Ilmu Manajemen Suatu Organisasi

Oleh Azizah Hasna

129,2 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Manajemen Suatu Organisasi

"ILMU MANAJEMEN SUATU ORGANISASI BAIK BISNIS ATAU PERUSAHAAN" MAKALAH BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Apakah manajemen perlu? Mengapa? Apa sesungguhnya yang dikerjakan oleh seorang menajer? Adakah sejumlah karakter khusus dari manajemen? Sebelum memberi definisi manajemen dan membicarakan apa yang dikerjakan manajer perlu kita teliti keadaan sekitar, dimana para manajer melakukan aktivitas dan peranannya yang membedakannya dari yang bukan manajer. Manajer bekerja pada suatu organisasi. Kenyataannya menunjukkan bahwa dunia penuh dengan organisasi seperti: sekolah, kelompok gang, bank ditengah sudut kota atau perkumpulan basket. Berbagai organisasi tersebut. Berbagai organisasi tersebut berbeda dalam besar, struktur, sumber daya, personalia, tujuan-tujuan namun semuanya melakukan beberapa hal yang sama. Dan dalam makalah ini, kita akan membahas mengenai organisasi disuatu perusahaan yang berhubungan dengan manajemen ataupun manajer. Apa yang dikerjakan oleh seorang pengusaha dalam proses ini adalah menggunakan keahlian manajerialnya untuk memobilisasi tenaga kerja, modal dan materi untuk memproduksi barang atau jasa. Diantara sumber daya, kita ini menggangap manajemen sebagai paling penting. Banyak perusahaan yang memiliki modal yang cukup besar, material dan tenaga kerja namun gagal karena terjadi mismanajemen. Menjalankan sebuah perusahaan secara berhasil, hanya mungkin bila para manjer menggunakan sumber-sumber daya dengan cara sebaik mungkin. Oleh sebab itu sebelum kita menerapkan aplikasi manajemen ataupun manejer kita terlebih dahulu harus megetahui apa itu manajemen, fungsi-fungsinya dan peranannya. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian manajemen menurut para ahli Pengertian manajemen banyak sekali, masing-masing ahli manajemen mengeluarkan pendapat tentang pengertian manajemen. Namun demikian, secara garis besar biasanya pengertian manajemen terdiri dari tiga macam. Pengelompokkan itu berdasar pada titik penekanan para tokoh dalam membuat kesimpulan tentang teorinya mengenai pengertian manajemen yaitu : manajemen sebagai ilmu pengetahuan, manejemen sebagai seni, dan manajemen sebagai proses.  Manajemen sebagai ilmu pengetahuan Menurut Luther Gullick bahwa manajemen adalah sesuatu yang dapat dipelajari secara sistematis tentang mengapa dan bagaimana orang per orang itu bekerja sama dan mencapai suatu yang menjadi tujuan bersama.  Manajemen sebagai ilmu a.Lawrence Aplley Manajemen adalah seni mencapai tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. b.Parket Follet Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. c.Oey liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Manajemen sebagai suatu proses dan usaha a. George R Terry Manajemen sebagai suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasiaan, pergerakkan dan pengendalian melalui pemanfaatan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. b. James A.F Stoner Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasiaan, kepemimpinan, pengawasan, dan pengunaan sumber daya organisasi untuk tujuan yang telah ditetapkan. Dari beberapa pengertian manajaemen diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses pencapaian tujuan organisasi baik sumber daya manusia ataupun sumber daya yang lainnya melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dalam rangka mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan. B. Fungsi Manajemen Dalam melaksanakan manejemen diperlukan langkah-langkah, dan langkahlangkah yang merupakan komponen manajemen itu. Komponen-komponen itu sering disebut sebagai fungsi manajemem yang terdiri dari planning (perencanaan) , organizing (pengorganisaian) , directing (pengarahan) dan controlling (pengendalian).  Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang berguna untuk menetapkan tujuan perusahaan dan kemudian menetapkan berbagai bentuk rencana untuk pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Planning menetapkan tujuan dan menggambarkan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan masing-masing individu, departemen, dan unit organisasi sebagai keseluruhan. Planning sedikitnya berisi 3 hal sebagai berikut: 1. Penetapan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi, 2. Penetapan kualitas dan kuantitas personalia yang dibutuhkan 3. Pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan Setiap perusahaan pada umumnya memiliki beberapa kategori dan tujuan yaitu :  Tujuan jangka panjang Tujuan ini dibuat untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun. Kodak, misalnya menggunakan tujuan jangka panjang untuk meningkatakan pangsa pasar produk fim 35-mm sampai mendekati 10% selama 8 tahun ke depan.  Tujuan jangka menengah Tujuan ini dibentuk untuk periode 1 sampai dengan 5 tahun. Perusahaan biasanya menggunakan tujuan jenis ini untuk berbagai departemen yang ada didalamnya.  Tujuan jangka pendek Tujuan ini dibentuk untuk periode tertentu yaitu untuk jangka waktu 1 tahun dan diterapkan untuk berbagai departemen. Setelah adanya tujuan-tujuan tersebut, maka suatu organisasi akan membuat suatu perencanaaan untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana dapat dibagi ke dalam 3 level, yaitu :  Rencana Strategik Rencana ini berisi tentang pengalokasikan sumberdaya, prioritas perusahaan dan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan strategik. Rencana ini biasanya disusun oleh dewan direksi dan manajemen puncak.  Rencana taktis Rencana ini lebih pendek dibandingkan rencana strategik dan digunakan untuk mengimplementasikan aspek tertentu yang merupakan bagian dari rencana strategik perusahaan. Perencanaan ini melibatkan pihak manajemen menengah dan manajemen tingkat bawah.  Rencana operasional Rencana inu disusun oleh manajer menengah dan manajemen level bawah dan ditujukan untuk memenuhi tujuan jangka pendek ( harian, mingguan, dan bulanan).  Pengorganisasian (organizing) Organisasi adalah kumpulan-kumpulan orang-orang yang bekerja sama karena adanya tujuan sedangkan pengorganisasian dapat diartikan sebagi proses menyatukan orang-orang untuk bekerja sama dan membagi tugas dalam mencapai tujuan bersama. Organisasi disusun agar dapat merealisasikan tujuan. Caranya dengan membaginya atas bagian-bagian atau masing-masing unit saling berkaitan satu sama lain namun tugas dan wewenang serta tanggung jawabmasing-masing berbeda satu sama lain.  Pengarahan ( Directing ) Pengarahan atau pergerakkan ini berupa kegiatan menggerakan orang-orang untuk mencapai tujuan dengan strategi yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan organisas yang telah dibentuk. Dan ini mengacu pada kepemimpinan, membangun iklim kerja yang sehat dan dinamis dan menyediakan kesempatan untuk munculnya motivasi kerja. Dan itu semua tidak lepas dari interaksi dan komunikasi yang terbuka Contohnya : Seorang manajer harus mengkomunikasikan harapan perusahaaan tentang kinerja tertentu, mau mendengarkan keluhan bawahan, merespon keinginan bawahan, dan memberikan masukan gerhadap kinerja mereka. Dengan demikian maka pekerjaaan disuatu perusahaan akan berjalan dengan baik.  Pengendalian ( Controlling ) Setelah sesuatu direncanakan, dipersiapkan dan dilaksanakan maka pengendalian perl dilakukan. Pengawasan diperlukan agar pelaksaan tidak salah dan sesuai dengan yang direncanakan. Menurut Henry Fayol pengendalian adalah tindakan meneliti apakah semuanya telah berjalan sesuai dengan rencana ataukah belum. Dengan kata lain adatiga tahap proses pengendalian yaitu : tahap menetapkan standard atau target, tahap mengukur pelaksanaaan aktual dengan membandingkannya dengan rencana dan tahap akhir mengadakan tindakan perbaikan bila pelaksanaan tidak sesuai dengan apa yang telah dirumuskan pada perencanaan. Dalam manajemen, hal-hal yang