Uts Ekonomi Manajerial Aulia Rahman F19

Oleh Aulia Rahman

204 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Uts Ekonomi Manajerial Aulia Rahman F19

MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU Ekonomi Manajerial Nor Rodiah, S.E.I,M.H “Permintaan dan Penawaran Merosot, Pemulihan Ekonomi Jadi Lebih Sulit” Disusun oleh : Aulia Rahman : 190105010190 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JURUSAN EKONOMI SYARIAH 2020 Bismillahirrahmanirrahim A. Isi Berita “Permintaan dan Penawaran Merosot, Pemulihan Ekonomi Jadi Lebih Sulit” Pemerintah saat ini mendorong kenaikan permintaan dan penawaran barang demi pemulihan ekonomi. Demand dan suplai dinilai penting untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan pemulihan ekonomi. Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Reza Yamora Siregar, mengatakan bahwa pandemi ini menyebabkan permintaan dan penawaran merosot. Jika tidak segera diselesaikan, permintaan dan penawaran yang terus merosot itu membuat pelemahan ekonomi berlangsung lebih lama. “Krisis pandemi ini membuat downward vicious cycle antara demand dan suplai. Kalau enggak hati-hati, pelemahan di demand dan suplai ini akan terjadi tarik-menarik, dan proses slowdown ekonomi yang akan berkelanjutan,” ujar Reza dalam Webinar Market Outlook 2021 BNI Asset Management, Selasa (17/11). Dia melanjutkan, target pemerintah jangka pendek hingga 2021 adalah memitigasi dampak COVID-19. Selain itu mendorong kembali permintaan dan aktivitas produksi, menciptakan lapangan kerja, hingga pemulihan ekonomi. “Kami melihat pada proses jangka pendek ini, pemulihan kepercayaan untuk belanja dan peningkatan demand jadi target pendek PC PEN (Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional),” jelasnya. Selanjutnya, pemerintah juga melakukan transformasi demi pemulihan ekonomi. Reza mengatakan, salah satu cara untuk mengembalikan tingkat demand dan suplai adalah dengan vaksin COVID-19. Saat ini, pemerintah juga melakukan pendekatan dengan sejumlah perusahaan internasional untuk mendapatkan vaksin. Pada akhir tahun ini diharapkan vaksinasi bisa mulai dilakukan. “Kita terus engage untuk logistical issue, sedang siapkan database juga, target vaksinasi jangka pendek dan mudah-mudahan pelaksanaan vaksinasi bisa terjadi di akhir tahun,” tambahnya. Selama kuartal III tahun ini, pertumbuhan ekonomi minus 3,49 persen. Konsumsi rumah tangga masih mengalami kontraksi 4,04 persen (yoy), dari kuartal sebelumnya 5,52 persen (yoy). Masih lemahnya konsumsi ini dinilai karena permintaan yang masih melemah, utamanya karena kelas menengah atas masih menahan belanjanya. Sementara dari sisi suplai juga masih melemah. Hasil survei IHS Markit Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan kondisi sektor manufaktur di Indonesia masih terkontraksi pada level 47,8 di Oktober 2020. Angka tersebut naik sedikit dari posisi September 2020 yang di level 47,2. B. Teori 1. Teori Permintaan a. Definisi Permintaan Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dalam periode tertentu dan dalam periode tertentu. Permintaan dapat dibagi menjadi dua macam. Pertama, permintaan absolut (absolut demand), yaitu seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli. Kedua, permintaan efektif(effective demand), yaitu permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli. Adapun permintaan menurut ekonomi Islam, misalnya Ibn Taimiyah, permintaan adalah hasrat atau keinginan terhadap suatu barang. (Adiwarman A.karim 2012) b. Hukum Permintaan Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut, sebaliknya makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadapbarang tersebut. Hukum permintaan tersebut berlaku, jika asumsi-asumsi yang dibutuhkan terpenuhi, yaitu cateris paribus atau dengan kata lain faktor-faktor lain selain harga dianggap tetap (tidak mengalami perubahan). 