Ekuilibrium : Jurnal Bidang Ilmu Ekonomi Vol. Xx No X (201x): Hal. X-x Ekuilibrium Jurnal Bidang Ilm...

Oleh Felmi D. Lantowa

374,7 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ekuilibrium : Jurnal Bidang Ilmu Ekonomi Vol. Xx No X (201x): Hal. X-x Ekuilibrium Jurnal Bidang Ilmu Ekonomi

EKUILIBRIUM : JURNAL BIDANG ILMU EKONOMI VOL. XX NO X (201X): HAL. X-X EKUILIBRIUM JURNAL BIDANG ILMU EKONOMI HTTP://JOURNAL.UMPO.AC.ID/INDEX.PHP/EKUILIBRIUM Optimalisasi Sumber Dana Pada Amal Usaha Muhammadiyah Wilayah Gorontalo Lukfiah I. Radjak*, Felmi D. Lantowa Universitas Muhammadiyah Gorontalo Abstract This study aims to determine and analyze the optimization of funding sources at a business charity Muhammadiyah (AUM) Gorontalo region with a long-term goal is the accountable financial management in AUM. This research was conducted on AUM in Gorontalo Region using descriptive qualitative approach. Data collection is done through observation, interview and documentation. Based on the results of the study can be seen in the financial management AUM financial management has been based on ART Muhammadiyah in accordance with Article 7 paragraph 2 AD Muhammadiyah and for the system of recording each AUM different this is seen in terms of recording financial statements of the overall business charity that became the sample research, the only one implementing the system of recording based on PSAK No. 45 namely Muhammadiyah University of Gorontalo and if in review in terms of optimization of fund sources from the business charity that the research sample has not been optimal in the source of funds because it still rely solely from government and college grants for college level and not optimal in developing a business unit which will increase the source of business charity funds. . Keywords: Optimization of Fund Resources, Business Charity of Muhammadiyah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis optimalisasi sumber dana pada amal usaha Muhammadiyah (AUM) wilayah Gorontalo dengan tujuan jangka panjang adalah pengelolaan keuangan yang akuntabel pada AUM. Penelitian ini dilakukan pada AUM di Wilayah Gorontalo yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat pengelolaan keuangan di AUM pengelolaan keuangannya sudah berpedoman pada ART Muhammadiyah sesuai dengan pasal 7 ayat 2 AD Muhammadiyah dan untuk sistem pencatatan masing-masing AUM berbeda hal ini dilihat dari segi pencatatan laporan keuangan dari keseluruhan amal usaha yang menjadi sampel penelitian, satusatunya yang menerapkan sistem pencatatan berdasarkan PSAK Nomor 45 yakni Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan jika di tinjau dari segi optimalisasi sumber dana dari amal usaha yang menjadi sampel penelitian belum optimal dalam sumber dana karena masih mengandalkan sepenuhnya dari bantuan pemerintah dan mahasiswa untuk tingkat perguruan tinggi dan belum optimal dalam mengembangkan unit usaha yang nantinya akan menambah sumber dana amal usaha. Kata kunci : Optimalisasi Sumber Dana, Amal Usaha Muhammadiyah Organisasi PENDAHULUAN Perkembangan organisasi Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang sejak dari negeri ini belum mencapai kemerdekaan secara fisik sampai pada masa reformasi sekarang ini. Organisasi itu sendiri merupakan suatu wadah penyaluran aktifitas dan aspirasi bagi anggota sehingga dapat mengimplementasikan ide-ide yang miliki di dalam organisasi tersebut. Salah satu organisasi Islam yang ada di Indonesia adalah Organisasi Islam Muhammadiyah. Pembentukan cabang Muhammadiyah Muhammadiyah berdiri pada tanggal 18 November 1912 Masehi atau 8 Zulhijah lebih tepatnya di Kauman Yogyakarta, pendiri organisasi ini adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan. Sejak berdirinya organisasi ini telah banyak memberikan sumbangsi yang begitu besar kepada masyarakat, bangsa dan negara, sebagaimana cita-cita ideal Muhammadiyah yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan dalam bidang dakwah terdapat tempat termasuk Muhammadiyah wilayah Sejak kehadiran organisasi Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat Gorontalo banyak melakukan perubahan, misalnya ibadah dan tempat pengajian. Gorontalo juga memiliki tanah wakaf. Amal usaha yang ada di Gorontalo bidang dalam membiayai kegiatan operasionalnya pendidikan dan kesehatan maupun dalam masih mengandalkan dana hasil dari Amal segi cabang usaha itu sendiri. Dalam bidang pendidikan Gorontalo mendirikan sekolah-sekolah, balai khususnya perguruan tinggi dalam hal ini kesehatan dan dakwah-dakwah sosial di Universitas lingkungan masyarakat Gorontalo. Melihat dalam perkembangan Muhammadiyah begitu pesat masih mengandalkan di Gorontalo maka dibentuk cabang-cabang Pembinaan kepemimpinan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa sosial. dalam Hijriah. Muhammadiyah didirikan di kota Yogyakarta tersebut juga sampai di wilayah Sulawesi Gorontalo. 