Isu Mengenai Ekonomi Makro : "kemiskinan"

Oleh Nona Ramadhini

1,2 MB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Isu Mengenai Ekonomi Makro : "kemiskinan"

“Isu-isu Mengenai Ekonomi Makro” Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi Makro Dosen Pembimbing: BUNGA CHINTIA UTAMI, S.IP., M.E Disusun Oleh : NONA RAMADHINI (1902111932) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2020 Isu-isu Mengenai Ekonomi Makro Artikel diatas membahas tentang penurunan tipis angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019. Kemiskinan di Indonesia sendiri masih menjadi permasalahan hingga saat ini, mengapa tingkat kemiskinan di Indonesia belum bisa menurun secara signifikan? Apa penyebab kemiskinan itu sendiri? Dan bagaimana cara mengatasi kemiskinan tersebut? Mari kita bahas apa itu “kemiskinan” pada pembahasan berikut. KEMISKINAN A. Pengertian Kemiskinan Secara bahasa, kemiskinan berasal dari kata dasar “miskin” yang berarti tidak memiliki harta maupun benda (Poerwadarminta, 1976). Dalam arti luas, kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang tidak mampu baik secara pribadi, keluarga maupun, berkelompok sehingga kondisi ini dapat dengan mudahnya menimbulkan permasalahan sosial yang baru. Kemiskinan juga memiliki pengertian sebagai suatu keadaan dimana suatu individu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya atau dapat dikatakan dengan suatu kondisi yang serba kekurangan. Mereka yang mengalami kemiskinan tidak bisa menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan yang ada pada saat ini. Kemiskinan dilihat sebagai suatu keadaan dimana suatu individu maupun berkelompok, baik laki-laki maupun perempuan yang hak-hak dasarnya tidak terpenuhi secara layak untuk melangsungkan dan mengembangkan kehidupannya yang bermartabat. Hal ini berarti kemiskinan bukan hanya sebatas ketidakmampuan dari segi perekonomian saja, tetapi juga kegagalan dalam memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi suatu individu maupun berkelompok dalam melangsungkan kehidupan yang bermartabat. B. Jenis-jenis Kemiskinan Hidup miskin tidak hanya hidup dalam kekurangan dari segi materi maupun rendahnya tingkat pendapatan, tetapi juga dikarenakan hal lain, seperti: pendidikan yang rendah, tingkat kesehatan, perlakuan tidak adil dimata hukum, mudah terancam oleh tindakan criminal, ketidakmampuan dalam menghadapi kekuasaan, dan ketidakmampuan dalam menentukan arah hidupnya sendiri. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 4 katagori, antara lain : 1. Kemiskinan Absolut Bila hasil pendapatan seseorang berada dibawah garis kemiskinan atau tidak mampu untuk memenuhisandang, pangan, kesehatan, tempat tinggal, maupun pendidikan yang diperlukan untuk bisa melangsungkan hidup 2. Kemiskinan Relatif Kondisi miskin yang dikarenakan pengaruh kebijakan pembangunan yang tidak merata sehingga belum menjangkau seluruh masyarakat dan akhirnya mengakibatkan kesenjangan pada pendapatan. 3. Kemiskinan Kultural Kemiskinan ini mengacu terhadap permasalahan sikap seseorang atau masyarakat yang penyebabnya dari faktor budaya, misalnya tidak ingin berusaha untuk membenahi tingkat kehidupan, sikap malas. Pemboros, tidak inovatif walaupun diberikan bantuan dari pihak luar. 4. Kemiskinan Struktural Kemiskinan yang dikarenakan minimnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu system sosial budaya dan sosial politik yang tidak membantu dalam memberantas kemiskinan, tetapi justru sering kali meningkatkan kemiskinan. Kemiskinan juga bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut : 1. Kemiskinan Alamiah Kemiskinan ini berhubungan dengan kelangkaan sumber daya alam (SDA) prasarana umum, serta keadaan tanah yang gersang. 2. Kemiskinan Buatan dan Kemiskinan yang disebabkan dari pembaruan atau pembangunan yang akibatnya masyarakat tidak bisa menguasai sumber daya, sarana, serta fasilitas ekonomi yang ada secara merata. C. Ciri-ciri Kemiskinan 1. 2. 3. 4. Berikut ini adalah beberapa ciri dari kemiskinan, yaitu : Kebanyakan tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti tanah, bangunan, peralatan kerja, dan keterampilan. Rendahnya tingkat pendidikan. Mayoritas berada di pedesaan atau daerah terpencil. Minimnya kesempatan dalam memperoleh keburuhan pokok, pakaian, perumahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, angkutan umum, fasilitas komunikasi, dan kesejahteraan sosial lainnya. D. Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan Menurut Nasikun (Yogyakarta, 2001) ada beberapa sumber dan bagaimana penyebab kemiskinan, diantaranya sebagai berikut : 1. Policy induces processes Yaitu proses kemiskinan yang dilestarikan, direproduksi dengan pelaksanaan suatu peraturan (induced of policy) diantaranya yaitu kebijakan anti kemiskinan, tetapi pada kenyataannya justru melestarikan kemiskinan tersebut. 