Proposal Teknik Informatika

Oleh Iin Agustian

139,2 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Proposal Teknik Informatika

1. JUDUL PENELTIAN Aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Untuk Anak Usia 5-10 Tahun Melalui Media Elektronik Berbasis Android (Studi Kasus : TPQ Fathul Jannah). 2. BIDANG ILMU Bidang ilmu penulis yang akan diteliti adalah bidang ilmu Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK). 3. LATAR BELAKANG Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Pembelajaran ilmu tajwid sangat penting dilakukan, ilmu tajwid yang bertujuan untuk memelihara bacaan Al-Quran dari kesalahan dan perubahan serta memelihara lisan atau mulut dari kesalahan membaca. Android sebagai sistem operasi berbasis linux yang dapat digunakan di berbagai perangat mobile. Android memiliki tujuan utama untuk memajukan inovasi piranti telepon bergerak agar pengguna mampu mengeksplorasi kemampuan dan menambah pengalaman lebih dibandingkan dengan platform mobile lainnya. Hingga saat ini Android terus berkembang, baik secara sistem maupun aplikasinya. Pembelajaran ilmu tajwid di TPQ Fathul Jannah yang masih menggunakan metode konvensional ternyata hasil yang dicapai belum sesuai dengan tujuan yang diharapkan, anak-anak sering mengeluh karena cara menyajikan pelajaran terlalu monoton, jenuh dan membosankan sehingga anak-anak sulit memahami ilmu tajwid yang diajarkan oleh pengajar. Dan juga buku ilmu tajwid yang digunakan pun kurang menarik dan rumit sehingga anak-anak malas membacanya. Berdasarkan pemikiran diatas, penulis mencoba untuk membuat “Aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Untuk Anak Usia 5-10 Tahun Melalui Media Elektronik Berbasis Android”,dengan adanya aplikasi pembelajaran ini anak-anak dapat meningkatkan efektifitas dan semangat baru dalam mempelajari ilmu tajwid 4. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan dari latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana merancang dan membangun aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Untuk Anak Usia 5-10 Tahun Melalui Media Elektronik Berbasis Android. 2. Bagaimana Membuat Anak-anak agar tidak bosan, jenuh dan terlalu mononton dalam pembelajaran Ilmu Tajwid sehingga membuat anak lebih mudah mempelajari Ilmu Tajwid. 5. BATASAN MASALAH Aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Untuk Anak Usia 5-10 Tahun Melalu Media Elektronik Berbasis Android berdasarkan : 1. Penelitian ini mencakup hukum bacaan nun sukun dan tanwin, mim sukun, nun tasydid dan mim tasydid. 6. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan aplikasi pembelajaran ilmu tajwid berbasis android adalah memberikan sarana pembelajaran ilmu tajwid dengan praktis dalam belajar ilmu tajwid berbasis mobile. Dan dapat membantu bagi anak dalam meningkatkan kemampuan pada mata pelajaran ilmu tajwid. 7. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Dapat mengimplementasikan perkuliahan untuk ilmu diaplikasikan yang dalam telah diperoleh kegiatan selama pembangunan kesejahteraan masyarakat. 2. Dapat Memberikan Kemudahan Kepada Anak-anak di TPQ Fathul Jannah dalam mempelajari Ilmu Tajwid. 3. Sebagai sumber referensi bagi peneliti, dosen, mahasiswa yang ingin melakukan dan mengembangkan penelitian ini lebih lanjut. 8. TINJAUAN PUSTAKA 8.1 Ilmu Tajwid 8.1.1 Definisi Ilmu Tajwid Tajwid sendiri jika dilihat dari bahasa berasal dari kata ” Jawwada ” (‫دا‬88‫تجوي‬-‫ود‬8ّ 8‫يج‬-‫ود‬8ّ 8‫ )ج‬yang mempunyai arti melakukan sesuatu dengan indah, bagus, dan membaguskan. Sedangkan di dalam Ilmu Qiraah, tajwid mempunyai arti mengeluarkan huruf dari tempatnya yang sesuai dengan sifat-sifat yang dimiliki huruf tersebut. Sedangkan jika dilihat dari segi istilah, Tajwid ini adalah ilmu untuk membaguskan pembacaan pada kitab suci Al-Qur’an disertai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid yang berlaku pada setiap huruf. Imam Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan juga bahwa Tajwid ialah mengeluarkan tiap huruf dari makhrojnya dengan memberikan hak untuk setiap huruf (hak tersebut adalah sifat yang melekat pada tiap huruf seperti Iqlab, Qalqalah, dll) serta mustahaq huruf (sifat huruf yang dikarenakan sebab tertentu seperti Iqlab, izhar, dll). Jadi bisa kita simpulkan disini, pengertian Ilmu Tajwid adalah Ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara mengucapkan atau melafadzkan tiap huruf-huruf yang berada di dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadist atau juga yang lainnya. 