Peran Bahasa Arab Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan.docx

Oleh Musda Lifa

95,3 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Peran Bahasa Arab Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan.docx

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SORONG, PAPUA BARAT MATA KULIAH BAHASA ARAB SEMESTER 1 2018/2019 Musdalifa Email : omusdalifa@gmail.com Topik : PERAN BAHASA ARAB TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Abstrak Bahasa Arab memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Pada masa dinasti umayyah dan abbasiyah, bahasa arab telah digunakan sebagai sarana untuk menejermahkan beberapa buku ilmiah filsafat yunani. Itu mengakibatkan perubahan pemikiran muslim. Terjemahkan besar ini memotivasi beberapa orang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Melalui bahasa arab orang bisa memahami perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak hanya orang-orang timur tengah tetapi juga orang-orang barat. Pendahuluan Tidak di ragukan lagi bahwa bahasa arab memainkan peran yang sangat penting dalam mempelajari dan mendalami ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu islam. Hal ini di sebabkan, karena buku-buku sumber ilmu pengetahuan agama islam terutama yang lebih luas dan lengkap pada umumnya masih di tulis dalam bahasa arab. Kitab- kitab para ulama islam mengenai berbagai cabang ilmu pengetahuan agama islam masih banyak yang di tulis dalam bahasa arab. Oleh karena itu, tidak di ragukan lagi apabila umat islam Indonesia sejak dulu menaruh banyak perhatian kepada bahasa arab. Sejak nenek moyang bahasa arab sudah di pelajari di sekolahsekolah maupun madrasah-madrasah, dan pesantren-pesantren dan bahkan beberapa tahun saat ini bahasa arab di pelajari di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Semua itu di dasarkan bahwa bahasa arab adalah bahasa agama dan pemersatu umat islam. Bahkan dalam forum internasional, peranan bahasa arab telah menjadi bahasa resmi dalam kegiatan PBB. Pengertian Bahasa Arab Definisi bahasa arab dapat di tinjau dari sisi bahasa arab dan istilahnya. Pengertian bahasa arab secara bahasa adalah gurun sahara atau tanah tandus yang di dalamnya tidak ada air dan pohon yang tumbuh di atasnya. Adapun secara istilah bahasa arab adalah bahasa yang di gunakan oleh sekelompok manusia yang berada di negeri gurun sahara, jazirah arabiyah. Bahasa arab merupakan bahasa semitik dalam rumpun bahasa. Bahasa arab memiliki banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa semitik. Sekarang bahasa arab juga digunakan secara luas, ia di tuturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan AFrika Utara. Bahasa arab juga merupakan bahasa peribadahan dalam agama islam karena merupakan bahasa AL-Qur’an. Bahasa arab terbagi menjadi 2 yaitu : 1. AL-Arabiyyah fush-hah adalah bahasa arab standar yang merupakan bahasa resmi pada Negara-negara arab. Bahasa ini merupakan bahasa arab “Tinggi” yang di pakai oleh para ulama dan sarjana. Jadi bahasa arab standar hanya di pakai dalam konteks yang resmi, seperti dalam kursus ilmiah, naskah-naskah perjanjian dan lain-lain. 2. AL- Arabiyyah Al-‘Ammiyah adalah bahasa arab umum dan sering di pakai dalam komunikasi sehari-hari di dunia arab. Bahasa ini lebih luas di pakai dalam kehidupan sehari-hari, karena bangsa arab suka bergaul dan berhubungan dengan bangsa lain, maka bahasa arab bercampur dengan bahasa daerah setempat. Pengaruh bahasa local terhadap