Ekonomi Mikro Makro

Oleh Andi Daniah Pahrany

356,2 KB 9 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ekonomi Mikro Makro

Tugas I AK5083 Ekonomi Mikro Makro Elastisitas Permintaan Asuransi Kesehatan Andi Daniah Pahrany 20818007 PROGRAM STUDI MAGISTER AKTUARIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2019 1 Pengertian Asuransi Asuransi berasal dari Bahasa Belanda “Verzekering”, yang berarti pertanggungan yang melibatkan dua pihak yaitu tertanggung dan penanggung. Dengan penanggung menjamin hak pihak tertanggung bahwa ia akan mendapatkan penggantian terhadap suatu kerugian yang mungkin akan dideritanya, sebagai akibat dari peristiwa yang semula belum tentu akan terjadi atau belum dapat ditentukan kapan akan terjadi. Sebagai kontrak, tertanggung diwajibkan membayar sejumlah uang kepada penanggung, yang besarnya sekian persen dari nilai pertanggungan, yang dalam asurnasi disebut premi (Muhammad 1983:23). Asuransi menurut Undang-undang Hukum Dagang pada pasal 246 K.U.H.D, menyebutkan “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan nama seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu”. Asuransi adalah memindahkan risiko dari mereka yan lebih menentang risiko atau yang terbuka terhadap risiko-risiko yang berat yang tidak seimbang kepada mereka yang kurang menentang terhadap risiko atau yang dapat lebih mudah menanggung risiko. Meskipun asuransi terlihat sebagai bentuk lain dari perjudian, sebaliknya asuransi ternyata memiliki pengaruh sebaliknya. Mengingat bahwa asuransi membantu untuk mengurangi risiko yang akan dialami individu. Teori Permintaan a. Pengertian Permintaan 2 Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Secara singkat permintaaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapataan tertentu dan dalam periode tertentu. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan tersebut adalah harga barang itu sendiri, pendapatan, harga barang lain, harga barang dimasa yang akan datang dan lain-lain. Hukum permintaan (law of demand) menyatakan bahwa “Jika harga turun, banyaknya komoditas yang dibeli/diminta /demanded lebih banyak; sebaliknya jika harga naik, maka banyaknya komoditas yang dibeli/diminta /demanded lebih sedikit, ceteris paribus. Artinya, harga dan banyaknya komoditas yang dibutuhkan (demanded) berkorelasi secara negative (negative correlation), ceteris paribus.1 Menurut Sutomo,2019 permintaan individu atau masyarakat terhadap suatu barang/komoditas/jasa dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu: ➢ Harga komoditas itu sendiri, Salah satu penyebab berubahnya permintaan adalah karena berubahnya harga produk itu sendiri. Perubahan ini akan menyebabkan perubahan sepanjang kurva permintaan (movement along the demand curve). 1 Ceteris paribus artinya pada kasus ini, selain harga komoditas itu sendiri, faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan dianggap tetap (tidak berpengaruh). 3 Gambar 2. 1 Perubahan Permintaan Akibat Perubahan Harga Gambar 2.1 menjelaskan perubahan harga suatu produk (lebih mahal) dari p 1 menjadi p2 sehingga menyebabkan perubahan terhadap kuantitas produk yang dibeli yaitu dari q1 menjadi q2. Perubahan harga produk itu menyebabkan pergeseran pada kurva permintaan yaitu dari titik A ke B. ➢ Pendapatan seseorang, Permintaan dapat berubah karena pendapatan masyarakat yang meningkat (ini disebut sebagai hukum Engle). Kurva permintaan bergeser ke arah atas, dari d menjadi d’. perubahan ini disebut sebagai pergeseran kurva permintaan (shift of the demand curve). Gambar 2. 2 Perubahan Permintaan Akibat Pendapatan Naik Jika pendapatan konsumen meningkat, maka konsumen akan membeli lebih banyak, yaitu q’ yang lebih besar dari q (𝑞 ′ > 𝑞) pada tingkat harga yang sama, yaitu p, sehingga kurva pemintaan bergeser ke arah atas, dari d menjadi d’. kebalikannya juga dapat terjadi, yaitu jika pendapatan konsumen turun, kurva permintaan akan bergeser ke arah bawah. ➢ Harga komoditas yang lain, baik sebagai komoditas substitusi atau komoditas komplemen, Sebab lain berubahnya permintaan adalah karena berubahnya harga produk lain yang sedang diperjualbelikan (produk silang). Misalnya, kenaikan harga kopi 4 akan menyebabkan turunnya permintaan terhadap gula (kopi dan gula merupakan produk komplemen yang saling tergantung). Perubahan ini kan menggeser kurva permintaan terhadap komoditas gula ke bawah (shift of the demand curve downward). Gambar 2. 