Laporan Praktikum Ilmu Tilik Ternak (sapi Bali)

Oleh Ahmad Rifais Rifais

312,9 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Praktikum Ilmu Tilik Ternak (sapi Bali)

Ekonomi Industri Tugas Critical Book Report Oleh: Nazlia Wibowo 187018020 Dosen Pengampu : Dr. Ahmad Albar Tanjung, M.Si Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara 2019 1 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Akhirnya, Penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Book Review dengan tema “Diferensiasi Produk”. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Dr. Ahmad Albar Tanjung, M.Si selaku dosen pengampu yang juga memberikan bimbingannya kepada penulis. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas ekonomi industry. dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang konsep serta pemahaman tentang diferensiasi produk. Penulis menyadari dengan terbatasnya pengetahuan yang penulis miliki, tentulah banyak kelemahan-kelemahan dan juga kekurangan yang akan ditemui, karenanya penulis mengucapkan terimakasih untuk kritik dan saran yang penulis terima maupun yang akan diterima. Akhir kata penulis mengharapkan agar tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua. Medan, Desember 2019 penulis 2 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR......................................................................................... 2 DAFTAR ISI........................................................................................................ 3 BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 4 1.1 1.2 1.3 1.4 Critical Book Review............................................................. Tujuan Penulisan Critical Book Review (CBR)..................... Manfaat Critical Book Review (CBR).................................... Identitas Buku......................................................................... 4 4 5 5 Ringkasan Isi Buku.......................................................................... 8 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Buku Utama............................................................................ Buku Pembanding 1................................................................ Buku Pembanding 2................................................................ Buku Pembanding 3................................................................ Buku Pembanding 4................................................................ 8 10 12 14 15 Pembahasan...................................................................................... 17 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 Kritik Buku Utama................................................................. Kritik Buku Pembanding 1..................................................... Kritik Buku Pembanding 2..................................................... Kritik Buku Pembanding 3..................................................... Kritik Buku Pembanding 4..................................................... 17 17 18 19 19 Penutup.............................................................................................. 4.1 Kesimpulan............................................................................. 4.2 Saran....................................................................................... 20 20 20 BAB II BAB III BAB IV Daftar Pustaka ................................................................................................ 