Peran Pelaku Ekonomi

Oleh Mulya Mahfuz

1008,3 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Peran Pelaku Ekonomi

Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi PERAN PELAKU EKONOMI Karena pada kenyataannya negara tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga diperlukan perdagangan dengan negara lain. Dengan demikian, pelaku ekonomi berkembang menjadi 4 macam, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ekonomi tersebut memiliki peran masing-masing dalam melakukan kegiatan ekonomi. Untuk memperjelas peran masing-masing pelaku ekonomi, berikut akan diuraikan dengan contoh dan gambar yang terjadi di Indonesia. Gambar. 1 : Siklus Peran Perilaku ekonomi di Indonesia 1. Pelaku Ekonomi Rumah Tangga 2. - Rumah Tangga Konsumen Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan - 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi SMAN 1 Sekayu Ekonomi Rumah Tangga Produsen Raihan Ramadhan 2017 Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Dalam kegiatan ekonomi, rumah tangga (rumah tangga konsumen), memiliki dua peran. a. Sebagai konsumen terhadap barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup. b. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, bahan baku, modal dan pengusaha (kewirausahaan). Sebagai penyedia bahan baku, misalnya rumah tangga mempunyai ladang yang ditumbuhi kayu mahoni, kemudian kayunya dijual kepada perusahaan mebel agar diolah menjadi perabot rumah tangga. Untuk melakukan konsumsi, rumah tangga memerlukan pendapatan berupa uang. Dari mana pendapatan tersebut diperoleh dan apa saja bentuknya? Pendapatan rumah tangga umumnya diperoleh dari perusahaan dalam bentuk sebagai berikut. a. Upah atau gaji, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaga dalam kegiatan produksi. b. Sewa, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah menyewakan tanah atau bangunan untuk pelaku kegiatan produksi. c. Bunga, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah meminjamkan sejumlah uang sebagai modal untuk melakukan kegiatan produksi. d. Laba, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan pikiran, tenaga, dan keahliannya untuk mengelola perusahaan sehingga perusahaan mampu memperoleh laba. e. Hasil penjualan, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dari menjual bahan baku kepada perusahaan. Dari semua penjelasan di atas diketahui adanya interaksi antara rumah tangga dengan perusahaan. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya arus uang dan barang serta jasa antara rumah tangga dan perusahaan. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 3. Perusahaan Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengetahui ada berbagai macam perusahaan (rumah tangga produksi). Ada perusahaan yang dimiliki swasta, ada pula perusahaan yang dimiliki negara. Selain itu, kita mengenal adanya koperasi sebagai salah satu bentuk usaha yang memiliki peran dalam kegiatan ekonomi. Jika ditinjau dari bentuk hukum, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi perusahaan perorangan, firma, CV, dan PT. Perusahaan-perusahaan itu sebagai salah satu pelaku ekonomi memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Peran perusahaan tersebut meliputi hal-hal berikut. a. Membeli faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan pengusaha (kewirausahaan). b. Mengelola atau mengombinasikan faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa. Di sini perusahaan berperan sebagai produsen. c. Menjual barang dan jasa yang sudah dihasilkan kepada rumah tangga, pemerintah, masyarakat luar negeri atau kepada ketiga-tiganya. d. Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar. Kesejahteraan dapat ditingkatkan dengan memberikan upah di atas UMR (upah minimum regional), menjamin keselamatan tenaga kerja, dan menjamin hari tua karyawan. Kesejahteraan masyarakat sekitar dapat ditingkatkan dengan cara aktif menyumbang pembangunan sarana-sarana umum, mengurangi atau menghilangkan dampak negatif limbah, membina perusahaan-perusahaan kecil sebagai bapak angkat, memberikan bea siswa, dan lain-lain. 4. Pemerintah Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Dalam kegiatan ekonomi, pemerintah dapat berperan sebagai produsen, konsumen, dan pengatur kegiatan ekonomi. Berikut ini uraian mengenai pemerintah. a. Pemerintah sebagai Produsen Pemerintah dalam perannya sebagai produsen memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Contoh barang dan jasa yang dihasilkan pemerintah, yaitu minyak (Pertamina), semen (PT Semen Cibinong), baja (PT Krakatau Steel), listrik (PT PLN Persero), pesawat terbang (PT Dirgantara Indonesia), pendidikan (sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri), kesehatan (puskesmas dan rumah sakit), hukum dan keamanan (Polisi, TNI, dan peradilan), pos (PT POS Indonesia), dan lain-lain. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi b. Pemerintah sebagai Konsumen Pemerintah dalam menjalankan fungsinya membutuhkan barang dan jasa untuk dikonsumsi. Contoh barang dan jasa yang dibutuhkan adalah peralatan kantor (komputer, meja, lemari, dan lain-lain), perlengkapan kantor (kertas, tinta, pensil, dan lain-lain), mobil dinas, rumah dinas, dan peralatan perang (tank, senjata, dan lainlain). c. Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi Dalam perannya sebagai pengatur kegiatan ekonomi, pemerintah membuat berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. 