Laporan Praktikum Teknik Laboratorium

Oleh Itsna Nabilatuz Zahra_ Uin Walisongo Semarang

172,5 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Laporan Praktikum Teknik Laboratorium

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK LABORATORIUM ”PENIMBANGAN, PENYARINGAN, DAN PEMANASAN BAHAN KIMIA” Dosen Pengampu : Anif Rizqianti Haris, S.T.,M.Si Nama : Itsna Nabilatuz Zahra NIM : 2008086018 Asisten Dosen : Urfun Nadhiroh LABORATORIUM BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN WALISONGO SEMARANG 2020 ACARA 4 ”PENIMBANGAN, PENYARINGAN, DAN PEMANASAN BAHAN KIMIA” 18 Desember 2020 A. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan cara menimbang bahan kimia menggunakan neraca. 2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan cara menyaring larutan. 3. Mahasiswa mampu mendeskripsikan cara memanaskan bahan kimia. B. DASAR TEORI Menurut Widodo dan Lusiana (2010) Penimbangan merupakan prosedur rutin dalam analisis kuantitatif. Pada eksperimen analisis gravimertri, kuantisasinya (respon analitik) yang harus dicatat dalam massa. Pada anaisis kuantitatif volumetric prepasi larutan yang dibutuhkan sering harus diawali dengan penimbangan, karena zat yang akan dilarutkan berada pada keadaan (Kristal). Lepas dari keduanya pada hamper seluruh analisis yang melibatkan sampel padatan, analit yang tarkandung juga dilaporkan dalam satuan berbasis berat seperti persen berat, sehingga sampel harus ditimbang sebelum dianalisis. Penimbangan dapat dilakukan dengan timbangan neraca analitik atau timbangan biasa tergantung tingkat ketelitian yang diinginkan dan jumlah zat yang ditimbang. Timbangan yang digunakan di laboratoriun terdiri dari bermacam-macam maupun merek. Yang penting diketahui adalah kapasitas dan ketelitian timbangan-timbangan yang digunakan yaitu apakah timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan halus mempunyai ketelitian sampai 0,1 mg bahkan 1 (Slamet, dkk, 1995). Kuantitas pengukuran menyangkut masalah kecermatan dan ketelitian. Kecermatan pengukuran berhubungan dengan seberapa dekat hasil dari dua kali pengukuran atau lebih (Sukri, 1999). Menurut Widodo dan Lusiana (2010) Neraca analitik merupakan instrument yang memiliki kemampuan mendeteksi perbedaan berat antara standar dan sampe (pers. 2-3) kurang dari 1 ppm. Sebagai contoh selisih berat 10 -4 gram pada penimbangan objek seberat 100 gram dapat dideteksi dengan seksama. Neraca analitik yang tersedia di laboratorium biasanya memiliki kapasitas penimbangan tertentu dengan sensitivitas mencapai ± 0,1 mg. Karena itu suatu objek dengan bobot > 100 mg dapat ditimbang dengan presisi ± 0,1 %. Sampel dengan bobot yang lebih kecil dapat pula ditimbang dengan neraca dengan kapasitas yang lebih rendah dan sensitivitas ± 0,01 mg atau dengab mikroneraca (10-20 g) yang memiliki sensitivitas ± 0,001 mg . Dalam pengukuran harus diperhatikan dua hal, yaitu keabsahan dan kuantitas penukuran. Keabsahan pengukuran berhungan dengan jenis alat ukur, misalnya mengukur berat zat kimia bisa dipakai timbangan teknis atau timbangan analitis. Timbangan teknis hanya dapat mengukur massa zat dalam satuan gram, sedangkan timbangan analisis sampai milligram (Sukri, 1999). Alat-alat wadah tersebut harus bersih dan sudah dikeringkan dalam oven 110o C kemudian didinginkan pada suhu kamar dalam eksikator selama demikian pula dahulu dengan cara yang sama. Penyaringan bertujuan untuk memisahkan suatu cairan dari bahan padat yang terdapat pada cairan dengan cara melarutkan cairan pada bahan penyaring, misalnya kertas saring, tiber-glass, krus dari dari “sintered-glass”, krus porselin yang porous. Bahan-bahan penyaring tersebut memiliki ukuran porositas yang bermacam-macam. Setiap menambah atau mengurangi beban dari pan penimbang, timbangan harus dalam keadaan tidak bergerak bergerakatau bergoyang. Jangan menimbang melebihi kapasits timbangan. Bila selesai menimbang, bersihkan alat timbangan dan kembalikan dalam keadaan terkunci (Slamed , dkk, 1995). Krus saring digunakan juga sebagai wadah juga sebagai penyaring. Penyaring dengan alat ini dibantu dengan pompa vakum, dengan penggunaan adepter karet penghubung antara gelas saring dan krus, sehingga tidak ada kebocoran tekanan selama penyaringan. Pengumpulan endapan dengan cara ini biasanya lebih menghemay waktu dibandingkan penyaringan biasa (Widodo dan Lusiana, 2010). Kertas saring memiliki sifat menyerap kelembaban udara. Sehingga setelah pengendapan analit kertas saring perlu didestruksi dengan pemijaran. Setelah pemijaran, kertas saring menyisakan residu yang kurang dari 0,1 mg (untuk kertas saring ukuran lingkar 9 atau 11 cm). Kertas saring tanpa abu tersedia dalam berbagai ukuran pori (Widodo dan Lusiana, 2010). Dalam prosedur gravimetrik zat unsur yang diinginkan sering dipisahkan dalam bentuk endapan. Endapan ini harus dikumpulkan, dicuci bebas dari zat pengotor yang tidak yang tidak diharapkan dari cairan induk, dikeringkan dan diimbang, sebagai endapan sendiri atau setelah diubah menjadi bentuk lain. Penyaring merupakan cara umum yang umum untuk mengumpulkan endapan, dan pencucian sering dilaksanakan selama pengerjaan yang sama. Penyaringan dilkukan dengan corong dan kertas saring maupun krus saringan. Faktor-faktor penting untuk memilih diantara keduanya adalah batas suhu yang endapan harus dipanaskan untuk mengubahnya menjadi bentuk penimbangan yang diharapkan dan mudahnya endapan mungkin dapat direduksi (Chadijah, 2002). Suatu endapn gelatin, seperti besi (III) oksida, dapat menyumbat pori semua kertas saring. Masalah ini dapat diminimalkan dengan mencapur despersi kertas saring tanpa abu dengan endapan sebelum disaring. Bila diperlukan pulp kertas saring juga dapat diperoleh dengan di agen penyedia bahan-bahan kimia, atau dibuat sendiri dengan memberikan perlakuan asam klorida pekat pada sepotong kertas saring, kemudian mencucinya hingga bebas asam (Widodo dan Lusiana, 2010). Kertas saring biasanya dilipat sedemikian agar menyediakan ruangan antara kertas dan corong, kecuali pada bagian atas kertas yang harus cocok dan rapat pada gelas. Lipatan ke dua dibuat sedemikian hingga bagian akhir tidak saling menyamai sepanjang kira-kira 1/8 inci. Kertas kemudian dibuka menjadi kerucut. Sudut lipatan sebelah luar pada sisi yang lebih tebal disobek agar dapat menyesuaikan kertas dengan corong lebih mudah dan mencerai-beraikan suatu kemungkinana aliran udara bawah lipatan di dekat corong (Chadijah, 2002: 100). Corong saring digunakan untuk membantu memindahkan cairan ke dalam wadah yang bermulut kecil, dan membantu proses pemisahan padatan dari larutannya dengan bantuan kertas saring. Kertas saring tersedia dalam berbagai ukuran pori. Pemilihan kertas saring harus mempertingkan ukuran dan bentuk partikel yang hendak disaring. Partikel gel tidak perlu disaring dengan kertas saring whatman 42 atau sebaliknya parikel kristal lembut tidak bisa dipisahkan dari larutannya bila menggunakan kertas saring biasa (Widodo dan Lusiana, 2010). Peralatan non gelas merupakan peralatan yang biasanya digunakan dalam percobaan dilaboratorium kimia. Peralatan non gelas ini bukanlah peralatan utama. Apabila tidak tersedia peralatan ini diusahakan