Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Dan Dosen Saat Bimbingan Skripsi Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu...

Oleh Greysita Gusti Cempaka

477,9 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Dan Dosen Saat Bimbingan Skripsi Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu

KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA DAN DOSEN SAAT BIMBINGAN SKRIPSI DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BENGKULU Greysita Gusti Cempaka1, Dhanurseto HP2, Dwi Aji Budiman3 Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu Jl. WR Supratman Kandang Limun Bengkulu (0736) 38371 Email : grey.cempaka02@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui hambatan komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen saat bimbingan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam secara langsung kepada informan, dokumentasi (rekaman wawancara, foto), serta mencatat hasil penemuan data yang peneliti dapatkan dilapangan selama proses penelitian berlangsung sehingga didapatkan data yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen pembimbing saat bimbingan skripsi, dan ternyata komunikasi interpersonal antara mahasiswa tingkat akhir dan dosen pembimbing skripsi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kecamasan saat hendak menghadap dosen untuk bimbingan, rasa ragu-ragu dalam bersikap dan berbicara di hadapan dosen sehingga hal itu menjadi hambatan dalam komunikasi dengan dosen pembimbing. Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Hambatan, Mahasiswa, Dosen. I. PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk sosial, yang sehari-hari, salah satunya Komunikasi adalah kebiasaannya tidak lepas dari interaksi dan komunikasi. merupakan harus dipenuhi sebagai kebutuhan hidup aktivitas dasar manusia yang menjadi sarana atau saluran untuk menjalinkan hubungan komunikasi biasanya terdapat gangguan atau antara sesama manusia dimanapun kita hambatan. Hal ini menyebabkan proses berada. Artinya berkomunikasi merupakan penyampaian pesan tidak berjalan dengan kegiatan rutin sehari hari yang sangat baik dan efektif sehingga pesan yang ingin populer dan pergaulan pasti manusia. dijalankan dalam disampaikan komunikator tidak diterima Secara umum dengan baik oleh komunikan. komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan dimaksud oleh pengirim atau sumber berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima dan sebaliknya komunikasi akan gagal atau tidak efektif apabila suatu komunikasi mengalami ketidakberhasilan dalam menyampaikan isi pesan dengan cermat (Mulyana, 2005 : 22) Sedikit berbeda dengan komunikasi yang biasa dilakukan mahasiswa ketika berhadapan dengan dosen pada saat berada di dalam kelas, mahasiswa dengan komunikasi dosen antara pembimbing skripsi merupakan komunikasi interpersonal yang berbentuk dua arah, karena komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan dosen pembimbing skripsi memungkinkan Istilah komunikasi atau dalam bahasa masing-masing pihak baik mahasiswa atau Inggris communication berasal dari kata dosen Latin communicatio, dan bersumber dari memberikan respon sebagai umpan balik kata communis yang berarti sama. Sama di dari pesan yang disampaikan. Respon sini maksudnya adalah sama makna. Jadi, umpan balik dapat berupa bahasa verbal dalam penegertiannya komunikasi adalah maupun proses yang terus berlangsung dan dinamis dikomunikasikan pada saat bimbingan berisi menerima dan mengirim pesan dengan ajaran tujuan berbagi makna. (Effendy, 2011) menyangkut permasalahan yang akan diteliti menjelaskan bukunya oleh mahasiswa (Noer Astri, 2014). dalam Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, bahwa kalau ada dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Dalam proses pembimbing non atau skripsi verbaL. didikan, saling Pesan yang khususnya yang Proses komunikasi yang tidak efektif pada umumnya akan menimbulkan dampakdampak tertentu yang bisa menjadi gangguan dalam proses komunikasi seperti, perselisihan, katakanlah seseorang tidak mampu menyampaikan informasi dengan pengembangan domain afektif mahasiswa. benar dan tepat, penerima informasi tersebut Seperti dalam pengerti teori aprehensi tentu saja akan mendapatkan permasalahan komunikasi, dalam menelaah pemahaman. Ini akan merupakan kondisi kognitif seseorang yang mengakibatkan mengetahui terjadinya perselisihan aprehensi bahwa komunikasi dirinya akibat kesalahan penyampaian informasi berkomunikasi yang dilakukan selama terjadi interaksi. mengalami gangguan karena kekhawatiran Hambatan komunikasi yang terjadi