"pemukiman Kumuh" Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Toraja 2018

Oleh Surya Pombelo

160,5 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip "pemukiman Kumuh" Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Toraja 2018

MAKALAH ”PEMUKIMAN KUMUH” DISUSUN OLEH : SURYA POMBELO 217 213 353 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah memberikan kami kesehatan sehingga kami bisa menyelesaikan makalah kami yang berjudul “permasalahan limbah terhadap kehidupan masyarakat di sekitar kawasan Bolu” dengan lancar. Dalam membuat makalah ini, kami mendapat bantuan dari berbagai pihak atau sumber, maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa tentunya. Kemudian kepada guru pembimbing kami terutama Ibu Vivin yang telah memberikan kami arahan yang jelas sehingga memudahkan kami dalam menyelesaikan tugas yang mulia ini. Dalam proses pembuatan makalah yang berisi tentang segelintir informasi tentang pemukiman kumuh yang dewasa ini semakin menjamur saja, terutama pada daerah perkotaan. Oleh karena itu, kami ingin sedikit mengupas tentang “apa itu pemukiman kumuh”. Sehingga semoga saja makalah ini dapat sedikit banyak membantu teman-teman dan bagi siapa saja yang membaca makalah ini. “Tak ada gading yang sempurna”. Pepatah ini sangat merujuk kepada kami yang memang dalam proses maupun hasil dari pembuatan makalah yang jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami dengan sangat memohonkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat selintas kata ataupun secarik tulisan yang krang berkenan dihati. Karena kami pun hingga saat ini masih dalam proses belajar, belajar menuju keberhasilan.Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami pada khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata kami sampaikan Terima Kasih. Daftar Isi KATA PENGANTAR...........................................................................................................................1 BAB I....................................................................................................................................................3 PENDAHULUAN.................................................................................................................................3 1. Latar Belakang...........................................................................................................................3 2. Tujuan........................................................................................................................................3 3. Manfaat......................................................................................................................................3 BAB II...................................................................................................................................................4 GAMBARAN UMUM DAERAH STUDY...........................................................................................4 1. Lokasi........................................................................................................................................4 2. Ketersediaan Jaringan Utilitas...................................................................................................4 3. Permasalahan Limbah di Kawasan Pasar Bolu.........................................................................4 BAB III..................................................................................................................................................5 PEMBAHASAN...................................................................................................................................5 1. Proses terbentuknya pemukiman kumuh....................................................................................5 2. Masalah – masalah yang timbul akibat pemukiman penduduk..................................................5 BAB IV.................................................................................................................................................6 PENUTUP.............................................................................................................................................6 1. Kesimpulan................................................................................................................................6 2. Saran..........................................................................................................................................6 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Rekayasa Lingkungan adalah ilmu teknik sipil yang mempelajari tentang tata cara membangun konstruksi teknik sipil yang dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan kerusakan alam. Contohnya, membangun cerobong asap suatu pabrik pada ketinggian tertentu, membuat saluran. Seorang sarjana teknik sipil harus mampu mengadakan penyeimbangan. Karena lahan kerja teknik sipil pasti bersinggungan dengan alam, makanya ada istilah bidik asih, yaitu memperkecil atau mereduksi dampak aktivitas manusia pada lingkungan. Sarjana teknik sipil harus mampu memikirkan perencanaan yang tidak merusak lingkungan. Pembangunan infrastuktur di daerah