Uts Filsafat Ilmu Dan Dasar

Oleh Miranda Meidina

72,9 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Uts Filsafat Ilmu Dan Dasar

UTS FILSAFAT ILMU DAN DASAR-DASAR LOGIKA ILMU KOMUNIKASI Kamis, 05 November 2015 Disusun oleh: Miranda Meidina S. (155120207111076) Kelas D-1 SOAL 1 Sejarah lengkap ilmu komunikasi, ontologi, epistemologi, aksiologi komunikasi, tokoh dan pemikiran yang berkaitan dengan filsafat ilmu. Jawab: Berbicara tentang sejarah dan perkembangan ilmu komunikasi Everett M. Rogers dalam bukunya Ahistory of Communication Study (1994) membaginya ke dalam tiga fase yaitu: (1) Studi komunikasi diawali di Eropa, yang dipengaruhi oleh Charles Darwin dengan teori evolusinya, Sigmund Freud dengan teori psikoanalitik, Karl Marx dan Critic School (Marx dan madzhab kritisnya). Sedangkan dalam bab 3 dalam buku Communication Technology, The New Media in Society, Rogers membagi sejarah ilmu komunikasi menjadi sejarah ilmu komunikasi mulai dari akar ilmu di Eropa dan akan ilmu di Amerika, termasuks membahas tentang tokoh komunikasi Wilbur Schhramm sebagai peletak dasar menjadi mapannya ilmu komunikasi seperti sekarang ini. Rogers pun menyebut empat bapak komunikasi yaitu Harold D. Lasswell, Kurt Lewin, Carl Hoyland, dan P aul L. Lazarsfeld. Harold D. Lasswell, Kurt Lewin, dan Paul L. Lazarsfeld ketiga bapak ilmu komunikasi ini adalah pearian Yahudi Jerman ke Amerika, ketika orang Yahudi mendapat tekanan politik dari Rezim Nazi, pimpinan Diktator Adolf Hitler. Empat bapak ilmu komunikasi yang berlatar belakang ilmu politik adalah Lasswell, psikologi sosial adalah Lewin, psikologi eksperimen adalah Hoyland, dan sosiologi adalah Lazarfeld menempatkan posisi kunci dalam jaringan ilmuwan sosial di masanya. Tanpa keempat pakar ini ilmu komunikasi belum tentu bisa semapan dan eksistensinya semakin terasa sebagai suatu disiplin ilmu yang dapat disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain yang terlebih dahulu mencapai kamapanan dan memperoleh penghargaan seperti status ilmu komunikasi. Tidak lengkap pula berkembangnya ilmu komunikasi saat ini, tanpa kehadiran sosok individu Wilbur Schramm, beliau mendirikan lembaga penelitian komunikasi pertama di Lilionis tahun 1947 dan di stanford tahun 1956. Lembaga yang dibangun beliau ini menjadi “Kawah Candra Dimuka” untuk menempa atau melatih para calon sarjana ilmu komunikasi tingkat sarjana, magister sampai doctor baru dan membantu pendanaan penelitian komunikasijurnalistik dan asosiasi keilmuan. Schramm dilahirkan dan kuliah di kota kecil Merietta, Ohio. Mengambil Master di Harvard dan mengambil Ph.D di sastra Amerika Lowa University, dimana kemudian dia bergabung dengan staf pengajar. Karirnya berubah secara radikal ketika Perang Dunia II berlangsung disaat dia mengambil kursus post-doctoral di psikologi dan sosial. Selama perang, Schramm bekerja di Washington DC di kantor informasi perang dan ketika itu pula dia memiliki hubungan yang dekat dengan Lasswell, Hoyland, dan ilmuwan komunikasi sosial yang lainnya. Empat tahun kemudian, dia tertarik pada University of Lilinois untuk mendirikan lembaga riset komunikasi yang pertama. Di tahun 1950 kandidat Ph.D pertama dalam komunikasi massa diembannya di Lilinois dan Schramm menjadi dekan di divisi komunikasi yang mana didalmnya termasuk juga jurnalistik, pidato komunikasi, dan unit lainnya yang melibatkan komunikasi dalam tahun-tahunnya di Lilinois. Schramm menerbitkan beberapa buku komunikasi, diantaranya Mass Communication tahun 1949 dan The Process and EFFECT OF Communication tahun 1954. Dia juga menyusun buku untuk Claude Shannon atau Warren Weafer dengan judul The Mathematical Theory of Communication tahun 1949 yang diterbitkan di Lilinois. Schramm tahun 1956 pindah ke Stanford University untuk mendirikan lembaga riset komunikasi, seperti layaknya yang dibuat di Lilinois, yang berpolas pada model Lazarsfeld. Kedua lembaga tersebut bergiat dalam penelitian komunikasi, terkadang didukung lewat bantuan dan kontrak dengan pemerintah federaldan yayasan pribadi serta industri. Serta memberikan pelatihan dan pendidikan bagi program Doktor (Ph.D). Menurut Rowland, berkembangnya ilmu komunikasi