bahasa arab menyebabkan terdapat beragam bahasa arab, di antaranya mesir, maghribi, Iraq, sudan, hijazi, najd, yaman, sisilia, andalus dan bahkan setiap suku bangsa arab memiliki dialek dan intonasi penurunan tersendiri. Cabang-cabang Bahasa Arab Bahasa arab adalah bahasa yang lengkap dan sempurna bila di bandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya. Kesempurnaan dan kelengkapannya itulah merupakan keistimewaan baginya. Karena bahasa arab mempunyai keistimewaan di bidang tata bahasa di samping keistimewaannya yang lain, maka banyak orang menganggap bahasa arab itu rumit, komplek, sukar dan sebagainya. Terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satu bukti keistimewaan bahasa arab itu adalah kemampuannya mengurai sesuatu yang sukar menjadi mudah, dan yang belum mengerti dapat mengerti dan yag belum baik menjadi baik dan indah dan sebagainya. Ahli bahasa arab dan sastra arab menghawatirkan ilmu-ilmu bahasa arab akan mengalami kepunahan, karena itu muncul usaha untuk membukukan dan menyusun bahasa arab, serta membuat qaidah-qaidah bahasa arab untuk memelihara dari kesalahan. Upaya ini kelak melahirkan beberapa ilmu bahasa arab dan cabang-cabangnya. Al-Ghulayainiy membagi bahasa arab ke cabang-cabang yang meliputi : ‘ilm sharf, nahw, balaghah, dan al-rasm. Balaghah meliputi : ma;aniy, bayan dan badi ; arud, qawafiy, (sajak), qurdi sya’ir (pembaca sya’ir), insya; khitdbah, tarikh adab, dan balaghah. ‘Abd al-Aziz ‘Abd al-majid mengemukakan pembagian bahasa arab ke dalam cabangcabangnya, itu bukan dari bahan pelajaran itu sendiri, akan tetapi pembagian itu hanya terpaut pada pembagian jadwal atau waktu pelajaran, misalnya : mutala’ah, insya’, syafawiy, tahririy, mahfuzhat, imla’, qawa’id (nahw-sharf), adab, dan balaghah. Apa yang telah dikemukakan ‘Abd al-majid pada dasarnya dia sendiri tidak sependapat dengan apa yang telah di tumpahkan ke dalam tulisannya. Pembagian tersebut tidak benar sebab tidak ada dasar untuk di jadikan pedoman serta tidak memenuhi syarat-syarat ilmiah. Pembagian yang telah di sebutkan kadang-kadang hanya dilihat dari segi bahan pelajaran atau dari segi metode pengajarannya. Sebab bisa terjadi satu bahan pelajaran yang sama untuk semua cabang bahasa arab. Sebagai misalnya : pelajaran mutalah’ah (qira’ah) yang di baca dan untuk di hafalkan oleh para pelajar, maka pelajaran tersebut menjadi pelajaran mahfuzhat atau mungkin saja bila pelajaran itu di tekan atau di bacakan maka ia menjadi pelajaran imla’ atau mugkin di tulis oleh seseorang guru pada papan tulis dengan tulisan indah dan pelajar menyalin dengan tulisan indah pula maka pelajaran itu menjadi pelajaran khaf ( kaligrafi). Boleh jadi pula cerita yang di buat oleh murid untuk melatih pikiran mereka dan cara mengungkapkannya maka jadilah pelajaran tersebut pelajaran insya’. Demikian pula halnya dengan murid jika di Tanya tentang beberapa cabang ilmu bahasa arab, maka yang di maksud adalah ilmu-ilmu berikut ini : Ilmu-ilmu bahasa arab terbagi menjadi beberapa cabang terdiri dari 12 cabang ilmu yaitu: 1. Nahwu yaitu ilmu yang mebahas tentang perubahan akhir kalimat. 2. Saraf yaitu ilmu yang membahas tentang perubahan bentuk kata. 3. ‘Arud yaitu ilmu yang membahas tentang aturan bait syair. 4. Lughah yaitu ilmu yang membahas tentang tata bahasa arab. 5. Qard yaitu ilmu yang membahas tentang syair bahasa arab. 6. Insya yaitu ilmu yang membahas tentang mengarang. 7. Khat yaitu ilmu yang membahas tentang seni tulis menulis. 