2. Teori Penawaran a. Pengertian penawaran Menurut Winardi , penawaran adalah jumlah produk tertentu yang para penjual bersedia untuk menjualnya pada pasar tertentu pada saat tertentu. Menurut Lipsey, dkk, makin tinggi harga suatu produk, makin besar jumlah produk yang ditawarkan, dengan catatan faktor yang lain sama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penawaran adalah jumlah barang ataupun jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga tertentu dan selama periode waktu tertertentu. b. Hukum Penawaran Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga sesuatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan para penjual.Hukum penawaran pada dasarnya menyatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya , makin rendah harga sesuatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan. (Hafid 2015) Hukum penawaran hanya berlaku pada keadaan cateris paribus. Cateris paribus adalah keadaan di mana faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran hanyalah faktor harga sedangkan faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan yang lain dianggap given (tetap/tidak berubah). Selain harga adalah given (tetap/tidak berubah). Faktor yang dianggap given tersebut di antaranya: teknik produksi, harga barang lain, jumlah penjual di pasar, harga sumber, dan perkiraan harga yang akan datang. Permintaan keseimbangan pasar. dan Jika penawaran keseimbangan dapat pasar mempengaruhi terjadi maka perekonomian pun akan mengalami kemajuan. Keseimbangan atau ekuilibrium menggambarkan suatu situasi dimana semua kekuatan yang ada dalam pasar, baik itu permintaan maupun penawaran berada pada titik yang seimbang sehingga setiap variabel yang terbentuk dalam pasar, harga dan kuantitas sudah tidak lagi berubah. Maka dalam keadaan ini, harga dan kuantitas yang diminta akan sama dengan yang ditawarkan sehingga terjadi sebuah transaksi. C. Analisis Dari berita diatas saya dapat menganalisis bahwa penyebab terjadinya permintaan dan penawaran merosot adalah munculnya pandemi atau virus yang biasa disebut Covid-19 ini. Virus ini sangat cukup membawa pengaruh yang buruk bagi penduduk Indonesia yang terlebih khusus di sektor perekonomian. Jika tidak segera diselesaikan, permintaan dan penawaran yang terus merosot itu membuat pelemahan ekonomi berlangsung lebih lama. Namun diantara bentuk upaya yang diserukan dan dilakukan oleh indonesia untuk mengurangi penyebaran wabah ini adalah dengan social atau physical distancing. Namun sayangnya gerakan ini berpengaruh pada penuruan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Dalam kajian teori ilmu ekonomi, physical distancing atau pengetatan dan pembatasan aktifitas masyarakat akan berakibat pada penurunan agregat supply (AS) dalam perekonomian yang berdampak pada penurunan jumlah produksi dan quantity (Q). Proses penurunan ekonomi yang berantai ini bukan hanya akan menimbulkan guncangan pada fundamental ekonomi rill, melainkan juga merusak kelancaran mekanisme pasar antara permintaan dan penawaran agar dapat berjalan normal dan seimbang. Berhubung ketahanan setiap lapisan atau tingkatan tersebut berbedabeda, maka masyarakat ekonomi golongan menengah kebawah khususnya mikro dan pekerja informal berpendapatan harian, tentu menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampaknya. Dampak di sektor rill tersebut kemudian akan menjalar kesektor keuangan yang tertekan (distress) karena sejumlah besar investee akan mengalami kesulitan pembayaran kepada investornya. Sebagai negara dengan poplasi muslim terbesar di dunia, umat islam dapat memberikan peran terbaiknya melalui berbagai bentuk atau model filantropi dalam ekonomi dan keuangan syariah. Peran ini diharapkan dapat mengatasi guncangan ekonomi yang terjadi dan seluruh masyarakat, khusunya umat muslim, dapat ikut serta berkontribusi dalam memulihkan guncangan tersebut. Diantara solusi yang dapat ditawarkan dalam kerangka konsep danistem ekonomi dan