akan dan ketakutannya, tak memiliki pikiran lebih manusia apapun dalam benaknya dan juga tidak melakukan komunikasi interpersonal atau memahami sebab akibat sosial sehingga antarpribadi. Hal ini pula yang tidak jarang menjadi orang yang mati rasa. Definisi terjadi lainnya adalah aprehensi komunikasi itu terlihat jelas pada ketika mahasiswa Universitas dengan Bengkulu saat bimbingan skripsi khususnya terjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu pengalaman Politik. Skripsi adalah karya ilmiah yang menyenangkan diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan berkomunikasi. pendidikan akademis di sebuah perguruan tinggi. Skripsi merupakan salah satu mata kuliah wajib yang digunakan sebagai salah satu prasyarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi akan dibimbing oleh pembimbing, utama yaitu (PU) dua orang dosen dan dosen dosen pembimbing pembingin pendamping (PP). Peran dosen dalam pembimbingan skripsi bersifat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan yang ditemui oleh mahasiswa dalam menyusun skripsi (Putri Susilawati, 2016). Bimbingan adalah upaya atau tindakan pendidikan yang lebih terfokus pada membantu manakala orang saat individu komunikasinya dan lain memandang itu merasa tidak takut Dalam hal ini proses pembimbingan mahasiswa dalam penyelesaian skripsinya termasuk dalam tugas seorang dosen yaitu mendidik mahasiswa untuk dapat menyelesaikan penelitiannya dengan baik, dan seorang dosen harus membimbing mahasiswanya dengan baik tanpa adanya unsur diskriminasi, seorang dosen harus menganggap semua mahasiswa bimbingannya sama posisinya dalam proses pendidikan. Namun, hambatan komunikasi yang terjadi pada saat mahasiswa dalam proses bimbingan skripsi sering terjadi, sehingga antara mahasiswa dan dosen, baik selaku pembimbing utama atau pun pembimbing pendamping mengalami komunikasi yang kurang baik. dihadapi oleh mahasiswa dalam proses Penelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui hambatan komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen pembimbing pada saat bimbingan skripsi, kedua untuk komunikasi dan berbagai kendala yang menganalisis hambatan bimbingan skripsi, dan yang ketiga untuk meminimalisir faktor-faktor yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kendala pada mahasiswa dalam komunikasi interpersonal dengan dosen pembimbing dalam bimbingan skripsi. II. METODE PENELITIAN permasalahan yang diangkat pada penelitian Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang dapat di amati. Metodologi kualitatif dari sisi definisi lainnya dikemukakan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah serta memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang (Moleong, 2011). Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin mengetahui mengenai hambatan komunikasi dan kendala dalam proses bimbingan skripsi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. Penggunaan metode kualitatif dirasa tepat untuk menjelaskan ini. Informan Penelitian Pemilihan subjek penelitian menggunakan tektik purposive sampling (sampling bertujuan). Tekhnik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitiannya Kriyanton: (2008 : 156). Keuntungan dari teknik ini adalah murah, cepat, dan mudah serta relevan dengan tujuan penelitian. Informan dalam penelitian ini hanyalah sumber yang dapat memberikan informasi yang relevan saja sesuai dengan tujuan penelitian, dengan kata lain penentuan siapa yang menjadi sumber data didasarkan atas kriteria tertentu yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Kriteria yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Bersedia dijadikan informan Wawancara mendalam disebut juga 2. Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu 3. Mahasiswa tingkat sedang mengerjakan skripsi akhir yang yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap Teknik Pengumpulan Data Teknik wawancara berstruktur yaitu wawancara untuk pengumpulan pengumpulan datanya. Pedoman data wawancara yang digunakan hanya berupa merupakan langkah yang paling utama garis-garis besar permasalahan yang akan dalam penelitian, karena tujuan utama dari ditanyakan (Sugiyono, 2012). Wawancara penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mendalam mengetahui teknik pengumpulan data, maka diwawancarai untuk mendefinisikan dirinya peneliti tidak akan mendapatkan data yang sendiri dan lingkungannya, menggunakan memenuhi data yang ditetapkan. Untuk istilah-istilah memperoleh data yang diperlukan dalam fenomena penelitian ini, maka penelitian menggunakan menjawab pertanyaan. teknik pengumpulan