1330 Muhammadiyah Muhammadiyah diseluruh pelosok Provinsi Gorontalo. untuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Muhammadiyah membiayai kegiatan operasional SPP (Sumbangan Pendidikan) membantu Gorontalo yaitu lembaga sejumlah pendidikan memperlancar proses belajar mengajar. yang ada di wilayah Gorontalo diantaranya Umumya adalah dalam bidang kesehatan ada Rumah menempuh pendidikan di Universitas wajib Sakit membayar Ibu dan Anak Siti Khadijah, bidang setiap SPP mahasiswa namun di yang Universitas pendidikan adaya TK, SD Muhammadiyah, Muhammadiyah Gorontalo ada sebagian Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah mahasiswa tidak diwajibkan membayar SPP Muhammadiyah, Perguruan khususnya mahasiswa kurang mampu yang Ibtidaiyah Tinggi serta perintisan pondok pesantren. mempunyai prestasi akademik dan mahasiswa tersebut mendapat rekomendasi dari dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah hal bidang sosial AUM mempunyai 2 panti ini merupakan perwujudan dari perhatian asuhan dalam membiayai kebutuhannya AUM Universitas mengharapkan sepenuhnya bantuan dari dalam uluran tangan masyarakat yang mempunyai dalam hal Muhammadiyah ini Gorotalo mencerdaskan generasi bangsa dan Selain SPP, memutus tali kemiskinan. sumber dana lain yaitu hibah dari setiap jamaah. Sedangkan dalam kelebihan dan bantuan dari pemerintah. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik melakukan penelitian pemerintah dan hibah dari perorangan dengan judul “Optimalisasi Sumber Dana Anggota pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Muhammadiyah. Dari kedua sumber utama tersebut penggunaan SPP dialokasikan untuk biaya Wilayah Gorontalo ”. operasional Universitas sedangkan hibah dialokasikan KAJIAN LITERATUR untuk pembangunan gedung. Mengingat Penelitian ini menggunakan sumber dana dari SPP terbatas yang sesuai pendekatan dengan jumlah mahasiswa yang diwajibkan pendekatan deskriptif merupakan metode membayar SPP maka dalam pemenuhan penelitian pengembangan dan pelaksanaan kegiatan menggambarkan universitas didasarkan pada tingkat prioritas nampak maupun ungensinya terhadap lembaga. yang telah dianalisa. Dengan jenis penelitian Sehingga dan studi kasus yang menggambarkan keadaan pengembangan dapat diterlaksana karena sebenarnya dari obyek penelitian. Studi ini keterbatasan dana. bertujuan tidak Bidang semua kesehatan kegiatan amal usaha deskriptif. dengan dari Penelitian mendeskripsikan suatu fenomena data-data untuk dengan atau yang bersifat kualitatif memperoleh data-data khususnya hal-hal yang berkaitan dengan muhammadiyah di Gorontalo mempunyai optimalisasi sumber Rumah Sakit Ibu dan Anak” Siti Khadijah” Wilayah Gorontalo. dana pada AUM masih Sumber data yang digunakan yaitu mengandalkan pemasukkan dari Rumah data sekunder dan data primer yaitu berupa Sakit itu sendiri. Alat kesehatan dan sarana- Laporan penghimpunan dana yang dilakukan prasarananya dikembangkan oleh karena mengingat ketersediaan dana yang dan terbatas. diperoleh dari perpustakaan. Dalam penelitian yang sumber dananya bertahap Muhammadiyah sumber Wilayah kepustakaan lainnya ini biaya pengumpulan data sebagai berikut yaitu: 1). operasional mengandalkan dana kotak amal Observasi, yakni mengamati dan meneliti mempunyai bidang 133 keagamaan masjid dimana menggunakan yang AUM Dalam penulisan Gorontalo teknik 3 secara langsung terhadap variable yang sepanjang proses penelitian dilakukan. menjadi sasaran penelitian. 2). Wawancara, yakni memberikan responden yang Dokumentasi, pertanyaan telah yaitu terhadap ditentukan. mengumpulkan 3). data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian dengan cara mencatat dokumen data dan Gambaran informasi pada amal usaha Muhammadiyah Muhammadiyah Gorontalo wilayah Gorontalo. Data Amal Usaha Masuknya organisasi Muhammadiyah yang observasi, Umum dikumpulkan kuesioner dan melalui dokumentasi ke daerah Gorontalo pertama kali masuk pada tahun 1929 dan mula-mula dalam penelitian ini data Kualitatif data yang diperkenalkan oleh Jusuf Otoluwa salah satu bersifat deskriptif yang diharapkan putra daerah Gorontalo, dapat mengikuti Teknik analisis data ini menggunakan model Gunung Sari di Yogyakarta. (Arsip PDM Kota interaktif Gorontalo, dalam Ibrahim Polontalo, 1989;5). (1992) Miles mengungkapkan dan Huberman Kweekshool analisis Maka pertengahan tahun 1929 dibentuknya terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi komite pendiri Muhammadiyah di Gorontalo secara yang terdiri bersamaan penyajian data "bahwa guru selesai menjelaskan masalah yang akan diteliti. menurut pendidikan setelah yaitu: reduksi dan data, penarikan dari sebelas orang; Jusuf Otoluwa, Ahmad Buji, Husasi Akase, Umar kesimpulan/varifikasi". Dalam penelitian ini Basalama, tiga alur kegiatan tersebut dapat dapat Mohammad, Haji Muhammad Sasid. Tom digambarkan sebagai berikut: 1). Reduksi Olil, Utina H. Buluati, Abdulah Van Grey, data, data yang didapat dari lokasi penelitian Baowe Nasru (Arsi PDM Kota Gorontalo, yang terdiri dari rincian data yang lengkap di dalam Ibrahim Polontalo, 1989:5-6} rangkum dan kemudian dipilah. Data yang dipilih adalah data yang berhubungan Muhammad Dengan Dunggio, dibentuknya Muhammadiyah maka Muhsin komite pada pendiri tanggal 8 dengan fokus penelitian. Dalam penelitian ini September 1929 atau tanggal 6 Rabiul Awal dibatasi dengan kurun waktu 3 (tiga) tahun 1348 terakhir. 