Teknik Supervisi Pendidikan.docx

Oleh Andre Andrian

221,1 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teknik Supervisi Pendidikan.docx

TEKNIK – TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN BERSIFAT INDIVIDUAL DAN KELOMPOK Tujuan “Dibuat untuk Memenuhi Tugas” Mata Kuliah Sepervisi Pendidikan Penyusun Kelompok 5 ( Lima ) - Amalia hasanah - M. Ryan Pratama - Siti Hartina - Tria Tantra Semester : V-A Tarbiyah Dosen Pengempu: Marhan Hasibua, MA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM JAM’IYAH MAHMUDIYAH (STAI.JM) TANJUNG PURA - LANGKAT T.A: 2017 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa atas ridho dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah ini dengan penuh keyakinan serta usaha maksimal. Semoga dengan terselesaikannya tugas ini dapat memberi pelajaran positif bagi kita semua. Selanjutnya penulis juga ucapkan terima kasih kepada Bapak,Marhan Hasibuan pada mata kuliah Pembelajaran Supervisi Pendidikan yang telah memberikan tugas Makalah ini kepada kami sehingga dapat memicu motifasi kami untuk senantiasa belajar lebih giat dan menggali ilmu lebih dalam khususnya mengenai “Teknik – Teknik Supervisi Pendidikan Bersifat Individual dan Kelompok ” sehingga dengan kami dapat menemukan hal-hal baru yang belum kami ketahui. Terima kasih juga kami sampaikan atas petunjuk yang di berikan sehingga kami dapat menyelasaikan tugas Makalah ini dengan usaha semaksimal mungkin. Terima kasih pula atas dukungan para pihak yang turut membantu terselesaikannya laporan ini, ayah bunda, teman-teman serta semua pihak yang penuh kebaikan dan telah membantu penulis. Terakhir kali sebagai seorang manusia biasa yang mencoba berusaha sekuat tenaga dalam penyelesaian Makalah ini, tetapi tetap saja tak luput dari sifat manusiawi yang penuh khilaf dan salah, oleh karena itu segenap saran penulis harapkan dari semua pihak guna perbaikan tugas-tugas serupa di masa datang. Tanjung Pura, Oktober 2017 Tim Penyusun Kelompok 5 (Lima ) i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................................ii BAB I.......................................................................................................................1 PENDAHULUAN...................................................................................................1 A. Latar Belakang..............................................................................................1 B. Rumusan Masalah.........................................................................................1 C. Tujuan Pembahasan......................................................................................1 BAB II.....................................................................................................................2 PEMBAHASAN......................................................................................................2 A. Pengertian Teknik supervisi..........................................................................2 B. Teknik Supervisi Bersifat Individual...........................................................3 C. Teknik Supervisi Bersifat Kelompok............................................................7 BAB III.................................................................................................................12 PENUTUP..............................................................................................................12 A. Kesimpulan.................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13 ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut. Supervisi menurut Purwanto (1987) ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Sedangkan Teknik supervisi Pendidikan adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknikteknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi B. Rumusan Masalah Berangkat dari latar belakang masalah-masalah tersebut diatas,maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut ; 1. Bagaimana Pengertian teknik supervisi pendidikan Islam ? 2. Bagaimana teknik supervisi bersifat individual ? 3. Bagaimana teknik supervisi bersifat kelompok ? C. Tujuan Pembahasan Bertitik tolak dari rumusan masalah diatas,maka tujuan pembahasan dari makalah ini dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian tentang teknik supervisi pendidikan Islam. 2. Untuk mengetahui teknik supervisi bersifat individual. 3. Untuk mengetahui teknik supervisi bersifat kelompok. 1 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Teknik supervisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Teknik” secara etimologi adalah : 1 . Pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil. 2. Cara sistematis dalam mengerjakan sesuatu. Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Pertama-tama perlu adanya kesepakatan tentang makna “teknik” yang digunakan sehubungan dengan kegiatan supervisi. Seperti halnya kegiatan lain,teknik memiliki makna “cara,strategi atau pendekatan”. Menurut Suharsini Arikunto yang dimaksud dengan teknik supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi1. Sedangkan menurut Piet A.Sahertian supervisi adalah usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya guru. