Hubungan Antara Pengantar Ekonomi Dengan Ilmu Biologi

Oleh Yowanda Erlangga

291,9 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Hubungan Antara Pengantar Ekonomi Dengan Ilmu Biologi

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan saya rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan meteorologi yang berjudul “HUBUNGAN ANTARA BIOLOGI PENGANTAR SUMBER DAYA PERIKANAN” dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada asisten pembimbing yang telah banyak membantu saya memberikan arahan-arahan, saran, bimbingan serta petunjuk selama praktikum dilaksanakan. Saya telah berupaya memaksimalkan tenaga, waktu dan pikiran saya untuk membuat kesempurnaan laporan ini.Namun tidak tertutup kemungkinan banyak kesalahan yang tidak sengaja dalam penulisan laporan ini. Kritik dan saran dari para pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan pada masa yang akan datang. Sebagai penutup, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam penulisan laporan ini. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Wilayah pesisir dan lautan memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya.Namun, karakteristik laut tersebut belum sepenuhnya dipahami dan diintegrasikan secara terpadu.Kebijakan pemerintah yang sektoral dan bias daratan, akhirnya menjadikan lautan sebagai kolam sampah raksasa.Dari sisi social ekonomi, pemanfaatan kekayaan laut masih terbatas pada kelompok pengusaha besar dan pengusaha asing.Nelayan sebagai jumlah terbesar merupakan kelompok profesi paling miskin di Indonesia.Kekayaan sumber daya laut tersebut menimbulkan daya tarik dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sumberdayanya dan berbagai instansi untuk meregulasi pemanfaatannya. Bila dibandingkan dengan kelompok pelaku ekonomi lainnya, kelompok ekonomi yang mengalami kondisi keterasingan dari dinamika perekonomian nasiaonal lebih parah terjadi pada kelompok nelayan. Hal ini banyak bersumber dari sifat dasar arena aktifitas yang dimiliki yang tidak memiliki dukungan perangkat hokum yang memadai, seperti tidak dimungkinkannya pemilikan laut atau kawasan pantai sebagai asset produksi, kebutuhan investasi yang relatif besar dan beresiko tinggi, serta luas pemasaran yang cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan local. Kondisi seperti ini mengakibatkan kelompok masyarakat nelayan cenderung tertinggaljauh dibandingkan dengan kelompok lain yang bekerja didaratan. Hal ini yang muncul di permukaan dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas hidup nelayan adalah keterdesakkan kelompokm masyarakat ini akibat semakin intensifnya penetrasi nelayan asing terhadap sumber daya dan pasar domestic.Pengusaha dalam bidang marine-bisnis nasional dengan modal besar dengan jaringan pasar yang luas dan pemanfaatan teknologi yang hmpir mustahil tersaingi 2 oleh kelompok masyarakat nelayan nasional. Upaya perlindungan melalui peraturan daerah dan peningkata kemandirian kelompok masyarakat ini merupakan agenda yang mendesak untuk segera dise;esaikan sebagai bagian integral pengembangan masyarakat nelayan. Keseluruhan kecenderungan pembangunan tersebut melahirkan ketersaingan kelompok yang tidak hanya nampak pada tingkat pendapatan yang dimiliki, melainkam juga pada kualitas hidup, pola aktifitas ekonomi, skala dan jenis output yang dihasilkan.Tentu saja pergantian generasi pada kelompok masyarakat ini juga berlangsung secara marjinal dengan segala konsekwensi social yang terbawa serta. Bila kieadaan seperti ini berlanjut, maka investasi yang dibutuhkan untuk pengelolaan sumber daya kelautan, dan upaya pengembangan sumberdaya manusia makin bertambah mahal.Perekonomian Indonesia dewasa ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan walaupun pada tahun 2009 yang lalu sempat megalami krisis. Dilihat dari perkembangannya, pada triwulan I tahun 2009 perkembangan ekonomi Indonesia mengalami penurunan dari 6,2% menjadi 4,5%. Namun di triwulan I tahun 2010, perkembangannya menjadi 5,7% (YoY) atau naik sebesar 1,2% dari tahun sebelumnya. Tren positif ini juga memberikan dampak terhadap berbagai sektor industri terutama perbankan yang memiliki peran strategis dalam perekonomian dan pembangunan.Tingkat inflasi yang menurun menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan bank sehingga mendatangkan ketertarikan investor luar negeri untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan industri perbankan di Indonesia karena sektor ini dianggap sangat menguntungkan. Namun diisisi lain, bank-bank di Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan. Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah melalui BI mengatur ketat regulasi untuk perbankan di Indonesia, antara lain pemenuhan modal minimum dengan dikeluarkannya PBI No.5/12/PBI/2003, perbaikan kualitas aktiva produktif terkait dengan implementasi ketentuan-ketentuan dalam tatanan perbankan yang baru. Selain 3 itu, dengan dikeluarkannya berbagai peraturan oleh BI seperti PBI No.5/8/PBI/2003 tentang implementasi manajemen resiko bagi 2 bank umum serta PBI No. 6/10/PBI/2004 yang mengatur sistem untuk penilaian kesehatan bank memberikan konsekuensi di mana bank harus meningkatkan modalnya sejalan dengan berbagai resiko yang akan dihadapi dalam mempertahankan tingkat likuiditas dan kesehatannya. Industri perbankan merupakan industri yang sarat resiko, karena melibatkan pengelolaan uang masyarakat.Selain itu perbankan memiliki kedudukan yang strategis, seperti menjadi penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika dilihat dari data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) dalam statistik perbankan Indonesia, total aset perbankan nasional telah mencapai angka Rp. 3.008,9 triliun sampai dengan akhir Desember 2010. Bila dibandingkan dengan akhir tahun 2009, tercatat total asset perbankan nasional sebesar Rp. 2.534,1 triliun, pertumbuhan aset perbankan nasional naik mencapai 4,78%. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kinerja bank di Indonesia terus naik dan menunjukan tren positif. B.Pembangunan Kualitas Manusia Menurut Brian dan White dalam Widodo, menyatakan ada 4aspek yang terkandung dalam pembangunan kualitas manusia sebagai sebagai upaya peningkatan kapasitas mereka : a) Pembangunan harus memberikan penekanan pada kapasitas kepada apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut serta energi yang diperlukan. b) Pembangunan harus menekankanpada pemerataan (equity) perhatian yang tidak merata pada masyarakat, akan memecahkan masyarakat dan akan menghancurkan kapasitas mereka. 4 c) Pembangunan mengandung arti pemberian kuasa dan wewenang yang lebih besar pada rakyat. Hal pembangunan baru cukup bermanfaat bagi masyarakat bila mereka memiliki wewenang yang sepadan.Pembangunan harus mengandung upaya peningkatan wewenang pada kelompok masyarakat lemah.Koreksi terhadap keputusan-keputusan yang tidak adil tentang alokasi hanya dapat dilakukan bila kelompok lemah ini mempunyai wewenang yang sangat besar. d) Pembangunan mengandung kelangsungan perkembangan (sustainable) dan interdependensi di antara Negara-negara dunia. Karena konsep kelangsungan dan kelestarian pembangunan, kendala sumber daya yang bterbatas dan langka akan menjadi pertimbangan pertama dalam upaya peningkatan kapasitas. Pemberdayaan pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk mengatasi ketidak berdayaan individu dan masyarakat, mengatasi adanya perasaan inpotensial – emosional dan sosial dalam menhadapai masalah dan meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang menyangkut dirinya sendiri dan memberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri. pemberdayaan adalah peningkatan potensi atau daya individu dan masyarakat atas dasar aspirasi dan kebutuhannya dan bertumpuh pada kemampuan dan perkembangan individu dan masyarakat yang bersngkutan. C. Paradigma Pembangunan Kualitas Manusia Menurut Widodo, untuk dapat memberdayakan sumberdaya manusia dapat digunakan salah satu paradigma yang disebut dengan paradigma pembanguna yang bertumpuh pada manusia. Paradigma yang bertumpuh pada manusia ini, memberikan peran individu bukan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek (pelaku) yang menentukan tujuan, menguasai sumber-sumber, mengarahkan proses menentukan hidup mereka. Karenanya paradigma pembangunan yang dipusatkan pada kepentingan rakyat sebagai lawan bagi pembangunan yang berpihak pada produksi dan akumulasi. 5 Pokok pikiran dari paradigma pembangunan yang bertumpuh pada manusia, dijadikan tumpuan dari pengelolaan sumber daya local yang disebut dengan community based resources management (CBRM). CBRM merupakan sosok manajemen pembangunan yang mencoba menjawab tantangan yaitu kemiskinan, memburuknya lingkungan hidup, dan kurangnya partisipasi masyarakat didalam proses pembangunan yang menyangkut dirinya. CBRM merupakan mekanisme perencanaan “ people centered development” yang menekankan pada teknologi social learning, dan strategi perumusan program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengaktualisasikan diri (empowerment). Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dibeberapa Negara, telah mendorong meningkatnya permintaan komoditas perikanan dari waktu ke waktu.Meningkatnya permintaan ikan ini mengarah pada jumlah yang tidak terbatas, mengingat kegiatan pembangunan yang merupakan factor pendorong dari permintaan ikan berlangsung secara terus menerus. Sementara disisi lain, permintaan ikan tersebut dipenuhi dari sumberdaya ikan yang jumlahnya di alam memang terbatas. Kecendrungan meningkatnya permintaan ikan telah membuka peluang berkembang pesatnya industri perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Hanya sayangnya, perkembangan industri perikanan ini lebih banyak dilandasi oleh pertimbangan teknologi dan ekonomi, dan sekaligus mengabaikan pertimbangan lainnya seperti lingkungan, social budaya serta kelestarian sumberdaya perikanan. Akibatnya, jaminan usaha perikanan yang berkelanjutan menjadi tanda tanya, disamping upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan menjadi semakin jauh. Bagi Indonesia, perikanan mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembangunan nasional. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa factor, diantaranya adalah :  Sekitar 2.274.629 orang nelayan dan 1.063.140 rumah tangga budidaya, menggantungkan hidupnya dari kegiatan usaha perikanan. 