Kompetensi Kepribadian Institut Ilmu Al Quran Jakarta

Oleh Fifi Afifah 97

161,4 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Kompetensi Kepribadian Institut Ilmu Al Quran Jakarta

KOMPETENSI KEPRIBADIAN Diajukan dalam rangka memenuhi tugas pada mata kuliah Pengembangan Profesi Guru Dosen Pembimbing Reksiana, MA.Pd Disusun Oleh Kelompok 4 (5B Tarbiyah) : Ida Nurjannah (15311507) Indah Sekarhati (15311509) Nur Chalifah (15311516) Erna Novianti (15311535) PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT ILMU AL-QUR’AN JAKARTA 2017 M / 1439 H 1 KATA PENGANTAR َّ ‫ن‬ َّ ِ ‫م هّللا‬ ْ ‫الر‬ ْ ِ‫ب‬ َ ‫ح‬ ‫ْم‬ ِ ‫الر‬ ِ ‫حي‬ ِ ‫س‬ ِ ‫م‬ Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang Pengembangan Profesi Guru yang berjudul “Kompetensi Kepribadian”. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Meskipun mekalah ini memiliki banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan sarannya. Terima kasih. Jakarta, 12 Oktober, 2017 Penulis 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........................................................................................................... i DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................................ 1 C. Tujuan Masalah .................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kompetensi Kepribadian..................................................................... 2 B. Ruang Lingkup Kompetensi Kepribadian............................................................. 4 C. Peran Kompetensi Kepribadian............................................................................. 5 D. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Kepribadian Guru..................... 6 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 8 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemampuan guru bukan hanya berkaitan dengan kemampuan intelektualnya saja, akan tetapi kemampuan guru juga meliputi kemampuan personalitas. Jati diri sebagai seorang tenaga pendidik yang menjadi panutan bagi peserta didik. Kompetensi ini selalu mengggambarkan prinsip bahwasanya guru adalah sosok yang patut digugu dan ditiru. Dengan kata lain, guru menjadi suri teladan bagi peserta didik atau guru menjadi sumber dasar bagi peserta didik. Kepribadian menjadi syarat mutlak bagi tenaga pendidik dalam proses pembelajaran. Kepribadian yang menarik dan mempesona sangat dibutuhkan bagi seorang tenaga pendidik karena tenaga pendidik merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar bagi pencapaian proses pembelajaran baik dimensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Apalagi kepribadian berhubungan pada pembentukan dimensi afeksi dan psikomotor anak didik. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang Dimaksud dengan Kompetensi Kepribadian? 2. Apa Saja Ruang Lingkup Kompetensi Kepribadian? 3. Bagaimana Peran Kompetensi Kepribadian? 4. Apa Saja Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Kepribadian Guru? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian Kompetensi Kepribadian 2. Untuk mengetahui Ruang Lingkup Kompetensi Kepribadian 3. Untuk mengetahui Peran Kompetensi Kepribadian 4. Untuk Mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Kepribadian Guru 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kompetensi Kepribadian Memiliki kompetensi kepribadian yang baik bagi guru memang sangat penting. pribadi guru memiliki andil besar dalam proses pendidikan, terutama dalam menggapai keberhasilan pendidikan. Pribadi guru juga memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk pribadi siswa. Bagaimana tidak? Guru adalah sosok figur sentral yang “mempola” siswa. Dalam standar nasional pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat 3 butir b, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.1 Kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur psikis dam fisik. Dalam makna demikian, seluruh sikap dan perbuatan seseorang merupakan suatu gambaran dari kepribadian orang