data yang relevan dengan penelitian kualitatif yang dibagi menjadi dua, yaitu pengumpulan data primer mereka yang pihak sendiri diteliti, yang mengenai tidak sekedar Menetapkan kepada siapa saja wawancara akan dilakukan, yaitu :  dan pengumpulan data sekunder. memungkinkan Informan Pokok : Informan pokok dalam penelitian ini  Data Primer adalah mahasiswa akhir S1 di Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, melalui daftar pertanyaan yang telah disiapkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu yang sedang mengerjakan skripsi yaitu : peneliti, data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan informan, data primer yang akan dilakukan dengan cara :  Wawancara Mendalam a. Mahasiswa S1 Administrasi Publik b. Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi c. Mahasiswa S1 Kesejahteraan Sosial d. Mahasiswa S1 Sosiologi e. Mahasiswa S1 Jurnalistik Teknik Analisis Data f. Mahasiswa S1 Perpustakaan  Informan Kunci : a. Dosen menjadi Pembimbing Utama (PU) dan Pembimbing Pendamping (PP) pembuatan skripsi mahasiswa. untuk yang akan dibahas untuk lebih lanjut. Data yang telah terkumpul ini di dapat dari berbagai sumber, dan setelah lengkap semuanya terkumpul maka dilakukanlah Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang  Data Sekunder diperoleh Selain data-data primer yang didapati observasi dilakukan analisis data untuk memudahkan penelitian. b. Bersedia dijadikan informan. melalui data memperoleh data yang telah dikumpulkan yang pada Analisis dan wawancara dari hasil wawancara, dokumentasi wawancara, dan bahan-bahan lain. Sehingga dapat dipahami dengan mendalam, peneliti juga menggunakan data- mudah, data sekunder untuk menunjang kegiatan diinformasikan kepada orang lain. Analisis penelitian ini. Data sekunder adalah sumber data dilakukan dengan mengorganisasikan data yang tidak langsung memberikan data data, menjabarkan ke dalam unit-unit, kepada pengumpul data (Sugiono : 2008 : memilih mana yang penting untuk dipelajari, 402). dan Data-data sekunder ini peneliti dan membuat temuannya kesimpulan yang dapat dapat dapatkan dari berbagai literature, seperti diceritakan kepada orang lain. Aktivitas buku, jurnal, skripsi dan referensi lainnya. dalam menganalisis data kualitatif dilakukan Data sekunder juga akan didapat melalui teknik dokumentasi. Setiap proses penelitian akan peneliti buat dalam sebuah secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas sehingga data yang dihasilkan sudah jenuh (Sugiono, 2008). catatan yang berisikan hasil wawancara dan temuan lainnya di lapangan. penelitian ini data akan lebih banyak didokumentasi dengan cara rekaman wawancara dan dokumentasi di lapangan setiap hasil wawancara. Adapun teknik analisis data yang Dalam digunakan pada penelitian ini yaitu :  Redukasi Data Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari yang tujuannya  Menarik Kesimpulan melakukan reduksi data berlangsung terus- berorientasi kualitatif berlangsung atau selama pengumpulan data. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa hingga Setiap didapatkan pada hasil wawancara dan observasi peneliti ketika mewawancarai mahasiswa yang menjadi informan penelitian ini, sehingga informasi yang disajikan yang dilah diuji kebenarannya, peneliti mengklarifikasikan kembali baik dengan informan kunci maupun informan pokok dalam penelitian ini. Apabila hasil klarifikasi memperkuat simpulan atas data yang diperoleh peneliti setelah turun kelapangan, maka pengumpulan data tersebut dihentikan. Uji Keabsahan Data peneliti akan memilah-milah informasi yang dan data kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Jadi dosen memudahkan membaca dan menarik kesimpulan. catatan-catatan tertulis dilapangan. Kegiatan menerus, terutama selama proyek yang untuk sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menjawab persoalan Dalam penelitian ini uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan 2 macam triangulasi, triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. hambatan komunikasi yang diangkat oleh  peneliti.  Penyajian Data Triangulasi sumber digunakan untuk Dalam proses ini, data yang telah direduksi akan disajikan dalam bentuk uraian yang dapat berupa kutipan-kutipan pernyataan dari informan yang berkaitan dengan hambatan komunikasi interpersonal mahasiswa saat bimbingan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Triangulasi Sumber Politik Universitas Bengkulu. Bentuk penyajiannya berupa teks, menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yan telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Dalam hal ini pengumpulan data pengujian data diperoleh dari wawancara dari hasil wawancara dengan data yang mendalam dengan dosen-dosen Fakultas diperoleh dari hasil obsevasi. Jika pengujian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas kredibilitas data tersebut menghasilkan data Bengkulu. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu, melakukan diskusi lebih lanjut kepada skripsi yang sejenis, serta jurnal-jurnal yang sumber data yang bersangkutan atau yang berkenaan tentang hambatan komunikasi. lain, untuk memastikan data mana yang  berbeda-beda, maka peneliti dianggap benar atau valid, dengan cara Triangulasi Metode peneliti akan kembali berdiskusi dengan Triangulasi metode dilakukan dengan informan kunci dan informan pokok. cara membandingkan data yang diperoleh III. HASIL DAN PEMBAHASAN beliau selaku informan sekaligus ketua HASIL jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Proses Bimbingan Skripsi Berikut hasil sedang wawancara yang membimbing mahasiswa FISIP, lebih beliau dari 15 mengatakan dilakukan peneliti terhadap informan dalam bagaimana proses komunikasi pada saat penelitian ini yang tidak lain merupakan mahasiswa bimbingan seperti pada kutipan beberapa orang dosen pada beberapa jurusan berikut. di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan beberapa mahasiswa tingkat akhir yang Desy : memiliki hambatan atau pun memiliki “Yang pertama itu kalau kendala selama proses bimbingan skripsi. mahasiswa bimbingan saya Hal pertama kali peneliti ingin ketahui itu diawalnya saya sudah adalah bagaimana proses komunikasi pada membicarakan kontrak saat mahasiswa bimbingan skripsi. Sebagian dengan besar bagaimana aturan bimbingan dari dosen FISIP sebelum mahasiswa berlangsungnya masa bimbingan skripsi dengan dengan mahasiswa, diantara keduanya sudah dengan menetukan untuk menentukan jadwal hari apa bimbingan. Mengutip dari pernyataan Desy, bisa bimbingan dengan saya. jadwal serta waktu saya, dan mereka saya sudah Sebelum bimbingan dengan Djonet : saya itu, mahasiswa harus mengumpulkan “Kalau sebelum covid dan dulu saat covid itu sedikit berbeda tulisannya itu, supaya waktu kosong saya gunakan bisa untuk ya seperti sebelum covid, saya sebelum bimbingan itu sudah membaca janjian dulu untuk hari apa, skripsinya itu, saya tidak bisa dimana, dan jam berapa. yang tiba-tiba datang dan Saya menganjurkan kepada mau bimbingan lalu saya mengoreksinya di mahasiswa itu jangan nunggu depan dikampus, maksud kampus itu mereka.” di FISIP sana, karena saya Dari kutipan wawancara diatas Desy itu beredar kemana-mana, mengatakan membutuhkan waktu untuk makanya harus janjian dulu fokus membaca hasil tulisan mahasiswa bisa menghubungi lewat WA, bimbingannya, SMS, sehingga untuk jadwal atau email. bimbingan tidak bisa dadakan melainkan sebelum sudah ditentukan hari untuk bimbingan. bilang kamu harus kirimkan Desy menambahkan bahwa dirinya lengkap dulu apa yang harus kita administrasi, beliau mempunyai catatan konsultasikan, misalkan BAB mengenai mahasiswa bimbingannya karena 1 ya BAB 1 kirimkan ke saya, bagi biar bisa saya baca dulu beliau itu merupakan perkerjaan tanggung jawab. Informan merupakan dosen ketemu itu Tapi saya jangan dibawak pas mau selanjutnya juga yang oleh disegani mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Djonet. Djonet menerima bimbingan skripsi tidak hanya secara tatap konsultasi kapan lagi saya bacanya, gitu kalo sama saya dan mereka sudah memahami itu.” Dari hasil wawancara tersebut, muka, tetapi melalui online pun ia bersedia. Djonet mengaku sangat terbuka untuk Berikut adalah kutipan wawancara peneliti bimbingan secara online. Beliau terkadang bersama Djonet. sibuk dengan pekerjaan lain selain dari mengajar mahasiswa, beliau juga tidak masing-masing dosen pembimbing. Peneliti hanya diam di jurusan ataupun di dekanat, ingin oleh kerena itu mahasiswa harus terlebih komunikasi interpersonal dan apa saja dahalu membuat janji untuk bimbingan kendala yang ditemui oleh mahasiswa. dengan beliau. Hal ini tidak jauh berbeda Berikut ini merupakan kutipan dari hasil dengan apa yang disampaikan sebelumnya wawancara oleh Desy, Djonet pun tidak merima mengenai proses komunikasi pada saat mahasiswa yang tiba-tiba datang untuk bimbingan. bimbingan karena beliau tidak ada waktu untuk membaca langsung di mengetahui bagaimana peneliti dengan proses informan Bulan : hadapan “Kalo proses komunikasi tuh mahasiswa. sebenarnyo Hambatan komunikasi interpersonal lancar-lancar ajo, tapi emang ado nian mahasiswa dan dosen saat bimbingan dosen yang payah ditemui skripsi mungkin kan