3 21 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Critical Book Review Review adalah sebuah ringkasan, tinjauan dari beberapa sumber entah dari film, buku, berita dan lainnya. Critical Review berarti penulisan yang menharuskan untuk meringkas dan mengevaluasi tulisan. Tugas critical review bisa berupa buku, bab, atau artikel. Dalam menulis critical book review, diharuskan untuk membaca secara seksama dan juga membaca tulisan lain yang serupa agar dapat memberikan tinjauan dan evaluasi yang lebih komprehensif, obyektif dan faktual. Mengkritik buku dilakukan untuk menjelaskan kondisi buku yang dikritik seperti kelebihan dan kekurangan isi buku sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan atau ulasan kelebihan maupun kekurangan buku tersebut. Critical book berarti mengkritik isi buku. Mengkritik disini bukan mengkritik segi negatif dari suatu hal atau menjatuhkan dan menaikkan nilai suatu buku. Namun dalam hal ini penulis harus paham banyak perspektif untuk bisa memberikan evaluasi atau keputusan, sehingga kritik bisa dipertanggungjawabkan. 1.2. Tujuan Penulisan Critical Book Review (CBR) Critical Book Review ini dibuat bertujuan untuk belajar melalui pemenuhan tugas mata kuliah Ekonomi Industri Magister Ilmu Ekonomi Sumatera Utara untuk membuat Critical Journal Review (CJR) sehingga dapat menambah pengetahuan untuk melihat atau membandingkan lima buku yang baik dan yang benar dan mengetahui kelemahan dan kebebihan dari masing-masing buku tersebut. 4 1.3. Manfaat Critical Book Review (CBR) Manfaat penulisan Critical Book Review ( CBR), yaitu : 1. Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya tulis ilmiah lainnya secara ringkas. 2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang dikritik. 3. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut dibuat. 4. Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku. 1.4. Identitas Buku 1. Buku Utama 1. Judul Buku : Ekonomi Industri – Teori dan Kebijakan 2. Pembahasan : Diferensiasi Produk 3. ISBN :978.623.218.324.7 4. Edisi terbit : November 2019 5. Penulis Buku : Dr.Ahmad Albar Tanjung, M.Si. Dr.Dede Ruslan,M.Si. 6. Penerbit : Prenadamedia Group 5 2. Buku Pembanding 1 1. Judul Buku : Ekonomika Industri – Pendekatan Struktur, Perilaku, dan kinerja. 2. Pembahasan : Diferensiasi Produk 3. ISBN :978.979.3532.86.8 4. Edisi terbit : April 2014 5. Penulis Buku : Lincolin Arsyad, Stephanus Eri Kusuma 6. Penerbit : UPP STIM YKPN 3. Buku Pembanding 2 1. Judul Buku : Sari – Sari Pemasaran & Aplikasinya di Dunia Bisnis 2. Pembahasan : Diferensiasi Produk 3. ISBN :978.602.1571.16.3 4. Edisi terbit : Januari 2017 5. Penulis Buku : Alexander Ibnu Wibowo 6. Penerbit : Prasetiya Mulya Publishing 6 4. Buku Pembanding 3 1. Judul Buku : Manajemen Pemasaran – Teori dan Implementasi 2. Pembahasan : Diferensiasi Produk 3. ISBN : 978.979.29.5829.4 4. Edisi terbit : 2016 5. Penulis Buku : Dr. Sudaryono 6. Penerbit : C.V ANDI OFFSET 5. Buku Pembanding 4 1. Judul Buku : Manajemen Strategik – Konsep dan Analisis 2. Pembahasan : Diferensiasi Produk 3. ISBN : 978.602.1286.54.8 4. Edisi terbit : 2017 5. Penulis Buku : Suwarsono Muhammad 6. Penerbit : UPP STIM YKPN 7 BAB 2 RINGKASAN ISI 2.1 BUKU UTAMA Diferensiasi produk dapat diartikan sebagai suatu strategi perusahaan untuk membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing mengenai atribut produk termasuk harga yang dipandang penting oleh banyak konsumen. Diferensiasi produk adalah salah satu bentuk utama dari kompetisi nintarif yang terbuka bagi oligopolies yang berusaha untuk tidak terlibat dalam persaingan harga yang merusak. Terdapat dua jenis diferensiasi produk, yaitu: Diferensiasi horizontal dan diferensiasi vertical. A. Diferensiasi Horizontal Diferensiasi produk horizontal adalah produk atau layanan memiliki kualitas keseluruhan yang sama atau serupa, tetapi