Presentasi Ekonomi 1

Oleh Oktiq Lubis

733,2 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Presentasi Ekonomi 1

ASSALAMUALAIKUM WR. WB. SISTEM DAN ALAT PEMBAYARAN Kelompok 7 : 1. Nasikh Parhandhito 2. Nurul Khomariah 3. Oktiq Kurnia Sari 4. Refi Vendy Maulana PENGERTIAN SISTEM PEMBAYARAN  Sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme, yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. KOMPONEN-KOMPONEN YANG MEMBENTUK SISTEM PEMBAYARAN  Alat pembayaran : a. Alat pembayaran tunai b. Alat pembayaran non tunai    Sistem pembayaran yang memproses berbagai instrumen pembayaran. Lembaga yang memproses sistem pembayaran. Saluran pembayaran . PERAN SISTEM PEMBAYARAN Menjamin kelancaran pasar sebagai tempat dimana transaksi terjadi.  Memungkinkan terjadinya spesialisasi produk.  Membantu menetukan seberapa efisien transaksi yang dilakukan dan diselesaikan.  Elemen penting dalam infrastruktur keuangan untuk mendukung terciptanya stabilitas sistem keuangan.  Mendorong mobilitas aliran dana secara lebih cepat melalui layanan sistem pembayaran yang lebih beragam  RESIKO DALAM SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGENDALIAANYA  RESIKO DALAM SISTEM PEMBAYARAN: - Resiko operasional - Resiko likuiditas - Resiko kredit - Resiko sistemik PENGENDALIAN: Bank Indonesia mempunyai peran sebagai operator, regulator, dan pengguna sistem pembayaran mempunyai kewajiban: a. Merumuskan dan menetapkan kebijakan, baik yang dituangkan dalam bentuk regulasi atau bentuk lainnya. b. Memberikan izin penyelenggaraan sistem pembayaran. c. Konsultasi dan fasilitasi penyelenggaraan sistem pembayaran. d. Pengawasan (oversight) terutama kepada penyelenggara sistem pembayaran untuk menilai kesesuaian sistem yang dikelolanya dengan kebijakankebijakan Bank Indonesia di bidang sistem pembayaran. e. Melakukan sosialisasi dan edukasi. CONTOH SISTEM PEMBAYARAN Barter Barter merupakan sistem pembayaran dengan komoditas barang tertentu yang mempresentasikan suatu nilai tertentu. b. Uang Komoditas Uang komoditas merupakan barang yang diterima secara umum sebagai alat tukar Contoh : logam mulia, merica, tembakau, kulit hewan, dan garam. c. Uang fiat Uang fiat adalah uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai alat pembayaran yang sah. d. Cek Cek adalah perintah dari seseorang ke bank tempat dia memiliki rekening untuk mengirimkan uang dari rekeningnya ke rekening orang lain ketika orang tersebut menyetorkan cek yang diterimanya. e. e-commerce instrumen yang berbasis warkat (Kertas), seperti cek, bilyet giro, nota debet, dan nota kredit, atau alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), seperti kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit. Sedangkan untuk sistem transfer tersedia sistem BI-RTGS dan sistem Kliring Nasional. a. SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem BIRTGS (Real Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring.  BI-RTGS adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika.  Kliring adalah penyelesaian utang piutang antar bank-bank peserta kliring yang berbentuk surat-surat berharga.  PENGERTIAN UANG  Uang adalah suatu benda yang mempunyai ciri dapat diterima umum, dapat digunakan sebagai alat tukar, daan dapat digunakan sebagai alat pembayaran. FUNGSI UANG Sebagai alat tukar.  Sebagai alat satuan hitung(pengukur nilai)  Standar atau ukuran pembayaran yang yang ditunda  Alat penyimpan kekayaan  Alat pengalih nilai atau kekayaan  JUNIS UANG    Berdasarkan pihak yang mengeluarkan: - uang kartal - uang giral Berdasarkan bahan uang: - uang logam - uang kertas Berdasarkan negara yang mengeluarkan - uang dalam negeri ( domestik) - uang luar negeri  Berdasarkan nilai uang: - uang bernilai penuh - uang bernilai tidak penuh SYARAT-SYARAT UANG Mudah dibawa (portability).  Tahan lama (durability).  Dapat dipecah menjadi unit yang lebih kecil (divisibilyity).  