Teori Ekonomi Pembangunan

Oleh George Buffon

128,2 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teori Ekonomi Pembangunan

BLOG Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi dan Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan Oktober 11, 2017 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi Teori klasik pembangunan ini dibagi ke dalam empat pendekatan, yaitu: 1. Model pertumbuhan tahapan linear 2. Teori dan pola perubahan structural 3. Revolusi ketergantungan internasional 4. Kontrarevolusi pasar bebas neoklasik Model Pertumbuhan Tahapan Linear Dalam model pertumbuhan tahapan linear ini terdapat teori dari dua tokoh yaitu tahap-tahap pertumbuhan Rostow dan model pertumbuhan Harrod-Domar. a. Tahap-tahap Pertumbuhan Rostow Model ini muncul untuk mencari pengikut setia dari kalangan negara-negara yang baru saja merdeka. Menurut teori ini, negara-negara maju telah melampaui tahapan “tinggal landas menuju pertumbuhan ekonomi berkesinambungan yang berlangsung secara otomatis”. Sedangkan negara-negara yang sedang berkembang atau yang masih terbelakang, pada umumnya masih berada dalam tahapan masyarakat tradisional atau tahapan kedua, yakni tahapan penyusunan kerangka dasar tinggal landas. Taktik pokok untuk pembangunan untuk tinggal landas adalah pengerahan atau mobilisasi dana tabungan guna menciptakan bekal investasi dalam jumlah yang memadai untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. b. Model Pertumbuhan Harrod-Domar Setiap perekonomian pada dasarnya harus mencadangkan atau menabung, sebagian dari pendapatan nasionalnya untuk menambah atau menggantikan barang-barang modal yang telah susut atau rusak. Namun, untuk memacu pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan investasi baru yang merupakan tambahan neto terhadap cadangan atau stok modal. Model Perubahan Struktural Dalam model perubahan structural ini terdapat teori dari Lewis yaitu Teori Pembanguna Lewis. Model Dasar salah satu model teoretis pembangunan yang paling terkenal, yang memusatkan perhatian pada transformasi structural suatu perekonomian subsisten, dirumuskan oleh W. Arthur Lewis. Menurut model pembangunan yang diajukan oleh Lewis, perekonomian yang terbelakang terdiri dari dua sector, yakni:  Sektor tradisional, yaitu sector pedesaan subsisten yang kelebihan penduduk dan ditandai dengan produktivitas marjinal tenaga kerja yang sama dengan nol ini, merupakan situasi yang memungkinkan Lewis untuk mendefinisikan kondisi surplus tenaga kerja sebagai suatu fakta bahwa jika sebagian tenaga kerja tersebut ditarik dari sector pertanian, maka sector itu tidak akan kehilangan outputnya.  Sektor industry perkotaan modern yang tingkat produktivitasnya tinggi dan menjadi tempat penampungan tenaga kerja yang ditransfer sedikit demi sedikit dari sector subsisten. Perhatian utama dari model ini diarahkan pada terjadinya proses pengalihan tenaga kerja di sector modern. Revolusi Ketergantungan Internasional Model ketergantungan internasional memandang negara-negara Dunia Ketiga sebagai korban kelakuan aneka faktor kelembagaan, politik, dan ekonomi, baik yang berskala domestic maupun internasional. Mereka semua telah terjebak ke dalam perangkap ketergantungan dan dominasi negara-negara kaya. Sebagai contoh dari Revolusi Ketergantungan Internasional ini adalah penjajahan yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti inggirs. Kontrarevolusi Neoklasik: Fundamentalisme Pasar Bagi negara maju, kontrarevolusi merupakan aliran kebijakan makroekonomi yang lebih mementingkan sisi penawaran, teori ekspektasi rasional, dan gelombang, swastanisasi perusahaan-perusahaan milik negara. Sedangkan bagi negara-negara berkembang, kontrarevolusi berarti pasar yang lebih bebas dan ditanggalkannya berbagai bentuk campur tangan pemerintah dalam perekonomian nasional, yang berupa kepemilikan perusahaan-perusahaan oleh pihak pemerintah, perencanaan secara statis atas perekonomian nasional, dan regulasi pemerintah terhadap aneka kegiatan ekonomi. Kontrarevolusi neoklasik ini menegaskan bahwa kondisi keterbelakangan negara-negara berkembang bersumber dari buruknya keseluruhan alokasi sumber daya yang selama ini bertumpu pada kebijakan-kebijakan pengaturan harga yang tidak tepat dan adanya campur tangan pemerintah yang berlebihan. Beberapa tokoh ekonomi juga berpendapat bahwa, campur tangan pemerintah yang berlebihan dalam kegiatan ekonomi dapat menjadi sumber utama terjadinya penurunan laju pertumbuhann di banyak negara berkembang. Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan Keterbelakangan Sebagai Kegagalan Koordinasi Banyak teori lebih baru tentang pembangunan ekonomi yang berpengaruh dalam dasawarsa 1990-an dan awal-awal tahun di abad kedua puluh satu yang telah mengedepankan komplementaritas sebagai salah satu syarat perlu bagi pembangunan yang berhasil. Beberapa model pembangunan yang mengedepankan komplementaritas ternayata berkaitan dengan sejumlah model yang digunakan dalam pendekatan pertumbuhan endogen, tetapi pendekatan kegagalan koordinasi telah berkembang relatif mandiri serta menawarkan gagasan yang penting dan berbeda. Kegagalan koordinasi adalah suatu keadaan hubungan yang dicirikan dengan ketidakmampuan para agen untuk mengoordinasikan perilaku (pilihan) mereka , sehingga menimbulkan hasil (ekuilibrium) yang membuat semua agen berada dalam keadaan lebih buruk dibandingkan dengan di suatu situasi lain yang juga merupakan ekuilibrium. Apabila terdapat komplementaritas, maka suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, pekerja, organisasi, atau pemerintah akan memperbesar dorongan bagi agen lain untuk melakukan tindakan serupa. Secara khusus, komplementaritas ini sering mencakup investasi yang hasilnya bergantung pada investasi yang dilakukan oleh agen lainnya. Akibat jaringan (network) seperti itumerupakan hal yang umum dalam perekonomian berkembang. Model dorongan besar (big push) yang menunjukkan bahwa keputusan produksi yang diambil oleh perusahaan-perusahaan sektor modern akan saling menguatkan, dan model cincin O (O-ring model) yang memperlihatkan bahwa nilai peningkatan ketrampilan atau kualitas akan bergantung pada upaya peningkatan serupa oleh agen lainnya. Ekuilibrium Jamak : Pendekatan Dragmatis Ekuilibrium jamak adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya lebih dari satu ekuilibrium. Semua ekuilibrium ini adakalanya dapat diperingkat, dalam arti bahwa ekuilibrium yang satu lebih menguntungkan daripada ekuilibrium lainnya, tetapi pasar yang tidak dibantu tidak akan menggerakkan perekonomian ke hasil yang diinginkan. Dalam diagram ekuilibrium jamak, fungsi keputusan pribadi yang rasional yang memotong garis 45 derajat. Dari ketiga titik itu D1 dan D3 adalah ekuilibrium stabil karena jika harapan atau ekspetasi agak berubah sedikit ke atas atau ke bawah tingkat itu maka perusahaan biasanya menyesuaikan tindakan mereka dengan menaikkan atau menurunkan tingkat investasi mereka yang membawa kita kembali ke ekuilibrium. Pada ekuilibrium tengah di titik D2 , fungsi itu memotong garis 45 derajat dari bawah, sehingga ekuilibriumnya tidak stabil. Ini karena, jika investasi yang terjadi sedikit lebih kecil dari yang diharapkan maka ekuilibriumnya adalah D1, dan apabila sedikit lebih besar maka ekuilibriumnya akan bergerak ke titik D3. Ini berarti D2 akan menjadi ekuilibrium secara kebetulan . dengan demikian, dalm praktik kita akan ,menganggap ekuilibrium tak stabil seperti D2 sebagai daerah pemisah harapan, yang menjadi tempat berayun ke ekuilibrium yang lebih tinggi atau ekuilibrium yang lebih rendah. Secara umum , apabila investasi patungan yang menguntungkan tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi, akan terdapat ekuilibrium jamak, dimana orang-orang yang sama memiliki akses ke sumber daya dan teknologi yang sama dapat berakhir dalam situasi yang berbeda, yang baik atau buruk. Dalam pandangan ekonom pembangunan sangat mungkin bahwa banyak negara terbelakang, mencakup banyak negara di Afrika sub-Sahara, pada dasarnya terjebak dalam lingkungan seperti itu. Tentu saja, terdapat masalah-masalah lain. Akan teteapi, kemungkinan adanya ekuilibrium jamak menunjukkan bahwa membuat teknologi yang lebih baik tersedia umumnya dipandang sebagai syarat yang perlu namun belum mencukupi untuk mencapai tujuan pembangunan. Memulai Pembangunan Ekonomi : Model Dorongan Besar Model dorongan besar adalah model yang menjelaskan bagaimana kegagalan pasar dapat menimbulakn kebutuhan akan perekonomian yang terencana dan kemungkinan juga upaya yang dicetuskan oleh kebijakan pemerintah agar proses pembangunan ekonomi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berjalan atau dipercepat. 