Pengertian Pengantar Ilmu Hukum

Oleh Vica Natalia

102,9 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Pengertian Pengantar Ilmu Hukum

1 BAHAN AJAR PENGERTIAN PENGANTAR ILMU HUKUM UNIVERSITAS TRIBUANA TUNGGADEWI FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI 2019 2 BAB I. PENGERTIAN PENGANTAR ILMU HUKUM TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Pada akhir pokok bahasan ini mahasiswa mampu memahami pengertian, fungsi, kedudukan, pengantar ilmu hukum dan ilmu hukum, serta menyadari arti pentingnya Pengantar Ilmu Hukum bagi mahasiswa studi Ilmu Komunikasi. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Pada akhir pokok bahasan ini mahasiswa mampu : 1. mendefinisikan Ilmu Hukum 2. menjelaskam pengertian Pengantar Ilmu Hukum sebagai jelas obyek Ilmu Hukum dan obyek Pengantar Ilmu Hukum. 3. menguraikan kedudukan dan fungsi Pengantar Ilmu Hukum sebagai dasar untuk mempelajari Ilmu Hukum 4. mendefinisikan arti dan tujuan hukum 5. berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar. PETUNJUK BAGI MAHASISWA 1. Materi yang dibicarakan dalam pokok bahasan ini adalah :  pengertian tentang pengantar ilmu hukum  kedudukan dan fungsi pengantar ilmu hukum  cabang cabang ilmu hukum  arti dan tujuan hukum  pendapat pakar hukum  ciri ciri hukum 2. pelajari lebih dahulu tujuan instruksional pokok bahasan, sehingga anda tahu persis apa yang diharapkan oleh dosen di akhir kuliah pokok bahasan ini. 3. pelajari sebelum dikuliahkan di kelas, agar anda siap mengikuti kuliah pokok bahasan ini dan dapat berpartisipasi aktif dalam tanya jawab maupun diskusi interaktif . A. PENGERTIAN DARI SEGI PENGANTAR PIH (Pengantar ilmu Hukum) terdiri dari kata pengantar dan ilmu hukum. yang dimaksud dengan pengantar adalah berasal dari kata mengantar yang artinya membawa ketempat yang dituju. Dalam Bahasa Asing diartikan “inleiding” dalam bahasa Belanda dan Introduction dalam bahasa Inggris yang berarti memperkenalkan. Dalam mata kuliah ini yang diperkenalkan adalah Ilmu Hukum. bertitik tolak dari kata Pengantar inilah maka PIH merupakan basis leervak / mata kuliah dasar yang tidak boleh ditinggalkan oleh mereka yang ingin mempelajari masalah hukum serta cabang cabang nya. 3 B. PENGERTIAN DARI SEGI ILMU HUKUM Ilmu hukum adalah ilmu pengetahuan yang obyeknya hukum. Dengan demikian maka ilmu hukum akan mempelajari semua seluk beluk mengenai hukum, contohnya :         asal mula hukum, wujud hukum asas – asas hukum sistem hukum macam pembagian hukum sumber – sumber hukum perkembangan hukum fungsi dan kedudukan hukum. sebagai suatu gejala atau fenomena kehidupan manusia dimanapun di dunia ini dari masa kapanpun. Maka hukum dilihat nya sebagai fenomena universal atau dengan kata lain ilmu hukum berkaitan erat dengan sejarah. Seseorang yang berkeinginan mempelajari hukum secara mendalam, perlu memperlajari hukum dari lahir, tumbuh dan berkembangnya hukum hingga dari masa ke masa. Hukum sebagai fenomena yang universal, maka pengertian tentang hukum tergantung dari sudut pandang dari mana hukum tersebut dilihat. Di bawah ini ada beberapa sudut pandang tentang konsepkonsep hukum yang dapat dikemukan sebagai berikut: 1. Hukum adalah asas-asas kebenaran dan keadilan yang bersifat kodrati. 2. Hukum adalah norma-norma positif di dalam sistem perundang-undangan hukum nasional. 3. Hukum adalah apa yang diputuskan oleh hakim secara in concreto, dan tersistematisasi sebagai judge-made law. 4. Hukum adalah Pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan, eksis sebagai variabel sosial yang empirik. 