Ekonomi Pembangunan Pembiayaan Pembangunan

Oleh Lyana Ferusnanda Putri

284,8 KB 2 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Pembangunan Pembiayaan Pembangunan

EKONOMI PEMBANGUNAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Disusun Oleh Kelompok 2: 1. Atika Fiqih Amalia (4915153244) 2. Bella Ramdhanty Putri (4915152462) 3. Dessy Tri Yaningsih (4915150150) 4. Dwinda Zahrani (4915150009) 5. Lyana Ferusnanda Putri (4915151021) 6. Urman Maulana (4915151699) PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai bahan diskusi mengenai “Pembiayaan Pembangunan”. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca khususnya mengenai apa yang kami bahas disini adalah tentang Pembiayaan Pembangunan, sehingga kami sebagai pemakalah dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik lagi. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena masih terbatasnya pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya. Jakarta, 13 Mei 2016 Kelompok 2 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………………………………………………………. 1.2 Rumusan Masalah……………………………………………… 1.3 Tujuan………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi Pembiayaan, Pembangunan, dan Pembiayaan Pembangunan………………. 2.2 Jenis Pembiayaan 2.2.1 Definisi Pembangunan Dalam Negeri……….. 2.2.2 Mengapa Dibutuhkan Biaya Dalam Negeri….. 2.2.3 Keuntungan dan Kekurangan Pembiayaan Dalam Negeri…. 2.2.4 Definisi Pembiayaan Luar Negeri………. 2.2.5 Jenis-Jenis Pembiayaan Luar Negeri………. 2.2.6 Keuntungan dan Kekurangan Pembiayaan Luar Negeri……… BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan………… 3.2 Saran…………….. DAFTAR PUSTAKA……….. 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan tahapan proses yang mutlak dilakukan oleh suatu bangsa untuk dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat bangsa tersebut. Pembangunan ekonomi suatu negara tidak dapat hanya dilakukan dengan berbekal tekad yang membaja dari seluruh rakyatnya untuk membangun, tetapi lebih dari itu harus didukung pula oleh ketersediaan sumberdaya ekonomi, baik sumberdaya alam; sumberdaya manusia; dan sumberdaya modal, yang produktif. Dengan kata lain, tanpa adanya daya dukung yang cukup kuat dari sumberdaya ekonomi yang produktif, maka pembangunan ekonomi mustahil dapat dilaksanakan dengan baik dan memuaskan. Adapun kepemilikan terhadap sumberdaya ekonomi ini oleh negara-negara dunia ketiga tidaklah sama. Ada negara yang memiliki kelimpahan pada jenis sumberdaya ekonomi tertentu, ada pula yang kekurangan. Pada banyak negara dunia ketiga, yang umumnya memiliki tingkat kesejahteraan rakyat yang relatif masih rendah, mempertinggi tingkat pertumbuhan ekonomi memang sangat mutlak diperlukan untuk mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi dari negaranegara industri maju. Oleh karena masih relatif lemahnya kemampuan partisipasi swasta domestik dalam pembangunan ekonomi, mengharuskan pemerintah untuk mengambil peran sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Salah satu sumberdaya yang paling berperan dalam pembangunan suatu negara adalah sumberdaya modal. Sumberdaya modal merupakan sumberdaya ekonomi yang paling sering didatangkan oleh pemerintah negara-negara sedang berkembang untuk mendukung pembangunan nasionalnya. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan sumberdaya modal dalam negeri. Sumberdaya modal yang didatangkan dari luar negeri, yang umumnya dari negara-negara industri maju, ini wujudnya bisa beragam, seperti penanaman modal asing (direct invesment), berbagai bentuk investasi portofolio (portfolio invesment) dan pinjaman luar negeri. Dan, tidak semuanya diberikan sebagai bantuan yang sifatnya 4 cuma-cuma (gratis), tetapi dengan berbagai konsekuensi baik yang bersifat komersial maupun politis. Pada satu sisi, datangnya modal dari luar negeri tersebut dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan nasional pemerintah, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat meningkat. Tetapi pada sisi lain, diterimanya modal asing tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah dalam jangka panjang, baik ekonomi maupun politik, bahkan pada beberapa negaranegara yang sedang berkembang menjadi beban yang seolah-olah tak terlepaskan, yang justru menyebabkan berkurangnya tingkat kesejahteraan rakyatnya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan pembiayaan, pembangunan, dan pembiayaan pembangunan? 2. Apa yang dimaksud dengan pembangunan dalam negeri? 3. Mengapa dibutuhkan biaya dalam negeri? 4. Apa saja keuntungan dan kekurangan pembiayaan dalam negeri? 5. Apa yang dimaksud dengan pembiayaan luar negeri? 6. Apa saja jenis-jenis pembiayaan luar negeri? 7. Apa saja keuntungan dan kekurangan pembiayaan luar negeri? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari pembiayaan, pembangunan, dan pembiayaan pembangunan. 