Modul Menggambar Teknik

Oleh Minchopang Min

1,7 MB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Modul Menggambar Teknik

MODUL MENGGAMBAR TEKNIK Disusun Oleh : Satam, SE SMK YASMI GEBANG Jl. Raya Gebang-Losari Desa Melakasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Telp. 0231-8832756 1| SMK YASMI Gebang KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya berkat rahmat dan karuniaNya penyusun dapat menyelesaikan modul tentang Menggambar Teknik Dasar ini. Modul ini dilengkapi dengan latihan-latihan yang disajikan secara bertahap guna mencapai tujuan kegiatan pendidikan dan latihan di Sekolah Menengah Kejuruan. Dengan melaksanakan latihan-latihan tersebut, diharapkan peserta didik dapat memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam menggunakan alat-alat gambar serta dapat membaca dan menggambar dasar-dasar gambar kerja. Meskipun dalam penyususnannya, penyusun telah berusaha sekuat tenaga dan pikiran demi terwujudnya sebuah modul yang baik dan lengkap, namun penyusun juga menyadari akan beberapa keterbatasan yang melingkupi penyusun. Karena itu, pada kesempatan ini penyusun sangat mengharapkan tegur sapa atau saran-saran dari semua pihak untuk perbaikan pada isi modul. Akhirnya, penyusun berharap semoga modul ini dapat bermanfaat bagi pengguna pada umumnya dan bagi siswa SMK pada khususnya, sehingga tujuan utama pemerintah ( meningkatkan SDM ) dapat tercapai. Cirebon, Juli 2014 Penyusun 2| SMK YASMI Gebang MENGGUNAKAN DAN MEMELIHARA PERALATAN GAMBAR I. Tujuan : Siswa dapat menggunakan dan memelihara peralatan gambar. II. Uraian Materi : A. Alat-Alat Gambar. Untuk mencapai tujuan menggambar yang baik, yaitu yang memenuhi standar ISO, kita perlu alat-alat yang baik pula. Dengan alat-alat yang baik dan ditunjang dengan keterampilan penggunaan alat-alat, akan tercapailah tujuan tadi. Dengan peralatan yang lengkap belum tentu dapat terampil menggambar, kalau saja tanpa latihan. Dengan peralatan sederhanapun, jika penggunaan alat-alat gambar dilaksanakan dengan baik, konsekuen dan disiplin, akan membantu di dalam keberhasilan menggambar.. Sekali lagi ketekunan, kerajinan, kekonsekuenan dan kedisiplinan dalam menggunakan alat, merupakan langkah awal untuk keberhasilan dalam menggambar teknik. Alat-alat yang sering digunakan dalam menggambar teknik di antaranya : 1. Kertas gambar yang sesuai standar. 2. Pensil atau rapido. 3. Jangka dan kelengkapannya. 4. Macam-macam mistar. 5. Mal busur (kurva) 6. Mal huruf dan angka. 7. Penghapus. 8. Peruncing pensil 9. Meja gambar dan perlengkapannya. 10. Komputer. 1| SMK YASMI Gebang 1. Kertas Gambar a. Cara Menentukan Ukuran Kertas Gambar. Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar. Sebagai ukuran pokok dari kertas gambar diambil ukuran Ao yang mempunyai luas 1 m 2 atau 1.000.000 mm2.. Perbandingan lebar dan panjangnya samadengan perbandingan dari sisi bujur sangkar dengan diagonalnya (lihat gbr 1.1). Jika lebar bujursangkar mempunyai lebar (sisi) X dan diagonalnya y = x √2, selanjutnya x dipakai sebagai lebar kertas gambar dan y sebagai panjang kertas gambar (lihat gambar 1.2). x y = x √2 y = x √2 Ao luasmya = 1 x m2 = 1.000.000 mm2 Gambar 1.2 Gambar 1.1 Karena ukuran kertas gambar Ao mempunyai luas x,y = 1.000.000 mm 2, dengan y = x √2, maka : x,y = 1.000.000 mm2 x . x√2 = 1.000.000 x2 1.000.000 = 707106,7 = √2 x y = √707106,7 = 840,89 mm = 840,89 . √2 = 1189,19 mm jadi ukuran pokok kertas gambar yang sudah terstandar adalah ukuran Ao dengan panjang 1189 mm dan lebarnya 841 mm (dibulatkan). 2| SMK YASMI Gebang Sedangkan untuk mendapatkan ukuran kertas gambar lainnya tinggal membagi dua, yaitu untuk ukuran : 1. A1 didapat dari Ao dibagi dua 2. A2 didapat dari A1 dibagi dua 3. A3 didapat dari A2 dibagi dua 4. A4 didapat dari A3 dibagi dua 5. A5 didapat dari A4 dibagi dua dan seterusnya (lihat gambar 1.3) Kertas Gambar Ukuran Ao Ukuran A2 Ukuran A1 Ukuran A4 Ukuran A3 Ukuran A4 Gambar 1.3 b. Ukuran Standar Kertas Gambar (ISO 216) Sesuai dengan sistem ISO (Internasional Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran kertas gambar ditentukan seperti terlihat pada tabel 1. Selanjutnya kertas gambar diberi garis tepi. C pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas, dan tepi kanan, sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm (hal ini dimaksudkan untuk membumdel, jika kertas gambar dibundel gambarnya tidak terganggu). 3| SMK YASMI Gebang TABEL 1. UKURAN KERTAS GAMBAR UKURAN DIMENSI SISI KIRI C LEBAR (mm) PANJANG (mm) (mm) (mm) A0 841 1189 20 10 A1 594 841 20 10 A2 420 20 10 A3 297 420 20 10 A4 210 297 20 5 594 C Garis Tepi Atas 20 Garis Tepi Kiri Garis Tepi Kanan RUANG GAMBAR C Garis Tepi Bawah C Gambar 1.4 Kertas Gambar Dengan Garis Tepi 2. Pensil Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam, yaitu pensil biasa pensil yang dapat diisi kembali, dan pensil mekanik. Untuk ketiga jenis pensil ini mempunyai tingkat kekerasan tertentu, mulai dari yang lunak sampai keras. Tingkat kekerasan pensil dapat dilihat dari tabel 2. 