menjadi objek pokok pengendalian antara lain : efektivitas dan efisiensi waktu bekerja, pengawasan terhadap kualitas produk antara lain penggunaan keuangan, dan kontrol penggunaan fasilitas. C. Tingkatan-tingkatan yang ada di dalam manajemen Salah satu karakteristik yang penting dari badan usaha atau sebuah organisasi adalah manajemen yang baik. Jika suatu badan usaha dikelola dengan baik dapat meningkatkan kinerja badan usaha dan akan meningkatkan nilai badan usaha bagi para pemegang saham. Pengelolaan suatu badan usaha pada umumnya dilakukan oleh para manajer. Manajer ialah orang yang memimpin karyawan untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi dari para manajer bervariasi menurut tingkatan setiap di perusahaan. Dalam hal ini, jenjang atau tingkatan manajemen pada badan usaha besar biasanya terdapat tiga tingkatan manajemen, yaitu : a. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management) Manajemen tingkat puncak merupakan tingkatan tertinggi dalam manajemen. Biasanya yang menduduki manajemen ini adalah direktur utama, presiden direktur, atau wakil direktur, dan sebagainya. Jika di dalam kelas, maka yang menjadi manajemen tingkat puncak adalah ketua dan wakil ketua. Tugas manajemen tingkat puncak adalah membuat rencana jangka panjang, menetapkan tujuan dan misi organisasi, serta strategi yang digunakan. Manajemen puncak juga harus dapat mengembangkan semua rencana yang telah dibuat dan mengadakan hubungan dengan pihak luar. b . Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management) Posisi manajemen tingkat menengah berada di bawah manajemen puncak. Tugas manajemen menengah adalah mengalihkan rencana, misi, dan tujuan yang dibuat oleh manajemen puncak ke dalam program yang lebih spesifik. Biasanya yang termasuk manajemen menengah adalah manajer, kepala devisi, kepala cabang, dan sebagainya. c. Manajemen Tingkat Pertama (First Line Management atau Supervisory) Manajemen tingkat pertama merupakan tingkatan yang paling rendah. Manajemen tingkat pertama dapat juga disebut supervisor. Tugas dari manajemen ini adalah membawahi langsung pekerja dan bertanggung jawab atas tugas mereka. Mereka juga yang selalu memberikan motivasi pada karyawan dan menetapkan prestasi yang layak diterima karyawan. Manajemen tingkat pertama terdiri atas supervisi, ketua kelompok, dan sebagainya. D. Peran manajemen dalam suatu organisasi Penelitian Mintzberg (dalam Ariffin,2004) menyimpulkan bahwa manajer memainkan 10 peran yang berbeda, yang terbagi dalam 3 kategori dasar, yaitu : 1.Interpersonal Roles 2.Informational Roles 3.Decisional Role - Peran Decisional Memerlukan manajer untuk merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya. Ada empat peran spesifik yang decisional. Peran pengusaha memerlukan manajer untuk menetapkan sumber daya untuk mengembangkan barang yang inovatif dan jasa, atau untuk mengembangkan bisnis. Sebagian besar peran ini akan diselenggarakan oleh manajer tingkat atas, meskipun manajer menengah dapat diberikan beberapa kemampuan untuk membuat keputusan tersebut. Penangang gangguan mengoreksi masalah tak terduga yang dihadapi organisasi dari lingkungan internal atau eksternal. Manajer di semua tingkatan dapat mengambil peran ini. Misalnya, pertama-line manajer dapat memperbaiki masalah menghentikan jalur perakitan atau manajer tingkat menengah mungkin mencoba untuk mengatasi setelah terjadinya perampokan toko. Top manajer lebih mungkin untuk menghadapi krisis besar, seperti membutuhkan penarikan produk cacat. Peran decisional ketiga, yaitu pengalokasi sumber daya, menentukan yang melibatkan unit kerja yang akan mendapatkan sumber daya. Top manajer cenderung membuat besar, keputusan anggaran secara keseluruhan, sementara manager menengah dapat membuat alokasi yang lebih spesifik. Dalam beberapa organisasi, manajer pengawas bertanggung jawab untuk menentukan alokasi untuk menaikkan gaji karyawan. Akhirnya, negosiator bekerja dengan orang