Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Departemen Teknik Geologi Panduan Fieldtrip Petrografi

Oleh Rio Bagas

2 MB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Departemen Teknik Geologi Panduan Fieldtrip Petrografi

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI PANDUAN FIELDTRIP PETROGRAFI “Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah” Disusun Oleh: Dosen dan Asisten Laboratorium Geologi Optik 22-23 September 2017 UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI PANDUAN FIELDTRIP PETROGRAFI “Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah” Disusun Oleh: Dosen dan Asisten Laboratorium Geologi Optik 22-23 September 2017 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas selesainya panduan fieldtrip Petrografi “Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah” 2017. Kegiatan fieldtrip dilakukan sebagai pembelajaran dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep geologi yang didapatkan pada saat perkuliahan dan praktikum. Sehingga, mahasiswa dapat memahami dan mengenali keadaan geologi di lapangan, serta dapat menganalisa kondisi geologi dalam bentuk sayatan batuan yang dilakukan setelah kegiatan fieldtrip. Ucapan terima kasih, kami ucapkan kepada Pengurus Jurusan Teknik Geologi FT-UGM, dosen pengampu matakuliah petrografi, asisten Laboratorium Geologi Optik Jurusan Teknik Geologi FT-UGM, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan fieldtrip petrografi 2017, dan yang telah membantu dalam pembuatan panduan fieldtrip petrografi. Semoga panduan fieldtrip ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Yogyakarta, September 2017 Dosen dan Asisten LaboratoriumGeologi Optik Jurusan Teknik Geologi FT-UGM PELAKSANA FIELDTRIP PETROGRAFI 2017 Dosen Pengampu : Dr. I Wayan Warmada, Agus Hendratno, S.T., M.T. Wahyu Sasongko, S.T., M.T. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., Ph.D ASISTEN PETROGRAFI 2017 I Gusti Ngurah Kusuma R.M. Pertiwi Putri Gunawan Ihsan Akmala Cendi Diar Permata Dana Evo Aptu Dika Finlan Adhitya Aldan Almas Nusrotul Milla Rifqi Abbas Aya Shika V. Bangun Guritno Safitri Muchitawati Roul Romadhoni H Salma Difa Masti Zahrotun Naimah DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ..................................................................... i KATA PENGANTAR ...................................................................... iii PELAKSANA FIELDTRIP PETROGRAFI ................................... iv DAFTAR ISI................................................................................................................ v DAFTAR GAMBAR ........................................................................ ix DAFTAR TABEL ……………………………………… ……………………………………………... x BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1 I.1 Latar Belakang............................................................... 1 I.2 Tujuan ............................................................................ 1 I.3 Lokasi ............................................................................ 1 I.4 Peralatan ........................................................................ 2 I.5 Rincian Waktu Fieldtrip ................................................ 2 BAB II GEOLOGI REGIONAL KARANGSAMBUNG ................. 4 II.1 Geomorfologi Regional Karangsambung ..................... 4 II.2 Stratigrafi Regional Karangsambung ........................... 4 II.3 Struktur Geologi Regional Karangsambung................. 