5. Hukum adalah manifestasi makna-makna simbolik dari para pelaku sosial sebagai sesuatu yang tampak dalam interaksi antar mereka. Berdasarkan perbedaan sudut pandang dari mana konsep-konsep hukum itu dilihat, maka terjadilah perbedaan definisi atau pengertian atau konsep-konsep tentang hukum itu. Akibat dari perbedaan sudut pandang tersebut, timbul paradigma-paradigma tentang konsep-konsep hukum yang kita hadapi sebagai suatu fenomena sosial yang akan kita pelajari. C. CABANG CABANG ILMU HUKUM Disamping hal tersebut diatas, beberapa penulis memberikan pandangan yang berbeda-beda mengenai cabang – cabang dari Ilmu Hukum, antara lain sebagai berikut :  J. van Apeldoorn, berpendapat bahwa bagian ilmu hukum terdiri dari : - sosiologi hukum sejarah hukum 4 - perbandingan hukum.  W.L.G Lemaire berpendapat bahwa bagian ilmu hukum terdiri dari : Ilmu hukum positif (Rechspositivisme). - sosiologi hukum (Rechssociologie). - Perbandingan Hukum (Rechsvergelijking) - Sejarah Hukum (Rechsgeschiedenis)  J.B.H Lie Oen Hock, SH berpendapat bahwa ilmu hukum terdiri dari : - Ilmu Hukum positif - Sosiologi Hukum - Sejarah Hukum - Perbandingan Hukum - Ilmu hukum dogmatic atau Ilmu hukum Sistematis. D. ARTI DAN TUJUAN HUKUM - MANUSIA DAN MASYARAKAT Manusia sebagai mahluk sosial yang menurut kodrati alam, manusia selalu hidup bersama dan memiliki hasrat untuk berkelompok dan bergaul dengan manusia lain. sekurang kurangnya hidup bersama tersebut terdiri dari suami istri ataupun ibu dan bayinya. Aristoteles (384 -322 SM) adalah seorang ahli fikir dari Yunani kuno yang menyatakan bahwa manusia itu adalah ZOON POLITICOON, yang artinya adalah bahwa manusia sebagai mahluk sosial . Hasrat untuk hidup bersama memang telah menjadi pembawaan manusia, yang merupakan keharusan badaniah untuk melangsungkan hidupnya. Hidup bersama sebagai perhubungan antara individu berbeda beda tingkatan. Persatuan manusia yang timbul dari kodrati yang sama itu disebut dengan MASYARAKAT. jadi masyarakat itu terbentuk apabila ada dua orang atau lebih yang hidup bersama, sehingga terjalin hubungan atau pertalian yang mengakibatkan bahwa yang seorang dan yang lain sudah saling kenal mengenal dan saling mempengaruhi. - GOLONGAN GOLONGAN DALAM MASYARAKAT Dalam masyarakat terdapat berbagai golongan ,semua itu bisa terjadi disebabkan karena beberapa faktor antara lain : karena persamaan rasa, persamaan kesukaan, ketertarikan dengan orang lain yang tertentu, memiliki hubungan kerja, memiliki hubungan masa lalu yang sama, memiliki persamaan daerah tempat tinggal, hubungan kekerabatan dll. sifat golongan dalam masyarakat itu bermacam macam dan tergantungpada dasar dan tujuan hubungan orang orang didalam golongan itu. pada umumnya ada 3 macam golongan yang besar, yaitu 1. golongan yang berdasarkan perkumpulan keluarga kekeluargaan / kekerabatan, contohnya adalah 5 2. golongan yang berdasarkan hubungan kepentingan/pekerjaan, contohnya adalah koperasi, perkumpulan sosial. 3. golongan yang berdasarkan hubungan tujuan/pandangan hidup /ideologi, contohnya adalah partai politik. dalam golongan seringkali tumbuh semangat yang khusus, berbeda dari semangat golongan lain. Semangat golonga itu bisa menjadi berbahaya jika golongan itu merasa lebih penting, lebih tinggi, paling benar dari golongan yang lain. Sehingga untuk persatuan bangsa harus selalu diutamakan pembinaan semangat persatuan bangsa yang memiliki tujuan untuk kepentingan bersama. Inilah yang menjadi tugas setiap pemimpin golongan. Negara yang merupakan organisasi masyarakat yang memiliki kekuasaan tertinggi, memiliki kewajiban untuk mengatur agar keamanan tiap tiap golongan terjamin dan ada perlindungan atas kepentingan tiap orang , agar tercapai kebahagiaan yang merata dalam masyarakat. Tidak hanya satu golongan saja. - BENTUK MASYARAKAT macam macam bentuk masyarakat : 1. berdasarkan hubungan yang diciptakan oleh para anggotanya.  masyarakat paguyuban (gemeinschaft) contohnya : rumah tangga, perkumpulan kematian  masyarakat patembayan (gesselschaft), apabila hubungan yang bersifat tidak pribadi dan bertujuan untuk mendapatkan profit / kebendaan. contohnya : firma, Perseroan Komanditer, Perseroan terbatas 2. berdasarkan sifat pembentukkannya  masyarakat yang teratur oleh karena disengaja diatur untuk maksud tertentu. contohnya : perkumpulan olah raga  masyarakat yang teratur tapi tidak dengan sendirinya, oleh karena orang – orang yang bersangkutan mempunyai kepentingan bersama, contohnya : para penonton pertandingan tinju, para penonton bioskop.  