4| SMK YASMI Gebang TABEL 2. TINGKAT KEKERASAN PENSIL LUNAK SEDANG KERAS 2B B 4H 3B HB 5H 4B F 6H 5B H 7H 6B 2H 8H 7B 3H 9H Keterangan : -H = Hard - HB = Half Black -F = Firm -B = Black - Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya ( semakin besar harganya semakin keras ). - Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan tingkat kelunakannya ( semakin besar angkanya, semakin lunak ). a. Meruncingkan Pensil Pensil biasa perlu diruncingkan, karena salah satu faktor baik atau buruknya suatu garis tergantung dari cara meruncingkan pensil. Oleh karena itu, meruncingkan pensil harus baik. Meruncingkan pensil jangan digosok-gosokan ke dinding, meja atau lantai sehingga dinding, meja atau lantai menjadi kotor. Oleh karena itu kita harus menyediakan ampelas halus (No.220 atau No.400) yang disimpan pada sebuah pelat (lihat gambar 1.5). Ampelas Pelat 25 mm (7 – 10) mm Gambar 1.5 5| SMK YASMI Gebang b. Menggunakan Pensil Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik sambil diputar pelan-pelan, dan kedudukan pensil 600 terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 1.6). Ditarik Diputar 6 0o Ditekan Mistar Ditekan Gambar 1.6 3. Mistar atau Penggaris Mistar atau penggaris yang biasa digunakan waktu menggambar antara lain : 1) Penggaris/mistar segitiga (satu pasang) 2) Mistar T (teken hak) 30o 1 2 45o 60o 4 3 Gambar 1.7 Keterangan : 1. Mistar segitiga sama kaki 2. Mistar segitiga siku-siku 3. Mistar T 4. Meja gambar 6| SMK YASMI Gebang a. Cara Menggunakan Mistar Segitiga Untuk membuat tegak lurus atau garis-garis sejajar. Baik tegak maupun mendatar, dapat kita gunakan sepasang mistar segi tiga (lihat gambar 1.8). Caranya sebagai berikut : 1. Letakan mistar segitiga sama kaki mendatar dengan posisi 1. 2. Letakan mistar segitiga siku-siku rapat pada sisi bawah dan peganglah dengan erat (tekan) 3. Bila kita membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar segitiga sama kaki ke atas atau ke bawah sesuai dengan kebutuhan. 4. Putarkan mistar segitiga sama kaki menjadi posisi 2 untuk membuat garis yang sejajar sumbu y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x. 5. Dengan menggeser mistar segitiga sama kaki pada posisi 1 dan memutar mistar segitiga sama kaki ke posisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak. Posisi 2 X Ditekan Posisi 1 Mistar Segitiga Siku-siku Mistar Segitiga Sama Kaki Gambar 1.8 b. Memelihara Mistar Segitiga Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pemeliharaan mistar segitiga diantaranya : - Kebersihan, sebelum maupun sesudah dipakai hendaknya dibersihkan atau dilap sehingga pada waktu akan digunakan tidak mengotori kertas gambar. 7| SMK YASMI Gebang - Penggunaan yang kurang sesuai misalnya dipakai untuk memotong kertas atau memukul sehingga mistar menjadi cacat dan bila dipakai untuk menggambar hasil garisnya tidak lurus lagi. - Mistar segitiga ini pada umumnya terbuat dari plastik atau mika, pada ujung-ujungnya sering terjadi perubahan bentuk, mungkin karena terjatuh, atau karena adanya tekanan-tekanan, sehingga apabila dipakai menggambar hasil garisnya tidak lurus lagi. 4. Mal Mal yang biasa dipakai di dalam menggambar teknik terdiri atas: - Mal huruf - Mal busur (kurva) - Mal lingkaran - Mal elips - Mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya) a. Mal Huruf Mal huruf yaitu alat yang digunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pen/rapido. Mal huruf mempunyai ukuran 0,25 ; 0,35 ; 0,5 ; 0,7 ; 1,4 ; dan 2 mm (lihat gambar 1.9). Gambar 1.9 8| SMK YASMI Gebang b. Mal Busur (Kurva) Mal ini untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur, misalnya lengkungan parabola, hiperbola dan sebagainya (lihat gambar 1.10). Gambar 1.10 c. Mal Elips Mal elips digunakan untuk membuat bentuk-bentuk elips. Misalnya gambar-gambar silinder, cincin, poros dan bentuk-bentuk lainnya (lihat gambar 1.11 dan 1.12). Gambar 1.11 Gambar dibawah ini merupakan contoh gambar yang dibuat dengan bantuan mal elips. Gambar 1.12 9| SMK YASMI Gebang d. Mal dengan bentuk Lain/Sablon Mal dengan bentuk lain/sablon ini mempunyai bermacam-macam bentuk, misalnya untuk simbol-simbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak panah dan lain-lain. Salah satu contoh mal bentuk lain adalah seperti yang terlihat pada gambar 1.13. Gambar 1.13 5. Penghapus Penghapus yang kita pakai untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna, berupa penghapus putih halus (agar tidak meninggalkan warna). Bagian gambar yang dekat dengan terhadap garis yang dihapus perlu dilindungi (supaya tidak terhapus) dengan pelindung penghapus. 6. Pena Gambar Bila kita akan membuat garis asli yaitu gambar yang ditinta, maka kita menggunakan pena. Pena ini ada dua macam, yaitu pena dengan mata/daun dapat diatur (trek-pen) dan pena dengan ketebalan tetap (tergantung dari ukuran yang diinginkan dengan ukuran yang bermacammacam yang kita kenal dengan rapido). a. Pena Dengan Mata Daun (trek-pen) - Bagian-bagian pena daun dan kegunaannya (lihat gambar 1.14) : 1. Mur pengatur, untuk mengatur ketebalan garis yang diinginkan (lihat ukuran d dibawah ini) 2. Mata pena (daun pena) yang dapat bergerak sesuai dengan putaran mur 1 3. Tangkai 10 | SMK YASMI Gebang 4. Lubang pengunci 5. Baut pengikat pena 6. Daun pena (mata pena) yang dapat diputar 7. Bagian-bagian pena yang perlu mendapat perawatan Gambar 1.14 Penggunaan Trek-pen Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu menggunakan trek pen : 1. Tinta yang kita isikan di antara dua mata pena dengan tinggi x (pada gambar 1.14) jangan terlalu banyak (x= 3-5 mm). 2. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih (bebas tinta). Lihat no.8 pada gambar. 3. Penggaris yang kita pakai harus diganjal bawahnya atau dapat pula dengan cara membalik penggaris dengan kedudukan bagian miringnya berada di bawah.(lihat gambar 1.15) 4. Pada saat menarik garis, harus tegak dan ditarik 600 ke arah garis yang dibuat.(lihat gambar 1.15). Gambar 1.15 11 | SMK YASMI Gebang Jika mata pena bagian luarnya basah dengan tinta, maka tinta tersebut akan menempel/membasahi mistar dan terisap oleh kertas, sehingga antara kertas dan mistar terjadi pelebaran tinta (lihat gambar 1.16, pada posisi 1, dan bila pena ditarik ke posisi 2 akan diperoleh suatu garis). Setelah selesai menggaris kemudian penggaris digeser dari posisi A ke posisi B, maka terdapatlah hasil garisan yang tidak memuaskan (gagal). Oleh karena itu hal-halyang perlu diperhatikan di atas perlu dipahami dan dilaksanakan, dicoba dan dilatih berkali-kali sehingga diperoleh pengalaman tersendiri. Gambar 1.16 - Membersihkan Pena Daun (Trek Pen) Setelah dipakai, pena daun harus segera dibersihkan, yaitu dengan memutar mata pena sehingga dapat dengan mudah kita membersihkan bagian dalam dari pena daun tersebut (lihat gambar 1.17). Jika mata pena yang satu dengan mata pena yang lainnya tidak rata, maka pena tersebut dapat diratakan dengan cara mengasahnya pada ampelas halus atau batu asah ( lihat pula gambar 1.17) Gambar 1.17 12 | SMK YASMI Gebang b. Rapido Rapido memiliki bermacam-macam ukuran (dilihat dari ukuran penanya), dari 0,1 mm sampai dengan 2,0 mm. Dan untuk memudahkan pemilihan pen, maka tiap ukuran ditandai dengan warna tertentu. Salah satu bentuk rapido dapat dilihat pada gambar 1.18. Keterangan : 1. Rapido 2. Mahkota/kepa la (luar) 3. Mahkota/kepa la(dalam) 4. Tutup 5. Kunci pem buka pena 6. Tabung tinta 7. Rumah pena 8. Pena 9. Tangkai Gambar 1.18 Untuk membersihkan pen rapido dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : a. Lepaskan pena dari tangkai/rumahnya dengan menggunkan kunci pena yang tersedia. b. Semprotkan air ke arah pena. c. Ketuk-ketukan secara perlahan-lahan untuk mengeluarkan tinta di dalam pen tersebut dan semprot kembali dengan air sampai bersih. 7. Jangka Jangka adalah alat yang digunakan untuk membuat lingkaran, baik dengan ujung pensil/potlot maupun dengan tinta. - Macam-macam Jangka : a. Jangka besar yang dapat membuat lingkaran antara 100 sampai dengan 200 mm. b. Jangka sedang yang dapat membuat lingkaran antara 50 mm sampai dengan 100 mm. c. Jangka kecil yang dapat membuat lingkaran antara 5 sampai 50 mm. 13 | SMK YASMI Gebang d. Jangka Orleon digunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil. Jangka Orleon ini dapat membuat lingkaran dengan diameter 1 mm sampai 5 mm. - Menyimpan Jangka. Jangka disimpan dalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk jangka (lihat gambar 1.19) Gambar 1.19 - Bagian-bagian jangka (Lihat gambar 1.20) Gambar 1.20 14 | SMK YASMI Gebang 8. Papan Gambar. Ukuran papan gambar disesuaikan dengan ukuran kertas gambar. Misalnya untuk ukuran kertas Ao ukuran papan gambarnya 1200 x 900 mm dan untuk ukuran kertas A1 ukuran papannya 600 x 450 mm. Papan gambar dapat dibuat dari kayu lapis (ply-wood) dengan alas kertas atau plastik lunak, atau dapat pula dibuat dari kayu keras lainnya. Papan gambar diletakkan di atas meja atau ditempatkan di atas standar yang dibuat khusus (lihat gambar 1.21). Gambar 1.21 9. Mesin Gambar Mesin gambar ini berfungsi sebagai pengganti dari alat-alat gambar, misalnya mistar T (teken hak), mistar segitiga dan busur drajat. 15 | SMK YASMI Gebang B. Menyimpan Gambar Untuk membuat satu unit alat (misalnya mesin) memerlukan beratus ratus gambar, bahkan beribu-ribu gambar yang harus dibuat. Oleh karena itu gambar harus diberi nomor(kodifikasi nomor urut). Nomor urut dibuat untuk memudahkan dalam mencari data/informasi sewaktu merakit atau mereparasi dari suatu suku cadang. Selain diberi nomor, gambar perlu juga disimpan/diawetkan sebagai data/informasi untuk rencana-rencana baru. Penyimpanan gambar ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu : 1. Disimpan dengan dibendel dengan cara gambar dikumpulkan, gambar yang mempunyai ukuran besar dilipat sesuai dengan aturan melipat gambar, diurut sesuai dengan pengelompokkannya kemudian dibendel dalam satu file. 2. Untuk menghemat tempat, ada juga gambar diphoto diperkecil dan klisenya disimpan pada kartu berlubang untuk memudahkan mencari gambar yang diperlukan. 3. Dewasa ini gambar dapat dibuat denga komputer, maka penyimpanan gambar pun dapat disimpan/diawetkan dalam suatu disket/CD/hard disk. C. Melipat Kertas Gambar. Jika kertas gambar akan dibendel, maka kertas gambar yang berukuran besar perlu dilipat (kecuali gambar asli jangan dilipat). Agar gambar dapt diketahui dengan mudah identitasnya, maka kepala gambar (etiket gambar) harus ditempatkan pada lipatan paling atas sehingga kalau bendel dibuka akan segera terlihat etiketnya. Etiket ini memuat data penting dari gambar, misalnya nama gambar, instansi yang mengesahkan, pembuat gambar, sampai dengan nama bagian gambar. 