7 BAB III STASIUN PENGAMATAN ............................................... 8 III.1 STA 1 LP 1 Konglomerat ........................................... 8 III.2 STA 1 LP 2 Konglomerat ........................................... 8 III.3 STA 2 Batugamping Nummulites................................ 9 III.4 STA 3 Diabas Gunung Parang .................................... 10 III.5 STA 4 Lava Basalt Kali Mandala ............................... 11 III.6 STA 5 Marmer Totogan .............................................. 11 III.7 STA 6 Serpentinit Pucangan ....................................... 11 III.8 STA 7 Sekis Mika Kali Brengkok .............................. 12 III.9 STA 8Scaly Clay Kali Muncar.................................... 13 III.10 STA 9Rijang, Lava Basalt, dan Eklogit Kali Muncar ..................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................... 16 LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Kolom Stratigrafi Regional Karangsambung (Asikin, dkk., 1992). .................................................... 5 Gambar 2. Konglomerat STA 1 LP 1............................................ 8 Gambar 3. Konglomerat STA 1 LP 2 (A) danbatugamping dengan fosil Nummulites STA 2 (B)............................ 9 Gambar 4. Kekar tiang Gunung Parang STA 3(A) dan diabas pada Gunung Parang STA 3 (B).................................. 10 Gambar 5. Struktur lava bantal Kali Mandala STA 4. ................... 11 Gambar 6. (A)Marmer Totogan STA 5 dan (B) serpentinit Pucangan STA 6………………………………… ….. 12 Gambar 7. Sekis mika STA 7 pada Kali Brengkok (A) dan kenampakan bidang foliasi sekis mika STA 7 ............. 13 Gambar 8. Fragmen andesit STA 8 (A) dansingkapan lempung bersisik (scaly clay)STA 8 pada Kali Muncar. ............ 14 Gambar 9. Singkapan rijang dan lava basalt Kali Muncar. ............15 DAFTAR TABEL Tabel 1. Jadwal Kegiatan Fieldtrip Petrografi 2016......................... 2 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kegiatan fieldtrip dilakukan sebagai pembelajaran dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep geologi yang didapatkan pada saat perkuliahan dan praktikum. Bagi seorang geologist, lapangan merupakan tempat pembelajaran yang baik untuk mengetahui kondisi nyata dari teori-teori yang telah didapatkan. Mahasiswa dapat mengidentifikasi langsung aspek-aspek geologi pada suatu stasiun pengamtan, dan identifikasi lanjutan melalui sayatan batuan dari lokasi tersebut. I.2 Tujuan Tujuan diadakannya kegiatan fieldtrip yaitu: a. Mahasiswa dapat memahami pendeksripsian stasiun pengamtan meliputi orientasi medan, deskripsi singkapan, morfologi, litologi, struktur geologi, potensi geologi, pengambilan sampel, dan sketsa b. Mahasiswa dapat memahami pendeskripsian sayatan batuan yang diambil sampelnya dari suatu stasiun pengamatan c. Mahasiswa dapat memahami kondisi dan sejarah geologi pada suatu daerah I.3 Lokasi Lokasi fieldtrip berada di Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, dengan lokasi stasiun pengamatan sebagai berikut: 1. STA 1 LP 1 dan LP 2 Konglomerat, berada di Desa Karangsambung 2. STA 2 Batugamping Nummulites, berada di Desa Karangsambung 3. STA 3 Diabas Gunung Parang, berada di Parangan, Desa Karangsambung 4. STA 4 Lava Basalt Kali Mandala, berada di Parangan, Desa Karangsambung 5. STA 5 Marmer Totogan, berada di Desa Totogan 6. STA 6 Serpentinit Pucangan, berada di Desa Pucangan 7. STA 7 Sekis Mika Kali Brengkok, berada di Desa Sadang Kulon 8. STA 8 Scaly Clay, berada di Kali