Harry Reynaldi F1c017071 Jurusan Ilmu Komunikasi

Oleh Hari Ri

76,5 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Harry Reynaldi F1c017071 Jurusan Ilmu Komunikasi

HARRY REYNALDI F1C017071 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI  COKROWINOTO PRILAKU YAG HARUS DI PAHAMI DI DALAM FILM COKROWINOTO Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah salah satu pahlawan nasional yang juga dijuluki sebagai De Ongekroonde van Java atau Raja Jawa tanpa Mahkota oleh pemerintah kolonial Belanda. Beliau lahir di Madiun, Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus 1882. Ia merupakan keturunan dari Raden Mas Tjokroamisena, beliau anak ke-2 dari 12 orang bersaudara. Cokroaminoto mempunyai seorang istri bernama Suharsikin dan mempunyai 5 orang anak. Suaranya mengguntur jika dia berbicara di depan massa pendengar dan penyokongnya. Ia akan muncul sebagai salah seorang yang membawa ide-ide untuk pembebasab bangsanya dari kungkungan penjajahan bangsa lainnya dari Belanda. Ide-idenya itu pun merambat keseantera kepulauan yang didiami oleh bangsanya, dari Sabang sampai Merauke. Ia disanjung oleh para pengikutnya sebagai seorang pembela mereka, tetapi juga akan dicaci oleh lawan-lawan nya dengan kata-kata pedas yang dapat memerahkan kuping. Namun, baik mereka yang menyangjung maupun mereka yang mencaci, tetapi mengakui dia sebagai salah seorang pemimpin yang memiliki keberanian yang pantas untuk dihormati. Para penulis sejarah bangsa mencatat namanya dengan tinta emas, karena itu namanya tidak akan pernah hilang untuk dikenang, bahkan untuk menghormati jasa-jasanya ia telah mendapat penghargaan sebagai salah seorang pahlawan Nasional. Penghargaan itu sangat besar bagi proses sejarah bangsanya. Sebagian besar dari usianya telah digunakan untuk memperjuangkan kebebasan bangsanya dari penjajahan bangsa lain yang telah berlangsung ratusan tahun. TELADA YG HARUS DI AMBIL DARI SEJARAH COKROWINOTO Raden Mas Cokroaminoto memulai jenjang pendidikannya di OSVIA ( Opleiding School Voor Inlandsche Amblenaren ) Magelang. Cokroaminoto terkenal karena kebandelannya. Watak kepemimpinan beliau telah nampak ketika itu, dia disegani oleh rekannya karena dia adalah anak dari seorang wedana. Orang yang menduduki jabatan yang cukup tinggi dan terpandang tentulah disegani, tetapi Cokroaminoto tidak menghendaki pandangan yang demikian, karena sejak kecil ia telah memiliki kepercayaan diri dan tidak senang bersandar kepada wibawa orang lain, sekalipun itu ayahnya. Karena kecerdasaan otaknya, pada usia 20 tahun ia berhasil menyelesaikan pelajarannya pada sekolah OSVIA di Magelang. Sekolah ini adalah tempat anak-anak bumi putra di didik untuk menjadi pegawai pamongpraja. Tampaknya beliau bisa memenuhi harapan orang tuannya untuk menduduki jabatan-jabatan tinggi dibidang pemerintahan, sebagai pamongpraja. Setamat dari OSVIA dia diangkat sebagai juru tulis patih Ngawi, namun ia hanya bekerja disana selama kurang lebih 3 tahun. Pada tahun 1905, ia pindah ke Surabaya dan bekerja pada sebuah perusahaan Belanda yang bernama Firma Cooy dan Co, karena ketertarikannya pada dunia jurnalistik, pada tahun 1907-1910 ia aktif sebagai wartawan, ia mendirikan surat kabar utusan Hindia, Fajar Asia, dan majalah Al Jihad. Awal bulan Mei 1912, Cokroaminoto dikunjungi oleh anggota Sarekat Dagang Islam, dan melakukan beberapa perbincangan. Diantara perbincangan mereka berhasil “menggugah” Cokroaminoto untuk menerjunkan diri kedalam sarekat yang sedang mereka bina itu. Kepercayaan penuh pun diperoleh oleh Cokroaminoto, pada tanggal 10 September 1912, Serikat Dagang Islam ( SDI ) merubah menjadi partai politik Serikat Islam ( SI ). Cokroaminoto pun diangkat menjadi ketua partai politik baru tersebut. Kongres yang pertama diadakan pada tanggal 26 Januari 1913 di Surabaya, kongres kedua diadakan pada bulan Maret 1913, dan kongres ketiga berlangsung pada 17-24 Juni 1916 di Bandung. Pada 1915, Cokroaminoto menjadi ketua Central SI di daerah-daerah. Sejak saat itu, ia terus berjuang mengukuhkan eksistensi SI. Beliau tampaknya bercita-cita agar bangsa Indonesia kelak memiliki pemerintahan sendiri dan terbebas dari belenggu kolonialisme penjajah. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, ia mengharapkan bisa melahirkan perundang-undangan, gagasannya itu dilontarkan ditengah-tengah kongres Nasional. Dan Cokroaminoto juga menjadi anggota Volksraad mewakili Partai Serikat Islam pada tahun 1918. Cokroaminoto dipercaya untuk memangku jabatan ketua setelah sebelumnya menjabat sebagai komisaris SI. Di bawah kepemimpinannya, SI mengalami kemajuan pesat dan berkembang menjadi partai massa sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda. Namun sebelum menyaksikan bangsanya memproklamirkan kemerdekaannya, Cokroaminoto menutup usianya diumur 52 tahun pada tanggal 16 Desember 1934 di Surabaya dan ia berhasil mewariskan gagasan-gagasan besarnya kepada generasi muda setelahnya seperti Soekarno, Semaun, Musso, Alimin, Darsono, dan S.M. Kartosuwiryo. HIKMAH YANG HARUS DI AMBIL DALAM FILM COKROWINOTO Salah satu trilogi darinya yang termasyhur adalah Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Ini menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan. Untuk menghargai jasa-jasa beliau sebagai guru bangsa dan pahlawan, namanya diabadikan pada salah satu nama jalan di Makassar.  K.H AHMAD DAHLAN PERILAKU YANG HARUS DI PAHAMI DALAM FILM K.H AHMAD DAHLAN Muhammad Dahlan dididik dalam lingkungan pesantren sejak kecil yang mengajarinya pengetahuan agama dan bahasa Arab. Ia menunaikan ibadah haji ketika berusia 15 tahun (1883), lalu dilanjutkan dengan menuntut ilmu agama dan bahasa arab di Makkah selama lima tahun. Di sinilah ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam dunia Islam, seperti Muhammad Abduh, al-Afghani, Rasyid Ridha, dan ibn Taimiyah. Buah pemikiran tokoh-tokoh Islam ini mempunyai pengaruh yang besar pada Darwisy. Jiwa dan pemikirannya penuh disemangati oleh aliran pembaharuan ini yang kelak kemudian hari menampilkan corak keagamaan yang sama, yaitu melalui Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memperbaharui pemahaman keagamaan (ke-Islaman) di sebagian besar dunia Islam saat itu yang masih bersifat ortodoks (kolot). Ortodoksi ini dipandang menimbulkan kebekuan ajaran Islam, serta stagnasi dan dekadensi (keterbelakangan) ummat Islam. Oleh karena itu, pemahaman keagamaan yang statis ini harus dirubah dan diperbaharui, dengan gerakan purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada al-Qur’an dan al-Hadits. TELADA YANG HARUS KITA TAHU DALAM FILM K.H AHMAD DAHLAN Pada usia 20 tahun (1888), ia kembali ke kampungnya, dan berganti nama Ahmad Dahlan. Sepulangnya dari Makkah ini, iapun diangkat menjadi khatib amin di lingkungan Kesultanan Yogyakarta. Pada tahun 1902-1904, ia menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya yang dilanjutkan dengan memperdalam ilmu agama kepada beberapa guru di Makkah. mempunyai putera dari perkawinannya dengan Ibu Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Beliau pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta (Yunus Salam, 1968: 9). Sebagai seorang yang sangat hati-hati dalam kehidupan sehari-harinya, ada sebuah nasehat yang ditulisnya dalam bahasa Arab untuk dirinya sendiri, yaitu : “Wahai Dahlan, sungguh di depanmu ada bahaya besar dan peristiwa-peristiwa yang akan mengejutkan engkau, yang pasti harus engkau lewati. Mungkin engkau mampu melewatinya dengan selamat, tetapi mungkin juga engkau akan binasa karenanya. Wahai Dahlan, coba engkau bayangkan seolah-olah engkau berada seorang diri bersama Allah, sedangkan engkau menghadapi kematian, pengadilan, hisab, surga, dan neraka. Dan dari sekalian yang engkau hadapi itu, renungkanlah yang terdekat kepadamu, dan tinggalkanlah lainnya (diterjemahkan oleh Djarnawi Hadikusumo). Dari pesan itu tersirat sebuah semangat yang besar tentang kehidupan akhirat. Dan untuk mencapai kehidupan akhirat yang baik, maka Dahlan berpikir bahwa setiap orang harus mencari bekal untuk kehidupan akhirat itu dengan memperbanyak ibadah, amal saleh, menyiarkan dan membela agama Allah, serta memimpin ummat ke jalan yang benar dan membimbing mereka pada amal dan perjuangan menegakkan kalimah Allah. Dengan demikian, untuk mencari bekal mencapai kehidupan akhirat yang baik harus mempunyai kesadaran kolektif, artinya bahwa upaya-upaya tersebut harus diserukan (dakwah) kepada seluruh ummat manusia melalui upayaupaya yang sistematis dan kolektif. HIKMAH YG DI AMBIL DALAM FILM K.H AHMAD DAHLAN KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan ummat, dengan dasar iman dan Islam. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan.

Judul: Harry Reynaldi F1c017071 Jurusan Ilmu Komunikasi

Oleh: Hari Ri


Ikuti kami