tersebut masih sangat memprihatinkan karena bangunanbangunannya tidak tertata dengan rapih, banyaknya limbah-limbah yang peternakan yang pada akhirnya akan dibuang ke sungai dan menyebabkan tercemarnya sungai tersebut. Pencemaran lingkungan tersebut sangat mengganggu kehidupan masyarakat setempat. Untuk itu perlu diadakan perubahan fungsi lahan khususnya limbah buangan ternak agar tidak mengarah langsung kesungai. Sebenarnya buangan limbah tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Salah satu wilayah yang lingkungannya tidak layak dihuni oleh masyarakat yaitu di daerah Pasar Bolu. Seharusnya tempat tersebut hanya digunakan sebagai tempat perdagangan hewan namun masyarakat membangun rumah-rumah atau pondok disekitar daerah tersebut sebagai tempat tinggal dan berjualan berbagai bahan pangan. 2. Tujuan 1. Untuk mengetahui apa yang membuat lingkungan tersebut menjadi pemukiman yang kumuh. 2. Untuk mengetahui apa dan bagaimana dampaknya terhadap masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut. 3. Untuk mengetahui solusi apa yang ditawarkan untuk masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut. 4. Untuk mengetahui bagaimana upaya untuk mengembalikan kondisi kawasan tersebut menjadi kawasan yang layak huni. 3. Manfaat Dengan melakukan survei ini kami bisa belajar betapa pentingnya kesehatan lingkungan. Kami juga bisa mengetaui ternyata lingkungan kumuh masih banyak ditemui di berbagai tempat. Contohnya Pasar Bolu yang kami survei. BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH STUDY 1. Lokasi Lokasi yang telah kami survei berada di daerah Bolu, Toraja Utara . 2. Ketersediaan Jaringan Utilitas Menurut kami ketersediaan jaringan utilitas masih kurang memadai karena masyarakat belum benar-benar memanfaatkan secara optimal kelengkapan bangunan–bangunan. Masih banyak masyarakat yang tidak sehat dan tidak nyaman untuk bertempat tinggal di sekitar pasar tersebut karena lingkungannya yang tidak sehat atu kumuh. 3. Permasalahan Limbah di Kawasan Pasar Bolu Kami memilih tentang pemasalahan limbah karena limbah ternak di kawasan seakan-akan sangat tidak diperhatikan. Padahal di sekitar kawasan tersebut ada banyak sekali rumah-rumah warga. Permasalahan limbah yang kasat mata seperti, tidak lancarnya jaringan drainase dan sanitasi, kandang-kandang ternak yang terlalu berhempitan, jalanan yang sempit sering kali menyebabkan macet, dll. BAB III PEMBAHASAN 1. Proses Terbentuknya Permukiman Kumuh a. Sebab terbentuknya pemuiman kumuh Dalam perkembangan suatu kota, sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Masyarakat yang mampu, cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota, khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha, menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan. Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar, baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru, sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota. b. Proses terbentuknya pemukiman kumuh Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal, baik secara perorangan maupun dibangunkan oleh orang lain. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh, yang padat, tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan. 2. Masalah-masalah yang Timbul Akibat Permukiman Kumuh Perumahan kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak. Dari segi pemerintahan, pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat. Sementara pada dampak sosial, dimana sebagian masyarakat kumuh adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial.Terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Penduduk di permukiman kumuh tersebut memiliki persamaan, terutama dari segi latar belakang sosial ekonomi-pendidikan yang rendah, keahlian terbatas dan kemampuan adaptasi lingkungan (kota) yang kurang memadai. Kondisi kualitas kehidupan yang serba marjinal ini ternyata mengakibatkan semakin banyaknya penyimpangan perilaku penduduk penghuninya. Hal ini dapat diketahui dari tatacara kehidupan sehari-hari, seperti mengemis, berjudi, mencopet dan melakukan berbagai jenis penipuan. Terjadinya perilaku menyimpang ini karena sulitnya mencari atau menciptakan pekerjaan sendiri dengan keahlian dan kemampuan yang terbatas, selain itu juga karena menerima kenyataan bahwa impian yang mereka harapkan mengenai kehidupan di kota tidak sesuai dan ternyata tidak dapat memperbaiki kehidupan mereka.Mereka pada umumnya tidak cukup memiliki kamampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, disebabkan kurangnya keterampilan, tanpa modal usaha, tempat tinggal tak menentu, rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, rendahnya daya adaptasi sosial ekonomi dan pola kehidupan kota. Kondisi yang serba terlanjur, kekurangan dan semakin memprihatinkan itu mendorong para pendatang tersebut untuk hidup seadanya, termasuk tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan.Permukiman kumuh umumnya di pusat-pusat perdagangan, seperti pasar kota, perkampungan pinggir kota, dan disekitar bantaran sungai kota. Kepadatan penduduk di daerah-daerah ini cenderung semakin meningkat dengan berbagai latar belakang sosial, ekonomi, budaya dan asal