Makalah Pengantar Ilmu Ekonomi

Oleh Rifqi Faisal

748,9 KB 13 tayangan 2 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pengantar Ilmu Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Ekonomi adalah studi yang mempelajari bagaimana suatu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekonomi menjadi dasar dari ilmu mengenai pengaturan-pengaturan rumah tangga baik itu rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen. Ekonomi memiliki peran aktif untuk membantu manusia dalam mengelola sumber daya yang ada. Pada dasarnya, kebutuhan hidup manusia sangat tidak terbatas. Namun, alat pemuas kebutuhan yang tersedia di muka bumi ini terbatas. Inti dari permasalahan ekonomi adalah tidak seimbangnya kebutuhan manusia dengan alat pemuas kebutuhannya. Selain itu, distribusi dari alat pemuas kebutuhannya terkadang memiliki kendala. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan permintaan dan penawaran yang dilakukan dalam sebuah pasar. Pasar disini merupakan tempat bertemunya proses permintaan dengan proses penawaran. Sebelum suatu produk memasuki pasar, produk tersebut akan melalui tahap produksi, kemudian akan didistribusikan ke pasar yang nantinya akan dibeli oleh konsumen dan dikonsumsi. Dalam hal ini, ilmu ekonomi berperan untuk meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi di suatu pasar. Dengan adanya analisis terhadap konsumen dan produsen, diharapkan kegiatan dalam pasar tidak akan terlalu terganggu dengan adanya hambatan-hambatan yang terjadi. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa pengertian permintan dan penawaran? 1.2.2 Apa faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran? 1.2.3 Apa saja jenis-jenis permintaan dan penawaran? 1.2.4 Bagaimana skedul dan kurva permintaan dan penawaran? 1.2.5 Apa pengertian elastisitas permintaan dan elstisitas penawaran? 1.2.6 Apa jenis-jenis dari elastisitas permintaan dan penawaran? 1.2.7 Apa itu teori produsen dan teori produksi? 1.2.8 Apa faktor yang memengaruhi teori produsen dan teori produksi? 1 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Untuk mengetahui faktor-faktor permintaan dan penawaran 1.3.2 Untuk mengetahui mengenai elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran 1.3.3 Untuk memahami mengenai teori perilaku konsumen dan teori produksi 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengantar Ilmu Ekonomi Kata ekonomi berasal dari Bahasa Yunani yaitu, oikos yang berarti rumah tangga dan nomos yang berarti aturan. Jadi, ekonomi tidak jauh berkaitan dengan aturan-aturan rumah tangga yang bertujuan untuk menggunakan pilihan-pilihan yang ada dari sumber daya yang terbatas. Menurut Paul A Samuelson, ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-summber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Ilmu ekonomi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang menentukan pilihannya diantara sumber daya yang terbatas. Menurut Adam Smith, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Ilmu ekonomi sendiri terdiri dari dua lingkup, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ekonomi mikro adalah ruang lingkup yang memplajari mengenai pelaku ekonomi dalam lingkup individual seperti, produsen, distributor, dan konsumen. Dalam ilmu ekonomi, suatu individu dapat melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi untuk melakukan keberlangsungan hidup. Produksi adalah kegiatan yang menambah nilai guna suatu barang atau jasa/menghasilkan output. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan suatu barang atau jasa. Konsumsi adalah kegiatan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa/menggunakan suatu barang/jasa. Metode ilmu ekonomi :  Ilmu Ekonomi Positif Mempelajari ilmu ekonomi apa adanya sesuai fakta. Fungsi yang termasuk metode ini antara lain, ekonomi deskriptif yaitu mengumpulkan data untuk menjelaskan fenomena dan Teori ekonomi yaitu menyatakan sebab-akibat secara umum.  Ilmu Ekonomi Normatif 3 Menganalisis perilaku pelaku ekonomi, mengevaluasi, dan menyuruh tindakan tertentu.  Ilmu Ekonomi Empiris Mengumpulkan dan memanfaatkan data untuk menguji teori ekonomi. 2.2 Permintaan A. Pengertian Permintaan Permintaan adalah sejumlah barang yang diminta atau dibeli pada kurun waktu dengan harga tertentu. Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. B. Faktor yang memengaruhi permintaan Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan diantaranya : 1. Harga barang itu sendiri Jika harga suatu barang turun, maka permintaan terhadap suatu barang itu bertambah, begitu pula sebaliknya. Hal ini terlihat dari hukum permintaan yang menyatakan “Bila harga suatu barang meningkat, ceteris paribus, maka jumlah barang yang diminta cenderung menurun, dan sebaliknya”. Ceteris paribus artinya faktor-faktor lain yang turut memengaruhi permintaan barang dianggap konstan/tetap. 2. Harga barang pengganti (Substitusi) Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Suatu barang menjadi substitusi barang lain terpenuhi paling tidak salah satu syarat dari dua syarat : memiliki fungsi yang sama dan atau kandungan yang sama. Misalnya barang substitusi dari ikan adalah daging ayam. Bila harga ikan naik, berarti harga daging ayam relatif lebih murah, sehingga permintaan daging ayam meningkat. Jadi antara harga barang lain dengan permintaan suatu barang mempunyai korelasi positif. 4 3. Harga barang pelengkap (Komplementer) Apabila kedua macam barang bersifat komplemen, pengaruhnya adalah kebalikan dari barang yang bersifat substitusi. Bila harga bensin naik, ceteris paribus, maka permintaan terhadap mobil cenderung akan berkurang. Dengan demikian harga barang lain dengan permintaan suatu barang memiliki korelasi negatif. 4. Jumlah pendapatan konsumen Semakin tinggi pendapatan, daya beli semakin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang akan meningkat. Jadi, antara pendapatan konsumen dengan permintaan suatu barang memiliki korelasi positif. Namun, tidak semuanya memiliki korelasi positif, apabila suatu barang termasuk jenis barang inferior maka apabila pendapatan kosnumen meningkat, permintaan terhadap suatu barang menurun. 5. Selera konsumen Apabila selera konsumen terhadap suatu barang tertentu meningkat dapat diperkirakan permintaan terhadap barang itu akan bertambah. Di sini peran iklan sangat berpengaruh terhadap preferensi selera konsumen. 6. Jumlah penduduk Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat. 7. Perkiraan harga di masa depan Apabila konsumen memperkirakan harga suatu barang akan naik, konsumen lebih memilih membeli barang itu sekarang, sehingga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak saat ini karena ada kekhawatiran harga akan naik di masa datang. C. Jenis-jenis permintaan Dilihat dari daya beli konsumen, ada tiga bentuk permintaan, yaitu : a. Permintaan efektif adalah sejumlah permintaan yang disertai dengan adanya daya beli dan dilaksanakan. Contohnya Anda ingin memakan es krim, lalu Anda pergi ke toko es krim dan membelinya. 5 b. Permintaan potensial adalah sejumlah permintaan yang disertai dengan adanya daya beli akan tetapi belum dilaksanakan. Contohnya saat ini Anda memiliki kemampuan untuk membeli sebuah buku, namun anda memilih tidak membeli buku tersebut. c. Permintaan absolut adalah sejumlah permintaan yang tidak disertai dengan adanya daya beli. Parmintaan absolut cenderung merupakan sebuah anganangan saja. Contohnya Anda ingin membili mobil sport terbaru tetapi Anda sama sekali tidak punya uang untuk membelinya. Sementara jika ditinjau dari jumlah permintaan, permintaan dapat dibagi menjadi dua yaitu permintaan individu dan permintaan pasar. a. Permintaan individu adalah sejumlah permintaan individu terhadap barang atau jasa tertentu. Misalnya sebuah permintaan dari seorang ibu terhadap tas tertentu, atau permintaan Anda terhadap baju tertentu dan sebagainya. a. Permintaan pasar adalah hasil penjumlahan dari permintaan-permintaan individu terhadap barang atau jasa tertentu. Misalnya Anda menginginkan sebuah sepatu dan teman Anda juga membutuhkan sebuah sepatu maka penjumlahan permintaan Anda dengan teman Anda adalah permintaan pasar. D. Skedul dan Kurva Permintaan Skedul permintaan merupakan sebuah tabel yang dapat memperlihatkan hubungan antara dan barang kurva Situasi Harga (P) (dalam rupiah) Kuantitas (Q) (dalam unit) A 500 9 B 400 10 kuantitas C 300 12 yang diminta. D 200 15 Sedangkan E 100 20 harga berang permintaan adalah sebuah grafik yang menggambarkan hubungan antara harga barang dan kuantitas barang yang diminta. Contoh : a. Skedul permintaan barang 6 b. Kurva permintaan barang Dari skedul permintaan barang diatas