2. Untuk mengetahui pengertian dari pembangunan dalam negeri. 3. Untuk mengetahui perlunya biaya dalam negeri. 4. Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan pembiayaan dalam negeri. 5. Untuk mengetahui pengertian dari pembiayaan luar negeri. 6. Untuk mengetahui jenis-jenis pembiayaan luar negeri. 7. Untuk mengetahui keuntungan dan kekurangan pembiayaan luar negeri. 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi Pembiayaan, Pembangunan, dan Pembiayaan Pembangunan  Pengertian Pembiayaan Istilah pembiayaan pada intinya berarti I Believe, I Trust (saya percaya atau saya menaruh kepercayaan). Pembiayaan pada dasarnya diberikan atas dasar kepercayaan. Dengan demikian, pemberian pembiayaan adalah pemberian kepercayaan. Hal ini berarti prestasi yang diberikan benar-benar harus diyakini dapat dikembalikan oleh penerima pembiayaan sesuai dengan waktu dan syarat-syarat yang disepakati bersama. Dengan demikian pengertian pembiayaan adalah: 1. Penyerahan nilai ekonomi sekarang atas kepercayaan dengan harapan mendapatkan kembali suatu ekonomi yang sama di kemudian hari. 2. Suatu tindakan atas dasar perjanjian yang dalam perjanjian tersebut terdapat jasa dan balas jasa (prestasi dan kontra prestasi) yang keduanya dipisahkan oleh unsur waktu. 3. Pembiayaan adalah suatu hak, dengan hak mana seseorang dapat mempergunakannya untuk tujuan tertentu, dalam batas waktu tertentu dan atas pertimbangan tertentu pula.1  Pengertian Pembangunan Pengertian pembangunan menurut para ahli : Menurut Rogers adalah suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material (termasuk bertambah besarnya kebebasan, keadilan dan kualitas lainnya yang dihargai) untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka. 1 Ali. Pengertian Pembangunan Menurut Pakar. http://www.pengertianpakar.com/2014/10/pengertianpembangunan-menurut-para.html diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. 6 Menurut Inayatullah, Pengertian Pembangunan ialah perubahan menuju pola-pola masyarakat yang memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan dan terhadap tujuan politiknya, dan yang memungkinkan pada warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri. Menurut Shoemaker mengungkapkan Pengertian Pembangunan merupakan suatu jenis perubahan sosial dimana ide-ide baru diperkenalkan kepada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modernisasi pada tingkat sistem sosial. Pendapat Kleinjans mengenai definisi dari Pengertian Pembangunan yaitu suatu proses pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, perluasan wawasan manusia, tumbuhnya suatu kesadaran baru, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntikan kepercayaan diri. Dari pengertian pembangunan yang diungkapkan para pakar diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Pembangunan adalah suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik dalam lingkungan masyarakat.2  Pengertian Pembiayaan Pembangunan Menurut David N. Hyman (1993), Pembiayaan Pembangunan adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari upaya-upaya pemerintah dalam rangka membiayai berbagai pengeluaran pemerintah sesuai fungsi yang diembannya terkait penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat, dimana dalam kegiatan penyediaan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah terjadi melalui proses politik dengan berbagai prosedur dan aturan yang berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan pilihan masyarakat. Jadi, dalam hal ini pemerintah berperan sebagai penyedia infrastruktur publik. Menurut Direktorat Neraca 2 Pembayaran dan Kerjasama Ekonomi Muchlisin Riadi. Pengertian, Unsur, Tujuan dan Jenis Pembiayaan. http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-unsur-tujuan-jenis-pembiayaan.html diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. 7 Internasional, Bappenas Indonesia, secara garis besar sumber pembiayaan pembangunan dikelompokkan menjadi sumber pajak dan non pajak. Sumber pembiayaan lain yang dapat dijadikan alternatif berasal dari investasi asing baik yang berupa penanaman modal asing langsung maupun arus masuk modal swasta lainnya, perdagangan internasional yang bisa diarahkan sebagai motor dari pembangunan, hutang dan bantuan luar negeri.3 2.2 Jenis-Jenis Pembiayaan 2.2.1 Definisi Pembangunan Dalam Negeri Pembangunan dalam negeri (nasional) dapat diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial, dan budaya seacra sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. Transformasi dalam struktur ekonomi, misalnya dapat dilihat melalui peningkatan atau pertumbuhan produksi yang cepat di sektor industri dan jasa, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional semakin besar. Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian akan menjadi semakin kecil dan berbanding terbalik dengan pertumbuhan industrialisasi dan modernisasi ekonomi. Transformasi sosial dapat dilihat melalui pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan, memperoleh akses terhadap sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih, fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan politik. Sedangkan transformasi budaya sering dikaitkan antara lain, dengan bangkitnya semangat kebangsaan dan nasionalisme, disamping adanya perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan spiritualisme ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang tinggi kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi organisasi modern dan rasional. Dengan demikian, proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level 3 www.bappedajakarta.go.id/download/propeda/Propeda_BAB12.pdf diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. 8 makro (nasional) dan mikro (commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi.4 2.2.2 Mengapa Dibutuhkan Biaya Dalam Negeri Untuk mencapai tujuan bernegara yaitu menciptakan masyarakat adil makmur dan sejahtera, pemerintah melakukan pembangunan di segala bidang sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang yang telah ditetapkan. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk mendorong perekonomian dan mencapai target pertumbuhan yang telah direncanakan setiap tahun. Apabila ekonomi Indonesia dapat tumbuh sesuai dengan yang direncanakan maka diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru yang diperlukan untuk menyerap tenaga kerja sehingga akan mengurangi pengganguran. 1. Pajak Dalam melaksanakan pembangunan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan, pemerintah dihadapkan pada berbagai pilihan sumber pembiayaan. Pembiayaan dalam negeri merupakan pilihan utama pemerintah untuk pembiayaan pembangunan. Namun sumber penerimaan dalam negeri yang berasal dari penerimaan pajak, penerimaan migas, serta penerimaan dalam negeri lainnya belum cukup untuk membiayai pembangunan sesuai target pertumbuhan yang diinginkan. Saat ini contohnya pemerintah Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan penerimaan dari migas, sehingga harus mengupayakan peningkatan penerimaan pajak. Namun, penerimaan pajak tidak terlepas dari kondisi perekonomian. Perekonomian yang tumbuh dengan cukup signifikan akan berdampak terhadap pertumbuhan perusahaanperusahaan sehingga profitabilitas perusahaan akan semakin besar. Para pekerjapun akan mengalami peningkatan pendapatan. Dalam kondisi seperti 4 Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin,M.Si. Teori Indikator Pembangunan. (https://profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/pengertian-pembangunan/) diakses pada tanggal 11 Mei 2016, jam 22.17 WIB 9 ini, penerimaan Negara dari perpajakan akan dapat dipacu peningkatannya. Pajak merupakan instrumen keuangan konvensional yang sering digunakan di banyak negara. Penerimaan pajak digunakan untuk membiayai prasarana dan pelayanan perkotaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat umum, yang biasa disebut juga sebagai "public goods". Penerimaan pajak dapat digunakan untuk membiayai satu dari 3 pengeluaraan di bawah ini, yaitu: i. Untuk membiayai biaya investasi total ("pay as you go"); ii. Untuk membiayai pembayaran hutang ("pay as you use") iii. Menambah dana cadangan yang dapat digunakan untuk investasi di masa depan. Bagi pemerintah daerah tingkat II di Indonesia, penerimaan pajak yang terpenting dan dominan adalah yang bersumber dari Pajak Pembangunan I, pajak hiburan/tontonan, dan pajak reklame. Selain itu, PBB, yang pada dasarnya merupakan penerimaan bagi hasil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, dapat dianggap juga sebagai sumber penerimaan pajak yang utama bagi daerah tingkat II. Oleh karena itu, PBB sering bersama-sama dengan PAD dikategorikan sebagai Penerimaan Daerah Sendiri (PDS). 2. Utang Pada umumnya penerimaan pajak tidak cukup untuk membiayai seluruh kegiatan pembangunan yang dirancang untuk mengejar pertumbuhan yang ditargetkan Oleh karena itu, pemerintah mengupayakan pembiayaan pembangunan tersebut dari utang. Pinjaman dalam negeri digunakan untuk membiayai kegiatan dalam rangka pemberdayaan industri dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk pelayanan umum serta kegiatan investasi yang menghasilkan penerimaan. 3. Modal Asing Sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti oleh perbankan struktur produksi dan perdagangan. Modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun 10 transformasi struktural. Kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktur benar-benar terjadi. 