3 Perubahan Permintaan akibat harga produk lain Gambar 2.3 menjelaskan akibat kenaikan harga kopi, kurva permintaan terhdap produk gula bergeser ke bawah dari kurva permintaan d menjadi d’ sehingga permintaan turun dari q menjadi q’ pada tingkat harga produk yang sama yaitu p. ➢ Selera Selera merupakan faktor lain yang menentukan permintaan konsumen terhdap produk yang diminati (demanded), tetapi selera bersifat subjektif, artinya sangat tergantung kepada penilaian konsumen terhadap produk bersangkutan. Selera dipengaruhi oleh adat, tradisi, agama atau lingkungan. Misalnya pada waktu lebaran permintaan terhadap baju koko meningkat yang merupakan faktor agama, dan lain-lain. ➢ Distribusi pendapatan, ➢ Banyaknya (jumlah) penduduk, Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Namun biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima 5 pendapatan dan hal ini akan menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli tentu akan menyebabkan meningkatnya permintaan. ➢ Harapan terhadap masa yang akan datang (expectation in the future) mengenai komoditas dan harga komoditas bersankutan atau yang terkait. Perubahan-perubahan yang diramalkan mengenai keadaan pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalam para konsumen bahwa harga-harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak barang pada masa kini, dengan tujuan untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Sebaliknya, ramalam bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, yang akan mendorong orang untuk lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan. Fungsi permintaan menunjukan hubungan antara kuantitas barang yang diminta dengan faktor yang mempengaruhinya, misal harga, pendapatan, selera dan harapan-harapan. Hubungan antara kuantitas barang yang diminta dengan faktor yang mempengaruhinya dapat dirumuskan sebagai berikut: Secara matematis faktor-faktior yang mempengaruhi permintaan dituliskan dalam persamaan yang dikenal sebagai fungsi permintaan, yaitu : 𝑄𝐷 = 𝑓 (𝑃𝑞, 𝑃𝑦, 𝑌, 𝑇, 𝐶, 𝐸𝑑) dengan 𝑄𝐷 : kuantitas permintaan 𝑃𝑞 : harga barang itu sendiri 𝑃𝑦 : harga barang lain 𝑌 : pendapatan rata-rata masyarakat dan rumah tangga 𝑇 : cita rasa masyarakat 𝐶 : jumlah penduduk 6 𝐸𝑑 : ramalan mengenai keadaan di masa mendatang b. Elastisitas Permintaan Elastisitas mengukur kepekaan permintaan (elasticity of demand) atau penawaran (elasticity of supply) sebagai akibat dari perubahan harga atau perubahan pendapatan atau perubahan-perubahan lainnya. Kepekaan tersebut diartikan sebagai elastisitas (Sutomo, 2019). Perubahan permintaan atau penawaran (dalam %) Elastisitas = Perubahan harga atau perubahan pendapatan (dalam %) Menurut Sutomo 2019, untuk mengukur elatisitas dari permintaan dapat ddidekati dengan dua konsep: Elatisitas Titik menjelaskan penurunan harga dari p1 menjadi p2 dan menyebabkan banyaknya permintaan meningkay dari dari q1 menjadi q2. Elastisitas mengukur kepekaan perubahan permintaan dari titik A menjadi titik B. Pada titik A keseimbangan pasar yang terjadi adalah (p1, q1), sedangkan pada titik B keseimbangan pasar yang terjadi adalah (p2, q2). Dengan demikian, yang diperhatikan pada elastisitas titik (point elasticity) adalah perubahan dari titik ke titik, yang dicerminkan oleh perubahan harga (p2 −p1 ) (p1 ) dan perubahan permintaan (q2 −q1 ) (q1 ) . 7 Gambar 2. 