1) Peraturan yang dibuat dalam bidang ekonomi; Semua peraturan yang dibuat pemerintah harus berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN yang berlaku. Contoh peraturan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dibuat pemerintah: a) Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, yang di antaranya mengatur pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional. b) Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c) Undang-Undang No. 27 Tahun 2003 tentang Pemanfaatan Panas Bumi. d) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 2) Kebijakan ekonomi atau politik ekonomi yang dijalankan pemerintah, misalnya: a) Kebijakan fiskal (kebijakan dalam hal pajak dan APBN); b) Kebijakan moneter (kebijakan dalam keuangan dan perkreditan); c) Kebijakan produksi (kebijakan untuk mendorong produksi barang dan jasa tertentu); Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi d) Kebijakan ketenagakerjaan (kebijakan mengatur segala sesuatu tentang tenaga kerja, termasuk tata cara pemberangkatan dan pemulangan tenaga kerja Indonesia, dan lain-lain); e) Kebijakan harga (kebijakan mengatur harga, seperti menetapkan harga minimum atau harga maksimum); f. Kebijakan perdagangan luar negeri (kebijakan mengatur perdagangan dengan luar negeri, seperti membuat perjanjian dengan negara lain). Untuk lebih jelasnya peran pemerintah dapat dilihat dari bagan berikut ini : 5. Masyarakat Luar Negeri Pengertian masyarakat luar negeri mencakup negara dan masyarakat luar negeri itu sendiri. Adapun peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut. a. Pengekspor Barang dan Jasa Bila kita membutuhkan barang dan jasa dari masyarakat negara lain maka negara lain akan mengekspor barang dan jasa yang kita butuhkan. Sebagai contoh, Jepang sebagai negara industri telah mengekspor berbagai jenis kendaraan ke negara kita dengan berbagai merek/perusahaan yang sudah kita kenal seperti Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Yamaha, Suzuki, Honda, Toyota, dan Mitsubishi. Sekarang Cinapun tidak mau ketinggalan. Banyak motor yang diekspornya dengan merek Sanex, Tosa, Jialing, dan Beijing. Selain kendaraan, barang yang diekspor ke Indonesia adalah makanan, minuman, alat hiburan (TV, video, dan radio), pakaian, alas kaki, dan lain-lain. b. Pengimpor Barang dan Jasa Bila masyarakat luar negeri membutuhkan barang dan jasa dari negara kita maka mereka akan mengimpor barang dan jasa yang mereka butuhkan. Pada umumnya masyarakat luar negeri mengimpor barang kerajinan dari Indonesia, seperti ukiran Jepara, kerajinan rotan, pakaian, alas kaki, peralatan elektronik, kertas, minyak sawit, dan lain-lain. Adapun contoh jasa yang mereka impor dari negara kita adalah dengan mendatangkan grup-grup kesenian atau artis-artis Indonesia untuk menghibur mereka. c. Pengekspor Faktor-Faktor Produksi Bila negara kita membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara lain, seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan pengusaha (kewirausahaan) maka negara lain akan mengekspornya ke Indonesia. Faktor produksi yang banyak diekspor ke Indonesia adalah faktor produksi modal karena Indonesia memang sangat kekurangan modal. Negara-negara yang telah menanamkan modalnya ke negara kita disebut dengan istilah investor. Untuk membangun jalan raya di Indonesia, Korea Selatan juga pernah mengekspor tenaga kerjanya ke negara kita. Dan dalam menyambut era perdagangan bebas sekarang ini, kabarnya Filipina akan mengekspor jutaan tenaga kerjanya ke Indonesia. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan Indonesia, negara lain banyak mengekspor biji plastik, bahan-bahan kimia, mesin-mesin, generator, perataan listrik, alat pertukangan, dan bahan baku. d. Pengimpor Faktor-Faktor Produksi Bila negara lain membutuhkan faktor-faktor produksi dari negara kita maka mereka akan mengimpornya dari negara kita. Faktor-faktor produksi yang paling banyak mereka impor dari negara kita adalah faktor produksi alam dan tenaga kerja. Contoh faktor produksi alam yang mereka impor adalah karet, minyak bumi, timah, tembaga, aluminium, tembakau, dan lainlain. Mereka juga mengimpor tenaga kerja dari negara kita yang jumlahnya sangat melimpah, terlebih sejak krisis moneter, angka pengangguran mencapai kurang lebih empat puluh juta jiwa. e. Mitra Kerja Sama Ekonomi Kerja sama ekonomi antarnegara amat diperlukan untuk memajukan kehidupan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat luar negeri merupakan mitra kerja sama yang baik untuk memajukan ekonomi. Kerja sama dengan masyarakat luar negeri meliputi hal-hal berikut. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 1. Produksi, di sini dibahas masalah standar kualitas dan jumlah produksi barang tertentu, seperti minyak. Contohnya, kerja sama ekonomi yang tergabung dalam OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). 2. Perdagangan dan tarif, kerja sama ini membahas masalah perdagangan dan tarif dengan tujuan memperlancar arus distribusi barang antarnegara. Contohnya, kerja sama ekonomi yang tergabung dalam WTO (World Trade Organization). 3. Perburuhan, kerja sama di bidang perburuhan bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pekerja, seperti kerja sama yang tergabung dalam ILO (s). Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi PHOTO HASIL PEMBANGUNAN YANG BERHASIL UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN EKONOMI Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Hasil Pembangunan Pelabuhan ekspor – inpor Hasil pembangunan jalan Tol dan jalan layang Hasil Pembangunan jembatan Pembangunan Pabrik Pupuk Pembangunan Pembangkit Listrik PHOTO HASIL PEMBANGUNAN YANG TIDAK BERHASIL (GAGAL) UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN EKONOMI Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Pembangunan gedung Diklat Olah Raga Hambalang yang Gagal Internasional Hasanuddin Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Pembangunan Hanggar Bandara Yang Roboh sebelum selesai. Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Inflasi 5 tahun terakhir Pengenalan inflasi Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain: 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. 2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Inflasi di Indonesia lima Tahun Terakhir Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Inflasi tahun 2011 Hanya 3,79% Inflasi tahun kalender periode Januari 2011-Desember 2011 berada di 3,79%. Angka inflasi 2011 tersebut berada di bawah target pemerintah yang sebesar 5,65%. Sementara untuk inflasi inti Desember 2011, tercatat sebesar 0,28% dengan inflasi inti year on year sebesar 4,34%. Tekanan inflasi pada Desember 2011, masih dipengaruhi bahan makanan dengan kenaikan hingga 1,62%. Selama 2011 kemarin menyumbang inflasi sebesar 0,84%. Inflasi tahun 2012 Hanya 4,30 % Pencapaian inflasi Indonesia tahun 2012 sangat menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi kurun Januari sampai Desember 2012 sebesar 4,30 persen. Dengan besaran inflasi pada Desember sebesar 0,54 persen. Angka pencapaian inflasi 2012 yang sebesar 4,3% ini jauh lebih rendah dari target asumsi makro dalam APBN 2012 yang mematok inflasi 6,8%. Kepala Badan Pusat Statistik, menyebutkan inflasi komponen inti sebesar 0,28 persen dan inflasi inti sebesar 4,4 persen. naik Khusus di bulan Desember angka inflasi mencapai 0,54% yang dibandingkan November 2012 sebesar 0,07%. "Inflasi tahunan 2012 tertinggi di Palangkaraya 6,73% dan Ambon 6,73% dan terendah Banda Aceh 0,06%," kata dia, di gedung BPS Jakarta, Rabu (2/12/2012). Sementara dari semua komponen inflasi yang tertinggi ada di Jayapura 2,57% dan Manokwari 1,89%. Komponen pengeluaran inflasi secara umum terjadi pengeluaran bahan makanan, perumahan, air listrik dan makanan jadi. Inflasi tahun 2013 mencapai 8,38% Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat inflasi selama tahun 2013 di angka 8,38%. Pada bulan Desember 2013 saja, inflasi mencapai 0,55%. "Inflasi Desember 0,55%, inflasi selama 2013 8,38%. Tercatat di Desember inflasi komponen inti 0,45% dan Raihan Ramadhan inflasi 2017 inti year SMAN 1 Sekayu on year Ekonomi 4,98%,".. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Kepala BPS menyampaikan inflasi di Desember 2013 ini tidak terlalu berbeda dengan inflasi tahun-tahun sebelumnya. "Artinya bisa dikontrol di Desember ini," kata Suryamin. Penyebab inflasi di Desember 2013 ini karena adanya kenaikan bahan makanan yang memberikan andil komponen inflasi hingga 0,22%. "Karena ada Natal dan Tahun Baru," tuturnya. Inflasi terjadi di 61 kota dan 5 kota terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 2,69% sedangkan deflasi 4,44%. Inflasi Tahun 2014 sebesar 8,3% "Inflasi tahun kalender Januari-Desember 2014 sebesar 8,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2014 terhadap Desember 2013) yakni 8,36 persen," kata Kepala BPS. Capaian ini tentunya meleset dari asumsi atau target inflasi yang ditekan pemerintah pada APBN 2014 sebesar 5,3 persen. Serta, target inflasi 2014 yang diperkirakan Bank Indonesia sebesar 4,5 plus minus 1 persen. Inflasi Desember 2014 sebesar 2,46 persen di mana 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi Desember sumbangan tertinggi dari Merauke 4,53 persen dan terendah di Meulaboh yakni 1,17 persen. "Kelompok penyumbang yang mendominasi inflasi Desember yakni transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Transportasi karena adanya impact dari kenaikan harga BBM. Serta kelompok bahan makanan juga memberi sumbangan terbesar ke dua," tukasnya. Angka pencapaian inflasi 2012 yang sebesar 4,3% jauh lebih rendah dari target asumsi makro dalam APBN 2012 yang mematok inflasi 6,8%. Inflasi tertinggi pada tahun 2012 ada di Palangkaraya 6,73% dan Ambon 6,73% dan terendah Banda Aceh 0,06%," kata dia, di gedung BPS Jakarta, Rabu (2/12/2012). Dengan inflasi tersebut pada tahun 2012 inflasi di Indonesia cukup baik Menurutnya, angka 2,46 persen itu disebabkan karena adanya kenaikan seluruh kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan 3,22 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,96 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,45 persen, kelompok sandang 0,64 persen, kelompok kesehatan 0,74 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,36 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Inflasi tahun 2015 sebesar 3,35% Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin, 4 Januari, terjadi inflasi sebesar 3,35 persen sepanjang 2015, dari Januari hingga Desember. Sementara secara year-onyear dibandingkan dengan 2014, inflasi Desember 2015 tumbuh juga sebesar 3,35 persen. Bila dibedah lebih dalam, untuk komponen inti inflasi yang terjadi adalah sebesar 3,95 persen baik untuk 2015 maupun secara year-on-year antara Desember 2015 dan 2014. Inflasi komponen inti adalah komponen inflasi yang cenderung menetap atau di dalam pergerakan inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental, yaitu: Interaksi permintaan-penawaran 1. Lingkungan eksternal: Nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang 2. Ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen Sementara lebih spesifik pada Desember 2015, terjadi inflasi sebesar 0,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122,99. Dari 82 kota yang IHK-nya diukur, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke yaitu 2,87 persen dengan IHK 131,04 dan terendah terjadi di Cirebon yaitu 0,27 persen dengan IHK 118,94. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Inflasi tahun 2016 September 2016 3.07 % Agustus 2016 2.79 % Juli 2016 3.21 % Juni 2016 3.45 % Mei 2016 3.33 % April 2016 3.60 % Maret 2016 4.45 % Februari 2016 4.42 % Januari 2016 4.14 % Bank Indonesia dan Inflasi Inflasi sebagai ‘single objective’ Melalui amanat yang tercakup di Undang Undang tentang Bank Indonesia, tujuan Bank Indonesia fokus pada pencapaian sasaran tunggal atau ‘single objective-nya’, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negara lain. Pengendalian Inflasi Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Penetapan Target Inflasi Target atau sasaran inflasi merupakan tingkat inflasi yang harus dicapai oleh Bank Indonesia, berkoordinasi dengan Pemerintah. Penetapan sasaran inflasi berdasarkan UU mengenai Bank Indonesia dilakukan oleh Pemerintah. Dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah dan Bank Indonesia, sasaran inflasi ditetapkan untuk tiga tahun ke depan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berdasarkan PMK No.66/PMK.011/2012 tentang Sasaran Inflasi tahun 2013, 2014, dan 2015 tanggal 30 April 2012 sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk periode 2013 – 2015, masing-masing sebesar 4,5%, 4,5%, dan 4% masing-masing dengan deviasi ±1% . Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Kesimpulan Tahun Tingkat Inflasi 2011 3.79 % 2012 4.36 % 2013 8.38 % 2014 8.36 % 2015 3.35 % Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan Indonesia, 2005, 2006, 2007, Jan-Mei 2008 ( 2002=100 ), Juni 2008 - Desember 2013 ( 2007 = 100 ), Januari 2014 2016 (2012=100) Bulan 2015 IHK 2016 Inflasi IHK Inflasi Januari 118,71 -0,24 123,62 0,51 Februari 118,28 -0,36 123,51 -0,09 Maret 118,48 0,17 123,75 0,19 April 118,91 0,36 123,19 -0,45 Mei 119,50 0,50 123,48 0,24 Juni 120,14 0,54 124,29 0,66 Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 Juli 121,26 0,93 125,15 0,69 Agustus 121,73 0,39 125,13 -0,02 September 121,67 -0,05 125,41 0,22 Oktober 121,57 -0,08 November 121,82 0,21 Desember 122,99 0,96 Tingkat Inflasi Bulan SMAN 1 Sekayu 3,35 1,97 2010 IHK Ekonomi 2011 Inflasi IHK 2012 20142) 2013 Inflasi IHK Inflasi IHK Inflasi IHK Inflasi Januari 118,01 0,84 126,29 0,89 130,9 0,76 136,88 1,03 110,992) 1,07 Februari 118,36 0,3 126,46 0,13 130,96 0,05 137,91 0,75 111,28 0,26 Maret 118,19 -0,14 126,05 -0,32 131,05 0,07 138,78 0,63 111,37 0,08 April 118,37 0,15 125,66 -0,31 131,32 0,21 138,64 -0,1 111,35 -0,02 Mei 118,71 0,29 125,81 0,12 131,41 0,07 -0,03 111,53 0,16 Juni 119,86 0,97 126,5 0,55 132,23 0,62 140,03 1,03 112,01 0,43 Juli 121,74 1,57 127,35 0,67 133,16 0,7 144,63 3,29 113,05 0,93 Agustus 122,67 0,76 128,54 0,93 134,43 0,95 146,25 1,12 113,58 0,47 September 123,21 0,44 128,89 0,27 134,45 0,01 145,74 -0,35 113,89 0,27 Oktober 123,29 0,06 128,74 -0,12 134,67 0,16 145,87 0,09 114,42 0,47 November 124,03 0,6 129,18 0,34 134,76 0,07 146,04 0,12 116,14 1,5 Desember 125,17 0,92 129,91 0,57 135,49 0,54 146,84 0,55 119 2,46 6,96 3,79 Tingkat Inflasi 4,3 138,6 8,38 8,36 @ Komponen pengeluaran inflasi secara umum terjadi pengeluaran bahan makanan, perumahan, air listrik dan makanan jadi, transportasi. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Laporan Hasil Wawancara Singkat Padat Jelas Apa itu Wawancara? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara adalah proses tanya jawab dengan seseorang (narasumber; pedagang, pengusaha, guru, ketua RT, pejabat, dan sebagainya) yang dilakukan untuk dimintai pendapat atau keterangan darinya terkait hal-hal tertentu, untuk disiarkan melalui radio, dimuat dalam surat kabar, ataupun ditayangkan di televisi. Jenis-jenis Wawancara Ada beberapa jenis wawancara yang harus kita ketahui sebelum melakukan kegiatan wawancara dan melaporkan hasilnya dalam bentuk laporan hasil wawancara, di antaranya: 1. Wawancara Bebas Wawancara bebas adalah wawancara yang pertanyaannya tidak disusun terlebih dahulu. Dengan kata lain, pembicaraan yang dilakukan sesuai dengan keadaan / suasana saat wawancara. 2. Wawancara Individual Dari namanya sendiri sudah dapat diartikan bahwa wawancara individual adalah kegiatan wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan narasumber atau responden tunggal (wawancara secara perseorangan). Baca juga: Contoh Laporan Hasil Observasi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 3. Wawancara Kelompok Berbeda dengan wawancara individual, wawancara kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap sebuah kelompok / orang banyak dalam waktu bersamaan. 4. Wawancara Konferensi Wawancara konferensi ada 2 bentuk; yang pertama adalah wawancara 1 orang responden / narasumber oleh beberapa orang pewawancara; yang kedua adalah wawancara beberapa orang responden / narasumber oleh 1 orang pewawancara. 