Sistem Ekonomi Syariah

Oleh Ria Resta

52,8 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Sistem Ekonomi Syariah

SISTEM EKONOMI SYARIAH Sistem ekonomi syariah atau disebut juga sistem ekonomi islam adalah sistem ekonomi yang berdasarkan dengan Al – Quran dan Hadist. Segala peraturan –peraturan dalam kegiatan perekonomiannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam sisi individu, ekonomi syariah bukan saja mencari keuntungan dalam materi tapi juga mendapat keberkahan dan keridhaan Allah SWT. Ekonomi syariah muncul karena sistem ekonomi kapitalis dan sosialis gagal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Akibat kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh setiap sistem ekonomi, menyebabkan muncul pemikiran sistem ekonomi syariah di negara-negara muslim. Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia berkembang dengan cukup baik. Menurut data yang ada, terdapat 82 Bank Pengkreditan Rakyat Syariah dan lebih dari 3000 Baitul Mal Wattamil yang mengoperasikan barangnya dengan syariah, berarti ekonomi syariah di Indonesia cukup berpengaruh dilihat dari data tersebut. Kegiatan ekonomi syariah mampu berdampingan dengan sistem ekonomi pancasila yang sudah diterapkan indonesia sejak lama. Tetapi ada kendala dengan sistem ekonomi syariah, persebarannya yang tidak merata bisa dilihat di daerah yang terpencil atau jauh dari pusat kota mereka belum terdapat bank syariah. Padahal muslim di indonesia teradapat di hampir semua wilayah. Ekonomi islam tidak terpaku pada hal materil saja, tetapi juga membentuk nilai budaya untuk kebaikan semua masyarakat. Beberapa tujuan dari ekonomi syariah yaitu : 1) memenuhi kebutuhan setiap individu secara sederhana 2) memenuhi kebutuhan keluarga 3) memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang 4) memberikan bantuan dan seimbang kepada sesama melalui jalan Allah. Ekonomi syariah harus memberikan kesejahteraan bagi semua masyarakat, memberikan rasa adil kepada sesama, kekeluargaan dan kebersamaan. Ekonomi syariah juga harus memberikan kesempatan kepada semua pelaku usaha. Ekonomi syariah menekankan kepada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Peran ekonomi syariah dianggap penting karena dibuktikan dengan ditengah krisis global, sistem perekonomian islam mampu berthan dari badai krisis. Semakin banyaknya bank syariah memberikan keuntungan bukan saja nasabah tapi juga pemerintah. Tetapi sistem ekonomi syariah masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya sistem ekonomi islam. Perekonomian dianggap tepat untuk mengatasi krisis global karena tidak berjarak dari sistem riil dan tidak menyebabkan spekulan yang menyebabkan gejolak keuangan dunia. Manfaat ekonomi syariah : mendapat keberkahan dari Allah SWT karena menerapkan ekonomi syariah mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat, tak ada pihak yang dirugikan karena dalam sistem syariah merupakan sistem bagi hasil yang disepakati bersama. Distribusi merata contohnya seperti dana zakat,infaq, sedekah dan waqaf bisa memeratakan pendapatan warga negara. Tahan krisis yang dikarenakan syariah menggunakan sistem bagi hasil. Tanpa riba, karena di dalam agama Islam dilarang untuk riba. Tiga dampak dari sistem perekonomian makro, yang pertama adalah stabilitas ekonomi. Perbankan syariah menggunakan sistem syariah yang dimana jumlah barang akan selalu imbang dengan jumlah uang. Kedua, dampak terhadap pertumbuhan seperti perbankan syariah tidak meredam saat terjadi kelangkaan barang. Ketiga, pengoprasian perbankan syariah terhadap pemerataan. Karena bank syariah menggunakan sistem bagi hasil. RIA RESTA TAMARA ILMU POLITIK 2014130029 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Ada alternatif fundamental Ekonomi Syariah dalam Islam. Sesungguhnya sistem ekonomi Islamlah satusatunya solusi yang ampuh dan steril dari semua krisis ekonomi. Karena sistem ekonomi Islam benarbenar telah mencegah semua faktor yang menyebabkan krisis ekonomi: * Islam telah menetapkan, bahwa emas dan perak merupakan mata uang, bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus dicover dengan emas dan perak, dengan nilai yang sama dan dapat ditukar, saat ada permintaan. Dengan begitu, uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh uang negara lain. Sebaliknya, uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap, dan tidak berubah. Ini berarti kita harus mengganti mata uang dolar yang menjadi pangkal krisis keuangan dunia. Sejak disingkirkannya emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dollar sebagai pendamping mata uang telah menjadikan dolar yang tidak berbasis emas mendominasi dunia. Goncangan sekecil apapun terjadi pada dolar telah menjadi pukulan telak bagi negara lain, jadi mata uang dolar turut andil dalam krisis dunia dunia. * Sistem ekonomi Islam juga melarang riba, baik nasiah maupun fadhal. Sementara inti dari ekonomi kapitalisme adalah riba dan judi, dua perkara yang diharamkan dalam Islam. Ekonomi ribawi harus diganti dengan ekonomi Islam. Ini artinya kita harus menutup dan menghentikan praktik perbankan konvensional yang ribawi. * Sistem ekonomi Islam melarang penjualan komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya, sehingga haram hukumnya menjual barang yang tidak menjadi milik seseorang. Haram memindahtangankan kertas berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh Kapitalisme, dengan klaim kebebasan kepemilikan. Ini berarti kita harus menutup bursa saham. Pangkal dari krisis ekonomi sekarang adalah ekonomi ribawi yang salah satu pilar pentingnya ada bursa saham. Bursa saham adalah transaksi batil karena itu harus ditutup selamanya. * Aktifitas bursa dan pasar saham adalah haram dalam Islam. Jual beli saham, obligasi dan komoditi tanpa adanya syarat serah terima komoditi yang bersangkutan, bahkan bisa diperjual belikan tanpa harus mengalihkan komoditi tersebut dari tangan pemiliknya yang asli adalah system yang batil dan menimbulkan masalah. * Menerapkan mekanisme pengembangan modal dengan system Syirkah (Inan, Abdan, Mudlarabah, Wujuh, Mufawadah). Dampak dari syirkah adalah terjadinya keadilan dalam pengembangan modal. Bukan menumpuknya modal pada kalangan tertentu saja. * Menetapkan pinjaman untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa tambahan (bunga) dari uang pokoknya. Di Baitul Mal kaum Muslim juga terdapat bagian khusus untuk pinjaman bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para petani, sebagai bentuk bantuan untuk mereka, tanpa ada unsur riba sedikitpun di dalamnya. * Sistem ekonomi Islam juga melarang individu, institusi dan perusahaan memiliki apa yang menjadi kepemilikan umum, seperti minyak, tambang, energi dan listrik yang digunakan sebagai bahan bakar. Islam menjadikan negara sebagai penguasanya sesuai dengan ketentuan hukum syara’.

Judul: Sistem Ekonomi Syariah

Oleh: Ria Resta


Ikuti kami