8.1.2 Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Hukum mempelajari Tajwid yang merupakan sebuah ilmu pengetahuan adalah Fardhu Kifayah. Yaitu dimana jika diantara kamu sudah ada yang mempelajari teori dan istilah di dalam ilmu tajwid, maka kewajiban tersebut menjadi gugur untuk orang yang lainnya. Namun, sebagai ummat Islam yang benar-benar mencintai dan mengakui bahwa kita Muslim. Hukum Tajwid ini di dalam prakteknya saat membaca Al-Qur’an adalah Fardhu Ain. Yaitu kita wajib mengaplikasikan ilmu Tajwid ini di dalam setiap kita membaca Al-Qur’an di setiap kata dan hurufnya. Adapun beberapa hukum atau dalil yang menyatakan kewajiban kita untuk mengaplikasikan ilmu Tajwid di dalam membaca Al-Qur’an. Hukum mempelajari ilmu tajwid tersebut diantaranya adalah : a. Sumber Hukum Wajib Tajwid dari Al-Qur’an Sumber hukum pertama kita ambil dari salah satu ayat suci Al-Qur’an, lebih tepatnya pada surat Al-Muzzamil ayat 73. Jadi di dalam membaca Al-Qur’an, kita diwajibkan untuk membaca secara tartil. Yaitu membaca setiap huruf dan kata Al-Qur’an dengan memperindah pengucapannya atau sesuai dengan Tajwid. b. Sumber Hukum Wajib Tajwid dari Al-Hadist Sumber hukum kedua yang menyatakan bahwa kita wajib membaca Al-Qur’an dengan Tajwid yang benar ada di dalam Hadist Rasulullah Muhammad S.A.W. Hadist ini diriwayatkan langsung oleh Ummuh Salamah r.a yang merupakan Istri Nabi saat ditanyakan tentang bagaimana Rasulullah di dalam membaca Al-Qur’an dan bacaan Shalat. Maka Beliau menjawab : ”Ketahuilah bahwa Baginda Nabi muhammad S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi). Dari hadist tersebut dapat kita ketahui bahwa Ummuh Salamah menjelaskan tentang bacaan tajwid Al-Qur’an yang dibaca Rasulullah. Dan menandakan bahwa di dalam Shalat pun, kita juga harus tetap menerapkan Ilmu Tajwid di dalam setiap bacaannya. 8.1.3 Macam-Macam Tajwid a) IZHAR (‫ )إظهار‬DAN HURUF IZHAR Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (‫ ْن‬/ ‫)ًـٍـٌـ‬bertemu dengan salah satu huruf halqi (‫ا ح خ ع‬ ‫) غ ه‬, maka dibacanya jelas/terang. b) IDGHAM (‫ )إدغام‬DAN HURUF IDGHAM 1) Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung) Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (‫ ْن‬/ ‫)ًـٍـٌـ‬kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ‫ن م و ي‬ 2) Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung) Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (‫ ْن‬/ ‫)ًـٍـٌـ‬kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (‫ ل‬،‫)ر‬ c) IQLAB (‫ )إقالب‬DAN HURUF IQLAB Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin(‫ ْن‬/ ‫ )ًـٍـٌـ‬bertemu dengan huruf ba (‫)ب‬, maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi ‫ْن‬ menjadi suara mim (‫) ْم‬, dengan merapatkan dua bibir serta mendengung. d) IKHFA (‫ )إخفاء‬DAN HURUF IKHFA Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun ْ ‫ )ًـٍـٌـ‬bertemu dengan salah satu huruf mati atau tanwin (‫ن‬/ ikhfa yang 15 (‫) ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك‬, maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung. 8.2 Pembelajaran Berbasis Komputer Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software computer (CD pembelajaran) berupa program komputer yang berisi tentang muatan pembelajaran meliputi: judul, tujuan, materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Melalui sistem komputer kegiatan pembelajaran dialakukan secara tuntas (mastery learning) maka guru dapat melatih siswa secara terus menerus samapai mencapai ketuntasan dalam belajar. Perangkat lunak dalam pembelajaran berbasis computer disamping bisa dimanfaatkan sebagai fungsi computer assisted instruction (CAI), juga bisa dimanfaatkan dengan fungsi sebagai