16 | SMK YASMI Gebang Di bawah ini contoh melipat kertas gambar A3. Garis Tepi Batas Lipatan 297 Lipatan 1 Lipatan 2 25 105 185 105 210 Gambar 1.22 297 297 Contoh melipat kertas gambar A2 mendatar 25 180 135,5 135,5 210 Gambar 1.23 17 | SMK YASMI Gebang 180 185 D. Membuat Etiket (Kepala Gambar) Setiap gambar kerja yang dibuat selalu ada etiketnya. Etiket dibuat di sebelah kanan bawah kertas gambar. Pada etiket/kepala gambar ini kita dapat mencantumkan : - nama (pembuat gambar) - nama gambar - nama instansi, departemen, atau sekolah - nomor gambar - tanggal gambar dibuat atau selesainya gambar - tanggal diperiksanya gambar dan nama yang memeriksa - ukuran kertas gambar yang dipakai - skala gambar - proyeksi yang dipakai pada gambar tersebut - satuan ukuran yang digunakan - berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar Contoh beberapa etiket dan ukurannya dapat dilihat pada gambar di bawah. 15 18 c f e 40 a g 16 i j d ETIKET JENIS 1 Gambar 1.24 Keterangan : a. Untuk nama gambar b. Untuk nama instansi/sekolah/perusahaan c. Untuk skala gambar d. Untuk no.absen, kelas dan tugas/simbol proyeksi e. Untuk kata ”Digambar” f. Untuk kata ”Dilihat’’ SMK YASMI Gebang 14 h b 18 | 16 4x6,5 185 g. Untuk kata ”Diperiksa” h. Untuk kata ”Disetujui” i. Untuk tanggal, bulan dan tahun pembuatan gambar j. Untuk nama pembuat gambar CONTOH : Skala Digambar 30-07-‘00 Tutang M 1 : 1 Dilihat KLEM - C Diperiksa Disetujui SMK KBU LIMBANGAN 21 30 Skala : 1 : 1 Digambar : Tutang M Satuan Ukuran : mm Diperiksa : Disetujui : Tanggal : 30-07-‘00 15 10 64 40 SMK NEGERI 7 KLEM - C 50 Keterangan : No.13 A4 16 180 ETIKETJENIS 2 RANGKUMAN Alat-alat yang sering dipakai dalam menggambar teknik di antaranya : Kertas gambar yang sesuai standar (ukurannya), pensil atau rapido, jangka dan kelengkapannya, macam-macam mistar (mistar segitiga, mistar T), mal busur (kurva), mal huruf dan angka, penghapus, peruncing pensil, dan meja gambar serta perlengkapannya. 19 | SMK YASMI Gebang Tugas 1. Carilah beberapa contoh gambar kerja, pelajari bentuk dan keterangan apa saja yang ada dalam etiket gambar kerja tersebut. Test Formatif 1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini ! 1. Manakah dari ukuran-ukuran kertas gambar di bawah ini yang merupakan ukuran kertas A2 ? a. Panjang 1189 mm, Lebar 841 mm b. Panjang 841 mm, Lebar 594 mm c. Panjang 594 mm, Lebar 420 mm d. Panjang 420 mm, Lebar 297 mm 2. Kertas gambar yang memiliki ukuran panjang 420 mm dan lebar 297 mm adalah : a. A1 b. A2 c. A3 d. A4 3. Kedudukan pensil yang baik terhadap garis yang dibuat adalah : a. 40o b. 50o c. 60o d. 70o 4. Pernyataan-pernyataan di bawah ini merupakan fungsi atau kegunaan sepasang mistar segitiga, kecuali : a. Untuk membuat garis-garis yang sejajar. b. Untuk membuat garis-garis yang saling tegak lurus. c. Untuk membuat / membentuk garis dengan sudut-sudut tertentu. d. Untuk membuat garis-garis lengkung parabola. 5. Di bawah ini adalah sudut-sudut yang terdapat pada mistar segitiga sikusiku, kecuali : a. 30o b. 40o c. 60o d. 90o 6. Besar sudut-sudut yang terdapat pada segitiga samakaki adalah : a. 30o dan 60o b. 45o dan 60o c. 45o dan 90o d. 60o 90o 7. Fungsi utama mal busur (mal Kurva) adalah ? a. Untuk membuat garis-garis lurus yang teratur. b. Untuk membuat lingkaran-lingkaran tertentu. c. Untuk membuat garis-garis yang membentuk sudut-sudut tertentu. 20 | SMK YASMI Gebang dan d. Untuk membuat garis-garis lengkungan yang teratur seperti parabola, hiperbola dan sejenisnya. 8. Pernyataan-pernyataan di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu membuat gambar dengan trek pen, kecuali : a. Tinta yg kita isikan diantara dua mata pena kira-kira tingginya 3 s/d 5 mm. b. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih/bebas dari tinta. c. Penggaris yang kita pakai harus diganjal bagian bawahnya atau penggaris dibalik agar bagian yang miring dari penggaris berada di bawah. d. Pada saat ditarik harus miring dan membentuk sudut 30 o dengan garis yang dibuat. 21 | SMK YASMI Gebang ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK I. Tujuan : Siswa mengetahui aturan-aturan dasar Gambar Teknik II. Uraian Materi : A. HURUF dan ANGKA TEKNIK Huruf dan angka yang biasa digunakan dalam gambar teknik ada dua type, yaitu : 1. Type A ( Tegak/miring 750) : Untuk huruf besar/kapital, tebal garis 1/14 h, dimana h adalah tinggi huruf/angka. h = (14 mm, 10 mm, 7 mm, 5 mm dan 3,5 mm). Sedangkan untuk huruf kecil, tebal garis 1/14 h, dimana h = (10 mm, 7 mm, 5 mm, 3,5 mm dan 2,5 mm). 2. Type B ( Tegak / Miring 750) : Untuk huruf besar/kapital, tebal garis 1/10 h, dimana h = tinggi huruf/angka h = (14 mm, 10 mm, 7 mm, 5 mm dan 3,5 mm). Sedangkan untuk huruf kecil, tebal garis 1/10 h, dimana h = (10 mm, 7 mm, 5 mm, 3,5 mm, dan 2,5 mm). Antara type A dan type B perbedaan yang mencolok adalah ketebalan garisnya. Contoh : Tinggi huruf besar/kapital 14 mm dan tinggi huruf kecil 10 mm (tegak). Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 90 (!%&-=+X:; ‘“<,.>/?) 22 | SMK YASMI Gebang Contoh : tinggi huruf besar/kapital 10 mm dan tinggi huruf kecil 7 mm (tegak) Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1234567890 (! % & - = + X : ; ‘ “ < , . > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 7 mm dan tinggi huruf kecil 5 mm (tegak) Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1234567890 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 5 mm dan tinggi huruf kecil 3,5 mm (tegak) Aa Bb Cc Dd Ee Ff GgHh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1234 5 6 7 8 9 0 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 3,5 mm dan tinggi huruf kecil 2,5 mm (tegak) Aa Bb Cc Dd Ee Ff GgHh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) Contoh : Tinggi huruf besar/kapital 14 mm dan tinggi huruf kecil 10 mm (miring 75o). Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 90 (!%&-=+X:; ‘“<,.>/?) 23 | SMK YASMI Gebang Contoh : tinggi huruf besar/kapital 10 mm dan tinggi huruf kecil 7 mm (miring 75o) Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 567890 1234 (! % & - = + X : ; ‘ “ < , . > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 7 mm dan tinggi huruf kecil 5 mm (miring 75o) Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1234567890 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 5 mm dan tinggi huruf kecil 3,5 mm (miring 75o) Aa Bb Cc Dd Ee Ff GgHh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) Contoh : tinggi huruf besar/kapital 3,5 mm dan tinggi huruf kecil 2,5 mm (miring 75o) Aa Bb Cc Dd Ee Ff GgHh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 (! % & - = + X : ; ‘ “ < ,. > / ? ) 24 | SMK YASMI Gebang B. JENIS-JENIS GARIS Ada empat jenis garis yang dipakai dalam gambar mesin, yaitu : - Garis nyata - Garis gores - Garis bergores - Garis bergores ganda Menurut ketebalanya, garis ada dua macam, yaitu garis tebal dan garis tipis. Kedua garis ini memiliki perbandingan 1 : 0,5. Ketebalan garis dipilih dari deretan berikut : 0,18; 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 1; 1,4 dan 2 mm Macam-macam garis beserta penggunaanya dapat dilihat dibawah ini : 1. Garis Gambar / Garis Tebal : - Ukuran antara (0,5 – 0,8) mm - Fungsinya : - untuk garis benda/garis gambar yang terlihat langsung. - untuk garis tepi/garis pinggir kertas gambar. - Bentuk : 2. Garis Tipis : - Ukuran antara (0,1 – 0,35) mm - Fungsinya : - - untuk garis gambar yang dibayangkan. - untuk garis ukuran. - untuk garis bantu ukuran. - untuk garis arsir. - untuk garis gambar penampang yang diputar ditempat. Bentuk : 3. Garis Tipis Bergelombang : - Ukuran antara (0,1 – 0,35) mm - Fungsinya : - untuk garis batas gambar yang dipotong sebagian/disobek. - Garis batas antara bagian benda yang dipotong dan sebagian benda dalam bayangan - Bentuk : 25 | SMK YASMI Gebang 4. Garis Gores : - Ukuran antara (0,4 – 0,5) mm - Fungsinya : - - untuk garis gambar/garis benda yang tidak terlihat langsung. Bentuk : 5. Garis-Garis Bertitik Tipis : - Ukuran antara (0,1 – 0,35) mm - Fungsinya : - untuk garis sumbu. - untuk garis yang menunjukkan kedudukan batas yang lain dari suatu benda yang bergerak. - - untuk garis lintasan. - Lingkaran jarak - Garis simetri Bentuk : 6. Garis-Garis Bertitik Tipis Dengan Garis-Garis Ujungnya Ditebalkan : - Ukuran antara (0,1 – 0,35) mm dan (0,5 – 0,8) mm - Fungsinya : Untuk garis batas mengiris / memotong. - Bentuk : 7. Garis-Garis Bertitik Tebal : - Ukuran antara (0,5 – 0,8) mm - Fungsinya Untuk garis yang menunjukkan suatu bagian benda akan dikerjakan selanjutnya secara khusus. - 26 | Bentuk : SMK YASMI Gebang 27 | SMK YASMI Gebang 2d 2e 5b 5c 2c 2b 3 Contoh : Penggunaan Jenis-Jenis Garis 5a 5a 4 1a 6 2d Penampang A-A Tugas : Jenis-Jenis Garis Tugas 2.2 : Membuat Jenis-Jenis Garis 28 | SMK YASMI Gebang C. KONSTRUKSI GEOMETRIS Dalam menggambar suatu benda (missal komponen mesin) diperlukan ketelitian dan kecermatan serta keterampilan dalam menggunakan alat-alat gambar seperti penggaris, jangka, segitiga, dan yang lainnya sebagai dasar menggambar bentuk-bentuk geometris. 1. Beberapa Konstruksi Dengan Garis. a. Membagi sebuah garis menjadi beberapa bagian yang sama. Contoh : Garis AB yang tidak diketahui panjangnya akan dibagi menjadi lima bagian yang sama. - Tarik garis AC yang membentuk sudut sembarang dengan garis AB. Berilah pada garis AC tersebut tanda 1 sampai 5 dengan jarak yang sama. - Hubungkan titik B dengan titk 5. - Buatlah garis-garis yang sejajar dengan garis B – 5 melalui titik-titik 1 sampai 4. 5 C 4 3 2 1 A B b. Menggambar garis tegak lurus (perhatikan gambar). C C A A B B D D 29 | SMK YASMI Gebang c. Membuat garis tegak lurus diujung garis 1. Buat garis lurus AB C 2. Buat busur lingkaran dititik B G r r dengan jari-jari ½ AB, memotong garis AB di titik D 3. Dengan jari-jari yang sama, buat E r F busur dititik D hingga memotong busur dititik E r A 4. Dengan jari-jari yang sama, buat B D busur dari titik E hingga memotong busur dititik F 5. Dari titik E dan F Buat busur yang saling berpotongan dititik G. 6. Tarik garis dari titik B ke titik G c. Membagi dua sebuah sudut sembarang. 