dapat dilihat bahwa apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang diminta cenderung sedikit. Kurva permintaan diatas memiliki kemiringan (slope) yang negatif. Hal tersebut menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dengan kuantitas barang yang diminta. Apabila harga suatu barang meningkat, ceteris paribus, jumlah barang yang diminta cenderung menurun. Dalam kurva permintaan terdapat dua kondisi, yaitu : a. Pergerakan sepanjang kurva permintaan (movement along demand curve) Pada saat harga barang $1 barang yang diminta 8 unit, sedangkan saat harga barang naik menjadi $2 barang yang diminta menurun menjadi 4 unit. Dalam hal ini, kurva permintaan akan bergeser apabila terjadi perubahan pada harga barang itu sendiri. b. Pergeseran kurva permintaan (shifting demand curve) Apabila dan pendapatan akan menggeser kurva permintaan ke kanan, begitupun sebaliknya. Dengan demikian, faktor- 7 faktor yang memengaruhi permintaan tersebut (selain harga barang itu sendiri) dapat menggeser kurva permintaan ke kanan atau ke kiri. E. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan adalah suatu fungsi yang menyatakan hubungan antara suatu harga barang yang diminta dengan jumlah barang yang diminta. Dalam ilmu ekonomi fungsi permintaan merupakan suatu kajian matematis yang dapat digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen dan harga. Melalui fungsi permintaan ini, hubungan antara variabel bebas (harga) dan variabel tidak bebas (jumlah barang yang diminta) dapat diketahui dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Bentuk paling umum dari fungsi permintaan bisa dirumuskan sebagai berikut. Keterangan: Qd = quantity (jumlah) a = konstanta b = slope (koefisien pengarah) P = tingkat harga 2.3 Penawaran A. Pengertian penawaran Penawaran adalah banyaknya jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dengan tingkat harga selama periode waktu tertentu. Hukum penawaran menunjukkan hubungan positif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan. Apabila harga naik, jumlah barang yang ditawarkan meningkat dan apabila harga menurun, jumlah barang yang ditawarkan cenderung menurun. B. Faktor yang memengaruhi penawaran Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran diantaranya : 1. Harga barang itu sendiri 8 Jika harga suatu barang naik, aka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang ditawarkan/dijual. Dengan demikian, antara harga dengan jumlah barang yang ditawarkan memilki korelasi positif. 2. Harga barang substitusi dan komplementer Apabila harga barang substitusi meningkat, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan, untuk barang komplemen, dapat dikatakan apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, dan sebaliknya. 3. Biaya produksi Kenaikan harga faktor produksi (upah meningkat, bunga modal meningkat, harga barang baku meningkat) akan menyebabkan kenaikan biaya produksi. Apabila biaya produksi meningkat baik dikarenakan harga faktor produksi ataupun penyebab lainnya, maka produsen cenderung akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang itu berkurang. 4. Teknologi Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan penawaran suatu barang. 5. Pajak Apabila suatu barang terkena pajak oleh pemerintah, maka harga barang tersbut cenderung meningkat dan penawaran terhadap barang tersebut juga meningkat. 6. Jumlah pedagang/penjual Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah. C. Skedul dan Kurva Penawaran Skedul penawaran adalah table yang memperlihatkan hubungan antara harga barang yang ditawarkan dengan kuantitas yang ditawarkan. Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan antara harga barang yang ditawarkan dengan jumlah barang yang ditawarkan. Contoh : 9 Dari skedul penawaran barang diatas dapat dilihat bahwa apabila harga suatu barang meningkat maka jumlah barang yang ditawarkan cenderung meningkat. Kurva penawaran memiliki kemiringan (slope) yang positif. Hal tersebut menjelaskan hubungan antara harga suatu barang dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Apabila harga suatu barang meningkat, jumlah barang ceteris yang paribus, ditawarkan cenderung meningkat. Pada kurva penawaran juga terdepat dua kondisi, yaitu : a. Pergerekan sepanjang kurva penawaran (movement along supply curve) Pergerakan di sepanjang kurva penawaran jumlah produsen disebankan produk akibat yang berubahnya ditawarkan perubahan harga produk itu sendiri. Jadi, hal yang menyebabkan kurva bergerak yaitu harga barang itu sendiri. b. Pergeseran kurva penawaran (shifting supply curve) 10 Pergeseran kurva penawaran terjadi karena berubahnya jumlah produk yang ditawarkan oleh produsen sebagai akibat dari faktor selain harga barang itu sendiri. D. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang menunjukkan hubungan antara harga barang yang ada di pasar dengan kuantitas penawaran yang ditawarkan oleh produsen. Bentuk fungsi penawaran : Qs = a + bPs Keterangan : Qs = jumlah barang yang ditawarkan a = konstanta b = slope (koefisien) Ps = harga barang yang ditawarkan 2.4 Elastisitas Permintaan A. Pengertian Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan jumlah permintaan barang atau jasa yang diakibatkan oleh adanya perubahan harga barang tersebut (dalam presentase). B. Tipe-tipe Elastisitas Permintaan  Inelastis Sempurna (Ed = 0) Permintaan inelastis sempurna terjadi apabila perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh sama sekali terhadap jumlah permintaan, nilai elastisitasnya (Ed = 0).  Inelastis (Ed < 1) 11 Permintaan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh terhadap perubahan jumlah permintaan atau dengan kata lain bahwa perubahan relatif harga lebih besar daripada perubahan relative permintaan. Secara matematis dapat dirumuskan dengan ∆P > ∆Q.  Elastis Uniter (Ed = 1) Elastis uniter terjadi jika perubahan jumlah permintaan sama dengan perubahan harga. Dengan kata lain bahwa perubahan relative harga sama dengan perubahan relatif permintaan (∆P = ∆Q).  Elastis (Ed > 1) Permintaan elastis terjadi jika perubahan jumlah lebih besar daripada perubahan harganya (dalam presentase). Atau perubahan relatif harga lebih kecil dari perubahan relatif permintaannya (∆P < ∆Q).  Elastis Sempurna (Ed = ∞) Permintaan elastis sempurna terjadi jika harga naik sedikit saja, jumlah permintaannya akan menjadi nol, sedangkan jika harga turun sedikit saja, maka jumlah barang yang diminta menjadi tak terhingga. C. Menghitung Elastisitas Permintaan 12  Rasio presentase perubahan jumlah permintaan dengan presentase perubahan harga Untuk menghitung perubahan presentase kuantitas yang diminta dengan menggunakan nilai awal sebagai dasarnya, kita menggunakan rumus sebagai berikut : % ∆Qd = ∆ Qd x 100% Q1 Kita dapat menghitung perubahan presentase harga dengan cara yang serupa % ∆P = ∆P x 100% P1 Untuk menghitung elastisitasnya, kita dapat membagi % ∆Q dengan % ∆P. Maka dapat disimpulkan rumus elastitas yaitu : Ed =  % ∆ Qd % perubahan jumlah permintaan x 100% = x 100% %∆P % perubahan harga Rumus titik tengah (Midpoint) Untuk mendeskripsikan perubahan persentase dengan lebih akurat, gunakan konvensi sederhana berikut ketimbang menggunakan nilai awal Q dan P sebagai dasar perhitungan persentase, lebih baik menggunakan titik tengah dari variablevariable ini. Rumus titik tengah untuk menghitung perubahan persentase dalam kuantitas yang diminta menjadi : %perubahan kuantitas yang diminta= ∆Qd ×100 % (Q 1+Q 2 ) 2 Dengan menggunakan titik tengah diantara P1 dan P2 sebagai dasar menghitung, perubahan persentase harga,kita mendapatkan rumus menjadi : 13 %perubahan harga= ∆ Pd ×100 % P1+ P 2 2 D. Elastisitas silang Elastisitas silang menunjukkan hubungan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat berupa barang pengganti (substitusi) dan barang pelengkap (komplementer). Ed = % perubahan jumlah barang X yang diminta % perubahan harga barang Y Atau Ed = ∆ Qx Py x ∆ Py Qx Terdapat tiga macam respon permintaan suatu barang karena perubahan harga barang lain, yaitu : 1. Elastisitas silang positif Peningkatan harga barang X menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang Y. Barang ini termasuk ke dalam barang substitusi. (Exy > 0) 2. Elastisitas silang negatif Peningkatan harga barang X mengakibatkan turunya permintaan barang X. Barang ini termasuk ke dalam barang komplementer. (Exy < 0) 3. Elastisitas silang nol Peningkatan harga barang X tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang Y. Dalam kasus ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. E. Pengaruh Pajak 14 (i) Kurva permintaan dan penawaran berturut-turut adalah DD