itu, asal dilakukan secara sadar. Dan perbuatan baik sering dikatakan bahwa seseorang itu mempunyai kepribadian baik atau berakhlak mulia. Sebaliknya, bila seseorang melakukan sikap perbuatan yang tidak baik menurut pandangan masyarakat, maka dikatakan orang itu tidak mempunyai kepribadian yang baik atau tidak berakhlak mulia.2 Oleh karena itu masalah kepribadian adalah satu hal yang sangat menentukan tinggi rendahnya kewibawaan seorang guru dalam pandangan siswa atau masyarakat. Dengan kata lain, baik atau tidaknya citra seorang guru ditentukan oleh kepribadian. Lebih lagi bagi seorang guru, masalah kepribadian merupakan faktor yang menentukan terhadap keberhasilan melaksanakan tugas sebagai pendidik.3 1 Chaerul Rochman dan Heri Gunawan, 2011, Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru: Menjadi Guru yang Dicintai dan Diteladani oleh Siswa, Bandung: Nuansa Cendekia, hlm. 35 2 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 39 3 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 39 5 Kepribadian adalah unsur yang menentukan interaksi guru dengan siswa sebagai teladan, guru harus memiliki kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh kehidupan adalah figur yang paripurna, itulah kesan guru sebagai sosok ideal. Guru adalah mitra mahasiswa dalam kebaikan. Dengan guru yang baik, maka siswa pun akan menjadi baik. Tidak ada seorang guru pun yang bermaksud menjerumuskan siswanya ke lembah kenistaan. Guru adalah spiritual father atau bapak rohani bagi seorang siswa, karena ia yang memberikan santapan rohani dan pendidikan akhlak, memberikan jalan kebenaran. Maka menghormati guru berarti menghormati siswa, menghargai guru berarti penghargaan terhadap anak-anak bangsa.4 Esensi pembelajaran adalah perubahan perilaku. Guru akan mampu mengubah perilaku peserta didik jika dirinya telah menjadi manusia baik. Mulyasana (2008:1) mengatakan “Pribadi guru harus baik karena inti pendidikan adalah perubahan perilaku, sebagaimana makna pendidikan adalah proses pembebasan peserta didik dari ketidakmampuan, ketidakbenaran, ketidakjujuran, dan dari buruknya hati, akhlak dan keimanan.”5 Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kompetensi yang berkaitan dengan tingkah laku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus meiliki nilai-nilai luhur sehingga terpantul dalam perilakuu sehari-hari. Hal ini berkatan erat dengan falsafah hidup yang mengharapkan guru menjadi model manusia yang memiliki nilai-nilai luhur.6 Di media masa serig diberitakan tentang oknum-oknum guru yang melakukan satu tindakan asusila, asosial, dan amoral. Perbuatan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh guru. Karena guru harus menjaga citra tersebut. Kompetensi kepribadian guru mencakup sikap (atitude), nilai-nilai (value), kepribadian (personality) sebagai elemen perilaku (behaviour) dalam kaitannya dengan performance yang ideal sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilandasi oleh latar belakang pendidikan, peningkatan kemampuan dan pelatihan, serta legalitas kewenangan mengajar.7 4 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 40 5 Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru : Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, hlm. 43 6 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 42 7 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 41 6 B. Ruang Lingkup Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian itu adalah hal yang bersifat universal, yang artinya harus dimiliki guru dalam menjalankan fungsinya sebagai makhluk individu (pribadi) yang menunjang terhadap keberhasilan tugas guru yang diembannya. Kompetensi kepribadian guru menurut Sanusi mencakup hal-hal sebagai berikut:8 1) Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. 2) keseluruhan situasi pendidikan beserta unsur-unsurnya. 3) Pemahaman, penghayatan dan penampilan nilai-nilai yag seyogyanya dianut oleh seorang guru. 4) Penampilan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai panutan dan teladan bagi para siswanya.9 Menurut Djama’an, Satori, dkk (2007 ; 2-6-2. 