Ekonomi Makro-2 Pendapatan Nasional

Oleh Anggi Eka Puspita

9 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Makro-2 Pendapatan Nasional

Materi 2

Penghitungan
Pendapatan Nasional
Dosen Pengampu:

Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Email: syahza@telkom.net; asyahza@yahoo.co.id
Guru Besar Universitas Riau

Beberapa Konsep Dalam
Penghitungan Pendapatan Nasional
Carapengeluaran: Pendapatan nasional dihitung
dengan menjumlahkan nilai pengeluaran atau
perbelanjaan ke atas barang-barang dan jasa yang
diproduksikan di dalam negara tersebut.
Cara produksi atau cara produk neto. Pendapatan
nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi
barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor
(lapangan usaha) dalam perekonomian.
Cara pendapatan. Pendapatan nasional diperoleh
dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima
oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk
mewujudkan pendapatan nasional.

PRODUK DOMESTIK BRUTO
Produk Domestik Bruto (PDB) dapatlah
diartikan sebagai nilai barang-barang dan jasa
jasa yang diproduksikan di dalam negara
tersebut dalam satu tahun tertentu
Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic
Product (GDP), adalah nilai barang dan jasa
dalam suatu negara yang diproduksikan oleh
faktor faktor produksi milik warga negara
tersebut dan negara asing.

Di dalam sesuatu perekonomian, di negara-negara
maju maupun di negara-negara berkembang, barang
dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan
milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk
negara lain.
Selalu didapati produksi nasional diciptakan oleh
faktor faktor produksi yang berasal dari luar negeri.
Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai
negara dan membantu menaikkan nilai barang dan jasa
yang dihasilkan oleh negara-negara tersebut.
Perusahaan multinasional tersebut menyediakan
modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara di
mana perusahaan itu beroperasi.

PRODUK NASIONAL BRUTO
Produk Nasional Bruto (PNB), atau Gross National Product
(GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan
dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan
yang sedikit berbeda.
Dalam menghitung Pendapatan Nasional Bruto, nilai barang
dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional
hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor
faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara
yang pendapatan nasionalnya dihitung.
GNP dihitung dari faktor-faktor produksi yang dimiliki
warga negara sesuatu negara terdapat di negara itu sendiri
maupun di luar negeri, maka nilai produksi yang
diwujudkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan di
luar negeri juga dihitung di dalam Produk Nasional Bruto.
Tetapi sebaliknya, dalam Produk Nasional Bruto tidak
dihitung produksi yang diwujudkan oleh faktor-faktor
produksi milik penduduk atau perusahaan negara lain yang
digunakan di negara tersebut.

PDB = PNB – PFN dari LN
PFN dari LN adalah pendapatan faktor neto
dari luar negeri.
PFN dari LN adalah pendapatan faktor
faktor produksi yang diterima dari luar
negeri dikurangi dengan pendapatan faktor
faktor produksi yang dibayarkan ke luar
negeri

PENDAPATAN NASIONAL
(national income)
Pendapatan Nasional istilah untuk menyatakan
nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam
suatu negara
Pendapatan Nasional adalah jumlah
pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor
produksi yang digunakan untuk
memproduksikan barang dan jasa dalam suatu
tahun tertentu
Pendapatan nasional yang masih meliputi
depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto.
Produk Nasional Neto adalah Produk Nasional
Bruto kurang Depresiasi.

PENDAPATAN NASIONAL HARGA
BERLAKU DAN HARGA TETAP
Pendapatan nasional pada harga berlaku adalah nilai
barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu
negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut hargaharga yang berlaku pada tahun tersebut. Cara ini
adalah cara yang selalu dilakukan dalam menghitung
pendapatan nasional dari suatu periode ke periode
lainnya
Pendapatan nasional pada harga tetap atau
pendapatan nasional riil, adalah harga yang berlaku
pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan
untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada
tahun-tahun yang lain

PENDAPATAN NASIONAL HARGA
PASAR DAN HARGA FAKTOR
harga pasar apabila penghitungan nilai
barang itu menggunakan harga yang
dibayar oleh pembeli
harga faktor adalah nilai yang
disumbangkan oleh faktor-faktor
produksi
Harga pasar = Harga faktor+Pajak tak langsung–Subsidi

PENGUKURAN
PENDAPATAN NASIONAL
ƒ Metode Produksi
(Production Approach)
ƒ Metode Pendapatan (Income
Approach)
ƒ Metode Pengeluaran
(Expenditure Approach)

Keterkaitan ketiga Metode
Perhitungan
Penyusutan
- Pajak tdk langsung

NI

Pemby
transfer

Pajak
Pribadi

Pengeluaran
(konsumsi + tabungan)

Pendapatan siap pakai (Yd)

GNP

NNP

Pajak
Langsung

Metode Pengeluaran
(Expenditure Approach)
™ Perhitungan dengan cara pengeluaran akan
dapat memberi gambaran:
¾ sampai di mana buruknya masalah ekonomi yang
dihadapi atau sampai di mana baiknya tingkat
pertumbuhan yang dicapai dan tingkat kemakmuran
yang sedang dinikmati
¾ memberikan informasi dan data yang dibutuhkan
dalam analisis makroekonomi.