dan SS, maka keseimbangan adalah pada titik E. Misalkan pemerintah mengenakan pajak penjualan sebanyak T, akibat dari pajak penjualan ini, kurva penawaran akan berubah dai SS menjadi S1S1 yang selanjutnya mengakibatkan perubahan keseimbangan dari E kepada E1. Dapat dilihat bahwa harga naik menjadi P1 dan jumlah barang yang diperjualbelikan hanya mencapai jumlah Q1. (ii) Sebelum pemerintah memungut pajak penjualan, kurva permintaan dan penawaran adalah DD dan SS. Kurva penawaran SS pada gambar (ii) adalah sama dengan kurva penawaran pada gambar (i). Akan tetapi, kurva permintaan D1D1 lebih tidak elastis darpada kurva permintaan DD. 2.5 Elastisitas Penawaran A. Pengertian Elasisitas Penawaran Elastisitas penawaran mengukur resopnsif penawaran terhadap perubahan harga. B. Tipe-tipe Elastisitas Penawaran  Elastis (Es > 1) Perubahan harga sedikit menyebabkan jumlah barang yag ditawarkan banyak berubah. Bentuk kurva penawarannya cenderung datar, dimana semakin elastis penawaran suatu barang, kurva penawrannya semakin datar.  Inelastis (Es < 1) Jumlah barang yang ditawarkan hanya berubah sedikit apabila terjadi perubahan harga. Kurva 15 penawarannya berbentuk curam/tegak. Semakin inelastic penawaran suatu barang, semakin curam kurva penawarannya.  Elastis Uniter (Es = 1) Jika harga naik sebesar 20, maka jumlah barang yang ditawarkan bertambah 20 juga.  Elastis Sempurna (Es = ∞) Penawaran berubah dengan jumlah yang tak terhingga karena perubahan harga yang sangat kecil saja.  Inelastis Sempurna Berapapun harga barang, jumlah barang yang ditawarkan tetap (tidak berubah sama sekali). Contohnya adalah penawaran ikan segar (dalam jangka pendek), tanah di perkotaan. C. Menghitung Elastisitas Penawaran  Menggunakan rasio presentase Es =  % ∆ Qs % perubahan jumlah penawaran x 100% = x 100% %∆P % perubahan harga Elastisitas silang Es = % perubahan jumlah barang X yang ditawarkan % perubahan harga barang Y Atau Es =  Elastisitas titik tengah (midpoint) 16 ∆ Qx Py x ∆ Py Qx Rumus titik tengah untuk menghitung perubahan persentase dalam kuantitas yang ditawarkan menjadi : %perubahan kuantitas yang ditawarkan= ∆Qs ×100 % ( Q 1+Q 2) 2 Dengan menggunakan titik tengah diantara P1 dan P2 sebagai dasar menghitung, perubahan persentase harga,kita mendapatkan rumus menjadi : %perubahan harga= ∆ Ps ×100 % P1+ P 2 2 Dari rumus diatas maka di dapatkan ∆ Qs (Q 1+Q 2)/2 Es= ∆P (P 1+ P 2)/2 2.6 Teori Perilaku Konsumen A. Pengertian Perilaku konsumen adalah sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi berupa kegiatan mencari, membeli, menggunakan, menikmati, mengevaluasi serta melepas produk yang telah mereka pakai atau nikmati (dikonsumsi) untuk melakukan kegiatan konsumsi memenuhi kebutuhannya. B. Asumsi Dalam hal ini, kita mengasumsikan bahwa semua pasar adalah pasar persaingan sempurna yang didefinisikan sebagai bentuk struktur industri yang sangat kaku karena tidak ada satu pun perusahaan yang dapat mempengaruhi dikarenakan oleh 2 karakteristik industri kompetitif, yaitu industri kompetitif terdiri dari perusahaanperusahaaan yang berskala kecil dan menghasilkan output yang benar-benar sama dan tidak bisa dibedakan. C. Batas anggaran (Budget Constraint) 17 Sebuah rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memiliki batas anggaran, yaitu pendapatan, kekayaan, dan harga. Batas anggaran yang dihadapi setiap rumah tangga disebabkan oleh batasan dari luar, yaitu satu atau lebih pasar. Batas anggaran memiliki rumus : PxX + PyY = I Keterangan : Px = harga barang X X = kuantitas barang X yang dikonsumsi Py = harga barang Y Y = kuantitas barang Y yang dikonsumsi I = pendapatan D. Analisis Pendekatan Kardinal Pendekatan kardinal menyatakan bahwa kegunaan (utility) dapat dihitung secara nominal sebagaimana kita menghitung panjang suatu rang. Ukuran kegunaan adalah util. Dalam pendekatan kardinal, terdapat suatu hukum bernama Hukum Gossen.  Hukum Gossen I “Jika jumlah suatu barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah, maka kepuasan total (TU) yang diperoleh juga bertambah, tetapi dengan tingkat pertambahan (MU) yang semakin menurun. Apabila konsumsi terus dilakukan, kepuasan (TU) akan mencapai maksimum dan kemudian berkurang (MU negatif)”.  