Teknik Membaca Skema

Oleh Lasria Sihombing

109,4 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teknik Membaca Skema

Teknik Membaca Skema Nama : Lasria Ronauli Sihombing NIM : 2143311027 Kelas : Non Reguler B Pengertian dan Konsep Teori Skema Istilah skema merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu schema. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata skema merupakan padanan dari kata bagan, rangka-rangka atau rancangan. Ada beberapa sumber yang menjelaskan pengertian skema ini. Keterangan yang dikemukakan oleh “ Chaplin (1981) “ terdapat dalam Dictionary of Psikology , mengemukakan empat macam keterangan tentang skema yaitu : 1) Skema sebagai suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi. 2) Skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa atau data 3) Skema sebagai suatu model 4) Skema sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas respon-respon yang pernah diberikan yang kemudian menjadi standar bagi respon-respon selanjutnya. A Dictionary of Reading yang diterbitkan oleh International Reading Association (1981) memberikan keterangan tentang makna skema sebagai berikut: 1. Skema adalah suatu pengertian yang digeneralisasikan. Suatu rencana atau struktur seperti yang digunakan dalam kalimat. Skema proses membaca setiap orang boleh dikatakan tidak pernah sama . 2. Skema adalah suatu sistem yang konseptual untuk memahami sesuatu. Contoh : skema yang dimiliki oleh si A dapat menolong pemahamannya dalam bidang bahasa. 3. Skema adalah suatu citra yang melahirkan kenyataan yang disimpan dalam pikiran, tetapi tidak ditransformasikan lewat pikiran ( Piaget ). Dari sejumlah pengertian tentang skema di atas, kita dapat menangkap pengertian yang sederhana tentang skema itu yakni sebagai latar belakang atau asosiasiasosiasi yang dapat bangkit atau muncul kembali pada seseorang melihat atau membaca kata, frase,atau kalimat. Sebagai contoh : saat kita mendengar kata “ pantai “ pikiran kita akan mengasosiasikan pada segala sesuatu yang mendekati atau berhubungan dengan pantai seperti pada gemuruh ombak, daun yang melambai-lambai atau saat matahari terbenam atau diasosiasikan dengan berkemah ditepi pantai dan seterusnya. Dengan kata lain skema seseorang dapat bergantung pada pikiran atau pengalaman yang dimilikinya. Ada asumsi dalam teori skema bahwa teks yang kita baca atau kita dengar itu tidaklah dengan sendirinya menyampaikan makna pada kita. Teks hanya memberikan petunjuk kepada pembaca atau pendengar untuk mrnyusun pengertian atau pemahaman berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Dengan adanya bantuan skema yang ada, seseorang akan berupaya memahami teks yang dibacanya atau didengarnya. Jadi dapat disimpulkan skema adalah abstraksi pengalaman yang secara konstan mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Dengan demikian maka, semakin banyak pengalaman seseorang semakin bertambah pulalah penyempurnaan skemanya. Manfaat Skema dalam Membaca Pengajaran dengan wawasan yang tepat, akan memungkinkan anak atau pembaca mengembangkan skema dengan sebaik-baiknya. Untuk mencapai tujuan pengembangan skema ini, guru dituntut untuk mengenali skemata setiap anak didiknya. Dia harus pula mengetahui masalah-masalah membaca komprehensif yang mempunyai hubungan dengan skemata. Guru membaca mesti mengidentifikasi skemata muridmuridnya sebelum ia memulai membaca bahan membaca yang telah kita siapkan. Salah satu cara yang baik bagi guru dalam usaha mengidentifikasi skemata murd-muridnya itu ialah mendaftar semua kata-kata yang diperkirakan kurang akrab bagi murid-muridnya. Tempat yang paling baik untuk mendaftar kata-kata tersebut adalah papan tulis. Selanjutnya murid diminta untuk mengatakan apa yang tampil dalam ingatannya, ketika membaca dan memikirkan kata-kata yang terdaftar dalam papan tulis tersbut . Asosiasi-asosiasi yang mereka sebutkan ditulis disamping kata-kata yang didaftar. Dengan demikian guru akan segera mengetahui gambaran umum skemata murid-muridnya, dan konsep-konsep yang mana menimbulkan kesulitan bagi murid-muridnya tertentu. Cara seperti ini baik untuk diikuti terutama dalam pengajaran ilmu sosial dan sains. Sebagai variasi teknik yang baru saja diuraikan tersebut, guru dapat pula menuliskan topik bacaan yang dipilih murid, ditengah-tengah papn tulis. Kemudian guru menanyakan asosiasi-asosiasi pikiran yang ada dalam benak muridnya ketika mereka membacanya. Jadi manfaat teori skema bagi guru adalah untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan murid-muridnya untuk mencapai keberhasilan keterampilan pembaca komprehensif pada diri anak didiknya, terutama dalam hal pengambilan keputusan boleh dikatakan selalu didasarkan pada informasi dalam skemata. Pengajaran dengan wawasan yang tepat, akan memungkinkan anak mengembangkan skemata dengan sebaikbaiknya. Upaya Membangkitkan Skema Pembaca Jika anda berjumpa dengan anak didik yang tidak memiliki skema yang layak, apa yang Anda lakukan untuk mengatasi hal demikian? Berikut akan diuraikan beberapa saran untuk memenuhi jawaban diatas. Langkah pertama yang dapat kita lakukan ialah bersikap positif terhadap apa yang diketahui oleh murid. Jadikanlah apa yang diketahui oleh murid itu sebagai loncatan atau jembatan dalam usaha menolong mengembangkan