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. Teknik supervisi Pendidikan merupakan alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknikteknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi. Dalam setiap kegiatan tentu sekurang-kurangnya ada tiga unsur yang terkait yaitu : 1) jenis atau isi kegiatan, 2) Cara yang digunakan, 3). Orang yang melakukan. Tentu saja masih ada hal-hal yang yang juga dikategoruikan sebagai unsur kegiatan misalnya waktu,sarana dan prasarana. Dalam pembicaraan tentang 1Arikunto, Suharsini, Dasar-dasar Supervisi, (Jakarta. Rineke Cipta, 2004,) Hal.53 2 supervisi masih ada hal lagi yang perlu dibicarakan juga sehubungan supervise yaitu sifat kegiatanya,perlu adanya flash back memory bahwa supervise adalah suatu kegiatan yang berifat membina dan memberikan bantuan,sehingga “alam “ yang tercipta didalamnya harus mendukung terjadinya kegiatan yang betul-betul mencapai kebutuhanya. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknikteknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi.Sebagai pengantar uraian tentang teknik supervise berikut disampaikan pendapat oleh Ngalim Purwanto2,secara garis besar cara atau teknik supervise dibedakan menjadi dua yaitu Teknik perseorangan (Individual) dan Teknik kelompok ( group ) B. Teknik Supervisi Bersifat Individual Teknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi – pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah.Sedangkan menurut Oemar Hamalik teknik Individual adalah teknik yang dilaksanakan oleh supervisor oleh dirinya sendiri. Maksudnya adalah bantuan yang diberikan secara sendiri oleh supervisor,baik yang terjadi didalam kelas atau diluar kelas. Dalam hal ini teknik individual dalam pelaksanaan supervisi dibagi menjadi beberapa macam antara lain : 3 a. Teknik Kunjungan kelas. ( classroom visitation) Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke dalam sebuah kelas,baik ketika kegiatan sedang berlangsung untuk melihat atau mengamati guru yang sedang mengajar, ataupun ketika kelas sedang 2 3 Sahertian,Piet A, Konsep dasar dan teknik supervise pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, (Jakarta,PT.Rineke Cipta,2000) hal.52 3 kosong atau sedang berisi siswa tetapi tidak ada guru yang mengajar 4. Ini bertujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kunjungan kelas dilakukan dalam upaya supervisor memperoleh data tentang keadaan sebenarnya mengenai kemampuan dan ketrampilan guru mengajar. Kemudian dengan yang ada kemudian melakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh guru. b. Teknik Observasi Kelas (classroom observation) Teknik observasi kelas adalah kunjungan yang dilakukan oleh supervisor,baik pengawas atau kepala sekolah ke sebuah kelas dengan maksud untuk mencermati situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung dikelas yang bersangkutan5. Seorang supervisor mengobservasi kelas contohnya seorang pengawas menyaksikan guru yang sedang mengajar tidak menggunakan alat dan media pengajaran, padahal materi ajar tersebut sangat memerlukan media dan alat karena kalau tidak menggunakan alat dan media konsep materi akan sulit diterima/ dipelajari oleh siswa. Tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi sedangkan bagi murid akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu /langsung ( direct observation) dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya (indirect observation), tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhadap lingkungan kelas yang diciptakan oleh guru selama jam pelajaran. Dalam tataran teoritik observasi kelas sudah lama diperkenalkan dikalangan pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Charles W Boardman bahwa kunjungan kelas memiliki kemampuan sangat besar dan dapat menunjang perbaikan pembelajaran secara langsung,bahkan dapat diamati pula jika kedapatan metode serta proses pembelajaran yang kurang memadai,maka hal ini akan 4 Suharsini Arikunto, Dasar-dasar Supervisi, Jakarta,Rineka Cipta,2005,hal. 54 5Ibid,Hal. 55 4 diperbaiki secara langsung yang tentunya melalui prosedur perbaikan secara professional dan proporsional. c. Percakapan Pribadi ( personal dialogue) Percakapan pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang membahas tentang keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru dalam bidang mengajar, dimana supervisor dapat memberikan jalan keluarnya. Dalam percakapan ini supervisor berusaha menyadarkan guru akan kelebihan dan kekurangannya. mendorong agar yang sudah baik lebih di tingkatkan dan yang masih kurang atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya,secara kedalam hal ini adalah merupakan teknik yang tepat agar orang yang diwawancarai lebih mempunyai self confident. d. Percakapan kelompok ( group dialogue) Segala sesuatu biasanya ada kelebihan dan kekurangan yang baru saja kita bicarakan,tentang percakapan pribadi memliki banyak keuntungan karena apa yang diperoleh supervisor merupakan pendapat murni dari pribadi yang diajak bercakap,namun dibalik itu ada beberapa guru yang kurang percaya diri dan akan lebih baik jika dimintai pendapat dia membutuhkan pendamping mungkin karena kurang berani dalam menyampaikan pendapatnya,akan tetapi ketika ada orang lain dia menjadi percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya,sebagai alas an utama bahwa pewawancara tidak terlalu ingat siapa yang berpendapat seperti yang dia katakan. e. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain) Teknik Intervisitasi adalah saling mengunjungi antara guru yang satu dengan guru yang lain yang sedang mengajar6. Teknik ini dilakukan oleh sekolahsekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai sekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah: 1. Memberi kesempatan pada rekan lain untuk mengamati guru yang sedang mengajar. 6 Piet Sahertian,Prinsip dan teknik Supervisi Pendidikan, Surabaya,Usaha Nasional,1981,hal.76 5 2. Membantu guru lain yang ingin memperoleh pengalaman tentang teknik dan metode mengajar serta berguna bagi guru yang menghendaki kesulitan 3. Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar. f. Penyeleksi berbagai sumber materi untuk belajar. ( bacaan terarah ) Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi yang digunakan guru untuk mengajar. Adapun cara untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian berbagai sumber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa Teknik ini yang menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku dan referensi yang dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.7 g. Menilai diri sendiri Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. h. Supervisi yang memakai para siswa Teknik ini adalah dengan menanyakan kepada siswa tentang belajar mengajar dan materi yang telah diajarkan.Hal ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana hasil mengajar untuk peningkatan kualitas dalam mengajar.Salah satu cara yang dipaki adalah tes dadakan,maksudnya tes yang diadakan oleh supervisor terhadap siswa secara mendadak atau tiba-tiba,tanpa memberitahu guru atau 7 Oemar hamalik, Administrasi dan Supervisi pengembangan kurikulum, Bandung,Mandar Maju,1992, hal.172 6 siswa. Tujuanya adalah untuk mengetahui target kurikulum dan daya serap siswa terhadap materi yang telah mereka pelajari sebelumnya. C. Teknik Supervisi Bersifat Kelompok Teknik Supervisi yang bersifat kelompok ialah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok . Sedangkan menurut Oemar Hamalik teknik kelompok adalah prosedur yang menekankan pada kerja sama dalam kelompok dalam memecahkan suatu masalah yang dirasakan penting. Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain : 8 a. Pertemuan Orientasi bagi guru baru (orientation meeting for new teacher) Pertemuan orientasi adalah pertemuan antara supervisor dengan supervisee (Terutama guru baru) yang bertujuan menghantar supervisee memasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat. Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada pertemuan Orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal – hal sebagai berikut : 1. Sistem kerja yang berlaku di sekolah itu. Biasanya dilaksanakan melalui percakapan bersama yang dapat juga diselingi dengan pengenalan fisik dan saling diskusi bersama yang disebut juga dengan a round table discussion 2. Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.Biasanya diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah.sering juga pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya.Ada juga melalui perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau berhubungan dengan sumber belajar. 3. Salah satu ciri yang sangat berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi ini adalah makan bersama. 8 Piet Sahertian,Prinsip dan teknik Supervisi Pendidikan, Surabaya,Usaha Nasional,2008 ,hal.86 7 4. Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa asing tetapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru lain.Pertemuan orientasi in I merupakan juga jumpa untuk merencanakn program sekilah yang berhubungan dengan pembinaan guru dalam proses belajar mengajar b. Rapat guru (meeting) Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yang dilakukan untuk membicarakan proses pembelajaran, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru.Tujuan teknik supervisi rapat guru yang dikutip menurut pendapat Sagala. adalah sebagai berikut :9 1. Menyatukan pandangan – pandangan guru tentang masalah – masalah dalam mencapai makna dan tujuan pendidikan. 2. Memberikan motivasi kepada guru untuk menerima dan melaksanakan tugas – tugasnya dengan baik serta dapat mengembangkan diri dan jabatan mereka secara maksimal. 3. Menyatukan pendapat tentang metode kerja yang baik guna pencapaian pengajaran yang maksimal. 4. Membicarakan sesuatu melalui rapat guru yang bertalian dengan proses pembelajaran. 