6  Adanya sumbangan devisa yang jumlahnya cukup signifikan dan cendrung meningkat dari tahun ketahun.  Mulai terpenuhinya kebutuhan sumber protein hewani bagi sebagian masyarakat.  Terbukanya lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, sehingga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dan  Adanya potensi perikanan yang dimiliki Indonesia Dalam kerangka pembangunan nasional, maka peningkatan kontribusi perikanan harus diupayakan secara berhati-hati, agar tidak menimbulkan dampak negative dimasa yang akan datang. Disinilah peranan pengelolaan potensi perikanan menjadi sangat strategis. Disisi lain, disadari juga bahwa pertumbuhan penduduk dunia dan pertumbuhan ekonomi beberapa negara di dunia, telah mendorong meningkatnya permintaan bahan makanan termasuk didalamnya ikan.Disamping itu, timbulnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telah menggeser pola makan masyarakat, khususnya sumber protein hewani dari yang bersifat “red meal” (sapi, babi dan sebagainya) ke “white meal” (ikan).Kondisi tersebut diatas telah berimplikasi pada meningkatnya permintaan ikan dunia 1.2. Maksud dan Tujuan Paper ini ditulis dengan maksud untuk melihat bagaimana kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan Indonesia seharusnya dilakukan dan bagaimana posisi kebijakan tersebut apabila dipandang dari sisi normatif. Sedangkan tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk melihat hal-hal sebagai berikut : 1). Memberikan gambaran beberapa model normative yang dapat dipergunakan dalam pengelolaan sumberdaya ikan dengan biologi. 2.) menghubungkan hasil laut secara ekonomi dengan dilihat dari segi biologi. 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumberdaya Perikanan Sumberdaya alam (natural resources) pada dasarnya mempunyai pengertian segala sesuatu yang berada dibawah atau diatas bumi, termasuk tanah itu sendiri. Dengan kata lain, sumberdaya alam adalah sesuatu yang masih terdapat didalam maupun diluar bumi yang sifatnya masih potensial dan belum dilibatkan dalam proses produksi. Pengertian ini berbeda dengan barang sumberdaya (resources commodity), karena merupakan sumberdaya alam yang sudah diambil dari dalam atau atas bumi dan siap dipergunakan atau dikombinasikan dengan factor produksi lainnya untuk menghasilkan produk baru yang dapat dimanfaatkan baik oleh konsumen maupun produsen. Dengan demikian, terdapat hubungan yang “positif” antara jumlah barang sumberdaya dengan pertumbuhan ekonomi, disamping juga hubungan yang “negative” antara persediaan sumberdaya alam dengan pertumbuhan ekonomi (Suparmoko, 1997). Sumberdaya perikanan masih berperan penting sebagai sumber mata pencaharian, lapangan kerja, dan protein ikan bagi beberapa negara. Diperkirakan peningkatan jumlah penduduk dunia dan kebutuhan akan bahan pangan dan gizi yang lebih baik akan mendorong peningkatan permintaan produk ikan. Apalagi negara-negara di Asia selain menjadi produsen ikan terbesar juga menjadi konsumen utama dari hasil perikanan. Di satu sisi, peran ekonomi dan sosial pemanfaatan sumberdaya ikan nampak masih sangat besar besar, sehingga telah memberikan ruang bagi pengembangan perikanan lebih luas khususnya perikanan laut yang secara kuantitafi produksinya mencapai lebih dari 70% total produksi ikan di Indonesia. Di sisi lain, kelangkaan dan kerusakan sumberdaya ikan dan habitatnya semakin meluas, yang dikhawatirkan pada gilirannya berimbas pada berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. 8 Menurut data FAO diperkirakan lebih dari 60% stok ikan dunia telah diekploitasi pada tingkat penuh sampai tingkat rusak (depleted), dan diantaranya tidak lebih dari 1% yang pulih kembali (http://ferinaldy.wordpress.com,2011). Sumberdaya perikanan juga tergolong sumberdaya yang dapat pulih tetapi dibatasi oleh faktor pembatas alami dan faktor pembatas non alami.Faktor pembatas alami adalah faktor-faktor penghambat ketersedian ikan dari ekosistem itu sendiri, seperti ketersedian makanan, predator, persaingan ruang dan sebagainya.Sedangkan faktor non alami adalah faktor-faktor penghambat ketersedian ikan yang disebabkan oleh kegiatan eksploitasi dan pencemaran.Tujuan dari program perikanan adalah menigkatkan pendapatan dan taraf hidup nelayan dan keluarganya dalam peningkatan kualitas hidup melalui pemanfaatan sumberdaya secara optimal melaui penigkatan usaha (http://id.wikipedia.org/wiki/Perikanan,2011). B. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Kegiatan pengembangan dan pembinaan masyarakat pesisir berdasarkan kebijakan dasar dan kebijakan operasional ini mencakup tujuh program utama yang secara langsung akan memberi dampak bagi masyarakat, diantaranya yaitu: 1. Pengembangan dan perumusan kebijakan umum yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan. 2. pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat 3. penyusunan dan pengembanagan masyarakat pesisir dan laut 4. pemanfaatan pulau-pulau kecil secara optimal 5. rehabilitasi kerusakan dan pengkayaan lingkungan dan sumberdaya 6. pengendalian pencemaran yang besumber dari aktifitas manusia 7. program utama mitigasi bencana alam. 9 Masyarakat pesisir dalam hal ini pencari ikan / nelayan maupun petwani tambak keduanya hidup dalam kelompok, khususnya kelompok kerja. Pada fase awal umumnya kelompok kerja masih sepenuhnya terhimpit dengan kelompok kerja rumah tangga dalam arti bahwa semua pekerjaan dilakukan oleh tenaga kerja keluarga rumah tangga nelayan dan dikelompka sebagai nelayan individual. Setelah usaha berkembang, maka akan mempekerjakan tenaga kerja dari luar keluarga sebagai pekerja tetap (http://id.google.org/ pemanfaatan-sumber-daya,2011). Indonesia mempunyai potensisektor perikanan yang sangat besar, namun produksinya baru mencapaisekitar 10 juta ton selama tahun 2009. Indonesia berada pada urutan ke-11 dalam daftar negara-negera pengekspor produk perikanan di pasar dunia, dengan nilai ekspor yang diraihnya 1,79 miliar dolar AS. Pangsa pasar ekspor perikanan Indonesia 1,74 persen dari total ekspor dunia. Negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia paling dominan Amerika serikat 29,04 persen, diikuti Jepang 16,90 persen, China 3,66 persen, Hongkong 3,14 persen, Singapura 3,05 persen, Thailand 2,34 persen, Malaysia 2,23 persen, Korea 2,18 persen. Tapi masih ada sekitar 37,46 potensi perikanan yang belum dimanfaatkan. Sekitar 70 persen potensi ikan tangkap atau sekitar 600 ribu ton dari 900 ton total sumber daya ikan tangkap di Sulawesi Selatan belum dimanfaatkan. "Selama ini, baru sekitar 300 ribu ton lebih per tahun yang dimanfaatkan, sehingga potensi ikan tangkap ini masih perlu dioptimalkan. pemanfaatan sumber daya laut tersebut harus tetap mengacu pada peraturan yang ada dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai gambaran, untuk pemanfaatan sumber daya laut, kapal tangkap yang diperkenankan di lapangan maksimal bertonase 30 ton dan ikan yang diangkut maksimal 60 persen dari kapasitas angkutnya 10 C. Pelestarian Sumberdaya Perikanan Sumberdaya perikanan juga tergolong sumberdaya yang dapat pulih tetapi dibatasi oleh faktor pembatas alami dan faktor pembatas non alami. Faktor pembatas alami adalah faktor-faktor penghambat ketersediaan ikan dari ekosistem itu sendiri, seperti ketersediaan makanan, predator, persaingan ruang dan sebagainya. Sedangkan faktor pembatas non alami adalah faktor-faktor penghambat ketersediaan ikan disebabkan oleh kegiatan eksploitasi dan pencemaran. Oleh karena adanya faktorfaktor pembatas tersebut maka pengelolaan sumberdaya perikanan harus dilakukan untuk menjaga kelestariannya. Upaya pelestarian sumberdaya ikan dilakukan melalaui upaya domestikasi.Domestikasi sangat perlu dilakukan pengembangbiakannya untuk memperoleh benih ,baik secara kuantitas maupun kualitas. Agar benih yang dihasilkan siap untuk ditebar kembali kehabitat aslinya atau benih tersebut digunakan sebagai benih pada kegiatan budidaya khususnya dijadikanikian konsusmsi atau ikan hias.untuk keberhasilan pengembanganbiakan perlu ditunjang oleh informasi yang berkaitan dengan kegiatan pengembangbiakan tersebut seperti nutrisi, patologi, lingkungan rekayasa genetika serta teknologi perkolaman (http://id.wikipedia.org,2011). Biologi sebagai ilmu memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan denganilmu-ilmu yang lain. Biologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya dari berbagai aspek persoalan dan tingkat organisasinya. Produk keilmuan biologi berwujud kumpulan fakta fakta maupun konsep - konsep sebagai hasil dari proses keilmuan biologi (Sudjoko, 2001:2). Pembelajaran biologi pada hakikatnya merupakan suatu proses untuk menghantarkan siswa ke tujuan belajarnya, dan biologi itu sendiri berperansebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Biologi sebagai ilmu dapatdiidentifikasikan melalui objek, benda alam. 11 BAB III PEMBAHASAN 3.1 PENGERTIAN A. EKONOMI a.) Pengertian Ekonomi Ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya.Ini didasarkan dari asal kata ekonomi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos.Oikos adalah rumah tangga dan nomos berarti ilmu.Dari gabungan kata tersebut, terbentuklah pengertian ekonomi.Dimana dalam pengertian tersebut, menunjukkan sebuah kondisi yang merujuk pada pengertian tentang aktivitas manusia.Khususnya pada usaha untuk bisa mengolah sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, sebagai alat pemenuh kebutuhan hidup. Dalam kajian ilmu pengetahuan, ekonomi dimasukkan ke dalam bagian ilmuilmu sosial.Hal ini karena ekonomi terkait dengan masalah manusia yang merupakan pokok bahasan dalam kajian ilmu sosial.Ilmu ekonomi sendiri dibagi ke dalam tiga bidang. Bidang pertama adalah bidang tata buku atau lebih dikenal dengan nama akuntansi. Bidang kedua terkait dengan teknik penataan sistem organisasi atau yang dikenal dengan manajemen.Dan yang ketiga adalah konsep ilmu ekonomi yang membahas tentang masalah ekonomi negara atau yang dikenal dengan ekonomi pembangunan. Bidang akuntansi dan manajemen, digolongkan sebagai ilmu ekonomi mikro.Sebab, pokok bahasannya lebih terkait pada ruang lingkup perusahaan semata.Sementara untuk ekonomi pembangunan digolongkan sebagai ekonomi makro.Hal ini karena kajian bahasan bidang ilmu ekonomi ini lebih bersifat luas dan 12 terkait dengan kebijakan sebuah negara di bidang ekonomi.Seperti tentang nilai inflasi, penentuan suku bunga atau juga tentang sistem perekonomian yang digunakan. Istilah Dalam Pengertian Ekonomi : Di dalam pengertian ekonomi, terdapat beberapa istilah mendasar yang banyak digunakan dalam kajian ekonomi. Beberapa istilah tersebut di antaranya adalah :  Azas Ekonomi. Adalah dasar-dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terkait sektor perekonomian  Faktor Produksi. Di dalam aktivitas ekonomi, terdapat beberapa hal yang menjadi dasar dalam kegiatan ekonomi tersebut.  