Teknik Transplantasi Terumbu Karang.docx

Oleh Mutia Lagan

164,6 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teknik Transplantasi Terumbu Karang.docx

Tehnik Transplantasi Karang Tehnik transplantasi karang (Coral transplantation) adalah usaha mengembalikan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan, Transplantasi terumbu karang memiliki tujuan untuk pemulihan atau pembentukan terumbu karang alami. Adapapun alat dan bahan dalam pembuatan transplantasi karang yaitu: a. Peralatan SCUBA f. Sampel karang hidup b. Jangka sorong g. Wadah sampel (skala 0,01 cm) h. Label tahan air c. Peralatan ukur kualitas air i. Kawat baja d. Tang j. Pipa paralon karang induk) k. Substrat semen Alat dokumentasi bawah air l. Sarana transportasi laut e. (untuk memotong Tahapan dalam tehnik transplantasi karang seperti dijelaskan pada flowchart dibawah ini : 1. Pembuatan media persemaian transplantasi karang (nursery ground) Siapkan meja persemaian yang terbuat dari kerangka besi siku dan dicat anti karat. Letakkan jaring dengan mesh size 2 inchi. Buat adonan campuran dari pasir, semen, bubuk kapur dan kerikil berdiameter 0,5 – 1,0 cm. Adonan ini sebagai substrat transplantasi. Bentuk dari subsrat transplantasi karang disesuaikan dengan media persemaian yang digunakan. Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 1 Pada subsrat, bagian tepinya dibuat 4 lubang diarah yang beda untuk tempat mengikat subsrat pada media penempelan. Buatlah subsrat menjadi nursery ground sebanyak bibit karang. 2. Tehnik Transplantasi Karang Pilihlah sumber bibit/induk karang yang dalam kondisi baik. Koloni karang induk yang sehat dipotong-potong dengan tang sehingga menjadi fragmen – fragmen dengan ukuran 5 – 10 cm. Tempatkan koloni karang induk pada wadah yang berisi air laut segar. Kegiatan transplantasi sebaiknya dilakukan secepatnya. Fragmen – fragmen karang (bibit) hasil pemotongan segera ditempelkan pada subsrat buatan yang telah disiapkan. Fragmen – fragmen karang (bibit) hasil pemotongan segera ditempelkan pada subsrat buatan yang telah disiapkan. Transplantasi karang selesai, lalu masukkan meja persemaian kedalam laut dengan kedalaman 1 – 10 meter. Jangan lupa untuk melakukan pemeliharaan serta pemantauan. Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 2 Dari beberapa alternatif metode transplantasi karang yang ada, metode jaring substrat memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu: Lebih kokoh dan kuat, Cocok untuk obyek penelitian, Cocok untuk karang bercabang, Bernilai ekonomis dan efektif, Tahan lama dan ramah lingkungan. Media penyemaian yang terbuat dari semen Penyiapan lokasi rehabilitasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan peluang anakan karang untuk hidup dilokasi yang akan direhabilitasi menjadi lebih terjamin. Tahapan yang dilakukan adalah : 1) Mengurangi dan atau menghentikan penyebab rusaknya terumbu karang di lokasi tersebut. 2) Membersihkan sampah plastik, organik, dan material lain yang dapat mengganggu pertumbuhan karang. 3) Pilihlah lokasi pertumbuhan yang memiliki kualitas perairan yang baik agar pertumbuhan karang optimal. Substrat transplantasi karang adalah media untuk penempelan dan penumbuhan fragmen koloni karang. Pada prinsipnya karang dapat tumbuh pada jenis media atau substrat keras. Hal-hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan substrat transplantasi karang antara lain bahannya mudah didapat, murah, mudah dibentuk, tahan dalam air, dan mudah dalam pemeliharaan/penanganannya. Bentuk dari substrat transplantasi karang disesuaikan dengan media persemaian yang digunakan. Untuk persemaian menggunakan meja jaring atau meja anyaman besi, maka bentuk substrat transplantasi paling baik adalah mahkota bertangkai. Media berfungsi sebagai tempat penempelan bibit karang. Sumber induk atau bibit karang yang dijadikan karang donor dalam kegiatan transplantasi merupakan salah satu permasalahan paling krusial yang perlu diperhatikan. Pengambilan karang donor secara sembarangan dan tidak terkendali dialam untuk Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 3 kegiatan transplantasi justru akan menimbulkan dampak negatif yang tidak diharapkan. Pada prinsipnya hampir semua jenis karang batu (stony coral) dari ordo Scleractinia kecuali karang karang free living dapat ditransplantasikan. Akan tetapi ditinjau dari aspek konservasi, karang yang ditransplantaikan diprioritaskan pada jenis karang yang mempunyai laju pertumbuhan yag relatif cepat dan kelangsungan hidup tinggi serta secara tehnis mudah ditranplantasikan. Jenis-jenis karang yang memenuhi kriteria tersebut adalah karang dengan bentuk pertumbuhan bercabang (branching), karang sub masif, karang tabulate, karang foliose, dan karang digitate. Beberapa jenis karang yang layak ditransplantasikan untuk menunjang program konservasi terumbu karang antara lain dari genus: Acropora, Pocillpora, Caulestrea, Heliopora, Montipora, Hydnophora, Merulina, Pecinia, Seriatopora dan Stylophora. Penempelan fragmen karang (bibit) pada substrat buatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan bahan perekat atau dengan pengikat kawat tali. Jika menggunakan bahan perekat perlu ditambahkan bahan pengering