Tugas Ekonomi Industri

Oleh Samsuri Sam

92 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Ekonomi Industri

TUGAS EKONOMI INDUSTRI NAMA ; SAMSURI NPM ; 15.31.0319 KELAS ; Reguler B malam UNISKA 1. Mengapa sektor pertanian penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia Jawaban: 1. Sektor pertanian sebagai pendorong dalam pertumbuhanekonomi nasional karena sektor pertanian memiliki peran sebagai kontributor terbesar kedua setelah industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PNB). 2. Sektor pertanian merupakan salah satu sumber penghasildevisa Negara melaui peningkatan ekspor dan atau pengurangan ketergantungan Negara terhadap impor atas komoditi pertanian. 3. Sektor pertanian menjadi penyedia bahan-bahan pangan pokok agar inflasi tetap terkendali. 4. Sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi rakyat karena sektor pertanian sebagai penyedia langangan kerja bagi masyarakat serta sebagai sumber pendapatan utama bagi petani maupun Negara. 5. Sekto pertanian merupakan penggerak utama perekonomian bagi masyarakat di kawasan pedesaan. 6. Sektor pertanian mendorong perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industry dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. 7. Sektor pertanian merupakan sumber kehidupan manusia dan juga sektor yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia serta merupakan salah satu pilar bagi kehidupan bangsa. 8. Sektor pertanian didukung oleh alam di Indonesia baik lahan maupun hal-hal terkait pertanian lainnya. 2. Bagaimana perkembangan sektor pertanian di Indonesia? Jawaban: Kemandirian pangan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kemajuan di sektor pertanian Jawa Barat, yang digadang – gadang sebagai wilayah lumbung padi terbesar nasional. Berdasarkan data Dinas Pertanian Jawa Barat pada 2 tahun 2013, pertanian di bumi Parahyangan ini menghasilkan 12,083 juta ton padi dengan luasan lahan sekitar 2 juta hektar sawah dan ladang (Doni, 2017). Pada tahun 2013 dilihat peranan sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat terdapat 10 Kabupaten/ Kota dari 26 Kabupaten/Kota yang kontribusi sektor pertanian paling tinggi . Kesepuluh Kabupaten/Kota tersebut yaitu; Garut (44,59%), Tasikmalaya (38,23%), Subang (37,71%), Cianjur (37,00%), Indramayu (34,06%), Majalengka (33,45%), Ciamis (28,91%), Cirebon (28,27%), Sumedang (28,03%), Sukabumi (27,86%), kondisi ini tidak beda jauh dari tahun sebelumnya. (Kompilasi Dan Analisis PDRB Kabupaten/Kota Menurut Lapangan Usaha 2012-2013). Dari 10 Kabupaten yang menjadi penyumbang terbesar PDRB sektor pertanian Jawa Barat, hanya 6 Kabupaten yang sektor pertaniannya menjadi penyumbang terbesar pada PDRB daerahnya yaitu Garut, Tasikmalaya, Subang, Cianjur, Majalengka, Sumedang. Sedangkan Ciamis, Cirebon, Sukabumi sektor lainnya yang menjadi penyumbang terbesar PDRB Kabupaten/ Kota masingmasing. Dan Kabupaten Indramayu sektor Perdagangan Hotel Dan Restoran yang menjadi penyumbang PDRB terbesar. Dari 6 Kabupaten yang menjadi penyumbang PDRB sektor pertanian terbesar dapat dilihat laju pertumbuhannya pada Pada tabel 1.1. Dimana Kabupaten Subang dan Cianjur mengalami flukuasi, berbanding terbalik dengan kabupaten lain yang terus mengalami penurunan dan penurunan yang paling parah terjadi dikabupaten Sumedang. 3. Bagaimana perkembangan sector industry di Indonesia ? Jawaban: Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan: 1. Aneka Industri Bidang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya : industri besi, baja, pemintalan, dan lain-lain. Sedangkan industri hilir adalah industri yang memakai bahan dasar dari hasil industri hulu untuk memproduksi baran yang siap dipakai konsumen. Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berghasil memproduksi barang ekspor. 2. Industri Logam Dasar Perkembangan industri ini berkembang pesat. Kenyataan ini menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup besar dalam proses industrialisasi. 