Muncar, berada di Desa Pucangan 1 9. STA 9 Rijang, Lava Basalt, dan Eklogit Kali Muncar, berada di Desa Pucangan I.4 Peralatan a. Peralatan Kelompok: 1. GPS (Global Positioning System) 2. Peta Topografi Daerah Karangsambung 3. Palu Batuan Beku dan Palu Batuan Sedimen 4. Plastik Sampel Besar 5. Kompas Geologi 6. Loupe 7. Komparator Butir 8. Kamera Digital 9. Trash Bag b. Peralatan Individu: 1. Larutan HCL 0,1 M 2. Buku Catatan Lapangan 3. Kertas HVS 4. Alat Tulis Lengkap 5. Clipboard dan Transparansi 6. Jas Hujan atau Payung 7. Panduan Fieldtrip 8. Pakaian, Tas,Topi, &Sepatu Lapangan 9. Peralatan Pribadi untuk 2 hari I.5 Rincian Waktu Fieldtrip No Tabel 1. Jadwal Kegiatan Fieldtrip Petrografi 2017 Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Berkumpul di HM Persiapan Perjalanan menuju Karangsambung Kuliah Geologi Regional Karang Sambung Istirahat & Tidur Sholat Shubuh, Mandi, Sarapan Persiapan ke lapangan Perjalanan ke STA 1 STA 1 Singkapan Konglomerat Perjalanan ke STA 2 STA 2 Singkapan Batugamping Perjalanan ke STA 3 12 STA 3 Sekis Mika Kali Brengkok 13 Perjalanan ke STA 4 dan STA 5 14 STA 4 Scaly Clay Kali Muncar dan STA 5 Rijang, Lava Basalt, Sekis Biru, dan Eklogit Kali Muncar 15 Ishoma 16 Perjalanan ke STA 6 17 STA 6 Serpentinit Pucangan 18 Perjalanan ke STA 7 19 STA 7 Diabas Gunung Parang 20 Perjalanan Pulang BAB II GEOLOGI REGIONAL KARANGSAMBUNG Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung berada di Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Batas wilayah sebelah utara daerah ini adalah wilayah Banjarnegara, sebelah timur berbatasan dengan wilayah Wadaslintang, sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Kebumen, dan di sebelah barat berbatasan dengan daerah Gombong. Secara geografis,koordinat daerah Karangsambung terletak pada07 o34’00” LS 07o36’30” LS dan 109o 37’00” BT - 109o 44’00” BT. Secara fisiografis, daerah Karangsambung termasuk kedalam Zona Pegunungan Serayu Selatan. II.1 Geomorfologi Regional Karangsambung Geomorfologi Karangsambung secara umum terbagi menjadi dua satuan yaitu: 1. Satuan perbukitan struktural (Kompleks Melange),merupakan perbukitan dengan struktur lipatan antiklin menunjam yang telah mengalami erosi sehingga terjadi pembalikan topografi (inversed topography), menghasilkan kenampakanamphitheater, yang berupa panggung pertunjukkan melingkar dan berundak. Disebabkan oleh adanya pencampuran persebaran litologi di wilayah tersebut. Kompleks Melange memiliki skala yang luas hingga membentuk deretan perbukitan di daerah tersebut dengan lereng yang terjal berkisar antara 20o- 70o danlembah yang dalam dengan aliran sungai. 2. Satuan dataran alluvial, dialiri oleh sungai utama pada daerah Karangsambung yaitu, Sungai Luk Ulo. Arah aliran Sungai Luk Ulo dari utara ke selatan, memotong perlipatan atau biasa disebut sungai anteseden, dengan stadia dewasa yang dicirikan oleh adanya kelokan sungai dan endapan teras. II.2 Stratigrafi Regional Karangsambung Stratigrafi regional Karangsambung menurut Asikin, dkk., (1992) dari batuan yang berumur paling tua hingga paling muda: Gambar 1. Kolom Stratigrafi Regional Karangsambung (Asikin, dkk., 1992) 1. Kompleks Melange Luk Ulo Kompleks Melange Luk Ulo tersusun oleh berbagai macam bongkah batuan beku, sedimen dan metamorf, diantaranya adalahgraywacke, sekis mika, filit, serpentinit, gabro, lava basalt dan rijang, yang tercampur dalam massa dasar berupa lempung hitam.Kompeks iniberumur Pra Tersier. 