2). Penyajian data, data yang telah selaku dipilih untuk Abudi Ilahude selaku wakil pemerintah sipil dikelompokkan sesuai dengan kategori yang Gorontalo, dan Hoofdbestuur Muhammadiyah sejenis untuk memudahkan peneliti dalam dari Yogyakarta yaitu Mohammad Yunus mengunakan selaku kemudian Penarikan data dipilah-pilah yang diperlukan. kesimpulan/verifikasi, 3). Hijriah di kepala Sekertaris hadiri oleh polisi Van Dam Gorontalo, Muhammadiyah dari Verifikasi Yogyakarta meresmikan dan melantik dari data dilakukan secara terus menerus kedudukan Muhammadiyah di Gorontalo 4 dengan susunan sebagai berikut: paling besar. Komposisi Muhammadiyah Sekretaris: Muhammad Dunggio, Bendahara: Gorontalo dapat dilihat pada tabel berikut: Mohamad, Comisaris: ada usaha Ketua: Tom Olil, Wakil ketua: Jusuf Otoluwa, Muhsin yang amal di Provinsi Tabel 1. Daftar Amal Usaha Muhammadiyah Haji Yusuf Abas, Umar Basalama, Husain (AUM) Wilayah Gorontalo Akase, Musrsid Mohi, Y. Kamaru, Mari Baladrab (Arsip PDM Kota Gorontalo, dalam Ibrahim Polontalo, 1989:6) Dengan berdirinya Muhammadiyah telah membuat sebuah perubahan yang terjadi di masyarakat Gorontalo. Hal ini disebabkan karena memang arah gerak Muhammadiyah adalah perubahan Islam modern, sehingga perubahan dalam tatanam Islam di Gorontalo menjadi lebih bersih dari unsur-usur bid’ah. Oleh karena itu, salah satu tujuan Muhammadiyah adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan jenis pendidikan yang diterapkan disesuaikan dengan kondisi masyarakat. usaha dilakukan menyentuh masyarakat Gorontalo. Setelah terbentuk, berbagai aktivitas mulai dilakukan dan salah satunya adalah amal usaha Muhammadiyah. Secara garis besar amal Muhammadiyah bisa dibedakan menjadi: a. Amal usaha dibidang pendidikan, b. Amal Usaha dibidang Kesehatan, c. Amal Usaha dibidang sosial, d. Amal usaha dibidang ekonomi. Dari keempat amal usaha tersebut, amal usaha dibidang pendidikan dan amal usaha Wilayah Gorontalo, 2016 Tindak lanjut tujuanya ini adalah macam jenis dari berdirinya pendidikian pendidikan salah yang formal, satu berbagai meliputi non- muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang Muhammadiyah begitu nyata dan sehingga usaha Muhammadiyah formal dan informal. Salah satu amal usaha Amal Usaha Muhammadiyah Amal Sumber: dibidang kesehatan merupakan amal usaha Muhammadiyah yang adalah Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang merupakan perguruan tinggi swasta di Gorontalo. selain itu juga diadakan pembangunan mesjid, rumah sakit, tamantaman, pengajian dan sebagainya. Maka untuk memperluas perkembanganya itu juga, Muhammadiyah konperensi, mengadakan hal ini dilakukan oleh warga Muhammadiyah merupakan jantung pengembangan organisasi Muhammadiyah cabang Gorontalo sendiri. Pembahasan Pengelolaan Keuangan di Muhammadiyah 5 Kegiatan pengelolaan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan cabang dan menyisihkan pimpinan sebagian ranting dapat dananya untuk meliputi kegiatan pencarian, pengelolaan dan membayar penyimpanan dana. operasionalnya seperti operasional kantor, pengelolaan keuangan Tujuan terdapatnya adalah untuk memaksimalkan nilai dari organisasi maupun perusahaan. keperluan kebutuhan rapat, tagihan listrik dan telepon dan sebagainya. manajer keuangan Berdasarkan wawancara yang telah bagaimana mengelola dilakukan oleh peneliti tentang pengelolaan segala unsur dan segi keuangan, karena itu pendanaan untuk menjalankan program dan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan mencapai tujuan organisasi. sesuai dengan ketentuan dan aturan yang harus Seorang berbagai mengetahui Muhammadiyah yang tidak sebagai berorientasi organisasi ada dipersyarikatan “Pengelolaan Keuangan AUM berpedoman pada ART (Anggaran Rumah Tangga) Muhammadiyah oleh karena AUM adalah milik dari persyarikatan, sehingga persyarikatan bertindak sebagai badan hukum. Seluruh bentuk kepemilikan diinventarisasi termasuk tata kelola keuangaan AUM senantiasa berpedoman pada persyarikatan” (Syamsir dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo). mendapatkan keuntungan atau sering disebut sebagai organisasi non profit menjadikan pengelolaan dana yang dipercayakan masyarakat atau umat sebagai sesuatu yang sangat penting. Tidak sedikit organisasi yang kurang andal dalam mengelola sehingga kegiatan dana yang yang didapat direncanakan menjadi berhenti atau bahkan tidak jalan Sejalan sama sekali Karena sifat sumber pendanaan yang kreatif maka setiap anggota persyarikatan “Pengelolaan keuangan yang ada di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah berpedoman pada ART Muhammadiyah dan sistem pencatatan yang digunakan yaitu sistem pencatatan akuntansi pada umumnya”. beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pimpinan cabang dan pimpinan ranting dalam pengelolaan keuangan menurut Lembaga untuk menjalankan program dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada dipersyarikatan. 