™ Data pendapatan nasional dan komponenkomponen data yang dihitung dengan cara
pengeluaran dapat digunakan sebagai
landasan untuk mengambil langkah-langkah
dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi
yang dihadapi

Komponen Pengeluaran Agregat
konsumsi rumah tangga
pengeluaran pemerintah
pembentukan modal sektor swasta
(investasi)
ekspor neto (ekspor dikurangi impor)

Penghitungan Pendapatan Nasional Indonesia
Janis Pengeluaran

Menurut harga
berlaku
Nilai

1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga

%

Menurut
harga
tetap 2000

1.138,3

70,7

302,1

2. Pengeluaran konsumsi pemerintah

132,1

8,2

35,3

3. Pembentukan modal tetap domestik
bruto

325,3

26,2

96,1

4. Perubahan stok

-96,0

-6,0

-25,7

5. Eskpor barang dan jasa

569,9

35,4

116,9

6. Dikurangi: Impor barang dan jasa

459,6

28,5

98,0

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)

1.610,0

100

426,7

-77,8

-4,8

-22,2

1.532,2

95,2

404,5

Dikurangi: Pajak tak langsung

71,2

4,4

18,9

Dikurangi: Depresiasi

80,5

5,0

21,3

1.380,5

85,8

364,3

7. Pendapatan neto faktor dari luar negeri
PRODUK NASIONAL BRUTO

PENDAPATAN NASIONAL

™ PN = PNB-Pajak tak langsung+Subsidi Depresiasi
™ Akan tetapi, dalam penghitungan di
Indonesia Subsidi tidak dihitung. Oleh
sebab itu di antara PNB dan PN terdapat
hubungan yang berikut:
™ PN = PNB - Pajak tak langsung –
Depresiasi

Metode Produksi
(Production Approach)
™ Produk neto (net output) berarti nilai tambahyang
diciptakan dalam suatu proses produksi.
™ Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung
pendapatan nasional ini adalah cara menghitung
dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan
oleh perusahaan-perusahaan di berbagai lapangan
usaha dalam perekonomian.
™ Penggunaan cara ini dalam menghitung pendapatan
nasional mempunyai dua tujuan penting:
– Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai
sektor ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan
nasional.
– Sebagai salah satu cara untuk menghindari
penghitungan dua kali yaitu dengan hanya
menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan
pada berbagai tahap proses produksi.

Perhitungan Nilai Tambah
Hasil

Nilai

Produsen I

TBS

100

Nilai
Tambah
100

Produsen II

CPO

300

200

Produsen III

Olein

550

250

Produsen IV

Mentega

750

200

Uraian

Total Nilai Tambah

750

PNB Menurut Lapangan Usaha
Lapangan usaha

Menurut
harga berlaku
Nilai

%

Harga tetap
tahun 2000
Nilai

%

1. Pertanian, peternakan, kehutanan,
perikanan

281,3

17,6

68,0

15,9

2. Pertambangan dan penggalian

191,8

11,9

39,8

9,3

3. Industri pengolahan

402,6

25,0 113,7

26,7

4. Listrik, gas dan air

29,1

1,8

7,5

1,8

5. Bangunan

92,4

5,7

25,3

5,9

258,9

16,1

69,3

16,2

97,3

6,0

33,6

7,9

8. Keuangan, sewa dan jasa
perusahaan

105,6

6,5

29,9

7,0

9. Jasa-jasa lain (termasuk
pemerintahan)

151,0

9,4

39,6

9,3

1.610,0 100,0 426,7

100,0

6. Perdagangan, hotel dan restoran
7. Pengangkutan dan komunikasi

PRODUK DOMESTIK BRUTO

Metode Pendapatan
(Income Approach)
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara
pendapatan pada umumnya menggolongkan pendapatan
yang diterima faktor-faktor produksi secara berikut:
– Pendapatan para pekerja, yaitu gaji dan upah.
– Pendapatan dari usaha perseorangan
(perusahaan perseorangan).
– Pendapatan dari sewa.
– Bunga neto, yaitu seluruh nilai pembayaran
bunga yang dilakukan dikurangi bunga ke atas
pinjaman konsumsi dan bunga ke atas
pinjaman pemerintah.
– Keuntungan perusahaan.

PENDAPATAN PRIBADI
(pendapatan disposebel )
Pendapatan pribadi dapat diartikan sebagai semua
jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang
diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa
pun, yang diterima oleh penduduk sesuatu negara.
Pendapatan pribadi sudah termasuk pembayaran
pindahan.
Pembayaran tersebut merupakan pemberianpemberian yang dilakukan oleh pemerintah kepada
berbagai golongan masyarakat di mana para
penerimanya tidak perlu memberikan suatu balas jasa
atau usaha apa pun sebagai imbalannya.