2. Formasi Karangsambung Formasi Karangsambungtersusun oleh batulempung berstruktur sisik (scaly clay) dengan bongkah batuan sedimen, diantaranya adalah batugamping Nummulites, konglomerat, batupasir, dan basalt. Pada Formasi Karangsambung, dapat dijumpai Fosil Globorotalia cerroazulensis dan Truncolotarloides topilenses serta Nummulites Javana, yang menunjukkanumur Eosen Tengah (45 JTL) sampai Eosen Akhir (36 JTL). Secara stratigrafi, hubungan Formasi Karangsambung dengan Kompleks Melange Luk Ulo adalah tidak selaras. 3. Formasi Totogan Formasi Totogan tersusun oleh breksi dengan komponen batulempung, batupasir, batugamping dan basalt, dengan massa dasar berupa lempung bersisik (scaly clay). Pada Formasi Totogan, dapat dijumpai fosil Globoquadrina praedehiscens dan Globigerina binaensis, yang menunjukkan umur Oligosen Bawah (36 JTL).Secara stratigrafi, hubungan Formasi Totogandengan Formasi Waturanda adalah selaras. 4. Formasi Waturanda Pada bagian bawah Formasi Waturanda tersusun oleh batupasir kasar. Semakin ke atas,litologi yang menyusun Formasi Waturanda berubah menjadi breksi dengan komponen andesit, basalt, dan massa dasar berupa batupasir dan tuf. Anggota Tuf Formasi Waturanda tersusun oleh perselingan tuf kaca (vitric tuff), kristal tuf (crystal tuff), batupasir gampingan, dan napal tuffan. Formasi Waturanda berumur Miosen Awal (23 JTL). 5. Formasi Penosogan Formasi Penosogan tersusun olehperselingan batupasir gampingan, batulempung, tuf, napal dan kalkarenit.Formasi Penosogan berumur Miosen Awal hingga Miosen Tengah.Secara stratigrafi, hubungan Formasi Penosogan dengan Formasi Waturanda adalah selaras. 6. Formasi Halang Formasi Halang tersusun oleh perselingan batupasir, batugamping, napal, dan tuf, dengan sisipan breksi. Breksi Formasi Halang tersusun oleh komponen andesit, basalt dan batugamping, serta massa dasar berupa batupasir tuffan kasar, sisipan batupasir dan lava basalt.Formasi Halang berumur Miosen Akhir hingga Pliosen. Secara stratigrafi,hubungan Formasi Halang dengan Formasi Penosogan adalah selaras. 7. Formasi Peniron Formasi Peniron tersusun oleh breksi aneka bahan, dengan komponen andesit, batulempung, batugamping, serta massa dasar berupa batupasir tufan dengan sisipan tuf.Formasi Peniron berumur Pliosen. Secara Stratigrafi,hubungan Formasi Peniron dengan Formasi Halang adalah selaras. 8. Batuan Gunungapi Sumbing Muda, Endapan Pantai, dan Aluvium Batuan Gunungapi Sumbing Muda tersusun oleh batupasir tuffan, tuf pasiran, breksi andesit. Endapan pantai tersusun oleh pasir lepas, sedangkan endapan aluvium tersusun oleh lempung, lanau, pasir, kerikil, dan kerakal.Batuan Gunungapi Sumbing muda,endapan pantai, dan aluvium berumur Pleistosen. II.3 Struktur Geologi Regional Karangsambung Pada daerah Karangsambung, struktur geologi yang dapat dijumpai berupa lipatan, sesar, dan kekar pada batuan berumur tersier awal hingga tersier akhir. Secara umum lipatan pada daerah Karangsambung memiliki arah barat-timur dan ada sebagian yang berarah timurlaut-baratdaya. Sesar yang dapat dijumpai pada daerah Karangsambung, berupa sesar naik, sesar geser sejajar jurus, dan sesar normal. Sesar yang dijumpai pada bagian barat dan timur merupakan sesar naik dengan arah relatif barat-timur, dengan bagian selatan relatif naik dan keduanya terpotong oleh sesar geser. Sesar geser sejajar jurus berarah baratlauttenggara, utara-selatan, timurlaut-baratdaya (Pola Meratus), dengan jenis sesar dekstral dan sinistral. Sesar geser sejajar jurus, memotong struktur lipatan yang terjadi