2) Bagaimana pimpinan tersebut merupakan bendahara RSIA Sitti Khadijah dana yang ada digunakan secara efektif. Ada yakni: 1) Bagaimana pengelolaan pendanaan hal berdasarkan wawancara dengan Titin yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Pengembangan Cabang dan Ranting (2014) dengan Hampir sama dengan wawancara yang dilakukan di RSIA, wawancara dengan Asna yang merupakan Ketua Panti Asuhan Aisyiyah Limboto Putri menjelaskan bahwa “Panti Asuhan Aisyiyah Limboto mengelola keuangannya berpedoman 6 pada ADART Muhammadiyah, sedangkan sistem pencatatan yang digunakan belum menggunakan sistem pencatatan akuntansi pada umum, pencatatan yang kami lakukan adalah pencatatan sederhana berupa pencatatan masuk keluar dana”. harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan kebutuhan sesuai dengan Dari hasil wawancara dengan 3 AUM di usahanya, untuk memenuhi dengan sebaik-baiknya. Setiap amal usaha mempunyai bidang amal kebutuhan atas dapat disimpulkan bahwa AUM yang ada tersebut harus dihadapi dengan kesiapan di pengelolaan yang optimal. Salah satu unsur yang dimiliki keuangannya sudah berpedoman pada ART oleh amal usaha untuk memberikan hasil Muhammadiyah. Hal ini sesuai dengan Pasal yang optimal adalah dari segi keuangan. 7 ayat 2 AD Muhammadiyah yaitu usaha Pengelolaan keuangan merupakan salah satu muhammadiyah diwujudkan dalam bentuk bagian penting dari pengelolan amal usaha amal usaha, program dan muhammadiyah yang akan turut menentukan Gorontalo macam dan dalam kegiatan yang penyelenggaraannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Dan hal ini sesuai juga dengan buku Pengelolaan berjalannya kegiatan pengelolaan amal usaha. Pertanyaan dengan ranting Muhammadiyah yang di susun oleh Muhammadiyah lembaga pengembangan cabang dan ranting pelaksanaan pengelolaan amal usaha. pusat muhammadiyah bahwasannya pengelolaan pendanaan untuk menjalankan program dan mencapai tujuantujuan yang telah di tetapkan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang melaksanakan usahanya menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar. Pimpinan dan pengelola amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang dan tingkatan usaha berkewajiban dengan menjadikan pengelolaannya Universitas Gorontalo. tentang “Dalam mekanisme penyusunan APB kampus, sebagian besar bersumber dari income mahasiswa. Setiap tahun tergambar dalam kebijakan perencanaan dan penyelenggaraan kampus” Dari perjuangan dari ada dipersyarikatan Dalam Syamsir selanjutnya Administrasi dan keuangan di cabang dan pimpinan Bpk. wawancara amal secara keseluruhan sebagai amanat umat yang wawancara tersebut menggambarkan bahwa sumber pendapatan terbesar yaitu bersumber dari dana mahasiswa dan dana ini bisa dilihat dari perencanaan dan pelaksanaan. Sejalan dengan hal tersebut wawancara dilakukan masih dengan bendahara RSIA Sitti Khadijah “Dalam kaitannya dengan pengelolaan keuangan, sumber dana dari rumah sakit ini terdiri dari pembayaran dari pasien, donator, hibah serta bantuan dari pemerintah dan untuk pengunaan dana tersebut disesuaikan dengan RAPB yang disusun setiap tahunnya”7 Sedangkan wawancara dengan asna yang merupakan ketua panti asuhan menegaskan bahwa diperoleh dari Instansi Pemerintah, Sumbangan swasta yang tidak mengikat, Hibah perorangan yang tidak mengikat, “Sumber pendapatan dari panti asuhan adalah hasil sawah milik dari panti asuhan, usaha Foto Copy, bantuan dari donator dan untuk penggunaan dana sebagian besar berdasarkan situasional” Penjualan jasa yang menjadi kegiatan amal Dari ke 3 kutipan wawancara diatas untuk membiayai segala aktivitas program dapat dilihat bahwa Muhammdiyah Universitas Gorontalo mengalokasikan belanja kampus usaha, Iuran pengurus/anggota dan juga (arisan anggota serta simpan-pinjam, kalau ada), dan sebagainya, yang akan digunakan dan operasionalnya. dalam melatarbelakangi sudah tentang Hal adanya pelaporan inilah PSAK keuangan yang No. 45 organisasi tertuang pada perencanaan yang disusun nirlaba. Pelaporan keuangan yang diatur setiap tahunnya sama halnya dengan RSIA dalam PSAK No. 45 terdapat empat laporan pengalokasian pandapatan dan belanja telah keuangan yang harus disusun organisasi tertuang pada RAPB RSIA. nirlaba, yaitu Laporan Posisi Keuangan, Berbeda dengan panti asuhan yang tidak melakukan perencanaan dalam Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. pengalokasian dana dan belanja karena Sebagaimana yang ditetapkan dalam PSAK pemenuhan No. 45, yaitu: 1) laporan posisi keuangan kebutuhan panti asuhan berdasarkan situasional. Hal ini bertentangan yang dengan buku pengelolaan administrasi dan aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih. 2) keuangan Laporan tentang tingkat kesehatan menyediakan aktivitas informasi mengenai yang menyajikan keuangan yang baik di poin pengangaran pendapatan sebagai penambah aktiva bersih bahwasannya anggaran dibuat pada setiap tidak terikat, kecuali jika penggunaannya awal melakukan dibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan pembaharuan setiap bulan untuk memantau beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak seberapa besar budget yang telah terpakai terikat. 