8. Bayan yaitu ilmu yang membahas tentang kata yang zhahir dan yang tersembunyi. Ilmu Ini juga membahas tentang kiasan dan pemisalan kata. 9. Ma’ani yaitu ilmu yang membahas tentang susunan kalimat. 10. Istisyqaq yaitu ilmu yang membahas tentang asal usul kata. 11. Badi’ yaitu ilmu yang membahas tentang keindahan bahasa arab. 12. Qafiyah yaitu ilmu yang membahas tentang kata yang terakhir dalam bait syair. Dalam bentuk lasifikasi yang lain di tuliskan sebagai berikut : ilmu sastra (adab) meliputi : 1. Ilmu ‘arud 2. Ilmu qawafi 3. Ilmu syi’ir dan natsr (puisi dan prosa) 4. Ilmu fiqh al-lughah 5. Ilmu tarikh adab al-lughah 6. Ilmu naqd al- adab Ilmu mantiq (bahasa) meliputi : 1. Ilmu antropologi bahasa 2. Ilmu inscipisi 3. Ilmu perkamusan Peranan Bahasa Arab Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Para sarjana di Negara-negara barat maupun timur yang mendalami pertumbuhan dan perkembangan dunia islam mengetahui bahwasannya selama beberapa abad dalam zaman pertengahan bahasa arab selain merupakan bahasa agama, juga merupakan bahasa yang di gunakan dalam mengkaji ilmu pengetahuan dan kebudayaan di seluruh belahan bumi yang berperadaban. Jika dunia eropa pada abad pertengahan mengalami kegelapan maka sebaliknya pada saat itu ilmu pengetahuan dan filsafat yunani itu di ambil alih dari umat islam di asia maupun di sebagian eropa sendiri. Sebelum para cendikiawan muslim dapat menemukan ilmu pengetahuan yang original berdasar Al-qur’an dan sunnah terlebih dahulu mereka harus melalui abad penerjemahan, yaitu pada masa khalifah abbasiyah (132-656 HI 754-1258M), dimana dilakukan penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan dan filsafat yunani ke dalam bahasa arab yang dapat di bagi ke dalam beberapa fase sebagai berikut : Fase pertama, di mulai dari zaman khalifah al-mansur (139-158 HI 754-775 M), sampai akhir khalifah harun al-Rasyid. Pada fase ini antara lain di terjemahkan sebagian buku-buku Aristoletes tentang ilmu logika (mantiq) dan buku al majisti tentang ilmu falak (astronomi). Pada fase ini pula di terjemahkan buku kesastraan Persia “khalifa wa dimmah” dan “sindhin” (india) ke dalam bahasa arab. Penerjemah pada masa ini ialah Ibn Mukaffa’, Jirjis bin jibrail dan yuhanna bin butriq. Fase kedua, yaitu penerjemahan yang dilakukan pada masa khalifah al-makmun (198-218H /1813-883 M). Buku-buku filsafat aristoteles dan buku-buku filsafat yunani banyak di terjemahkan. Sejumlah karangan sokrates, plato dan galinus di terjemahkan oleh hunain bin ishaq, sebagian besar buku-buku aristoteles diterjemahkan oleh ishaq bin hunain. Penerjemahan yang terkenal pada fase ini. Di samping hunain bin ishaq atau ishaq bin hunain, ialah yuhanna, yahya bitriq, Hajja bin yusuf, Qustha bin luqa, Tsabit bin Qurra’, dan lain-lain. Fase ketiga, ialah fase sesudah khalifah al-makmun. Buku-buku yang di terjemahkan pada fase ini ialah mengenai ilmu logika (mantiq) dan ilmu alam karya Aristoteles, dan lain-lain. Adapun penerjemah yang terkenal pada fase ini ialah matta bin yunus, sinain bin Tsabit bin qurra’, yahya bin adi dan Ibn zuhrah. Selain itu dalam ilmu kimia kita kenal; Jabir ibn hayyan dan abu bkr zakariyah al-razzi. Dalam ilmu fisika; Abu raihan Muhammad al-binni. Dalam bidang geografi abu al-hasan al-mas’ud. Dalam bidang tasauf di kenal imam al-ghazali

Judul: Peran Bahasa Arab Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan.docx

Oleh: Musda Lifa


Ikuti kami