Lima Klasifikasi Lafadz Kulliy (ilmu Mantiq)

Oleh Helga Regita

689,4 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Lima Klasifikasi Lafadz Kulliy (ilmu Mantiq)

Lima Klasifikasi Lafadz Kulliy Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Mantiq Dosen Pengampu : Mussofa Basyir, M. A. Disusun Oleh 1. Nur Bayti Farha (2217062) 2. Helga Regita Safira (2217067) 3. Alisa Qatrun Nada (2217068) 4. Nora Karima Saffana (2217071) Kelas A JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN TAHUN 2018 Kelompok 5 Lima Klasifikasi Lafadz Kulliy 1. APA ITU LIMA KLASIFIKASI LAFADZ KULLIY? Lima klasifikasi lafadz kulliy adalah spesies, genus, differentia, sifat khusus, dan sifat umum, disebut juga sebagai 5 predikat yaitu lafadz kulliy yang meliputi makna umum secara hakiki/bentuk maupun bagian juz’iy. 2. APA ITU GENUS? Genus adalah (Kumpulan golongan-golongan yang berbeda bentuk) umpamanya pengertian hewan memuat golongan-golongan manusia dan hewan-hewan lainnya seperti singa, bebek, dan kuda jantan –maka disebut bentuk/hakikat yang berbeda- sehingga hakikat/bentuk kuda betina bukan seperti hakikatnya manusia dan demikian pula kata disebut kulliy karena memuat isim, harf, dan fi’il dan ia memiliki bentuk/ hakikat yang berbeda maka isim menunjukkan makna tanpa menyertai waktu seperti kata (‫ )بيت‬contohnya ia memiliki makna dan tidak memiliki tanda waktu, fi’il menunjukkan waktu dan makna seperti fi’il ‫ ضرب‬menunjukkan waktu lampau dan makna -‫الضرب‬-, dan harf tidak menunjukkan waktu dan makna kecuali dimasukan dalam jumlah/kalimat karena jika bentuk/hakikatnya berbeda atau bagian-bagiannya berbeda berada diantara kulliy –disebut kata- maka kata terpakai secara keseluruhan disebut genus. Karena kata memuat isim, fi’il, dan harf maka disebut hakikat/bentuk yang berbeda. Dan contoh dari genus warna tidak terikat dari putih, merah, hitam seterusnya…. Dan lafazd (‫ )البناء‬yang dikatakan kepada rumah, hotel, kamus seterusnya… 3. APA ITU SPESIES? Spesies adalah kumpulan golongan-golongan atau bagian-bagian penyusun hakikat sesuatu yang mengarah pada hakikat itu sendiri. Contoh manusia dan golongannya ada Muhammad, Ali, dan Fatimah memiliki hakikat yang serupa sehingga Muhammad, Ali, dan Fatimah disebut manusia yang sama dan yang membedakan mereka dari tinggi, pendek, dan rupa contohnya. Harf merupakan spesies karena golongan atau bagian-bagiannya adalah ‫علي‬-‫ في‬sebuah contoh yang memiliki satu hakikat dan fi’il merupakan spesies karena golonganya adalah ‫ اضرب‬-‫ يضرب‬-‫ ضرب‬yang memiliki hakikat yang serupa dan isim merupakan spesies karena golonganya - ‫ بيت – مدرسة – حقل‬yang memiliki satu hakikat. 