menawarkan kombinasi karakteristik yang berbeda. Misalnya, Ford Focus, Vauxhall Astra, Honda CRV, Volksswagen Golf dan Toyota Avanza semuanya adalah merek atau model mobil yang serupa, tetapi masing masing menawarkan paket atribut yang sedikit berbeda. Sebagian besar pengemudi mobil dikelas yang relevan akan mengekspresikan preferensi yang mendukung salah satu merek atau model ini, tetapi [pengemudi yang berbeda mungkin mengekspresikan preferensi yang berbeda. Sehingga diferensiasi produk horizontal dapat diartikan pada saat perusahaan menawarkan berbagai produk untuk merespon selera konsumen yang berbeda beda. B. Diferensiasi Vertikal Diferensiasi produk vertical adalah dimana suatu produk atau layanan berbeda dalam kualitas keseluruhan dari yang lain. Misalnya, satu merek jus buah mungkin memiliki kandungan buah yang lebih tinggi dan kadar gula yang lebih rendah daripada merek lain, dan karenanya dapat diakui sebagai merek berkualitas lebih tinggi oleh semua konsumen. Jika harga merek buah tinggi dan merek gula tinggi sama, sebagian besar atau 8 semua konsumen akan membeli merek buah tinggi. Diferensiasi produk vertical dapat diartikan ketika suatu perusahaan merespon konsumen yang memiliki kemampuan membayar kualitas barang dengan membayar kualitas beda pada produk yang sama. C. Diferensiasi Produk dan Strategis Karakteristik yang membedakan produk dan layanan yang berbeda dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: alami dan strategis. Dengan diferensiasi produk alami, karakteristik yang berbeda ini muncul dari atribut atau karakteristik alami buakan dari tindakan pemasok. Adapun diferensiasi produk strategis, karakteristik yang diciptakan oleh pemasok: misalnya, melalui keputusan untuk menciptakan merek baru dan mempromosikannya hanya melalui iklan atau jenis kegiatan pemasaran lainnya. Factor – factor diferensiasi produk alami, antara lain: 1. Variasi geografis, lokasi penjual secara otomatis membedakan suatu produk atau layanan dipikiran konsumen; 2. Penggunaan teknologi baru, teknologi baru dapat digunakan untuk membedakan suatu produk: misalnya, melalui penambahan fitur internet dan email ke telepon seluler. 3. Merek dan merek dagang, merek dan merek dagang digunakan secara luas untuk membedakan produk serupa. 4. Perbedaan komunitas atau Negara, disini Negara atau komunitas asal adalah atribut penentu yang membedakan barang dan jasa. Dengan kata lain produk dan layanan dari bagian dunia tertentu dianggap berbeda dan berkualitas lebih tinggi. 5. Selera dan preferensi konsumen. Konsumen sendiri memiliki atribut, selerea, dan preferensi yang berbeda. Akibatnya, karakteristik produk yang paling diinginkan bervariasi dari satu konsumen ke konsumen lainnya. Adapun factor factor diferensiasi produk strategis adalah: 9 1. Variasi factor input. Input factor seperti tenaga kerja dan modal jarang homogen. Ini menciptakan peluang untuk hasil akhir yang diproduksi menggunakan factor factor produksi yang berbeda untuk dipasarkan akan berbeda dari perusahaan lain. 2. Layanan tambahan. Layanan tambahan sering dapat digunakan untuk membedakan produk. Bahkan jika produk yang sama tersedia dari dua pemasok, kondisi sekitar penjualan mungkin berbeda. Pemasok dapat membedakan produk produk mereka dengan menawarkan kredit yang lebih murah, waktu pengiriman lebih cepat atau layanan purna jual yang lebih komperhensif. 3. Tingkat perubahan diferensiasi produk. Produk dengan umur alami yang pendek dapat mengalami keusangan terencana, terutama dalam kasus dimana produk menyumbang proporsi yang relative kecil dari sebagian besar anggaran konsumen; 4. Ketidaktahuan konsumen. Ketidaktahuan dipihak konsumen dapat memungkinkan perusahaan untuk melebih lebihkan sejauh mana diferensiasi produk dan layanan meraka. 