Makalah Ekonomi Mikro Dan Makro Islam Keseimbangan Pasar Dalam Ekonomi Makro

Oleh Willy Ahmad Rifai

225,9 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ekonomi Mikro Dan Makro Islam Keseimbangan Pasar Dalam Ekonomi Makro

MAKALAH EKONOMI MIKRO DAN MAKRO ISLAM KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Mikro dan Makro Islam Dosen Pengampu : Devi Novita Sari, M. Si Disusun Oleh : Kelompok 3 Bella Kartika (1804100019) Rosiana Dwi Lestari (1602100065) Willy Ahmad Rifa’i (1804101097) Kelas : A JURUSAN S1-PERBANKAN SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO 2019/2020 i KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan ini penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah ekonomi mikro dan makro islam ini. Adapun makalah ini telah penulis usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan dari banyak pihak, sehingga dapat memperlancar proses pembuatan makalah ini. Oleh sebab itu, penulis juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Metro, 28 Agustus 2019 Penulis ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ........................................................................................ 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1 C. Tujuan Masalah ....................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN A. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro : Individu...................................... 3 B. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Industri...................................... 3 C. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Agregat...................................... 4 D. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Adanya Uang Dalam Perekonomian........................................................................................... 6 E. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya Peran Pemerintah...... 11 F. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro pada Macam-macam Aggregate Supply (Materi Intermediate).................................................. 12 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................. 16 B. Saran ....................................................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada materi ekonomi mikro pernah dibahas mengenai kurva diturunkan dari kurva utilitas, dan bagaimana kurva penawaran diturunkan dari kurva produksi. Interaksi antara kurva permitaan (D) dan penawaran (S) menghasilkan titik keseimbangan pada saat perpotongan kedua kurva, yaitu titik (p*,q*). Teori diataslah yang akan dibahas dalam ekonomi makro. Dalam konteks ekonomi makro, keseimbangan yang dimaksud adalah keseimbangan pasar yang terjadi ketika Aggregate Demand (AD) bertemu dengan Aggregate Supply (AS). Dimulai dengan keseimbangan pada pasar yang sederhana sampai pada bentuk yang kompleks. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas antara lain: 1. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Individu? 2. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Industri? 3. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat? 4. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Adanya Uang Dalam Perekonomian? 5. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya Peran Pemerintah? 6. Bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro pada Macam-macam Aggregate Supply (Materi Intermediate)? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain: 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah ekonomi mikro dan makro Islam. 2. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Individu. 3. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Industri. 1 4. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat. 5. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Adanya Uang Dalam Perekonomian. 6. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya Peran Pemerintah. 7. Untuk mengetahui bagaimana Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro pada Macam-macam Aggregate Supply (Materi Intermediate). 