Makalah Teknik Perawatan

Oleh Kurnia Putri

291,8 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Teknik Perawatan

MAKALAH TEKNIK PERAWATAN PERAWATAN MESIN BOR DUDUK DOSEN PENGAMPU Aa Santosa, ST., M.MT. DISUSUN OLEH KELOMPOK 1: Fattah Juliandoko 181063120033 Fhazar Dhurohman 181063120049 Muhammad Hanif Diandra F. 181063120051 Kurnia Putri Oktaviani 181063120055 UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG FAKULTAS TEKNIK D3 TEKNIK MESIN 2019/2020 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “Perawatan Mesin Bor Duduk” Kami menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam proses kami makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara kamiannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Karawang, 24 Februari 2020 Penulis Kelompok 1 i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................i DAFTAR ISI................................................................................................................ii BAB I............................................................................................................................1 PENDAHULUAN........................................................................................................1 1.1 Latar Belakang.....................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah................................................................................................1 1.3 Tujuan..................................................................................................................1 BAB II...........................................................................................................................2 ISI..................................................................................................................................2 2.1 Mesin Bor Duduk................................................................................................2 2.2 Komponen Mesin Bor Duduk..............................................................................2 2.3 Pengertian Teknik Perawatan..............................................................................4 2.4 Jenis-jenis Perawatan...........................................................................................4 2.5 Tujuan Perawatan................................................................................................6 2.6 Pengertian Pelumas..............................................................................................6 2.7 Jenis-jenis Pelumas..............................................................................................6 2.8 SAE (Society of Automotive Engineer)...........................................................10 2.9 Perawatan Mesin Bor.........................................................................................10 BAB III.......................................................................................................................12 PENUTUP..................................................................................................................12 3.4 Kesimpulan........................................................................................................12 3.5 Saran..................................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................13 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perawatan dilakukan untuk mencegah kegagalan sistem maupun untuk mengembalikan fungsi sistem jika kegagalan telah terjadi. Jadi tujuan utama dari perawatan adalah untuk menjaga keandalan mesin (reliability) agar mesin dapat selalu berjalan dengan normal dan menjaga kelancaran proses produksi/operasi. Reliabilitas mesin produksi yang tinggi dapat membantu kelancaran produksi dalam suatu perusahaan serta meminimasi jumlah kecacatan produk. Aktifitas produksi sering mengalami hambatan dikarenakan tidak berfungsinya mesinmesin produksi yang dalam industri manufaktur merupakan komponen utama. Keandalan dari suatu sistem dapat didefinisikan sebagai probabilitas mesin dapat berfungsi dengan baik setelah beroperasi dalam jangka waktu dan kondisi tertentu (Ramakumar, 1993), kegagalan beroperasi mesin mengakibatkan downtime yang ujung-ujungnya menurunkan produktifitas perusahaan. Oleh karenanya diperlukan sebuah sistem perencanaan pemeliharaan agar menghasilkan availability (ketersediaan) mesin yang optimal. Kegiatan perawatan ini dimaksudkan untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan operasional dan kinerja sistem agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ketika suatu sistem mengalami kerusakan maka sistem tersebut memerlukan perawatan perbaikan. Perawatan perbaikan ini menyebabkan biaya downtime yang mahal dan resiko yang tinggi jika sistem tersebut adalah sistem yang besar dengan unit-unit yang mahal harganya. Jika melakukan perawatan sebelum terjadinya kerusakan atau perawatan pencegahan, maka biaya yang dihasilkan akan lebih kecil daripada biaya perawatan perbaikan. Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana cara perawatan mesin bor duduk? 1.3 Tujuan Mengetahui macam macam teknik perawatan. Di makalah ini kami membahas perawatan mesin bor duduk. Hasil akhir dari makalah ini dapat mengetahui perawatan masing masing komponen dari mesin bor serta dapat memilih pelumas yang sesuai dengan mesin yang digunakan. 1 BAB II ISI 2.1 Mesin Bor Duduk Salah satu alat perkakas yang sering kita temui adalah mesin bor. Mesin bor merupakan sebuah mesin dengan gerakan memutarkan alat pemotong dengan arah pemakaiannya mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut. Mesin ini dapat digunakan untuk mengebor atau membuat lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja. Di samping itu, mesin bor juga berfungsi untuk membuat alur, perluasan dan menghaluskan secara presisi dan akurat. Adapun mesin bor terdiri dari berbagai jenis, dimana masing-masingnya memiliki fungsi tersendiri. Seperti namanya, maka mesin bor ini dapat digunakan sembari duduk. Biasanya mesin bor digunakan untuk melubangi besi. Namun, lubang yang dibuat pada besi tersebut tidaklah sedikit sehingga mesin bor ini didesain sedemikan rupa untuk membantu penggunanya agar tidak mudah lelah saat menggunakannya. Cara menggunakan mesin bor ini tidak sulit, dengan memutar tuasnya, mata bor dan kepala bor akan turun ke bawah. Dengan desain demikian pula, mesin bor ini mampu mengebor beberapa lapis besi secara langsung. Tentunya dengan tebal maksimal yang sesuai dengan panjang mata bor yang digunakan. Mesin bor ini juga biasanya digunakan dengan putaran lambat. Meski begitu, kecepatannya dapat diatur melalui belting di bagian atasnya. Di samping itu, ia juga memiliki ukuran yang beragam seperti mesin bor tangan. Ukuran mesin bor duduk mulai dari yang terkecil 13 mm, 16 mm, sampai yang terbesar adalah 25 mm. 2.2 Komponen Mesin Bor Duduk Gambar 2.1 Komponen Mesin Bor 2 1. Base (dudukan) Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi. 2. Column (tiang) Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja. 3. Table (meja) Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros ditengahtengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja. 4. Drill (mata bor) Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor. 5. Spindle Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang / mencekam mata bor. 6. Spindle head Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya. 7. Drill Feed Handle Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja ( memakankan) 3 8. Kelistrikan Penggerak utama dari mesin bor adalah motor listrik, untuk kelengkapanya mulai dari kabel power dan kabel penghubung , fuse / sekring, lampu indicator, saklar on / off dan saklar pengatur kecepatan. 2.3 Pengertian Teknik Perawatan Yang dimaksud dengan perawatan adalah suatu kegiatan untuk merawat atau memelihara dan menjaga Mesin/peralatan dalam kondisi yang terbaik supaya dapat digunakan untuk melakukan produksi sesuai dengan perencanaan. Dengan kata lain, perawatan adalah kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan (retaining) dan mengembalikan (restoring) mesin ataupun peralatan kerja ke kondisi yang terbaik sehingga dapat melakukan produksi dengan optimal. Dengan berkurangnya tingkat kerusakan mesin dan peralatan kerja, kualitas, produktivitas dan efisiensi produksi akan meningkat dan menghasilkan profitabilitas yang tinggi bagi perusahaan. Pada dasarnya perawatan atau perawatan Mesin/Peralatan kerja memerlukan beberapa kegiatan seperti dibawah ini : – Kegiatan Pemeriksaan/Pengecekan – Kegiatan Meminyaki (Lubrication) – Kegiatan Perbaikan/Reparasi pada kerusakan (Repairing) – Kegiatan Penggantian Suku Cadang (Spare Part) atau Komponen 2.4 Jenis-jenis Perawatan Perawatan atau Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah: 1. Breakdown Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan) Breakdown Maintenance adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin atau peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal atau terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown Maintenance ini harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya Mesin produksi yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun Output Produksi. 