pada bahan tersebut agar dalam 10-15 menit sudah bisa ditempatkan pada media persemaian untuk menghindari stress pada bibit kawat tali juga dapat digunakan untuk menempelkan bibit karang pada substrat buatan khususnya untuk transplantasi karang-karang yang bercabang. Karang transplantasi yang sedang disemaikan pada meja persemaian di dasar laut membutuhkan pemeliharaan yang intensif untuk menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang baik. Kegiatan pemeliharaan karang yang utama adalah pembersihan terhadap substrat transplantasi dan meja persemaian. Sedimen yang menempel pada substrat perlu secara rutin dibersihkan agar proses pembentukan basal karang pada substrat dapat berlangsung dengan baik. Pembersihan karang berumur dibawah 2 (dua) bulan dilakukan setiap 2 (dua) minggu sekali dan setelah berumur 2 (dua) bulan keatas dilakukan sebulan sekali. Kegiatan pemeliharaan lainnya adalah menata tegakan karang transplantasi jika terdapat karang yang terlepas dari kedudukannya pada meja persemaian yang disebabkan oleh pengaruh gelombang. Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 4 Pemeliharaan terumbu karang buatan tidak ada yang khusus, tetapi hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pemeliharaan pada karang transplanstasi juga melakukan pengecekan pada terumbu karang buatan terhadap kondisi posisi bangunan/terumbu yang dibuat apakah mengalami kerusakan akibat pengaruh alam atau manusia. Pemantauan terhadap karang yang ditransplantasikan meliputi pengukuran pertumbuhan dan perhitungan karang yang mati. Pengukuran pertumbuhan dilakukan setiap bulan sekali. Perhitungan kematian karang yang disemaikan dilakukan dengan cara mengumpulkan (menarik kembali) karang yang telah mengalami kematian. Tanda-tanda karang yang telah mengalami kematian antara lain seluruh koloni diselimuti alga, koloni berwarna pucat memutih atau berubah warna menjadi gelap jika sudah mengalami kematian yang cukup lama. Contoh Spesies Karang Lunak dan Karang Keras 1. Karang Lunak Klasifikasi Habitat : Reproduksi : Sebaran : 2. Karang Keras Klasifikasi Habitat : Reproduksi : Sebaran : Perbedaan Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 5 Contoh Salah Satu Program Pemerintah yang Berhubungan dengan Konservasi Terumbu Karang Salah satu program pemerintah mengenai konservasi terumbu karang yaitu program Indonesia Maritime Goes to Small Island yang diselenggarakan oleh Indonesia Maritime Institute (IMI). Cuplikan referensi Indonesia Maritime Institute (IMI) melalui program IMI Goes to Small Island bekerjasama dengan Program Bina Lingkungan PT. LEN Industri laksanakan Konservasi ekosistem terumbu karang dan mangrove di pulau terluar. Direktur Eksekutif IMI, Dr Y Paonganan mengatakan program ini adalah wujud kepedulian IMI dan LEN tentang pentingnya melestarikan eksosistem tersebut di pulau-pulau terluar. "Selain sebagai penyangga keberadaan sumberdaya hayati laut, ekosistem ini juga sangat penting dalam menjaga keberadaan pulau-pulau terluar sebagai beranda NKRI, tahun ini akan dilaksanakan di 10 pulau terluar" kata Y Paonganan kepada wartawan, Sabtu (9/3). Seperti diketahui bahwa ada 92 pulau terluar NKRI dan 31 diantaranya berpenduduk. Paonganan melanjutkan, kerentanan ekosistem terumbu karang dan mangrove tentu pada pulau yang berpenduduk karena ada aktivitas masyarakat disana yang memanfaatkan laut sebagai sumber mata pencaharian sebagai nelayan. "Terkadang kegiatan masyarakat disana dalam melakukan penangkapan ikan mengunakan cara yang tidak ramah lingkungan," bebernya. Melalui program ini, Ponganan berharap, selain bisa melaksanakan rehabilitasi ekositem tersebut ini juga bisa memberikan penyadaran masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut, karena akan menjaga keberlanjutan sumberdaya dan ikut mempertahankan keberadaan pulau terluar sebagai titik dasar penentuan batas Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 6 dengan negara tetangga. Dalam melaksanakan program ini, IMI dan LEN juga melibatkan beberapa universitas yang tergabung dalam Himitekindo (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia). "Program ini juga mendapat dukungan dari TNI AL. Dengan harapan semua komponen bangsa turut berperan aktif dalam menjaga keberadaan pulau terluar dan menjadikannya beranda depan Indonesia," tegasnya. Paonganan juga menyebutkan, Pada bagian akhir dari program tersebut, akan dibuat film semi scientific "Jurnal dari Pulau Terluar" untuk memberikan gambaran secara scientifik tentang keberadaan pulau terluar. "Film ini akan menggandeng salah satu stasiun TV swasta nasional agar bisa disaksikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia," tandasnya.[ian] Referensi Tarliansyah dkk. 2010. Petunjuk Teknis Pembuatan Terumbu Karang dan Transplantasi Terumbu Karang. 2010. Dinas Kelautan dan Perikanan : Balikpapan. Ian. 2013. IMI dan LEN Lakukan Konservasi Terumbu Karang di Pulau Terluar. http://www.rmol.co/read/2013/03/09/101600/IMI-dan-LEN-LakukanKonservasi-Terumbu-Karang-di-Pulau-Terluar- diakses pada tanggal 15 Maret 2013 pukul 20.30 WIB Tugas Mata Kuliah Konservasi Terumbu KarangPage 7

Judul: Teknik Transplantasi Terumbu Karang.docx

Oleh: Mutia Lagan


Ikuti kami