karna beliau Informan pokok yang merupakan jugo ngajar, belum lagi mahasiswa ini berjumlah sembilan orang kegiatan diluar kan jadi yo mahasiswa, harus dipilihnya sembilan orang sms dulu mahasiswa tersebut berdasarkan dari kriteria ketemuan dari informan pokok, yaitu mahasiswa yang bimbingan.” memliki hambatan dalam komunikasi interpersonalnya dengan dosen pembimbing atau pun kendala lain dalam proses bimbingan. Lebih dimano janjian untuk Berdasarkan yang diungkapkan oleh Bulan, dosen pembimbing Bulan sulit untuk ditemui, jadi saat hendak bimbingan Bulan harus menghubungi terlebih dahulu kapan dalam peneliti ingin dosen tersebut ada waktu untuk bimbingan. mendapatkan informasi dari informan pokok sedikit berbeda yang merupakan mahasiswa tingkat akhir komunikasi dengan dosen yang dialami oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Melati Universitas Bengkulu mengenai hambatan mahasiswa dari satu jurusan. Berikut ini komunikasi interpersonal mahasiswa dan merupakan pernyataan Melati mengenai dosen dalam proses bimbingan skripsi pada proses komunikasinya pada saat bimbingan : yang pengalaman keduanya proses merupakan Melati : padat dak “Proses komunikasinyo slesaikan bimbingan dengan si PP, baik ajo, tapi yo itu kadang dengan PU PU.” PP, cuma kalo nyo ado jadwal kuliah dikampus berkomunikasi dengan dosen jugo itu kalo kek PU. Kalo mato banyak saya, tapi kadang juga masih janjian tapi kito di PHP kan kek PP waktu dibandingkan tulah, kadang tu kito la bimbingan karena memiliki kito lamo kek nunggunyo ndak jadi sistimnya Dari hasil kutipan diatas bahwa terus nyo kesibukan antara dosen Pembimbing Utama baru bisa dan Pembimbing Pendamping itu berbeda, bimbingan, kalau idak tu nyo jadi mahasiswa bisa lebih dulu fokus ado jadwal nguji seminar bimbingan dengan dosen yang mungkin atau nguji ujian itu baru bisa lebih sering ia temui yang nantinya bisa kito bimbingan kek nyo, kalo dilanjutnya idak ado cak itu idak ado nyo satunya lagi. Pengalaman proses komunikasi ndak bimbingan kejurusan setiap ni.” pembimbinganya berbeda-beda, apalagi saat kejurusan nah Berdasarkan hasil kutipan diatas, Melati mengungkapkan pengalamannya sulit untuk bimbingan dengan pembimbing dikarenakan dosen pembimbing sulit untuk ditemui. “Kalau dosen mahasiswa pembimbing dengan dosen dalam proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu saat pandemi covid-19 jadi banyak mahasiswa yang mengeluh karena terhambatnya komunikasi atau proses bimbingan yang dijalani selama masa pandemic. Mawar : dengan Seperti pada hasil kutipan dibawah ini. saya lebih berkomunikasinya pembimbing cepat dengan pendamping, mungkin karno pembimbing utama tu jadwalnyo terlalu Alfi : “Komunikasi yang terjalin sebelum terjalin adanya dengan covid-19 baik, sehingga memudahkan dalam proses bimbingan. Tetapi faktor umur dak tau apo setelah adanya covid-19 ini yang beliau sampaikan tu komunikasi terjalin kurang mudeng, jadi waktu tu atau tidak berjalan ado berulang kali mintak dengan baik, sehingga proses jelaskan karna skripsi saya tu bimbingan terkendala mbak kuantitatif, jadi butuh hingga bimbingan terhenti lebih ngerti mana dosen tu sampai saat ini.” jelaskannya cepet banget jadi pasif yang pun miss komunikasi samo PU Berdasarkan hasil kutipan diatas, gara-gara rumus, terus nanya bahwa Alfi yang merupakan mahasiwa tingkat akhir mengalami sama PP, PP saya juga gak perbedaan tau pengalaman bimbingan saat sebelum adanya mintak jelaskan lagi sama secara online pun terkendala. PU.” Kemudian peneliti ingin mengetahui hambatan komunikasi interpersonal dan mahasiswa yang selama dihadapi proses oleh bimbingan berlangsung. Proses komunikasi yang tidak efektif pada umumnya akan menimbulkan dampak-dampak tertentu yang bisa menjadi gangguan dalam proses komunikasi. Seperti yang di alami oleh Bulan berdasrakan dari wawancara dengan bulan seperti pada berikut ini. Berdasarakan hasil wawancara dengan Bulan seperti yang diatas, Bulan juga menyampaikan pernyataannya mengenai kendala yang dia hadapi saat proses bimbingan berlangsung. Bulan mengatakan bahwa kendalanya takut saat awal-awal hendak bimbingan, dan saat masa bimbingan berlangsung mengantri untuk bimbingan sudah menjadi hal yang biasa dialami oleh Bulan, belum lagi saat gagal untuk bimbingan pada hari itu ketika Bulan Bulan : “nah pernah saya saya itu rumusnya gimana proses bimbingan terhenti dan bimbingan kendala malahan disuruh nanya lagi sama PU covid-19 dan setelah adanya covid-19, berbagai mbak sudah lama menunggu dan mengantri untuk tu kejadian sama PU, karna mungkin bimbingan, seperti kutipan dengan