keuangan sosial islam adalah: Pertama, penyaluran bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infak dan sedekah, baik yang berasal dari unit-unit pengumpulan zakat maupun dari masyarakat. Khusus untuk zakat yang ditunaikan, penyalurannya dapat difokuskan kepada orang miskin yang terdampak COVID-19 secara langsung, sebagai salah satu yang berhak menerimanya (Mustahik). Poin ini adalah skema filantropi Ekonomi Islam yang memiliki potensi besar bagi perekonomian masyarakat. Kedua, penguatan wakaf uang baik dengan skema wakaf tunai, wakaf produktif maupun waqf linked sukuk perlu ditingkatkan. Badan Wakaf Indonesia (BWI) perlu bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah untk mempromosikan skema wakaf ini agar dapat digunakan sebagian untuk pembanguan berbagai infrastruktur berbasis wakaf seperti Rumah Sakit Wakaf (RSW) khusu korban COVID-19, Alat Pelindung Diri (APD), masker wakaf, poliklinik wakaf, Rumah Isolasi Wakaf (RIW), pengadaan ventilator wakaf, universitas wakaf dan lainnya. Manajemen wakaf harus dilakukan secara profesional, sehingga wakaf dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ketiga, bantuan modal usaha unggulan saat krisis. Di tengah-tengah krisis, tidak sedikit sektor usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berjuang agar tetap eksis. Usaha ini sering kali sulit bertahan karena keterbatasan permodalan. Keberadaan UMKM ini sangat rentan untuk jatuh kedalam jurang kemiskinan dan kebangkrutan karena goncangan atau hantaman ekonomi. Oleh karena itu, pemberian modal pada usaha dijadikan sebagai sarana mengurangi dampak krisis. Pemberian modal ini dapat dilakukan dengan beberapa alternatif kebijakan, seperti pemberian stimulasi tambahan relaksasi perbankan syariah dan restrukturisasi atau penangguhan pembayaran kredit/pembiayaan syariah selama beberapa bulan kedepan. Pemberian permodalan dari perbankan/lembaga keuangan syariah ini perlu didukung dan dikuatkan dengan pendampingan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Keempat, selain perbankan syariah dan qardhul hasan, sebagian dana yang dikumpulkan oleh unit-unit atau organisasi pengumpul zakat, khususnya yang ada di daerah, dapat digunakan untuk memperkuat usaha UMKM. Menyelamatkan kelompok UMKM yang krisis atau terancam bangkrut karena terkena dampak COVID-19, dapat dikategorikan sebagai golongan asnaf (penerima zakat), yaitu sebagai kelompok miskin, berjuang dijalan Allah (Fii Sabilillah), atau orang yang berhutang (gharimin). Keenam, pengembangan teknologi finansial syariah untuk memperlancar likuiditas pelaku pasar daring secara syariah, dimana pada saat yang bersamaan juga diupayakan peningkatan fokus pada social finance (zakat, infak, sedekah dan wakaf) disamping commercial finance. Termasuk pengembangan hampir 60 juta saat ini, dengan tujuan mempertemukan permintaan dan penawaran baik didalam negeri maupun luar negeri, khususnya dimasa-masa lockdown karena pandemi. Pada akhirnya, jika program-program diatas, khususnya bantuan langsung tunai,zakat,infak,wakaf atau CSR, baik untuk masyarakat maupun sektor usaha atau UMKM, betul-betul dapat digalakkan, maka upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali aggregate demand supply ke kanan (dalam kurva demand dan supply) diikuti dengan pembangunan pasar daring yang fokus kepada UMKM yang mempertemukan permintaan dan penawaran, sehingga surplus ekonomi terbentuk kembali dan membantu percepatan pemulihan ekonomi. DAFTAR PUSTAKA https://kumparan.com/kumparanbisnis/permintaan-dan-penawaran-merosotpemulihan-ekonomi-jadi-lebih-sulit-1ubbsXjD6nL/full Adiwarman A.karim. 2012. sejarah pemikiran ekonomi islam. ketiga. jakarta: PT.Raja Grafindo Persada. Hafid, Abdul. 2015. “Konsep Penawaran dalam Perspektif Islam.” JEBIS (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) 1(2):203–216.

Judul: Uts Ekonomi Manajerial Aulia Rahman F19

Oleh: Aulia Rahman


Ikuti kami