Prinsip ekonomi.Ini merupakan dasar manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi, yaitu dengan modal yang minimal menghasilkan keuntungan optimal.  Sistem ekonomi.Pengertiannya adalah sebuah sistem yang dianut oleh sebuah negara dalam menentukan kebijakan perekonomian dalam sebuah negara.Seperti ekonomi liberal, ekonomi sosial dan sistem ekonomi demokrasi. Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling berbeda satu sama lain. Tumbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda tersebt dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:  Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.  Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.  Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.  Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki. 13 Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya: 1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. o o Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional  Belum adanya pembagian kerja yang jelas.  Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.  Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis.  Teknologi produksi sederhana. Kebaikan sistem ekonomi tradisonal  Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.  Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan. o Keburukan sistem ekonomi tradisional  Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.  Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya. 14 2. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis) Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet). o Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat  Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.  Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.  o Alat-alat produksi dikuasai oleh negara. Kebaikan sistem ekonomi terpusat  Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.  Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi. o  Kemakmuran masyarakat merata.  Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan. Keburukan sistem ekonomi terpusat  Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.  Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah. 15  Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.  Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi. 3. Sistem Ekonom Liberal (Kapitalis) Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an. o Ciri-ciri sistem ekonomi liberal  Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.  Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).  Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri. 16 o Kebaikan sistem ekonomi liberal  Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.  Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.  Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.  Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat. o Keburukan sistem ekonomi liberal  Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.  Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.  Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan. 4. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi. o Ciri-ciri sistem ekonomi campuran 17  Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidangbidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.  Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.  Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum. o Kebaikan sistem ekonomi campuran  Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat. o  Hak individu/swasta diakui dengan jelas.  Harga lebih mudah untuk dikendalikan. Keburukan sistem ekonomi campuran  Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.  Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya. b. Fungsi ekonomi Dari berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia ini mempunyai fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut.Menyediakan perangsang untuk 18 berproduksi.Menyediakan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.Menyediakan mekanisme tertentu agar pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Masalah dalam Ilmu Ekonomi 1. Saling ketergantungan; Merupakan sifat manusia yang merupakan makhluk sosial dimana manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan dengan bantuan orang lain; 2. Harga Nilai kelangkaan suatu barang dan biasanya menggunakan suatu media yang disebut uang; 3. Konflik Timbul persaingan akibat kelangkaan terkadang kekuasaan berperan; 4. Kebebasan Kelangkaan dan konflik, perlu aturan untuk menyelesaikan masalah. Penggolongan Ilmu Ekonomi 1. Ilmu Ekonomi Mikro yaitu mempelajari perilaku individu manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Aspek analisanya meliputi ; a. Analisa biaya/manfaat; b. Teori permintaan dan penawaran; c. Elastisitas; d. Model-model pasar; e. Indistri; f. 2. Teori produksi, dll. Ilmu ekonomi Makro yaitu mempelajari perilaku masyarakat (negara/bangsa) dalam rangka memenuhi kebutuhannya (agregat). Aspek analisanya meliputi pendapatan nasional, neraca pembayaran, kesempatan kerja; inflasi dan investasi dll. 19 B . BIOLOGI b.) pengertian biologi “Biologi” pasti sobat sudah tidak asing dengan kata tersebut.Ya, biologi merupakan ilmu yang sangat penting di bumi ini.Biologi adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tetang kehidupan di dunia dari segala aspek, baik itu tentang makhluk hidup, lingkungan, maupun interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.Oleh karena itu, tidak jarang ditemukan berbagai hal luar biasa yang disebut keajaiban saat mempelajari ilmu ini.Pembelajaran dari ilmu biologi yang diterapkan di dunia saat ini merupakan hasil penilitian dari para ilmuan, dan hasil ini dapat dibuktikan serta tidak melenceng dari faktanya.Saat ini perkembangan biologi yang didukung oleh kemajuan teknologi telah melahirkan banyak cabang ilmu pengetahuan lainnya. Tahuukah sobat apa penyebabnya? Jika tidak, langsung saja baca yang di bawah ini. Perkembangan ilmu biologi dari masa ke masa semakin luas, namun itu tidak terlepas dari pengaruh ilmu lainnya.Mengapa? Karena ilmu biologi juga berkaitan dengan ilmu lain, seperti fisika,kimia, dan lainnya. Nah perpaduan ini merupakan salah satu aspek yang memicu lahirnya cabang ilmu baru, karena lahirnya penelitian-penelitian yang baru.Nah, apakah penjelasan tentang biologi di atas belum cukup buat sobat? Mungkin terlalu singkat kali ya?Agar sobat terus berada di sini lama-lama. Saya akan membahas mengenai beberapa hal lebih detai tentang biologi, yaitu tentang karakteristik ilmu biologi,keterkaitan biologi dengan ilmu lainnya, Cabang biologi, serta manfaat dan bahaya biologi. Langsung saja ya. A.Karakteristik Ilmu biologi Kata Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan.Sehingga kita dapat mengartikan bahwa biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tentang kehidupan.Objek kajian 20 biologi berupa benda-benda yang dapat ditangkap oleh alat indra manusia dan oleh alat bantu (contohnya mikroskop). B.Keterkaitan Biologi dengan Ilmu Lain Seperti dalam penjelasan di atas, biologi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri, karena biologi juga merupakan cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).Layaknya manusia yang saling membantu agar tetap hidup, ilmu biologi dan ilmu lainnya dapat saling menolong agar menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Bukti nyata dari hal ini adalah mikroskop yang menjadi jiwa dari biologi ditemukan berdasarkan prinsip fisika(cabang ilmu biologi lainnya).Nah, oleh karena itu kita tidak dapat menolak lagi bahwa biologi bukanlah ilmu yang dapat berdiri sendiri. Cabang Biologi Pernyataan pada pendahuluan tadi akan di buktikan pada point ini.Biologi yang berkembang sesuai ilmu teknologi, menghasilkan ribuan penumuan dalam proses penelitiannya. Dengan bantuan teknologi ruang lingkup biologi menjadi semakin luas dan melahirkan banyak cabang untuk memudahkan kita membedakan objek kajian biologi.Beberapa cabag biologi tersebut adalah · Morfologi :Bentuk luar tubuh makhluk hidup · Anatomi :Bagian dalam tubuh makhluk hidup · Histologi :Jaringan · Genetika · Organologi :Organ · Sitologi · Embriologi · Botani :Pewarisan Sifat :Sel :Embrio :Tumbuhan 21 · Zoologi :Hewan · Bakteriologi :Bakteri · Mikologi :Jamur Dan masih banyak lagi cabang ilmu biologio lain. b. Manfaat dan Bahaya Biologi Seperti yang kita ketahui bahwa kemajuan teknologi jika dipadukan dengan ilmu biologi akan memberikan sangat banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Jika demikian Kenapa Masih Banyak kerugian dari kemajuan bioteknologi ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari simak penjelasan di bawah ini. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, oleh karena itu tindakan yang dilakukan juga berbeda pula.Ada manusia yang bertindak dan menghasilkan manfaat, namun ada pula manusia yang bertindak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja, tanpa memikirkan dampaknya terhadap makhluk hidup lainnya.Hal ini didorong karena adanya sifat keserakahan. Pada intinya sifat manusia dapat berpengaruh pada kelestarian alam, jadi dapat kita simpulkan bahwa “Ilmu biologi akan bermanfaat atau malah menjadi bahaya itu tergantung kepada pribadi yang menggunakannya.” Dalam perkembangan lebih lanjut, Biologi tidak berdiri sendiri.Sebagai suatu contoh Biologi berkembang pesat dengan ditemukannya berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip Fisika, seperti mikroskop.Ini menunjukkan bahwa Biologi berhubungan erat dengan Fisika.Demikian juga dengan peristiwa pencernaan yang menggunakan berbagai enzim, pertumbuhan yang dipngaruhi oleh produksi dan fungsi hormon.Ini juga membuktikan bahwa Biologi berkaitan erat dengan Kimia. Persoalan Biologi dapat timbul dari berbagai tingkatan organisasi kehidupan mulai dari tingkat molekuler, seluler, jaringan, organ, system organ, individu, populasi, 22 ekositem, bioma hingga biosfer. Persoalan tersebut dapat dikaji dari berbagai disiplin ilmu cabang Biologi, bahkan ilmu lain. Oleh karena itu, Biologi memiliki peranan penting dalam kehidupan dan kelangsungan hidup suatu makhluk hidup. Berbagai peranan Biologi bagi kehidupan diantaranya seseorang yang memahami Biologi akan bersikap dan bertindak berbeda dalam mengahadapi suatu permasalahan kehidupan dibandingkan orang yang tidak memiliki pemahaman Biologi. Banyak ditemukannya organisme penyebab penyakit seperti diare, TBC, tifus, demam berdarah,hingga AIDS oleh para ahli Biologi. Penemuan-penemuan penyakit ini akan memudahkan dalam penanggulangan, pengobatan, dan pencegahannya. Penggunaan lahan tepi pantai untuk pertanian jenis tanaman padi yang tahan air garammerupakan salah satu hasil pemanfaatan penelitian Biologi. Penemuan varietas baru melalui kawin silang, teknik radiasi, serta kultur jaringan sebagai bukti adanya pemanfaatan Biologi di bidang pertanian. Biologi juga mempelajari tentang penjagaan dan pelestarian flora dan fauna. Di antaranya dengan pendataan berbagai spesies yang ada di dunia. Penggunaan ini berguna untuk mengetahui jumlah spesies sehingga dapat ditentukan tingkat keberadaanya. Selain itu, juga mempelajari perilaku hewan dan tumbuhan mengenai makanan, tempat hidup, dan perilaku kawinnya ini bertujuan untuk menjaga kelestaian dan keberadaannya di muka bumi. Dengan Biologi kita pelajaran bagaimana cara menjaga lingkunan dengan baik dan benar.Pada bidang perikanan, pemanfaatan Biologi adalah sebagai landasan pengetahuan (basic science) dalam usaha pembudidayaan ikan-ikan atau hewan laut lainnya yang telah diketahui memiliki nilai gizi tinggi (yaitu sebagai sumber protein hewani) dan bernilai ekonomis.Selain itu, Biologi juga dapat dijadikan landasan pengetahuan dalam penelitian-penelitian lain yang lebih luas lingkupnya, yakni pada lingkup ekosistem perairan laut dan pantai. Ikan, baik ikan yang hidup di air tawar maupun yang hidup di laut, merupakan organisme air yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan pangan, karena diketahui kandungan proteinnya sangat tinggi.Selain itu, ikan-ikan yang bentuk ataupun permukaan tubuhnya tampak menarik dapat dijadikan hiasan dalam 23 sebuah akuarium. Adapun pemanfaatan Biologi dalam bidang perikanan tampak antara lain dalam upaya pembudidayaan ikan, juga dalam usaha pelestarian ekosistem perairannya. Pembudidayaan ikan yang telah banyak dilakukan yakni dalam (1) pembuatan tambak-tambak, karamba jala apung (kajapung), maupun rumpon, serta (2) pelestarian terumbu karang, mangrove, hutan bakau ,dan lamun. Pada tambak-tambak, usaha pembudidayaan ikan-ikan yang diketahui bernilai gizi tinggi atau yang bernilai ekonomis adalah dengan dilakukannya pemijahan.Dengan teknik pemijahan dalam tambak-tambak, spermatozoa dan sel telur dari ikan jantan dan ikan betina, dapat dengan mudah bertemu menjadi zigot, tanpa harus terganggu oleh arus air laut. Selain itu telur-telur yang dihasilkan juga akan terhindar dari para pemangsa/predatornya, sehingga besar kemungkinannya telur-telur itu akan menetas dan menjadi ikan. Contoh pemanfaatan Biologi lainnya dalam bidang ini adalah dengan diketemukannya manfaat daun singkong yang ternyata dapat dijadikan pakan tambahan bagi ikan nila merah sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ikan tersebut. Melalui penelitian-penelitian dalam bidang Biologi juga diketahui bahwa manfaat hutan bakau, mangrove, serta lamun adalah penting dalam ekosistem pantai.Selain berperan sebagai produsen, ketiga macam ekosistem tersebut diketahui juga memiliki fungsi fisik.Fungsi fisik tersebut adalah; dengan adanya hutan bakau, mangrove dan lamun, energi hempasan gelombang laut yang masuk ke pantai dapat tertahan atau berkurang, dengan demikian dapat mencegah abrasi (erosi daratan akibat pasang surut air laut).Selain itu, ketiga jenis ekosistem pantai tersebut diketahui berperan sebagai penyaring sedimen/lumpur dari daratan, hal ini sangatlah penting bagi ekosistem terumbu karang, karena terumbu karang memerlukan perairan yang jernih. BAB IV 24 PEMBAHASAN 4.1. Hubungan biologi dengan ilmu perikanan Negara kita terkenal kaya akan berbagai sumber daya alamnya. Berbekal pengetahuanBiologi kita akan mengetahui bagaimana mengelola sumber-sumber daya alam tersebut secara bijaksana, agar berdaya guna dan berhasil guna, baik untuk generasi sekarang maupun yang akandatang. Kurangnya pengetahuan akan Biologi atau kurangnya sikap yang bijaksana dalammengeksploitasi sumber daya alam, dapat mengancam keseimbangan dan kelestarian alam kitasendiri di masa datang.Ilmu Biologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan segala aspeknya. TujuanMempelajari Biologi adalah untuk mengetahui lebih banyak mengenai diri kita dan tempat dimanaada kehidupan baik hewan maupun tumbuhan dalam semua aspek kehidupan. Didalam memahami perkembangan Biologi, Ilmu Biologi berkedudukan sangat penting karena ilmu Biologi merupakanMurni (Pure Science) yang mendasari Ilmu lainnya, yang dapat berperan dalammengembangkan ilmu terapan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia sepertiKedokteran, Gizi dan Kesehatan/Higiene, Pertanian, Peternakan, Perikanan, serta Bioteknologi.Dalam ilmu Perikanan pengetahuan Biologi dasar sangatlah bermanfaat. pemanfaatanBiologi dalam bidang Perikanan adalah sebagai landasan pengetahuan (basic science )dalam usaha pembudidayaan ikan-ikan atau hewan laut lainnya yang telah diketahui memiliki nilai gizi tinggi( y a i t u s e b a g a i s u m b e r p r o t e i n h e w a n i ) d a n b e r n i l a i e k o n o m i s . S e l a i n i t u , B i o l o g i j u g a d a p a t dijadikan landasan pengetahuan dalam penelitian-penelitian lain yang lebih luas lingkupnya, yakni pada lingkup ekosistem perairan laut dan pantai. Ikan yang hidup di air tawar maupun yang hidup dilaut, merupakan organisme air yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan pangan,karena diketahui kandungan proteinnya sangat tinggi. Selain itu, ikan-ikan yang bentuk ataupun permukaan tubuhnya tampak menarik dapat dijadikan hiasan dalam sebuah akuarium. Adapun pemanfaatan Biologi dalam bidang perikanan tampak antara lain dalam upaya pembudidayaan ikan, juga dalam usaha pelestarian ekosistem perairannya. permasalahan perikanan banyak terfokus 25 padamaksimisasi hasil tangkapan dengan mengabaikan faktor produksi dan biaya yang digunakan dalam perikanan. Melalui penelitian-penelitian dalam bidang Biologi juga diketahui bahwa manfaat hutan bakau, mangrove, serta lamun adalah penting dalam ekosistem pantai.Selain berperan sebagai produsen, ketiga macam ekosistem tersebut diketahui juga memiliki fungsi fisik. Fungsi fisik tersebut adalah; dengan adanya hutan bakau, mangrove dan lamun, energi hempasan gelombanglaut yang masuk ke pantai dapat tertahan atau berkurang, dengan demikian dapat mencegah abrasi(erosi daratan akibat pasang surut air laut) . S e l a i n i t u , k e t i g a j e n i s ekosistem pantai t e r s e b u t diketahui berperan sebagai penyaring sedimen/lumpur dari daratan, hal ini sangatlah penting bagiekosistem terumbu karang, karena terumbu karang memerlukan perairan yang jernih. Pada tambak-tambak, usaha pembudidayaan ikan-ikan yang diketahui bernilai gizi tinggiatau yang bernilai ekonomis adalah dengan dilakukannya pemijahan.Dengan teknik pemijahandalam tambak-tambak, spermatozoa dan sel telur dari ikan jantan dan ikan betina, dapat denganmudah bertemu menjadi zigot, tanpa harus terganggu oleh arus air laut. Selain itu telur-telur yangdihasilkan juga akan terhindar dari para pemangsa/predatornya, sehingga besar kemungkinannyatelur-telur itu akan menetas dan menjadi ikan. Contoh pemanfaatan Biologi lainnya dalam bidangini adalah dengan diketemukannya manfaat daun singkong yang ternyata dapat dijadikan pakantambahan bagi ikan nila merah sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ikan tersebut.Perkembangan bioteknologi dan Biologi molekuler saat ini adalah ditemukannya beberapateknik rekayasa genetika seperti; teknik transfer nukelus, pemotongan dan penyambungan gen, sertateknik penyisipan gen. Teknik-teknik ini sudah diaplikasikan untuk keperluan bidang Perikanan, peternakan, pertanian, dan kedokteran, melalui kloning.Reproduksi adalah naluri setiap organisme untuk beranak-pinak. Secara umum diketahui bahwa ikan memperbanyak diri secara seksual dengan bertelur. Meskipun demikian, tidak bisadipungkiri, dijumpai beberapa variasi dari cara bertelur ikan tersebut.Apakah itu suatu penyimpangan??Tentunya 26 bukan.Reproduksi ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan jantan dengan telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan telur yang dibuahi.Selanjutnya telur ini akanmengalami pembelahan sel berulang-ulang, berkembang dan akhirnya membentuk individu baru.Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah.Akan tetapi pada beberapa fimili, seperti Sparidae dan Serranidae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu invidusehingga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri.Fenomena ini dikenal sebagaihermaphroditic. Pada hermaphroditik, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada waktu bersamaan, maupun berbeda), selanjutnya mereka “kawin” dengan jenis hermaprodit lainnya.Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkantelur dan sperma secara simultan. Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung. Proses reproduksi pada sebagian besar ikan hias, pada umumnya berlangsung melalui pembuahan telur yang terjadi di luar tubuh ikan. Dalam hal ini, ikan jantan dan betina akan saling mendekat satu sama lain kemudian si betina akan mengeluarkan t e l u r . Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan telur ini bercampur didalam air. Cara reproduksi demikian dikenal sebagai oviparus, yaitu telur dibuahi dan berkembangdi luar tubuh induk ikan. Selain oviparus, dikenal pula cara reproduksi lain, yaitu ovoviviparus dan viviparus. Ovoviviparus merupakan suatu cara reproduksi dimana embrio ikan berkembang didalam tumbuh induk betina akan tetapi tidak mendapatkan suplai makanan dari induk tersebut.Dalam hal ini tidak ada transfer makanan dari induk ke embrio. Dengan kata lain induk hanyam e m b e r i p e r l i n d u n g a n s a j a , t a p i t i d a k m e m b e r i m a k a n . C a r a r e p r o d u k s i d e m i k i a n d i j u m p a i misalnya pada beberapa jenis Charasin seperti Corynopoma riisei . Pada saat kawin si jantan akanmendekatkan diri pada si betina selama beberapa saat kemudian akanmelepaskan paket-paketsperma kedalam saluran telur (oviduct) si betina. Si betina selanjutnya akan dapat menghasilkantelur-telur yang dibuahi selama beberapa bulan, tanpa perlu 27 kawin lagi.Viviparus adalah suatu cara reproduksi yang kurang lebih mirip dengan proses reproduksiyang terjadi pada mamalia. Dalam proses ini struktur menyerupai plasenta (ari-ari) akan terbentuk dan telur yang dibuahi selanjutnya akan mendapatkan makanan dari induk ikan melalui plasentatersebut. Pada famili Enbitocidae, misalnya, embrio ikan akan mendapatkan makanan dari induknyahingga tumbuh dan mencapai ukuran 1.75 inchi. Baru kemudian dilahirkan. Ikan jantan yangdilahirkan biasanya akan sudah dalam keadaan matang seksual. Pada Heterandria formosa dapatdijumpai sejumlah embrio dengan usia berbeda dalam rongga ovarianya. Prosesnya didahuluidengan lepasnya telur matang dari ovari kedalam rongga ovaria secara bertahap, kemudian dibuahioleh paket sperma yang sudah ada disana. Bayi-bayi ikan kemudian akan dilahirkan 2 – 3 ekor setiap hari, selama periode 1- 2 minggu.Dalam kasus ovoviviparus dan viviparus, ikan betina dapat menyimpan paket sperma hinggaselama 8 – 10 bulan. Selain itu pada beberapa kasus, seekor ikan betina bisa juga menyimpansperma dari beberapa jantan sekaligus. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ditinjaudari cara reproduksinya ikan dapat dibagi menjadi golongan bertelur (egg layer) atau oviparus dangolongan “melahirkan” (live bearer). Golongan “melahirkan” ini terdiri dari ovoviviparus danviviparus. Sedangkan dari proses reproduksinya dapat digolongkan menjadi heteroseksual,hermaphroditik, dan parthenogenetik. 4.2 HUBUNGAN SUMBER DAYA LAUT DENGAN BIOLOGI Fokus pengembangan ekonomi di Indonesia bergerak dari sumberdaya terrestrial ke sumberdaya laut dan pesisir dalam PJP II (1993-2018). Pergeseran itu sendiri didukung oleh fakta bahwa : (1) 63% (3.1 juta km) dari wilayah Indonesia adalah lautan yang kaya akan sumberdaya alam, dan (2) sumberdaya daratan akan semakin bekurang dan sulit untuk dikembangkan. Pengalaman dalam pengembangan sumber daya pesisir dan laut selama PJP I (1967-1992) menghasilkan tidak hanya pertumbuhan ekonomi tetapi juga degradasi sumberdaya alam. 28 Di wilayah pesisir degradasi akan sampai pada level yang mengancam kelangsungan ekosistem pesisir dan laut untuk mensupport pengembangan ekonomi Indonesia kedepan. Meskipun terjadi degradasi lingkungan, Indonesia tidak dapat menghentikan pembangunan sumberdaya pesisir dan laut karena Negara ini masih membutuhkan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai masyarakat yang makmur. Tantangan untuk manajer dan perencana pesisir di Indonesia sekarang adalah mengembangkan sumberdaya pesisir dan laut untuk mencapai manfaat yang maksimum dan saat yang bersamaan merawat kapasitas lestari dari ekosistem, tidak berarti melebihi daya dukung ekosistem (Dahuri, 1998). Wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan (Dahuri dkk., 2004). Wilayah pesisir merupakan daerah yang memiliki fungsi sangat penting, karena menyediakan berbagai sumberdaya alam (SDA) baik yang dapat pulih (renewable resource) maupun sumberdaya alam yang tidak dapat 2 pulih (non renewable resource). Menurut Mulyadi (2005), sumberdaya yang dapat pulih terdiri atas : hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut serta sumberdaya perikanan laut. Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir. Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi seluruh mineral dan geologi, juga memiliki berbagai macam jasa lingkungan yang sangat potensial bagi kepentingan pembangunan dan bahkan kelangsungan hidup manusia. Jasa-jasa lingkungan yang dimaksud meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan pelatihan, pertahanan dan keamanan, pengatur iklim, kawasan perlindungan. Dengan terbatasnya luas lahan dan sumberdaya di daratan serta meningkatnya jumlah penduduk, maka banyak kegiatan pembangunan dialihkan dari daratan ke arah pesisir dan lautan. Sehubungan dengan semakin banyaknya pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat yang mengambil tempat di wilayah pesisir, antara lain untuk budidaya perikanan, pelabuhan, pariwisata, industri dan perluasan kota, maka sering timbul adanya konflik. Konflik dalam pemanfaatan sumberdaya 29 oleh berbagai sektor yang terjadi pada lokasi yang sama, pada akhirnya menimbulkan kerusakan ekosistem seperti erosi, pencemaran lingkungan dan degradasi lahan. Pengelolaan kawasan yang bersifat sektoral yang hanya bertujuan untuk memaksimumkan produksi tanpa memperhitungkan keterbatasan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta keterbatasan kemampuan daya asimilasinya, maka akan memicu terjadinya degradasi lingkungan dan menurunnya nilai sumberdaya alam itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan pembangunan wilayah pesisir diperlukan keterpaduan dalam perencanaannya agar sumberdaya bersangkutan terjaga keberlanjutannya. Kegiatan pembangunan di kawasan pesisir dan daratan yang antara lain meliputi pemanfaatan sumberdaya lahan, selain memberikan dampak lingkungan yang positif juga memberikan dampak yang negatif. Hal positif dari perubahan itu adalah kemajuan yang dirasakan oleh masyarakat, melalui peningkatan ekonomi. Sedangkan dampak negatif dari perubahan itu adalah tingginya tingkat erosi tanah, timbulnya pencemaran yang mengakibatkan lingkungan menjadi terdegradasi yang berdampak pada perubahan kesejahteraan masyarakat. Setiap eleman masyarakat akan menanggung peningkatan /penurunan kesejahteraan yang berbeda-beda tergantung pada tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap sumberdaya pesisir tersebut yang dicerminkan dari pola usaha yang dilakukan oleh masyarakat selama ini. Penurunan kualitas lingkungan dan munculnya berbagai konflik kepentingan akan menimbulkan gangguan pada keseimbangan ekosistem yang pada gilirannya akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Atas dasar hal tersebut, masyarakat dan pemerintah semakin menyadari perlunya melakukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin kehidupan yang berkelanjutan pula. Menurut (UNEP dan WWF, 1993. dalam laporan PT. Intermulti Planindo, 2004), Pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai kegiatan yang menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dengan kepentingan menjaga kualitas lingkungan dan ekosistem sehingga tidak melampaui batas kemampuannya, serta keseimbangan 30 pemanfaatan SDA dan sumberdaya lahan (SDL) antara generasi sekarang dengan generasi yang akan datang termasuk keadilan sosial dan suatu lingkungan yang sehat. Salah satu strategi dalam pembangunan berkelanjutan adalah perlunya melakukan suatu konservasi sumberdaya alam pesisir. Wilayah laut dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pengembangan ekonomi Indonesia, karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi Nasional. B. Permasalahan Dari Latar belakang diatas adapun permasalahan yang di angkat dalam makalah ini meliputi: 1) 2) Apa yang dimaksudkan dengan Konservasi sumberdaya alam pesisir Mengapa konservasi sumber daya alam pesisir sangat di perlukan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi sumber daya alam 3) Bagaimana konservasi sumber daya alam pesisir dalam meningkatkan ekonomi sumber daya alam Pengertian dan tujuan Konservasi sumber daya alam pesisir Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.UU Lingkungan hidup No. 5 tahun 1990. Konservasi sumber daya pesisir merupakan salah satu implementasi pengelolaan ekosistem sumber daya pesisir dari kerusakan akibat aktivitas manusia. Pemenfaatan sumber daya alam di lingkungan konservasi pesisir diatur melalui zona-zona yang ditetapkan sehingga kegiatan – kegiatan yang boleh maupun yang tidak boleh 31 dilakukan termasuk pengunan alat yang dapat merusak populasi ikan dan biota dan menjamin pelestarian perlindungan yang lebih baik untuk keberlanjutan sumber daya alam pesisir.(Supriharyono, 2009; 290). Konservasi sumberdaya pesisir memiliki tujuan untuk melindungi dan menyelamatkan ekosistem sumberdaya pesisir. Menurut IUCN(1994) dalam (Supriharyono, 2009; 290-291). Bahwa tujuan kawasan konservasi pesisir yaitu: 1) Melindungi dan mengelola sistem laut dan eustaria supaya dapat bermanfaat secara terus-menerus dalam jangka waktu panjang dan mempertahanan keanekaragaman genetik 2) Untuk melindungi penurunan, tekanan, populasi dan spesies langka, terutama pengawetan habitat untuk kelangsungan hidup organisme 3) Melindungi dan mengelola kawasan yang secara nyata merupakan siklus hidup spesies ekonomi penting, 4) Mencegah aktivitas luar yang memungkinkan kerusakan kawasan konservasi pesisir. 