5. Wawancara Terbuka Wawancara terbuka adalah wawancara yang pertanyaan dan jawabannya tidak terbatas (tidak terikat). 6. Wawancara Terpimpin Wawancara terpimpin merupakan sebuah wawancara yang pertanyaannya sudah dipersiapkan sebelumnya 7. Wawancara Tertutup Wawancara tertutup merupakan wawancara yang jawabannya sudah dibatasi, atau dengan kata lain berdasarkan pertanyaan yang jawabannya terbatas. Langkah-langkah dalam Wawancara Sebelum ke proses wawancara dan melaporkan hasil wawancara dalam bentuk laporan hasil wawancara, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang pewawancara, yakni: Baca juga: Contoh Laporan Perjalanan 1. 2. 3. 4. 5. Menentukan topik pembicaraan Menentukan pokok-pokok yang akan ditanyakan pada narasumber Menyusun daftar pertanyaan (selain wawancara bebas) Menentukan narasumber dan menghubunginya Menyiapkan alat-alat perekam, alat tulis, dan perangkat-perangkat yang diperlukan untuk wawancara 6. Melakukan wawancara dengan cara yang sopan dan menggunakan bahasa yang santun Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 7. Mendiskusikan hasil wawancara 8. Menulis laporan hasil wawancara Susunan Laporan Hasil Wawancara Seperti laporan pada umumnya, laporan hasil wawancara juga memiliki susunan yang harus dipenuhi agar laporan hasil wawancara yang dibuat dapat dipertanggung jawabkan selain juga jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wawancara Berisi mengenai alasan kenapa kegiatan wawancara tersebut dilakukan (deskripsi keadaan / suasana), kenapa mengambil topik wawancara, dan alasan kenapa laporan hasil wawancara itu dibuat. B. Tujuan Wawancara Berisi poin-poin yang hendak dicapai ketika melakukan proses wawancara. C. Topik Wawancara Berisi topik pembicaraan / bahasan wawancara. D. Waktu dan Tempat Wawancara Berisi pemberitahuan mengenai latar tempat dan waktu wawancara tersebut dilakukan HASIL WAWANCARA A. Narasumber Berisi narasumber yang akan diwawancara Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi B. Pewawancara Berisi daftar pewawancara dimulai dari penanya, pencatat, dokumentasi, dll. C. Transkrip Hasil Wawancara Berisi pertanyaan yang ditanyakan pewawancara dan jawaban yang diberikan narasumber dalam bentuk tertulis. PENUTUP A. Simpulan Berisi kesimpulan dari kegiatan wawancara yang dilakukan dan transkrip wawancara yang dituliskan dalam laporan hasil wawancara. B. Saran Memuat saran yang pembuat laporan berikan untuk narasumber yang menjadi topik di dalam laporan hasil wawancara. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Contoh Laporan Hasil Wawancara dalam Bentuk Makalah Berikut ini adalah beberapa contoh wawancara yang dilakukan ke berbagai narasumber sebagai referensi untuk membuat laporan hasil wawancara sendiri dengan narasumber masing-masing. Laporan Wawancara Pedagang Buah di Trotoar Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wawancara Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 250.000.000 orang ternyata masih belum mampu meyejahterakan penduduknya. Masih banyak orang-orang miskin yang butuh perhatian dari pemerintah, tetapi belum mendapatkannya. Akhirnya banyak yang menjadi pengemis, pemulung, bahkan menganggur. Tetapi banyak juga yang memilih untuk tidak menyerah pada kemiskinan, seperti halnya para pedagang asongan, yang menggelar lapak di pinggir jalan, atau PKL yang mendorong roda berkilokilo meter jauhnya hanya demi sesuap nasi pada hari itu. Puji syukur kehadirat Allah swt. karena berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat mempunyai kesempatan untuk melaksanakan kegiatan wawancara dengan pedagang buah di trotoar Jl.Kol. Wahid Udin Sekayu. Kegiatan wawancara ini merupakan satu dari sekian tugas yang diberikan dalam rangka memenuhi syarat-syarat untuk mengikuti Ujian Nasional 2016. Adapun tujuan dari wawancara itu sendiri adalah untuk memperoleh informasi dari narasumber mengenai topik pembicaraan. Kami mengambil sebuah topik Berdagang Makanan untuk Makan, oleh karenanya kami mewawancarai seorang pedagang buah di trotoar. Dengan terlaksananya kegiatan wawancara ini, harapan kami bisa memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan mendapatkan nilai yang baik. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi B. Tujuan Wawancara  Mengetahui lebih dalam tentang kehidupan pedagang buah trotoar  Memahami dan menguasai teknik-teknik dalam wawancara  Memperoleh informasi  Memenuhi tugas Bahasa Indonesia C. Topik Wawancara Topik kegiatan wawancara ini adalah Berdagang Makanan untuk Makan D. Waktu dan Tempat Wawancara Kegiatan wawancara ini dilaksanakan pada: Hari / tanggal: Senin / 1 November 2016 Pukul: 13:00 WIB – selesai Tempat: Jl. KHZ Mustofa HASIL WAWANCARA A. Narasumber Nama: Bpk. Endang Sutarma Tempat, tanggal lahir: Tasikmalaya, 5 Desember 1978 Alamat: Jl. Bebedahan Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Pekerjaan: Pedagang Buah B. Pewawancara Wawancara ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari: Pewawancara: Agus Munandar / 02301437 Pencatat: Arti Setiawati / 02301439 Dokumentasi: Yanto Andriansyah / 02301450 C. Transkrip Hasil Wawancara Pewawancara (P): Assalaamu’alaykum. Selamat siang, pak, kami dari SMKN 2 Tasikmalaya mau izin meminta waktunya sebentar untuk diwawancarai. Narasumber (N): Wa’alaykumussalaam. Wah