2.2 BUKU PEMBANDING 1 Diferensiasi produk dapat diartikan sebagai kemampuan produsen untuk menciptakan perbedaan, baik secara fisik maupun non fisik, antara produsen tersebut dan produk subtitusinya sehingga konsumen tidak lagi menganggap kedua jenis produk tersebut identik aatau mendekati sama. Clarkson dan Miller (1982), mengacu pada Bain (1968), menyatakan bahwa diferensiasi produk cenderung lebih konsektual untuk diamati dalam konteks industry barang konsumsi (dibandingkan dengan industry barang produksi). Diferensiasi produk dapat dikelompokkan menjadi diferensiasi produk horosontal dan diferensiasi produk vertical. Diferensiasi produk vertical mengacu pada adanya perbedaan kualitas secara keseluruhan antara suatu produk dengan produk lainnya 10 (misalnya produk susu dengan kandungan lemak rendah dan pada susu biasa). Sementara itu, diferensiasi horizontal mengacu pada adanya perbedaan sejumlah karakteristik antara suatu produk dengan produk lainnya, namun kualitas produk tersebut secara keseluruhan hamper sama (misalnya mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, Nissan Livina, dan produk sejenis dikelasnya. Clarkson & Miller (1982) mengemukakan sejumlah bentuk aktivitas diferensiasi produk yang umum dilakukan oleh perusahaan. 1. Aspek Geografis. Factor yang menjadi sumber pembeda produk dilihat dari aspek geografis adalah lokasi penjualan atau produksi. Contohnya adalah lokasi lokasi penjualan minimarket yang mendekati tempat tinggal konsumen. 2. Aspek fisik. Yaitu karakteristik (atribut) dan kualitas produk. Contohnya adalah mobil merk X dijual dengan banyak pilihan warna, dilengkapi dengan mesin yang relative lebih irit atau interior yang relative lebih luas dari pada mobil sekelas lainnya. 3. Aspek preferensi atau subyektifitas konsumen. Factor yang menjadi sumber pembeda terkait aspek ini adalah pandangan (loyalitas) konsumen terhadap produk.contoh aktifitas yang dilakukan untuk mewujudkan diferensiasi dalam aspek preferensi konsumen ini adalah dengan membangun image suatu produk kepada konsumen melalui proses pengiklanan, promosi, pengemasan yang elegan dan pemberian label. 4. Aspek pelayanan konsumen. Factor yang menjasi sumber pembeda terkait aspek ini adalah adanya pelayanan yang baik bagi konsumen, seperti staf yang terlatih, antrian yang pendek, pemrosesan dan prosedur yang sederhana. Contoh, Bank Mandiri yang pertama kali menerapkan pelayanan yang ramah bagi konsumennya melalui staf yang sopan, menyapa, dan mengarahkan nasabah yang ingin melakukan transaksi. Selain beberapa bentuk upaya diferensiasi produk tersebut, masih terdapat berbagai macam bentuk upaya diferensiasi produk yang dapat dikembangkan oleh perusahaan. 11 Berbasis pada Lipczynski, et al (2005), sejumlah upaya tersebut dapat ditempuh dengan mengembangkanb sejumlah sumber diferensiasi produk, seperti 1) penentuan lokasi, 2) penerapan teknologi baru, 3) pengkombinasian atau [emvariasian berbagai jenis input, 4) pemberian jasa tambahan/pelengkap untuk setiap transaksi pembelian, dan 5) penciptaan image positif produk bagi konsumen. Tingkat diferensiasi produk dapat diindikasikan oleh tingkat elastisitas harga silang (cross price elasticity of demand) dan tingkat loyalitas konsumen terhadap suatu merek (brand loyalty). Cross price elasticity of demand merupakan presentase perubahan permintaan produk ketika terjadi perubahan harga produk substitusinya sebesar 1 persen. Sementara itu, brand loyalty menunjukkan perilaku konsumen ketika dihadapkan pada kondisi untuk memilih berbagai jenis barang yang ditawarkan oleh sejumlah konsumen. 