Distribusi Dalam Ekonomi Islam

Oleh Jeki Saeki

50,2 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Distribusi Dalam Ekonomi Islam

Distribusi dalam ekonomi islam Abdullah jabbar Afdoli aifo Riski mubarok sulistia • A. Pengertian distribusi. • distribusi adalah proses ( sebagian hasil penjualan produk ) kepada faktor faktor produk yang ikut menentukan pendapatan. • Konsep distribusi menurut pandangan islam ialah peningkatan dan pembagian bagi hasil kekayaan agar sirkulasi kekayaan dapat ditingkatkan, sehingga kekayaan yang ada dapat ditingkatkan, sehingga kekayaan yang ada dapat melimpah dengan merata dan tidak hanya beredar diantara golongan tertentu saja serta dapat memberikan kontribusi kearah kehidupan manusia yang baik. • B. Tujuan distribusi. • tujuan ekonomi islam diantaranya sebagai berikut. • a. Islam menjamin kehidupan tiap pribadi rakyat serta menjamin masyarakat agar tetap sebagi komunitas yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. • b. Islam menjamin kemasyakatan pribadi dan melayani urusan jamaah, serta menjaga eksistensi negara dengan kekuatan yang cukup sehingga mampu memikul tanggung jawab perekonomian negara. • c. Mendistribusikan harta orang kaya yang menjadi hak fakir miskin , serta mengawasi pemanfaatan hak milikn umum maupun negara. • d. Memberikan bantuan sosial dan sumbangan berdasarkan jalan Allah swt agar mencapai maslahah bagi seluruh masyarakat. • C. Nilai yang ada dalam distribusi ekonomi islam. dalam menjalankan distribusi ada beberapa nilai yang ada di dalamnya. 1. Akidah Akidah mempunyai damapak yang kuat dalam cara berfikir seseorang dan mempunyai pengaruh yang kuat sehingga mampu mengendalikan manusia agar mau mengikuti ajaran yang diembannya. 2. Moral. moral di sini menunjukan kepada perilaku manusia itu sendiri. Contoh : orang yang bersedekah, jika niatnya baik untuk membantu orang yang baik maka sedekah ini baik dan sama persis dengan nilai moral. 3. Hukum syariah dengan adanya hukum syariah agar dalam menjalankan kegiatan ekonomi ada batasannya yaitu sesuai jalan al quran dan sunnah. 4. keadilan. keadilan merupakan nilai yang paling asasi dalam ajaran islam. Menegakan keadilan dan memberantas kezaliman adalah tujuan utama dari risalah para rasulnya. • D. Mekanisme distribusi • Masalah ekonomi terjadi apabila kebutuhan pokok untuk semua pribadi manusia tidak tercukupi dan masalah pemenuhan kebutuhan pokok merupakan persoalan distribusi kekayaan. • Mekanisme distribusi yang ada dalam ekonomi islam secara garis besar dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu mekanisme ekonomi dan mekanisme non ekonomi. • 1. Mekanisme ekonomi. • mekanisme ekonomi adalah mekanisme distribusi dengan mengandalkan kegiatan ekonomi agar tercapai distribusi kekayaan. • Dalam menjalankan distribusi kekayaan , maka mekanisme ekonomi islam diantaranya manusia yang seadil adilnya dengan cara berikut : • a. Membuka kesempatan seluas luasnya bagi berlangsungnya sebab sebab hak milik dalam milik pribadi.dalam islam telah ditetapkan sebab-sebab utama seseorang dapat memiliki harta yang berkaitan dengan hak milik pribadi. • Azzen mengatakan bahwa memahami hukum syara yang mengatakan bahwa bentuk pekerjaan itu harus jelas seperti yang diisyaratkan , sekaligus dapat dijadikan sebab hak milik harta adalah pekerjaan pekerjaan seperti berikut : • Bekerja disektor jasa(ijaroh) • Bekerja sebagai broker • Bekerja menjadi pengelola • Bekerja mengairi lahan pertanian • Menghidupkan tanah mati • Menggali kandungan bumi. dll • b. Memberikan kesempatan seluas luasnya bagi berlangsungnya pengembangan hak milik. • Kalau kita amati berbagai macam bentuk harta kekayaan yang ada dalam kehidupan , maka dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu 1) harta berupa tanah. 