5) Memberikan kesejahteraan secara terus-menerus kepada masyarakat dengan menciptakan kawasan konservasi peisir, menyelamatkan, melindungi dan mengelola kawasan yang mempunyai nilai estetika, budaya serta sejarah, untuk generasi yang aka datang,6) Mempermudah dalam menginterprestasikan sistem kawasan pesisir untuk tujuan konservasi, pendidikan dan para Pentingya Konservasi sumber daya alam pesisir dalam menjaga keberlanjutan ekonomi sumber daya alam. Wilayah pesisir merupakan kawasan yang paling padat dihuni oleh manusia serta tempat berlangsung berbagai macam kegiatan pembangunan. Konsentrasi kehidupan manusia dan berbagai kegiatan pembangunan di wilayah tersebut disebabkan oleh tiga alasan ekonomi yang kuat, yaitu bahwa wilayah pesisir merupakan kawasan yang paling produktif di bumi, wilayah pesisir menyediakan kemudahan bagi berbagai kegiatan, dan wilayah pesisir memiliki pesona yang menarik bagi obyek pariwisata. Hal-hal tersebut menyebabkan kawasan pesisir di dunia termasuk Indonesia mengalami tekanan ekologis yang parah dan kompleks sehingga menjadi rusak.Di 32 Indonesia kerusakan wilayah ini terutama disebabkan oleh pola pembangunan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tanpa ada perhatian yang memadai terhadap karakteristik, fungsi, dan dinamika ekosistem. Padahal wilayah pesisir dan lautan beserta segenap sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terkandung di dalamnya diharapkan akan menjadi tumpuan pembangunan nasional pada abad ke-21. Oleh karana itu diperlukan perbaikan yang mendasar di dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan sumberdaya alam pesisir.Pola pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi perlu diganti dengan pembangunan berkelanjutan.Pendekatan dan praktek pengelolaan pembangunan wilayah pesisir yang selama ini dilaksanakan secara sektoral dan terpilah-pilah, perlu diperbaiki melalui pendekatan pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan. Sementara itu, banyak kawasan- kawasan pesisir di dunia termasuk Indonesia telah mengalami tekanan ekologis yang semakin parah dan kompleks, baik berupa pencemaran, over- eksploitasi sumberdaya alam dan pengikisan keanekaragaman hayati, degradasi fisik habitat pesisir, maupun konflik pennggunaan ruang dan sumberdaya. Bahkan, di beberapa daerah pesisir tingkat kerusakan ekologis tersebut telah mencapai atau melampaui daya dukung lingkungan dan kapasitas keberlanjutan (sustainable capacity) dari ekosistem wilayah pesisir untuk menopang kegiatan pembangunan dan kehidupan manusia di masa-masa mendatang. Hal ini terutama disebabkan oleh paradigma dan pola pembangunan yang selama ini terlampau berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tanpa adanya perhatian yang memadai terhadap karakteristik, fungsi, dan dinamika ekosistem wilayah pesisir yang menyusun daya dukung dan kapasitas ekosistem ini bagi kelangsungan pembangunan. Padahal seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia, yang diperkirakan akan mencapai 276 juta jiwa pada tahun 2010, dan kenyataan bahwa sumberdaya di daratan (lahan atas) semakin menipis, maka wilayah pesisir dan lautan beserta segenap sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan (environmental 33 services) yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi pilar dalam pengembangan perekonomian nasional Oleh karena itu, jika bangsa Indonesia hendak memanfaatkan dan mendayagunakan sumberdaya wilayah pesisir bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat dan kemajuan bangsa secara berkesinambungan, maka diperlukan perbaikan mendasar di dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan sumberdaya wilayah pesisir.Paradigma pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi perlu diganti dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang sudah menjadi kesepakatan hampir seluruh bangsa-bangsa di dunia sejak KTT Bumi di Rio de Jenairo 1992. Pendekatan dan praktek pengelolaan pembangunan wilayah pesisir yang selama ini secara dominan dilaksanakan secara sektoral dan terpilah-pilah, perlu diperbaiki melalui pendekatan pengelolaan secara terpadu. (Dahuri, 1998) Menurut Suparmoko (2008;179) bahwa sumber daya pesisir merupakan sumber daya milik umum sehingga untuk menentukan harga sangat sukar ditentukan ada dua syarat yang mencirikan sumber daya alam milik bersama atau umum yaitu: 1) Tidak terbatasnya cara-cara pengambilan, 2) Terdapat interaksi di antara para pemakai sumber daya itu sehingga terjadi saling berebut satu sama lain dan terjadi eksternalitas biaya yang sifatnya disekonomis. Pada ciri yang pertama dari sumber daya milik umum orang atau perusahan bebas masuk untuk mengambil manfaat, sedangkan untuk ciri kedua adanya orang atau perusahaan yang berdesakan karena mereka bebas masuk, maka terjadi interaksi yang tidak menguntungkan yang secara kuantitatif berupa biaya tambahan yang harus diderita oleh masing-masing pengusaha sebagai akibat keadaan yang berdesakan itu, misalnya karena banyaknya perusahan atau orang yang berlalu lalang mengunakan jalan raya maka kelancaran transportasi menjadi terhambat sehingga menimbulkan kerugian dari segi waktu dan hilangnya bahan bakar secara ekstra dalam hal ini biaya eksternal (external cost) .hal ini pada prinsipnya menimbulkan biaya eksternal yang pada akhirnya menimbulkan kecendrungan pengelolaan ke arah deplesi. 34 Sumberdaya alam pesisir yang juga merupakan sumberdaya milik bersama (common property) dan terbuka untuk umum (open acces) maka pemanfaatan sumberdaya alam pesisir dan laut dewasa ini semakin meningkat di hampir semua wilayah. Pemanfaatan yang demikian cenderung melebih daya dukung sumberdaya (over eksploitatiton). Perkembangan eksploitasi sumberdaya alam laut dan pesisir dewasa ini (penangkapan, budidaya, dan ekstraksi bahan-bahan untuk keperluan medis) telah menjadi suatu bidang kegiatan ekonomi yang dikendalikan oleh pasar (market driven) terutama jenis-jenis yang bernilai ekonomis tinggi, sehingga mendorong eksploitasi sumberdaya alam laut dan pesisir dalam skala dan intensitas yang cukup besar.( Stanis Stefanus dkk, 2007;67) Hal ini terjadi karena banyaknya perusahan konsumen yang bebas masuk untuk memanfaatkan sumber daya alam pesisir dengan keinginan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga terjadi ekspansi produksi yang besar menyebabkan terjadi penumpukan hasil produksi, maka harga jual menjadi turun sementara permintaan terhadap produk atau sumber daya menjadi naik. Sementara dari sisi biaya produksi dengan adanya ekspansi yang berlebihan menyebabkan biaya produksi menjadi meningkat disebabkan adanya biaya marginal yang meningkat karena penyusutan persediaan /cadangan sumber daya alam dan juga tambahan biaya untuk mencari sumber daya baru, dan biaya marginal meningkat karena berdesaknya perusahan dalam merebut sumber daya alam sehingga terjadi eksternalitas dalam biaya. (Suparmoko, 2008;177-178). Menurut Purwanto (2003;34), mengatakan bahwa ketersediaan (stok) sumberdaya ikan pada beberapa daerah penangkapan (fishing ground) di Indonesia ternyata telah dimanfaatkan melebihi daya dukungnya sehingga kelestariannya terancam. Beberapa spesies ikan bahkan dilaporkan telah sulit didapatkan bahkan nyaris hilang dari perairan Indonesia. Kondisi ini semakin diperparah oleh peningkatan jumlah armada penangkapan, penggunaan alat dan teknik serta teknologi penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Secara ideal pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungan 35 hidupnya harus mampu menjamin keberlangsungan fungsi ekologis guna mendukung keberlanjutan usaha perikanan pantai yang ekonomis dan produkstif. 3. Konservasi sumber daya alam pesisir dalam meningkatkan ekonomi sumber daya alam 1) Perencanaan Konservasi sumber daya alam pesisir Berbagai aktivitas pembangunan terhadap ekosistem sumber daya pesisir maka perlu adanya pengelolaan yang baik dan bijaksana termasuk didalamnya konservasi sumberdaya alam pesisir.Menurut (Supriharyono, 2009; 298-302) bahwa setiap perencanaan dan pengelolaan sumber daya pesisir perlu mempertimbangkan beberapa pertimbangan yaitu yang bersifat ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Disamping itu perencana harus menentukan juga informasi atau data penting yang akan di perlukan untuk pengelolaan wilayah pesisir. Pertimbangan ekonomis Pertimbangan ekonomis adalah pertimbangan yang berkaitan dengan masalah nilai ekonomis dari pada sumber daya alam yang ada di daerah pesisir yang akan dikelola antara lain: a) Apakah daerah tersebut penting untuk masyarakat sehari-hari baik berupa sumber b) makanan dan bangunan Apakah daerah tersebut penting sebagai penghasil barang-barang yang dapat dipasarkan c) bahan baik berupa bahan makanan maupun jasa Apakah daerah tersebut penting untuk rekreasi atau parawisata yang menghasilkan uang selain berupa barang Pertimbangan Lingkungan Pertimbangan lingkungan di sini adalah apakah lingkungan pesisir tersebut penting untuk hal-hal berikut: 36 a) Stabilitas fisik pantai seperti adanya hutan mangrove yang memperkuat pantai dari gelombang laut atau menjaga kemungkinan terjadinya bahaya abrasi. b) Tujuan Ekonomi, apakah di daerah- daerah tersebut memiliki barang-barang dan / jasa yag mempunyai nilai ekonomis penting untuk dilindungi c) Tujua budaya, apakah daerah tersebut mempunyai norma-norma atau situs- situs budaya yang patut untuk dipertahankan atau dilindungi d) Apakah daerah tersebut penting untuk mempertahankan stok hewan dan tumbuhan yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan serta plasma nutfah. Pertimbangan Sosial Budaya Untuk pertimbangan sosial budaya adda beberapa hal perlu diketahui a) Untuk pengakuan tradisi b) Nilai sosial dan budaya c) Untuk mempertahankan tradisi untuk generasi yang akan datang d) Untuk sasaran keagamaan. 2). Pengelolaan sumber daya Pesisir Secara Terpadu dan Berkelanjutan Untuk dapat mengelola pembangunan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara berkelanjutan (on a sustainable basis), perlu pemahaman dan penguasaan yang mendalam tentang batasan dan karakteristik utama dari wilayah tersebut. Menurut (Dahuri, 1998) bahwa pengelolaan pembangunan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara berkelanjutan, terdapat lima karakteristik utama dari ekosistem pesisir dan lautan yang harus dipahami oleh para perencana dan pengelola, serta kemudian dijadikan sebagai landasan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan tentang pembangunan kedua wilayah tersebut. 