Hukum Gossen II “Seorang konsumen akan terus menerus memnuhi kebutuhannya sampai mencapai intensitas yang sama. Maksud dari intensitas yang sama adalah rasio antara 18 marginal utility dan harga dari produk yang satu dengan rasio marginal utility dan harga produk yang lainnya”. Kita akan melihat apa yang terjadi dengan kepuasan apabila jumlah barang yang dikonsumsi setiap kali ditambah satu unit. Misalnya, kita membeli baju baru, rasanya senang sekali (dinominalkan sebesar 50 util). Oleh karena kita merasa senang, kita membeli lagi satu baju. Ternyata memberi baju kedua tidak kesenangan sebesar baju pertama. Artinya, baju kedua memberi kepuasan lebih sedikit. Begitupun seterusnya. Apabila Total Utility (TU) mencapai maksimum, maka Marginal Utility (MU) sama dengan nol. Kepuasan marginal dengan demikian adalah tambahan kepuasan karena bertambahnya satu unit barang yang dikonsumsi , keadaan ini dinamakan Hukum Gossen I.  Utilitas maksimum MUx = MUy = MUz Jika barangnya memiliki harga yang berbeda MU x Px = Keterangan : MUx = marginal utility barang X MUy = marginal utility barang Y MUz = marginal utility barang Z 19 MU y Py = MU z Pz Px = harga barang X Py = harga barang Y Pz = harga barang Z E. Analisis Pendeketan Ordinal Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa kegunaan tidak dapat dihitung sebagaimana dalam pendekatan kardinal. Untuk memahami pendekatan ini, digunakan kurva indiferensi (indifference curve). Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. Dengan mengonsumsi 20 pakaian dan 4 buku, atau 10 pakaian dan 8 buku akan memberikan kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. Ciri-ciri kurva indiferensi adalah : a. Menurun dari kiri atas ke kanan bawah (downward slopping) b. Cembung ke titik origin (convex to origin) c. Kurva yang berada di sebelah kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi d. Kurva indiferensi tidak saling berpotongan F. Keseimbangan Konsumen Kondisi keseimbangan konsumen adalah dimana konsumen telah mengalokasikan seluruh pendapatannya untuk dikonsumsi. Secara grafis, kondisi keseimbangan tercapai bila pada saat kurva batas anggaran bersinggungan dengan kurva indiferensi. Titik singgung antara garis batas anggaran dengan kurva indiferensi menunjukkan keseimbangan konsumen. Pada kurva disamping, keseimbangan konsumen terdapat pada titik E. 20 2.7 Teori Biaya Produksi A. Konsep-konsep Biaya Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran atau beban yang ditanggung oleh perusahaan untuk menghasilkan barang ataupun jasa. Biaya produksi dapat mempermudah perhitungan sehingga dapat diketahui modal untuk produksi, harga yang layak dari produk yang dihasilkan, mengendalikan penggunaan dana sehingga efisiensi produksi tercapai, membantu penghitungan laba yang dihasilkan. Terdapat lima konsep biaya produksi, yaitu : 1. Biaya tetap (Fixed Cost/FC) Biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan tidak berubah berapapun jumlah barang yang dihasilkan produsen. Contohnya adalah biaya gaji, bunga utang bank, sewa tempat. Biaya tetap dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : a. Biaya tetap total (Total Fixed Cost/TFC) Biaya tetap total adalah kesluruhan biaya yang tetap dikeluarkan dalam jumlah yang sama selama memproduksi jumlah barang tertentu. b. Biaya tetap rata-rata (Avarage Fixed Cost/AFC) Biaya tetap rata-rata adalah biaya tetap yang harus dikeluarkan per unit barang. Keterangan : AFC¿ TFC Q TFC = biaya tetap total Q = jumlah barang yang diproduksi 2. Biaya Variabel (Variable Cost/VC) Biaya variable adalah biaya yang besarnya tergantung kepada jumlah barang yang dihasilkan. Semakin banyak barang yang diproduksi, semakin banyak variabel. Biaya variabel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : a. Biaya variabel tetap (Total Variable Cost/TVC) 21 Biaya variabel total adalah seluruh biaya variabel yang harus dikeluarkan selama memproduksi barang dalam jumlah tertentu. b. Biaya variabel rata-rata (Average Variable Cost/AVC) Biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel yang harus dikeluarkan per unit barang yang diproduksi. Keterangan : AVC¿ TVC Q TVC = biaya total variabel Q = jumlah barang yang diproduksi 3. Biaya Total (Total Cost/TC) Biaya total adalah jumlah sleuruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa yang dilakukan produsen. Biaya total dapat diformulasikan dalam persamaan sebagai berikut TC = TFC + TVC Keterangan : TFC = biaya tetap total TVC = biaya variabel total 4. Biaya Rata-rata (Average Cost/AC) Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk setiap satu unit barang yang diproduksi oleh produsen. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan, maka biaya rata-rata (AC) akan semakin menurun sampai mencapai titik terendah. Namun, jika jumlah produksi ditingkatkan lagi, AC bergerak naik kembali. Keterangan : AC¿ TC Q TC = biaya total Q = barang yang diproduksi 5. Biaya Marginal (Marginal Cost/MC) Biaya marginal adalah perubahan biaya total (∆TC) jika produksi ditambah/dikurangi satu unit. Dengan kata lain, MC adalah tambahan atau pengurangan biaya jika produsen menambah/mengurangi satu unit produksi. MC mula-mula menurun, tetapi selanjutnya meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah barang yang dihasilkan. Keterangan : MC¿ ∆ TC ∆Q 22 ∆TC = (T2-T1) = perubahan biaya total ∆Q = (Q2-Q1) = perubahan barang yang diproduksi B. Jangka Waktu Produksi Dalam memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan menentukan pemakaian faktor produksi yang sesuai. Jangka waktu perusahaan yang melakukan produksi dibedakan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Apabila sebagian faktor produksi dianggap tetap jumlahnya, maka perusahaan tersebut dikatakan berada dalam jangka pendek. Dalam jangka pendek, perusahaan tidak dapat menambah faktor produksi yang dianggap tetap. Faktor produksi yang dianggap tetap antara lain, modal dan tenaga kerja. Sedangkan dalam jangka penjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Dalam jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya jika memang diperlukan. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di pasar. a. Produksi dalam jangka pendek Ciri-ciri : 1. Perusahaan beroperasi pada skala tetap (faktor input tetap) dalam produksi. 2. Perusahaan tidak bisa masuk atau keluar dari industri 3. Bersifat kaku  Teori produksi dengan satu input variabel Dengan asumsi bahwa beberapa input dianggap konstan dalam jangka pendek hanya satu variabel saja yang berubah, maka fungsinya dapat ditulis Q = f(L) Hubungan produksi dimana terdapat satu variabel dan lainnya tetap biasanya berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor variabel itu ditambah terus, maka output semakin lama akan semakin menurun secara rata-rata, dikarenakan semakin besarnya faktor pembagi sementara faktor yang dibagi tetap. Dan bila hal ini dilakukan terus, maka produksi totalpun 23 akan semakin menurun, dikarenakan faktor produksi tetap semakin kehabisan nilainya. Dari kurva di atas, dapat disimpulkan : 1) Tahap I, menunjukkan tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal. 2) Tahap II, produksi total terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol. 3) Tahap III, penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi rata-rata, sedangkan produksi marginal negatif. - Produksi Marginal Tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. MP¿ ∆ TP ∆L Keterangan : ∆TP = perubahan produksi total ∆L = perubahan tenaga kerja - Produksi Rata-rata Produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja. AP¿ TP L 24 Keterangan : TP = produksi total L = tenaga kerja  Teori produksi dengan dua input variabel Jika faktor produksinya yang berubah dua variabel, maka fungsinya menjadi berikut : Q = f(C,L) Pada fungsi produksi ini, modal dan tenaga kerja dapat berubah. Perusahaan dapat menambah tenaga kerja, atau menambah modal, atau menambah tenaga kerja dan modal. Dalam berproduksi, produsen tentu saja dihadapkan untuk menggunakan faktor produksinya secara efisien untuk hasil yang maksimum. Oleh karena itu, produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input tersebut. 