Bulan dibawah ini. wawancara Bulan : dosen karena kata-kata yang disampaikan terlalu rumit. “Kendalanya tu gak ada sih Untuk kendala yang saya tapi awal-awal tu pasti takut ndak bimbingan wajarkan juga mbak awal. tapi rasakan yo dan bimbingan, kita tapi gak jadi akhirnya minggu Dari depan lagi bimbingngannya.” oleh Bulan mengenai hambatan komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen dan proses bimbingan, pernyataan berikutnya Putra yaitu : Putra tersebut Putra saat bimbingan yaitu kata-kata atau arahan yang disampaikan oleh dosen pembimbing sulit untuk dimengerti, ia tidak paham apa yang disampaikan karena katakata yang disampaikan tidak menyimpulkan maksud dari pembahasan skripsinya. PEMBAHASAN Putra : “yang saya rasakan saat menemui dosen kita harus Hambatan saat bimbingan. Komunikasi Interpersonal Mahasiswa dan Dosen Pembimbing mengutamakan niat, dan rasa semangat penjelasan didaptkan bahwa kendala yang dialami oleh Dari pernyataan yang disampaikan saat sasaran yang disampaikannya.” banyak tadi jadi kadang kita alami untuk sulit untuk saya dipahami apa senin katanya tapi karna di memberikan memberikan masukan skripsi kadang la ngubungi iya nanti yang terkesan panjang pesan nilai-nilai kehidupan, kan banyak mbak jadi ngantri kendala sama pendamping penyampaiannya jelas kendalanya tu ada di waktu ndk kalau pembimbing namanya Yang itu Pembahasan hasil penelitian ini diuraikan sesuai dengan tujuan penelitian, Namun penyampaian setiap yakni untuk mengetahui hambatan dosen berbeda sehingga saat komunikasi interpersonal mahasiswa dan bimbingan, mahasiswa ada dosen pembimbing dan analisis kendala apa yang sulit memahami arahan saja yang dihadapi oleh mahasiswa dalam proses bimbingan skripsi. hasil bimbingan langsung. Hal seperti itu dinilai penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti kurang tepat oleh dosen karena dosen kepada dua jenis informan, yaitu informan merasa kunci yang merupakan dosen dan informan membimbing mahasiswa. Tapi ada beberapa pokok yaitu mahasiswa tingkat akhir di dosen menyatakan tidak mempersoalkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik masalah etika komunikasi tersebut menjadi Universitas Bengkulu. Berdasarkan hasil suatu kendala untuk mahasiswa, mereka penelitian berikut pembahasan Dari lebih memilih untuk menasehati mahasiswa mengenai hambatan apabila dirasa etika komunikasi mahasiswa penelitian ini, tersebut kurang baik. Kendala yang Dihadapi Mahasiswa Pada diketahui Saat Bimbingan sebagian dosen yang dijadikan informan memberikan jadwal atau waktu bimbingan yang disepakati dengan mahasiswa, tetapi ada pula dosen yang dari hasil wawancara menyatakan bahwa tidak membatasi waktu bimbingan, dengan catatan ketika dosen tidak memiliki kesibukan dan memilki Seluruh hanya merupakan dosen saat bimbingan skripsi. waktu. bukan ini komunikasi interpersonal mahasiswa dan Dari kesibukannya dosen yang menjadi informan menyatakan bahwa mahasiswa dapat melakukan bimbingan secara langsung tatap muka dan dapat juga melalui media terlebih dahulu sepeti email, whatsapp, zoom. Selain hambatan menganalisis komunikasi mahasiswa dan dosen mengenai interpersonal saat bimbingan skripsi, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui apa saja kendala yang dialami oleh mahasiswa ketika proses bimbingan skripsi berjalan. Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada informan pokok yaitu mahasiswa, hal pertama yang peneliti ingin analisis mengenai bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai dosen yang memberikan jadwal bimbingan seminggu sekali (berdasarkan hasil wawancara pada Dari pengalaman selama bimbingan informan kunci yaitu dosen). skripsi yang dialami oleh masing-masing dosen. Memang ada beberapa mahasiswa yang seakan memaksa untuk bimbingan saat bertemu, langsung mintak dilayani untuk Hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada mahasiswa, mahasiswa mengaku memang memiliki aturan yang disepakati atau yang disampaikan oleh dosen pembimbing bahwa bimbingan pembingnya dikarenakan bahasa atau dilakukan seminggu sekali. Dan hasil penggunaan makna yang dismpaikan oleh wawancara tersebut terlihat mahasiswa pembimbing tidak dapat dimengrti oleh mengeluhkan penjadwalan tersebut tetapi mahasiswa. Dan jika dilihat dari jawaban- mahasiswa jawaban yang diberikan mahasiswa terlihat berpendapat sama dan menganggap bahwa hal tersebut bukanlah bahwa termasuk dialami kecemasan saat hendak menghadap dosen mahasiswa. Mahasiswa menyadari bahwa untuk bimbingan tatap muka. Kecemasan masing-masing dosen memiliki kesibukan tersebut