lain, seperti pemasok, distributor, atau serikat buruh, untuk mencapai kesepakatan mengenai produk dan jasa. Pertama-tingkat manajer dapat bernegosiasi dengan karyawan tentang isu-isu kenaikan gaji atau jam lembur, atau mereka dapat bekerja dengan manajer pengawasan lainnya bila diperlukan sumber daya harus dibagi. manajer Tengah juga bernegosiasi dengan manajer lain dan cenderung untuk bekerja untuk mengamankan harga yang diinginkan dari pemasok dan distributor. Top manajer bernegosiasi tentang isu-isu yang lebih besar, seperti kontrak kerja, atau bahkan merger dan akuisisi perusahaan lain. -Peran Interpersonal Peran interpersonal memerlukan manajer untuk mengarahkan dan mengawasi karyawan dan organisasi. boneka ini biasanya seorang manajer menengah atas. manajer ini dapat berkomunikasi tujuan organisasi masa depan atau panduan etika bagi karyawan dengan pertemuan perusahaan. Seorang pemimpin bertindak sebagai contoh bagi karyawan lainnya untuk mengikuti, memberikan perintah dan arahan kepada bawahan, membuat keputusan, dan memobilisasi dukungan karyawan. Manajer harus menjadi pemimpin di semua tingkat organisasi; sering rendah tingkat manajer melihat ke manajemen puncak untuk contoh kepemimpinan. Dalam peran penghubung, palungan harus mengkoordinasikan pekerjaan orang lain di unit kerja yang berbeda, membangun aliansi antara lain, dan bekerja sumber daya untuk berbagi. Peran ini sangat penting bagi manajer menengah, yang sering harus bersaing dengan manajer lain untuk sumber daya yang penting, namun harus menjaga hubungan yang sukses bekerja dengan mereka untuk jangka waktu yang lama. -Peran information Informational peran adalah mereka di mana para manajer mendapatkan dan mengirimkan informasi. Peran ini telah berubah secara dramatis sebagai teknologi telah meningkat. Monitor mengevaluasi kinerja orang lain dan mengambil tindakan korektif untuk meningkatkan kinerja itu. Monitor juga mengawasi perubahan lingkungan dan di dalam perusahaan yang dapat mempengaruhi kinerja individu dan organisasi. Pemantauan terjadi pada semua tingkat manajemen, meskipun manajer di tingkat yang lebih tinggi organisasi lebih mungkin untuk memantau ancaman eksternal terhadap lingkungan dibandingkan tengah atau manajer lini pertama. Peran penyebar mensyaratkan bahwa manajer memberitahu karyawan perubahan yang mempengaruhi mereka dan organisasi. Mereka juga mengkomunikasikan visi dan tujuan perusahaan. Manajer di setiap tingkat menyebarkan informasi kepada orang-orang di bawah mereka, dan banyak informasi ini menetes alam dari atas ke bawah. Akhirnya, juru bicara berkomunikasi dengan lingkungan eksternal, dari iklan perusahaan barang dan jasa, untuk menginformasikan masyarakat tentang arah organisasi. Juru bicara untuk pengumuman besar, seperti perubahan arah strategis, kemungkinan untuk menjadi seorang manajer top. Tapi, lain, informasi lebih rutin dapat diberikan oleh manajer pada semua tingkat perusahaan. Misalnya, seorang manajer menengah dapat memberikan press release ke koran lokal, atau manajer supervisor dapat memberikan presentasi pada pertemuan komunitas. E. Teori-teori manajemen Umumnya teori manajemen dapat dikelompokkan kepada lima kelompok, yakni : A. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah : 1. Pentingnya peran manajer 2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja 3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan 4. Iklim kondusif Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja. A.1. Robert Owen (1771 - 1858) Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk. A.2. Charles Babbage (1792 - 1871) Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya. A.3. Frederick W. Taylor : Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian t tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial. A.4. Hennry L. Gantt (1861 - 1919) : Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu : 1. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan. 2. Mengenal metode seleksi yang tepat. 