10) kompetensi kepribadian yang perlu dimiliki guru antara lain sebagai berikut: 1) Guru sebagai manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa berkewajiban untuk meningkatkan iman dan ketakwaannya kepada Tuhan, sejalan dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. 2) Guru memiliki kelebihan dibandingkan yang lain. Oleh karena itu perlu dikembangkan rasa percaya pada diri sendiri dan tanggung jawab bahwa ia memiliki potensi yang besar dalam bidang keguruan dan mampu untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya. 3) Guru senantiasa berhadapan dengan komunitas yang berbeda dan beragam keunikan dari peserta didik dan masyarakatnya maka guru perlu untuk mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleransi dalam menyikapi perbedaan yang ditemuinya dalam berinteraksi dengan peserta didik maupun masyarakat. 4) Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berpikir kritis di masyarakat, saling menerima dalam perbedaan pendapat dan 8 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 45 9 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 46 7 menyepakatinya untuk mencapai tujuan bersama maka dituntut seorang guru untuk bersikap demokratis dalam menyampaikan dan menerima gagasan-gagasan mengenai permasalahan yang ada di sekitarnya sehingga guru menjadi terbuka dan tidak menutup diri dari hal-hal yang berada di luar dirinya. 5) Menjadi guru yang baik tidak semudah membalikkan telapak tangan, hal ini menuntut kesabaran dalam mencapainya. Guru diharapkan dapat sabar dalam arti tekun dan ulet melaksanakan proses pendidikan karena hasil pendidikan tidak langsung dapat dirasakan saat itu tetapi membutuhkan proses yang panjang. 6) Guru mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan pembaharuan, baik dalam bidang profesinya maupun dalam spesialisasinya. 7) Guru mampu menghayati tujuan-tujuan pendidikan baik secara nasional, kelembagaan, kurikuler sampai tujuan mata pelajaran yang diberikannya. 8) Hubungan manusiawi yaitu kemampuan guru untuk dapat berhubungan dengan orang lain atas dasar saling menghormati antara satu dengan yang lainnya. 9) Pemahaman diri, yaitu kemampuan untuk memahami berbagai aspek dirinya baik yang positif maupun yang negatif.10 10) Guru mampu melakukan perubahan-perubahan dalam mengembangkan profesinya sebagai inovator dan kreator.11 C. Peran Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian berperan menjadikan guru sebagai pembimbing, panutan, contoh, teladan bagi siswa. Dengan kompetensi kepribadian yang dimilikinya maka guru bukan saja sebagai pendidik dan pengajar tetapi juga sebagai tempat siswa dan masyarakat bercermin. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam sistem Amongnya yaitu guru harus “Ing ngarso sungtulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”.12 10 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 47 11 Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus, 2011,Pengembangan Profesional Guru, Jakarta : Gaung Persada (GP Press), hlm. 48 12 Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru : Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, hlm. 44 8 Dengan kompetensi kepribadian maka guru akan menjadi contoh dan teladan, membangkitkan motivasibelajar siswa serta mendorong/memberikan motivasi dari belakang. Oleh karena itu seorang guru dituntut melalui sikap dan perbuatan menjadikan dirinya sebagai panutan orang yang dipimpinnya. Guru bukan hanya pengajar, pelatih dan pembimbing, tetapi juga sebagai cermin tempat subjek didik dapat berkaca. Dalam relasi interpersonal antar guru dan siswa tercipta situasi pendidikan yang memungkinkan subjek didik dapat belajar menerapkan nilai-nilai yang menjadi contoh dan memberi contoh. Guru mampu menjadi orang yang mengerti diri siswa dengan segala problematikanya, guru juga harus mempunyai wibawa sehingga siswa segan terhadapnya. Berdasarkan uraian di atas, maka fungsi kompetensi kepribadian guru adalah memberikan teladan dan contoh dalam membimbing, mengembangkan kreativitas dan membangkitkan motivasi dalam belajar.13 Kompetensi kepribadian memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kompetensi para guru, khususnya dalam proses pembelajaran. Selayaknya seorang guru memberikan bimbingan, arahan dan teladan yang baik bagi para siswanya, agar apa yang tujuan pendidikan dapat tercapai. D. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Monks, dkk. (1990), ada beberapa faktor yang mempengaruhi kompetensi kepribadian, yaitu: Umur atau kematangan sesorang. Konformisme semakin besar dengan bertambahnya usia. a. Status ekonomi akan mempengaruhi kepribadian karena bila sesoorang memiliki status ekonomi yang mapan maka rasa nyaman dan percaya diri akan tumbuh. b. Motifasi diri. Adanya dorongan untuk memiliki status inilah yang menyebabkan seseorang berinteraksi denganorang lain, individu akan menemukan kekuatan dalam mempertahankan dirinya di dalam lingkungan sosial. c. Keadaan keluarga dan lingkungan. Suasana rumah yang tidak menyenangkan dan tekanan dari orang tua akan membentuk sebuah karakter individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. 13 Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, hlm. 44-45 9 d. Pendidikan. Pendidikan yang tinggi adalah salah satu faktor dalam interaksi teman sebaya karena orang yang berpendidikan tinggi mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas, yang mendukung dalam pergaulannya.14 Adapun upaya peningkatan Kompetensi Kepribadian menurut BP3K(1975) guru harus memiliki: a. Pengetahuan tentang tata krama sosial dan agamawi b. Pengetahuan tentang kebudayaan dan tradisi c. Hakikat demokrasi dan makna demokrasi pancasila d. Apresiasi dan ekspresi estetika e. Kesadaran kewarganegaraan dan kesadaran sosial yang dalam f. Sikap yang tepat tentang ilmu pengetahuan kinerja g. Menjunjung tinggi martabat manusi15 BAB III PENUTUP A. Simpulan Guru adalah salah satu sosok yang menjadi panutan bagi peserta didik yang tentunya segala sikap yang ditunjukkan pada peserta didik nantinya akan di contoh karena itu, 14 https://blogmadyawati.wordpress.com/2013/04/11/kompetensi-profesional-dan-kompetensi-kepribadian/ oleh Madyawati diakses pada tanggal 10 Oktober 2017 pukul 23.38. 15 https://blogmadyawati.wordpress.com/2013/04/11/kompetensi-profesional-dan-kompetensi-kepribadian/ oleh Madyawati diakses pada tanggal 10 Oktober 2017 pukul 23.00. 10 Kompetensi kepribadian guru sangatlah penting karena guru adalah pendidik profesional yang bertugas untuk mengembangkan kepribadian siswa atau sekarang lebih dikenal dengan karakter siswa. Penguasaan kompetensi kepribadian yang memadai dari seorang guru akan sangat membantu upaya pengembangan karakter siswa. Ruang lingkup kompetensi kepribadian guru yaitu penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, menjadikan dirinya menjadi panutan dan teladan bagi anak didiknya, dan guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menumbuh kembangkan budaya berpikir kritis di masyarakat. Kompetensi kepribadian memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan kompetensi para guru, khususnya dalam proses pembelajaran. Selayaknya seorang guru memberikan bimbingan, arahan dan teladan yang baik bagi para siswanya, agar apa yang tujuan pendidikan dapat tercapai. DAFTAR PUSTAKA https://blogmadyawati.wordpress.com/2013/04/11/kompetensi-profesional-dan-kompetensikepribadian/ oleh Madyawati diakses pada tanggal 10 Oktober 2017 pukul 23.38. Musfah, Jejen. Peningkatan Kompetensi Guru : Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Rochman, Chaerul dan Heri Gunawan. 2011. Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru: Menjadi Guru yang Dicintai dan Diteladani oleh Siswa. Bandung: Nuansa Cendekia Saudagar, Fachruddin dan Ali Idrus. 2011. Pengembangan Profesional Guru. Jakarta : Gaung Persada (GP Press) 11 12

Judul: Kompetensi Kepribadian Institut Ilmu Al Quran Jakarta

Oleh: Fifi Afifah 97


Ikuti kami