2 BAB II PEMBAHASAN KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO A. Keseimbangan Pasar Ekonomi Mikro: Individu Dalam bentuk yang paling sederhana keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari satu individu yang berpotongan dengan kurva supply dari individu lain. Bentuk kurva demand yang negatif (dari kiri atas ke kanan bawah) dan bentuk kurva supply yang positif (dari kanan atas ke kiri bawah). S p p* D Q q* B. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Industri Dalam ekonomi mikro pun telah dijelaskan bagaimana menjumlahkan kurvakurva demand individu secara horizontal menjadi permintaan industri. Begitu pula dengan penjumlahan kurva-kurva supply secara horizontal yang membentuk kurva penawaran industri. P P P D1 Q1D Q D1+D2 D2 Q2D Q 3 Q1D+Q2D Q P P P S1 Q1S S2 Q Q2S S1 + S2 Q Q1S + Q2S Q P S1 + S2 p* D1+D2 q* Q Adanya pemerintah sebagai pembeli besar dan sebagai penjual besar tidak mengubah pembentukan kurva demand dan supply. Sebagai pembeli besar kurva demand pemerintah berada jauh ke kanan yaitu Dg dengan kuantitas Qd (g), dan sebagai penjual besar kurva supply pemerintah berada jauh ke kanan, yaitu Sg dengan kuantitas Qs (g). P S1 + S2+ Sg p* D1+D2+Dg q* Q C. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Agregat Bila seluruh individu dijumlahkan secara horizontal menjadi individu sehingga didapat jumlah kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu perekonomian (∑Qs) dan jumlah kuantitas barang A yang diminta dalam suatu 4 perekonomian (∑Qd), maka didapatkan kurva demand agregat industri A dan kurva supply agregat industri A. Selanjutnya, bila kuantitas barang dan jasa masing-masing industri dikonversikan dalam satuan yang sama, katakan saja output nasional Y, maka didapatkan kurva Aggregate Demand (AD) dan Aggregate Supply (AS) nasional. Secara grafis sumbu vertikal menggambarkan harga-harga umum P, sedangkan sumbu horizontal menggambarkan output nasional Y. P AS p* AD Y Rp(qa*+ qb*+…. qz*) Harga-harga umum dalam grafik diatas adalah harga rata-rata tertimbang yang dihitung sebagai berikut: Harga keseimbangan industri (p*i) p*a =10 p*b =15 p*c =20 Kuantitas keseimbangan industri (q*i) dalam satuan rupiah q*a = 500 q*b = 1000 q*a = 1500 ∑q= 3000 p*i x q*i 5000 15000 30000 ∑(pxq) = 50000 Harga rata-rata tertimbang (p*) = ∑ (pxq) / ∑q Keseimbangan umum 50.000/3=16,7 p*=16,7 q*=3.000 Patut diingatkan bahwa sampai saat ini kita mengasumsikan belum ada uang dalam perekonomian. Harga-harga dalam satuan rupiah sebagaimana tertera dalam table diatas hanyalah sataun ukuran (unit of measurement) yang menggambarkan relative price bahwa harga barang B satu setengah kali harga barang A, harga barang C dua kali lipat harga barang A, dan seterusnya. Untuk lebih meyakinkan bahwa tidak ada uang dalam perekonomian, kita dapat saja mengganti satuan rupiah menjadi satuan ukur lain, misalnya p*A = senilai 10 karung beras, p* B = senilai 15 karung beras, p*C = senilai 20 karung beras. Dalam satuan ukur ini, maka harga keseimbangan umum p* = senilai 16,7 karung beras.1 1 Adiwarman A. Karim, Ekonomi Makro Islami (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), 51. 5 D. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro Adanya Uang dalam Perekonomian Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD=AS. Dalam pembentukan Aggregate Demand, ada dua keseimbangan pasar yang menentukan yaitu: 1. Keseimbangan pasar uang 2. Keseimbangan pasar barang dan jasa 1. Keseimbangan Pasar Uang: Kurva LM a. Kurva yang Menunjukan L=M: Keseimbangan pasar uang digambarkan oleh kurva LM. Sesuai namanya, kurva LM Menunjukan L = M, dimana: L = adalah jumlah likuiditas (uang) dalam perekonomian yang diedarkan oleh bank sentral. M = adalah jumlah uang (money) yang ingin di pegang masyarakat. Dalam notasi lain dituliskan Ms= Md, dimana: Ms, adalah money supply penawaran uang oleh bank sentral. Md, adalah money demand/permintaan uang oleh masyarakat. b. Kurva yang Menunjukan Hubungan Uang dan Pendapatan Semakin kaya orang, maka semakin besar pula keinginannya memegang uang untuk melakukan transaksi. Sebaliknya, semakin miskin orang, semakin kecil jumlah uang yang