Nilainya stabil (stability)  Diterima secara umum (acceptability)  Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat  Tidak mudah dipalsukan  Bisa memuaskan kenginginan orang yang memilikinya (secara psikologis)  UNSUR PENGAMAN RUPIAH Unsur pengaman yang terbuka adalah unsur pengaman yang dapat dilihat dengan mudah oleh masyarakat. Pendeteksi unsur pengaman tersebut dapat dilakukan dengan kasat mata, perabaan tangan, dan peralatan sederhana.  Unsur pengaman yang tidak terbuka pendeteksian unsur pengeman yang tidak terbuka hanya dapat dilakukan dengan mesin yang memiliki sensor yang memiliki tingkat kepastian dan kecepatan cukup tinggi untuk mengetahui unsur pengaman tersebut.  TEORI-TEORI UANG Teori barang uang murni berasal dari barang.  Teori nominalis nilai uang merupakan nilai yang tertulis pada uang tersebut.  Teori perubahan nilai uang a. Teori kuantitas (David Ricardo) jumlah uang yang beredar dan tingkat harga selalu berbanding lurus. Artinya perubahan uang yang beredar mempengaruhi harga. Jika jumlah uang yang beredar berkurang maka harga-harga akan cenderung turun. Sebaliknya, jika jumlah uang yang beredar bertambah, maka harga-harga akan naik. Dapat dirumuskan:  M = kP Ket: M = uang k = konstanta P = harga b. Teori transaksi (Irving Fisher) teori ini merupakan penyempurnaan dari teori David Ricardo dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang. Dapat dirumuskan: MV = PT Ket ; V = kecepatan perputaran uang T = jumlah barang dan jasa P = tingakat harga umum M = jumlah uang yang beredar c. Teori pendapatan (John Maynard) teori ini berdasarkan unsur motif dan tujuan memegang uang yang dapat memengaruhi nilai uang. Dapat dirumuskan: Py = Mvy Ty Ket : M = jumlah uang yang beredar Vy = kecepataan peredaran pendapatan uang Ty = barang barang dan jasa akhir Py = tingkat harga d. Teori persediaan kas (Alfred Marshall) menurut teori ini nilai uang tergantung pada jumlah pendapatan masyarakat yang dipegang atau ditahan dalam bentuk tunai (cash). Jumlah pendapatan yang disimpan sebagai persediaan kas tergantung pada jumlah pendapatan dan tingkat bunga di pasar. Dapat dirumuskan: M = KYP Ket : M = jumlah uang yang beredar K = jumlah uang untuk persediaan kas P = tingkat harga Y = pendapatan PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG  Permintaan uang adalah jumlah unit moneter (berupa uang kartal maupun giral) yang ingin dipegang sebagai harta tunai (yang mudah untuk dibelanjakan segera). Permintaan uang dipengaruhi oleh : a. Kebutuhan bertransaksi b. Kebutuhan berjaga-jaga c. Kebutuhan berspekulasi Penawaran uang penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran uang di antaranya sebagai berikut. 1) Kebutuhan pemerintah, untuk memenuhi anggaran, untuk menekan tingkat inflasi (kenaikan harga) dan untuk menambah jumlah uang yang beredar. 2) Keadaan internasional yang tidak stabil. 3) Perkembangan perdagangan luar negeri (kegiatan ekspor dan impor). 4) Sistem perbankan yang berlaku. 5) Penciptaan uang yang baru untuk menambah jumlah uang yang beredar.  STANDAR MATA UANG Pengertian : standar mata uang adalah benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu sebagai alat satuan hitung. standar mata uang dapat berupa: a. Standar logam penetapan logam tertentu sebagai standar dalam keuangan. - sistem standar tunggal - sistem standar kembar - sistem standar pincang  b. Standar kertas apabila dalam suatu negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas, dan uang itu tidak dijamin atau tidak bisa ditukar dengan emas. JENIS JENIS ALAT PEMBAYARAN NONTUNAI Instrumen pembayaran non tunai terdiri dari: instrumen yang berbasis warkat (Kertas), seperti cek, bilyet giro, nota debet, dan nota kredit, atau alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), seperti kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit. Sedangkan untuk sistem transfer tersedia sistem BI-RTGS dan sistem Kliring Nasional.  Berdasarkan aliran pembayarannya alat-alat pembayaran non tunai dikelompokkan atas: - alat pembayaran untuk credit transfer - alat pembayaran untuk debit transfer 

Judul: Presentasi Ekonomi 1

Oleh: Oktiq Lubis

Ikuti kami