Ediashta Narendra A Ilmu Pengetahuan

Oleh Ediashta Narendra

98,2 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ediashta Narendra A Ilmu Pengetahuan

Ediashta Narendra A 155120400111029 ILMU PENGETAHUAN Ilmu Secara etimologi, ilmu berasal dari kata ‘ilm’ (Bahasa Arab), ‘science’ (Bahasa Inggris) dan ‘scientia’ (Bahasa Latin) yang berarti tahu (to know) dan belajar (to learn). Beberapa tokoh telah menuliskan definisi ilmu antara lain: 1. Minto Rahayu Pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum. 2. The Liang Gie Suatu rangkaian kegiatan manusia yang bersifat rasional & kognitif dgn metode berupa prosedur dan langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala alam, masyarakat, atau keorangan guna mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman dan memberikan penjelasan. Dapat disimpulkan secara etimologis maupun teoritis bahwa ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan mengenai dunia fisis atau material. Syarat-syarat ilmu yaitu sistematis, obyektif, analisis/ metodis, universal, dan empiris Landasan penelaahan ilmu yaitu:  Ontologi Ilmu: meliputi apa hakekat ilmu itu.  Epistemologi Ilmu: meliputi sumber, sarana dan tata cara menggunakan sarana tsb untuk mencapai pengetahuan (ilmiah).  Aksiologi Ilmu: meliputi tujuan dari adanya ilmu Pengetahuan Menurut kamus besar gahasa indonesia, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui. Segala sesuatu yag diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Sedangkan menurut Notoadmodjo Soekidjo, pengetahuan adalah hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Dan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki pengertian, adalah hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan pedoman dalam membentuk tindakan seseorang. Intusi Intuisi adalah kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan diluar kesadaran. Contohnya: seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata di dalam buku itu terdapat keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan -Ilmu memiliki kebenaran yang bersifat objektif, sedangkan pengetahuan bersifat subjektif. -Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis, sedangkan pengetahuan belum tersusun baik secara fisik maupun metafisik. -Pengetahuan adalah informasi yang bersifat common sense, sedangkan ilmu sudah merupakan bagian yang lebih tinggi dari itu krn memiliki metode dan mekanisme tertentu. Dimensi ilmu Dari sudut dimensinya, ilmu merupakan suatu analisis dari sudut tinjauan khusus yang bercorak eksternal. Dari ilmu yang membahas ilmu dari berbagai perspektif, munculah sejumlah dimensi ilmu yakni ekonomi, matematik, psikologi, linguistik, sosiologi, dan politik. Struktur ilmu Secara sederhana kata struktur diartikan sebagai suatu susunan atau cara sesuatu yang disusun. Sedangkan kata ilmu berasal dari Bahasa Arab “ilm” yang berarti tahu atau mengetahui. The Liang Gie (2000:139) merumuskan struktur ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan sistematik yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan atau dikoordinasikan agar dapat menjadi dasar teoritis atau memberikan penjelasan yang dimaksud. Sejarah Keilmuan Hubungan Internasional Asal mula HI sebenarnya dimulai saat pecahnya perang dunia. Kerusakan dan kehancuran, usaha fisik dan ekonomi diperluas melalui pembunuhan dan pembantaian mengerikan dari seluruh generasi dalam skala yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Studi ilmu Hubungan Internasional muncul karena keyakinan bahwa perang adalah masalah terburuk yang pernah dihadapi umat manusia dan sesuatu yang harus diakhiri untuk memastikan tidak adanya lagi ‘kehilangan generasi’. Pada saat pecahnya perang dunia ke II, para pakar ilmu Hubungan Internasional terus berlanjut untuk fokus pada asal muasal hubungan internasional atau antar negara, dalam usahanya untuk memahami penyebab pecahnya perang. Setelah konflik tsb ada beberapa usaha yg diperbaharui untuk mencapai perdamaian dunia, ditandai dengan lahirnya PBB pada tahun 1945. Pada masa yang penuh pengawasan ini, banyak negarawan membentuk pandangan bahwa menghilangkan perang sangatlah tidak mungkin. Lalu mereka lebih memilih untuk berfokus pada bagaimana cara untuk membatasi dan mengontrol konflik global. Peristiwa ini menjadi latar belakang berkembangnya hubungan internasional sebagai sebuah disiplin ilmu akademi. Sejarah Keilmuan Ilmu Komunikasi Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin ilmu yang masuk dalam kelompok ilmu-ilmu sosial. Secara umum, sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi dalam 2 zaman yaitu:   Zaman kuno: Periode tradisi retorika Zaman modern: o Periode antara tahun 1900 – PD II yang disebut sebagai periode pertumbuhan ilmu komunikasi o Periode konsolidasi (PD II sampai dengan tahun 60-an) o Periode teknologi komunikasi (dari tahun 60-an sampai sekarang) Pada zaman kuno, komunikasi disebut dengan istilah ‘retorika’. Pada zaman ini, kebudayaan Mesir Kuno telah memiliki tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah-Hotep. Namun demikian, tradisi retorika sebagai upaya yg sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani Kuno dengan perintisnya Aristoteles. Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencakup 3 unsur yakni ethos, pathos dan logos. Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian. Mereka menyusun aturan retorika yg menyangkut 5 unsur yaitu, Inventio (urutan argumentasi), Dispesitio (pengaturan ide), Eloqutio (gaya bahasa), Memoria (ingatan), Pronunciatio (cara penyampaian pesan) Zaman modern Periode Pertumbuhan: 1900 – PD II Pecahnya PD I dan PD II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi pada masa ini. Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspekaspek lainnya yg menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Periode Konsolidasi: PD II – tahun 60-an Pada masa ini, komunikasi ditetapkan sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh 2 hal: 1) Munculnya buku-buku yg membahas tentang pengertian komunikasi 2) Cakupan bidang komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam 4 bidang yaitu; komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi macro-sosial dan komunikasi massa. Periode Teknologi Komunikasi: 1960an – sekarang Menurut Rogers (1986),perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin ilmu mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor, sbb: 1) Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi (cth: komputer, VCR, TV cable parabola, dll) 2) Pertumbuhan industri media tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga regional dan global. 3) Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di suatu negara 4) Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik. Sumber: The Liang Gie, 1991. Pengantar Filsafat Ilmu. Penerbit Liberty; Yogyakarta Filsafat Ilmu; Drs Rizal Mustansyir M Hum, Drs Misnal Munir M Hum

Judul: Ediashta Narendra A Ilmu Pengetahuan

Oleh: Ediashta Narendra


Ikuti kami