4. APA ITU DIFFERENTIA? Differentia/ fashl adalah sifat hakikat atau kumpulan sifat-sifat yang membedakan satu spesies dengan bagian spesies lainnya yang termasuk dalam satu jenis/genus contohnya kita telah mengatakan (manusia itu berfikir) maka ‫ ناطق أو مفكر‬adalah sifat dasar atau kepribadian dan bukan sifat yang memisahkan manusia dari bagian spesies lain yang termasuk kedalam satu jenis/genus. Dan maksud dengan sifat kepribadian (jenis/genus, spesies, dan differentia) sesungguhnya kita tidak tanyakan dan tidak haruskan untuk mempertanyakan tentang sebab dan dasarnya sehingga tidak boleh untuk tanyakan contohnya manusia itu tidak berfikir karena itu sifat alamiahnya manusia dan tetapi kita harus tanyakan tantang sebab adanya sifat ‘aradh terdapat 2 sifat (khas dan aradh ‘am). 5. APA ITU ARADH ‘AM (SIFAT UMUM)? Aradh ‘am adalah (kumpulan yang keluar dari hakikat golongannya dan tidak mengkhususkan dengan satu hakikat) contohnya manusia itu berjalan dan burung reajawali itu terbang, dan dibawah ini akan dijelaskan: 1. Aradh ‘am itu keluar dari hakikat golongannya maka ‫مشي‬/ berjalan bukan hakikat untuk manusia karena hakikatnya manusia adalah (‫ )حيوان ناطق‬karena ‫ المشي‬menunjukkan untuk manusia dan selain manusia dari ‫ الحيوانات‬adapun ‫ النطق‬hanyak ditunjukkan kepada manusia. 2. Hakikat manusia bukan hakikat kuda, singa, dan hewan lainnya yang kekal berjalan. Maka sifat umumnya (Aradh ‘Aam) adalah seluruh (kulli) yang umum memiliki sifat yang berbeda-beda. Misalnya, Aradh ‘Aam; (hitam bagi kulit), (berdiri dan duduk bagi manusia). 6. APA YANG DIMAKSUD ARADH KHAAS (SIFAT KHUSUS)? Aradh khaas yaitu seluruh (kulli) kekhususan dari satu macam (nau’). Misal, manusia ketawa maka sesungguhnya ketawa itu dikhususkan untuk Zaid, Muhammad dan Fatimah ; mereka satu macam. Dan tidak menunjukkan untuk kekalan jenis hewan atau kekhususan tertentu untuk manusia, misal penyair, pengrajin, penceramah dan pencipta. Maka tidak mungkin setiap manusia itu pengrajin dan pencipta. Skema Kulliyat Khoms SIFAT UMUM SIFAT KHUSUS PEMBEDA JENIS MACAM (‫)عرض عام‬ (‫)خاصة‬ (‫)فصل‬ (‫)جنس‬ (‫)نوع‬ Berjalan dengan Perokok atau Ketawa Berfikir Hewan Manusia kedua kaki (‫)مدخن او ضاحك‬ (‫)مفكر‬ (‫)حيوان‬ (‫)االنسان‬ (‫)يمشي علي رجلين‬ 7. APAKAH MUNGKIN SIFAT UMUM DARI SESUATU SATU DAPAT MENJADI KEKHUSUSAN BAGI SESUATU YANG LAIN? Ya, mungkin seperti berjalan khusus untuk hewan karenanya tidak mungkin sifat dari tumbuhan. Misal berjalan menjadi sifat umum (Aradh ‘Aam) bagi manusia karenanya meliputi manusia dan lainnya dari hewan-hewan yang kekal seperti singa, kuda dan lainnya. 8. KALIMAH ‫( الجنس السافل‬GENUS DASAR) TELAH DISEBUTKAN DALAM KITABKITAB MANTIQ. APA YANG DIMAKSUD ‫? الجنس السافل‬ ‫ اجلنس السافل‬adalah genus hewan, karena genus yang pertama dalam urutan dari jenis-jenis yang ada diatas. 9. KALIMAT JINS ‘ALIY (JENIS TERATAS) TELAH DISEBUTKAN DALAM KITABKITAB MANTIQ. APA YANG DIMAKSUD JINS ‘ALIY? Jins ‘Aliy atau jins akhir adalah inti (alam semesta), atau disebut juga wujud bukan ditetapkan. Jauhar (alam semesta) meliputi 5 bagian: 1. Ilustrasi, yaitu bentuk struktur yang terdiri diantaranya jism (tubuh), misal gambar tempat tidur. 