peralatan yang lain yang dapat menggantikan fungsinya. Namun demikian, peralatan non gelas harus dapat mungkin diusahakan keberadaannya agar percobaan dan kegiatan di laboratorium kimia berjalan dengan lancar sebagaimana yang diinginkan (Baharuddin dan Aziz, 2013: 73). Pengukur volume dilakukan dengan gelas ukur, pipet, buret, dan labu takar (labu volumetrik). Biasanya peralatan tersebut ditandai dengan bagaimana alat tersebut dikalibrasi (TC = to contain, dan TD = to deliver) dan temperature kalibrasi. Pipet dan buret digunakan untuk mengembil dan memindahkan volume tertentu (biasanya dalam pembuatan larutan atau pengenceran) (Widodo dan Lusiana, 2010). Selama penimbangan gunakan alat yang digunakan untuk menaruh atau mengambil wadah untuk menimbang bahan anak timbangan dan lain-lainnya, jangan sekali-kali langsung dipegang dengan tangan. Alat-alat tersebut dapat berupa penjepit, pinset untuk menaruh atau mengambil wadah, sedangkan untuk bahan kimia bisa diambil dengan sendok, spatula atau pipet (untuk bahan cair) (Slamet, dkk, 1995). Selain peralatan yang biasa ditemukan dalam setiap laboratorium kimia, masih ada barang-barang tertentu yang istimewa menarik lagi bagi kimiawan nails. Beberapa dari barang yang lebih penting diuraikan dalam bagian ini, dan diberikan nasehat tentang penggunaannya (Chadijah, 2002). Bermacam-macam jenis kertas saring dapat diperoleh. Untuk pekerjaan kuantitatif harus digunakan dengan asam-asam klorida dan flurida selama dibuat. Ini berkadar zat anorganik rendah dan meninggalkan hanya sejumlah berat abu yang sangat kecil bila dibakar. (Angka khas untuk abu dari kertas bundar berdiameter 11 cm adalah 0,13 mg). Berat abu biasanya diabaikan; untuk pekerjaan sangat teliti, suatu koreksi dapat dikenakan, kerena berat abu cukup tetap bagi kertas dalam suatu batch tertentu (Chadijah, 2002). C. Alat dan Bahan 1. Alat a. Neraca b. Gelas arloji c. Gelas kimia d. Spatula e. Pemanas f. Tabung reaksi g. Penjepit tabung reaksi 2. Bahan a. KOH b. NaCl c. KMnO4 d. HCl e. NaOH f. H2SO4 D. METODE Melihat video virtual dari link yang diberikan saat diskusi praktikum. Memahami video pertama tentang Cara Menggunakan Neraca Analitik, video yang kedua tentang Cara Filtrasi dengan Kertas Saring, ketiga tentang Tehnik Memanaskan Larutan. Kemudian, membuat hasil laporan praktikum sebagai bukti bahwa kita sudah memahami dan layak untuk mendapatkan penilaian sebagai bentuk apresiasi. E. HASIL Timbangan Laboratium atau Neraca Analitik (Analytical Balance) merupakan timbangan yang sering digunakan untuk menimbang bahan uji laboratorium dengan tingkat ketelitian tinggi. Penggunaannya pun harus hati-hati agar mendapatkan hasil pengukuran yang tepat. Jika anda belum mengetahui prosedur menggunakan timbangan laboratorium,simaklah berikut ini prosedure menggunakan Timbangan Laboratorium : 1. Siapkan timbangan laboratorium dalam kondisi seimbang atau water pass (dengan mengatur sekrup pada kaki neraca sehingga gelembung air di water pass tepat berada di tengah). 2. Sebelum digunakan, bersihkan timbangan terlebih dahulu dengan menggunakan kuas. Piringan neraca pada timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan alkohol/ethanol. 3. Tancapkan kabel power timbangan ke statvolt. 4. Tekan tombol ON kemudian tunggu sampai angka 0,0000 g muncul. 5. Masukkan alas bahan (gelas arloji, kertas atau benda tipis) dengan membuka kaca tidak terlalu lebar agar tidak mempengaruhi perhitungan karena timbangan laboratorium cukup sensitive). 6. Tutuplah kaca timbangan laboratoriumnya. 7. Tekan tombol zero agar perhitungan lebih akurat. 8. Masukkan bahan yang akan ditimbang dengan tidak terlalu lebar membuka kaca, begitu pula ketika akan menambah atau mengurangi bahan untuk menyesuaikan massa yang diinginkan. 9. Setelah menaruh bahan yang ingin ditimbang, tutuplah kaca timbangan. 10. Maka secara otomatis display angka akan berubah menyesuaikan massa bahan. 11. Catatlah ukuran massa dari bahan yang ditimbang. Jika sudah ambillah bahan yang telah ditimbang. 12. Kemudian matikan timbangan laboratorium dengan cara menekan tombol off 13. Setelah timbangan benar-benar mati, lepaskan stop kontak dari statvolt. 14. Bersihkan ruang dalam timbangan dengan menggunakan kuas. Piringan timbangan dapat diangkat dan dibersihkan seperti langkah no. 2. Filtrasi disebut juga dengan istilah penyaringan cara pemisahan suatu campuran cair dan padat, dengan memanfaatkan ukuran pori-pori saringan, sehingga endapan akan tertinggal di saringan. Untuk melakukan filtrasi terdapat 4 tahap: 1. melipat kertas saring untuk memperluas bidang penyaringan 2. memasukkan kertas saring ke dalam corong penyaring 3. membasahi kertas saring dengan pelarut 4. menuangkan campuran ke dalam corong yang di bawahnya sudah disediakan wadah. Pemanasan tabung reaksi sering dilakukan dalam suatu percobaan di laboratorium. Ada banyak reaksi yang harus dilakukan pemanasan untuk mempercepat proses reaksi. Tata cara melakukan pemanasan tabung reaksi adalah : 1. Isi tabung reaksi sebagian saja, sekitar sepertiganya. 2. Api pemanas terletak pada bag bawah larutan. 3. Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata. 4. Arah mulut tabung reaksi pada tempat yang kosong agar percikannya tidak 5. mengenai orang lain.Cara memanaskan dengan gelas Kimia Pemanasan yang dilakukan menggunakan gelas kimia ( bukan tabung reaksi) maka harus memperhatikan aturan sebagai berikut : 1. Gunakan kaki tiga sebagai penopang gelas kimia tersebut. 2. Letakkan batang gelas atau batu didih pada gelas kimia untuk menghindari pemanasan mendadak. 3. Jika gelas kimia tersebut berfungsi sbg penagas air , isikan air seperempatnya saja supaya tidak terjadi tumpahan. F. PEMBAHASAN Pengertian neraca secara umum adalah suatu alat timbang yang digunakan untuk menimbang suatu zat, benda, bahan, atau unsur dengan skala tertentu, sedangkan pengertian secara khusus neraca adalah sebuah alat yang terdiri dari besi, kuningan, logam, yang terdapat jarum penunjuk, skala, tombol pengatur, yang digunakan untuk menimbang, menghitung, dan mengetahui besar sebuah berat suatu barang atau zat dalam ukuran kecil (Marthen 2006). Neraca analitik merupakan suatu alat yang sering digunakan di laboratorium yang berfungsi untuk menimbang bahan/zat yang akan digunakan sebelum melakukan suatu percobaan yang membutuhkan suatu penimbangan. Bahan yang ditimbang biasanya berbentuk padatan, namun tidak menutup kemungkinan untuk menimbang suatu bahan yang berbentuk cairan. Selain itu neraca analitik merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat ketelitian tinggi dan bermutu tingg, sehingga dapat ditempatkan di ruang bebas serta terhindar dari gangguan akibat aliran udara. Neraca ini melakukan kalibrasi internal, tetapi untuk pemeriksaan ulang, neraca ini harus diperiksa dengan anak-anak timbangan yang sudah di identifikasi. Neraca analitik ini hanya di gunakan untuk penimbangan tingkat analitik (Day dan Underwood 2002). Neraca analitik mempunyai ketelitian yang tinggi, karena sampai 4 desimal di belakang koma (contoh: 1,7869 gram), biasanya digunakan untuk menimbang benda atau zat yang membutuhkan ketelitian yang tinggi (Pradhika 2008). Neraca analitik yang