system pembelajaran individual. Karena dia berfungsi sebagai system pembelajaran individual, maka perangkat lunak PBK atau CBI bisa memfasilitasi belajar kepada individu yang memanfaatkannya. Pembelajaran berbasis computer (PBK) diambil dari istilah Computer Assisted Intruction (CAI), istilah lain yang sering digunakan juga adalah Computer Assisted Laerning (CAL) yaitu pembelajaran berbantu computer dan Computer Based Learning (CBL) yaitu pembelajaran berbasis computer. Istilah CAI lebih banyak digunakan di kalangan pendidik di Amerika Serikat , sedangkan istilah CBI atau CBL digunakan di kalangan pendidik di Eropa. Secara konsep pembelajaran berbasis computer adalah bentukbentuk penyajian bahan-bahan pembelajaran dan keahlian atau keterampilan dalam satuan-satuan unit kecil. Sehingga mudah dipelajari dan mudah dipahami oleh siswa. . Secara prinsip, komputer hanyalah merupakan sebuah alat. Alat yang bisa digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Untuk bisa bekerja, alat tersebut memerlukan adanya program dan manusia. Pengertian manusia kemudian dikenal dengan brainware (perangkat manusia). Konsep hardware software brain ware adalah merupakan konsep tri tunggal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Untuk tahap pertama, manusia harus memasukkan program terlebih dahulu kedalam komputer. Setelah program tersimpan didalam komputer, maka komputer baru bisa bekerja untuk membantu manusia dalam menyelesaikan persoalan ataupun pekerjaannya. Pembelajaran Berbasis Komputer (Computer Assisted Instructions) adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar yang bertujuan membantu siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah melalui terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer (baik lokal mau pun global) dan juga diperluas fungsinya melalui interface (antar muka) multimedia. Pembelajaran Berbasis Komputer (CAI) terkait langsung dengan pemanfaatan komputer dalam (kegiatan) pembelajaran didalam dan diluar kelas, baik secara individu maupun secara kelompok. CAI dapat diartikan sebagai bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer dalam peran guru, dimana siswa berinteraksi secara langsung dengan komputer dan kontrol sepenuhnya ditangan siswa sehingga memungkinkan siswa belajar sesuai kemampuan dan memilih materi (pembelajaran) sesuai kebutuhannya (Wihardjo, 2007). 8.3 Android Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). 9. METODE PENELITIAN 9.1 Metode Pengumpulan Data Hal pertama yang dilakukan dalam analisis sistem adalah melakukan pengumpulan data. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: 1) Teknik Wawancara Pada tahap ini, proses wawancara dilakukan kepada pihak TPQ Fathul Jannah. 2) Teknik Observasi Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung bagaimana pihak TPQ Fathul Jannah melakukan proses pembelajaran Ilmu Tajwid dengan menggunakan alat-alat yang tersedia di TPQ Fathul Jannah. 3) Studi Pustaka Studi Pustaka dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori literatur dan buku-buku yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibangun dalam penelitian ini. 9.2 Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem pada penelitian ini adalah menggunakan model waterfall, model waterfall atau mode air terjun mengusulkan sebuah pendekatan kepada pengembangan perangkat lunak yang sistematis dan sekuensial dimulai dari tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis data, desain sistem, implementasi kode, pengujian, dan pemeliharaan. Adapun tahapan dalam model waterfall ini adalah : 1. Analisis Data Aplikasi yang akan dibangun dan dirancang ini membutuhkan data masukkan, data keluaran, dan kebutuhan antarmuka atau interface. Tujuan dari analisis kebutuhan ini adalah sebagai batasan sistem yan akan dibuat, fungsi sistem yang sesuai dengan kebutuhan user, dan fasilitas-fasilitas yang menjadi nilai tambah pada sistem yang akan dibuat ini. a. Kebutuhan Data Masukkan Data masukkan yang dibutuhkan adalah berupa data indikator dan perhitungan indikator terkait rancangan pembelajaran ilmu tajwid