37 Pertama, bahwa komponen hayati dan nir-hayati dari suatu wilayah pesisir membentuk suatu sistem alam (ekosistem) yang sangat kompleks. Keadaan yang kompleks ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang unik yang tersusun oleh berbagai ragam proses biofisik (ekologis) dari ekosistem daratan dan lautan. Faktorfaktor lingkungan (seperti angin, gelombang, pasang-surut, suhu, dan salinitas) di perairan pesisir sangat bervariasi dan secara gradual berubah dari arah darat ke laut. Oleh karena itu, ekosistem pesisir telah beradaptasi dengan keadaan lingkungannya, dan ekosistem pesisir dapat sangat tahan atau sebaliknya sangat rentan terhadap gangguan (perubahan) kondisi lingkungan baik yang disebabkan oleh kegiatan manusia maupun bencana alam. Contoh kasus, terumbu karang sangat tahan terhadap gempuran gelombang dan badai, tetapi ekosistem pesisir ini sangat rentan terhadap sedimentasi (pelumpuran). Hewan karang seringkali sangat sensitif terhadap perubahan kecil dari salinitas atau suhu perairan, bahkan terhadap perubahan suhu perairan. Sebaliknya, ekosistem hutan mangrove sangat tahan terhadap perubahan suhu, salinitas, dan kandungan sedimen perairan. Contoh Kasus, ekosistem mangrove sangat rentan terhadap perubahan aliran air tawar, sirkulasi air, dan tumpahan minyak. Lebih dari itu, terdapat keterkaitan ekologis (hubungan fungsional) baik antar ekosistem di dalam kawasan pesisir maupun antara kawasan pesisir dengan lahan atas dan laut lepas. Dengan demikian perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem pesisir (misalnya mangrove), cepat atau lambat, akan mempengaruhi ekosistem lainnya. Begitu pula halnya, jika pengelolaan kegiatan pembangunan (industri, pertanian, pemukiman, dan lain-lain) di lahan atas suatu DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak dilakukan secara arif (berwawasan lingkungan), maka dampak negatifnya akan merusak tatanan dan fungsi ekologis kawasan pesisir dan lautan. Fenomena inilah yang kemungkinan besar merupakan faktor penyebab utama bagi kegagalan panen tambak udang yang akhir-akhir ini menimpa kawasan Pantai Utara 38 Jawa.Karena, untuk kehidupan dan pertumbuhan udang secara optimal diperlukan kualitas perairan yang baik, tidak tercemar seperti Pantai Utara Jawa. Contoh lain adalah pembuatan bendungan (damming) di daerah hulu suatu sungai akan memutus (memblokir) jalur migrasi dari jenis-jenis organisme perairan (seperti ikan salmon, sidat, dan udang galah), sehingga merugikan kegiatan perikanan pesisir yang letaknya mungkin mencapai ratusan kilometer dari lokasi bendungan tersebut Kedua, dalam suatu kawasan pesisir (Kalianda – Bandar Lampung, misalnya), biasanya terdapat lebih dari dua macam sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang dapat dikembangkan untuk kepentingan pembangunan, seperti tambak, perikanan tangkap, pariwisata, pertambangan, industri dan pemukiman. Ketiga, dalam suatu kawasan pesisir, pada umumnya terdapat lebih dari satu kelompok masyarakat (orang) yang memiliki ketrampilan/keahlian dan kesenangan (preference) bekerja yang berbeda, sebagai petani, nelayan, petani tambak, petani rumput laut, pendamping pariwisata, industri dan kerajinan rumah tangga, dan sebagainya. perubahan suhu perairan dan penyediaan unsur hara dapat menurunkan populasi (stok) ikan di perairan pesisir, seperti yang telah ditunjukkan oleh dampak El Nino terhadap stok ikan sardine di Samudra Pasifik (UNESCO, 1993) padahal, sangat sukar atau hampir tidak mungkin, untuk mengubah kesenangan bekerja (profesi) sekelompok orang yang sudah secara mentradisi menekuni suatu bidang pekerjaan. Keempat, baik secara ekologis maupun ekonomis, pemanfaatan suatu kawasan pesisir secara monokultur (single use) adalah sangat rentan terhadap perubahan internal maupun eksternal yang menjurus pada kegagalan usaha.Contohnya, lagi-lagi pembangunan tambak udang di Pantai Utara Jawa, yang sejak tahun 1982 mengkonversi hampir semua pesisir termasuk mangrove (sebagai kawasan lindung) menjadi tambak udang. Sehingga, pada saat akhir 1980-an sampai sekarang terjadi peledakan wabah virus, sebagian besar tambak udang di kawasan ini terserang penyakit yang merugikan ini. Kemudian, pada tahun 1988 ketika Jepang memberhentikan impor udang Indonesia selama sekitar 3 bulan, karena kematian 39 kaisarnya (rakyat Jepang berkabung, tidak makan udang), maka mengakibatkan penurunan harga udang secara drastis dari rata-rata Rp. 14.000,- per kg menjadi Rp 7.000,- per kg, sehingga banyak petani tambak yang merugi dan frustasi. Kelima, kawasan pesisir pada umumnya merupakan sumberdaya milik bersama (common property resources) yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang (open access). Padahal setiap pengguna sumberdaya pesisir biasanya berprinsip memaksimalkan keuntungan. Oleh karenanya, wajar jika pencemaran, over- eksploitasi sumberdaya alam dan konflik pemanfaatan ruang seringkali terjadi di kawasan ini.Isu tentang hak kepemilikan lahan dan alokasi sumberdaya merupakan sumber utama konflik di kebanyakan daerah pesisir. Lahan pasang-surut (tanah timbul), dasar laut pesisir, dan perairan pesisir pada umumnya tidak adak pemiliknya. Demikian juga tentang hak terhadap pemanfaatan sumberdaya yang terdapat di ketiga daerah tersebut, kebanyakan belum ada sistem pengaturannya. Oleh karena itu, sebagaimana diungkapkan di atas, daerah pesisir ini biasa disebut sebagai sumberdaya milik bersama, dimana berlaku azas pemanfaatan secara bebas oleh siapa saja (open acces). Memang, azas open acces ini sesuai untuk kondisi, dimana permintaan masyarakat terhadap sumberdaya jauh lebih kecil dari pada kemampuan ekosistem pesisir untuk menyediakannya. Akan tetapi, ketika tingkat permintaan terhadap sumberdaya lebih besar ketimbang jumlah yang dapat disediakan oleh alam, maka sistem alokasi sumberdaya menjadi sangat penting untuk diterapkan. Apabila sistem alokasi sumberdaya semacam ini tidak diberlakukan, maka persaingan tidak sehat antar pengguna sumberdaya (resource users) akan muncul, kemudian menciptakan mentalitas “free-for- all” diantara pengguna sumberdaya, dan pada gilirannya akan mengakibatkan pengikisan sumberdaya (resource depletion) serta konflik sosial yang menjurus pada pembangunan yang tidak berkelanjutan. Lebih jauh, suatu pola penggunaan sumberdaya pesisir dan lautan yang menguntungkan masyarakat secara keseluruhan acap kali bertentangan dengan pola penggunaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal bagi sektor 40 swasta.Fenomena semacam ini terjadi, karena banyak produk dan jasa-jasa lingkungan yang disediakan oleh ekosistem pesisir bersifat intangible (tidak dapat dirasakan langsung atau belum mempunyai nilai pasar) bagi pihak swasta. Misalnya, hutan mangrove dapat memberikan keuntungan ekonomis yang sangat besar bagi masyarakat secara keseluruhan, jika dikonservasi sebagai habitat dan daerah pemijahan bagi biota perairan (perikanan); sebagai pelindung pantai dari gempuran ombak, tsunami dan badai; sebagai pelindung lahan darat dari perembesan air laut (salt interusion); sebagai pembersih alamiah pencemaran pantai; sebagai sumber plasma nutfah; dan lain sebagainya. Akan tetapi, dari sudut pandang pengusaha swasta, lahan hutan mangrove akan memberikan keruntungan ekonomis maksimal, jika dikonversi secara total menjadi pertambakan udang, pemukiman (semacam Pantai Indah Kapuk), kawasan industri, atau peruntukan pembangunan lainnya. Konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah fokus pada karakteristik wilayah dari pesisir itu sendiri, dimana inti dari konsep pengelolaan pengelolaan wilayah adalah kombinasi dari pembangunan adaptif, terintegrasi, lingkungan, ekonomi dan sistem sosial.Strategi dan kebijakan yang diambil didasarkan pada karakteristik pantai, sumberdaya, dan kebutuhan pemanfaatannya. Oleh karena itu dadalam proses perencanaan wilayah pesisir, dimungkinkan pengambilan keputusan diarahkan pada pemeliharan untuk generasi yang akan datang (pembangunan berkelanjutan). Idealnya, dalam sebuah proses pengelolaan kawasan pesisir yang meliputi perencanaan, implementasi dan evaluasi, harua melibatkan minimal tiga unsur yaitu ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat. Proses alam lingkungan pesisir dan perubahan ekologi hanya dapat dipahami oleh ilmuan dan kemudian pemahaman tersebut menjadi basis pertimbangan bagi pemerintah untuk melaksanakan program pembangunan yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai pelaku dan tujuan meningkatkan sosial ekonomi kawasan. perencanaan pembangunan pesisir secara terpadu harus memperhatikan tiga prinsip pembnagunan berkelanjutan untuk pengelolaan wilayah pesisir yang dapat diuraikan sebagai berikut ; 41 Instrumen ekonomi lingkungan telah menjadi bagian dari pengambilan keputusan, yang memasukkan parameter lingkungan untuk melihat analisis biaya manafaat (cost benefit analysis).Misalnya pembangunan pabrik di wilayah pesisir harus memperhitungkan tingkat pencemarannya terhadap laut, perlunya pengelolaan limbah ikan di Tempat Pelelangan Ikan, dan lain-lain. Isu lingkungan seperti konservasi keanekaragaman hayati menjadi perhatian utama dalam pengambilan keputusan. Pembangunan berkelanjutan sangat memperhatikan kualitas hidup manusia pada saat sekarang dan masa yang akan datang, termasuk didalamnya adalah sarana pendidikan bagi masyarakat pesisir, penyediaan fasilitas kesehatan dan sanitasi yang memadai, dan mitigasi bencana. Sumber daya pesisir adalah merupakan integrasi dari semua potensi alam, potensi manusia, potensi buatan dan potensi kelembagaan.Menurut Adisasmita (2006) sumber daya merupakan semua potensi yang disediakan oleh alam dan manusia, baik dalam bentuk tanah, bahan mentah, modal, tenaga kerja, keahlian, keindahan alam maupun sosial budaya.Pengelolaan sumber daya pesisir dalam menghasilkan barang untuk kebutuhan pangan, peralatan, dan hiasan belum optimal.Para nelayan masih melakukan usaha ekstratif yang diperoleh dari generasi sebelumnya dengan fokus penangkapan, dan pada usaha generatif, masih keterbatasan manajemen dalam usaha, yang membuat mereka tetap dalam belenggu kemiskinan. Sumber daya alam ikan dan hutan bakau bersifat replenishable resource (sumber daya yang selalu ada dan muncul secara alami) dan renewable yang berlimpah, kekayaan sumber daya alam belum dimanfaatkan untuk komoditi apa yang harus diproduksikan. Sumber daya perikanan meskipun dapat pulih, perlu dikelola dengan prinsip dan kaidah yang benar agar tidak mengalami deplasi degradasi dan kepunahan Nikijuluwu, 2006 (dalam Ramli, 2008) Teori ekonomi sebagai landasan pengambilan keputusan, apa yang harus di produksi, bagaimana caranya, dan bagaimana distribusinya, belum dilakukan secara optimal 42 atas sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah. Pemberdayaan masyarakat pesisir terhadap pengolahan sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah adalah bagian yang tak terlepas dari pembangunan desa.Pada umumnya pemberdayaan masyarakat bertujuan membantu masyarakat untuk dapat membangun dan berkembang atas kemampuan dan kekuatan sendiri dengan berbasis pada pengembangan potensi alam dan lingkungan (Dahuri, dkk, 2004). Menurut Budiharsono (2005) dalam (Ramli, 2008) bahwa pembangunan wilayah pesisir dan lautan dengan menggunakan pendekatan pembangunan wilayah terpadu sekurang-kurangnya memperhatikan enam aspek, yang merupakan pilar-pilar pembangunan wilayah. Aspek biogiofisik meliputi kandungan sumber daya hayati, sumber daya non hayati, jasa-jasa kelautan maupun sarana dan prasarana yang ada di wilayah pesisr dan lautan. Aspek ekonomi meliputi kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah pesisir dan lautan.Aspek sosial budaya politik dan hankam meliputi kependudukan, kualitas sumber daya manusia, posisi tawar (dalam bidang politik) budaya masyarakat pesisir dan lautan serta pertahanan dan keamanan.Aspek lokasi meliputi ruang (spasial) yang berkaitan dengan tempat komoditi kelautan diproduksi, dan bagaimana memperoleh sarana produksi, diolah, dan dipasarkan.Aspek lokasi juga menunjukan keterikatan antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya yang berhubungan dengan aspek sarana produksi, produksi, pengolahan maupun pemasaran. Aspek lingkungan meliputi kajian mengenai bagaimana proses mengambil input dari ekosistem, dapat menimbulkan eksternalitas negatif terhadap kelestarian lingkungan. Aspek kelembagaan meliputi kelembagaan masyarakat yang ada dalam pengelolaan wilayah pesisir dan lautan, dapat juga serangkaian peraturan pusat maupun peraturan daerah dan lembaga-lembaga sosial ekonomi di wilayah pesisir dan laut.Apakah dapat memberikan respon yang positif terhadap pembangunan ekonomi wilayah pesisir dan laut. 43 Pengelolaan sumber daya perairan laut dengan paradigma baru dalam sistem pemerintahan dari sentralisasi ke disentralisasi, mempunyai makna (Adisasmita R; 2006) dalam (Ramli, 2008) . 