4 Elastisitas permintaan dari titik A ke B Elastisitas busur (arc elasticity) juga mengukur perubahan permintaan dari titik A ke titik B (lihat gambar 2.4) ; tetapi yang diperhatikan adalah rata-rata perubahan dari busur ke busur yang dicerminkan oleh persentase perubahan harga dari p 1 menjadi p2 terhadap (dibagi dengan) rata-rata p1 ditambah dengan harga p2, dan akibatnya persentase perubahan banyaknya permintaan dari q 1 menjadi q2 terhadap (dibagi dengan) rata-rata q1 ditambah dengan q2. Dengan demikian, yang diperhatikan adalah perubahan (𝑞1 −𝑞2 ) harga (𝑝1 −𝑝2 ) (𝑝1 +𝑝2 )/2 dan perubahan permintaan . (𝑞1 +𝑞2 )/2 c. Permintaan Asuransi Individu-individu yang menentang risiko ingin menghindari risiko. Namun, risiko-risiko tersebut tidak dapat begitu saja dikubur. Misalkan sebuah rumah hangus terbakar, ketika seseorang tewas dalam kecelakaan, atau ketika tertimpa bencana alam yang menghancurkan harta benda yang dimilikinya. Hal tersebut nantinya mengarah kepada seberapa besar biaya yang akan ditanggung karena tertimpa bencana. Bentuk utama dari penyebaran risiko adalah asuransi. Asuransi memindahkan risiko dari mereka yang menentang risiko atau yang terbuka terhadap risiko-risiko berat. Meskipun asuransi terlihat seperti halnya bentuk lain dari perjuadian, asuransi sebetulnya memiliki pengaruh yang sebaliknya. Mengingat alam memberi risiko, asuransi membantu mengurangi risiko-risiko yang ditanggung individu dengan penyebarannya. Orang yang biasanya menjadi penolak resiko, lebih memilih hal yang pasti daripada tingkat konsumsi yang tidak pasti. Orang lebih memilih hasil dengan ketidakpastian yang lebih sedikit dan nilai rata-rata yang sama. Untuk alasan ini, aktivitas yang mengurangi ketidakpastian konsumsi menjurus kepada peningkatan dalam kemakmuran ekonomi. Namun, karena asuransi tak disangsikan lagi merupakan alat yang bermanfaat dalam menyebarkan resiko antar populasi, faktanya adalah bahwa 8 seseorang tidak dapat membeli asuransi untuk semua resiko dalam kehidupan, dan kadang-kadang harga asuransi membuatnya tidak terlalu menarik untuk dibeli. (Feldstein:1979) berpendapat bahwa secara ringkas teori permintaan terhadap asuransi kesehatan dapat digambarkan dalam dua area yaitu faktorfaktor Yang berpengaruh terhadap permintaan asuransi kesehatan serta kesejahteraan yang dicapai karena seseorang membeli asuransi kesehatan untuk seluruh jenis penyakit. Selanjutnya menurut Feldstein ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap permintaan asuransi antara lain : harga dan pendapatan, selera individu tentang keengganan menerima risiko dan besarnya kemungkinan kehilangan kekayaan akibat kejadian sakit. (Santerre dan Neun: 2000) mengemukakan empat faktor individu yang mempengaruhi jumlah permintaan terhadap asuransi kesehatan yaitu: Pertama yaitu harga asuransi. Secara spesifik apabila harga asuransi kesehatan menurun, pemanfaatan relatif meningkat sesuai dengan yang diharapkan dan jumlah permintaan terhadap assuransi kesehatan meningkat, apabila yang lain tidak berubah (ceteris paribus).Kedua, Peluang kejadian sakit secara subjektif, merupakan satu alasan mengapa banyak orang mengambil pelayanan pilihan dibanding pelayanan rutin, misalnya : pemeriksaan fisik secara periodik dan pemeriksaan gigi. Ketiga, besarnya kehilanga relatif dari pendapatan akibat pengeluaran waktu sakit. Keempat, kemauan untuk membeli asuransi kesehatan meningkat seiring dengan besarnya kemungkinan kehilangan relatif dari pendapatan. Potensi untuk kehilangan pendapatan dalam jumlah yang besar merupakan alasan banyak orang memilih pelayanan rumah sakit. Kelima, derajat keengganan menerima risiko.Yang dimaksud penghindar risiko dalam hal ini adalah seseorang dalam keadaan gambling dengan kemungkinan kehilangan kekayaan karena pengeluaran waktu dia sakit dengan keuntungan tidak kehilangan kekayaan adalah 50-50. Hasil tersebut berdasarkan penilaian sendiri 9 yang biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti status kesehatan, umur dan cara hidup. d. Hubungan Antar Variabel ➢ Pendapatan Dalam mengukur kondisi ekonomi seseorang atau rumah tangga, salah satu konsep pokok yang paling sering digunakan yaitu melalui tingkat pendapatannya. Pendapatan menunjukkan seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu pada suatu kegiatan ekonomi. Dengan kata lain pendapatan juga dapat diuraikan sebagai keseluruhan penerimaan yang diterima pekerja atau buruh, baik berupa fisik maupun non fisik selama ia melakukan pekerjaan pada suatu perusahaan, instansi atau pendapatan ia bekerja. Setiap orang bekerja berusaha memperoleh pendapatan dengan jumlah yang maksimal agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Permintaan