Perkembangan Ilmu (george J. Mouly)

Oleh Yoga A.f.

62,6 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Perkembangan Ilmu (george J. Mouly)

Perkembangan Ilmu (George J. Mouly) Permulaan ilmu dapat disusur sampai pada permulaan manusia. Mulai dari bangsa Mesir, Babylonia, Hindu, hingga Yunani. Pada zaman Yunani hingga masa Renaissance muncul metode yang dianggap paling efektif yaitu menggunakan pendekatan silogistik. Pendekatan ini menitikberatkan kepada logika dengan mengabaikan peringatan Aristoteles tentang cara berpikir silogisme yang mengabaikan pengamatan dan pengalaman alam nyata. Cara berpikir Aristoteles ini disebut dengan pendekatan deduktif. Di abad ketjuh belas, muncul pendekatan baru yang dipelopori oleh Francis Bacon. Pendekatan induktif yang ia kenalkan menolak cara berpikir deduktif yang menggunakan logika tanpa memperhitungkan fakta dan kebenaran. Pendekatan ini menekankan pada pengalaman dan bukti-bukti empiris. Logika dianggap sebagai hipotesis, bukan bukti atas kebenaran itu sendiri. Metode induktif dari Bacon kemudian digantikan oleh metode induktif-deduktif. Pelopor metode ini adalah Charles Darwin. Ia menggabungkan metode deduksi Aristoteles dengan induksi Bacon. Metode gabungan ini merupakan kegiatan beranting antara induksi dan deduksi di mana mula-mula seorang penyelidik mempergunakan metode induksi dan deduksi dalam menghubungkan antara pengamatan dengan hipotesis. Kemudian secara deduktif hipoteis ini dihubungkan dengan pengetahuan yang ada untuk melihat kecocokan dan implikasinya. Setelah lewat berbagai perubahan yang dirasa perlu maka hipotesis ini kemudian diuji melalui serangkaian data yang dikumpulkan untuk mengatahui sah tidaknya hipotesis itu secara empiris. Perkembangan ilmu mengalami berbagai tahapan. Tahapan pertama adalah Animisme, yaitu ketika manusia masih mempercayai adanya dewa dewi yang memainkan peranan penting dalam kehidupan. Tahapan selanjutnya ialah ilmu empiris, proses ini terbagi menjadi dua tahap yaitu: 1.) tahap empiris, dimana ilmu terdiri dari hubungan empiris yang ditemukan pada berbagai gejala dalam bentuk-bentuk “X menyebabkan Y” tanpa mengetahui mengapa hal itu terjadi; dan 2.) tingkat penjelasan (teoritis), yang mengembangkan suatu struktur teoritis yang tidak saja menerangkan hubungan-hubungan empiris yang terpisahpisah, namun juga mengintegrasikannya menjadi suatu pola yang berarti. Tahap paling akhir dari ilmu adalah ilmu teoritis, dimana hubungan dan gejala yang ditemukan dalm ilmu empiris diterangkan dengan dasar suatu kerangka pemikiran tentang sebab-musabah sebagai langkah untuk meramalkan dan menentukan cara untuk mengontrol kegiatan agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Kelebihan ilmu teoritis adalah ilmu teoritis dapat memperpendek proses pemecahan masalah. Metode dalam Mencari Pengetahuan: Rasionalisme, Empirisme, dan Metode Keilmuan (Stanley M. Honer dan Thomas C. Hunt) Terdapat tiga metode dalam mencari pengetahuan yaitu rasionalisme, empirisme,dan metode keilmuan. Kaum rasionalis berpendapat bahwa dunia yang kita ketahui dengan metode intuisi rasional adalah dunia yang nyata. Kebenaran atau kesalahan terletak dalam ide dan bukan pada benda-benda tersebut. Kritik terhadap rasionalisme adalah adanya perbedaan yang nyata diantara kaum rasionalis itu sendiri, memberikan abstraksi yang samar-samar, serta gagal menjelaskan perubahan dan pertambahan pengetahuan manusia selama ini. Selanjutnya adalah empirisme, dimana kaum empiris berpendapat bahwa pengetahuan manusia dapat diperoleh lewat pengalaman. Aspek dalam teori empiris yang pertama ialah adanya perbedaan antara yang mengetahui dengan yang diketahui, dimana yang mengetahui adalah subyek dan benda yang diketahui adalah obyek. Kedua, kebenaran atau pengujian kebenaran dari fakta atau obyek didasarkan kepada pengelaman manusia. Aspek lain dari empirisme adalah prinsip keteraturan dan prinsip keserupaan. Kritik terhadap empirisme ialah pengalaman tidak berhubungan langsung dengan kenyataan obyektif. Persepsi pancaindera dianggap terbatas dan tidak sempurna sehingga tidak dapat membedakan antara khayalan dan fakta, serta tidak memberikan kepastian. Metode keilmuan adalah satu cara dalam memperoleh pengetauan. Suatu rangkaian prosedur yang tertentu harus diikuti untuk mendapatkan jawaban yang tertentu dari pernyataan yang tertentu pula. Kerangka dasar prosedur ini dapat diuraikan dalam 6 langkah berikut: a.) sadar akan adanya masalah dan perumusan masalah; b.) pengamatan dan pengumpulan data yang relevan; c.) penyusunan dan klasifikasi data; d.) perumusan hipotesis; e.) deduksi dan hipotesis; f.) tes dan pengujian kebenaran (verifikasi) dari hipotesa. Kritik terhadap metode keilmuan adalah ia membatasi begitu saja mengenai apa yang dapat diketahui manusia, tidak jelasnya kesatuan dan konsistensi oleh karena ilmu memperkenalkan tafsiran yang banyak terhadap suatu benda atau kejadian, pengujian kebenaran ilmuan yang dianggap bersifat pragmatis, serta ilmu tidak mampu menyediakan pengetahuan yang pasti dan lengkap.

Judul: Perkembangan Ilmu (george J. Mouly)

Oleh: Yoga A.f.


Ikuti kami