1) 2) Pengelolaan berorientasi pada mekanisme pasar (dimand and market driven) Pengelolaan berbasis sumber daya dan masyarakat (Resource and Commonity based Development) 3) Pengelolaan tidak harus seragam tetapi harus sesuai kepentingan dan budaya masyarakat lokal. 4) Pengelolaan secara berkeadilan (harus memperhatikan kebutuhan dan kemampuan seluruh masyarakat). Pendekatan pada paradigma baru dalam pengelolaan sumber daya perairan laut harus: 1) Pendekatan komprehensif (holistik), Multisiktinal dan terpadu 2) Pendekatan skema spesial 3) Pendekatan Partisipatif 4) Pendekatan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Banyak kegiatan pembangunan ekonomi kawasan pesisir yang berlangsung tanpa perencanaan dan pemahaman yang baik dan benar mengenai sumber daya alam dan manusia di kawasan pesisir, akibatnya banyak masalah sosial ekonomi lingkungan yang muncul di kawasan pesisir yang akhirnya mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurut Fauzi Adam Anna. S (2005) dalam (Ramli, 2008) Sumber daya perairan menyediakan barang dan jasa yang dapat dikonsumsi baik langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan manusia, jika pemanfaatan yang berlebihan dapat mengakibatkan timbulnya degradasi pada sumber daya perairan, untuk itu pengenalan 44 terhadap metode optimasi ekonomi sumber daya selama langsung maupun tidak langsung oleh mereka yang terlibat dalam pemanfaatan sumber daya tersebut. Contoh hubungan ekonomi sumber daya laut dan biologi tahapan optimasi pengelolaan untuk kegiatan perikanan tangkap dapat dijelaskanseperti langkah-langkah dibawah ini, mulai dari kondisi existing terumbu karang, tingkat pemanfaatannya sampai pada identifikasi optimasi, formulasi optimasi dan penentuanoptimasi untuk kegiatan pengkapan ikan. 45 1. analisis kesesuaian pemanfaatan Analisis kesesuaian pemanfaatan dalam optimasi pengelolaan terumbu karanguntuk kegiatan wisata bahari mencakup: tahapan pertama, penyusunan matrikskesesuaian setiap kategori ekowisata bahari (penentuan parameter, pembobotan dan pengharkatan);kedua, analisis indeks kesesuaian setiap kategori wisata bahari; danketiga, melakukan pemetaan kawasan dengan cara operasi tumpang susun.Dalam optimasi pengelolaan terumbu karang untuk kawasan wisata bahari, parameter utama 46 obyek kegiatan ekowisata selam dan snorkeling adalah terumbu karangsedangkan faktor pendukungnya adalah ikan karang,kecerahan/jarak pandang, kecepatanarus dan kedalaman perairan. Nilai-nilai parameter yang diberikan disesuaikan dengankondisi data yang tersedia di lapangan, seperti komunitas karang (wisata selam), dangenus karang lebih beragam, hanya tersedia data genus ikan karang dan lebar hamparandatar karang relatif kurang dibanding daerah lain dan tingkat kecerahan perairan relatif tinggi. 2. Analisis daya dukung ekowisata pesisir Analisis daya dukung ekologi ditujukan untuk menganalis jumlah maksimumwisatawan yang melakukan kegiatan ekowisata bahari dalam suatu kawasan tanpamengganggu keseimbangan ekosistem tersebut.Gangguan keseimbangan diakibatkanoleh kerusakan biofisik secara langsung dari wisata bahari dan secara tidak langsungmelalui pencemaran.Berdasarkan sumber gangguan ekosistem tersebut, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kawasan obyek wisata yang rentanterhadap kerusakan langsung dan pendekatan maksimum beban limbah. Tahapan analisis daya dukung pendekatan pencemaran perairan laut, meliputi:1.Identifikasi jumlah penduduk lokal dan turis yang berkunjung di lokasi wisata.2.Pengambilan sampel dan pengukuran parameter perairan laut (DO, pH dankekeruhan) per stasiun, serta melakukan analisis laboratorium terhadap sampel air untuk pendugaan parameter BOD5, COD dan NH3 pada kondisi eksisting.3.Membandingkan hasil pengukuran setiap parameter perairan dengan nilai bakumutu air untuk wisata pesisir (sesuai Kepmen Negara LH No. 51 Tahun 2004) per stasiun pengukuran, dan menjumlahkan hasil perbandingan tersebut.4.Menjumlahkan rasio baku mutu (rasio =1) untuk keenam parameter pengamatan pada stasiun yang sama.5.Melakukan analisis regresi linear probabilitas (probit) antarapopulasi penduduk /wisatawan dengan rasio jumlah hasil perbandingan parameter perairanlaut (hasil point 3) dengan jumlah rasio baku mutu 47 3. Analisis daya dukung social dan ekonomi Daya dukung ekonomi menggunakan pendekatan penawaran dan permintaan,diperoleh dari keseimbangan antara fungsi penawaran dan permintaan yangmenghasilkan harga produk wisata pesisir dan jumlah wisatawan yang optimum selama setahun. Perhitungan daya dukung ekonomi dengan pendekatan penawaran secara mikroterkait terkait dengan kegiatan pelayanan wisata oleh perusahaan yang berkonsekuensi pada biaya produksi. Total biaya (TC) yang dikeluarkan perusahaan wisata merupakanfungsi penawaran yang nilainya tergantung dari jumlah kunjungan turis Pendekatan permintaan wisata merupakan suatu pendekatan yang digunakanuntuk menganalisis besarnya permintaan produk wisata pesisir oleh wisatawan yangdibatasi oleh biaya perjalanan wisata, pendapatan wisatawan, perubahan harga dan faktor lain. Pendekatan permintaan ini dianalisis dengan mengukur besarnya kemampuanmembayar (Willingness to Pay, WTP) oleh wisatawan dalam melaksanakan kegiatanwisata pesisir. Metode yang digunakan untuk mengukur WTP yakni metode biaya perjalanan (Travel Cost Method , TCM) guna memperoleh nilai surplus konsumen.Prosedur analisis TCM dapat dilakukan sebagai berikut:5.Menentukan laju kunjungan wisata (X), yakni rasio antara jumlah pengunjung(Vi) dengan jumlah populasi dalam setahun (Pi) atau X = Vi/Pi.6.Menduga biaya perjalanan, dengan asumsi bahwa biaya perjalanan per kilometer jarak adalah konstan.7.Menduga jumlah kunjungan (Vi) berdasarkan fungsi biaya perjalanan (TC), pendapatan (I) dan kualitas obyek wisata (variabel dummy) atau Vi = f (TC, I, D).Pendugaan parameter diperoleh dari hasil analisis regresi berganda.8.Menduga surplus konsumen, yakni rasio antara jumlah kunjungan d e n g a n n i l a i parameter regresi untuk biaya perjalanan, atau secara matematis. 48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.I. kesimpulan Indonesia memiliki 5 (lima) keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, yaitu: Marine Mega Biodiversity, Plate Tectonic, dan Dynamic Oceanographic and Climate Variability. Laut kita mengandung banyak sumber daya yang beragam baik yang dapat diperbaharui seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan plasma nutfah lainnya atau pun sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan gas bumi, barang tambang, mineral, serta energi kelautan seperti gelombang, angin, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) yang sedang giat dikembangkan saat ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemanfaatan laut sebagai potensi bangsa yang dahsyat itu terabaikan di antaranya yaitu lemah pengamanan, lemah pengawasan, dan lemah koordinasi dari negara.Sebenarnya Indonesia memiliki Maritime Surveillance System (sistem pengamatan maritim) pada sebuah institusi militer yang domainnya memang laut. Negara kita perlu mempunyai kebijakan kelautan yang jelas dan bervisi ke depan karena menyangkut geopolitik dan kebijakan-kebijakan dasar tentang pengelolaan sumber daya kelautan.Kebijakan mengenai berbagai terobosan untuk mendayagunakan sumber daya kelautan secara optimal dan lestari sebagai keunggulan kompetitif bangsa.Sektor kelautan menjadi potensi yang sangat strategis untuk didorong sebagai mainstream pembangunan perekonomian nasional. V.2. Saran 49 Pemerintah dan masyarakat harus selalu bekerjasama agar dapat memanfaatkan kekayaan laut secara optimal dan terarah. Sehingga dapameningkatkan ekonomi kelautan, yang juga akan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. DAFTAR PUSTAKA Adhitya, Achmad. 2009. Indonesia bangkit Lewat Laut. [cited 2009 Mei27].Available at : http://elroem.com/2009/04/05/indonesia-bangkit-lewat-laut.html Ali yahya, muhamad. 2001. Perikanan TangkapIndonesia[cited2009Mei27].Available at : http://tumoutou.net/3_sem1_012/ali_yahya.htm Barani,HusniMangga.2004.PemikiranPercepatanPembangunanPerikananTagkapMela lui Gerakan Nasional. [cited 2009 Mei 27]. Available at :http://tumoutou.net/702_07134/husni_mb.pdf BBPN, 2008.Database Pembangunan Kelauatan dan Perikanan. [cited 2009 Mei 27]. Available at : http://ditkp.com/?prov=0&sub=1 BhairawaPutra,Prakoso.2009.Teknologi.[cited2009Mei27].Availableat: http:// blog.sivitas.lipi.go.id/blog Dahuri,Rokhmin.2005..cited2009Mei27].Availableat:http://www.freelists.org/post/ ppi/ppiindia-Masalah-Klasik-Perikanan Dahuri,Rokhmin.2009.Kelautan,PotensimemakmurkanRakyat. [cited2009Mei27].Availableat: http://www.unisosdem.org/article_detail.php? aid=5195&coid=2&caid=19&gid=2 Zaim, 2009. Kemiskinan Nelayan : Permasalahan dan Upaya Penanggulangan. [cited 2009 Mei 27]. Availableathttp://zaim1979.blogspot.com/2007/10/kemiskinannelayanpermasalahan-dan.html 50

Judul: Hubungan Antara Pengantar Ekonomi Dengan Ilmu Biologi

Oleh: Yowanda Erlangga


Ikuti kami