akan asuransi didorong oleh faktor-faktor baik ekonomi maupun faktor lainnya. Salah satu yang meendorong seseorang dalam meminta asuransi adalah pendapatan. Pendapatan yang cenderung tinggi akan mendorong seseorang untuk berasuransi. Pada dasarnya seseorang yang memiliki pendapatan yang besar mampu untuk membiayai pengeluaran selain untuk kebutuhan makan. Tingkat pendapatan secara signifikan mempengaruhi permintaan asuransi jiwa. Bila berbicara mengenai hubungan antara pendapatan asuransi tentu hal tersebut akan menunjukkan hubungan yang positif. Karena pada hakikatnya sesorang dengan pendapatan yang besar memiliki kelebihan uang yang bisa dialokasikan untuk keperluan yang lebih banyak lagi,salah satunya untuk asuransi. Pendapatan memiliki hubungan yang positif dengan permintaan asuransi 10 ➢ Pendidikan Pendidikan adalah suatu proses pembentukan perilaku manusia secara intelektual untuk menguasai ilmu pengetahuan, secara emosional untuk menguasai diri dan secara moral sebagai pendalaman dan penghayatan nilainilai budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Jika seseorang berpendidikan maka tentu dirinya paham akan maksud dan tujuan dari perusahaan asuransi.Mereka paham bahwa dengan berasuransi kita mampu mengalihkan resiko yang nantinya terjadi pada kita kepada perusahaan perasuransian.Begitu pula para wanita yang memiliki wawasan dan pengetahuan akan asuransi cenderung akan mempengaruhi permintaan terhadap pelayanan jasa asuransi. Wanita berpendidikan cenderung meningkatkan pembelian mereka sendiri untuk asuransi. ➢ Usia Umur atau usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Lain umur lain maunya hal ini tentu terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang berusia 5 tahun tentu tidak berpikir dan mnginginkan sebuah Asuransi,sebaliknya Wanita yang berusia 16 Tahun keatas tentu mengharapkan dan menjadikan hal tersebut sebagai suatu kebutuhan terhadap dirinya. Pengaruh faktor demografi dan ekonomi seperti umur, status perkawinan, pekerjaan dan gender mempengaruhi permintaan asuransi. ➢ Jumlah Tanggungan Selain pendapatan, faktor indikator yang mempengaruhi permintaan asuransi masyarakat lainnya adalah jumlah tanggungan nasabah. Yang dimaksud dengan tanggungan keluarga adalah jumlah tanggungan yang terdiri dari anak, istri, dan menjadi tanggungan kepala keluarga, tetapi jumlah anak tidak selalu berarti sama 11 dengan jumlah tanggungan, hal ini disebabkan anak sewaktu-waktu dapat memisahkan diri misalnya membentuk keluarga baru. Berdasarkan uraian teori yang telah dibahas, maka diperoleh hubungan antar variabel tergambar sebagai berikut Pendidikan Pendapatan Permintaan Asuransi BPJS Kesehatan Usia Jumlah tanggungan Gambar 2. 5 Hubungan Antar Variabel Berdasarakan data hasil penelitian yang ada serta fenomena yang dilihat dan diamati oleh penulis, dipeorleh bahwa pendapatan mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap permintaan asuransi BPJS Kesehatan. Dengan tingat elastisitas pendapatan yang bernilai positif namun kurang dari 1. Selanjutnya pendidikan berpengaruh namun tidak signifikan terhadap banyaknya permintaan akan asuransi, hal ini didasarkan karena walaupun seseorang berpendidikan tinggi namun memiliki informasi yang kurang tentang pentingnya memiliki asuransi. Sehingga walaupun tinggat pendidikan tidak tinggi, tetapi memperoleh informasi ang tepat melalui keluarga, iklan di tv maupun media masssa lainnya, maka orang akan mengetahui tentang nilai positif dari kepemilikan asuransi. Kemudian faktor usia umumnya juga berpengaruh walaupun tidak signifikan, hal ini didasarakan karena meningkatnya kesadaran baik usia muda hingga usia lanjut akan pentingnya memiliki asuransi. Sedangakn jumlah tanggungan memiliki pengaruh positif dan signifikan. Hal inilah yang menjadi petunjuk bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 12 semakin besar. Seingga kepemilikan asuransi kesehatan bukanlah menjadi kebutuhan yang dikesampingkan. Terlebih lagi dengan adanya bantuan subsidi yang pemerintah berikan untuk kalangan yang kurang beruntung. 13

Judul: Ekonomi Mikro Makro

Oleh: Andi Daniah Pahrany


Ikuti kami