4 2. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan) Preventive Maintenance atau kadang disebut juga Preventative Maintenance adalah jenis Maintenance yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin selama operasi berlangsung. Contoh Preventive maintenance adalah melakukan penjadwalan untuk pengecekan (inspection) dan pembersihan (cleaning) atau pergantian suku cadang secara rutin dan berkala. Preventive Maintenace terdiri dua jenis, yakni : a. Periodic Maintenance (Perawatan berkala) Periodic Maintenance ini diantaranya adalah perawatan berkala yang terjadwal dalam melakukan pembersihan mesin, Inspeksi mesin, meminyaki mesin dan juga pergantian suku cadang yang terjadwal untuk mencegah terjadi kerusakan mesin secara mendadak yang dapat menganggu kelancaran produksi. Periodic Maintenance biasanya dilakukan dalam harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan. b. Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif) Predictive Maintenance adalah perawatan yang dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan sebelum terjadi kerusakan total. Predictive Maintenance ini akan memprediksi kapan akan terjadinya kerusakan pada komponen tertentu pada mesin dengan cara melakukan analisa trend perilaku mesin/peralatan kerja. Berbeda dengan Periodic maintenance yang dilakukan berdasarkan waktu (Time Based), Predictive Maintenance lebih menitikberatkan pada Kondisi Mesin (Condition Based). 3. Corrective Maintenance (Perawatan Korektif) Corrective Maintenance adalah Perawatan yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi penyebab kerusakan dan kemudian memperbaikinya sehingga Mesin atau peralatan Produksi dapat beroperasi normal kembali. Corrective Maintenance biasanya dilakukan pada mesin atau peralatan produksi yang sedang beroperasi secara abnormal (Mesin masih dapat beroperasi tetapi tidak optimal). Jenis-jenis Perawatan atau Maintenance diatas perlu dipelajari dan diketahui dalam menerapkan Total Productive Maintenance (TPM). Untuk mengukur kinerja Mesin, kita dapat menghitungnya dengan rumus OEE (Overall Equipment Effectiveness). 5 2.5 Tujuan Perawatan Tujuan-tujuan melakukan maintenance diantaranya adalah : 1. Mesin dapat menghasilkan Output sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan. 2. Kualitas produk yang dihasilkan oleh Mesin dapat terjaga dan sesuai dengan harapan. 3. Mencegah terjadinya kerusakan berat yang memerlukan biaya perbaikan yang lebih tinggi. 4. Untuk menjamin keselamatan tenaga kerja yang menggunakan mesin yang bersangkutan. 5. Tingkat Ketersediaan Mesin yang maksimum (berkurangnya downtime) 6. Dapat memperpanjang masa pakai mesin atau peralatan kerja. 2.6 Pengertian Pelumas Pelumasan adalah sebuah proses atau teknik untuk mengurangi gesekan serta keausan atas salah satu atau kedua permukaan yang saling bersentuhan dan bergerak relatif terhadap satu sama lain, dengan memberikan zat pelumas di antara keduanya. Sedangkan bahan yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara kedua permukaan tersebut disebut dengan pelumas. Bahan pelumas menjadi komponen utama pada setiap sistem lubrikasi. Berbagai tipe pelumas telah dikembangkan dan terus diinovasikan untuk disesuaikan dengan kebutuhan mesin yang ada. Luasnya penggunaan bahan pelumas menjadikan penting untuk kita pahami sistem klasifikasi bahan-bahan pelumas tersebut. Pelumas dapat diklasifikasikan menjadi beberapa cara yakni pengklasifikasian secara umum, pengklasifikasian berdasarkan aplikasinya, serta pengklasifikasian berdasarkan zat aditifnya. Secara umum bahan pelumas diklasifikasikan berdasarkan wujud dari materialnya, yakni liquid (cair), semi liquid (grease), dan padat. Pelumas liquid sangat kita pahami sebagai pelumas oli dan cukup lazim kita temui sebagai pelumas mesin kendaraan bermotor, gearbox, ataupun sistem lainnya. Pelumas semi liquid lebih dikenal sebagai grease memiliki kekentalan lebih tinggi dibandingkan dengan pelumas oli dan memang cenderung lebih “padat” daripada oli. Sedangkan pelumas padat memiliki wujud padat dan dibutuhkan pada kasus-kasus tertentu yang tidak dimungkinkan untuk menggunakan pelumas oli maupun grease. 