2.3 BUKU PEMBANDING 2 Dalam konteks bisnis yang semakin kompetitif, produsen, dan pemasok “dipaksa” mencari cara baru untuk membedakan berbagai penawaran yang mereka ciptakan bagi pelanggan (Ulaga dan Eggert, 2006; Skarp dan Gadde, 2008). Berbagai strategi pasar perusahaan menawarkan pedoman yang dapat memperkuat posisi pasar perusahaan dan meningkatkan diferensiasi yang unggul atau bersaing (Jacob dan Ulaga, 2008). Dari segi internal perusahaan, fungsi pemasaran perlu memberikan dukungan bagi diferensiasi. Fungsi pemasaran juga perlu melakukan berbagai inovasi pemasaran untuk mengambangkan dan mempertahankan keunggulan berdasarkan strategi diferensiasi. Keunggulan bersaing diperoleh dengan menawarkan konsumen nilai yang lebih besar seperti harga yang murah atau manfaat lebih banyak. Dalam pemasaran, strategi membuat perbedaan pada produk dan jasa disbanding pesaing disebut diferensiasi (differentiation) sebagai langkah awal strategi penetapan posisi (positioning). 12 Diferensiasi diperlukan agar pelanggan dan mitra bisnis lebih tertarik dangan produk, jasa, atau distribusi suatu perusahaan dibandingkan produk perusahaan lain. Namun bukan berarti diferensiasi hanya sekedar “asal berbeda”, tapi ini harus memiliki karakteristik lebih unggul dari pesaing dan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau mitra bisnis. Mengingat persaingan bisnis yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian, diferensiasi mesti terus dibenahi melalui inovasi secara terus menerus agar produk atau layanan sebuah perusahaan memiliki keunggulan bersaing. Jenis dan Masalah Diferensiasi Miller (1988) menjelaskan bahwa keunikan sebagai bagian dari diferensiasi bisa saja berbasis inovasi atau berbasis citra. Kotler dan Amstrong (2012) menjelaskan beberapa jenis diferensiasi yang dapat diterapkan perusahaan untuk menciptakan keunggulan bersaing yaitu: diferensiasi produk, difernsiasi jasa/layanan, diferensiasi saluran/distribusi, diferensiasi orang (personil), dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk dilakukan pada aspek wujud fisik produk, seperti fitur, kinerja, warna kemasan, daya tahan, rasa, corak, dan disain. Kemasan produk bisa dimodifikasi agar terlihat menarik, segar, dan berbeda dari pesaing. Mobil Toyota dan Mobil Honda sering dinilai melakukan face lift (perubahan desain) untuk penyegaran agar konsumen tidak merasa bosan. Perubahan ini hanya dilakukan dari segi tampilan saja, jarang sekali melakukan perubahan besar sampai ke mesin dan rangka mobil yang memerlukan biaya besar. 2.4 Buku Pembanding 3 Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi memerlukan penelitian pasar yang cukup serius agar bisa benar - benar berbeda, juga diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk biasanya 13 hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk, meskipun itu diperbolehkan. Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang dituju. Jika pasar melihat produk memiliki perbedaan dibandin produk pesaing, anda akan lebih mudah mengambangkan bauran pemasaran (marketing mix)untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke factor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi atau variable variable promotif lainnya. Kelemahan diferensiasi adalah perlunya biaya produksi tambahan dan iklan besar – besaran. Product Bundling Product Bundling adalah strategi untuk menggabungkan penjualan beberapa produk dalam satu paket.strategi ini sangat umum digunakan dalam bisnis paket liburan, paket shampoo dan conditioner, atau perangkat lunak (software). Sebagai contoh dalam industry masakan cepat saji, beberapa item produk ditawarkan menjadi satu paket khusus. Strategi ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi apabila : 1. Biaya produksi rendah, 2. Pangsa pasar cukup besar, 3. Konsumen berminat karena ada unsure penyederhanaan dalam proses produksi dan dapat mengambil manfaat dari pembelian produk. 