untuk TPQ Fathul Jannah. b. Kebutuhan Data Keluaran Data keluaran yang dibutuhkan Pembelajaran Ilmu Tajwid berupa Aplikasi Pembelajaran Ilmu Tajwid Untuk Anak Usia 510 Tahun di TPQ Fathul Jannah c. Kebutuhan Interface Kebutuhan interface pada aplikasi adalah memberikan kemudahan dan kenyaman bagi pengguna pada saat mengakses aplikasi sesuai dengan permasalahan yang ada. 2. Desain Sistem Tahapan perancangan sistem merupakan tahapan dimana dilakukan perancangan sistem dengan menerjemahkan analisa kebutuhan ke dalam bentuk rancangan sebelum dilakukan penulisan program. Model perancangan sistem yang akan digunakan adalah konsep pemodelan DFD (Data Flow Diagram). Dalam pembuatan aplikasi pada penelitian ini diperlukan beberapa perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang dapat membantu hingga tahap penyelesaian. a. Perangkat Keras Adapun perangkat keras yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa satu perangkat laptop TOSHIBA dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Prosessor Inter(R) Core(TM) i3-3230M CPU @2.60GHz 2. Memori terinstall 4 GB RAM 3. Tipe sistem operasi 32-bit, prosessor basis x32 4. Keyboard dan mouse. b. Perangkat Lunak Perangkat lunak yang akan digunakan dalam pembuatan sistem antara lain: 3. 1. Eclipse 2. Web Browser : Mozilla Firefox dan Google Chrome 3. Desain antarmuka: Microsoft Visio 2007 4. Bahasa pemrograman : PHP dan JavaScript 5. MySQL 6. Sistem Operasi Windows 7. Implementasi Tahapan selanjutnya dalam pembuatan aplikasi ini secara nyata adalah tahap implementasi. Tahap ini merupakan tahap mempersiapkan aplikasi berbasis pembelajaran ilmu tajwid untuk anak usia 5-10 tahun melalui media elektronik berbasis android. 4. Pengujian Sistem Setelah coding selesai, maka dilakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat. Tujuan dilakukannya pengujian adalah mengeksekusi program untuk menemukan error ataupun kesalahan yang terdapat pada sistem. Selain itu, akan dilakukan pengujian apakah sistem yang dibuat telah sesuai dengan rancangan awal. Pengujian yangakan dilakukan dengan pengujian Black Box : Black Box Testing Pengujian black box atau pengujian fungsional adalah pengujian kondisi yang dibangun berdasarkan fungsional dari program atau sistem, maksudnya pada pengujian black box dibutuhkan informasi mengenai data masukan dan sasaran keluaran tanpa harus mengetahui bagaimana program atau sistem tersebut bekerja. Adapun jenis-jenis dari pengujian black box ini antara lain : 1. Equivalence Partioning 2. Boundary Value Testing 3. Comparision Testing 4. Sample Testing 5. Robustness Testing 6. Behavior Testing 7. Requirement Testing 8. Performance Testing 9. Endurance Testing 10. Cause Effect Relationship Testing Adapun jenis pengujian black box yang akan digunakan yaitu :  Boundry value testing itu adalah salah satu teknik pengujian black box yang berfokus pada pengelompokan batasan masukan dan keluaran yang sesuai oleh masukan. Oleh karena itu, setiap input data yang dilakukan akan mempengaruhi hasil outputnya, berupa data Jumlah Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).  Performance Testings adalah kecepatan suatu aplikasi dalam mengeksekusi suatu data yang telah diinputkan, dalam hal ini Performance Testings perlu dilakukan untuk melihat kecepatan program dalam menjalankan data dari hasil pemetaan yang telah dilakukan. 5. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dimaksud adalah memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya ataupun penambahan atribut yang diperlukan untuk melangkapi sistem. Perbaikan implementasi sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru. Namun pada sistem ini hanya sebatas pengujian dan tidak ada pemeliharaan sistem untuk kedepannya. 10. WAKTU PELAKSANAAN Jadwal dan Pelaksaan penelitian terkait adalah sebagai berikut : BULAN NO KEGIATAN 1. Studi Kepustakaan 2. Seminar Proposal 3. Pengumpulan Data 4. Pembuatan Sistem 5. Pengujian Sistem 6. Penyelesaian Lap Akhir Jan 2019 Feb 201 9 Mar Apr Mei Jun 2019 2019 2019 2019

Judul: Proposal Teknik Informatika

Oleh: Iin Agustian


Ikuti kami