Ilmu Dasar Keperawatan Ii Metabolisme

Oleh Gabriella Caroline

467,3 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Dasar Keperawatan Ii Metabolisme

ILMU DASAR KEPERAWATAN II Disusun Oleh : GABRIELLA RACHEL CAROLINE SOETANTO 1933007 Dosen pengampu : Ns .Dheni Koerniawan. M. Kep UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS PALEMBANG FAKULTAS ILMU KESEHATAN 2019/2020 KONSEP PATOFISIOLOGI OBAT DI DALAM TUBUH MANUSIA 1. Konsep Farmakokinetika Farmakokinetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang kinetika suatu obat yaitu kerja obat di dalam tubuh manusia. Proses tersebut akan menentukan kinetika suatu obat yang masuk ke dalam tubuh seperti proses absorbs,distribusi,metabolisme serta ekskresi. Di dalam farmasi klinkik, farmakokinetika memiliki fungsi untuk memilih rute pemberian obat yang tepat beserta dengan dosisnya untuk setiap orang. Serta menjelaskan mekanisme interaksi dari suatu obat antara suatu obat dengan makanan ataupun minuman bahkan obat dengan obat. 2. Absorbsi Absorbsi merupakanm suatu tahapan penyerapan atau suatu obat. Setiap obat yang dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh seseorang akan mengalami proses penyerapan. Cara-cara yang biasanya digunakan untuk memberikan obat yaitu biasanya melalui oral,intramuscular,intravena,subkutan, dan juga transdermal. Pada saat obat diminum, maka obat akan di salurkan oleh saluran pencernaan dan akan melakukan tahapan absorbsi oleh pembuluh darah khusus ke hati. Cara lainnya adalah dengan cara melalui darah, melalui kulit dan juga paru-paru. 3. Distribusi Ketika obat sudah melakukan proses penyerapan, maka obat akan di distribusikan. Yaitu aliran darah akan membawa obat-obat tersebut ke seluruh tubuh. Pada proses inilah dapat terjadi suatu efek samping bagi tubuh. Pada obat pereda nyeri, biasanya efek samping yang dihasilkan yaitu rasa sakit di kaki. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi proses distribusi. Obat yang di tujukan untuk sistem saraf pusat akan mengalami tantangan yang cukup sulit yaitu ada suatu blokade yang berbentuk kapiler berlapis yang melindingi otak dari zat yang berbahaya bagi otak. 4. Hasil pemecahan enzimatik menghasilkan banyak produk yang disebut sebagai metabolit yaitu senyawa kurang aktif dari molekul asli obat. Biasanya metabolit obat bisa menghasilkan kegiatan kimianya sendiri dan mempunyai kekuatan yang sama dengan obat aslinya. Pada saat dokter akan memberikan resep obat kepada pasiennya, dokter harus memikirkan dan mempertimbangkan efek samping yang dapat diakibatkan oleh suatu obat. Ketika obat sudah melakukan suatu prosesnya di dalam tubuh maka akan terjadi reaksi yang di timbulkan dan dapat kita rasakan. Setelah itu akan melalui proses ekskresi yaitu pembuangan dari hasil metabolisme yang dikeluarkan melalui urine atau feses dan juga bisa melalui keringat MEKANISME PERJALANAN OBAT PADA TUBUH MANUSIA 1. Perjalanan Oral 2. Perjalanan Obat Melalui injeksi 3. Perjalanan Rektal ASAS UMUM TOKSIKOLOGI 1. Kondisi Efek Toksi Kondisi efek toksik merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi absorbsi,distribusi,serta eliminasi dalam menjalankan tugasnya untuk mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Kondisi ini merupakan pemejanan akut ataupun kronis. Kondisi efek toksik juga adalah kondisi mahkluk hidup yang meliputi kondisi fisiologinya seperti berat badan, tinggi badan serta suhu tubuh. 2. Mekanisme Efek Toksik Ketika zat racun masuk ke dalam tubuh manusia, dapat terdistribusi menuju ke cairan ekstrasel dan intrasel. Maka, berdasarkan tempatnya, mekanisme aksi toksis zat kimia dibagi 2 yaitu mekanisme luka intrasel dan ekstrasel. Mekanisme luka intrasel adalah luka yang langsung beraksi zat beracunnya pada sel sasaran. Mekanisme luka ekstrasel merupakan keadaan dimana zat beracun yang berada dan melakukan aksinya diluar dari sel. 3. Wujud Efek Toksik Bentuk atau wujud dari efek toksik yang beracun adalah terjadinya suatu perubahan biokimia, fungsional serta struktur. Akan tetapi, bukan artinya efek toksik zat beracun terpisah ke dalam 3 jenis wujud dasar efek toksis. Yaitu biasanya campuran karena semua hal tersebut memiliki keterkaitan. Jenis efek toksis berdasarkan perubahan biokimia, meliputi jenis wujud efek toksis yang berkaitan dengan respon perubahan kimia terhadap luka sel. 4. Sifat Efek Toksik Efek toksis hanya memiliki 2 jenis sifat yaitu terbalikkan dan tak terbalikkan. Cirri dari efek toksik yang khas yaitu : 1. Efek toksik yang timbul akan kembali normal dalam waktu singkat 2. Ketoksikan racun akan tergtantung pada takaran serata kecepatan absorbsinya 3. Apabila kadar racun dalam tempat aksi tersebut, reseptornya akan cepat kembali normal Yang tak terbalik : 1. Pemajanan dengan takaran yang kecil dalam jangka panjang akan menyebabkan efek toksik yang diakibatkan oleh pemejanan racun dengan takaran besar dalam jangka pendek 2. Pemajanan dengan racun akan mengakibatkan kerusakan yang sama dan menimbulkan penumpukan efek toksik 3. Kerusakan yang terjadi bersifat menetap 5. Hubungan Antara Asas Umum Toksikologi Efek toksik yang timbul melewati berbagai macam proses kimia. Pada awalnya mahkluk hidup terpapar oleh toksikan. Lalu setelah melewati tahap penyerapan atau absorbs, maka toksikan akan terdistribusi ketempat aksi tertentu yang ada di dalam diri mahkluk hidup. Interaksi antara toksikan dan reseptor inilah yang akan memberikan bahaya bagi tubuh . Ada 4 asas umum yang perlu di pelajari tentang toksikologi : 1. Kondisi pemejanan 2. Kondisi mahkluk hidup 3. Mekanisme aksi 4. Wujud dan sifat efek toksik Pemahaman yang didapatkan melalui asas ini yaitu dapat dilakukan evaluasi untuk menentukan batas keamanan suatu zat apabila mengenai manusia dan digunakan agar tidak menimbulkan efek toksik. DAFTAR PUSTAKA Anief Moh. 2018. Prinsip Umum dan Dasar farmakologi. Gadjah Yogyakarta. Mada University Press: Sulistyowati Eddy. 2008. Toksikologi. Universitas Negri Yogyakarta Wathoni Nasrul. 2016. Perjalanan Obat dalam Tubuh Julita Intan. 2012. Aspek Farmakokinetik Klinik Beberapa Obat Berpotensi Hepatotoksik : Padang.

Judul: Ilmu Dasar Keperawatan Ii Metabolisme

Oleh: Gabriella Caroline


Ikuti kami