Urgensi Ilmu Sebelum Berkata

Oleh Yuni Handayani

220,6 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Urgensi Ilmu Sebelum Berkata

URGENSI ILMU SEBELUM BERKATA & BERAMAL َّ ‫ِإ‬ ُ ‫ست َْغ ِف ُر ْه َونَ ُع‬ ُ ‫ن‬ ْ ‫هلل ِم‬ ْ َ‫س َت ِع ْي ُن ُه َون‬ ْ َ‫حم َُد ُه َون‬ ْ َ‫م َد هَّلِل ِ ن‬ ْ ‫ح‬ ِ ‫وذ بِا‬ َ ‫ن ْال‬ ‫سنَا‬ ِ ‫ش ُر ْو ِر َأ ْن ُف‬ ْ ‫َن ُي‬ َّ ‫ض‬ ْ ِ‫ضل‬ ْ ‫ل لَ ُه َوم‬ ْ ‫ م‬،‫س ِي َّئ اتِ َأ ْعمَالِنَا‬ ْ ‫َو ِم‬ َ َ ‫ل َفال‬ َ‫ها ِدي‬ َ ‫ن‬ ِ ‫َن ي َْه ِد ِه هللاُ َفال َ ُم‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ َّ ‫ش َه ُد‬ َّ ‫ح‬ ُ ‫شه‬ ْ ‫ك لَ ُه َو‬ ْ ‫َد ْن ال َ ِإلَ َه ِإال َّ هللاُ و‬ ْ ‫ َو‬.‫لَ ُه‬ َ ‫ن ُم‬ َ ‫ش ِر ْي‬ َ َ ‫َح َد ُه ال‬ ‫م ًدا َع ْب ُد ُه‬ ُ ‫َو َر‬ .‫س ْو ُل ُه‬ َّ ‫هللا ح‬ َّ ‫م ْو ُت‬ َ ‫م ْو‬ ُ ِ‫سل‬ ُ َ‫ه َوال َ ت‬ ْ ‫م ُّم‬ ْ ‫ن ِإال َّ َوَأن ُت‬ .‫ن‬ ‫يَا َأيُّهاَ الَّ ِذ ْينَ ءَا َم ُنوا اتَّ ُقوا‬ ِ ِ‫َق ُت َقات‬ َ ُ ‫اس اتَّ ُق ْوا َربَّ ُك‬ ُ ‫يَا َأيُّهَا ال َّن‬ ْ ‫م ِ ّم‬ ْ ‫خلَ َق ُك‬ ْ ‫م الَّ ِذ‬ َ َ‫خل‬ َ ‫ح َد ٍة َو‬ َ ‫ي‬ ‫ق ِم ْنهَا‬ ِ ‫س وَا‬ ٍ ‫ن نَ ْف‬ َّ ‫جهَا َوب‬ َ ‫سآء َُل ْو‬ ْ ‫هللا الَّ ِذ‬ َ َ‫ي ت‬ َ ِ‫َث ِم ْن ُهمَا ِرجَاال ً َكثِ ْيرًا َون‬ َ ‫َز ْو‬ ‫ه‬ ‫سآ ًء وَاتَّ ُقوا‬ ِ ِ‫ن ب‬ َ َّ ‫م ِإ‬ َ ‫هللا َك‬ ْ ‫ان َعلَ ْي ُك‬ َ ‫و َْاَأل ْرحَا‬ .‫م َرقِ ْيبًا‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ص ِل‬ ْ ‫م َأ ْعمَالَ ُك‬ ْ ‫ح لَ ُك‬ ْ ‫ ُي‬.‫س ِد ْي ًدا‬ َ ً ‫هللا و َُق ْو ُل ْوا َق ْوال‬ ‫م‬ ‫يَا َأيُّهَا الَّ ِذ ْينَ ءَا َم ُنوا اتَّ ُقوا‬ َ ُ ‫هللا َو َر‬ ْ ‫م َوم‬ ْ ‫م ُذ ُن ْوب َُك‬ ْ ‫َوي َْغ ِف ْر لَ ُك‬ ً ‫ظ ْي‬ .‫ما‬ ِ ‫س ْولَ ُه َف َق ْد َفا َز َف ْو ًزا َع‬ ِ ‫َن ُي‬ َ ِ‫طع‬ َّ ‫َأ َّما ب َْع ُد؛ َفِإ‬ َ ‫صد‬ َّ ‫ح‬ ُ ‫ه ْد‬ ُ ‫ث كِت‬ ْ ‫ن َأ‬ َ ِ‫خ ْي َر ْاله َْدي‬ َ ‫ َو‬،‫هللا‬ َ ‫ي ُم‬ َ ‫َق ْال‬ ‫م ٍد‬ ِ ‫ح ِدي‬ َ ‫َاب‬ ‫م و َّ ُأل‬ ٌ ‫ة بِ ْد َع‬ َّ ‫ة و َُك‬ َّ ‫حدَثَا ُتهَا و َُك‬ ْ ‫ل ُم‬ ْ ‫ور ُم‬ َ َّ‫َسل‬ َ ‫ه و‬ ‫ل‬ ِ ‫هللا َعلَ ْي‬ ٍ َ‫حدَث‬ ِ ‫َش َر ا ُم‬ ٌ َ‫ضالَل‬ َّ ‫ة و َُك‬ َ ‫ل‬ َ .‫ار‬ ٍ َ‫ضالَل‬ ِ ‫ة فِي ال َّن‬ َّ ‫ح‬ َّ ‫اَللَّ ُه‬ ْ ‫م بِِإ‬ ْ ‫َن تَبِ َع ُه‬ ْ ‫ه َوم‬ ْ ‫ه َوص‬ ِّ ‫ص‬ َ ‫م ٍد و‬ َ ‫ح‬ َ ‫ل َعلَى ُم‬ َ ‫م‬ ‫ن ِإلَى يَ ْو ِم‬ ِ ِ‫َحب‬ ِ ِ‫َعلَى آل‬ ٍ ‫سا‬ ِّ ‫ال‬ .‫ن‬ ِ ‫د ْي‬ ‫صَلَّى‬ ‫ة‬ ٍ ‫بِ ْد َع‬ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah… Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah, karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya, hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. Syahadatpun harus selalu kita benahi, biar lebih mendekati makna yang hakiki. Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul, ujung tombak pembawa pelita kehidupan. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi, umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga, mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa, hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya. Jamaah Jum’at yang berbahagia! Di saat dunia terlihat gelap dimata orang yang berilmu bisa mendapatkan pelita yang menerangi sekitarnya disaat jalan yang dilalui sulit dan terjal. Maka orang yang berilmu bisa 1 mendapatkan petunjuk untuk melewatinya. disaat ahli ibadah menghabiskan waktu sepanjang malam untuk mencari pahala dari amalannya. Maka orang yang beriman bisa mendapatkan pahala sekian lebih banyak hanya dengan memikirkan ciptaan Allah dan apa yang ada disekitarya. Dan bukankah ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu berbalik menjadi dosa atau amalan yang tertolak sia-sia tanpa makna. Demikianlah peran ilmu tersebut yang mempunyai pengaruh besar dalam perjalanan hidup seorang muslim. Baik ketika dia berhubungan dengan Sang pencipta alam ini begitu pula hubungannya dengan sesama manusia serta makhluk lain yang ada di bumi Allah ini. Sungguh hanya merupakan mimpi belaka ketika seseorang berangan-angan untuk mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat apalagi sampai bercita-cita untuk masuk syurga sementara disisi lain hidupnya bergelimang dengan lumpur kebodohan. Hidupnya dicemari kesombongan dan selalu merasa cukup dengan kapasitas pengetahuan syarinya. Hidupnya dihinggapi rasa malas untuk mengetahui persoalan-persoalan penting dalam agamanya sehingga dia pun hanyut dan terus tenggelam dalam kejahilan dan kehinaan Benarlah Firman Allah Ta’ala َّ ‫ما يَ َت َذ‬ ُ ‫ك ُر ُأ‬ َ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ‫م‬ ُ َ‫ين اَل يَ ْعل‬ ُ َ‫ين يَ ْعل‬ ْ َ‫ل ي‬ ْ ‫ه‬ ْ ‫ُق‬ َ َّ‫ون ِإن‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ذ‬ ‫ولو‬ ِ َّ‫ون َوال‬ ِ َّ‫وي ال‬ ِ ‫س َت‬ )9(ِ‫اَأْل ْلبَاب‬ Artinya : Katakanlah : Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” Sesungguhnya orang yang berfikirlah yang dapat menerima pelajaran Imam Bukhari seorang ulama Hadist yang cukup dikenal nama beliau sejak zamannya sampai hari ini. Sengaja menuliskan satu bab khusus dalam kitab shahihnya yang beliau namakan” Bab Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal” ini menunjukkan bahwa para pendahulu kita sejak Rasulullah  Para sahabat-sahabat beliau juga para Tabi’in dan Atbauttabin serta ulama-ulama terdahulu dan masa kini begitu sangat antusias terhadap ilmu. Simaklah Nabi kita yang telah berjuang dengan segenap apa yang beliau miliki demi terwujudnya cita-cita kerasulan beliau yaitu menegakkan kalimat tauhid dengan metode yang bijaksana dan lemah lembut sehingga bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat yang semuanya itu dibangun diatas ilmu. Firman Allah yang artinya: Artinya : Katakanlah “ inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada Allah dengan Hujjah (Bashirah) yang nyata, Maha Suci Allah, dan tiada termasuk orang musyrik. (QS. Yusuf: 108) Kata”Al-Bashirah dan Al-Hujjah” menurut para ulama Ahlus-Sunnah waljamaah maknanya adalah “ilmu” dan lebih khusus lagi ilmu syarii yang sesuai dengan apa yang dibawa oleh 2 Rasulullah  menurut bimbingan wahyu dari Allah  serta berdasarkan pemahaman para generasi terbaik dari ummat ini yaitu. Para sahabat, Tabi’in dan Tabittabi’in berkata Nabi  Artinya : Sebaik-baik masa itu adalah masaku, kemudian yang sesudahnya, kemudian sesudahnya. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dipertegas wajibnya menuntut ilmu untuk setiap muslim. Dalam sebuah syair… Ilmu itu membangun rumah yng tidak ada “dan kebodohan itu menghancurkan rumah kemuliaan dan keagungan Keutamaan-keutamaan ilmu Didalam Ash-Shahihaini di sebutkan dari hadist Muawiyah bin Abi Sufyan, dia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah  Bersabda. Artinya: Barang siapa yang Allah mendahului suatu kebaikan pada dirinya maha dia memberinya pengetahuan dalam masalah agamanya” Kelebihan orang yang berilmu atas ahli Ibadah sama dengan kelebihanku atas orang yang paling hina diantara kalian .” Setelah itu beliau  bersabda : “Sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya, penghuni langit dan bumi termasuk pula semut didalam liangnya termasuk pula ikan paus, benar” Bershalawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (Diriwayatkan At-timndzy) Dalam Hadist lain disebutkan: Ilmu itu membangun rumah yng tidak ada “dan kebodohan itu menghancurkan rumah kemuliaan dan keagungan . Dalam Hadist lain disebutkan: “Kelebihan orang yang berilmu atas ahli Ibadah adalah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang gemilang. Sesungguhnya orang yang berilmu itu adalah para pewaris Nabi-nabi. Mereka (Nabi-nabi) itu tidak mewariskan dinar dan dirham. Tetapi hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu itu, berarti dia telah mengambil bagian yang sempurna. Dari Shafwan bin Assal Radiyallahu Anhu, bahwa Nabi  Bersabda: “Sesungguhnya para malaikat benar”meletakkan sayapnya kepada orang-orang yang mencari ilmu, karena Ridha terhadap apa yang dicarinya (HR. Imam Ahmad & Ibnu Majah) Menurut Al- khathhaby meletakkan sayap disini ada tiga pengertian : 1. Bisa berarti membentangan sayap-sayapnya. 