digunakan di laboratorium merupakan instrumen yang akurat yang mempunyai kemampuan mendeteksi bobot pada kisaran 100 gram sampai dengan ± 0,0001 gram (Day dan Underwood 2002). Neraca analitik yang kita lihat dalam video itu contohnya. Disitu bias kita lihat bahwa neraca analitik memiliki nilai dibelakang koma sebanyak empat. Dan pada video tersebut kita dapat mengetahui bahwa penutup neraca harus selalu tertutup agar kesetimbangannya tetap terjaga dari udara yang masuk akan memepengaruhi kesetimbangan neraca. Kertas saring Whatman no. 1 (Whatman Ltd ., England) dibuat dalam bentuk strip 3 x 1,5 cm dengan salah satu ujung dilapisi karton untuk identifikasi sampel. Ketika melakukan penyaringan menggunakan kertas saring, seperti pada video yang telah ditonton kita harus melipat kertas dengan empat lipatan dan menaruhnya pada corong. Lalu basahkan kertas saring yang sudah dalam corong dengan aquades agar kertas saring menempel pada corong. Baru setelah itu, kita masukan pelan-pelan larutan yang akan kita saring agar penyaringan dapat dilakukan dengan baik dan menghasilkan filtrat yang benar-benar terpisah dengan residunya. Bunsen merupakan alat pembakar yang ditemukan oleh Robert William Bunsen pada tahun1855. Bunsen ini menggunakan prinsip pengaturan aliran campuran udara dengan bahan bakar gas secara kontinyu. (Rachmat,2008). Apabila melakukan pemasan menggunakan Bunsen maka bias dilakukan dengan dua cara. Yang pertama, menggunakan tabung reaksi. Bahan yang akan dipanaskan dimasukan kedalam tabung reaksi. Lalu jepit tabung reaksi menggunakan penjepit tabung reaksi yang terbuat dari kayu. Lalu arahkan mulut tabung reaksi ke bagian yang tidak terdapat orang agar uap saat melakukan pemanasan tidak terhirup secara langsung. Cara yang kedua yaitu menggunakan gelas kimia atau gelas beaker. Gelas kimia disangga menggunakan kaki tiga dan Bunsen ditaruh dibawahnya. Seperti pada cara yang pertama, agar uap tidak terhirup secara langsung jangan dekatkan muka kita kearah tempat pemanasan. Cara ini digunakan apabila bahan kimia yang akan dipanaskan berjumlah cukup banyak. G. KESIMPULAN Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa penimbangan menggunakan neraca analitik memiliki ketelitian yang tinggi karena dapat mengukur satuan sampai decimal dibelakang koma dengan empat angka. Dan penyaringan menggunakan kertas saring harus dilakukan dengan pelan-pelan agar hasil filtrat benar-benar terpisah dari residunya. Serta pemanasan dengan menggunakan Bunsen dapat dilakukan dengan du acara yaitu menggunakan tabung reaksi jika bahan yang ingin dipanaskan dalam jumlah sedikit sedangkan jika bahan yang ingin dipanaskan dalam jumlah yang cukup banyak maka menggunakan gelas kimia. H. DAFTAR PUSTAKA https://www.taukan.com/neraca-analitik/ . Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020 jam 22.20 WIB. http://timbangananalitiklab.blogspot.com/2017/01/prosedur-menggunakantimbangan.html . Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020 jam 22.50 WIB. https://www.safetyshoe.com/keselamatan-dan-kesehatan-kerja-laboratorium-kimia/. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2020 jam 23. 34 WIB. https://www.academia.edu/20615679/ Laporan_Analisis_Penimbangan_Menggunakan_Neraca_Analitik_dan_Neraca_Ohaus. Diakses pada tanggal 18 Desember 2020 jam 21.40 WIB. http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126791-R020814-Penelitian%20kestabilanLiteratur.pdf. Diakses pada tanggal 18 Desember 2020 jam 22.10 WIB.

Judul: Laporan Praktikum Teknik Laboratorium

Oleh: Itsna Nabilatuz Zahra_ Uin Walisongo Semarang

Ikuti kami