1. Dorongan besar : model grafis Dalam setiap model (bahkan dalam setiap pemikiran seksama), kita perlu membuat asumsi yang adakalanya tampak seperti asumsi besar, untuk mempermudah pemahaman kita kita akan membuat enam jenis asumsi : a. Faktor. Kita mengasumsikan bahwa hanya ada satu faktor produksi, yaitu tenaga kerja. Model ini memiliki penawaran tenaga kerja total yang tetap sebesar L. b. Pembayaran faktor. Pasar tenaga kerja memiliki dua sektor. Kita mengasumsikan bahwa para pekerja disektor pedesaan menerima upah sebesar 1 (atau dinormalkan menjadi 1 dengan mengaggap bahwa besarnya upah diukur dalam satuan angka, artinya jika upah itu adalah 19 peso per hari maka kita hanya menyebut jumlah uang itu “1”) c. Tekonologi. Kita mengasumsikan bahwa terdapat N jenis produk, dan N adalah jumlah yang besar. d. Permintaan domestik. Kita mengasumsikan bahwa setiap barang mendapat bagian konsumsi yang konstan dan sama dalam pendapatan nasional. Model ini hanya berlangsung satu periode dan tidak memiliki aset, sehingga tidak ada tabungan dalam pengertian konvensional. Oleh karena itu, jika pendapatan nasional adalah Y, maka konsumen membelanjakan jumlah uang yang sama, Y/N, untuk setiap barang. e. Penawaran dan permintaan internasional. Kita mengasumsikan bahwa bentuk perekonomiannya tertutup. Hal ini akan membuat model lebih mudah dikembangkan. Kesimpulan paling penting akan tetap sama jika perdagangan diperkenankan, dengan syarat ada keunggulan yang diperoleh dengan memiliki pasar domestik. f. Struktur pasar. Kita mengasumsikan adanya persaingan sempurna di sektor tradisional (sektor industri rumahan), tanpa hambatan masuk dan tidak ada laba ekonomi. Oleh karena itu harga setiap barang adalah 1, yaitu biaya marginal tenaga kerja (yang merupakan satusatunya input). Dengan keenam asumsi itu, kita dapat mengidentifikasi kasus mana saja yang memerlukan dorongan besar. Perlunya dorongan besar dapt timbul dari empat kondisi selain yang telah dikemukakan sebelumnya. 1. Efek intertemporal. Sekalipun tingkat upah industri adalah 1 (sama dengan tingkat upah sektor tradisioanl), ekuilibrium jamak dapat terjadi jika investasi harus dilakukan dalam periode sekarang untuk mendapatkan proses produksi yang lebih efisien dalam periode berikutnya. 2. Efek urbanisasi. Jika beberapa industri rumahan tradisional berada di pedesaan dan industri manufaktur yang memberikan skala hasil yang semakin meningkat berada diperkotaan, permintaan penduduk perkotaan mungkin akan lebih terkonsentrasi pada barang-barang manufaktur. Dengan demikian, diperlukan dorongan besar bafi urbanisasi untuk mencapai industrialisasi. 3. Efek infrastruktur. Dengan menggunakan infrastruktur seperti rel kereta api atau pelabuhan, sebuah perusahaan modern yang berinvestasi akan membantu memikul biaya tetap yang besar dari inrastruktur itu. Keberadaan infrastruktur itu membantu perusahaan-perusahaan yang berinvestasi untuk menurunkan biaya mereka sendiri. 4. Efek pelatihan. Kurangnya investasi dalam fasilitas pelatihan karena pengusaha tahu bahwa pekerja yang mereka latih mungkin akan terbujuk dengan upah lebih tinggi yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing, yang tidak harus mengeluarkan biaya pelatihan ini. Selain itu, terlalu sedikit permintaan pekerja untuk mengikuti pelatihan karena mereka tidak tahu ketrampilan apa yang perlu dikuasai. Masalah Lanjutan Ekulibria Jamak Keunggulan Industri lama yang tidak efisien Keberadaan hasil yang semakin meningkat dalam industri modern dapat menciptakan jenis lain dari ekuilibrium. Saat perusahaan modern telah memasuki pasar, perusahaan modern tersebut memiliki keunggulan dibandingkan para pesaingnya, karena outputnya yang besar menyebabkan rendahnya biaya rata-rata. Jika pesaing baru berhasil mendapatkan teknologi yang lebih baik, teknologi baru tersebut tidak akan dengan mudah menggantikan teknologi yang lama karena perusahaan dengan teknik baru tersebut harus memulai dengan jumlah pelanggan yang sedikit dan biaya tetap yang tinggi. Akibatnya, perusahaan baru tersebut memerlukan akses untuk mendapatkan modal yang cukup besar untuk menutupi kerugiannya bersamaan dengan memperbesar jumlah pelanggannya. Perilaku dan Norma Pergerakan menuju ekulibrium yang lebih baik sangat sulit jika melibatkan banyak individu yang harus mengubah perilakunya dan mental korupsi ke mental yang jujur dan menghargai nilai membangun reputasi untuk mendapatkan keuntungan dari kerja