seperti sekarang ini:” Sangat sulit untuk mengabaikan peranan Schramm di masa setelah perang dunia II, dan juga pada perkembangan penelitian”. Mungkin Schramm seharusnya diakui sebagai penemu ilmu komunikasi yang kelima. Tahun 1950 dan tahun 10960an Schramm banyak bergiat dengan studi komunikasi baru, efek televisi terhadap anak, peran komunikasi dalam pembangunan di negara dunia ke-3, dan sifat dari aliran komunikasi internasional antarnegara. Pastinya sumbangan Schramm secara teoritis kepada ilmu komunikasi tidak lebih sedikit jika dibandingkan dengan keempat penemu ilmu komunikasi. Schramm termasuk orang yang konsisten untuk terus mengkaji demi mepelajari komunikasi lain halnya dengan empat penemu ilmu komunikasi yang mengkaji ilmu komunikasi dan setelah ini kembali lagi ke disiplin ilmu asalnya. Ilmu komunikasi di Amerika Serikat berkembang dan sekedar bidang praktis menjadi sebuah disiplin ilmu dalam periodi konsolidasi dan integrasi intelektual sekitar tahun 1970an. Beberapa dari perbedaan intelektual muncul di awal penelitian komunikasi, tetapi lambat laun hilang. Penelitian komunikasi yang mempunyai kaitan akademik kuat dengan ilmu sosial lainnya semakin longgar bahkan dapat memisahkan diri dari ilmu sosial. Karena ilmu komunikasi sudah mapan berdiri sendiri. Aksiologi atau axios berarti nilai atau sesuatu yang berharga. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas tentang nilai-nilai.lanigan menyebut sebagai “ A Branch of Philosophy Deling with Values, As Those of Ethics, Aesthetics and Religion”. Dalam filsafat ilmu, aksiologis akan menanyakan apakah keberadaan suatu itu bermanfaat bagi masyarakat? Apakah proses pengembangan ilmu telah memenuhi rasa etis? Apakah aplikasi ilmu sudah bermanfaat? Kajian aksiologi dalam ilmu komunikasi, akan menanyakan proses komunikasi diarahkan pada terciptanya kesamaan mmakna, yaitu kesamaan makna untuk menggapai harmonisasi dalam masyarakat. Yang sangat mentukan adalah peran komunikator, yang membuat dan menyebarkan pesan. Seorang komunikator dalam proses encoding, yaitu saat menuangkan pemikirannya ke dalam simbol-simbol tertentu, harus memulai dengan pertimbangan-pertimbangan nilai tentang: apa efek dasar pesannya? Apakah simbol yang dipilihnya dapat diterima secara etis? Apakah akan menimbulkan kekacauan dan mengabaikan harmoni?. Dengan kata lain, pertimbangan nilai adalah dasar dari sebuah proses pemikiran, dengan menanyakan nilai kebenaran yang kita pikirkan, nilai kebaikannya, manfaatnya, dan perlu tidaknya disampaikan kepada orang lain. Ontologi berasal dari kata Yunani Ontos (being) dan logos (ilmu/teori). Jadi ontologi adalah ilmu tentang keberadaan sebagai sebuah keberadaan. Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas hakikat realitas. Misalnya, apa itu alam semesta? Apa itu manusia?. Dalam filsafat ilmu ontologi adalah cabang filsafat ilmu ynag membicarakan hakikat suatu ilmu pengetauhan. Misalnya, ontologi ilmu komunikasi akan membicarakan apa yang dikaji ilmu komunikasi atau apa objek ilmu komunikasi? Apa itu komunikasi? Apakah komunikasi bersifat transmisi atau interaksi? Apa itu pesan? Apakah setiap pesan berarti informasi? Dan sebagainya. Berpikir ontologi mengajakn sesorang untukmelakukan perenungan dan penerawangan secara jauh ke hal-hal yang paling mendasar sampai ke akar-akarnya. Seseorang bisa saja menanyakan siapa manusia itu? Apa benar manusia adalah makhluk pertama di bumi ini? Jika dikatakan Nabi Adam adalah manusia pertama di bumi, apakah juga bisa dikatan sebagai makhluk pertama dibumi? Bagaimana bentuk manusia pertama itu? Semakin kritis seseorang bertanya dan menanyakan jawaban, maka semakin besar kemungkinan memahami hakikat tentang manusia itu sendiri. Ontologi ilmu dengan demikian akan mencermati hakikat, termasuk membuat seseorang dapat membedakan kajian suatu ilmu dengan ilmu-ilmu lainnya, apa yang belum dikaji oleh suatu ilmu. Berdasarkan pemikiran Aristoteles tentang filsafat pertama (protophilosopia). Ontologi sebagai landasan ilmu akan membahas secara terus-menerus tentang “apa yang dimaksud ada iitu?” sehingga ontologi adalah esensi benda-benda atau sesuatu objek. Epistemologi berasal