3 2. Bisa berarti merendahkan dan merindukkannya karena hendak menyampaikan hormat kepada orang yang mencari ilmu. 3. Malaikat itu sendiri turun kemajelis ilmu menunggui dan terbang dari sana Dari Abu Huraerah Dia berkata “Rasulullah  Bersabda yang artinya: “Barang siapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya kesyurga (HR-Muslim) Tentang keutamaan mengajarkan ilmu, telah disebutkn di dalam As-shhihain, dari Sahl bin Sa’d radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah  bersabda kepada Ali bin Abi Thalib  “Lebih baik bagi dirimu Allah memberikan petunjuk kepada satu orang laki-laki lewat dirimu dari pada engkau memiliki timar yang paling bagus”. Dari Ibnu Musa AlAsy’ari, dia berkata “Rasulullah  bersabda , “Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dari ilmu yang diutus Allah dengannya, seperti hujan turun dibumi. Sebagian diantaranya ada yang berupa tanah yang bagus mengisap air, lalu menumbuhkan rerumputan yang banyak . Diantara bumi itu ada pula yang berupa tanah gundul yang bisa menahan air. Allah memberikan maaf dengannya kepada m kepada mereka, sehingga mereka bisa minum mengairi dan menenam. Sebagian hujan itu ada pula yang jatuh kebagian yang lain, yang hanya berupa lembah tidak dapat menahan air. dan juga tidak dapat menumbuhkan rumput yang demikianlh perumpamaan orang-orang yang memahami agma Allah dan memberikn manfaat kepadanya seperti yang karenanya diutus. Lalu dia mengetahui dan mengajarka, begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau mengangkat kepalanya kepada yang demikian ini dan tidak menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus (HR- Bukhari & Muslim). Bahaya Berkata Tanpa Ilmu Berkata Rasulullah “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu pengetahuan dengan begitu saja dari orang yang dimilikinya tetapi Allah mencabut ilmu dengan matinya orang-orang yang pandai, sehingga bila tidak aa lagi orang yang pandai maka orang akan mengangkat orang-orang yang bodoh untuk menjadi pemimpin sehingga mereka dilanya maka mereka menjawabnya tidak dengan ilmu sehingga merekla sesat dan menyesatkan (HR-BUKHARI MUSLIM). Alllah berfirman dalam surat Al- Isra: 4 “dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati semua akan diminta pertanggung jawabnya.” Demikianlah, bahwa dengan masih hidupnya para ulama-ulama kita adalah merupakan Anugerah yang agung bagi kita semua, sehingga kosekwensi kita terhadap ini semua adalah bagaimana mensyukurinya . Dengan mengarahkan semua potensi yang kita punyai untuk mempelajari agama kita yang mulia ini. kalau bukan sekarang kapan lagi? kalau bukan kita siapa lagi? tentunya kita semua tidak mau hidup dan merasa legah dengan kebodohan yang akan menyesatkan kita dari jalan Allah yang benar. Al-hasan rahimakumullah pernah berkata “Andaikata tidak ada orang-orang yang berilmu, tentu manusia tidak berbeda dengan binatang.” Semoga Allah  memasukkan kita semua dalam golongan orang-orang yang mengetahui urgensinya ilmu dan bersegera untuk menggapainya Amin. ْ َ‫هللا ن‬ ً ