Analisis Finansial Dan Ekonomi Modul Matakuliah Analisis Investasi Agribisnis Analisis Finansial Dan...

Oleh Fajar Utomo

43,1 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Analisis Finansial Dan Ekonomi Modul Matakuliah Analisis Investasi Agribisnis Analisis Finansial Dan Ekonomi Oleh : Soetriono

TEKNIK PEMILIHAN ALTERNATIVE SECARA OBYEKTIF Ingatkah kita terhadap kasus Bambang Gunawan calon Kapolri yang diusulkan ke Presiden Jokowi ke DPR dan telah disetujui tetapi karena ada penetapan BG sebagai tersangka oleh KPK, kemudian terkantung katung menunggu hasil pra peradilan sampai sekarang, saat tulisan ini dibuat. Lembaga kemasyarakatan juga menyoroti kriteria pemilihan seorang pejabat publik oleh DPR pada Kompas online tertanggal 13 February 2015. Menurut mereka kriteraia pemilihan di DPR pun tidak jelas. Menurut alhi Kepolisian dari Universitas Indonesia, pengajuan calon Kapolri dari Kompolnas menyalahi Undang Undang Kepolisian karena yang berhak mengajukan usulan calon Kapolri seharusnya dari satu Badan yang ditetapkan oleh Undang Undang dari lingkup internal Polri. Anggotanya terdiri dari berbagai unsur termasuk bagian yang secara detail memiliki record pengembangan karier dan juga unsur provost yang memiliki record pelanggaran seorang calon. Dengan mengabaikan prosedur yang diatur oleh undang undang dan mengabaikan teknik pemilihan alternatif calon secara obyektif, maka yang disodorkan oleh Kompolnas ke Presiden adalah “sampah” tanpa sama sekali tidak dibersihkan dulu oleh Kompolnas. Apakah dengan cara ini Kompolnas mau cuci tangan? Who knows? Pada kesempatan ini saya mau berbagi bagaimana cara pemilihan alternative secara lebih obyektif. Langkah Pertama adalah melakukan analisa mendalam dan menyeluruh terhadap obyek penilaian. Contoh Calon Kapolri. Hal ini akan menghasilkan Long List nama nama calon. Tentunya nama nama ini dari badan internal Polri yang kompeten. Langkah Kedua; lakukan uji kelayakan secara cepat dalam satu tim yang unsurnya dari berbagai bidang organisasi Polri untuk mendapatkan Short List. Langkah Ketiga; Tetapkan Kriteria Pemilihan. Langkah ini penting dan kritikal. Tetapkan beberapa kriteria, diskusikan, ditambah atau dikurangi oleh tim kemudian putuskan bersama bahwa jumlah kriteria tersebut yang akan dipakai untuk menyeleksi calon Kapolri.Rumuskanlah masing masing kriteria dengan definisi dan pengertian yang jelas, tegas, lugas, tidak mengambang dan multi tafsir. Contoh kriteria: 1. Lulus dengan nilai tertinggi pada kursus jenjang karier Polri 2. Riwat karier telah melalui tingkatan Kapolda sampai Kapolda Tipe A 3. Tidak memiliki catatan negatif (masalah hukum dan indispliner lainnya) dari record personalia 4. Secara konsisten telah mendemonstrasikan nilai-nilai karakter profil ideal pada setiap kesempatan dalam keseharian kerja dan pada setiap jenjang karier 5. Dan seterusnya Jumlah kriteria tergantung pada tim perumus semakin sedikit semakin baik tetapi dapat mewakili seluruh aspek yang akan dinilai. Pada langkah Ketiga ini sebenarnya sekaligus menilai para calon terhadap semua kelengkapan kriteria. Yang lengkap diberikan nilai tertinggi dan yang kurang diberikan nilai lebih rendah sesuai skala yang ditetapkan tim. Karena ada dua unsur penting disini yang dinilai maka pada langkah ketiga ini lebih cenderung ke arah para calon terhadap kriteria secara relatif. Langkah Keempat; adalah memberikan bobot pada masing-masing kriteria sesuai urutan sangat penting, penting dan pendukung atau pelengkap. Bagaimana menetapkan penting dan kurang penting adalah hasil diskusi dan debat tim. Disini sebenarnya debat akan menjadi alot karena beda pendapat dan akomodasi kepentingan akan masuk. Dalam suasana dan situasi yang sehat harusnya dapat disepakati pada ujung perdebatan komposisi bobot. Untuk menghindari dominasi kepentingan kelompok tertentu, maka pada situasi praktek yang baik adalah Tim menunjuk seorang Fasilitator Independent untuk memfasilitasi diskusi tersebut. Langkah Kelima; masukan hasil diskusi kriteria dalam format yang tersedia. Kriteria ditempatkan disisi kiri tabel dan para calon Kapolri ditempatkan di baris atas tabel. Contoh Table Pemilihan Alternative Calon Kapolri. TABEL PEMILIHAN ALTERNATIVE CALON KAPOLRI KRITERIA ABDULA H PENILAIAN TEGAS BAMBAN SIMO G N SRI RAHARJO BOBO T PENILAIAN DENGAN PEMBOBOTAN ABDULA BAMBAN SIMO SRI H G N RAHAJO LULUS DENGAN NILAI TERTINGGI 70 50 100 80 40 2800 2000 4000 3200 RIWAYAT KARIER TIDAK CACAT HUKUM DAN INDISIPLINER DEMONSTRASIKAN KARAKTER POLISI 80 70 50 50 60 4800 4200 3000 3000 50 70 80 100 80 4000 5600 6400 8000 70 70 70 70 100 7000 7000 7000 270 260 300 230 18600 18800 7000 2040 0 TOTAL SCORE 21200 Catatan: Pada Penilaian Tegas para calon diukur berhadapan dengan kelengkapan kriteria. Pada Penilaian dengan Pembobotan para calon diukur berhadapan dengan tingkat kepentingan kriteria. Akhirnya yang kita rekomendasikan ke bapak Presiden adalah Sdr. Sri Raharjo, walaupun nama calon lainnya turut disertakan. Paling tidak kita tidak sodorkan sampah. Semoga bermanfaat Diolah dengan modifikasi dari Metode ZOPP – Deutche Stiftung fur Internationale Entwicklung (DSE)-Republik Federasi Jerman

Judul: Analisis Finansial Dan Ekonomi Modul Matakuliah Analisis Investasi Agribisnis Analisis Finansial Dan Ekonomi Oleh : Soetriono

Oleh: Fajar Utomo


Ikuti kami