1) Kurva Isoquant Isoquant adalah kurva yang menunjukkan kombinasi dua macam faktor produksi untuk menghasilkan output yang sama. Ciri-ciri : - Memiliki slope (kemiringan) yang negatif - Semakin ke kanan kurva isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output - Kurva isoquant tidak pernah berpotongan dengan kurva isoquant lainnya 25 - Isoquant cembung ke titik origin 2) Kurva Isocost Isocost adalah menunjukkan dikeluarkan kurva yang biaya oleh yang produsen dalam produksi suatu barang atau jasa dengan menggunakan beberapa faktor input. Ciri-ciri : - Kurva isocost dapat memiliki slope (kemiringan) yang negatif maupun positif - Semakin besar isocost, semakin besar hasil yang diperoleh, begitupun sebaliknya b. Produksi dalam jangka panjang Ciri-ciri : 1. Perusahaan beroperasi tidak pada faktor produksi yang tetap dalam produksi 2. Perusahaan bisa masuk atau keluar dari industri 3. Bersifat fleksibel  Garis perluasan produksi Garis perluasan produksi adalah isocline yang menunjukkan tingkat output yang akan dihasilkan bila harga produksi tetap tidak berubah. Jadi, garis perluasan produksi menunjukkan bagaimana proporsi faktor produksi seharusnya berubah bila output atau besarnya biaya produksi berubah, sedangkan harga dari faktor produksi itu tetap. Bila seorang produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuannya harus menentukan dua macam keputusan : a. Berapa output yang harus diproduksikan b. Berapa dan bagaimana dipergunakan. 26 faktor-faktor produksi (input) Produksi merupakan konsep arus (flow concept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah. C. Keseimbangan Produsen Keseimbangan produsen dicapai ketika kurva isocost bersinggungan dengan isoquant. Garis isocost ini akan dikombinasikan dengan garis isoquant dalam upaya mencari dan menentukan titik produksi yang optimal. Jika pada suatu saat terjadi perubahan harga dari faktor produksi maka secara otomatis kurva isocost ini akan berotasi. Namun kurva akan kembali sejajar ketika yang berubah adalah anggarannya. 27 kemampuan BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan kurun waktu tertentu. Kurva permintaan memiliki slope (kemiringan) negatif, artinya jika harga sebuah barang turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah, atau sebaliknya (ceteris paribus). Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, antara lain harga barang subtitusi (pengganti), harga barang komplementer (pelengkap), jumlah pendapatan, selera konsumen, perkiraan harga masa depan, dan jumlah penduduk. Fungsi permintaan dapat diartikan sebagai sebuah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang diminta dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan merupakan suatu kajian matematis yang dapat digunakan untuk menganalisa perilaku konsumen dan harga. Melalui fungsi permintaan ini, hubungan antara variabel bebas (harga) dan variabel tidak bebas (jumlah barang yang diminta) dapat diketahui dengan asumsi faktor-faktor lain tetap. Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Jika diasumsikan semua faktor yang memengaruhi tetap (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Permintaan dan penawaran mempunyai beberapa faktor yang bisa menyebabkan permintaan dan penawaran turun atau naik. Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan jumlah permintaan barang atau jasa yang diakibatkan oleh adanya perubahan harga barang tersebut (dalam presentase). tingkat perubahan jumlah permintaan barang atau jasa yang diakibatkan oleh adanya perubahan harga barang tersebut (dalam presentase). Tipe-tipe dari elastisitas, antara lain elastis, inelastis, elastis sempurna, inelastis sempurna, elastis 28 uniter. Elastisitas dapat dihitung menggunakan elastisitas harga, elastisitas titik, dan elastisitas titik tengah (midpoint). Dalam kegiatan konsumsi suatu barang, terdapat hukum yang menyatakan bahwa apabila kita mengonsumsi suatu barang terus menerus, maka pertamabahan kepuasan akan semakin berkurang. Begitupun dalam kegiatan produksi, ketika kita terus produksi suatu barang, apabila faktor variabel ditambah terus-menerus, output secara rata-rata akan terus menurun. 3.2 Saran Dalam kegiatan ekonomi, terdapat banyak permasalahan, salah satunya kelangkaan. Diharapkan dengan adanya makalah ini, pembaca maupun masyarakat dapat melakukan analisis sebelum melakukan kegiatan perekonomian sehingga dapat meminimalisir masalah yang bisa saja muncul. 29 DAFTAR PUSTAKA https://list21a9u5.wordpress.com/2012/12/05/elastisitas-permintaan-dan-penawaran/ [10 Oktober 2017] http://lessonstogether.blogspot.co.id/2016/01/teori-produksi-dan-jangka-waktuproduksi.html [10 Oktober 2017] http://ilmuekonomi123.blogspot.co.id/2017/04/konsep-biaya-produksi.html [10 Oktober 2017] Case, Karl E. Fair, Ray C. 2014. Principles of Economics. Amerika : Pearson 30

Judul: Makalah Pengantar Ilmu Ekonomi

Oleh: Rifqi Faisal


Ikuti kami