ingin di pegangnya. Hubungan yang positif ini dikenal sebagai teori Cambridge akan permintaan uang. Md (tr) = kY Money demand merupakan porsi tertentu dari kekayaan. Bila Y besar maka Md (tr) besar, bila Y kecil maka Md (tr) kecil. Y Md (tr) /p 6 Porsi itu sendiri di simbolkan dengan “k” yang relative dari waktu kewaktu. Perubahan teknologi dapat mengubah “k”, misalnya dengan adanya ATM. Maka jumlah uang yang di pegang dalam saku berkurang di bandingkan bila tidak ada ATM, karena bila memerlukan uang ia dapat menarik dari ATM. Bila kemudian kartu debit telah diterima luas, maka jumlah uang yang dipegang dalam saku semakin berkurang karena transaksi dapat dilakukan tanpa fisik uang. Hubungan antara uang dan kekayaan ini digambarkan dengan grafik berikut. Kemiringan slope kurva ditentukan oleh besaran ‘k”. d M tr P Grafik. Kurva fungsi permintaan uang untuk transaksi. c. Kurva yang Menunjukan Hubungan Uang dan Tingkat Bunga Semakin tinggi bunga, semakin orang tertarik menyimpan uangnya dalam deposito di bank konvensional. Dalam konteks lain, semakin tinggi bunga obligasi semakin orang tertarik membeli obligasi, konvensional. Bila orang meningkatkan simpanan uangnya dalam bentuk deposito di bank konvensional atau membeli obligasi konvensional maka semakin sedikit uang yang tersedia baginya untuk melakukan spekulasi berjual-beli saham di pasar saham. i↑ → beli obligasi atau simpan deposito→ Md (sp) /P↓ Hubungan negative ini digambarkan secara grafis sebagai berikut: i MdSP P 7 2. Keseimbangan Pasar Barang: Kurva IS a. Kurva yang menunjukan I=S: Keseimbangan pasar barang digambarkan oleh kurva IS. Sesuai dengan namanya. Kurva IS menunjukan I = S, di mana: I = Investasi S = Saving (tabungan) Dalam buku Ekonomi Mikro Islam dibahas bahwa pendapatan yang diterima dapat digunakan sebagian untuk konsumsi, dan sebagian lain untuk disimpan. Y = C+S, di mana: Y = pendapatan C = konsumsi S = simpanan Bila diasumsikan seluruh simpanan tersebut digunakan untuk investasi, maka: S=I Y = C+I S 45° I b. Kurva yang menunjukan Hubungan Investasi dengan Tingkat Bunga Hubungan antara investasi (I) dengan tingkat bunga (i), dilatarbelakangi oleh praktik yang lazim dilakukan yaitu meminjam kredit dari bank konvensional untuk melakukan investasi. Semakin tinggi bunga semakin sedikit jumlah kredit yang mau dipinjam oleh masyarakat dari bank konvensional, berarti semakin sedikit investasi yang terjadi. i I 8 c. Kurva Yang Menunjukan Hubungan Tabungan dengan Pendapatan Hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan (Y) dilatarbelakangi oleh kecenderungan orang untuk menggunakan sebagian pendapatannya untuk ditabung dan sebagian lain untuk keperluan konsumsi. Kecenderungan untuk menabung sebagian pendapatannya disebut marginal propensity to save (mps), dan kecenderungan menggunakannya untuk keperluan konsumsi disebut marginal propensity to consume (mpc). Y=C+S Y = ( mpc x Y) + (mps x Y) Dalam notasi lain ditulis: Y = Cy + Sy, di mana: C = Cy dan S = Sy Semakin kaya orang, semakin banyak tabungannya. Semakin miskin orang semakin kecil tabungannya. MPC dan MPS sendiri relative stabil dari waktu ke waktu karena merupakan kebiasaan orang atau pola perilaku orang dalam menggunakan pendapatannya. Y↑→S↑ S Y 3. Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang: Kurva IS-LM Bila kita gabungkan kedua kuadran 4, dapatlah kurva IS-LM. Perpotongan dengan kurva LM merupakan titik keseimbangan umum. Sesuai namanya, keseimbangan umum IS-LM menggambarkan bertemunya keseimbangan pasar uang (LM) dengan keseimbangan pasar barang (IS). 9 i LM i* IS Y y* 4. Hubungan Kurva IS-LM dengan Kurva AS-AD Kurva IS-LM menggambarkan keseimbangan pasar barang dan keseimbangan pasar uang. Dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan sumbu vertikal (tingkat bunga). Sedangkan kurva AS-AD menggambarkan keseimbangan pasar agregat dalam perekonomian, dengan sumbu horizontal Y (pendapatan nasional) dan sumbu vertikal P (harga-harga umum). Bila kita ingat kembali komponen yang membentuk kurca LM, maka kita menemukan salah satua unsurnya adalah real money supply (Ms/P) & real money demand (Md/P). Sedangkan pada komponen pembentuk kurva IS kita tidak menemukan unsur P. Kurva IS i Kurva LM i Kuadran 4 Kuadran 1 Kuadran 4 Kuadran 1 LM I M as P IS Y 45° Y 45° Kuadran 2 Kuadran 2 Kuadran 3 Kuadran 3 Mdtr P S 10 E. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro: Masuknya Peran Pemerintah Dengan wewenangnya pemerintah dapat menarik pajak dan menjadikanya sebagai tabungan pemerintah. Selain itu, Dengan tabunganya yang besar pemerintah mempunyai kemampuan yang besar sebagai pembeli. Katakanlah pemerintah menaikan tabungannya (Sg), dan pada saat yang sama, menaikkan belanjanya yang masuk ke dalam perekonomian. Y=C+S Y = (Cg+Ch) + (Sg + Sh), dimana: Y adalah pendapatan nasional. Cg adalah konsumsi pemerintah. Ch adalah konsumsi rumah tangga. Sg adalah tabungan pemerintah. Sh adalah tabungan rumah tangga. Kenaikan ini digambarkan dengan bergesernya kurva S dikuadran 3 ke arah kiri bawah. Dengan mempertahankan asumsi S = 1 maka kurva IS kuadran 4 bergeser ke kanan atas. Kurva 1 pada kuadran 1 tidak berubah karena masuknya belanja pemerintah ke perekonomian tidak melalui mekanisme 1 yang lazim. Ingat bahwa AD adalah penjumlahan horizontal kurva-kurva demand, termasuk demand pemerintah. Kenaikan belanja pemerintah berarti kenaikan demand pemerintah, yang berarti pula kenaikan AD. Dampak kenaikan AD terhadap pendapatan nasional dan harga (p, y) tentu ditentukan pada perpotongan kurva AD dengan kurva AS. Bila kurva AS ber slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ekonomi mikro, maka secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut. Titik keseimbangan berubah dari titik 1 (p1, y1) ke titik 2 (p2, y2). Sg↑→ kurva IS bergeser ke kanan atas→ kurva AD bergeser ke kanan atas, kurva AS ber slope positif→ p↑, y↑. 11 P AS p2 p1 AD2 AD1 Y y1 y2 Grafik perubahan tabungan pemerintah pada keseimbangan AD=AS F. Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro pada Macam-Macam Aggregate Supply (Materi Intermediate) 1. Kurva AS Ber-Slope Positif: Tanpa Rigiditas dan Rigiditas Gaji Sampai saat ini kita belum banyak membicarakan kurva AS. Cara paling sederhana adalah dengan mengasumsikan kurva AS mempunyai slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ilmu ekonomi mikro. P AS Y Asumsi yang digunakan dalam kurva AS ber-slope positif adalah: 1. Harga-haraga fleksibel, dapat turun dapat naik. Dengan kata lain tidak ada rigiditas harga (kekakuan harga). 2. Gaji-gaji fleksibel, dapat turun dapat naik. Dengan kata lain tidak ada rigiditas gaji (kekakuan gaji). 3. Perekonomian belum berada pada keadaan pada kapasitas penuh, sehingga setiap keanaikan AD dapat dipenuhi oleh kapasitas produk yang ada. 12 Pada kenyataannya, tidak selamanya ketiga asumsi itu dapat terpenuhi. Keynes dalam buku General Theory (1936) mengasumsikan gaji nominal tidak dapat turun, atau dengan kata lain ada rigiditas gaji. Secara lengkap asumsi yang dibangun Keynes adalah: 1. Pasar barang kompetitif, dan harga-harga fleksibel (dapat naik dapat turun). 2. Gaji gaji tidak fleksibel. Dengan kata lain tidak ada rigiditas (kekakuan) gaji nominal. Output diproduksi oleh perusahaan-perusahaan secara kompetitif. Untuk menyederhanakan bagi pemula, input yang digunakan untuk memprodukse hanya tenaga kerja. Dengan demikian, perusahaan akan mempekerjakan buruh sampai titik optimalnya yaitu pada saat tingkat produktifitas marjinal buruh (marginal product of label, MPL) sama dengan gaji riilnya (W/P). MPL adalah atambahan output yang dihasilkan dengan adanya tambahan satu unit tenaga kerja. MPL = W/P↓→ turunnya W/P mengakibatkan MPL>W/P, dengan kata lain gaji buruh lebih kecil daripada produktifitas buruh dalam menghasilkan output → menguntungkan bagi perusahaan untuk menambah jumlah tenaga kerja karena upah yang dibayarkan lebih kecil dari tambahan output yang didapat→perusahaan menambah jumlah tenaga kerja, sampai tercapai MPL = W/P → tambahan tenaga kerja ini menambah output; Y↑ Hubungan yang positif: P↑→Y↑ inilah yang digambarkan dengan slope AS yang postif dari kiri bawah ke kanan atas. 2. Kurva AS ber-slope Horizontal: Rigiditas Harga Alternatif lain dari asumsi Keynes adalah dengan mengasumsikan rigiditas terjadi pada harga, bukan pada gaji. Secara lengkap asumsi alternatif ini adalah: a. Harga-harga tidak fleksibel (sticky prices) b. Pasar tenaga kerja kompetitif, dan gaji-gaji fleksibel. Dengan kata lain tidak ada rigiditas gaji (kekakuan gaji). Asumsi sticky prices ini secara grafis digambarkan dengan kurva AS yang horizontal. Rigiditas harga dengan mudah tergambar yaitu tingkat harga yang tetap pada P*. 