2.7 Jenis-jenis Pelumas 1. Pelumas Cair Sebagian besar pelumas oli yang beredar di pasaran dan paling banyak penggunaannya terbuat dari bahan dasar minyak bumi. Oleh karena itulah sering kali kita menyebutnya sebagai mineral oil, yakni oli yang berbahan dasar dari minyak bumi hasil tambang (mining). Oli mineral dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu Paraffinic, Naphtenic, dan 6 Aromatic. Pengklasifikasian tersebut dilakukan berdasarkan sifat kimiawi serta fisika dari berbagai jenis oli mineral. Gambar 2.2 Stuktur Kimia Oli Mineral a. Kelebihan Pelumas Oli: 1. Kelebihan yang paling utama adalah sangat cocok digunakan pada mesin-mesin putaran tinggi. 2. Memiliki viskositas rendah sehingga mudah membentuk lapisan film pelumas di setiap permukaan logam yang dilindungi dan memastikan selalu ada jarak antara dua permukaan komponen yang bertemu. 3. Karena berfase cair maka ia sangat mudah menyerap dan memindahkan panas. b. Kekurangan Pelumas Oli: 1. Membutuhkan ruang yang lebih besar untuk menampung oli. 2. Membutuhkan sistem sealing untuk mencegah oli bocor keluar. 3. Membutuhkan tambahan sistem pendingin jika pelumas bekerja pada temperatur ekstrim. 4. Tidak tahan terhadap oksidasi, kontaminasi air, dan pengotorpengotor seperti debu atau yang sejenisnya. 2. Pelumas Semi-Cair (Grease) Pelumas grease dibuat dengan jalan mengemulsi oli mineral atau oli nabati dengan pengemulsi metalik atau air pada suhu 400-600°F (204-316°C). Melalui proses ini didapatkan sebuah jenis pelumas yang memiliki tingkat kekentalan tinggi melebihi viskositas oli dan cenderung padat. Grease memiliki karakteristik khas, yang membuatnya sangat cocok digunakan pada sebuah sistem mekanis yang hanya bisa dilubrikasi secara berkala, serta sistem yang tidak mungkin dapat dilubrikasi oleh oli. Grease juga 7 berfungsi sebagai sealent untuk mencegah masuknya air atau material lain ke dalam sistem mesin. Karakteristik grease ditentukan oleh tipe oli (mineral, sintetis, nabati, atau lemak hewani), tipe pengemulsi (litium, sodium, kalsium, garam-garaman), serta aditif yang digunakan sebagai bahan baku (tekanan tinggi, perlindungan korosi, anti oksida, dan lain sebagainya). Berikut adalah enam macam grease berdasarkan parameter-parameter di atas: a. Campuran Oli Mineral dengan Padatan. Grease tipe ini sangat cocok digunakan pada peralatanperalatan dengan beban sangat tinggi serta bekerja pada kecepatan rendah. Contohnya adalah pengaduk bahan beton, dan bearing pada conveyor alat konstruksi berat. b. Campuran Oli Aspal dengan Oli Ringan. Pelumas tipe ini tergolong sebagai grease ringan dengan kekentalan sedikit rendah. Sangat cocok digunakan pada komponenkomponen terbuka yang bertemu langsung dengan atmosfer. Kelebihan utama dari pelumas ini adalah kemampuannya untuk membentuk lapisan film yang mampu bertahan pada temperatur panas maupun dingin. c. Extreme-Pressure Grease (EP Grease). Karakteristik unik dari EP Grease adalah adanya penambahan aditif khusus yang membuatnya memiliki kekuatan sangat baik untuk diaplikasikan pada berbagai macam kondisi ekstrim. Pelumas ini membentuk lapisan film yang justru bersifat mencegah pelumas untuk terlepas dari dua permukaan komponen, sehingga mencegah kedua permukaan komponen tersebut untuk bergesekan secara langsung. Lapisan film ini terbentuk dari adanya reaksi kimia antara logam dengan zat aditif pada grease, dan justru akan semakin kuat jika ada tekanan lebih terhadap grease.Beberapa zat aditif yang digunakan pada grease ini antara lain adalah klorin, fosfor, sulfur aktif maupun pasif, zinc, timbal, serta asbestos. Pemilihan zat aditif sangat bergantung dari jenis penggunaan grease seperti beban, kecepatan, kondisi permukaan, serta karakteristik mesin. d. Roll-Neck (RN) Grease. RN grease sangat lazim digunakan pada bearing sederhana pada mesin-mesin berputar. Grease tidak memiliki karakteristik istimewa sehingga hanya cocok digunakan pada bearing dengan beban kerja rendah. e. Soap Thicked Mineral Oils (STMO). Grease tipe ini menjadi yang paling banyak digunakan di dunia industri, sebab ia menggunakan oli mineral sebagai bahan utamanya dengan penambahan zat aditif kimia yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Zat aditif tersebut antara lain adalah sodium, barium, lithium, kalsium, serta aluminium. f. Grease Multi-Fungsi. 