1. Tarik garis AB yang membentuk sudut sembarang terhadap BC A 2. Dari titik B, buat busur yang r E memotong garis AB dititik D dan F memotong BC dititik E r r 3. Dari titik D dan E buat busur yang B C D saling berpotongan dititik F d. Membagi tiga sama besar sudut siku-siku (90o). A 1. Setelah garis tegak lurus AB dan BC dibuat, buat busur dari titik B dengan jari-jari r memotong garis r P AB dititik P dan garis BC dititik S. Q 2. Dengan jari-jari sama, buat busur r B 30 | R dari titik P dan S memotong busur r C S SMK YASMI Gebang dititik Q dan R 3. Tarik garis dari B ke P dan Q e. Menarik garis sejajar dengan garis lain. 1. Buat garis sembarang dengan penggaris 45* dan pegang jangan sampai bergeser 2. Letakan penggaris yang akan Dipegang digunakan sebagai rel berhimpit rapat dengan penggaris 45* 3. Geser penggaris 45* sesuai dengan jarak garis yang akan dibuat. f. Menarik garis tegak lurus pada garis lain (menyilang). Dipegang g. Menarik garis yang membentuk berbagai sudut. 150o 135o 45o 30o 120o 60o 31 | SMK YASMI Gebang 105o 75o r r r r 60 o 30o r r r r 45o 15o 2. Beberapa Konstruksi Dengan Lingkaran. a. Membuat segi empat beraturan / bujur sangkar. r r p r r p p r A Ditentukan jari-jari lingkaran 32 | SMK YASMI Gebang B Ditentukan salah satu sisinya yaitu garis AB b. Membuat segi lima beraturan. B A Ditentukan jari-jari lingkaran Ditentukan salah satu sisinya yaitu garis AB c. Membuat segi enam beraturan. r r r r r 33 | SMK YASMI Gebang r d. Membuat segi tujuh beraturan. r1 r r e. Membuat lingkaran atau busur lingkaran yang menyinggung pada dua buah garis lurus. A B A r r r r C r r r r D C D B f. Membuat bulat telur. r 1/2r r r r 34 | SMK YASMI Gebang g. Membuat elips. h. Membuat spiral. - dua titik - tiga titik 3 1 2 35 | SMK YASMI Gebang 1 2 - empat titik 4 3 1 36 | SMK YASMI Gebang 2 Tugas : Konstruksi Geometris Tugas 2.3a : Membuat Konstruksi Geometris. a. Membagi Garis Menjadi Tujuh Bagian Yang Sama Panjang. A b. Membuat Garis Tegak Lurus Pada Titik A, B, dan C. B A C B c. Membagi Sudut ABC Menjadi Dua Bagian Yang Sama Besar. d. Membagi Tiga Sudut Siku-Siku ABC. A A C C o o 0, e. Membuat Sudut : 15 , 30 , 45 37 | B B o o o o 60 , 75 , 105 , 120º, 135º, dan 150 SMK YASMI Gebang Tugas 2.3b : Membuat Konstruksi Geometris. a. Membuat Segi Empat Beraturan/Bujur Sangkar Dari Lingkaran. b. Membuat Segi Empat Beraturan/Bujur Sangkar Dari Garis AB. A c. Membuat Segi Lima Beraturan Dari Lingkaran. B d. Membuat Segi Lima Beraturan Dari Garis AB. A B e. Membuat Segi Enam dan Segi Tujuh Beraturan Segi Enam 38 | SMK YASMI Gebang Segi Tujuh Tugas 2.3c : Membuat Konstruksi Geometris. a. Membuat Busur Lingkaran Berjari-jari 14 mm Yang Menyinggung Garis AB dan CD. C D C A A B D b. Membuat Bulat Telur Dari Lingkaran Berjari Jari 14 mm c. Membuat Bulat Lonjong Dari Lingkaran Berdiameter 40 mm. 39 | SMK YASMI Gebang B Tugas 2.3d : Membuat Konstruksi Geometris. a. Membuat Elips. b. Membuat Spiral. 3 1 1 2 4 3 2 1 40 | SMK YASMI Gebang 2 D. GAMBAR PROYEKSI Proyeksi dibagi menjadi 2 : - Proyeksi Pictorial i. Proyeksi Isometri ii. Proyeksi Dimetri iii. Proyeksi Miring iv. Proyeksi Perspektif - Proyeksi Orthogonal i. Proyeksi Amerika ii. Proyeksi Eropa Proyeksi Pictorial 1. Proyeksi Isometris. Dasar : 1:1 Z X Y 30o 30o Contoh : KUBUS BALOK Z Z X Y X 41 | Y SMK YASMI Gebang 2. Proyeksi Dimetris. Dasar pertama : Z 1:1 X o o 42 -45 Y o 7 Contoh : KUBUS BALOK Z Z X X Y Y Dasar kedua : Z 1:1 Y 42o-45o X 7o Contoh : KUBUS BALOK Z Z Y Y X X 42 | SMK YASMI Gebang 3. Proyeksi Miring Dasar pertama : Z 1:1 X o 45 Y Contoh : KUBUS BALOK Z Z X X Y Dasar kedua : Y Z 1:1 Y o 45 X Contoh : KUBUS BALOK Z Z Y Y X X 43 | SMK YASMI Gebang 4. Proyeksi Perspektif - Perspektif 1 Titik Hilang - Perspektif 2 Titik Hilang - Perspektif 3 Titik Hilang 44 | SMK YASMI Gebang Contoh : Gambar-Gambar Proyeksi Pictorial 45 | SMK YASMI Gebang Latihan : Buat gambar perspektif lainnya ! 46 | SMK YASMI Gebang Tugas : Gambar Perspektif : Tugas 2.4 : Buat gambar perspektif lainnya sesuai dengan ukuran yang diminta ! 47 | SMK YASMI Gebang E. PROYEKSI PICTORIAL DARI BENDA-BENDA SILINDRIS 1. Proyeksi Isometris. Dasar : Z 30o 48 | Z 1:1 X SMK YASMI Gebang Y 30o X Y 2. Proyeksi Dimetris Dasar 1: Z Z 1:1 Y Y o o 42 -45 X 7 o X 49 | SMK YASMI Gebang Dasar 2 : Z Z 1:1 X o X o 42 -45 o 7 50 | SMK YASMI Gebang Y Y 3. Proyeksi Miring Dasar 1 : Z Z 1:1 Y Y o 45 X X Z Dasar 2 : Z 1:1 X X Y o 45 Y 51 | SMK YASMI Gebang Contoh : Gambar-gambar perspektif dari benda-benda yang ada bentuk silindrisnya. 52 | SMK YASMI Gebang Tugas : Gambar Perspektif Dari Benda-Benda Silindris : Tugas 2.5(a) : Buat gambar perspektif Isometris, Dimetris dan Kavalir dari : - Silinder berdiameter 20 mm dengan panjang 60 mm - Lubang berdiameter 30 mm yang terdapat pada pelat berukuran ( 60 x 50 x 15 ) mm. Tugas 2.5(b) : Buat gambar perspektif lainnya dari gambar-ganbar di bawah ini ! 