konsep-konsep yang diperlukannya. Langkah kedua ialah menggunakan analogi, perbandingan, bahkan kalu perlu perbandingan metaforis untuk menjembatani apa yang telah mereka ketahui itu dengan hal-hal yang masih baru atau asing bagi mereka. Kegiatan seperti ini banyak kita lihat dengan wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari diantara sesama kita Langkah ketiga ialah memberikan contoh sebanyak-banyaknya mengenai konsep yang baru itu sehingga murid dapat memahaminya dengan pasti. Guru harus banyak berpikir, sabar, dan menyediakan banyak waktu, karenanya tidak banyak guru yang mempunyai perhatian yang layak terhadap pengajaran skema itu. Padahal membiarkan anak membaca semak-semak bacaan yang sulit dipahaminya akan mengganggu perkembangan kemampan membacanya. Pemilihan dan Pemeliharaan Skema Untuk mengatasi pemilihan skema itu, ialah dengan jalan membuat diagram mengenai pengetahuan kolektif tentang suatu topik tertentu. Diagram tersebut mungkin berupa suatu kerangka (outline) atau sebuah peta semantik. Sesudah itu, anak-anak disuruh membaca bahan yang telah ditentukan sambil merujuk pada diagram yang tersedia. Selesai membaca, anak-anak disuruh berkumpul lagi. Kali ini guru memberi kesempatan kepada mereka untuk mengubah, memberi komentar, dan memperbaiki diagram yang mereka sepakati sebelum kegiatan membaca dimulai. Dengan demikian, anak-anak akan mempunyai gambaran yang jelas tentang hal-hal yang telah diketahui sebelum membaca, apaapa yang mereka peroleh dari bacaan, dan apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya. Dengan demikian pula, anakanak akan memahami hubungan antara ide yang satu dengan ide yang lainnya. Banyak hal yang bisa menyebabkan skema itu lepas. Yang pertama ialah perhatian yang terlampau tertuju pada analisis visual tentang huruf, suku kata atau katakata yang menyebabkan pembaca kehilangan kemampuan untuk berpikir dalam usaha menangkap isi bacaan secara komprehensif. Yang kedua ialah penulis menyusun teksnya. Penelitian yang mutakhir membuktikan bahwa pembaca menghadapi kesulitan yang lebih besar dalam memahami atau mengingat hubungan antara dua ide yang dikemukakan dalam dua kalimat yang tepisah, daripada memahami ide-ide yang dinyatakan dengan kalimat yang dihubungkan dengan kata-kata tugas; sebab, semenjak, sesudah, oleh karena, dan sebagainya. Kesulitan yang dihadapi dalam mempertahankan skema itu sukar untuk diatasi, sebab pemeliharaan suatu skema merupakan sebuah proses. Namun petunjuk berikut dapat dimanfaatkan sebagai langkah permulaan: 1. Karena anak-anak mempunyai kecenderungan untuk tenggelam dalam hal-hal yang terinci dalam proses yang terkecil-kecil sebaiknya guru menyuruh mereka membaca bacaan pilihannya cepat-cepat, sehingga mereka dapat menangkap ide pokok bacaan tersebut. 2. Sesudah itu berilah mereka kerangka atau outline, peta semantik, tabel, grafik yang sudah dipahami oleh anak-anak supaya mereka dapat menangkap bagian – bagian penting bacaannya itu secara visual. Penampilan visual mempunyai dua fungsi yaitu sebagai petunjuk hal-hal yang penting dan sebagai penyebab hubungan yang bersifat implisit didalam teks itu dapat berubah menjadi eksplisit. 3. Guru harus pula memperhatikan bagian-bagian yang harus digaris bawahi atau diwarnai agar anak-anak dengan segera mengetahui relevansi pemeliharaan skema. Setelah anak melihat relevansinya, maka guru dapat segera menghentikan bimbingannya yang bersifat eksternal itu. Kesimpulan Skema adalah abstraksi pengalaman yang secara konstan mengalami pemantapan sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Dengan demikian maka, semakin banyak pengalaman seseorang semakin bertambah pulalah penyempurnaan skemanya. Manfaat teori skema bagi guru adalah untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan murid-muridnya untuk mencapai keberhasilan keterampilan pembaca komprehensif pada diri anak didiknya, terutama dalam hal pengambilan keputusan boleh dikatakan selalu didasarkan pada informasi dalam skemata. Pengajaran dengan wawasan yang tepat, akan memungkinkan anak mengembangkan skemata dengan sebaik-baiknya. Upaya dalam membangkitkan skema pembaca ada tiga langkah yaitu: Langkah pertama yang dapat kita lakukan ialah bersikap positif terhadap apa yang diketahui oleh murid.Langkah kedua ialah menggunakan analogi, perbandingan, bahkan kalu perlu perbandingan metaforis untuk menjembatani apa yang telah mereka ketahui itu dengan hal-hal yang masih baru atau asing bagi mereka. Langkah ketiga ialah memberikan contoh sebanyak-banyaknya mengenai konsep yang baru itu sehingga murid dapat memahaminya dengan pasti. Untuk mengatasi pemilihan skema itu, ialah dengan jalan membuat diagram mengenai pengetahuan kolektif tentang suatu topik tertentu. Banyak hal yang bisa menyebabkan skema itu lepas. Yang pertama ialah perhatian yang terlampau tertuju pada analisis visual tentang huruf, suku kata atau kata-kata yang menyebabkan pembaca kehilangan kemampuan untuk berpikir dalam usaha menangkap isi bacaan secara komprehensif. Yang kedua ialah penulis menyusun teksnya. Kesulitan yang dihadapi dalam mempertahankan skema itu sukar untuk diatasi, sebab pemeliharaan suatu skema merupakan sebuah proses. Sekian dan terimakasih

Judul: Teknik Membaca Skema

Oleh: Lasria Sihombing


Ikuti kami