8 Grease multi-fungsi memiliki karakteristik unik yaitu menggabungkan dua atau lebih sifat-sifat dari grease tertentu. Dengan cara ini akan didapatkan satu jenis grease yang mampu bekerja untuk beberapa kondisi berbeda. Dengan metode ini, bahkan kita dapat membuat satu jenis grease multi-fungsi untuk menggantikan hingga enam grease khusus. Sebagai contoh grease yang menggunakan emulsi lithium, selain memiliki ketahanan terhadap air dan korosi, ia juga memiliki ketahanan mekanis dan oksidasi yang baik. Pelumas jenis ini juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yaitu : 1. 3. 4. 6. a. Kelebihan grease: Bertahan di hanya satu titik pelumasan yang diperlukan. 2. Tidak mudah rusak karena cat ataupun partikel-partikel debu atmosfer. Tidak memerlukan pemberian grease yang terlalu sering. Cocok digunakan pada poros tegak/vertikal. 5. Membantu proses sealing karena tidak mudah ditembus partikel debu. Tahan air. 7. Cocok digunakan pada mesin dengan beban kejut, kecepatan rendah, serta beban tinggi. b. Kekurangan grease: 1. Karena wujudnya yang semi-solid, maka sifatnya tidak dapat menjadi pendingin. 2. Sekali saja pengotor debu masuk dan bercampur dengan grease, ia tidak dapat dibersihkan. Sehingga partikel tersebut akan menjadi gangguan nagi performa grease. 3. Pelumas Padat Pelumas padat atau juga dikenal dengan pelumas kering memiliki bentuk fase padat. Karakter gesekan kecil pada permukaan bahan pelumas padat tersebut terjadi karena struktur molekul berlapis dengan ikatan lemah antar lapisan molekulnya. Masing-masing lapisan molekul dapat bergeser relatif terhadap lapisan yang lain hanya dengan sedikit gaya saja, inilah yang membuat pelumas padat memiliki gaya gesekan rendah.Bahan yang paling banyak dikenal sebagai pelumas padat yaitu grafit, molibdenum disulfida, heksagonal boron nitrida, serta tungsten disulfida. a. Kelebihan Pelumas Padat 1. Lebih efektif ketimbang pelumas oli pada mesin dengan beban tinggi. 2. Sangat stabil pada kondisi temperature tinggi, serta pada kondisi lingkungan beradiasi dan reaktif. 9 3. Membuat desain mesin menjadi lebih sederhana karena tidak dibutuhkan ruang lebih seperti jika menggunakan pelumas oli. 4. Kebersihan mesin lebih terjaga. b. Kekurangan Pelumas Padat 1. Jika sekali saja lapisan film lubrikasi rusak, maka tidak akan dapat diperbaiki, keseluruhan bagian pelumas padat harus diganti. 2. Koefisien gesekan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pelumas oli. 3. Mudah aus. 2.8 SAE (Society of Automotive Engineer) Definisi SAE menurut SAE Internasional adalah singkatan dari Society of Automotive Engineer sebagai identifikasi dari kekentalan oli. SAE sendiri adalah suatu asosiasi yang mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik dan manufaktur. Pada kemasan oli akan tertulis SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Huruf W yang terletak di belakang angka merupakan singkatan dari ‘Winter’. Formulasi oli disesuaikan untuk musim dingin dan panas, sehingga saat suhu mobil dingin olinya tidak mengental. Oleh karena itu, angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin dan angka setelah W atau paling belakang adalah tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja atau sudah panas. Semakin besar angkanya maka semakin kental oli pada kondisinya. Semakin dingin suhu suatu wilayah, maka semakin encer tingkat kekentalannya, biasanya pada angka SAE 5W35. Sedangkan tingkat kekentalan yang tepat untuk Indonesia sebagai negara beriklim tropis adalah pada angka SAE 10W-30 sampai pada angka SAE 15W-50. Pada kemasan oli tertulis SAE 10W – 40. Angka paling depan adalah tingkat kekentalan oli pada suhu dingin yang diikuti oleh huruf W (winter). Sedangkan angka belakang menunjukkan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja. Semakin besar angkanya maka semakin kental oli pada kondisi dipakai. Pada umumnya, di negara bersuhu dingin, tingkat kekentalan oli yang digunakan adalah SAE 5W – 35. Sedangkan di Indonesia, oli yang sering terlihat di pasaran memiliki tingkat kekentalan dengan SAE 10W – 30 atau SAE 15W – 50. 