tersendiri selain membimbing dan mengajar, memiliki jarak dengan dosen terutama pada sehingga dosen suatu kendala mahasiswa yang memaklumi hal mahasiswa memiliki dikarenakan yang lebih mahasiswa senior. lebih Salah mahasiswa suatu kendala yang berarti. mengaku merasakan perbedaan yang cukup ternyata untuk mahasiswa menemui bimbingan. memiliki dosen Dosen kesulitan saat pembimbing hendak sulit ditemui, biar pun sudah janjian untuk bimbingan terkadang dosen juga membatali waktu bimbingan. Selain itu, yang dialami dijadikan satu tersebut dan bukan menganggap sebagai Dari hasil wawancara lebih lanjut yang tingkat informan berbeda ketika bimbingan dengan dosen yang lebih senior dibandingkan oleh dosen yang lebih muda, karena ketika bimbingan dengan dosen yang lebih muda komunikasi terkesan lebih luwes, lebih nyaman menyampaikan keluhan atas skripsi yang sedang digarapnya. oleh mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Selain itu hasil wanwancara yang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas peneliti temui yaitu mahasiswa semakin sulit Bengkulu juga memiliki kendala ketika untuk bimbingan dikarenakan adanya wabah komunikasi interpersonal dengan dosen virus corona. Wabah virus corona membuat pembimbing, dalam sebagian aktifitas manusia tertunda bahkan bagaimana bersikap seharusnya pada dosen terhenti, salah satunya mahasiswa tingkat pembimbing ketika bimbingan tatap muka. akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Analisis peneliti dari hasil wawancara dan Mahasiswa ketika menghubungi yaitu wawancara keraguan berlangsung peneliti mengaku dosen secara lebih sulit pembimbingnya, melihat mahasiswa memiliki kendala susah bimbingan langsung sempat untuk mengerti apa yang disampaikan oleh ditiadakan oleh pihak universitas tetapi bimbingan secara online pun sulit berjalan komunikasi interpersonal mahasiswa dan karena dosen saat bimbingan di Fakultas Ilmu dosen mahasiswa banyak tidak bimbingannya. merespon Dari hasil Sosial dan Ilmu Politik Universitas wawancara, peneliti mendapatkan informasi Bengkulu, yang dimana informan kunci mengenai kendala karena virus corona ini, adalah dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu mahasiswa jadi banyak terhalang waktu Politik Universitas Bengkulu yang menjadi bimbingnya karena sulitnya bimbingan baik Pembimbing Utama atau pun Pembimbing online atau pun tatap muka. Pendamping, sedangkan informan pokok Jadi dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada beberapa informan, didapati fakta bahwa mahasiswa memilki kendala ketika yaitu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu. berkomunikasi Dari hasil penelitian terhadap empat terhadap dosen pembimbing. Mahasiswa orang informan kunci dan sembilan orang memiliki kecemasan dan keraguan saat informan hendak menghadap dosen pembimbing, bagaimana mahasiswa juga merasa terkendala untuk interpersonal yang dialami oleh mahasiswa menemui dosen pembimbing karena dosen selama pembimbing sulit untuk ditemui dan waktu berlangsung dan kendala yang dihapi oleh bimbingan pun terbatas. Lalu peneliti juga mahasiswa saat proses bimbingan skripsi. menemui temuan lain dilapangan mengenai terhambatnya bimbingan karena adanya virus corona. Mahasiswa merasa lebih sulit untuk melakukan bimbingan ditengah wabah corona sedengkan waku yang dimilki mahasiswa terus berjalan. Teori Aprehensif pokok, proses tatap muka bagaimana kekhawatiran dan kecemasan seseorang termasuk pada subjek penelitian ini. Teori aprehensi komunikasi merupakan kondisi seseorang yang mengetahui bahwa dalam Komunikasi dirinya saat berkomunikasi dengan orang Bimbingan Skripsi kekhawatiran Berdasarkan hasil penelitian yang oleh bimbingan komunikasi menggunakan teori aprehensif untuk melihat lain dilakukan hambatan mengetahui Pada penelitian ini juga, peneliti Interpersonal Mahasiswa dan Dosen saat telah peneliti peneliti tentang mengalami dan gangguan ketakutannya, karena tak memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebab akibat sosial sehingga menjadi orang yang mati menyenangkan rasa. Aprehensi komunikasi didefinisikan berkomunikasi. sebagai tingkat ketakutan atau kecemasan individu baik terhadap komunikasi yang sedang berlangsung maupun komunikasi yang akan berlangsung dengan orang lain maupun didepan publik (McCroskey, 1984, dalam Booth-Butterfield, et.al ,1997). Mc Croskey sendiri menyatakan bahwa aprehensif komunikasi itu muncul pada manusia karena komunikasi pengaruh dirumahnya. Jadi dalam pertukaran informasi suasana kesulitan merupakan peran dari lingkungan rumah. Dinyatakan bahwa faktor-faktor