak” dari ilmu ekonomi modern. Dia sebenarnya lebih dikenal dengan Teori Nilai yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang. Dalam bukunya yang monumental “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”, dapat dilihat tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian kapitalis tumbuh. Dalam buku tersebut, teori pertumbuhan ekonomi untuk pertama kalinya diungkapkan secara panjang lebar dan sistematis. Oleh karena itu, teori Adam Smith sering dianggap sebagai awal dari pengkajian masalah pertumbuhan ekonomi secara sistematis. Pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith di bagi menjadi 5 tahapan yang berurutan, yaitu dimulai dari tahap perburuan, tahap beternak, tahap bercocok tanam, tahap perdagangan dan yang terakhir adalah tahap perindustrian. Menurut teori ini, masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi akan semakin terpacu dengan adanya sistem pembagian kerja antarpelaku ekonomi (Kuncoro, 1997: 38-41). Pembagian kerja merupakan titik sentral pembahasan dalam teori Adam Smith, dalam upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Terciptanya spesialisasi dari tiap-tiap pelaku ekonomi ini didorong oleh faktor-faktor (1) peningkatan keterampilan pekerja, dan (2) penemuan mesin-mesin yang menghemat tenaga. Spesialisasi akan terjadi jika tahap pembangunan ekonomi telah menuju ke sistem perekonomian modern yang kapitalistik. Meningkatnya kompleksitas aktivitas ekonomi dan pola produksi disertai peningkatan kebutuhan hidup di masyarakat, mengharuskan masyarakat untuk tidak lagi memenuhi semua kebutuhan mereka secara sendiri, namun lebih ditekankan pada keahlian tertentu untuk menggeluti bidang tertentu. Menurut Adam Smith, sumber-sumber alam merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jumlah sumber-sumber alam yang tersedia merupakan batas maksimal bagi pertumbuhan perekonomian tersebut. Artinya, selama sumber-sumber ini belum sepenuhnya dimanfaatkan maka pertumbuhan ekonomi masih tetap bisa ditingkatkan. Selanjutnya unsur jumlah penduduk dan stok kapital menentukan besarnya output masyarakat dari tahun ke tahun. Tetapi apabila output terus meningkat, sumbersumber alam akhirnya akan sepenuhnya dimanfaatkan (dieksploitasi) hingga batas ketersediaannya. Tingkat ketersediaan sumber daya alam ini akan menjadi batas atas dari pertumbuhan suatu perekonomian. Pertumbuhan ekonomi (dalam arti pertumbuhan output dan pertumbuhan penduduk) akan berhenti apabila batas atas ini dicapai. Unsur yang kedua adalah sumber daya manusia atau jumlah penduduk. Dalam proses pertumbuhan output, unsur ini dianggap mempunyai peranan pasif, dalam arti bahwa jumlah penduduk akan menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Misalnya apabila stok kapital yang tersedia membutuhkan pekerja 1 juta orang untuk menggunakannya, sementara jumlah tenaga kerja yang tersedia hanya 900 ribu orang maka jumlah penduduk yang akan menempati pekerjaan itu akan cenderung meningkat sehingga tenaga kerja yang tersedia akhirnya akan mencapai 1 juta orang. Unsur produksi yang ketiga yaitu stok kapital, yang secara aktif menentukan output. Smith memang memberikan peranan sentral kepada pertumbuhan stok kapital atau akumulasi kapital dalam proses pertumbuhan output. Apa yang terjadi dengan tingkat output tergantung pada apa yang terjadi pada stok kapital. Di samping itu laju pertumbuhan output juga tergantung pada laju pertumbuhan stok kapital. Pertumbuhan itu akan terus melaju hingga akan dibatasi oleh ketersediaan sumber daya alam dan dukungan sumber daya manusia yang terampil. Peranan modal dalam teori pertumbuhan menempati posisi sentral yang biasanya terakumulasi melalui tabungan. Akumulasi kapital menurut Smith tidak dapat dilepaskan dari perluasan pasar. Setiap pengaturan yang berasal dari penguasa justru akan menghambat pertukaran dan kegiatan ekonomi pada umumnya sehingga akan selalu cenderung menciutkan atau menghambat pertumbuhan pasar. Terhambatnya pertumbuhan pasar otomatis menghambat pula akumulasi kapital, dan selanjutnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Obat yang paling mujarab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menurut Smith, adalah membenahi dan menghilangkan peraturan-peraturan dan undang-undang yang menjadi penghambat terhadap kebebasan berusaha dan kegiatan ekonomi, baik antara warga masyarakat di suatu negara, maupun antara warga masyarakat di negara satu dengan rekannya di negara lain. Di sini terlihat jelas posisi Adam Smith sebagai penganjur laissez faire (menafikan peran Negara dalam ekonomi) dan free trade (perdagangan bebas). Menurut Adam Smith, proses pertumbuhan akan terjadi secara simultan dan memiliki hubungan keterkaitan satu dengan yang lain. Timbulnya peningkatan kinerja pada satu sektor akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal, mendorong kemajuan teknologi, meningkatkan spesialisasi, dan memperluas pasar. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi semakin pesat. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk terhadap fungsi kendala yaitu keterbatasan sumber daya alam dan manusia. Pertumbuhan ekonomi satu Negara akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam dan keterampilan penduduk tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung. Keterbatasan sumber daya merupakan faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, bahkan dalam perkembangannya hal tersebut justru menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus terjadi dikarenakan mata rantai tabungan, akumulasi modal, dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. Jika investasi rendah maka kemampuan menabung akan turun sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula. Begitu pula, jika penduduk tidak memiliki keahlian yang relevan untuk menjalan produksi maka laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Akhirnya kapitalisme dalam hal ini akan berada pada kondisi stasioner, yaitu pada tingkat pertumbuhan sama dengan nol.

Judul: Pemikiran Ekonomi Klasik Adam Smith

Oleh: Ginanjar Yogis


Ikuti kami