2.9 Perawatan Mesin Bor Mesin bor adalah sebuah alat yang digunakan untuk melubangi bahan yang terbuat dari besi, kayu, plastik, tembok maupun bahan lainnya. Cara kerja dari mesin bor ini sendiri adalah dengan merotasi mata bor dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga mampu melubangi objek yang disentuhnya. Karena cara kerjanya yang berotasi, mesin bor biasanya memiliki rotasi putaran mata bor ke kanan. Tetapi untuk beberapa tipe tertentu sudah dilengkapi dengan sistem rotasi dua arah yaitu rotasi kanan dan kiri. Kegunaan dari rotasi kanan umumnya adalah untuk melubangi objek yang disentuhnya, sedangkan untuk rotasi kiri umumnya digunakan untuk melepaskan mata bor dengan memutar arah sebaliknya. Sebagian mesin bor juga 10 menggunakan rotasi kiri untuk melepaskan baut atau mur yang tertancap pada objek, sehingga tidak membutuhkan tenaga tangan manusia manual. Untuk cara merawat mesin bor dengan cara mengoperasikan mesin bor tersebut secara benar, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah : 1. Sebelum anda menggunakan mesin bor tersebut, periksa terlebih dahulu drill chuck apakah sudah terkunci dengan baik atau belum, karena hal ini tentunya dapat membahayakan keselamatan kerja anda jika mata bor terlepas dari drill chucknya ( kepala mesin bor ). Dan tentunya dapat merusak mesin bor jika mata bornya mengenai bagian kabel ataupun body dari mesin bor tersebut. 2. Pastikan mata bor sudah terkunci dengan baik. 3. Sesuaikan mata dengan objek kerja yang akan dikerjakan. 4. Dalam membuka atau membongkar pasang mata bor, gunakanlah key chuck yang telah tersedia saat anda membeli mesin bor tersebut. Jangan menggunakan tangan anda untuk membuka pasang mata bor karena kekuatan tangan manusia tidak akan dapat mengunci mata bor dengan sempurna. Setelah kita tau bagaimana cara merawat mesin bor dengan menggunakannya secara benar, maka kali ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana cara merawat mesin bor secara rutin agar performa mesin bor terus bagus dan tidak menurun. Karena tentunya sebuah mesin membutuhkan perawatan berkala sama seperti mesinmesin motor dan mobil yang ada saat ini. Semakin mesin bor sering dirawat secara berkala, tentunya kinerja dan masa penggunaan dari mesin bor tersebut akan semakin lama. Untuk cara merawat mesin bor secara rutin dibutuhkan beberapa poin-poin atau langkah-langkah yang kami sebutkan pada poin-poin dibawah ini : 1. Bersihkanlah selalu lubang verifikasi udara yang ada pada mesin. Anda dapat menggunakan kompresor angin untuk membersihkannya agar lebih cepat dan mudah. 2. Jangan gunakan mata bor yang tidak sesuai dengan objek kerjanya. 3. Periksalah selalu carbon brush, kalau sudah mencapai 6 mm panjangnya, maka carbon brush tersebut seharusnya diganti dengan yang baru. 4. Setiap penggantian Carbon brush yang baru, selalu gunakan grease ( gemuk ) baru pada gearnya. 11 BAB III PENUTUP 3.4 Kesimpulan Setiap mesin membutuhkan perawatan secara berkala untuk menimalisir kerusakan pada mesin. Diantara perawatannya adalah memberikan pelumas yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin tersebut. Untuk mesin bor duduk agar umur pakai semakin lama diperlukan pemakaian yang baik dengan selalu memeriksa keadaan komponen-komponen sebelum menggunakannya dan selalu melakukan perawatan secara rutin dengan membersihkan komponen dan selalu mengganti carbon brush ketika sudah 6 mm. Untuk pemaikaian pelumas di mesin bor hanya digunakan ketika dibutuhkan. 3.5 Saran Sebaiknya saat menjalankan sistem preventive maintenance seperti yang diusulkan agar terjadi peningkatan keandalan mesin (reliability), ketersediaan (availability) serta penghematan biaya perawatan mesin. Kebersihan menjadi faktor utama dalam perawatan pada mesin. Sebaiknya disusun suatu prosedur kerja sistem preventive maintenance yang meliputi cara atau proses perawatan yang harus dilakukan dan hal-hal yang harus dihindari. 12 DAFTAR PUSTAKA Jenis Maintenance Perawatan Mesin Peralatan Kerja. https://ilmumanajemenindustri.com/jenis-maintenance-perawatan-mesin-peralatankerja/ Macam-macam pelumas mesin | | Artikel Teknologi Indonesia, https://artikelteknologi.com/macam-macam-pelumas-mesin/ Pengertian Mesin Bor fungsi dan jenis-jenisnya, https://www.google.com/url? sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.klopmart.com/article/detail/pengertianmesin-bor-fungsi-danjenisjenisnya&ved=2ahUKEwikvMnLg93nAhX3zjgGHeyJCd0QFjAEegQIDxAJ&u sg=AOvVaw0OuBb71i-WpgphoI4hFCPq Arti Dari Kode Oli Mesin Sae, https://www.deltalube.com/arti-kode-sae-dan-apipada-oli-mesin/ Definisi dan Jenis Jenis Mesin Bor, http://blogkegalih.blogspot.com/p/blogpage_7859.html 13

Judul: Makalah Teknik Perawatan

Oleh: Kurnia Putri

Ikuti kami