4. Rata – rata marginal cost rendah, 5. Customer acquisition cost tinggi. Lini Produk Lini produk adalah kelompok produk yang berhubungan erat karena memiliki fungsi serupa, dijual kepada kelompok pelamggan yang sama, dipasarkan melalui jenis took yang sama, atau masuk pada kisaran harga yang sudah ada. Misalnya General Motors membuat lini mobil, Nike membuat beberapa lini sepatu atletik, dan Motorola membuat beberapa lini produk telekomunikasi (Thamrin Abdullah, 2012). Dalam mengembangkan strategi lini produk, pemasaran menghadapi sejumlah keputusan sulit: panjang lini produk, 14 memperpanjang kebawah, memperpanjang ke atas, memperpanjang kedua arah, mengisi lini produk, modernisasi lini produk, dan menonjolkan lini produk. 2.5 Buku Pembanding 4 Dalam strategi diferensiasi, perusahaan berusaha memproduksi dan memasarkan barang dengan karakteristik tertentu yang khas yang pada akhirnya mengakibatkan barang tersebut dianggap unik dan bahkan eksklusif oleh konsumen. Manajemen memiliki banyak pilihan pendekatan (dan teknik) dalam menerapkan strategi diferensiasi, antara lain melalui: rasa. Desain, citra prestos, reputasi, teknologi, pelayanan konsumen, jaringan distribusi, ketersediaan suku cadang, kualitas, dan keragaman jenis barang. Akan tetapi nampaknya strategi diferensiasi hanya dapat menjadi keunggulan bersaing dalam waktu yang relative panjang dika didasarkan pada kualitas, teknologi, dan pelayanan konsumen. Pendekatan yang lain hanya memiliki siklus kehidupan yang relative pendek. Strategi diferensiasi baru berhasil diterapkan jika meajemen mampu memenuhi persyaratan organisatoris, sumber daya manusia, dan sumber dana yang diperlukan. Perusahaan hendaknya memiliki keunggulan penelitian dasar dan kepemimpinan teknologi yang pada gilirannya mampu menghasilkan (merekayasa) produk baru yang berkualitas dan dinilai unik oleh konsumen. Perusahaan hendaknya memiliki keunggulan dalam manajemen pemasaran dan secara khusus dapat membangun kerjasama yang harmonis dengan sluran distribusi yang terkait. Dalam implementasinya, manajemen hendaknya mampu mengkoordinasi berbagai aktivitas manajemen fungsional yang pokok: penelitian dan pengembangan, rekayasa produk baru, dan pemasaran. Jika strategi ini berhasil diterapkan, biasanya perusahaan mampu mempraktekkan kebijaksanaan harga premium. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu memperoleh laba lebih besar disbanding rata-rata industry. akan tetapi hendaknya juga diingat bahwa 15 biasanya diferensiasi juga mengakibatkan peningkatan biaya. Oleh karena itu, manejemen hendaknya membandingkan kemungkinan peningkatan laba yang diperoleh dan sekaligus meningginya biaya yang harus ditanggung. Disamping itu, biasanya perusahaan yang berhasil menerapkan strategi diferensiasi juga mampu mendapatkan loyalitas merek yang tinggi, karena ketertarikan dan ketrikatan konsumen yang amat tinggi terhadap barang yang dihasilkan. Apalagi jika pilihan strategi tersebut tak segera diikuti oleh perusahaan lain. Namun demikian ini tidak berarti penerapan strategi diferensiasi tanpa mengandung resiko. Peratama, sekiranya pembeli tidak melihat keunikan yang signifikan pada barang tersebut, strategi diferensiasi amat dengan mudah dapat ditandingi oleh strategi harga murah. Diferensiasi gagal menimbulkan efek perbaikan kualitatif bagi pembeli barang tersebut – misalnya pada peningkatan status. Kedua, strategi diferensiasi juga tak hendak menghasilkan keuntungan yang optimum jika imitasi terhadap barang tersebut dapat dengan mudah dan cepat dilakukan. Dengan demikian, diferensiasi hamper selalu menuntut keunikan yang berkelanjutan yang berjangka relative panjang. Terakhir, strategi diferensiasi juga tak mudah diterapkan jika perbedaan antara harga premium yang ditawarkan dengan harga barang pesaing yang menggunakan strategi keunggulan biaya terendah terlampau jauh. Kesalahan ini lebih mudah terjadi karena mudah terjadi karena perusahaan melakukan diferensiasi secara berlebihan. BAB 3 PEMBAHASAN 3.1 Kritik Buku Utama 16 Buku utama dengan judul “Ekonomi Industri – Teori dan kebijakan´merupakan buku karangan Dr. Ahmad Albar Tanjung, M.Si dan Dr. Dede Ruslan, M.Si yang terdapat didalamnya pembahasan tentang diferensiasi produk. Buku ini diterbitkan oleh Prenadamedia Group dengan tebal buku 192 halaman. Dari segi isi, buku ini sangat direkomendasikan karna penyajiannya yang lengkap, didalamnya terdapat pengertian dari diferensiasi produk, jenis-jenis diferensiasi produk yang dijelaskan dengan sangat rinci. Termasuk didalamnya contoh-contoh yang dapat membuat pembaca semakin mengerti dengan pembahasan yang disuguhkan. Juga terdapat persamaan-persamaan, kurva, dan gambar yang membuat buku ini menjadi pedoman penulis sebagai buku utama dalam makalah ini. Dari segi penulisan, buku ini menggunakan kata yang sederhana dengan penyusunan kata yang rapih sehingga pembaca akan cepat memahami isi buku. Dengan penyajian yang sederhana ini maka akan meningkatkan minat pembaca terhadap buku ini. 3.2 Kritik Buku Pembanding 1 Buku pembanding satu dengan judul “Ekonomika Industri – Pendekatan Struktur, Perilaku, dan Kinerja” merupakan buku karangan Lincolin Arsyad dan Stephanus Eri Kusuma yang terdapat didalamnya pembahasan tentang diferensiasi produk. Buku ini diterbitkan oleh UPP STIM YKPN. Diferensiasi pada buku ini mengacu pada strategi yang dapat digunakan perusahaan dalam suatu industry, bukan sebagai diferensiasi produk dalam konteks struktur industry. sehinggap pada buku ini hanya sedikit membahas tentang diferensiasi produk. Didalam buku ini terdapat pengertian dari diferensiasi produk dari beberapa sumber. Jenis-jenis diferensiasi produk juga sedikit dibahas pada buku ini. Yang menjadi nilai tambah pada 17 buku ini adalah terdapat bentuk aktivitas diferensiasi produk dan juga latihan soal yang tidak dimiliki oleh buku utama. Sehingga kedua buku ini bagus untuk dijadikan referensi. Dari segi penulisan, buku ini juga menggunakan kata yang sederhana dengan penyusunan kata yang rapih sehingga pembaca akan cepat memahami isi buku. Dengan penyajian yang sederhana ini maka akan meningkatkan minat pembaca terhadap buku ini. 3.3 Kritik Buku Pembanding 2 Buku Pembanding 2 dengan judul “Sari-sari Pemasaran & Aplikasinya di Dunia Bisnis” merupakan buku karangan Alexander Ibnu Wibowo yang terdapat didalamnya pembahasan tentang diferensiasi produk. Buku ini diterbitkan oleh Prasetya Mulya Publishing dengan tebal buku 220 halaman. Sesuai dengan judulnya, buku ini merupakan inti-inti penting dalam pemasaran, sehingga pembahasan tentang diferensiasi produk hanya terdiri dari beberapa halaman saja. Termasuk didalamnya pengertian diferensiasi produk, jenis dan masalah diferensiasi. Diferensiasi produk pada buku ini menjelaskan tentang pentingnya strategi diferensiasi untuk meningkatkan keuntungan pada suatu perusahaan. Dari segi penulisan, buku ini menggunakan kata yang sederhana dengan penyusunan kata yang rapih sehingga pembaca akan cepat memahami isi buku. Buku ini juga