3) Laporan arus kas yang menyajikan untuk pengeluaran operasional. informasi Teori Akuntansi Kontemporer terkait pengeluaran kas dalam suatu periode. 4) efisiensi pengelolaan keuangan Catatan periode Perolehan kerja sumber dan daya organisasi mengenai atas memberikan laporan informasi nirlaba yang berbeda dengan organisasi laba, mengungkapkan merupakan ciri khusus yang menjadi karakter berhubungan organisasi nirlaba. Sumber daya tersebut lainnya. berdasarkan AD/ART Muhammadiyah penerimaan keuangan yang mengenai dengan dan yang jelas untuk hal-hal yang laporan keuangan 8 Dalam laporan keuangan yang disusun Muhammadiyah Limboto berasal dari dana BOS dan bantuan pemerintah baik pemerintah Daerah maupun Pusat untuk pengembangan fasilitas sekolah. oleh setiap Amal Usaha Muhammadiyah tidak semuwa amal usaha terdapat laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan sebagaimana yang ditentukan dalam PSAK No. 45. Untuk pendidikan amal seperti sanawiyah usaha ibtidaiyah, dan dibidang madrasah madrasah aliyah menggunakan PMK Nomor 187 Tahun 2016 tentang Menurut petunjuk teknis Mulyono (2010: (JUKNIS) 189), BOS. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah yang pada dasarnya untuk penyediaan pendanaaan biaya non operasional bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksanaa program wajib belajar. karena terkait dengan sumber dana yang berasal dari dana Pemerintah BOS dan Bantuan sehingganya untuk pertanggungjawaban menggunakan Juknis BOS. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan 2 wakil kepala sekolah SMP 1 Muhammadiyah Ibu Satriati Kuku, mengungkapkan: Sumber dana sekolah SMP 1 Muhammadiyah Kota diperoleh dari dana BOS dan dana bantuan pemerintah untuk pengembangan fasilitas sekolah sehingganya untuk pelaporan menggunakan JUKNIS untuk Dana BOS. Hal serupa juga diungkapkan oleh informan 3 Bendahara Ibu Drs. Hasna Mohammad, yang menyatakan: Sumber dana Sekolah Kejuruan SMK Akan tetapi untuk sekolah Ibtidaiyah pencatatannya Madrasah Muhammadiyah menggunakan dalam dua jenis laporan pencatatan, hal ini karena sumber dana untuk Ibtidaiyah selain berasal dari dana BOS juga berasal dari komite sekolah, sehingganya untuk laporan pertanggungjawaban menggunakan JUKNIS BOS dan pertanggungjawaban komite menggunakan pencatatan sederhana yang berisi masuk dan keluarnya dana komite sekolah. Hal ini sesuai hasil wawancara dengan informan 1 kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Ibu Yusnawaty Abdullah S,Pd yang menyatakan: untuk sumber dana sekolah berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Komite dan Koprasi sekolah dalam pelaksanaan aktivitas sekolah untuk pengembangan fasilitas sekolah sehingganya bentuk laporan sebagai bahan pertanggungjawaban berdasar pada JUKNIS BOS dan untuk laporan pertanggungjawaban dana komite digunakan pencatatan masuk dan penggunaan dana komite tersebut. Menurut (Dirjen Pendidikan Menengah tentang Petunjuk Teknis BOS SMA tahun 2014: 30). Pengelolaan program BOS SMA mengacu pada konsep Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) yang mengandung arti, yaitu: 1) Swakelola dan Partisipatif Pelaksanaan program dilakukan Menengah Teknologi secara swakelola (direncanakan, dikerjakan, 9 dan diawasi sendiri) dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk berpatisipasi secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan, dan perencanaan, pengawasan semata-mata hanya untuk membangun pendidikan yang lebih baik. Amal usaha Muhammadiyah lainnya program berupa Universitas, Panti Asuhan, Rumah sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2) Sakit karena sumber dananya berasal dari Transparan pemberian jasa, bantuan dan hibah maka Pengelolaan dana harus dilakukan secara terbuka agar warga sekolah pelaporannya dan masyarakat dapat memberikan saran, PSAK No. 45 Laporan keuangan yang kritik, serta melakukan pengawasan dan disusun pengedalian terhadap pelaksanaan program. berkembang hanya laporan data pemasukan 3) dan pengeluaran yang memberikan informasi Akuntabel Pengelolaan dipertanggungjawabkan, pedoman pelaksanaan disepakati. 