Kaidah Fikih Ekonomi

Oleh Izzul Haq

569,2 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Kaidah Fikih Ekonomi

Kaidah Fikih Ekonomi Rifqun Nisa’ (G04219066) Shafira Nur (G04219072) Pengertian Kaidah Fikih Istilah kaidah fikih terdiri dari dua suku kata, yaitu kaidah dan fikih. Secara bahasa, kaidah berasal dari Bahasa Arab qo’idah yang berarti pondasi atau dasar. Kata fikih sendiri secara bahasa berarti faham. Secara sederhana, kaidah fiqih atau qawaid al-fiqhiyah adalah kaidah yang dirumuskan dari berbagai macam aturan fikih dalam berbagai bidangnya. Kegunaan Kaidah Fikih Membantu dalam mengetahui illah (sebab) yang melatarbelakangi sebuah hukum dalam fikih. 01 06 berfungsi untuk memudahkan seorang mujtahid atau faqih (ahli fikih) dalam beristinbat hukum terhadap suatu masalah hukum dengan cara menggabungkan masalah- masalah yang serupa di bawah salah satu kaidah yang bisa dikaitkan Memudahkan untuk memahami perbedaan antar madzhab fikih yang sudah ada 02 05 04 Memberikan gambaran luas mengenai nilainilai syariah. 03 membantu mengetahui asas- asas umum fikih. bisa memberikan jalan keluar dari berbagai perbedaan pendapat di kalangan ulama’ Lima Kaidah Fikih Kesulitan menarik kemudahan (‫)ا&&لمشقة ت&&&جلبا&&لتيسير‬. Yakin tidak hilang karena adanya keraguan (‫)ا&&ليقينال& ي&&زولب&&&ا&&لشك‬. Content C Content A Content B Tradisi atau adat itu dapat menjadi hukum (‫)ا&&لع&ادة محكمة‬ Segala sesuatu tergantung tujuan (‫)ا&&ألموربمقاصدها‬. Content E Content D Kemudlaratan harus dihilangkan ‫ضرريزا&&ل‬ ( ‫)ا&&ل‬. Contoh Lima Kaidah Fikih Dalam Ekonomi Kesulitan menarik kemudahan Siapa yang merusak harta orang lain, maka bagi yang dirusak tidak boleh membalas dengan merusak harta benda si perusak. Karena hal itu akan memperluas kerusakan tanpa ada manfaatnya. Yang benar adalah si perusak mengganti barang atau harta benda yang dirusaknya dengan barang yang sama persis atau mengganti dengan satuan nilai yang setara dengan harga benda tersebut. Tradisi atau adat itu dapat menjadi hukum Atas dasar kaidah di atas, karena sudah menjadi kebiasaan, maka dibolehkan transaksi pemesanan barang (istishna‟ atau indent) dengan pembayaran uang muka setengah harganya dan sisanya akan dibayar setelah barang pesanan selesai Segala sesuatu tergantung tujuan ‫المشقة‬ ‫تجلب‬ ‫التيسير‬ ‫األموربم‬ ‫قاصدها‬ ‫الضرر‬ ‫يزال‬ ‫اليقين ال‬ ‫يزول‬ ‫بالشك‬ ‫العادة‬ ‫محكمة‬ Kemudlaratan harus dihilangkan Larangan menimbun barang kebutuhan pokok masyarakat. ada si A mengatakan pada si B “Ambillah uang ini:, maka bisa saja si A berniat sedekah maka itu menjadi pemberian; atau niat menghutangkan, maka wajib dikembalikan; atau sebagai amanah, maka wajib menjaga dan mengembalikannya. Yakin tidak hilang karena adanya keraguan Bila seseorang pekerja dengan modal orang lain (mudharabah) melapor kepada pemilik modal bahwa ia memiliki keuntungan hanya sedikit, maka laporan pekerja tersebut harus dibenarkan. Karena sejak semula memang belum ada keuntungannya. Kecuali ada indikasi lain, berupa tandatanda penipuan 7 Kaidah Fikih Ekonomi 01 Pada prinsipnya hukum muamalat adalah mubah 02 Yang menjadi pegangan dalam transaksi adalah maksud dan substansi, bukan redaksi maupun symbol nama 03 Ketentuan larangan memakan harta orang lain secara tidak benar 04 Ketentuan tidak ada marabahaya bagi diri sendiri dan orang lain 05 Ketentuan meringankan dan mempermudah dalam muamalah bukan memperberat dan mempersulit 06 Ketentuan keadaan yang dikategorikan darurat dan hajat 07 Ketentuan memperhatikan adat dan tradisi masyarakat selama tidak menyalahi syariat Contoh 7 Kaidah Fikih Ekonomi Pada prinsipnya hukum muamalat itu mubah Hukum asal dalam kegiatan adalah diperkenankan dan boleh, kecuali larangan kecuali terdapat larangan nash secara sahih dan sharih dan dalam bidang muamalah diperbolehkan melaukan kreasi dan inovasi Yang menjadi pegangan dalam transaksi adalah maksud dan substansi, bukan redaksi maupun symbol Bila ada transaksi yang diungkapkan dengan kalimat yang tidak umum seperti “aku hibahkan mobilku padamu dengan 20 juta”, atau “aku jual mobilku padamu tanpa harga” atau “ aku berikan manfaat rumahaku ini setahun dengan lima ribu dinar”. Maka masing-masing memiliki bangunan kata yang berbeda dengan makna hakikatnya, tetapi para ulama sepakat mengambil makna hakekat atau substansinya dibandingkan redaksi kalimatnya Ketentuan larangan memakan harta orang lain secara tidak benar Muamalah memang wilayahnya sangat luas dan lebar, namun tidak mengartikan seseorang bebas meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan cara apapun dan mengambil hak yang bukan miliknya Contoh 7 Kaidah Fikih Ekonomi Ketentuan tidak ada marabahaya bagi diri sendiri dan orang lain Dalam kajian fikih ada beberapa tipologi transaksi seperti jual beli najasy, talaqi Rukban, Mulamasah, Munabdzah, Hashoh, riba, dan lain sebagainya adalah transaksi yang dilarang Allah karena di dalamnya ada unsur madlarat. Secara rinci jenis transaksi tersebut dilarang karena ada unsur ghoror (penipuan), jahalah (tidak diketahui sifat dan jenisnya), Ghobn (penimbunan), ghisy (curang), Mdaysir (judi), Riba (tambahan dalam pinjaman) Ketentuan memringakan dan mempermudah dalam muamalah bukan memperberat dan mempersulit Allah menurunkan segala ketentuan pada manusia di bumi ini tak lain untuk kemaslahatan manusia, maka disyariatkannya rukhsah (kemudahan) adalah sebagai bagian dari mewujudkan misi maslahah tersebut Mempertimbangkan keadaan yang dapat dikategorikan sebagai darurat dan hajat Memelihara ketentuan terkait dengan kondisi darurat yang mengakibatkan diperkenankannya hal-hal yang dilarang, begitu juga kondisi hajat yang dapat mengeluarkan permasalahan dharurat Contoh 7 Kaidah Fikih Ekonomi Ketentuan memperhatikan adat dan tradisi masyarakat selama tidak menyalahi syariat Keberadaan jual beli tanpa ijab kabul seperti jual beli dalam super market (mu’athoh) atau jual beli tidak dalam satu majlis yaitu melalui telephon atau internet . Sekian Terimakasih

Judul: Kaidah Fikih Ekonomi

Oleh: Izzul Haq

Ikuti kami