4. Dana Perimbang Sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan di Indonesia antara lain berasal dari Dana Perimbangan yang diterima oleh Indonesia khususnya daerah Khusus Ibukota dari modal asing. Beberapa daerah yang kaya sumberdaya alam seperti Aceh, Riau, Kaltim, dan Papua akan dapat menggunakan Dana Bagi Hasil untuk membiayai belanja pembangunannya sedangkan bagi daerah-daerah miskin dan tidak memiliki SDA. 5. Tabungan Dalam Negeri Pertumbuhan ekonomi membutuhkan peningkatan investasi. Peningkatan investasi pada gilirannya membutuhkan dana pembiayaan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Dari kedua sumber pembiayaan ini, sumber dana dalam negeri seyogyanya merupakan sumber pokok pembiayaan. Terutama dilihat dari konteks pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dimana suatu negara haruslah mendasarkan pembiayaan investasi dari sumber dalam negeri. Dari berbagai sumber pembiayaan dalam negeri, tabungan domestic merupakan salah satu faktor penting bagi pembiayaan. Tabungan dalam negeri dapat bersumber dari tabungan masyarakat/swasta, maupun tabungan pemerintah. Dalam konteks tabungan domestik, idealnya kedua komponen tersebut harus dapat ditingkatkan secara sinergis dan bersamaan. 6. Investasi Sebagaimana yang telah di ketahui investasi sangat berpengaruh besar terhadap pembangunan ekonomi, Semakin banyak investasi dalam negeri semakin besar pula kesempatan Negara kita untuk membangun ekonomi dalam negeri.5 Jadi, seperti yang telah dipaparkan diatas manfaat pembiayaan pembangunan ekonomi adalah untuk menopang pembangunan ekonomi Negara. dan 5 Wikipedia.com/Artikel ekonomi.com/www.bappedajakarta.go.id/download/propeda/Propeda_BAB12.pdf 11 mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. 2.2.3 Keuntungan dan Kekurangan Pembiayaan Dalam Negeri Seperti yang kita ketahui setiap negara pasti terus menerus melakukan pembangunan guna mencapai negara yang lebih sejahtera dan maju, Pembangunan dilakukan juga oleh Indonesia selaku negara yang sedang berkembang. Adapun sumber pembiayaan pembangunan yang utama adalah berasal dari pajak tapi pajak bukan satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan ada sumber lainnya dan ada beberapa sumber juga yang dapat dijadikan sumber alternatif. Empat sumber konvensional untuk pembiayaan pembangunan adalah sumbersumber domestik untuk pembiayaan pembangunan yang secara garis besar dikategorikan bersumber dari pajak dan non pajak. Sumber kedua adalah investasi asing baik yang berupa penanaman modal asing langsung maupun arus masuk modal swasta lainnya. Sumber ketiga adalah perdagangan internasional yang bisa diarahkan sebagai motor dari pembangunan. Sumber keempat adalah utang dan bantuan luar negeri. Kelebihan dan Kekurangan Pembiayaan Pembangunan Dalam Negeri dapat dilihat dari segi Utang Dalam Negeri. Ditengah kondisi perekonomian global yang tidak stabil, pemerintah melakukan kebijakan pengetatan untuk utang luar negeri. Karena pemerintah menerapkan defisit anggaran, kebutuhan untuk menutupi defisit tersebut tetap harus dipenuhi agar proyek-proyek yang terdapat di dalam APBN tetap dapat dijalankan. Untuk itu, pemerintah lebih condong kearah pembiayaan yang berasal dari dalam negeri. Berikut beberapa kelebihan pembiayaan utang dalam negeri, antara lain: 1. Tidak terlalu terpengaruh tekanan ekonomi global sehingga pemerintah tetap dapat menjaga stabilitas keuangan Negara, stabilitas perekonomian dan nilai tukar rupiah. 12 2. Karena transaksi menggunakan mata uang dalam negeri, maka pembayaran utang dan bunga utang tidak terpengaruh oleh nilai tukar rupiah yang trendnya semakin terdepresiasi. 3. Instrumen pembiayaan yang relatif aman dan stabil. Dengan banyaknya keunggulan dari utang dalam negeri, terdapat pula kelemahan-kelemahan yang bisa berakibat fatal apabila tidak dengan cermat diperhitungkan. Beberapa kelemahan yang dapat diidentifikasi dari utang dalam negeri anatara lain: 1. Tingginya tingkat bunga pengembalian utang yang diminta oleh segmen pasar untuk instrument pembiayaan dalam negeri seperti obligasi menyebabkan bunga yang meningkat seiring dengan kenaikan tingkat bunga tersebut 2. Terjadinya perlambatan perekonomian Negara akibat peningkatan bunga pengembalian utang sehingga fiscal space semakin mengecil. 3. Karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, atau bahkan negatif, dapat menyebabkan terjadinya penarikan dana besar-besaran atau yang lebih dikenal dengan istilah crowding-out sektor di pasar finansial.6 2.2.4 Definisi Pembiayaan Luar Negeri Pembiayaan Luar Negeri adalah semua pembiayaan yang berasal dari penarikan pinjaman luar negeri yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek, dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri. (Pasal 1 Angka 38 UU Nomor 41 Tahun 2008 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009). Pembiayaan Luar Negeri (Buyers Credit). Fasilitas pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diberikan kepada pembeli di luar negeri untuk membeli barang dan/atau jasa yang diproduksi di Indonesia, dan mempunyai manfaat Membantu pelaku usaha di luar negeri yang memerlukan pembiayaan untuk membeli barang dan/atau jasa yang diproduksi di Indonesia. Dengan Elegibilitas badan usaha 6 Haryana, Toni dan Rani Dwi R.T, Dita. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X. Bogor . CV Regina. Muhammad Irsal Putra. Uang dan Pembiayaan Pembangunan. http://irsalputra.blogspot.co.id/2011/04/uangdan-pembiayaan-pembangunan.html diakses pada tanggal 11 Mei 2016, jam 21.45. 13 yaitu Badan Usaha baik badan usaha yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum termasuk perorangan yang berdomisili di luar wilayah Negara Republik Indonesia. 2.2.5 Jenis-Jenis Pembiayaan Luar Negeri Salah satu dari jenis pembiayaan luar negeri adalah utang. Utang merupakan instrumen utama pembiayaan APBN untuk menutup defisit APBN, dan untuk membayar kembali utang yang jatuh tempo (debt refinancing). Refinancing dilakukan dengan terms & conditions (biaya dan risiko) utang baru yang lebih baik. Kenaikan jumlah nominal utang Pemerintah berasal dari:  Akumulasi utang di masa lalu (legacy debts) yang memerlukan refinancing yang cukup besar;  Dampak krisis ekonomi tahun 1997/1998: Depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing; BLBI dan Rekapitalisasi Perbankan; Sebagian setoran BPPN dari asset-recovery digunakan untuk APBN selain untuk melunasi utang/obligasi rekap.  Pembiayaan defisit APBN Tujuan dan Kebijakan Pengelolaan Utang Tujuan Tujuan Jangka Menengah:  Memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN melalui utang dengan biaya minimal pada tingkat risiko yang terkendali; dan  Mendukung terbentuknya pasar SBN yang dalam, aktif dan likuid. Tujuan Jangka Pendek atau Tahunan:  Memastikan tersedianya dana untuk menutup defisit dan membayar kewajiban pokok utang secara tepat waktu dan efisien. Kebijakan  Mengoptimalkan potensi pendanaan utang dari sumber dalam negeri dan memanfaatkan sumber utang dari luar negeri sebagai pelengkap; 14  Melakukan pengembangan instrumen utang dan perluasan basis investor utang agar diperoleh fleksibilitas dalam memilih sumber utang yang lebih sesuai kebutuhan dengan biaya yang minimal dan risiko terkendali;  Memanfaatkan fleksibilitas pembiayaan utang untuk menjamin terpenuhinya pembiayaan APBN dengan biaya dan risiko yang optimal;  Memaksimalkan pemanfaatan pinjaman untuk belanja modal terutama pembangunan infrastruktur;  Melakukan pengelolaan utang secara aktif dalam kerangka ALM Negara;  Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.7 Jenis-jenis Utang Pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri Pinjaman Luar Negeri : World Bank, Asian Development Bank, Islamic Development Bank dan kreditor bilateral (Jepang, Jerman, Perancis dll), serta Kredit Ekspor. Pinjaman Program :  Untuk budget support dan pencairannya dikaitkan dengan pemenuhan Policy Matrix di bidang kegiatan untuk mencapai MDGs (pengentasan kemiskinan, pendidikan, pemberantasan korupsi), pemberdayaan masyarakat, policy terkait dengan climate change dan infrastruktur.  Pinjaman proyek : Untuk pembiayaan proyek infrastruktur di berbagai sektor (perhubungan, energi, dll); proyek-proyek dalam rangka pengentasan kemiskinan (PNPM). Pinjaman Dalam Negeri:  Peraturan Pemerintah (PP) No.54 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri oleh Pemerintah;  Berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN); Pemerintah Daerah,dan Perusahaan Daerah;  Untuk membiayai kegiatan dalam rangka pemberdayaan industri dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk pelayanan umum; kegiatan investasi yang menghasilkan penerimaan. 7 Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Profil Utang Pemerintah Pusat (Pinjaman dan Surat Berharga Negara). www.djppr.kemenkeu.go.id/page/23, diakses pada tanggal 09 Mei 2016, jam 22.12 WIB 15 Bentuk Utang Luar Negeri: Utang luar negeri merupakan bantuan luar negeri (loan) yang diberikan oleh pemerintah negara-negara maju atau badan-badan internasional yang khusus dibentuk untuk memberikan pinjaman semacam itu dengan kewajiban untuk membayar kembali dan membayar bunga pinjaman tersebut (Zulkarnain, 1996). Adapun bentuk-bentuk bantuan luar negeri dapat dibedakan atas : 1. Pinjaman dengan syarat pengembalian a) Hadiah/Grant: yaitu bantuan luar negeri yang tidak bersyarat pengembalian atau pelunasannya kembali. b) Pinjaman Lunak : yaitu pinjaman dengan syarat yang sangat ringan, dimana jangka waktu pengembaliannya antara 20 tahun sampai dengan 30 tahun dan tingkat bunga antara 0 sampai dengan 4,5 persen per tahun. c) Pinjaman/Kredit Ekspor: yaitu kredit yang diberikan oleh negara pengekspor dengan jaminan tertentu untuk meningkatkan ekspor. Jangka waktu pembayarannya adalah 7 tahun sampai dengan 15 tahun da tingkat bunga antara 4 persen sampai dengan 8,5 persen per tahun. d) Kredit Komersial: yaitu kredit yang dipinjamkan oleh bank dengan tingkat bunga dan lain-lain sesuai perkembangan pasar internasional. 