Ilmu Dan Hubungannya Dengan Kebudayaan

Oleh Eko Putra46

107,6 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Dan Hubungannya Dengan Kebudayaan

Ilmu Dalam Hungungannya dengan kebudayaan Eko putra Univesitas muahammadiyah ponorogo Ekop00548@gmail.com Abstract Human beings the most perfect creation of God given sense which other creatures that do not have, that man has a mind. Then Humans also called anymal rational, because it has the ability to think. Based approach to Proficiency, Man called homo Lahuen. Those who use cultural approach called the Man as Homo Faber or tool making animal. Beings capable of making equipment. science is a knowledge that can be a special process called the scientific method. Culture means to learn something about human life, both personally and as a member of the community in conjunction with the natural surroundings. In essence, between science and culture are a guide, because in the context of cultural development is inseparable from the values at birth. Keywords: People, culture, science and cultural development Abstrak Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diberikan akal yang mana makhluk lain yang tidak punya, yakni makhluk yang memiliki akal budi. Lalu Manusia juga disebut animal rational, karena memiliki kemampuan barpikir. Berdasarkan pendekatan kemampuan berbahasa, Manusia dinamakan homo lahuen. Mereka yang mengunakan pendekatan kebudayaan menyebut Manusia sebagai homo faber atau tool making animal. Makhluk yang mampu membuat peralatan. ilumu adalah merupakan pengetahuan yang dapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode kelimuan. Kebudayaan berarti mempelajari sesuatu soal dari kehidupan manusia, baik seorang pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam hubungannya dengan alam sekitarnya. Pada hakekatnya antara ilmu dan kebudayaan terdapat suatu panduan, karena dalam rangka pembangunan kebudayaan tidak terlepas dari nilai-nilai yang dikandungnya. Keywords: Manusia dan kebudayaan, Ilmu dan pengembangan kebudayaan Pendahuluan Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena dimana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Sedangkan Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidupSelain itu manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan tertentu yang pada akhirnya menjadi budaya yang biasa mereka lakukan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia di dalam kehidupannya A. Manusia dan budaya 1. Manusia Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diberikan akal yang mana makhluk lain yang tidak punya. 1Sebagaimna yang dikutip jalaludin mengatakan ada sejumlah konsep yang mengacu kepada makna Manusia sebagai makhluk. Dilihat dari sudut pandang etika, Manusia disebut homo sapiens, yakni makhluk yang memiliki akal budi. Lalu Manusia juga disebut animal rational, karena memiliki kemampuan barpikir. Berdasarkan pendekatan kemampuan berbahasa, Manusia dinamakan homo lahuen. Mereka yang mengunakan pendekatan kebudayaan menyebut Manusia sebagai homo faber atau tool making animal. Makhluk yang mampu membuat peralatan. Selanjutnya Manusia lazim pula sisebut homo socius atau zoom politicon. Makhluk sosial yang mampu bekerja sama, serta mengorganisasi diri dalam untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya. Dalam al Quran suarat shaad ayat 71-72, menjelaskan bahwa Manusia diciptakan dari tanah, dan setelah sempurna kejadiannya, dihembuskan-nyalah kepadanya ruh ciptaan tuhan.2 Manusia dapat diartikan sebagai sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau suatu realitas, sebuah kelompok atau sesorng individu. Dalam hubungannya dengan lingkungannya, ia merupakan suatu organisme hidup. Terbentuknya pribadi seseorng 1 2 Suyudi, Filsafat Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Condong Catur, 2014), Hlm. 24 Mahdud dkk, Filsafat Pendidikan Islam, (Surabaya: Kopertais IV Press; 2015) hlm.23-24 dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orng besal dari suatu lingkungan.3 2. Kebudayaan Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia. Secara umum bahwa kebudayaan merupakan unsur penting dalam proses pembangunan suatu bangsa.4 Manusia dan kebudayaan merupakan dau hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi.Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi).Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi).Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya dan lain sebagainya. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tungal, maksdunya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan-peraturan kemasyarakatan.Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia setelah peraturan itu terjadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepaa peraturan yang dibuatnya sendiri itu.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. B. Ilmu dan pengembangan kebudayaan 3 4 Taliziduhu Ndaha, budaya organisani, (Jakarta: PT. Rinika Cipta, 1997)hlm. 11 Mawardi, Hidayat Nur, IAD,ISD,IBD, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007) hlm. 136 Berbicara masalah ilmu dan kebudayaan tidak lepas dari sumber ilmu dan kebudayaan tersebut, Yaitu akal.maka penulis akan menjelaskan terlebih dahulu tentang hakikat akal. Secara bahasa kata akal memiliki banyak arti, anatara lain “sesuatu menjadi tetap”. Secara epistimologi ilumu adalah merupakan pengetahuan yang dapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode kelimuan5. Menurut Suriasumantri (2009) Ilmu adalah bagian dari pengetahuan dan pengetahuan adalah penyusun kebudayaan. Kebudayaan nasional merupakan wujud aspirasi dan cita-cita suatu bangsa yang diwujudkan dengan kehidupan bernegara. Ilmu dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dilepaskan dan saling memberikan pengaruh satu sama lain. Di dalam pengembangan kebudayaan nasional ilmu beerperan dalam dua hal: a. Ilmu sebagai sumber nilai pendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan nasional. b. Ilmu sebagai sumber nilai pengisi pembentukan watak suatu bangsa Kebudayaan adalah hasil karya cipta (pengolahan, pengerahan dan penghargaan terhadap alam) oleh manusia dengan kekuatan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, imajinasi, dan fakultas-fakulta ruhaniah lainnya) dan raganya, yang menyatakan dalam berbagai kehidupan ruhaniah ataupun kehidupan lahiriah manusia, sebagai jawaban atas segala tantangan, tentuan dan dorongan dari intra diri manusia dan ekstra diri manusia, menuju arah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan (spiritual dan material) manusia, baik “individu” maupun “masyarakat”. Kebudayaan berarti mempelajari sesuatu soal dari kehidupan manusia, baik seorang pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam hubungannya dengan alam sekitarnya. Karena kebudayaan adalah alam pikiran dan mengasah budi. Juga mempelajari seluruh segi kehidupan yang merupakan pernyataan dari cara berfikir dan cara merasa masyarakat dan dapat dipahami bahwa seluruh segi kehidupan diliputi oleh kebudayaan. Pada hakekatnya antara ilmu dan kebudayaan terdapat suatu panduan, karena dalam rangka pembangunan kebudayaan tidak terlepas dari nilai-nilai yang dikandungnya. Dalam hal ini, ilmu berarti suatu cara berfikir yang menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa 5 Suriasumatri, jujun, Ilmu Dalam Perspektif , (Jakarta: Plaju No, 10, 2006)hlm. 9 pengetahuan, karena ilmu adalah produk berfikir menurut sistematika tertentu yang secara umum disebut berfikir ilmiah. Kesimpulan Manusia sebagai makhluk. Dilihat dari sudut pandang etika, Manusia disebut homo sapiens, yakni makhluk yang memiliki akal budi, Manusia dapat diartikan sebagai sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau suatu realitas, sebuah kelompok atau sesorng individu. Dalam hubungannya dengan lingkungannya, ia merupakan suatu organisme hidup. Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ilmu adalah bagian dari pengetahuan dan pengetahuan adalah penyusun kebudayaan. Kebudayaan nasional merupakan wujud aspirasi dan cita-cita suatu bangsa yang diwujudkan dengan kehidupan bernegara. Rujukan Mahdud dkk, Filsafat Pendidikan Islam, Surabaya: Kopertais IV Press; 2015 Ndaha Taliziduhu, budaya organisani, Jakarta: PT. Rinika Cipta, 1997 Mawardi, Nur Hidayat, IAD,ISD,IBD, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2007 Suyudi, Filsafat Pendidikan Islam, Yogyakarta: Condong Catur, 2014, Jujun, Suriasumatri, Ilmu Dalam Perspektif , Jakarta: Plaju No, 10, 2006

Judul: Ilmu Dan Hubungannya Dengan Kebudayaan

Oleh: Eko Putra46


Ikuti kami