2. Socio-economic Dualism Negara bekas jajhan mengalami kemiskinan sebab pola produksi colonial, yaitu petani menjadi tersisihkan dikarenakan tanah yang paling subur dikuasai oleh petani skala besar dan bertujuan ekspor 3. Population Growth Susut pandang yang berdasarkan teori Malthus bahwa pertambahan penduduk bagaikan deret ukur, sedangkan pertambahan bagaikan deret hitung. 4. Recources management and the environment Yaitu adanya unsur kesalahan dalam memanajemen sumber daya alam dan lingkungan, misalnya manajemen pertanian yang sembarangan dalam menebang pohon sehingga akan menurunkan produktivitas. 5. Natural Cycles and Processes Kemiskinan yang disebabkan karena siklus alam. Misalnya tinggal di lahan kritis, di mana jika turun hujan maka lahan ini akan terjadi banjir, tetapi jika musim kemarau akan akan kekurangan air, akibatnya produktivitas yang maksimal tidak akan bisa berjalan. 6. The Marginalization of Woman Kaum wanita yang sering tersisihkan dikarenakan wanita masih dianggap golongan kelas kedua, sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan kaum pria. 7. Cultural and Ethnic Factors Bekerjanya faktor budaya dan etnik dalam memelihara kemiskinan. Misalnya pola hidup konsumtif petani saat musim panen. 8. Explotative Intermediation Kehadiran penolong yang justru malah menjadi penodong, misalnya rentenir. 9. Internal Political Fragmentation and Civil Stratfe Suatu peraturan yang digunakan pada suatu daerah yang fragmentasi (monopoli) politiknya kuat, sehingga dapat menyebabkan kemiskinan. 10. International Processes Beroperasinya system-sistem internasional seperti system kolonialisme dan kapitalisme yang membuat banyak negara menjadi semakin miskin. Selain disebabkan oleh beberapa faktor di atas, penyebab kemiskinan khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan biasanya disebabkan oleh keterbatasan asset yang dimiliki, yaitu : 1. Natural Assets Seperti tanah dan air, ini dikarenakan pada umumnya masyarakat desa hanya menguasai lahan yang kurang memadai untuk mata pencahariannya 2. Human Assets Ini menyangkut kualitas sumber daya manusia dan pengetahuan yang dimiliki, keterampilan, kesehatan, serta penguasaan teknologi. 3. Physical Assets Akses infrastruktur dan fasilitas umum yang minim seperti, jaringan, jalan, listrik, dan komunikasi di pedesaan. 4. Financial Assets Ini berupa tabungan dan akses untuk memperoleh modal usaha. 5. Social Assets Seperti jaringan, kontak dan pengaruh politik, dalam hal ini kekuatan bargaining position dalam pengambilan keputusan-keputusan politik. E. Penanggulangan Kemiskinan Berikut ini merupakan beberapa cara dalam penanggulangan masalah kemiskinan, yaitu : 1. Sasaran Pembangunan Beberapa sasaran penanggulangan kemiskinan yang menjadi tujuan pemerintah yaitu sebagai berikut :  Peluang masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar terutama pendidikan dan kesehatan semakin meningkat.  Beban pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin semakin berkurang, serta kebutuhan pangan dan gaji tercukupi.  Meningkatnya mutu dan kualitas hidup keluarga miskin.  Pendapatan dan kesempatan kerja masyarakat miskin semakin meningkat. 2. Arah Kebijakan Pembangunan Dalam mencapai sasaran-sasaran di atas, maka kebijakan kemiskinan diarahkan pada :  Penanganan masalah gizi buruk (kurang gizi) dan kekurangan pangan.  Meningkatkan kesempatan bagi masyarakat miskin dalam hal pendidikan.  Meningkatkan kesehatan bagi masyarakat miskin.  Meningkatkan peluang kerja. Langkah-langkah yang dapat dapat dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan yaitu sebagai berikut : 1. Menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa menampung banyak tenaga kerja sehingga pengangguran bisa berkurang. Pengangguran inilah merupakan sumber penyebab kemiskinan terbesar di Indonesia. 2. Menyubsidi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, sehingga setiap masyarakat dapat menikmati makanan-makanan yang berkualitas. 3. Memberantas korupsi. Karena, korupsi ini merupakan salah satu alasan mengapa layanan masyarakat tidak berjalan dengan semestinya. Situasi inilah yang menjadikan masyarakat tidak dapat menikmati hak mereka sebagai warga negara. 4. Strategi pemberdayaan. Seperti, pembinaan pratisipasi sosial masyarakat, program pembinaan dan pelatihan kelurga muda mandiri, serta pembinaan anak dan remaja. F. Kesimpulan Kemiskinan saat ini masih menjadi masalah terbesar di negara kita. Masalah kemiskinan ini sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengurangi jumlah masyarakat miskin yang ada di Indonesia ini. Maka, diperlukanlah kebijakan yang konprehensif dan konsisten dalam memerangi kemiskinan dalam berbagai dimensi. G. Daftar Pustaka 1. https://money.kompas.com/read/2020/01/15/173644026/turun-tipis-jumlah-orangmiskin-di-indonesia-capai-2479-juta 2. Nasikun. Diktat Mata Kuliah. Isu dan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan. Magister Administrasi Publik. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 2001. 3. Suryawati, C. Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro, Semarang 2005 BUKTI TIDAK PLAGIARISME

Judul: Isu Mengenai Ekonomi Makro : "kemiskinan"

Oleh: Nona Ramadhini


Ikuti kami