4) perencaan, pengambilan dana sesuai harus dengan yang Demokratis seharusnya Amal mengenai Usaha keadaan menggunakan Muhammadiyah AUM pada periode sudah bersangkutan apakah mengalami surplus Penyusunan atau defisit. Laporan data pemasukan dan keputusan dan pengeluaran AUM disajikan pemecahan masalah ditempuh melalui jalan menjumlahkan musyawarah/mufakat memberikan diperoleh AUM dan kemudian dikurangkan kesempatan kepada setiap individu untuk dengan biaya-biaya atau pengeluaran yang mengajukan saran, kritik, atau pendapat. 5) dilakukan oleh pihak AUM. Jika dibandingkan Efektif dan Efisien Pemanfaatan dana harus dengan efektif dan efisien. Siswa yang dibebaskan ditentukan dalam PSAK No. dana/atau dibantu biaya sekolahnya harus laporan data pemasukan dan pengeluaran disepakati sesuai yang disajikan oleh pihak AUM belum dapat dengan kriteria yang ditetapkan. 6) Tertib memberikan informasi mengenai perubahan Administrasi aktiva bersih, hubungan antar transaksi dan penerima secara dan dana seksama dan Pelaporan aktivitas, yang sebagaimana 45, maka peristiwa lain yang mempengaruhi aktiva menyampaikan laporan hasil pelaksanaan bersih, dan bagaimana penggunaan sumber kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan daya dalam pelaksanaan berbagai program ketentuan yang dipersyaratkan. 7) Saling dan jasa. Informasi yang disajikan dalam Percaya Pemberian dana berlandaskan pada laporan data pemasukan dan pengeluaran rasa saling percaya (mutual trust) antara tersebut pemberian dan penerima dana. Oleh karena pemasukan dan pengeluaran Amal Usaha itu, Muhammadiyah yang kemudian diselisihkan bagi kita menyusun laporan pemasukan dan penting harus Sekolah semua dengan untuk menjaga hanya mencerminkan kepercayaan tersebut dengan memegang untuk amanah Perubahan aktiva bersih, pengelompokan dan komitmen yang ditunjukan menentukan surplus besarnya atau defisit. 10 program jasa utama dan Untuk rumah sakit sumber pendapatan berasal dari kegiatan jasa rumah sakit dan hibah atau bantuan dari pemerintah serta donatur. Pelaporan keuangan rumah sakit menggunakan sistem akuntansi berlaku umum. Rumah sakit pencatatannya sudah menggunakan siklus akuntansi. pendukung, pengelompokan beban menurut klasifikasi fungsional juga tidak jelas disajikan pada laporan data pemasukan dan pengeluaran Amal Usaha Muhammadiyah.Menurut PSAK No. 45, laporan aktivitas pada intinya adalah untuk menyajikan perubahan jumlah aktiva Sesuai dengan petunjuk pengelolaan bersih selama suatu periode. Dilihat dari administrasi dan keuangan di cabang dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ranting laporan menyatakan bahwa setiap periode pengurus keuangan Amal Usaha Muhammadiyah PSAK No. 45 tentang pelaporan organisasi akuntabel dan transparan dengan kriteria nirlaba terkecuali Universitas Muhammadiyah penilaian sebuah laporan akuntabel yakni: 1) Gorontalo yang dalam pencatatannya sudah Adanya laporan pertanggungjawaban (LPJ) sesuai PSAK No.45 (Lampiran 2). dari pengemban amanah mengenai segala informan 6 Kepala Bagian kegiatan laporan yang ranting macam membuat 7) Muhammadiyah berkembang belum sesuai Hal ini sesuai dengan hasil wawancara perlu (2014: dan yang pengelolaan Keuangan sumberdaya yang dipercayakan kepadanya. Universitas Muhammadiyah Gorontalo pak 2) Penyajian yang tepat waktu, biasanya Rizal Pakaya yang menyatakan: laporan kegiatan dan keuangan dilakukan Sumber dana yang didapat berasal dari spp, sumbangan dan donatur dari pemerintah maupun pihak lain. Dan untuk pelaporan kami menggunakan sistem akuntansi sesuai PSAK No. 45. setiap semester atau tahunan. 3) Adanya mekanisme 5 menyatakan: Direktur Rumah Sakit untuk memenuhi ketentuan organisasi yang ada. Hal ini sesuai dengan prisnsip PSAK No. 45 yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bertujuan untuk memudahkan pembuat dan pemakai laporan keuangan, serta memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan, diberlakukannya PSAK sehingganya No. 45 perlu sebagai standar yang digunakan untuk pengelolaan keuangan demi menaikan akreditasi setiap AUM Informan sebelumnya memastikan bahwa penyajian laporan telah Informan 4 Ketua Panti yang megungkapkan: Sumber dana panti berasal dari donatur, dinas sosial dan bantuan serta usaha dari panti itu sendiri. Untuk pelaporan panti masih mencatat seperti pada umunya, pemasukan dicatat oleh bendahara dan dikurang pengeluaran untuk semuwa aktivitas panti sehingga bisa diketahui saldo akhir panti. Dan untuk mengetahui jumlah harta atau aset panti maka dicatat dibuku catatan khusus untuk inventaris panti. audit yang ada, menjaga akuntabilitas keuangan dan guna mencapai visi dan misi 11 Muhammadiyah. Sesuai PSAK No.45 maka Amal Usaha Muhammadiyah harus memiliki memenuhi kebutuhan tersebut amal usaha empat laporan komprehensif, yaitu laporan membutuhkan posisi keuangan yang bertujuan menyediakan kebutuhannya. informasi mengenai asset, liabilitas, dan asset neto informasi untuk memenuhi Berdasarkan wawancara yang telah mengenai dilakukan dengan novita selaku bendahara di hubungan di antara unsur-unsur tersebut Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) pada waktu tertentu. Laporan aktivitas yang sehubungan dengan optimalisasi