3. Sistem bonus dan instruksi. Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja. A.5. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 - 1924 dan 1878 - 1972) : Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan. A.6. Herrrington Emerson (1853 - 1931) : Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan : 1. Tujuan jelas 2. Kegiatan logis 3. Staf memadai 4. Disiplin kerja 5. Balas jasa yang adil 6. Laporan terpecaya 7. Urutan instruksi 8. Standar kegiatan 9. Kondisi standar 10. Operasi standar 11. Instruksi standar 12. Balas jasa insentif B. Teori Organisasi Klasik B.1. Fayol (1841 - 1925) : Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas : 1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya. 2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk. 3. Financial ; kegiatan pembelanjaan. 4. Security ; kegiatan menjaga keamanan. 5. Accountancy ; kegiatan akuntansi 6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas : - Planning ; kegiatan perencanaan<> - Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan - Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian - Commanding ; kegiatan pengarahann - Controlling ; kegiatan penngawasaan Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah : - Pembagian kerja - Asas wewenang dan tanggungjawab - Disiplin - Kesatuan perintah - Kesatuan arah - Asas kepentingan umum - Pemberian janji yang wajar - Pemusatan wewenang - Rantai berkala - Asas keteraturan - Asas keadilan - Kestabilan masa jabatan - Inisiatif - Asas kesatuan B.2. James D. Mooney : Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah : a. Koordinasi b. Prinsip skala c. Prinsip fungsional d. Prinsip staf C. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 - 1950) Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi. D. Teori Behavioral Science : D.1. Abraham maslow Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. D.2. Douglas Mc Gregor Dengan teori X dan teori Y. D.3. Frederich Herzberg Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor. D.4. Robert Blake dan Jane Mouton Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial. D.5. Rensis Likert Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat D.6. Fred Fiedler Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan D.7. Chris Argyris Memandang organisasi sebagai sistem / antar hubungan Budaya D.8. Edgar Schein Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi. Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi. E. Teori Aliran Kuantitatif Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah 2. Menyusun model aritmatik 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengkaji model dan hasil model 5. Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Mengadakan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebagai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen. BAB 3 PENUTUP Kesimpulan : Manajemen secara umum digambarkan sebagai pengelolaan sebuah perkumpulan atau organisasi agar mampu mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi atau perkumpulan tersebut.Misalnya dalam ekonomi tujuan perusahaan kebanyakan adalah profit oriented yaitu memperoleh keuntungan sehingga mampu mempertahankam keberlangsungan kegiatan usahanya.Dan manajemen harus ada, karena dengan adanya manajemen akan terwujudnya tujuan yg hendak dicapai (organisais maupun pribadi), Mengembangkan antar tujuan yg berbeda dan Mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pencapaian tujuan. DAFTAR PUSTAKA 1. http://hyrra.wordpress.com/2011/01/07/tingkatan-dalam-manajemen/ 2. http://malaboston.blogspot.com/2010_10_01_archive.html 3. Anwar, Khairul (2009), Ekonomi Bilingual, Bandung : Yrama Widya. 4. Kismono, Gugup (2011), Bisnis Pengantar Edisi 2, Yogyakarta : BPFE. 5. Manullang.M (2002), Pengantar Bisnis, Anggota IKAPI: Gadjah Mada University Press.

Judul: Ilmu Manajemen Suatu Organisasi

Oleh: Azizah Hasna


Ikuti kami