sama. Kita tidak bisa berharap akan tercipta organisasi yang baik dalam persaingan pasar, jika aturan permainannya cenderung memenangkan organisasi yang buruk. Karena itu, kebijakan untuk mengembangkan atau mereformasi berbagai lembaga adalah sangat penting, seperti reformasi kerangka kerja hak milik, antimonopoly, aturan pemerintah yang bersih, serta hukum, regulasi, dan norma asosiasi indsutri lainnya yang menciptakan aturan main dalam kehidupan ekonomi. Ketika sebuah perilaku baru tersebut menjadi sebuah norma, maka menegakkannya akan lebih mudah. Sekali hubungan yang kooperatif menjadi sebuah norma, akan lebih banyak lagi orang yang akan berperilaku kooperatif. Keterkaitan Ada beberapa cara untuk memberi dorongan besar dan mendukung ekspansi simultan pada sector modern di banyak industri. Salah satu strategi untuk memecahkan masalah koordinasi adalah dengan berfokus pada kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan sektor-sektor yang mempunyai keterkaitan ke belakang maupun ke depan. Teori keterkaitan menekankan bahwa jika industri-industri tertentu dibangun lebih dahulu, interkoneksinya dengan sector lain akan memicu atau paling tidak akan membantu pengembangan industri baru. Keterkaitan ke belakang meningkatkan permintaan akan sebuah aktivitas, sementara keterkaitan ke depan mengurangi biaya penggunaan output industri. Dengan kata lain, keterkaitan merupakan hal yang penting bagi strategi industrialisasi ketika satu atau lebih sector yang terkait mempunyai skala hasil yang semakin meningkat, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pasar yang besar. Ketimpangan, Ekuilibria Jamak, dan Pertumbuhan Karya penting lainnya mengenai pertumbuhan dan ekulibria jamak membahas dampak ketimpangan terhadap pertumbuhan. Pandangan tradisional mengatakan bahwa sejumlah ketimpangan dapat mempercepat pertumbuhan, karena tabungan dari kaum kaya lebih besar daripada tabungan kaum miskin. Teori Pembangunan Ekonomi Cincin-O dan Kremer Michael Kremer mengatakan bahwa produksi modern (berlawanan dengan produksi tradisional dengan tangan) mensyaratkan bahwa berbagai kegiatan harus dilakukan dengan baik dan bersama-sama, agar masing-masing dapat menghasilkan nilai yang tinggi. Model CIncin-O Fitur kunci dari model cincin-O ini adalah caranya membuat model produksi dengan komplementaris antarinput yang kuat. Model kremer ini memiliki pembahasan mengenai gambaran yang terjadi dalam suatu perusahaan, namun model ini juga memberikan wawasan yang bermanfaat mengenai dampak komplementaris antarperusahaan atau antarsektor di dalam sebuah perekonomian. Oleh karena itu, model cincin-O dari Kremer menyoroti banyak implikasi dari komplementaritas yang kuat bagi pembangunan ekonomi dan distribusi pendapatan antarnegara. Kremer menyimpulkan, “Jika komplementaritas strategis cukup kuat, negara-negara atau kelompok-kelompok di sebuah negara yang secara mikroekonomis mirip dapat mencapai ekulibria dengan tingkat sumber daya manusia yang berbeda-beda Daftar Pustaka: Todaro, Michael, P. dan Smitth, Stephen, C. 2006. Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Komentar Postingan populer dari blog ini APA YANG KAMU HARAPKAN DARI PROSES BELAJAR MATAKULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN? September 05, 2017 Apa itu Ekonomi Pembangunan? Ekonomi pembangunan menurut pendapat saya merupakan cabang ilmu pengetahuan yang ada pada ilmu ekonomi yang secara spesifik membahas tentang pembangunan ekonomi yang ada di suatu negara. Ekonomi pembangunan merupakan cabang ilmu ekonomi yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kegiatan pembangunan ekonomi di suatu negara sehingga dapat berdampak juga bagi kesejahteraan masyarakat yang ada di negara tersebut. Oleh karena itu, harapan yang akan saya dapat selama proses belajar ekonomi pembangunan adalah saya dapat memahami dengan ekonomi pembangunan itu sendiri dan memahami dengan baik berbagai macam kondisi pembangunan ekonomi yang ada di statu negara. Harapan yang didapat saat menempuh mata kuliah ekonomi pembangunan ini tentunya untuk mempersiapkan para mahasiswanya dapat dengan bijak menentukan bagaimana cara untuk merencanakan pembangunan ekonomi itu sendiri sehingga akan tercipta kesejahteraan bersama serta kondisi negara dan masyarakat ya… SALSAVIA PRAHITA KUNJUNGI PROFIL

Judul: Teori Ekonomi Pembangunan

Oleh: George Buffon


Ikuti kami