duh, gak salah ini, jang? P: Iya, pak, kami ada tugas dari sekolah untuk mewawancarai bapak. N: Oh, tugas, ya. Baiklah, silakan. P: Alhamdulillaah. Kami mulai pertanyaannya ya, pak. Boleh tau identitas bapak? Nama tempat tanggal lahir? N: Nama bapak, Endang Sutarma, lahir di Tasikmalaya 5 Desember 1978. P: Apa bapak sudah berkeluarga? N: Alhamdulillah, sudah, jang. Anak bapak ada 3; satu masih SMP, yang dua lagi setelah lulus Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi SMA langsung bekerja. P: Kalau boleh tahu, anak bapak bekerja apa? N: Anak bapak yang satu jadi kuli bangunan, yang satu lagi jadi pedagang asongan di terminal Indihiang. P: Kalau bapak sendiri jualan buah sudah berapa lama? N: Wah … sudah lama sekali, jang, kurang lebih sudah 15 tahun bapak berjualan buah. P: Sudah lama sekali ya, pak. Apa pendapatan yang dihasilkan cukup untuk kehidupan sehari-hari keluarga bapak, terutama membiayai anak sekolah? N: Yah, jang, dicukup-cukupkan saja, mau bagaimana lagi rezekinya sudah seperti ini, diterima saja. P: Maksudnya, pak? N: Begini, jang, kalau jadi orang itu harus merasa cukup dengan semua yang sudah diusahakan, jangan meminta lebih kalau usahanya gak seberat apa yang diinginkan. Alhamdulillah kami cukup dan selalu bersyukur. P: Kalau boleh tahu, pak, berapa pendapatan bapak setiap hari? N: Tidak banyak, jang, bersihnya bapak bisa dapat 20.000 saja. Itu pun jarang-jarang dan belum termasuk uang retribusi. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi P: Uang retribusinya berapa, pak? N: Tiga ribu rupiah, jang. P: Kenapa bapak terpikirkan untuk berdagang? Khususnya menjadi pedagang buah? N: Awalnya karena dulu, saat bapak nganggur, diajak tetangga yang sudah lebih dahulu jualan buah keliling. Ya, bapak ikut aja. P: Jadi pada awalnya, sebelum bapak berjualan buah di trotoar seperti ini, bapak berjualan buah berkeliling? N: Iya, jang. Sekarang juga masih keliling, tapi lebih lama di sini, di trotoar. P: Pas pertama kali ikut jualan buah, apa bapak harus bayar dulu? N: Alhamdulillah, tidak, jang. Bapak langsung diizinkan untuk membantu menjualkan buah. P: Sehari bisa laku berapa buah, pak? N: Tidak tentu. Kadang habis kadang sisa. Sekali berjualan, bapak biasa ambil 30 buah dengan macam-macam jenis. P: Oh, gitu, pak. Buah yang dijual apa saja, pak? N: Banyak, jang, ada semangka, melon, nanas, pepaya, dan jambu air. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi P: Kalau berjualan, biasanya dimulai jam berapa, pak? N: Kalau bapak sih biasa berjualan dari jam 8 pagi, pas toko-toko di sini buka, sampai jam 5 sore. P: Terimakasih, pak, kami kira sudah cukup mengetahui. Maafkan kalau kami kurang sopan. Semoga bapak dan keluarga bapak selalu diberikan kesehatan dan usahanya lancar. N: Aamiin. Terimakasih, jang. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi PENUTUP A. Simpulan Setelah wawancara dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa di Indonesia masih banyak orangorang seperti bapak Endang yang memilih untuk berjualan di pinggir jalan walaupun pendapatannya tidak seberapa banyak. Retribusi yang disebutkan bapak Endang menurut kami terlalu besar, belum lagi menurut informasi yang kami dapatkan ada juga uang untuk preman. Dari bapak Endang kami belajar tentang usaha yang sebenaranya dan selalu merasa cukup atas apa yang telah diusahakan saja. B. Saran Saran kami untuk bapak Endang adalah menambah jumlah buah dagangannya dan coba untuk dimasukkan ke sekolah-sekolah. LAMPIRAN (Bersi dokumentasi saat wawancara) Baca juga: Contoh Laporan Kunjungan Industri Contoh Hasil Wawancara dalam Bentuk Narasi Laporan Wawancara dengan Pedagang Bakso Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi SMAN 1 Sekayu Ekonomi Hari / tanggal: Senin / 1 November 2016 Pukul: 13:00 WIB Tempat: Mie Bakso Gejrot Narasumber: Kang Andi Supriadi Pewawancara: Arif, Heri, Yusuf Tema Wawancara: Seputar wirausaha Tujuan Wawancara: Mengetahui seluk beluk usaha bakso Raihan Ramadhan 2017 Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Hasil Wawancara Kang Andi (narasumber) adalah seorang wirausahawan yang menjalankan bisnis baso bernama Baso Gejrot. Bakso Gerjot ini berlokasi di Jl. RAA. Wiratanuningrat, dekat alun-alun Kota Tasikmalaya. Menurut keterangan Kang Andi, usaha Baso Gerjot ini mulai berjalan di tahun 2015 setelah beberapa kali mengalami kebangkrutan. Kang Andi menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan usaha Baso Gejrot miliknya baru populer sekarang di antaranya: 1. Inovasi Menurut Kang Andi, usaha Baso Gejrotnya bisa naik karena menawarkan inovasi yang baru. Berbeda pada saat dahulu ketika usahanya bangkrut, beliau hanya jualan bakso saja, tidak menawarkan perbedaan. Salah satu inovasi yang ditawarkan Kang Andi dengan Baso Gejrotnya yaitu memasukkan sambal ke dalam bakso. 2. Marketing Selain itu, Kang Andi menjelaskan bahwa yang membuat usahanya dikenal adalah marketing dengan cara yang kreatif. Misalnya, sekarang beliau menerapkan bakso gratis untuk yang sedang ulang tahun dan untuk yang punya Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 10 kupon juga bisa ditukarkan dengan satu porsi bakso. Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi BAB 1 PENDAHULUAN Pengertian Kegiatan Ekonomi dan Contohnya Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka memenuhi kebutukan hidup. Kegiatan ekonomi secara garis besarnya meliputi produksi, distribusi dan konsumsi. Produksi Produksi adalah kegiatan menambah faedah ( kegunaan ) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Produksi di bagi menjadi dua macam yaitu produksi barang dan produksi jasa. • Produksi Barang yaitu kegiatan menambah faedah dengan mengubah sifat dan bentuknya. Hal ini terdiri dari barang konsumsi dan barang modal. Barang konsumsi siap untuk dikonsumsi langsung, barang modal digunakan untuk menghasilkan barang berikutnya.contoh : membuat kerajinan, membuat makanan, dan kebutuhan lainya. • Produksi Jasa yaitu kegiatan menambah faedah suatu benda tanpa mengubah bentuknya. contoh : sebuah pagelaran seni, angkutan barang, perbankan Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi ♦ Meningkatkan nilai guna barang atau jasa. ♦ Meningkatkan kemakmuran masyarakat. ♦ Memperoleh keuntungan sebesar - besarnya. ♦ Memperluas lapangan usaha. ♦ Menjaga kesinambungan usaha perusahaan. ♦ Memenuhi kebutuhan rumah tangga produksi maupun rumah konsumsi ♦ Memenuhi kebutuhan sesuai perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta penduduk yang semakin meningkat. ♦ Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran ♦ Meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan Negara. Distribusi Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik.contoh kegiatan distribusi : kegiatan perdagangan di pasar, toko, minimarket, pelabuhan Distribusi bertujuan untuk: a. Pemerataan pemenuhan masyarakat di berbagai daerah, b. Menstabillkan harga barang/jasa, c. Menjaga kelangsungan hidup perusahasaan, d. Menjaga kesinambungan kegiatan produksi, serta e. Mempercepat sampainya produksi ke tangan konsumen Cara-cara Distribusi Untuk menyalurkan barang/jasa digunakan badan perantara. Yaitu : 1.Penyaluran Barang/Jasa Melalui Pedagang. Barang yang dibuat produsen disalurkan melalui pedagang besar, lalu pedagang besar menjualnya ke pedagang kecil atau eceran dan pedagang kecil menjualnya Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi ke konsumen. 2.Penyalur Barang/Jasa Melalui Koperasi Koperasi berusaha memenuhi kebutuhan anggotanya/masyarakat disekelilingnya. 3.Penyaluran Barang/Jasa Melalui Toko Milik Produsen Sendiri. Produsen yang memiliki toko, dapat memenjual hasil produksinya kepada konsumen melalui toko tersebut. 4.Penyaluran Barang/Jasa melalui penjualan Dari Rumah Kerumah. Barang hasil produsen dijual oleh produsen dengan cara berkeliling dari rumah kerumah. 5.Penyaluran Barang/Jasa Melalui Penjualan di Tempat Tertentu yang Ditetapkan Pemerintah. Pemerintah juga membuat tepat untuk menyalurkan barang atau jasa hasil produksi tertentu, misalnya pasar, dan tempat pelelangan ikan. 6.Tempat Lain yang Dipakai untuk Menyalurkan Barang/Jasa Konsumsi Konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi secara berangsurangsur manfaat suatu barang dalam memenuhi kebutuhan untuk memelihara kelangsungan hidupnya. Tujuan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup.Fungsi dari komsumsi adalah agar kelangsungan hidup tetap terjaga Pengertian TAS Definisi Tas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kemasan atau wadah berbentuk persegi dan sebagainya, biasanya bertali, di pakai untuk menaruh, menyimpan, atau membawa sesuatu. Jadi, Refreshop.Net menyimpulkan tas adalah semua hal yang digunakan untuk kemasan yang digunakan untuk menyimpan dan membawa sesuatu bisa dinamakan dengan tas. Walaupun, dalam perkembangannya tas mengalami perkembangan dari segi banyak hal Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi mulai dari bentuk, fungsi dan sebagainya. Bukankah kita juga biasa menyebut tas untuk tas kresek, tas plastik dan sebagainya walaupun itu bukan tas Seperti tas ransel, tas selempang dan lain sebagainya? Perkembangan tas bisa dikatakan sangat berbeda jika di bandingkan dengan jaman dahulu. Bila dulu tas memang berfungsi sebagai wadah, tapi kini tas mengalami pergeseran fungsi. Di jaman sekarang ini, tas bisa juga berfungsi sebagai alat untuk menunjukkan status sosial. Misalnya dengan adanya tas yang bermerek terkenal, si pemilik tas akan merasa naik status sosialnya. Apalagi, sekarang ini ada juga tas branded yang mempunyai banderol ratusan juta rupiah untuk sebuah tas. Begitupun juga dengan tas impor dari luar negeri yang sebenarnya juga tidak jauh beda dari produk dalam negeri dari segi kualitasnya. Jadi, arti tas sekarang ini lebih meluas Jika di lihat dari fungsinya. Pengaruh kebudayaan dari luar negeri yang begitu hebatnya serta kecenderungan dari masyarakat kita yang konsumtif dan lebih memilih budaya hedonisme atau kesenangan sesaat memang seakan sulit dibendung. Terlebih degan adanya pengaruh media seperti televisi yang sedemikian hebat juga sedikit banyak mempengaruhi masyarakat kita dalam memandang tas. Alasan gengsi banyak di jadikan alasan dan akhirnya memilih tas-tas dari luar negeri dari pada mengunakan tas produk dalam negeri sendiri. Bahan Tas Tas memang bisa menggunakan bahan kain apa saja. Dengan kain biasa pun, siapa saja bisa membuat tas. Tapi, untuk bisa mendapatkan tas dengan kekuatan yang lebih baik, bahan yang di gunakan adalah bahan polyester. (Baca: Membuat Tas TNI Polri) Penggunaan bahan polyester memang bukan Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi tidak beralasan. Dengan bahan ini, tas yang di hasilkan akan lebih kuat dari pada bahan katun biasa. Bahan yang pertama