Jenis-Jenis Pembayaran
Pindahan
Pengeluaran pemerintah yang dapat digolongkan
sebagai pembayaran pindahan antara lain:
¾ bantuan-bantuan yang diberikan kepada para penganggur
¾ uang pensiun yang dibayarkan kepada pegawai pemerintah
yang tidak bekerja lagi
¾ bantuan-bantuan kepada orang cacat
¾ bantuan kepada veteran dan berbagai beasiswa yang
diberikan pemerintah

Penerima-penerima berbagai jenis pendapatan ini tidak
perlu melakukan sesuatu pekerjaan apa pun untuk
memperoleh bantuan-bantuan tersebut
Pembayaran itu bukanlah pendapatan yang tercipta
sebagai akibat dari penggunaan sesuatu jenis faktor
produksi dalam kegiatan produktif.

Yang Tidak Termasuk dalam
Pendapatan Pribadi
Keuntungan perusahaan yang tidak
dibagikan.
Pajak yang dikenakan pemerintah ke atas
keuntungan perusahaan.
Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan
dan para pekerja kepada Dana Pensiun.

Hubungan antara Pendapatan
Nasional dan Pendapatan Pribadi
ƒ PENDAPATAN NASIONAL
Dikurangi:
– Keuntungan perusahaan tak dibagi.
– Pajak keuntungan perusahaan.
– Kontribusi kepada dana pensiun (kalau ada).

Ditambah:
– Pembayaran pindahan.
– Bunga pinjaman konsumen.
– Bunga pinjaman pemerintah.

PENDAPATAN PRIBADI

Pendapatan Disposebel
Apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang
harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai
yang tersisa dinamakan pendapatan disposebel.
Pendapatan disposebel adalah pendapatan yang dapat
digunakan oleh para penerimanya, yaitu semua rumah
tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli
barang-barang dan jasa-jasa yang mereka ingini.
Tetapi biasanya tidak semua pendapatan disposebel
itu digunakan untuk tujuan konsumsi, sebagian
darinya ditabung dan sebagian lainnya digunakan
untuk membayar bunga untuk pinjaman yang
digunakan untuk membeli barang-barang secara
mencicil

Rumus Pendapatan Disposebel
Yd = YP — T
Yd = C + S
Keterangan:
pendapatan disposebel (Yd)
pendapatan pribadi (YP)

MENENTUKAN TINGKAT
PERTUMBUHAN EKONOMI
Salah satu kegunaan penting dari data pendapatan
nasional adalah untuk menentukan tingkat
pertumbuhan ekonomi yang dicapai sesuatu negara
dari tahun ke tahun.
Dengan mengamati tingkat pertumbuhan yang
tercapai dari tahun ke tahun dapatlah dinilai prestasi
dan kesuksesan negara tersebut dalam
mengendalikan kegiatan ekonominya dalam jangka
pendek dan usaha mengembangkan
perekonomiannya dalam jangka panjang.
Perbandingan juga dapat dilakukan di antara tingkat
kesuksesan negara itu dalam mengendalikan dan
membangun perekonomiannya kalau dibandingkan
dengan yang dicapai negara-negara lain.

KEGUNAAN DATA
1. menghitung pendapatan nasional,
2. menentukan struktur perbelanjaan ke atas
pendapatan nasional,
3. menentukan struktur sektor produksi
dalam negara,
4. membandingkan pendapatan nasional dari
satu masa ke masa lainnya, dan
5. menentukan pendapatan per kapita dan
perubahannya

KEGUNAAN DATA PENDAPATAN
NASIONAL
Data pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu
memberi gambaran tentang:
¾ tingkat kegiatan ekonomi negara yang dicapai dan nilai output
yang diproduksikan,
¾ komposisi dari perbelanjaan agregat,
¾ sumbangan berbagai sektor dalam mewujudkan pendapatan
nasional, dan
¾ taraf kemakmuran yang dicapai

Membandingkan data pendapatan nasional dari tahun
ke tahun akan memberikan gambaran tentang:
¾ tingkat pertumbuhan ekonomi,
¾ perubahan struktur ekonomi, dan
¾ peningkatan taraf kemakmuran masyarakat.

Di samping itu data pendapatan nasional berguna
sebagai dasar dalam membuat ramalan dan
perencanaan ekonomi di masa depan

Kegunaan Data Pendapatan Nasional
Menilai Prestasi Kegiatan Ekonomi
Menentukan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
yang Dicapai
Memberi Informasi Mengenai Struktur Kegiatan
Ekonomi
Memberi Gambaran Mengenai Taraf
Kemakmuran
Data Asas untuk Membuat Ramalan dan
Perencanaan

Judul: Ekonomi Makro-2 Pendapatan Nasional

Oleh: Anggi Eka Puspita


Ikuti kami