2. Bahan, yaitu tempat untuk foto, misal kayu. 3. Gabungan dari ilustrasi dan bahan, yaitu jism (tubuh), misal tempat tidur kayu. 4. Inti murni dari bahan dalam zatnya bukan perbuatannya, yaitu jiwa (Nafs) maka sesungguhnya jauh dari bahan dalam substansinya akan tetapi jejaknya tidak tampak kecuali dengan bahan penengah, maka jiwa (nafs) adalah perencana dan penguasa atas jism (tubuh) maka jika tidak ada tidak akan merasakan dampat jiwa, seperti listrik yang jelas jejaknya atas kipas angin atau alat-alat yang jika tidak seperti itu akan berdampak. 5. Murni dari bahan dalam zatnya dan perbuatannya, yaitu akal (‘Aqli). 10. JINS-JINS TENGAH (AJNAS MUTAWASITH) TELAH DISEBUTKAN DALAM KITAB-KITAB MANTIQ. APA YANG DIMAKSUD JINS-JINS MUTAWASITH? Jins mutawasith adalah jins yang terletak antara jins saafil/‫( جنس السافل‬hewan) dan jins ‘Aliy/ ‫( جنس عالي‬jauhar/ alam semesta). Urutannya sebagai berikut: ‫جنس سافل‬ ‫جنس متوسط‬ ‫الحيوان‬ ‫الجسم النامي‬ ‫الجسم المطلق‬ )‫(يعني النامي وغير النامي‬ ‫جنس عالي‬ ‫الجوهر‬ 11. KALIMAT NAU’ PERTAMA ATAU NAU’ DASAR TELAH DISEBUTKAN DALAM KITAB-KITAB MANTIQ, APA YANG DIMAKSUD NAU’ ITU? Nau’ pertama adalah manusia/ ‫اإلنسان‬ 12. KALIMAT NAU’ TERAKHIR ATAU NAU’ TERTINGGI TELAH DISEBUTKAN DALAM KITAB-KITAB MANTIQ, APA YANG DIMAKSUD NAU’ ITU? Nau’ terakhir adalah (jism mutlaq) yakni benda hidup (‫ )النامي‬dan benda mati (‫)غير النامي‬ 13. MACAM-MACAM NAU’ MUTAWASITH TELAH DISEBUTKAN DALAM KITABKITAB MANTIQ, KEMUDIAN APAKAH MACAM-MACAM ITU ? Nau’ mutawasith yaitu nau’ yang terletak diantara nau’ awal, safil atau nau-nau yang lain, dan Nau’ aly atau nau’ akhir. Sebagai berikut : Insan = nau’ safil Hayawan = nau’ mutawasith Tubuh yang berkembang (‫ = )جسم النامي‬nau’ mutawasith Tubuh yang mutlaq(‫ = )جسم مطلق‬nau’ aly 14. APAKAH NAU’ HAQIQI ITU? Nau’ haqiqi yaitu lafadz nau’ yang tidak ada nau’ lagi dibawahnya. Contoh: manusia, kitamengatakan manusia sebagai nau’ karena manusia merupakan lafadz kulliy yang meliputi juziyyah atau afrad (individu-individu) yang hakikatnya sama. Contoh: Muhammad, Ali, Fatimah dll. Dan juga dikategorikan sebagai nau’ safil atau qorib sebab persamaannya karena tidak ditemukan nau’ lagi dibawahnya yang lebih khusus dan jg bisa dikategorikan sebagai macam-macam nau’ 15. APAKAH NAU’ IDHOFI ITU? Nau’ idhofi yaitu lafadz kully yang diatasnya jenis/ genus, contoh : manusia menjadi nau’ nya hewan dan hewan termasuk nau’ li jismi al-nami (‫ )جسم النامي‬karena jism al-nami meliputi hewan, yakni -manusia, beberapa hewan,- dan selain hewan contoh : tumbuhan. Dan Jism al-nami nau’nya li jism mutlaq (‫ )جسم املطلق‬karena jism mutlaq meliputi jism an-nami contoh : hewan, tumbuhan, dan yang tidak tumbuh (batu). Dan jism mutlaq nau’ nya li jauhar (‫ )جوهر‬karena jauhar meliputi jism mutlaq, -tersusun dari jism al-nami dan ghoiru al-nami,- dan ghoiru jism mutlaq. 