2. Pinjaman/Kredit Bilateral/Multilateral a) Pinjaman/Kredit Bilateral: misalnya bantuan/kredit yang diperoleh dari negara CGI. b) Pinjaman/Kredit Multilateral: misalnya bantuan/kredit dari peserta IBRD, IDA, UNDP, ADB, dan lain-lain. Jangka waktu dan syarat pengembalian bantuan/kredit bilateral/multilateral adalah berdasarkan perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pihak-pihak yang memberikan bantuan/kredit. 3. Pinjaman/Bantuan menurut kategori ekonomi, barang/jasa a) Bantuan program: yaitu berupa pangan, misalnya dalam rangka PL 480 atau dalam bentuk devisa kredit. b) Bantuan Proyek: yaitu bentuan yang diperoleh untuk pembiyaan dan pengadaan barang/jasa pada proyek-proyek pembangunan. 16 c) Bantuan Tekhnik: yaitu berupa pengiriman tenaga ahli dari luar negeri atau tenaga-tenaga Indonesia yang dilatih di luar negeri. Sukirno (2002) mengatakan, ditinjau dari sudut manfaat, ada dua peran utama bantuan luar negeri (utang luar negeri), yaitu: 1. Untuk mengatasi kekurangan mata uang asing. 2. Untuk mengatasi masalah kekurangan tabungan Perkembangan jumlah utang luar negeri Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja menimbulkan berbagai konsekuensi bagi bangsa Indonesia, baik dalam periode jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam periode jangka pendek, utang luar negeri harus diakui telah memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi pembiayaan pembangunan ekonomi nasional Sehingga dengan terlaksananya pembangunan ekonomi tersebut, tingkat pendapatan per kapita masyarakat bertumbuh selama tiga dasawarsa sebelum terjadinya krisis ekonomi. Semakin bertambahnya utang luar negeri pemerintah, berarti juga semakin memberatkan posisi APBN RI, karena utang luar negeri tersebut harus dibayarkan beserta dengan bunganya. Ironisnya, semasa krisis ekonomi, utang luar negeri itu harus dibayar dengan menggunakan bantuan dana dari luar negeri, yang artinya sama saja dengan utang baru, karena pada saat krisis ekonomi penerimaan rutin pemerintah, terutama dari sektor pajak, tidak dapat ditingkatkan sebanding dengan kebutuhan anggaran belanjanya. Dalam jangka panjang akumulasi dari utang luar negeri pemerintah ini tetap saja harus dibayar melalui APBN, artinya menjadi tanggung jawab para wajib pajak. Dengan demikian, maka dalam jangka panjang pembayaran utang luar negeri oleh pemerintah Indonesia sama artinya dengan mengurangi tingkat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia masa mendatang. Adalah suatu hal yang tepat, bila utang luar negeri dapat membantu pembiayaan pembangunan ekonomi di negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Tetapi, penggunaan utang luar negeri yang tidak dilakukan dengan bijaksana dan tanpa prinsip kehati- hatian, dalam jangka panjang utang luar negeri justru akan menjerumuskan negara debitur 17 ke dalam krisis utang luar negeri yang berkepanjangan, yang sangat membebani masyarakat karena adanya akumulasi utang luar negeri yang sangat besar.8 2.2.6 Keuntungan dan Kekurangan Pembiayaan Luar Negeri Keuntungan Pembiayaan Luar Negeri: 1. Pembangunan Infrastruktur Bagi Negara Berkembang Saat ini masyarakat memandang negatif terhadap utang negara. Akan tetapi dibalik utang itu ada tujuan yang dapat kita nikmati bersama nantinya. Pada negara berkembang, negara membutuhkan berbagai pembangunan untuk sarana dan prasarana bagi seluruh rakyatnya. Sebagai kebijakan yang tepat, jalan pintas dan jalan tercepat bagi negara untuk segera membangun negaranya adalah dengan meminjam dana kepada negara tetangga yang memang memiliki dana yang cukup. Beberapa negara atau lembaga keuangan siap menyediakan pinjaman untuk suatu negara atau perorangan tentunya dengan bunga yang telah ditetapkan dan sesuai dengan standar yang ada. Adapun pembangunan infrastruktur tersebut antara lain:  Pembangunan jalan (jalan tol, jalan layang).  Pembangunan sebuah kota. 2. Menutupi Kekurangan Anggaran Adapun fungsi utang negara bisa untuk menutupi kekurangan anggaran seperti kas, bisa kas jangka pendek dalam belanja yang tidak dapat ditunda, solusi mengurangi beban belanja untuk membiayai utang dalam APBN tahun berikutnya. Kemudian ada juga yang menyebutkan utang negara ini dapat 8 Rowland B. F. Pasaribu. Hutang Luar Negeri & Pembiayaan Pembangunan Di INDONESIA 354. rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35467/ekbang_hutang-luar-negeri-dan-pembiayaanpembangunan-di-indonesia.pdf Rowland B. F. Pasaribu. Hutang Luar Negeri & Pembiayaan Pembangunan Di INDONESIA 354 diakses pada tanggal 12 Mei 2016, jam 08.45 WIB. 18 menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah baru, tentunya jika dikelola denga baik oleh yang bersangkutan. 