3. Industri Non Manufakturing Industri-industri yang bergerak di bidang ini ialah industri pariwisata, industri pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan lainlain. Dalam hal ini, berarti industri-industri seperti itu juga akan mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara. Karena hasilnya pun dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh karenanya, industri ini menjadi sangat penting, bahkan memiliki peranan yang sangat berarti bagi 10 perekonomian negara. Namun, banyak negara juga tidak memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan dan pertanian menjadi sub terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani (negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri di Indonesia semakin beragam. 4. Jelaskan tiga hal yang menjadi permasalahan utama sector pertanian ? Jawaban 1. Usia produktif di Indonesia kurang tertarik untuk berkontribusi di sektor pertanian Indonesia adalah salah satu negara yang berpenduduk banyak, terutama penduduk di usia produktif (15-64 tahun). Dengan rasio penduduk usia produktif yang tinggi menjadi peluang Indonesia dalam meningkatkan produktivitas masyarakatnya. Berdasarkan data BPS pada bulan Februari 2017 tercatat jumlah penduduk di atas 15 tahun yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 5,360,306 jiwa. Jika sekarang saja banyak penduduk Indonesia tidak tertarik untuk bekerja di sektor pertanian, maka dipastikan beberapa tahun kedepan pertanian Indonesia sulit mengalami kemajuan signifikan. 2. Daya saing produk pertanian, Menurut Kementerian Pertanian RI, ada empat aspek yang menjadi sumber masalah, yaitu (1) tuntutan standarisasi produk dan proses; (2) tuntutan kandungan pangan yang tidak berbahaya dan rendah residu bahan kimia; (3) tuntutan integrasi pengelolaan rantai pasok (supply chain management); dan (4) peningkatan kualitas mutu dan keamanan pangan. 3. Alih fungsi lahan, Tingginya angka kelahiran turut menyumbang kebutuhan akan lahan dan pangan yang terus meningkat. Masalah ini ternyata mengancam ketersediaan lahan pertanian di Indonesia. Mau tidak mau untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka lahan pertanian dikonversi menjadi lahan terbangun. Misalnya untuk kawasan perumahan penduduk, kawasan perbelanjaan modern, arena olahraga, dan kondominium untuk investasi. Tidak hanya lahan pertanian yang dikonversi untuk kebutuhan properti bisnis, saat ini banyak perusahaan di bidang perkebunan khususnya kelapa sawit yang membuka areal hutan secara besar-besaran. Padahal hutan merupakan kawasan esensial dalam menjaga ekosistem, terutama unsur air. Dampak dari alih fungsi lahan inilah menghimpit petani gurem yang terpaksa menjual lahannya untuk kepentingan pelaku bisnis tersebut. 5. Bagaimana langkah strategi dan kebijakan pemerintah dalam penyalahgunaan sumber daya lahan pertanian? Jawaban: Upaya pemerintah dalam mengatur penyalahgunaan lahan pertanian telah diatur dalam undang undang. Peraturan Perundangan Terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang 3. UNDANG-UNDANG NO 41 TH 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 4. PERATURAN PEMERINTAH NO 1 TH 2011 tentang Penetapan dan alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 5. PERATURAN PEMERINTAH NO 12 TH 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 6. PERATURAN PEMERINTAH NO 25 TH 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 7. PERATURAN PEMERINTAH NO 30 TH 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 41 TH 2009 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Pertanian 9. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 7 TH 2012 tentang Pedoman Teknis Kriteria dan Persyaratan Kawasan, Lahan, dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan 10. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 80 TH 2013 tentang Kriteria Dan Tata Cara Penilaian Petani Berprestasi Tinggi Pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Judul: Tugas Ekonomi Industri

Oleh: Samsuri Sam

Ikuti kami