masyarakat yang tidak teratur. contohnya : para pembaca surat kabar. 3. berdasarkan hubungan kekeluargaan. contohnya : rumah tangga, sanak saudara, suku, bangsa 4. berdasarkan peri kehidupan – kebudayaan  masyarakat primitive dan modern  masyarakat desa dan masyarakat kota  masyarakat territorial yang anggota nya bertempat tinggal dalam satu daerah  masyarakat geneologis yang anggota nya memiliki pertalian darah.  masyarakat territorial geneologis yang anggotanya bertempat tinggal dalam satu daerah dan mereka yang memiliki keturunan darah. 6 E. PENDAPAT PARA PAKAR TENTANG HUKUM. Hampir semua para pakar memberikan pendapat tentang hukum berlainan. setidaknya untuk sebagian dapat diterangkan oleh banyaknya segi dan bentuk, serta kebesaran hukum. Hukum memiliki banyak segi, dan begitu luas tak terbatas sehingga tidak mungkin manusia dapat menyatukannya dalam satu rumus. Prof Sudiman Kartohadiprodjo, SH menulis tentang hukum dalam bukunya yang berjudul Pengantar tata Hukum di Indonesia (1956) yaitu ….jikalau kita menanyakan apakah yang dinamakan hukum, maka kita akan menjumpai tidak adanya persesuaian pendapat… sebagai gambaran Prof Sudiman Kartohadiprodjo, memberikan contoh tentang definisi hukum dari pakar hukum yang berbeda, antara lain : - Prof Mr. E.M Meyers dalam bukunya yang berjudul “de algemene begrippen van het burgelijk rechts : Hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan yang menjadi pedoman bagi penguasa negara dalam melakukan tugasnya - Leon Duguit : Hukum ialah aturan aturan laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbukna reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu. - Immanuel kant : Hukum ialah keseluruhan syarat syarat yang dengan kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan. - Prof. DR. P. Borst : Hukum ialah merupakan peraturan atau norma yaitu petunjuk atau pedoman hidup yang wajib ditaati oleh seluruh umat manusia. Dengan demikian hukum bukanlah kebiasaan. Hukum diadakan dengan tujuan menimbulkan tata atau damai atau yang lebih dalam lagi adalah keadilan didalam masyarakat memiliki bagian yang sama (cuum cioquo tribuere) - Prof. DR. Van Kant : hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia didalam masyarakat. Kesimpulan hukum dari para ahli dari 4 unsur : 1. Hukum bersifat memaksa dan ditaati. 2. Peraturan dibuat dari yang berwenang. 3. Hukum memerintahkan dan melarang. 4. Mengatur tata tertib masyarakat. Hukum adalah : Peraturan atau norma, petunjuk atau pedoman hidup yang wajib ditaati oleh manusia. Norma hukum diadakan guna ditujukan pada kelakuan atau perbuatan manusia dalam masyarakat dengan demikian pengertian hukum adalah pengertian sosial. Pelaksanaan hukum dapat dipaksakan ( hukum mempunyai sanksi bagi yang melanggarnya). Adapun sanksi dari pelanggaran tersebut adalah : Denda, Ganti Rugi, Sosial, Penjara. 7 F. CIRI CIRI HUKUM untuk mengenal hukum lebih jauh, kita harus dapat mengenal ciri ciri hukum, yaitu : 1. adanya perintah dan / larangan 2. perintah dan / larangan itu harus ditaati oleh semua orang. 3. Hukum bersifat memaksa dan mengikat 4. Mengatur tingkah laku manusia 5. Dibuat oleh lembaga yang berwenang 6. Hukum bersifat melindungi 7. Hukum memiliki sangsi setiap orang wajib bertindak sedemikian rupa dalam masyarakat, sehingga tata tertib dalam masyarakat itu tetap terpelihara dengan baik. Oleh karenanya hukum meliputi berbagai peraturan yang mengatur dan menentukan perhubungan orang yang satu dengan orang yang lain, yaitu dinamakan peraturan hidup kemasyarakatan yang disebut kaedah hukum. Barang siapa yang melanggar kaedah hukum maka akan dikenakan sanksi yang berupa hukuman. --------------- VN --------------

Judul: Pengertian Pengantar Ilmu Hukum

Oleh: Vica Natalia


Ikuti kami