Sistem Ekonomi Islam

Oleh Imha Jamaluddin

122,4 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Sistem Ekonomi Islam

SISTEM EKONOMI ISLAM DISUSUN OLEH : A N U G R A H J U N I A RT I M H ( 1 9 . 6 2 2 0 2 . 0 5 4 ) ARINI (19.62202.056) M U H . FA D E L A M I R U D D I N ( 1 9 . 6 2 2 0 2 . 0 6 4 ) Latar Belakang Lahirnya Ekonomi Islam  Ekonomi Islam Abad 7 M/ 1 H- 12 M/6 H a. Masa Rasulullah Saw b. Masa Khulafaur Rasyidin c. Masa Bani Umayyah d. Masa Bani Abbasyiah • Ekonomi Islam Abad 13 M/7 H-20 M/14 H a. Masa Bani Utsmani b. Lenyapnya Ekonomi Islam • Ekonomi Islam Abad 20-21 M/14-15 H a. Lahirnya Kembali Ekonomi Islam Pilar-pilar Ekonomi Islam Asas-asas Ekonomi Islam a. Tauhid (mengesakan Allah Swt) Tauhid adalah asas mutlak bagi setiap subsistem dalam syariah Islam termasuk ekonomi. Ia merupakan persyaratan mutlak dalam setiap aktivitas hidup manusia b. Khilafah Manusia diciptakan Allah Swt untuk menjadi khalifah dimuka bumi, yaitu sebagai wakil Allah untuk memakmurkan bumi dan alam semesta. Dengan demikian asas khilafah berrarti tanggung jawab sebagai pengganti atau utusan Allah di muka bumi Prinsip-prinsip Ekonomi Islam  Adapun prinsip-prinsip umum ekonomi Islam yaitu : a. Pada asalnya aktivitas ekonomi itu boleh dilakukan, sampai ada dalil yang mengharamkannya b. Aktivitas ekonomi hendaknya dilakukan dengan suka sama suka (‘an taradhin) c. Kegiatan ekonomi yang dilakukan hendaknya mendatangkan maslahat yang menolak madharat. d. Aktivitas ekonomi yang dilakukan terlepas dari unsure gharar, riba, kezaliman, dan unsure lain yang diharamkan berdasarkan syara’  Adapun prinsip-prinsip ekonomi Islam yang bersifat khusus yaitu: a. Kerja b.Kompensasi c. Efisiensi d. Profesionalisme e. Kecukupan f. Pemerataan Kesempatan g. Kebebasan h. Kerja Sama i. Persaingan Positif j. Keseimbangan k. Solidaritas Konsep Kepemilikan dalam Sistem Ekonomi Islam  Pengertian Kepemilikan Kepemilikan adalah hubungan seseorang dengan sesuatu harta yang diakui oleh syara’ yang menjadikannya mempunyai kekuasaan khusus terhadap harta tersebut, sehingga ia dapat melakukan tindakan hukum terhadap harta itu, kecuali ada halangan syara’.  Sebab Kepemilikan a. Penguasaan harta benda (Ihraz a-mubahat) b. Melalui suatu akad atau transaksi c. Melalui Penggantian (Khalafiyah) d. Melalui Perkembangbiakan (At tawallud min mamluk) • Sifat Kepemilikan Para ulama sepakat menyatakan bahwa Islam sangat menghormati kemerdekaan seseorang unruk memilki sesuatu, selama itu sejalan dengan cara yang digariskan oleh syara’. Manusia mempunyai kebebasan untk mengembangkan hartanya tersebut dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara yang jujur.

Judul: Sistem Ekonomi Islam

Oleh: Imha Jamaluddin

Ikuti kami