2) harta yang di peroleh melalui pertukaran dengan barang (jual-beli).3)harta yang diperoleh dengan cara mengubah bentuk dari satu bentuk kebentuk yang berbeda. • c. Larangan menimbun harta benda walaupun telah dikeluarkan zakatnya. Harta yang ditimbun tidak akan berfungsi ekonominya pada gilirannya akan menghambat distribusi karena tidak terjadi perputaran harta. • d. Membuat kebijakan agar harta beredar secara luas serta menggalakan berbagai kegiatan syirkah dan mendorong pusat pusat pertumbuhan. Islam menganjurkan agar harta benda beredar diseluruh anggota masyarakat , dan tidak beredar dikalangan tertentu sementara kelompok lain tidak mendapat kesempatan. • e. Larangan kegiatan monopoli, serta berbagai penipuan yang dapat mendistorasi pasar. • Islam melarang terjadinya monopoli terhadap produk produk yang merupakan jenis hak milik pribadi. Sebab dengan adanya monopoli , maka sesorang dapat menentukan harga jual produk tidak sesuai dengan pasarnya, sehingga dapat merugikan kebanyakan orang dimuka umum. • f. Larangan kegiatan judi, riba, korupsi pemberian suap dan hadiah kepada penguasa. Judi dan riba merupakan penyebab utama uang hanya akan bertemu dengan uang(bukan dengan barang dan jasa) dan beredar diantara orang kaya saja karena islam melarang serta mengharamkan aktivitas tersebut. Kemudian yang berkaiatan dengan riba. Riba menjadi bahaya karena : • 1. menumbuhkan egoisme individu. • 2. merusak sendi sendi ekonomi. • 3. merusak tatanan ekonomi. • g. Pemanfaatan secara optimal ( dengan harga murah dan Cuma Cuma) hasil dari barang barang dari SDA milik umum yang dikelola negara seperti hasil hutan , bsrsng tambang, minyak, listrik, air, dan sebagainya demi kesejah teraan rakyat. 2. Mekanisme non ekonomi Didukung oleh sebab sebab tertentu yang bersifat alamiyah , misalnya keadaan alam yang tandus , badan yang cacat , akal yang lemah atau terjadi musibah bencana alam, dimungkinkan terjadi kesenjangan ekonomi dan terhambatnya distribusi kekayaan kepada orang-orang yang memiliki faktor tersebut. • Cara agar tercapai keseimbangan dan kesetaraan ekonomi maka dapat dilakukan hal hal berikut: • a. Pemberian negara kepada rakyat yang membutuhkan. • Pemberian harta negara tersebut dengan maksud agar dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup rakyat atau agar rakyat dapat memanfaatkan pemilikan secara merata. • b.zakat. • Pemberian harta zakat yang dibayarkan oleh muzakki kepada mustahik adalah bentuk lain dari mekanismenonekonomi dalam hal distribusi zakat. • c.warisan. • Ketika mati orang meninggal itu tidak lagi memiliki hak apa apa atas badan dan hartanya sekalipun harta itu milik mayit. • d. shodaqoh. • Pengertian shodakoh di sini adalah dalam konteks terminologi alquran dapat dipahami dalam dua aspek yaitu : • 1. shodaqoh wajibah. • 2. Shodaqoh nafilah. • e.barang temuan • Salah satu bentuk distribusi harta secara nonekonomi adalah penguasaan seseorang atas harta temuan sehinggga apabila ada seseorang menemukan suatu barang di jalan atau disuatu tempat umum , maka harus di teliti terlebih dahulu.

Judul: Distribusi Dalam Ekonomi Islam

Oleh: Jeki Saeki

Ikuti kami