sumber bertujuan menyediakan informasi mengenai dana pengaruh serta dana transaksi dan peristiwa “Untuk keberlangsungan operasional sekolah, ada dua sumber dana yang menopang keberlangsungan sekolah yaitu dana dari Dana Operasional Sekolah dan dana komite sekolah. Kedua dana ini saling melengkapi karena apa bila hanya mengandalkan salah satu sumber dana tidak dapat memenuhi kebutuhan operasional sekolah, selain itu sekolah mempunyai koperasi tapi belum optimal” dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat asset neto. Laporan arus kas yang bertujuan menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran. Optimalisasi sumber dana Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Optimalisasi adalah berasal dari kata dasar optimal yang berarti terbaik, Sedangkan yang paling bendahara di Sekolah Menengah Kejuruan menjadikan pengoptimalan proses, paling cara, tinggi, perbuatan (SMK) dengan wawancara tertinggi, paling menguntungkan, menjadikan baik, dilakukan berdasarkan Teknologi selaku Muhammadiyah mengoptimalkan (menjadikan paling baik, menjelaskan paling tinggi, dan sebagainya) sehingga disekolah kami belum optimal karena untuk optimalisasi adalah suatu tindakan, proses, memenuhi atau metodologi untuk membuat sesuatu mengandalkan Dana Operasional Sekolah, (sebagai sehingga keputusan) sebuah desain, menjadi sistem, atau lebih/sepenuhnya merupakan penelitian tindakan ini atau untuk Sehubungan optimalisasi upaya biaya yang Rizal selaku sumber menjelaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah di wilayah Gorontalo. Perkembangnya berbanding lurus suatu dengan amal usaha meningkatnya kebutuhan dari amal usaha itu sendiri. Untuk operasional pemenuhan dengan Kepala Universitas dari yang ada masih kebutuhan wawancara tentang optimalisasi sumber dana dengan digunakan dalam rangka mengoptimalkan dana dana berdasarkan skala prioritas” sempurna, fungsional, atau lebih efektif. Pada “Sumber Hasna Bagian Muhammadiyah Keuangan Gorontalo “sebagian besar sumber dana berasal dari dana mahasiswa untuk tahun 2016 dana yang berasal dari mahasiswa sebesar 12 Milyar atau sebesar 69 % 12 dari tolal pendapatan, 19 % merupakan pendapatan lain-lain dan untuk 12 % adalah pendapatan non pokok” 4) Hasil lain-lain yakni: Kepanitian muktamar, musywil, musda, musycab dan sejenisnya Dari wawancara diatas dapat dilihat bahwa ketiga amal usaha tersebut sumber dananya belum optimal, pada sekolah MIM sumber dana yang ada belum optimal karena masih mengandalkan sekolah dalam dana operasional memenuhi kebutuhan operasional sekolah, sedang koperasi yang ada belum berjalan secara optimal dalam pengelolannya, sedangkan untuk SMK Teknologi, sumber dana utamanya yaitu Dana Operasional Sekolah saja dan untuk Universitas Muhammadiyah Gorontalo sumber dana terbesar berasal dari dana mahasisiwa sedangkan pendapatan lain yang termasuk di dalamnya pendapatan usaha lainnya hanya berkisar 19 %. Dalam pengelolaan surat pedoman muhammadiyah dalam panduan pengelolaan administrasi dan keuang di cabang dan ranting (2014) telah ditetapkan daftar pos Untuk sumber itu dalam dana pada mengoptimalkan Amal Usaha Muhammdiyah di Wilayah Gorontalo dapat dilakukan dengan upaya sebagai berikut: 1) Sosialisasi merupakan proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma-norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota kelompok masyarakat (David Gaslin). Sehubungan dengan penelitian ini dalam upaya mengoptimalkan sumber dana pada amal usaha muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo sebagai pimpinan wilayah perlu melakukan sosialisasi pada setiap amal usaha yang ada di wilayah keputusan keuangan dan Lain-lain yang halal. mata anggaran pendapatan sebagai berikut: 1) Penerimaan dari organisasi dan simpatisan terdiri dari: Uang pangkal dan iuran anggota, Iuran dari persyarikatan/ majelis/badan/lembaga/ortom, Iuaran dari amal usaha, SWO diterima, Zakat, Infaq, Shadaqah. 2) Penerimaan bantuan bersal dari: Pemerintah, Donatur dan Luar negeri. 3) Hasil amal usaha yang bersumber dari: Hasil sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, Hasil rumah sakit, poliklinik dan sejenisnya, Hasil toko buku, penerbitan, pecetakan dan sejenisnya, Hasil amal usaha. Gorontalo baik secara aktif maupun secara pasif. Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman tentang sumber dana lain yang bisa dikembangkan terlepas dari sumber dana pokok yang sudah ada, selain itu dengan sosialisasi dapat menstimulus ide-ide kreatif dari masingmasing amal usaha untuk mengembangkan unit usaha lain dan dengan sosialisasi tentang optimalisasi sumber dana, amal usaha mendapatkan gambaran bagaimana memenuhi kebutuhan amal usahanya tanpa bergantung sepenuhnya dari bantu pemerintah. 