16. APAKAH DZATI DAN ARADHI ITU ? Dzatiy dan aradhi menurut banyak istilah dalam mantiq berbeda maknanya dan mengambil makna kedua istilah maka masuk dalam kulliyah khomsah (Isakhuji). Dzatiy yaitu mahmul yang tidak keluar dari mahiyah (hakikat sesuatu) karena merupakan bagian dari padanya atau sesuai dengannya. Contoh : Zaid manusia, maka manusia merupakan bagian dari zaid maka makna hakikat dari individu-individu tersebut adalah manusia berfikir. Maka lafadz ‫( ناطق‬berfikir) merupakan bagian dari manusia akan tetapi bagian dari hakikat manusia atau kesempurnaan hakikat pada manusia adalah ‫( احليوانية‬hewan) dan ‫ ( النطقية‬berfikir) dan kejadian hakikat individu-individu tersebut atau hakikat dari bagian tersebut dinamakan dzatiyah. Dzatiyah terbagi menjadi tiga : nau’ , jins/genus, fashl. Nau’ = manusia Jins = hewan Fashl = berfikir Adapun aradhi secara khusus contohnya manusia tertawa, ardhi secara umum contohnya manusia berjalan 17. APA ITU FASHL QORIB? Kita telah mengatakan fashl adalah hakikat yang dibedakan tentang kekekalan golongan jins (genus) contoh berfikir itu dinisbatkan kepada manusia dan ini disebut sebagai fashl qarib, contoh indera yang merupakan fashl qarib untuk hewan, dan benda hidup fashl qarib untuk tubuh/ badan/ ‫جسم‬. 18. APA ITU FASHL BA’ID? Contoh indera yang merupakan fashl qarib untuk hewan kami berfikir bahwa hewan memiliki indera dan merupakan fashl ba’id untuk manusia. sebab bahwa fashl disini merupakan bagian qiyas dari nau’/spesies yang dibawah spesies lainnya karena manusia merupakan nau’/ spesies dari hewan dan kita telah memenuhi bahwa fashl yang dimiliki hewan adalah indera dari bagian nau’nya dan manusia ini terhubung secara sempurna dalam satu urutan yang disebut fashl ba’id dan benda hidup termasuk fashl qarib untuk tubuh/badan fashl ba’id dari manusia dengan dua posisi karena kaidah mengatakan (sesuatu itu dapat digunakan secara a’liy/teratas maupun berlaku secara safil’/ dasar dan tidak membalikkan atau tidak berlaku secara safil’ maupun tidak berlaku secara a’liy). Maka fashl yang berlaku untuk hewan tingkatannya lebih tinggi daripada manusia yang memiliki akal akan tetapi dengan melewati satu tingkatan dan tubuh/ badan yang berkembang/ ‫جسم‬ ‫ النامي‬termasuk fashl yang berlaku juga kepada manusia akan tetapi dengan melewati dua tingkatan karena tubuh/ badan yang berkembang/ ‫ جسم النامي‬lebih tinggi tingkatannya dari pada hewan/ ‫احليوان‬ dan hewan lebih tinggi tingkatannya daripada manusia/‫ اإلنسان‬. Dan oleh karena itu, dibuktikan dengan mengatakan bahwa (ba’id banyak tingkatan – yaitu fashl qarib yaitu tubuh/jism mutlak – fashl ba’id untuk manusia dengan melewati tiga tingkatan yaitu, ‫ و جسم مطلق‬,‫ احليوان‬,‫ النامي‬karena tubuh mutlak/ ‫ جسم مطلق‬tingkatannya diatas tubuh yang berkembang/‫ جسم النامي‬dan tumbuh yang berkembang/ ‫ جسم النامي‬tingkatannya diatas hewan/‫ احليوان‬dan hewan/ ‫ احليوان‬tingkatannya diatas manusia/ ‫ )اإلنسان‬dan oleh karena itu kita telah berfikir bahwasannya (ba’id itu banyak tingkatan /melewati 3 ba’id) termasuk fashl ba’id dari manusia dengan tiga tingkatan.

Judul: Lima Klasifikasi Lafadz Kulliy (ilmu Mantiq)

Oleh: Helga Regita


Ikuti kami