dari kata episteme (pengetauhan) dan logos (teori). Dalam pemikiran filsafat, epistemologi membahas bagaimana manusia mencari dan memndapatkan pengetauhan. Definisi epistemologi yang banyak dikutip beberapa literature, seperti Endraswara (2012), Mufid (2010), Effendy (2003) adalah dari Richard Lanigan, yaitu: cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan batasan pengetauhan manusia (branch of philosophi that investigates the origin, nature, methods and limits of human knowledge). Dalam filsafat ilmu, epistemologi adalah cara bagaimana pengetauhan disusun dari bahan yang diperoleh yang dalam prosesnya menggunakan metode ilmiah. Salah satu tokoh filsafat yang mempunyai pemikiran tentang filsafat ilmu komunikasi yaitu Aristoteles. Dalam bukunya yang berbicara mengenai Rhetorica, Aristoteles berusaha mengkaji mengenai ilmu komunikasi itu sendiri dan merumuskannya kedalam model komunikasi verbal. Model komunikasi verbal dari Aristoteles ini merupakan model komunikasi pertama dalam ilmu komunikasi. Ia juga menuliskan bahwa suatu komunikasi akan berjalan apabila ada 3 unsur utama komunikasi yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener). Aristoteles memfokuskan komunikasi pada komunikasi retoris atau yang lebih di kenal saat ini dengan komunikasi publik (public speaking) atau pidato, sebab pada masa itu seni berpidato terutama persuasi merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan pada bidang hukum seperti pengadilan, dan teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika (mempersuasif). Fokus model ini adalah pada kemampuan bicara atau pidato yang biasanya berpusat pada kemampuan persuasi seorang pembicara yang dapat dilihat dari isi pidato, susunan pidato dan cara penyampaiannya, dengan tercapainya tiga hal tersebut maka seseorang dapat diukur kemampuan persuasinya. SOAL 2 Buatlah studi literatur tentang kebenaran dan kebijaksanaan. Bagaiman kebenaran dan kebijaksanaan menurut agama, filsafat, dan ilmu pengetauhan? Menurut pendapat anda manakah dari ketiga yang memiliki kebenaran dan kebijaksanaan tertinggi! Uraikan jawaban anda melalui studi kasus. JAWABAN: Sifat kebenaran ilmu adalah tentatif, debatable, dan terbuka kritikan-kritikan karena meskipun melalui metode ilmiah dan terbukti secara empiris- realitas, bersifat dinamis dan persprektif yang mendasari suatu kebenaran ilmu berbeda-beda. Realitas yang sama pun dapat dikaji secara berbeda karena perbedaan persprektif. Apa itu kebenaran? Apa kriteria untuk menentukan kebenaran? Apa kaitannya dengan pengetauhan? Apa kaitannya dengan fakta dan kepercayaan? Bertrand Russell (1987:70) menjelaskan beberapa pengertian fakta yang saling terkait. Pertama, sebagai segala sesuatu yang berada di dunia. Kedua, fakta adalah apa yang membuat suatu pernyataan benar atau salah. Ketiga, fakta adalah sesuatu yang ada, apakah tiap orang berpikiran demikian atau tidak. Deskripsi ini menjadi jawaban atas argumen beberapa filsuf, salah satunya Shakespeare (Suriasumantri, 2001:50), bahwa “ kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu.” Kita pernah yakin tanpa ragu sedikit pun untuk melangkah lurus, tapi setelah cukup jauh baru menyadari jika salah arah. Keraguan hanya awal membuka kebenaran, bukan hasil akhir. Kebenaran menurut Descartes, harus dimulai dengan meragukan segala sesuatu (De Omnibus Dubitandum). Bagi ilmu komunikasi, beberapa kriteria atau makna kebenaran dia atas menjadi sarana untuk menilai apakah ilmu ini beserta penggunaannya telah menuju tujuannya, yaitu: kebenaran ilmunya. Kebenaran ilmu komunikasi adalah terciptanya harmoni dalam masyarakat. Artinya, segala pertukaran sistem tanda digunakan untuk harmonisasi sehingga tercipta kemaslahatan bersama, bukan untuk memecah belah. Disinilah kaitan antara etika dan kebenaran. Etika menajdi rambu-rambu dalam setiap upaya manusia mencari kebenaran. Seperti yang telah penulis sampaikan, Etika pada dasarnya lengket (inherent) dengan ilmu, artinya ilmu berusaha menjawab apakah nilai (tujuan) pengetauhan bagi kita sementara etika adalah wujud yang mempelajari persoalan nilai tersebut.

Judul: Uts Filsafat Ilmu Dan Dasar

Oleh: Miranda Meidina

Ikuti kami