13 P AS P* Y 1. 2. 3. Kurva AS ber-slope Vertikal: Rigiditas Output Alternatif lain adalah dengan mengasumsikan rigiditas terjadi pada output, bukan pada gaji atau pada harga. Kurva AS mempunyai slope yang vertikal pada saat seluruh kapasitas produksi perekonomian telah terpakai. Asumsi yang digunakan dalam kurva AS yang ber-slope vertikal adalah: 1. Perekonomian berada pada keadaan kapasitas penuh. Dengan kata lain, ada rigiditas output. 2. Harga-harga fleksibel, dapat turun dapat naik. Dengan kata lain, tidak ada rigiditas harga (kekakuan harga). F AS Y Y* 4. Keseimbangan AS-AD 14 Dampak dari kenaikan AD berbeda-beda pada jenis AS yang berbeda. Dengan AS yang mempunyai slope horizontal, maka pergeseran AD hanya berdampak pada Y. Bila AD naik (bergeser ke kanan) maka pendapatan nasional naik (Y↑), sebaliknya bila AD turun (bergeser ke kin) maka pendaparan nasional turun (Y↓) Harga tetap P*. Dengan AS yang mempunyai slope positif maka pergeseran D berdampak pada P dan Y. Bila AD naik (bergeser ke kanan) maka harga naik (P) dan pendapatan nasional naik (Y↑) Sebaliknya bila AD turun (bergeser ke kanan maka harga turun (P↓) dan pendapatan nasional turun (Y↓). Dengan AS yang mempunyai slope vertikal maka pergeseran D hanya berdampak pada P Bila AD naik (bergeser ke kanan) maka harga naik sebaliknya bila AD turun (bergeser ke kiri) maka harga turun (P↓) Pendapatan nasional tetap Y*. 15 BAB III KESIMPULAN A. Kesimpulan Dalam bentuk yang paling sederhana keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari satu individu yang berpotongan dengan kurva supply dari individu lain. Dalam ekonomi mikro pun telah dijelaskan bagaimana menjumlahkan kurva-kurva demand individu secara horizontal menjadi permintaan industri. Begitu pula dengan penjumlahan kurva-kurva supply secara horizontal yang membentuk kurva penawaran industri. Bila seluruh individu dijumlahkan secara horizontal menjadi individu sehingga didapat jumlah kuantitas barang A yang ditawarkan dalam suatu perekonomian (∑Qs) dan jumlah kuantitas barang A yang diminta dalam suatu perekonomian (∑Qd), maka didapatkan kurva demand agregat industri A dan kurva supply agregat industri A. Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD=AS. Dengan wewenangnya pemerintah dapat menarik pajak dan menjadikanya sebagai tabungan pemerintah. Selain itu, Dengan tabunganya yang besar pemerintah mempunyai kemampuan yang besar sebagai pembeli. Sampai saat ini kita belum banyak membicarakan kurva AS. Cara paling sederhana adalah dengan mengasumsikan kurva AS mempunyai slope positif seperti lazimnya kurva S dalam ilmu ekonomi mikro. Dalam keseimbangan pasar dalam ekonomi makro tidak jauh bebeda dengan ekonomi mikro. Kurang lebihnya dapat dilihat dari individu, industri, agregat, adanya uang dalam perekonomian, masuknya peran pemerintah. B. Saran Alhamdulillah akhirnya tugas makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini tak lepas dari berkah yang diberikan oleh Allah SWT, yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Namun penulis juga menyadari bahwa dalam penyelesaian tugas 16 ini masih banyak terdapat kesalahan. Oleh karena itu mohon kritikan dan saran dari pembaca demi perbaikan makalah yang selanjutnya. 17 DAFTAR PUSTAKA A. Karim, Adiwarman. Ekonomi Makro Islami. Jakarta: Rajawali Pers, 2014. Sukirno, Sadono. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013. https://www.academia.edu/8936543/ MAKALAH_KESEIMBANGAN_PASAR_EKONMI_MAKRO 18

Judul: Makalah Ekonomi Mikro Dan Makro Islam Keseimbangan Pasar Dalam Ekonomi Makro

Oleh: Willy Ahmad Rifai


Ikuti kami