3. Utang Luar Negeri Sama Halnya Seperti Modal Pembangunan Untuk dampak positifnya, negara dapat membangun infrastruktur dengan modal yang cepat. Uang yang negara pinjam akan digunakan untuk membangun infrastruktur, fasilitas, dan subsidi dalam program pemerintah. Selain itu, uang yang didapat ini tidak sembarangan digunakan meski untuk kepentingan bangsa, dengan penggunaan yang sesuai dengan porsinya ini perlu di bagi rata agar semua program yang telah direncanakan berkembang meski sedikit demi sedikit. Kemudian, karena tidak seenaknya negara membuat uangnya sendiri, maka semua ada peraturan dan kesepakatannya. Utang luar negeri juga bertindak sebagai:  Dapat meningkatkan kegiatan investasi agar kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.  Sebagai alat untuk meratakan pendapatan negara sehingga rakyat lebih sejahtera.  Dapat menutupi kekurangan untuk belanja negara. 4. Menjalin Hubungan Bilateral Utang luar negeri dapat membantu merekatkan hubungan dari kedua negara. Indonesia yang berhutang dengan negara lain ataupun dengan lembaga keuangan internasional, dapat membuat hubungan bilateral dan multilateral antara indonesia dengan negara lain agar dapat memiliki hubungan yang lebih baik. Kondisi ini cukup baik, karena di era modern ini setiap negara tentu bergantung dengan negara lain satu sama lainnya untuk memajukan kesejahteraan rakyatnya. 5. Sebagai Bentuk Pengakuan Negara Lain 19 Mendapatkan pinjaman luar negeri dari negara lain tidaklah mudah. Kita perlu meyakinkan bahwa kita memiliki sumber daya yang mampu untuk dikembangkan dan mengembalikan pinjaman beserta bunganya dengan pasti. Kesepakatan pemberian pinjaman dari luar negeri menunjukkan pengakuan dari negara lain bahwa Indonesia termasuk negara berkembang yang akan terus bisa tumbuh dari waktu ke waktu. Kekurangan Pembiayaan Luar Negeri: 1. Membebani APBN Utang negara ini dapat membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). APBN ini tiap tahunnya akan diajukan oleh negara ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan disahkan oleh DPR, yang kemudian APBN ini akan merumuskan jumlah pendapatan negara dan anggaran negara termasuk utang negara yang harus dibayarkan. APBN ini dianggarkan untuk fasilitas dan infrastruktur negara. Jika negara terus menerus berhutang maka anggaran belanja APBN akan meningkat sehingga dapat mengurangi anggaran untuk yang lainnya seperti subsidi untuk rakyat. 2. Subsidi Dialihkan Untuk Membayar Utang Dampak negatif dari membebani APBN karena jika hutang jangka waktu lama pemerintah harus membayar hutang dengan bunganya. Salah satunya adalah Inflasi nilai tukar rupiah yang menjadi salah satu dampak negatif utang luar negeri di bidang perekonomian. Jika inflasi yang berlangsung lama akan terjadi kekacauan bidang ekonomi masyarakat. Akan semakin banyak pengangguran dan harga barang pokok akan semakin meningkat, jika suatu negara tidak mampu membayar hutangnya akan di cap sebagai negara miskin yang mengakibatkan negara lain akan kekurangan kepercayaan kepada negara tersebut. 20 3. Ketergantungan Dengan Negara Lain Bagi negara yang memberikan utang justru ini menjadi keuntungan dimana negara tersebut dapat menekan negara yang berhutang, namun sebaliknya, bagi negara yang tidak bisa lepas dari pinjaman luar negeri akan dimanfaatkan oleh negara lain. Ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri membuat bergaining posisi suatu negara menjadi lebih lemah daripada negara lain. Lalu apa efeknya? Intervensi dari negara akan lebih mudah dilakukan. Misalkan saja, ketika kita tidak mampu mengembalikan pinjaman sesuai besaran dan dalam waktu yang ditetapkan, maka akan membuat adanya perjanjian kembali antara kedua negara dimana negara pemberi pinjaman akan meminta sumber daya lain dari negara peminjam, bisa dalam bentuk kerja sama ekonomi, budaya, politik dll. Kondisi ini sama saja seperti penjajahan terselubung yang menyerang negara lain lewat cara halus, sedikit disadari mungkin saja Indonesia mengalami hal ini jika saja kita tidak pintar mengatur pembiayaan hutang-piutang dengan baik dan benar.9 9 Handa Abidin. Pengertian Pembiayaan Luar Negeri Netto. https://penelitihukum.org/tag/pengertianpembiayaan-luar-negeri-netto/ diakses pada hari Senin, 09 Mei 2016, jam 20:21 WIB. Dino Saputra. 5 Manfaat Utang Luar Negeri Bagi Negara. http://manfaat.co.id/manfaat-utang-luar-negeri diakses pada hari Selasa, 10 Mei 2016, jam 16.25 WIB. 21 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Jadi, dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Pembiayaan Pembangunan merupakan suatu kebijakan diambil oleh pemerintah dalam rangka membiayai berbagai macam pengeluaran pemerintah yang terkait penyediaan barang dan jasa,berdasarkan peraturan yang telah dibuat.peraturan tersebut dibuat dengan pertimangan antarapemerintah dan masyarakat sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.pembiayaan ini didapatkan dari 2 sumber yaitu dalam negeri dan luar negeri.karena pemerintah memiliki kekuasaan untuk mencapai tujuan negara yaitu untuk menopang pembangunan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat. Sementara untuk jenis pembiayaan terdapat dua jenis pembiayaan yaitu pembiayaan luar negeri dan dalam negeri. Pembiayaan dalam negeri adalah seluruh penyediaan dana untuk mendukung investasi yang telah direncanakan berdasarkan kesepakatan,yang didapatkan oleh negara yang berasal dari perbankan dan non perbankan dalam negeri, terdiri atas tabungan mayarakat,tabungan pemerintah,tabungan paksa,serta hasil dari perdagangan luar negeri. Pembiayaan Luar Negeri adalah Seluruh Pembiayaan yang berasal dari luar negeri (negara lain) baik dalam bentuk devisa maupun barang dan jasa yang terdiri atas penanaman modal langsung,modal portoflio,serta pinjaman ekspor yang didapatkan oleh negara. Manfaat pembiayaan pembangunan ekonomi adalah untuk menopang pembangunan ekonomi negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pembiayaan dalam negeri ini sangat membantu permasalahan didalam negeri salah satunya adalah sebuah utang yang berada didalam negeri. Dari segi keuntungan dan kekurangan pembiayaan dalam negeri. Keuntungan yang diambil dari pembiayaan dalam negeri salah satunya adalah menstabilkan keuangan dalam negara dari nilai tukar rupiah, selain itu kekurangannya adalah 22 memperlambat perekonomian yang akan membuat masalah pembiayaan yang semakin melambung tinggi. Begitu pula dengan keuntungan dan kekurangan Pembiayaan Luar Negeri, dengan adanya peminjaman dari luar negeri membuat pembangunan di dalam negeri berjalan dengan lancar. Tetapi dari segi kekurangan pembiayaan luar negeri atau utang dapat mempengaruhi sebuah beban APBN yang sangat tinggi. Selain itu negara lain juga bisa memanfaatkan keadaan yang sedang sulit ini dengan membuat bunga yang tinggi akan membuat negara yang meminjam uang luar negeri dapat memberikan keuntungan yang lebih. 3.2 Saran Banyak cara dan solusi untuk memenuhi pembiayaan pembangunan salah satunya adalah pembiayaan dalam negeri dengan cara memperbaiki kualitas sumber daya alam dengan mengeksplor sumber daya alam dengan baik maka bisa dimanfaatkan untuk pariwisata dari para wisatawan dalam dan luar negeri. Dengan mendorong atau mencintai produk dalam negeri dapat membantu pembiayaan pembangunan dalam negeri itu sendiri. 23 DAFTAR PUSTAKA Ali. Pengertian Pembangunan Menurut Pakar. http://www.pengertianpakar.com/2014/10/pengertian-pembangunan-menurut-para.html diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. Muchlisin Riadi. Pengertian, Unsur, Tujuan dan Jenis Pembiayaan. http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-unsur-tujuan-jenis-pembiayaan.html diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. www.bappedajakarta.go.id/download/propeda/Propeda_BAB12.pdf diakses pada tanggal 12 April 2016, jam 20.34 WIB. Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin,M.Si. Teori Indikator Pembangunan. (https://profsyamsiah.wordpress.com/2009/03/19/pengertian-pembangunan/) diakses pada tanggal 11 Mei 2016, jam 22.17 WIB Wikipedia.com/Artikel ekonomi.com/www.bappedajakarta.go.id/download/propeda/Propeda_BAB12.pdf Haryana, Toni dan Rani Dwi R.T, Dita. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas X. Bogor . CV Regina. Muhammad Irsal Putra. Uang dan Pembiayaan Pembangunan. http://irsalputra.blogspot.co.id/2011/04/uang-dan-pembiayaan-pembangunan.html diakses pada tanggal 11 Mei 2016, jam 21.45. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Profil Utang Pemerintah Pusat (Pinjaman dan Surat Berharga Negara). www.djppr.kemenkeu.go.id/page/23, diakses pada tanggal 09 Mei 2016, jam 22.12 WIB Jhingan, M.L., (1983). The Economic of Development and Planning,16 th Edition , New Delhi: Vicas Publishing House, Ltd. Rowland B. F. Pasaribu. Hutang Luar Negeri & Pembiayaan Pembangunan di Indonesia 354. rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35467/ekbang_hutang-luarnegeri-dan-pembiayaan-pembangunan-di-indonesia.pdf Rowland B. F. Pasaribu. Hutang Luar 24 Negeri & Pembiayaan Pembangunan Di INDONESIA 354 diakses pada tanggal 12 Mei 2016, jam 08.45 WIB. Handa Abidin. Pengertian Pembiayaan Luar Negeri Netto. https://penelitihukum.org/tag/pengertian-pembiayaan-luar-negeri-netto/ diakses pada hari Senin, 09 Mei 2016, jam 20:21 WIB. Dino Saputra. 5 Manfaat Utang Luar Negeri Bagi Negara. http://manfaat.co.id/manfaatutang-luar-negeri diakses pada hari Selasa, 10 Mei 2016, jam 16.25 WIB. 25

Judul: Ekonomi Pembangunan Pembiayaan Pembangunan

Oleh: Lyana Ferusnanda Putri

Ikuti kami