segera sesudah terjadi perlipatan. Sesar turun berarah barat-timur dan relatif utara-selatan. Sesar turun yang memotong lipatan, terjadi hampir bersamaan dengan sesar geser sejajar jurus, kecuali sesar turun yang berarah relatif utara-selatan,yang terbentuk segera setelah terbentuk sesar turun yang memotong lipatan. Kekar dapat dijumpai pada batuan berumur tersier dengan arah yang tidak teratur. BAB III STASIUN PENGAMATAN III.1 STA 1 LP 1 Konglomerat Stasiun pengamatan 1 lokasi pengamatan 1 merupakan singkapan konglomerat, yang berada di selatan Kantor Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Pada lokasi tersebut dapat diamati morfologi perbukitan dan dataran banjir dari Sungai Luk Ulo. III.2 STA 1 LP 2 Konglomerat Stasiun pengamatan 1 lokasi pengamatan 2 merupakan singkapan konglomerat, yang berada di baratdaya STA 1 LP 1, Desa Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Pada lokasi tersebut dapat diamati morfologi perbukitan dan dataran banjir dari Sungai Luk Ulo. Gambar 2. Konglomerat STA 1 LP 1. (Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) A B Gambar 3. Konglomerat STA 1 LP 2 (A) (Foto Dokumentasi: Shinta, 2013) dan batugamping dengan fosil Nummulites STA 2 (B). (Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) III.3 STA 2 Batugamping Nummulites Stasiun pengamtan 2 merupakan singkapan batugamping yang berada di barat Gedung LIPI Karangsambung. Pada batugamping tersebut, dapat dijumpai fosil foraminifera besar yang berbentuk seperti uang logam dan melensa, yaitu fosil Nummulites dalam jumlah yang banyak. Namun singkapan batugamping Nummulites yang berada di Desa Karangsambung tersebut memiliki geometri yang kecil, dengan panjang 4 meter. III.4 STA 3 Diabas Gunung Parang Stasiun pengamatan 3 merupakan singkapan diabas, yang berada di Gunung Parang, Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Pada lokasi tersebut dapat diamati bentukan struktur kekar tiang (columnar joint) pada diabas, dengan lebar singkapan kira-kira 40 meter A B Gambar 4. Kekar tiang Gunung Parang STA 3(A) (Foto Dokumentasi: Shinta, 2013) dan diabas pada Gunung Parang STA 3 (B).(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) Gambar 5. Struktur lava bantal Kali Mandala STA 4.(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) III.5 STA 4 Lava Basalt Kali Mandala Stasiun pengamatan 4 merupakan singkapan lava basalt, yang berada di barat laut Gunung Parang, Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Pada lokasi tersebut dapat diamati bentukan struktur bantal (pillow) pada lava basalt di bagian tubuh Sungai Mandala. III.6 STA 5 Marmer Totogan Stasiun pengamatan 5 merupakan singkapan marmer, yang didominasi oleh marmer berwarna putih. Stasiun pengamatan 5 berada di Desa Totogan, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Stasiun pengamtan tersebut merupakan bekas penambangan marmer yang dilakukan oleh warga sekitar. Ketebalan marmer pada lokasi tersebutkira-kira 100 meter dengan lebar lokasi 150 meter. III.7 STA 6 Serpentinit Pucangan Stasiun pengamatan 6 merupakan singkapan serpentinit yang berada di Desa Pucangan. Pada stasiun pengamtan tersebut dapat diamati morfologi sekitar berupa perbukitan dan dataran. Serpentinit yang dapat dijumpai pada stasiun pengamtan tersebut, berwarna hijau kehitaman dengan panjang geometrisingkapan 20 meter. A . B Gambar 6. (A)Marmer Totogan STA 5 (Foto Dokumentasi LIPI Karangsambung) dan (B)serpentinit Pucangan STA 6.