sedikit kurangnya menyuguhkan gambar yang mempermudah pembaca untuk mengerti isi dari buku. Dengan penyajian yang sederhana dan penyusunan kata yang rapih ini maka akan meningkatkan minat pembaca terhadap buku ini. 3.4 Kritik Buku Pembanding 3 18 Buku pembanding 3 dengan judul “Manajemen Pemasaran – Teori dan Implementasi” merupakan buku karangan Dr.Sudaryono yang juga terdapat didalamnya pembahasan tentang diferensiasi produk. Buku ini diterbitkan oleh C.V Andi Offset. Pembahasan tentang diferensiasi pada buku ini sangat sedikit, hanya terdapat pengertian, dan tujuan. Informasi yang diberikan pada buku ini tentang diferensiasi produk tidak lengkap. Dari segi penulisan, buku ini menggunakan kata yang sederhana dengan penyusunan kata yang rapih sehingga pembaca akan cepat memahami isi buku. Dengan penyajian yang sederhana ini maka akan meningkatkan minat pembaca terhadap buku ini. 3.5 Kritik buku Pembanding 4 Buku pembanding 4 dengan judul “Manajemen Strategik – Konsep dan Alat Analisis” merupakan buku karangan Suwarsono Muhammad yang terdapat didalamnya pembahasan tentang diferensiasi produk. Buku ini diterbitkan oleh UPP STIM YKPN dengan tebal buku 438 halaman. Buku ini menyuguhkan diferensiasi produk segai salah satu dari strategi pemasaran untuk meningkatkan keuntungan suatu perusahaan. Terdapat juga pembahasan tentang keunggulan dari diferensiasi produk. Terdapat gambar dan grafik pada buku ini menjadikan buku ini memiliki nilai tambah. Dari segi penulisan, buku ini juga menggunakan kata yang sederhana dengan penyusunan kata yang rapih sehingga pembaca akan cepat memahami isi buku. Dengan penyajian yang sederhana ini maka akan meningkatkan minat pembaca terhadap buku ini. BAB 4 19 Penutup 4.1 Kesimpulan Diferensiasi produk dapat diartikan sebagai suatu strategi perusahaan untuk membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing mengenai atribut produk termasuk harga yang dipandang penting oleh banyak konsumen. Diferensiasi produk dapat dikelompokkan menjadi diferensiasi produk horosontal dan diferensiasi produk vertical. Diferensiasi produk vertical mengacu pada adanya perbedaan kualitas secara keseluruhan antara suatu produk dengan produk lainnya. Diferensiasi horizontal mengacu pada adanya perbedaan sejumlah karakteristik antara suatu produk dengan produk lainnya, namun kualitas produk tersebut secara keseluruhan hampir sama. Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang dituju. Jika pasar melihat produk memiliki perbedaan dibandin produk pesaing, anda akan lebih mudah mengambangkan bauran pemasaran (marketing mix)untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke factor lain, seperti karakteristik produk, strategi distribusi atau variable variable promotif lainnya. Kelemahan diferensiasi adalah perlunya biaya produksi tambahan dan iklan besar – besar 4.2 Saran Sebaiknya buku utama dan buku pembanding bisa saling mengisi kekurangan dari buku masing-masing. Sehingga buku tersebut dapat meningkatkan semangat dan kreatifitas pembacanya. 20 DAFTAR PUSTAKA Arsyad, L., Kusuma, S., E. 2014. Ekonomika Industri: Pendekatan Struktur, Perilaku, dan Kinerja. UPP STIM YKPN, Yogyakarta. Muhammad, S. 2017. Manajemen Strategik: Konsep dan Alat Analisis. UPP STIM YKPN, Yokyakarta. Sudaryono. 2016. Manajemen Pemasaran: Teori dan Implimentasi. C.V Andi Offset, Yogyakarta. Tanjung, A.A., Ruslan, D. 2019. Ekonomi Industri: Teori dan Kebijakan. Prenadamedia Group, Jakarta. Wibowo, A., I dkk. 2014. Sari-sari Pemasaran & Aplikasinya di Dunia Bisnis. Prasetiya Mulya Publishing, Jakarta. 21

Judul: Laporan Praktikum Ilmu Tilik Ternak (sapi Bali)

Oleh: Ahmad Rifais Rifais


Ikuti kami