Teori Korespondensi Filsafat Ilmu

Oleh Luthfi Hajan

51,1 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Teori Korespondensi Filsafat Ilmu

1. Teori Korespondensi Teori yang pertama adalah korespondensi, the correspondence theory of truth yang kadang disebut accordance theory of truth. Menurut teori ini, kebenaran atau keadaan benar itu apabila ada kesesuaian (correspondence) antara arti yang dimaksud oleh satu objek yng dituju oleh pernyataanatau pendapat tersebut 2. Teori Koherensi Yaitu kebenaran yang tidak dibentuk atas hubungan antara putusan dengan sesuatu yang lain, yaitu fakta atau realitas, tetapi atas hubungan antara putusanputusan itu sendiri. Dengan kata lain, kebenaran ditegakan atas hubungan antara putusan yang baru itu dengan putusan-putusan yang lainnya yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu. 3. Teori Pragmatis Yaitu suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dari kehidupan manusia. Dikutip dari buku Filsafat Ilmu Pengarang Dr. Amsal Bakhtiar, M.A. 1. Teori Korespondensi Adalah bahwa kebenaran sesuatu dibuktikan dengan cara menemukan relasi relefan dengan sesuatu lain. 2. Teori Koherensi Teori yang dilandaskan pada kebenaran moral atau nilai. Sesuatu diapandang sebagai bila sesuai dengan moral tertentu. 3. Teori Paradigmatik Teori yang berupaya mengkontruksi beragam konsep dalam tatanan tertentu, menyerdanakan yang kompleks. Tatanan tersebut dapat mengandung relasi beragam dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada holographik. Dikutip dari buku Filsafat Ilmu Karangan Prof. Dr. H. Noeng Muhadjir 1. Teori Kebenaran Teori yang dianggap benar apabila memenuhi persyaratan-persyaratan bahwa pernyataan itu bersifat kohern atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. 2. Teori Korespondensi Suatu pernyataan akan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung dalam pernyataan itu berkorespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. 3. Teori Pragmatis Suatu pernyataan yang diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Suatu pernyataan dikatakan benar apabila konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Karya Prof. Drs. B. Sukarno, S.U. Dalam bukunya Pengantar Filsafat Ilmu Halaman 70-71.

Judul: Teori Korespondensi Filsafat Ilmu

Oleh: Luthfi Hajan

Ikuti kami