(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) III.8 STA 7 Sekis Mika Kali Brengkok Stasiun pengamatan 7 merupakan singkapan sekis mika, yang berada di Kali Brengkok, Desa Sadang Kulon. Pada lokasi tersebut dapat diamati sekis mika pada tubuh sungai dengan bidang foliasi dan struktur geologi lain. Singkapan sekis mika yang dapat dijumpai pada Kali Brengkok memiliki geometri yang cukup kecil dengan lebar sungai 5 meter. A B Gambar 7. Sekis mika STA 7 pada Kali Brengkok (A) (Foto Dokumentasi: Shinta, 2013) dan kenampakan bidang foliasi sekis mika STA 7.(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) III.9 STA 8Scaly Clay Kali Muncar Stasiun pengamatan 8 merupakan singkapan lempung bersisik (scaly clay), yang berada pada tebing Kali Muncar, Desa Pucangan. Litologi yang menyusun pada lokasi tersebut berupa batuan sedimen dengan fragmen andesit dan massa dasarberupa lempung bersisik (scaly clay). A B Gambar 8. Fragmen andesit STA 8 (A) dansingkapan lempung bersisik (scaly clay) STA 8 pada Kali Muncar.(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) III.10 STA 9 Rijang, Lava Basalt, dan Eklogit Kali Muncar Stasiun pengamatan 9 merupakan singkapan rijang pada bagian bawah dengan lava basalt pada bagian atas, dan eklogit yang berada di sebelah barat singkapan tersebut. Stasiun pengamatan 9 berada di Kali Muncar, Desa Pucangan. Pada lokasi tersebut dapat diamati adanya rijang yang memiliki kenampakan seperti layar, oleh warga sekitar disebut Watukelir, dan dapat diamati struktur bantal pada lava basalt diatas rijang. Gambar 9. Singkapan rijang dan lava basalt Kali Muncar.(Foto Dokumentasi: Riefky, 2013) DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1991, Symposium on The Dynamics of Subduction and ItsProducts Fieldtrip Guidebook, Indonesian Institute of Sciences Research and Development Center for Geotechnology, Bandung Asikin. S., Harsolumakso. A.H., Busono. H., Gafoer. S., 1992, Peta Geologi Lembar Kebumen, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional, 2001, Peta Rupa Bumi Digital Indonesia Lembar 1408-134 Karangsambung, Bakosurtanal, Cibinong Bemmelen. R.W.Van., 1949, The Geology Of Indonesia, Vol.IA, Government Printing Office, The Haque, Belanda Raharjo. P.D., Nur. A.M., Hidayat. E., 2011, Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Identifikasi Kerentanan Bencana Alam di Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung, Vol.21 No.1 April, Buletin Geologi Tata Lingkungan TUGAS    Tugas Pra Lapangan   Studi Regional Karangsambung    Tugas Lapangan   Orientasi medan, Plotting lokasi, Deskripsi singkapan, Deskripsi morfologi, Deskripsi Litologi, Pengukuran Struktur Geologi, Potensi Geologi, Pengambilan Sampel (kecuali STA Batugamping Nummulites, dan eklogit  kali muncar), Sketsa, Dokumentasi.    Tugas Pasca Lapangan    SayatanPetrografi  (kecuali STA Batugamping Nummulites) Laporan Resmi  PENGAMBILAN SAMPEL    Diusahakan tidak mengambil sampel pada tubuh singkapan.  Sampel diambil dari batuan yang sudah lepas-lepas, tetapi  diusahakan tidak lapuk karena akan dibuat sayatan petrografi.  Sampel diambil secukupnya.  PEMBUATAN SAYATAN BATUAN Sampel batuan yang akan dibuat sayatan yaitu:    STA 1 Fragmen dan Matriks Konglomerat               STA 3 Diabas  STA 4 Lava Basalt  STA 5 Marmer  STA 6 Serpentinit  STA 7 Sekis Mika  STA 8 Fragmen dan Matriks Scaly Clay STA 9 Rijang, Lava Basalt,dan Eklo

Judul: Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Departemen Teknik Geologi Panduan Fieldtrip Petrografi

Oleh: Rio Bagas

Ikuti kami