Ilmu Pengetahuan Sebagai Tonggak Penegak Agama Islam

Oleh Ramda Riana

79,9 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Pengetahuan Sebagai Tonggak Penegak Agama Islam

Nama : Ramda Riana NIM : 11150210000012 Jurusan : Bahasa dan Sastra Arab/3A BSA Ilmu Pengetahuan sebagai Tonggak Penegak Agama Islam Mukjizat terbesar yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad ialah Al-Qur’an, yang mengajarkan kepada manusia apa itu islam. Sedangkan islam itu sendiri merupakan himpunan dari semua ajaran yang mencakup segala aspek yang ada di dunia ini, baik dari aspek kehidupan (makhluk hidup) maupun benda mati. Islam tidak hanya menjelaskan apa yang wajib dikerjakan dan apa yang dilarang, akan tetapi juga membahas apa yang perlu diketahui oleh manusia. Sehingga, manusia diciptakan berbeda dengan makhluk hidup lainnya karena mereka dikaruniakan akal/nalar untuk berfikir. Adanya pernyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa islam mewajibkan kepada manusia untuk menuntut ilmu. Tanpa ilmu pengetahuan manusia tidak dapat menyempurnakan kewajiban mereka kepada-Nya. Kalam Allah dalam AlQur’an merupakan statement yang harus dibuktikan kebenarannya melalui ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, manusia dituntut melakukan suatu penemuan untuk mendapatkan hasil observasi yang membuktikan kebenaran dari ajaran islam, yakni Al-Qur’an. Ilmu pengetahuan bukanlah hal yang statis, akan tetapi ia bersifat dinamis yang sewaktu-waktu akan terus berubah dan mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman. Munculnya teori baru, menjadi pelengkap teori yang telah ada sebelumnya sehingga lahirlah teori sempurna hasil dari pengembangan ilmu tersebut. Berkenaan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut, maka umat Islam yang idealnya memprioritaskan pendidikan dalam ruang lingkup keagamaan/syar’i mengalami kemerosotan akan peradaban, yang mengakibatkan mereka tertinggal jauh dengan orang-orang barat yang mayoritas non-Muslim. Umat muslim akan mengalami keterpurukan dan akan terus dijajah dengan berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi dari hasil cipta dan karya orang-orang barat. Islam menuntun manusia untuk dapat berfikir ke depan bukan hanya menjunjung tinggi nilai keislaman saja, melainkan juga untuk menempatkan pola pikir manusia secara terbuka untuk memantaskan diri menghadapi perkembangan zaman, membentuk peradaban baru Islam-Modern. Bukan berarti nilai keagamaan dikurangi ataupun dihilangkan tapi dengan maksud mengokohkan islam di era modern sekarang ini. Mengapa manusia perlu menuntut ilmu??? Kata ILMU dapat dijabarkan menjadi “I Love the Mystery of U”, jika I diartikan seseorang dan U sebagai Al-Qur’an, maka dapat dianalisis bahwa orang yang berilmu ialah yang cinta akan misteri yang ada pada Al-Qur’an dan dia ingin membuktikan kebenaran dari semua kalam-Nya, semua pernyataan-pernyataan yang membutuhkan pemikiran dan bukti nyata yang sifatnya empiris sehingga bisa ditangkap oleh nalar pemikiran manusia. Jadi dapat dikatakan pula bahwa para ilmuwan islam melakukan suatu observasi untuk membuktikan kebenaran dari agama islam, yakni agama Allah SWT. Maka hendaklah orang muslim mengembangkan ilmu mereka bukan hanya terpacu akan kesyar’ian melainkan dengan memadukan hasil pemikiran mereka dengan dunia luar yang mengalami proses modernisasi. Mengkombinasikan usaha melakukan pendekatan rasional dan mengumpulkan fakta-fakta empiris untuk mendapatkan pengetahuan dengan metode keilmuan yang biasa disebut dengan istilah “metode ilmiah”. Perkembangan dunia IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang semakin mengagumkan telah membawa pengaruh terhadap kemajuan peradaban umat manusia. Adanya IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun, manusia tidak dapat menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan dampak yang buruk pula bagi kehidupan manusia. Jika kita meluruskannya kembali, peran ilmu pengetahuan ternyata sangat berpengaruh terhadap pembuktian akan kebenaran Al-Qur’an. Hal ini dapat dianalisis melalui kalam Allah dalam Al-Qur’an yang artinya:“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman?” [Q.S. Al Anbiyaa : 30]. Pada saat itu, tidak seorang pun mengetahui bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Akan tetapi, ilmu pengetahuan modern ternyata mendeskripsikan hal itu melalui teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu, kemudian terpecah menjadi sekarang ini. Dan ternyata benar segala yang bernyawa, baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia pasti membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Keberadaan air adalah satu indikasi (bukti nyata) adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil di planet tersebut ada kehidupan. Inilah bukti-bukti yang menerangkan satu kebenaran ayat Al Qur’an. Jadi, ilmu pengetahuan dapat dikatakan juga sebagai tonggak penegak agama, yang akan memperkokoh keislaman seseorang. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu. Karena ilmu bagaikan cahaya yang menerangi di saat gelap datang. Sebagaimana pepatah mengatakan “Agama tanpa ilmu itu buta, Ilmu tanpa agama itu lumpuh”. Oleh karena itu, hendaklah kita sebagai pemuda penerus peradaban di masa yang akan datang haruslah menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Mengembalikan kembali semangat menuntut ilmu para ilmuwan terdahulu, meneruskan perjuangan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan baru yang melebihi ilmu-ilmu mereka. Agar kelak di masa yang akan datang, perkembangan peradaban yang semakin pesat tidak menjadi ancaman dan malapetaka bagi kelangsungan hidup bermasyarakat dan beragama. Semangat akan menuntut ilmu haruslah dibangkitkan kembali agar peradaban tidak direbut selama-lamanya oleh orang-orang barat yang non-Muslim. “Obor yang telah padam harus dinyalakan kembali, peradaban yang telah dicuri harus direbut kembali”.

Judul: Ilmu Pengetahuan Sebagai Tonggak Penegak Agama Islam

Oleh: Ramda Riana


Ikuti kami