53 | SMK YASMI Gebang F. PROYEKSI ORTOGONAL 1. Pengertian : Gamba proyeksi orthogonal adalah salah satu cara penggambaran benda tiga dimensi pada bidang datar/bidang proyeksi. Cara ini dipergunakan untuk memberikan informasi yang lengkap dan tepat dari suatu benda tiga dimensi. Proyeksi orthogonal pada umumnya tidak memberikan gambaran lengkap dari benda, jika hanya dengan satu proyeksi saja. Oleh karena itu diambil beberapa bidang proyeksi (biasanya diambil tiga bidang proyeksi, dan dapat ditambah dengan bidang bantu apabila diperlukan). 2. Cara Penggambaran : a. Cara Proyeksi Sudut Pertama / Cara Proyeksi Kuadran I / Proyeksi Eropa. Simbol / Lambang Proyeksi : 54 | SMK YASMI Gebang b. Cara Proyeksi Sudut Ketiga / Cara Proyeksi Kuadran III / Proyeksi Amerika. Simbol / Lambang Proyeksi : 55 | SMK YASMI Gebang Perbandingan kedua cara proyeksi : Pada dasarnya kedua cara proyeksi dapat digunakan. Amerika Serikat dan Jepang telah memutuskan untuk memakai proyeksi sudut ketiga/proyeksi kuadran III. Hal ini didasarkan atas kelebihan dari cara ini atas cara proyeksi sudut pertama/proyeksi kuadran I, yaitu : 1) Dari gambarnya, bentuk benda dapat langsung dibayangkan, dengan pandangan depan sebagai patokan. 2) Gambarnya mudah dibaca, karena hubungan antara gambar yang satu dengan yang lain dekat. Tidak saja mudah dibaca, tetapi jarang sekali salah pengertian. 3) Pandangan yang berhubungan diletakkan berdekatan. Oleh karena itu mudah untuk membaca ukuran-ukurannya. 4) Dengan cara proyeksi sudut ketiga mudah untuk membuat pandangan tambahan atau pandangan setempat. Karena alasan-alasan di atas proyeksi sudut ketiga dapat dianggap yang lebih rasional, sehingga sering dipakai di negara-negara Pantai Laut Pasifik, seperti USA, Kanada, Jepang, Korea, Australia dsb. Contoh : Proyeksi Sudut Pertama/Proyeksi Eropa Proyeksi Sudut Pertama/Proyeksi Amerika 56 | SMK YASMI Gebang Proyeksi Sudut Pertama/Proyeksi Eropa Proyeksi Sudut Ketiga/Proyeksi Amerika 57 | SMK YASMI Gebang Contoh : Membuat gambar proyeksi (tiga pandangan utama) dari sebuah benda 58 | SMK YASMI Gebang 60 59 | SMK YASMI Gebang 60 | SMK YASMI Gebang 62 61 | SMK YASMI Gebang Tugas : Proyeksi Ortogonal Buat tiga pandangan utama dari gambar-gambar benda di bawah ini ! 62 | SMK YASMI Gebang 63 | SMK YASMI Gebang G. POTONGAN (IRISAN) 1. Pengertian Potongan. Potongan (irisan) pada gambar dilakukan dengan maksud untuk memperli-hatkan bagian dalam suatu benda, atau memperlihatkan bagian kecil yang berada di dalam sehingga menjadi terlihat jelas. Potongan Bidang Potong Pada umumnya bidang potong dibuat melalui sumbu dasar dan potongannya disebut potongan utama. Jika diperlukan, maka bidang potong dapat dibuat di luar sumbu dasar. Dalam hal ini bidang potongnya harus diberi tanda, dan arah penglihatannya dinyatakan dengan anak panah. Peraturan-peraturan umum yang berlaku untuk gambar proyeksi, berlaku juga untuk gambar potongan. A A Potongan A-A 2. Macam-macam Potongan. a. Potongan dalam satu bidang. - Potongan oleh bidang potong melalui garis sumbu dasar. - Potongan yang tidak melalui sumbu dasar. (contoh potongan ini adalah gambar-gambar di atas) b. Potongan oleh lebih dari satu bidang. - Potongan meloncat, tujuan potongan penghematan dan penyederhanaan gambar. - Potongan oleh dua bidang berpotongan. 64 | SMK YASMI Gebang ini adalah untuk Penampang AA A Penampang AA A A A Potongan Meloncat Potongan oleh dua bidang berpotongan c. Potongan separuh / setengah. Potongan ini umumnya digunakan untuk benda-benda yang simetris. d. Potongan setempat / sebagian / local / sobekan. Potongan ini diperlukan untuk memberikan gambaran sebagian kecil dari suatu benda atau dapat pula digunakan pada bagian-bagian benda yang tidak boleh dipotong seluruhnya. 65 | SMK YASMI Gebang e. Potongan yang diputar ditempat atau dipindahkan (untuk potongan yang diputar ditempat digambarkan dengan garis tipis, sedangkan potongan yang dipindahkan digambar dengan garis tebal biasa). A A Penampang A-A f. Potongan Berurutan. A B C D A B C D Potonga n A-A Potonga n A-A 66 | A B C D A B C D Potonga n B-B SMK YASMI Gebang Potonga n C-C Potonga n D-D Potonga n B-B Potonga n C-C Potonga n D-D 3. Penampang-penampang Tipis. Penampang-penampang tipis, seperti misalnya benda-benda yang terbuat dari pelat, baja profil, paking dsb. Dapat digambar dengan garis tebal atau seluruhnya dihitamkan. Jika bagian-bagian demikian terletak berdampingan, bagian yang berbatasan dibiarkan putih. 4. Benda atau Bagian Benda yang Tidak Boleh Dipotong Bagian-bagian benda seperti rusuk penguat tidak boleh dipotong dalam arah memanjang. Begitu pula benda-benda seperti baut, paku keling, pasak, poros dan sebagainya, tidak boleh dipotong dalam arah memanjang. 5. Arsir. Arsir adalah garis-garis tipis miring 45 derajat terhadap garis sumbu yang dibuat pada penampang potong. Arsir ini dibuat untuk membedakan gambar potongan dengan gambar pandangan, Jarak garis-garis arsir disesuaikan dengan besar-kecilnya gambar. Bagianbagian potongan yang terpisah diarsir dengan sudut yang sama. Arsiran dari bagian-bagian yang berdampingan harus dibedakan sudutnya agar jelas. Penampang-penampang yang luas dapat diarsir secara terbatas, yaitu hanya pada bagian pinggirnya saja. Potonganpotongan sejajar dari benda yang sama, yang terdapat pada potongan meloncat diarsir serupa, tetapi dapat juga digeser jika dipandang perlu. Garis-garis arsir dapat dihilangkan untuk menulis huruf atau angka. Jika hal ini tidak dapat dilakukan di luar daerah arsir. 