5. Menyampaikan informasi baru seputar belajar dan pembelajaran, kesulitan- kesulitan mengajar, dan cara mengatasi kesulitan mengajar secara bersama dengan semua guru disekolah. c. Studi kelompok antar guru Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan sebagainya, dan dikontrol oleh supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. d. Diskusi 9 Ibid, hlm, 87 8 Diskusi adalah pertukaran pikiran atau pendapat melalui suatu percakapan tentang suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada diri para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan dengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini supervisor dapat membantu para guru untuk saling mengetahui, memahami, atau mendalami suatu permasalahan, sehingga secara bersama – sama akan berusaha mencari alternatif pemecahan masalah tersebut. Tujuan pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan profesi melaluii diskusi. e. Workshop Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal – hal yang perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :10 1. Masalah yang dibahas bersifat “Life centred” dan muncul dari guru tersebut, 2. Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik. f. Tukar menukar pengalaman Tukar menukar pengalaman “Sharing of Experince” suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah melakukan sharing antara lain :  Menentukan tujuan yang akan dicapai.  Menentukan pokok masalah yang akan dibahas. 10 Syaiful Sagala,Supervisi pembelajaran dalam profesi pendidikan, Bandung : ,Alphabeta ,2010, hal.210 9  Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat pendapat mereka  g. Merumuskan kesimpulan. Teknik Diskusi Panel Merupakan suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka,bertukar informasi atau untuk memutuskan sesuatu keputusan tentang masalah tertentu. Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang ahli. h. Teknik Seminar Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang diikuti oleh suatu kelompok untuk mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalah yang berhubungan dengan topik. Berkaitan dengan pelaksanaan supervisi, dalam seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana menyusun silabus sesuai standar isi, bagaimana mengatasi masalah disiplin sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak – anak yang selalu membuat keributan dikelas, dll. Pada waktu pelaksanaan seminar kelompok mendengarkan laporan atau ide – ide menyangkut permasalahan pendidikan dari salah seorang anggotanya. 11 i. Teknik Simposium Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda. Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato tersebut. j. Teknik Demonstrasi mengajar 11 Ibid, hlm, 211 10 dapat Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh supervisor. k. Teknik Buletin supervisi Suatu media yang bersifat cetak dimana disana didapati peristiwaperistiwa pendidikan yang berkaitan dengan cara-cara mengajar,tingkah laku siswa,dan sebagainnuya.Diharapkan ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih baik. l. Organisasi Profesi Organisasi Guru Indonesia adalah PGRI,sedangkan dosen mempunyai organisasi sendiri yaitu ADI ( Asosiasi Dosen Indonesia). PGRI adalah lembaga profesi yang melindungi guru secara lembaga dalam segala sesuatu yang akan merusak citra guru baik dari dalam ataupun dari luar anggotanya dan sekaligus memperjuangkan hak dan kewajibanya secara hokum kepada semua pihak yang langsung atau tidak langsung dengan guru. Hal ini penting untuk menjaga agar guru tidak terganggu pekerjaan pokoknya sehari-hari.12 m. Perjalanan Sekolah Adalah suatu cara dimana guru melakukan kunjungan ke sekolah lain untuk memperkaya pengalaman belajar mengajar terutama bagi guru yang mengalami masalah dalam tugas,sehingga mererka mendapatkan semacam selingan atau refresing setelah melakukan pekerjaan rutin merreka di sekolah. Dengan cara ini diharapkan mendorong pertumbuhan jabatan dan kegairahan bekerja dengan sumber-sumber pengalaman yang baru 12 Ibid, hlm, 212 11 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Teknik supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi. Sedangkan teknik supervise pendidikan adalah suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. 2. Teknik Individual Supervisi a. Teknik Kunjungan kelas. ( classroom visitation) b. Teknik Observasi Kelas (classroom observation) c. Percakapan Pribadi ( personal dialogue) d. Percakapan kelompok ( group dialogue) e. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain) f. Penyeleksi berbagai sumber materi untuk belajar. ( bacaan terarah ) g. Menilai diri sendiri h. Supervisi yang memakai para siswa i. Laboratorium 3. Teknik kelompok Supervisi Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain : a. Pertemuan Orientasi bagi guru baru (orientation meeting for new teacher) b. Rapat guru (meeting) c. Studi kelompok antar guru d. Diskusi e. Workshop f. Tukar menukar pengalaman g. Teknik Diskusi Panel h. Teknik Seminar i. Teknik Simposium j. Teknik Demonstrasi mengajar k. Teknik Buletin supervisi l. Organisasi Profesi m. Perjalanan Sekolah n. Mengikuti Kursus 12 DAFTAR PUSTAKA Arikunto,Suharsimi, Dasar-dasar Supervisi, Jakarta: Reneka Cipta, 2005. Burhanudin, Yusak. 1998. Administrasi Pendidikan. Bandung. CV Pustaka Setia Sagala, Syaiful. 2010. Supervisi pembelajaran dalam peofesi pendidikan,Bandung Hamalik, Oemar. 1992. Administrasi dan supervise pengembangan kurikulum, Bandung : Mandar Maju Suhartien, Piet. A. 2000. Konsep Dasar dan teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Reneka Cipta, Suhartien, Piet.A. 1981. Konsep Dasar dan teknik Supervisi Pendidikan,Surabaya: Usaha Nasional. 13

Judul: Teknik Supervisi Pendidikan.docx

Oleh: Andre Andrian


Ikuti kami