daerah. Perhatian utama pada penghuni permukiman ini adalah kerja keras mencari nafkah atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari agar tetap bertahan hidup, dan bahkan tidak sedikit warga setempat yang menjadi pengangguran. Sehingga tanggungjawab terhadap disiplin lingkungan, norma sosial dan hukum, kesehatan, solidaritas sosial, tolong menolong, menjadi terabaikan dan kurang diperhatikan.Oleh karena para pemukim pada umumnya terdiri dari golongan-golongan yang tidak berhasil mencapai kehidupan yang layak, maka tidak sedikit menjadi pengangguran, gelandangan, pengemis, yang sangat rentan terhadap terjadinya perilaku menyimpang dan berbagai tindak kejahatan, baik antar penghuni itu sendiri maupun terhadap masyarakat lingkungan sekitanya. Kondisi kehidupan yang sedang mengalami benturan antara perkembangan teknologi dengan keterbatasan potensi sumber daya yang tersedia, juga turut membuka celah timbulnya perilaku menyimpang dan tindak kejahatan dari para penghuni pemukiman kumuh tersebut. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour) ini juga diperkuat oleh pola kehidupan kota yang lebih mementingkan diri sendiri atau kelompokya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai moral dan norma-norma sosial dalam masyarakat. Perilaku menyimpang pada umumnya sering dijumpai pada permukiman kumuh adalah perilaku yang bertentangan dengan norma-norma sosial, tradisi dan kelaziman yang berlaku sebagaimana kehendak sebagian besar anggota masyarakat. Wujud perilaku menyimpang di permukiman kumuh ini berupa perbuatan tidak disiplin lingkungan seperti membuang sampah dan kotoran di sembarang tempat. Kecuali itu, juga termasuk perbuatan menghindari pajak, tidak memiliki KTP dan menghindar dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, seperti gotong-royong dan kegiatan sosial lainnya. Bagi kalangan remaja dan pengangguran, biasanya penyimpangan perilakunya berupa mabuk-mabukan, minum obat terlarang, pelacuran, adu ayam, bercumbu di depan umum, memutar blue film, begadang dan berjoget di pinggir jalan dengan musik keras sampai pagi, mencorat-coret tembok/bangunan fasilitas umum, dan lain-lain. Akibat lebih lanjut perilaku menyimpang tersebut bisa mengarah kepada tindakan kejahatan (kriminal) seperti pencurian, pemerkosaan, penipuan, penodongan, pembunuhan, pengrusakan fasilitas umum, perkelahian, melakukan pungutan liar, mencopet dan perbuatan kekerasan lainnya. Keadaan seperti itu cenderung menimbulkan masalah-masalah baru yang menyangkut: (a) Masalah persediaan ruang yang semakin terbatas terutama masalah permukiman untuk golongan ekonomi lemah dan masalah penyediaan lapangan pekerjaan di daerah perkotaan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya perilaku menyimpang, (b) Masalah adanya kekaburan norma pada masyarakat migran di perkotaan dan adaptasi penduduk desa di kota, (c) Masalah perilaku menyimpang sebagai akibat dari adanya kekaburan atau ketiadaan norma pada masyarakat migran di perkotaan. Disamping itu juga pesatnya pertumbuhan penduduk kota dan lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan mengakibatkan semakin banyaknya pertumbuhan pemukiman-pemukiman kumuh yang menyertainya dan menghiasi areal perkotaan tanpa penataan yang berarti. Masalah yang terjadi akibat adanya permukiman kumuh ini, khususnya dikota-kota besar diantaranya wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor, planologi penertiban bangunan sukar dijalankan, banjir, penyakit menular dan kebakaran sering melanda permukiman ini. Disisi lain bahwa kehidupan penghuninya terus merosot baik kesehatannya, maupun sosial kehidupan mereka yang terus terhimpit jauh dibawah garis kemiskinan Secara umum permasalahan yang sering terjadi di daerah permukiman kumuh adalah: 1. Ukuran bangunan yang sangat sempit, tidak memenuhi standard untuk bangunan layak huni 2. Rumah yang berhimpitan satu sama lain membuat wilayah permukiman rawan akan bahaya kebakaran 3. Sarana jalan yang sempit dan tidak memadai 4. Tidak tersedianya jaringan drainase 5. Kurangnya suplai air bersih 6. Jaringan listrik yang semrawut 7. Fasilitas MCK yang tidak memadai BAB IV PENUTUP 1. Kesimpulan Permasalahan terkait limbah ternak tersebut Pencemaran lingkungan tersebut sangat mengganggu kehidupan masyarakat setempat. Untuk itu perlu diadakan perubahan fungsi lahan khususnya limbah buangan ternak agar tidak mengarah langsung kesungai. Sebenarnya buangan limbah tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pupuk organik. 2. Saran   Saran terkait masalah di atas Sudah saatnya masyarakat di didik untuk bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan bersama. Seperti masyarakat dan pemerintah harus saling bahu membahu untuk mengelola sampah secara professional, mereka sadar bahwa sampah jika dikelola dengan baik selain mempunyai nilai jual dan juga dapat menjaga lingkungan agar menjadi bersih dan aman dari polusi. Saran terkait tugas” mata kuliah RPL Saran kami yaitu agar masyarakat bahu-membahu memanfaatkan limbah ternak tersebut untuk dikelolah kembali menjadi pupuk organik.

Judul: "pemukiman Kumuh" Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Toraja 2018

Oleh: Surya Pombelo

Ikuti kami