67 | SMK YASMI Gebang Tugas : Membuat Gambar Potongan a. Potongan melalui sumbu dasar (potongan penuh) b. Potongan Separuh (Potongan Setengah) c. Potongan Sebagian (Sobekan) 68 | SMK YASMI Gebang H. MENULISKAN UKURAN. 1. Aturan-aturan Dasar Menuliskan/Memberikan Ukuran. a. Garis Ukur dan Garis Bantu. Garis ukur dan garis Bantu dibuat dengan garis tipis. Garis bantu ditarik sedikit melebihi garisukur (kira-kira 2 mm). garis ukur garis bantu b. Tinggi dan Arah Angka Ukur. - Angka ukuran ditulis dengan tinggi 3,3 mm, diletakan di tengahtengah dan sedikit di atas garis ukur. - Pada umumnya ukuran ditulis secara horizontal dan vertical. Ukuran horizontal harus dapat dibaca dari bawah gambar, sedangkan ukuran vertical harus dapat dibaca dari kanan gambar. - Angka-angka ukur yang tidak horizontal maupun vertical, harus ditulis sesuai garis ukurnya, sedapat mungkin ukuran jangan diletakan di daerah yang diarsir, yaitu daerah antara sudut 30 o. - Untuk ukuran sudut ditulis seperti contoh dibawah. 25 40 20 20 69 | SMK YASMI Gebang c. Ujung dan Pangkal Garis Ukur. Ujung dan pangkal dari garis ukur harus menunjukkan dimana garis ukur mulai dan berhenti. Ada tiga cara untuk menunjukkan ini, yaitu dengan anak panah tertutup (seperti gambar-gambar di atas), garis miring dan titik. Cara dengan garis miring tidak dipakai dalam gambar teknik mesin. Cara dengan titik hanya dipakai apabila ruang antara garis Bantu terlalu sempit untuk menempatkan anak panah. Sedangkan bentuk anak panah tertutup mengikuti ketentuan sebagai berikut : Keterangan : L = 5 x ukuran ketebalan garis gambar, atau 10 x ukuran garis tipis 2. Cara-cara Menuliskan Ukuran. a. Memberi ukuran dimensi linier. Pada dasarnya dimensi linier harus diperinci oleh garis bantu, garis ukur dan angka ukur. Jika ruang antara garis bantu terlalu sempit untuk menempatkan anak panah, anak panahnya dapat diganti dengan titik, dalam hal ini dianjurkan untuk membuat gambar detail (gambar yang diperbesar). Dalam beberapa hal garis ukur dapat langsung ditarik antara garis gambar, tanpa garis bantu. Garis gambar atau garis sumbu dapat dipergunakan sebagai garis bantu, tetapi tidak boleh dipakai sebagai garis ukur. 70 | SMK YASMI Gebang A Skala 5 : 1 b. Angka-angka Ukur - Angka-angka atau huruf-huruf harus diletakan kira-kira di tengahtengah garis ukur, tidak boleh terpotong atau dipisahkan oleh garis gambar. Jika dianggap perlu angka ukur boleh ditempatkan dipinggir supaya jelas. - Jika angka ukur harus ditempatkan pada bagian yang diarsir, arsirnya harus dihilangkanuntuk memberi tempat pada angka ukur. - Dalam keadaan tertentu angka ukur dapat ditempatkan agak dekat pada salah satu anak panah, untuk mencegah bertumpuknya angka-angka ukur. Dan jika terdapat banyak ukuran, garis ukurnya boleh ditarik sebagian. 71 | SMK YASMI Gebang - Pada bagian-bagian yang sempit angka ukurnya ditempatkan diluar garis ukur. c. Memberi ukuran yang harus dikerjakan secara khusus. 72 | SMK YASMI Gebang dapat d. Memberi ukuran benda yang tirus e. Membuat garis bantu khusus f. Memberi ukuran Tali Busur, Busur dan Sudut. g. Huruf dan Lambang yang ditambahkan pada angka ukur. - Lambang diameter “ Ø “, artinya benda atau bagian yang diukur memiliki penampang berbentuk lingkaran (bisa lubang atau batang/poros). - Lambang jari-jari “ R “, artinya bagian benda yang diukur membentuk lengkungan atau jari-jari. - Lambang bujur sangkar “ “, artinya benda atau bagian yang diukur memiliki penampang berbentuk bujur sangkar (bisa lubang atau batang/poros). - Lambang bola “ S Ø “ (diameter bola) dan “ SR “ (Jari-jari bola), artinya benda atau bagian benda yang diukur membentuk lengkungan bola. 73 | SMK YASMI Gebang - Lambang kemiringan atau chamfer “ x x 45o “ atau “ C “ (untuk standar Jepang / JIS), untuk benda-benda yang ujungnya dipotong miring. - Lambang tebal “ t ”, untuk memberi ukuran benda-benda yang tipis. Ø Ø Ø Ø S Ø 30 2 x 45o t.2 2 74 | SMK YASMI Gebang Tugas : Menuliskan Ukuran Latihan 1. - Dari gambar di bawah buat tiga pandangan utamanya menurut proyeksi Sistem Eropa. - Tuliskan pula ukuran-ukuran yang diperlukan sesuai dengan ketentuan penulisan ukuran - Gambar dibuat pada kertas A3 dengan skala 2:1. 75 | SMK YASMI Gebang Latihan 2. - Dari gambar di bawah buat tiga pandangan utamanya menurut proyeksi Sistem Amerika. - Tuliskan pula ukuran-ukuran yang diperlukan sesuai dengan ketentuan penulisan ukuran - Gambar dibuat pada kertas A3 dengan skala 2:1. 76 | SMK YASMI Gebang DAFTAR PUSTAKA 1. G. Takeshi Sato – N Sugiarto , Menggambar Mesin , menurut Standar ISO, PT Pradnya Paramitra., Jakarta, 1986 2. Eka Yogaswara, Drs. Gambar Teknik Mesin SMK , Jilid 1-2, Kelompok Teknologi dan Industri, Armico Bandung, 1999 3. Christgau / Schmatz , Menggambar Teknik 1 Kejuruan Logam, Angkasa Bandung, 1995 4. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Menggambar Teknik Mesin 1-2, 1977 5. 77 | Catatan Pribadi Penyusun. SMK YASMI Gebang

Judul: Modul Menggambar Teknik

Oleh: Minchopang Min

Ikuti kami