lingkungan rumah, seperti jumlah percakapan dengan anggota keluarga menjadi penentu penting. Definisi lainnya adalah aprehensi komunikasi itu terjadi manakala pengalaman individu komunikasinya memandang itu tidak (De dan Vito, merasa takut Trait (sifat) 2007), aprehensi komunikasi relatif bertahan dan berorientasi pada kepribadian dan menetap dalam menghadapi komunikasi pada berbagai konteks (McCroskey, 1984, dalam Booth Butterfield, et.al ,1997). Dengan hal ini sesuai dengan hasil penelitian banyak mahasiswa mengalami kecemasan saat hendak menghadap dosen pembimbing. Selain itu mahasiswa juga merasa ragu dalam bersikap yang baik seperti apa saat berhadapan dengan dosen, hal itu yang membuat etika mahasiswa juga diukur saat berhadap dengan dosen pebimbing, sehingga kecemasan berkomunikasi yang mungkin sebelumnya tidak baik takut terulang lagi oleh dosen pembimbing. IV. PENUTUP KESIMPULAN Berdasarkan Hasil penelitian yang telah dilakukan pada dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu mengenai komunikasi interpersonal mahasiswa dan dosen dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Secara umum proses bimbingan skripsi bisa dilakukan selain tatap muka juga bisa menggunakan media seperti email, whatsapp, zoom atau pun sms. 2. Jadwal bimbingan skripsi yang disepakati oleh dosen dan mahasiswa bukan termasuk suatu kendala yang sulit bagi mahasiswa, hal ini mahasiswa mengerti memaklumi bahwa karena terbatasnya waktu untuk dan bimbingan dengan dosen, karena dosen untuk bimbingan tatap muka pembimbing mereka memiliki ditiadakan saat ditengah-tengah kesibukan daruratnya pandemi virus corona. lain diluar membimbing skripsi mahasiswa. 3. Mahasiswa memiliki Selain itu, untuk bimbingan tingkat online pun merasa terhambat kecemasan dan keraguan saat karena lambatnya respon dosen proses saat bimbingan berlangsung. skripsi Mahasiswa memiliki rasa takut atau keraguraguan dalam bersikap dan berkomunikasi melalui media. SARAN berbicara dihadapan dosen. Hal 1. Hendaknya mahasiswa terbuka ini dikarenakan mahasiswa tidak dan dapat menyesuaikan diri mengetahui batasan etika yang dengan masing-masing karakter baik dari suatu tindakan yang dosen dilakukan komunikasi interpersonal, dan pada saat pembimbingnya berkomunikasi tatap muka atau tidak pun melalui media kepada dosen ketakutan dan kecemasan saat pembimbing. hendak bertatap muka oleh dosen 4. Pehaman atau pun arahan yang diberikan oleh dosen atau terlalu pun fokus dalam sikap ditampilkan yang kepada pada harus dosen pembimbing terkesan tinggi, baik pembimbing, agar hal tersebut dari bahasa akademisnya ataupun tidak penjelasannya terkendala kurang dapat dimengerti oleh mahasiswa. 5. Mahasiswa mengalami kendala menjadikan mahasiswa dalam proses bimbingan skripsi. 2. Mahasiswa tingkat akhir yang tak terduga ditengah masa hendaknya lebih banyak mencari bimbingannya, yaitu karena sumber-sumber bacaan mengenai adanya virus corona. penelitian yang dilakukannya dan wabah Mahasiswa merasa semakin lebih banyak bertukar cerita dengan teman lain mengenai memecahkan permasalahan yang pengelaman-pengalaman dihadapi yang dihadapi oleh teman lain, supaya menjadi acuan atau pun dalam penyusunan skripsi. 4. Dosen juga lebih mengetahui sosuli memecahkan dengan permasalahan bimbingan yang mungkin sudah saat menyusun skripsi. waktu konsisten ditentukan 3. Kepada dosen hendaknya lebih atau jadwal selumnya mahasiswa oleh bimbingannya, peka terhadap kecemasan yang sehingga mahasiswa hadapi saat proses merasa diberi harapan untuk bimbingan bimbingan berlangsung dan mahasiswa tidak dan mahasiswa diberi kepastian memberikan pemahaman yang merasa tepat mengenai jadwal bimbingan. saat mahasiswa sulit DAFTAR PUSTAKA Ardianto, Elviano. Komala, Lukiati, Karlinah, Siti. (2012). Komunikasi Massa. Bandung. Simbiosa Rekatama Media. Effendy, Onong Uchjana. (2011). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Mulyana, Dedy. (2005). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung:Remaja Rosdakarya. Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Shoelhi, Mohammad. (2009). Komunikasi Interpersonal. Bandung. Simbiosa Rekatama Media. Sugiono. (2008). Metode Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta Noer, Astri. (2014). Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi Mahasiswa dan Dosen Pembimbing dalam proses penyusunan skripsi. Ilmu Komunikasi Universitas Lampung.

Judul: Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Dan Dosen Saat Bimbingan Skripsi Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu

Oleh: Greysita Gusti Cempaka


Ikuti kami