kali di temukan pada tahun 1940 ini mempunyai kelebihan lain yaitu sifatnya yang lebih lentur dan lebih lembut jika di bandingkan dengan jenis kain nylon. Jika menggunakan bahan polyester, maka kita bisa sering mencucinya berulangkali tanpa khawatir merusak kainnya. Dan tentu saja, tas dengan polyester akan lebih awet bila di bandingkan dengan bahan kain biasa. Kelebihan lain adalah sifatnya yang tidak mudah kusut, tidak mudah melar walaupun di cuci berulang kali serta mudah kering saat di jemur dan tahan terhadap berbagai jenis bakteri. Penggunaan bahan polyester bisa di aplikasikan untuk beragam jenis tas, mulai dari tas ransel, tas sekolah, atau tas kantor. (Baca: Tas Sekolah) Jenis Tas Beragam jenis tas bisa dengan mudah berkembang sesuai dengan kebudayaan dan kebutuhan di masing-masing masyarakat. Akan tetapi secara garis besar terdapat beberapa macam tas yang ada di Indonesia. Berdasarkan jenisnya tas terbagi menjadi beberapa kategori yaitu: Berdasarkan Penggunanya 1. Tas Pria 2. Tas Wanita  3. Tas Anak-Anak Berdasarkan Bentuk dan Ukurannya 1. Tas Selempang 2. Tas Ransel  3. Tas Koper 4. Tas Motor Berdasarkan Bahan Yang Di pergunakan 1. Tas Kertas 2. Tas Plastik  Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi 3. Tas Kain 4. Tas Kulit Contoh Tas Berdasarkan Fungsinya 1. Tas sekolah. 2. Tas Ransel Militer  3. Tas Gunung 4. Tas Ransel Laptop 5. Tas kantor 6. Tas Promosi 7. Tas Kucing A. LATAR BELAKANG Studi banding (comparison study) biasa dilakukan untuk maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan, dan lain-lain, kegiatan study banding dilakukan oleh kelompok kepentingan untuk mengunjungi atau menemui obyek tertentu yang sudah disiapkan dan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Intinya adalah untuk membandingkan kondisi obyek studi di tempat lain dengan kondisi yang ada ditempat sendiri. Hasilnya berupa pumpunan data dan informasi sebagai bahan acuan dalam perumusan konsep yang di inginkan. Study banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Kegiatan seperti ini tentunya sangat bagus bagi perkembangan suatu kebutuhan yang diharapkan sebagaimana mestinya. Banyaknya jumlah penduduk yang tidak diimbangi oleh jumlah lapangan pekerjaan dan adanya kebutuhan yang semakin bertambah menimbulkan banyak dampak negative di lingkungan masyarakat. Dampak yang nyata dapat dirasakan saat ini adalah banyaknya angka kemiskinan dan pengangguran, hal tersebut adlah persoalan yang harus segera di atasi. Salah satu cara yang efektektif untuk mengatasi maslah tersebut adalah dengan menyediakan berbagai lapangan pekerjaan yang kiranya dapat mengurangi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi pengangguran dan tindak criminal. Oleh karena itu, kami bermaksud melaksanakan kegiatan study banding ke perusahaan pembuatan bemacam – macam tas. B. TUJUAN 1. Sebagai tempat penyaluran kreatifitas 2. Menciptakan peluang kerja khususnya bagi masyarakat desa dan sekitarnya. 3. Dapat membuat tas yang bermacam – macam jenis. 4. Mendidik masyarakat untuk dapat menjadi wirausahawan. 5. Sebagai upaya pemenuhan kearah masa depan C. HASIL KEGIATAN 1. Mengurangi pengangguran. 2. Membantu perekonomian keluarga 3. Dapat menjalankan usaha pembuatan tas 4. Adanya perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi masalah hidup. 5. Adanya tempat penyaluran kreatifitas anak bangsa BAB 2 Pertanyaan 1. Siapa nama bapak? 2. Sejak kapan bapak mendirikan usaha ini? Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu 3. Berapa karyawan yang bekerja di perusahaan bapak? 4. Berapa penghasilan bapak dalam sebulan? 5. Apa yang membuat bapak terinspirasi untuk mendirikan Ekonomi usaha ini? 6. Apa bahan baku tas ini? 7. Bagaimana cara bapak membuat tas ini? 8. Dimana bapak membeli bahan baku pembuatan tas 9. Bagaimana bapak memasarkan tas ini? 10. Siapa saja yang membeli produk tas bapak? 11. Apakah di setiap pengolahan dikerjakan oleh karyawan yang berbeda? 12. Mulai dari harga berapa bapak menjual tas ini? 13. Berapa keuntungan yang bapak peroleh dari penjualan tas dalam sebulan? 14. Berapa kali dalam sebulan bapak menjual tas-tas buatan bapak? 15. Kemana saja bapak mengirim produk tas tersebut? 16. Sudah berapa lama bapak melakukan usaha ini? 17. Apa merk tas ini? 18. Apa kesulitan yang bapak alami dalam pembuatan tas ini? 19. Apa transportasi yang bapak gunakan dalam mendistribusikan tas? Dimana bapak melakukan pembuatan tas ini? Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Jawaban 1. Bapak Abdul Manan 2. Sejak tahun 2000 sampai sekarang 3. Sepuluh karyawan 4. Penghasilan dalam sebulan Rp 25.000.000,00 5. Sebab sesuai dengan karakter saya 6. Kain 7. Dengan cara atau sistem setiap karyawan atau pekerja dibayar harian 8. Di Surabaya tepatnya di Jalan Keramat Gantung 9. Ke distributor, eceran atau di toko secara langsung 10. Pedagang, tetangga setempat dan lembaga pendidikan sekitar 11. Ya, ada yang bagian memotong dan menjahit 12. Mulai dari harga 1 lusin/200.000 sampai 1lusin/700.000 13. Rp 7000.000,00 14. 12 kali/bulan = 3kali/minggu 15. Surabaya, Mojokerto, Jombang, Lamongan 16. 16 Tahun 17. Home Industri merk Ananda Produk 18. Tidak ada, karena saya sudah ahlinya 19. Dengan sepeda motor 20. Di rumah saya Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi Raihan Ramadhan 2017 SMAN 1 Sekayu Ekonomi

Judul: Peran Pelaku Ekonomi

Oleh: Mulya Mahfuz


Ikuti kami