2) Meningkatkan kinerja dari amal usaha, Pendekatan perilaku dalam manajemen, kinerja adalah kuantitas atau 13 kualitas sesuatu yang dihasilkan atau jasa yang diberikan melakukan oleh pekerjaan. seseorang Pimpinan yang Wilayah KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang Muhammadiyah meningkatkan kinerja dari dilakukan tentang optimalisasi sumber dana amal usaha dengan memberikan pelatihan dapat dilihat dari pengelolaan keuangan di kepada yang amal usaha bahwa amal usaha yang menjadi berhubungan dengan optimalisasi sumber sampel dalam pengelolaan keuangannya dana serta menciptakan kesamaan visi dalam sudah meningkatkan amal usaha. Adapun kegiatan Muhammadiyah sesuai dengan pasal 7 ayat dilakukan 2 AD Muhammadiyah dan untuk sistem pegawai amal adalah Memberikan usaha sebagai pembekalan berikut: intrepreneursip berpedoman pencatatannya pada masing-masing ART berbeda untuk pegawai, Pelatihan bimbingan teknis dalam sistem pencatatan. Kemudian dilihat pengelolah administrasi dan keuangan AUM, dari segi pencatatan laporan keuangan dari Pelatihan optimalisasi sumber dana serta keseluruhan penggalian dimasing- sampel dan Pelatihan menerapkan sistem pencatatan berdasarkan Sistim Informasi PSAK masing potensi amal penggunakan yang usaha aplikasi ada amal usaha penelitian, Nomor 45 yang menjadi satu-satunya adalah yang Universitas Akuntansi (SIA). 3) Menyediakan sarana Muhammadiyah Gorontalo dan jika di tinjau dan prasarana, Amal Usaha menyediakan dari segi optimalisasi sumber dana dari amal sarana dan prasarana guna mengoptimalan usaha yang menjadi sampel belum optimal sumber dalam dana memperlancar hal ini bertujuan dana karena masih mengandalkan sepenuhnya dari bantuan dan yang mahasiswa untuk tingkat perguruan tinggi disediakan oleh amal usaha adalah sebagai dan belum optimal dalam mengembangkan berikut: Penyediaan komputer yang berbasis unit usaha yang nantinya akan menambah sistim sumber dana amal usaha. saran informasi dan amal sumber usaha. Adapun pengelolaan untuk prasarana akuntansi, Pengadaan jaringan internet dan kesiapan unit-unit yang Berdasarkan penelitian yang telah akan dikembangkan 4) Dukungan dari pihak dilakukan maka saran yang diajukan adalah pemerintah daerah. Upaya dukungan dari diharapkan amal usaha menyusun laporan pemerintah berhubungan dengan optimalisasi keuangan sesuai dengan PSAK Nomor 45 sumber dana adalah: Kemudahan dalam yang terdiri dari laporan posisi keuangan, pengurusan ijin usaha apa bila amal usaha laporan aktivitas, laporan arus kas dan melakukan pengembangan unit usaha dan catatan atas laporan keuangan. Hal ini Promosi kepada masyarakat luas tentang bertujuan agar penilaian kinerja amal usaha amal dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat usaha pemerintahannya. yang ada di daerah 14 membantu dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan sehingga dapat unit usaha mengoptimalkan baru sumber dana amal usaha. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami hanturkan kepada dalam pimpinan hal ini Muhammadiyah, pusat majelis yang Muhammadiyah dikti telah litbang PP Salemba Empat Jack, H. ( 2015). Optimalisasi anggaran pendapatan dan biaya Sekolah: Kajian di Sekolah Kota Banda Aceh, 9 : 83 - 93 Khasanah, U. (2010). Manajemen Zakat Modern Instrumen Pemberdaya Ekonomi Umat, Malang : UIN-MALIKI PERSS. memberikan bantuan pendanaan dalam penelitian ini serta pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penelitian baik dalam pemeberian data dan bantuan lainnya sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Arisyia, R. (2012). Aplikasi Kebijakan Muhammadiyah Dalam Penggunaan Layanan Perbankan Syariah,UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Darmanto, A. (2016). Optimalisasi Sumber Pendapatan Asli Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Kutai Timur. 4 : 15-25 Krismintarini, T (2009). Manajemen Keuangan Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Kota Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2015) Muktamar Muhammadiyah Ke 47, Makassar Mursyidi, ( 2003). Akuntansi Zakat Kontemporer, Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Nazir, M. (2003). Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2010). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Suara Muhammadiyah Hafiduddin, D. ( 2014), Zakat dalam Perekonomian Modern, Jakarta : Gema Insani Press. Supena, I & Darmuin. (2010). Manajemen Handari, S. (2011). Evaluasi Implementasi dan Penguatan Nilai-Nilai Dasar Perserikatan Muhammadiyah Pada Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Jurnal Maksimum 1 (2) : 97-108 Viktoria, T. (2014). Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Pendidikan Di SMK Muhammadiyah Prambanan, Universitas Negeri Yogyakarta Zakat, Semarang : Walisongo Perss Hamdi, Muhammad at all. (2014). Pengelolaan Administrasi dan Keuangan di Cabang dan Ranting Muhammadiyah,Yogyakarta: LPCR PP Muhammadiyah Ikatan Akuntan Indonesia. (2012) Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : 15 16

Judul: Ekuilibrium : Jurnal Bidang Ilmu Ekonomi Vol. Xx No X (201x): Hal. X-x Ekuilibrium Jurnal Bidang Ilmu Ekonomi

Oleh: Felmi D. Lantowa


Ikuti kami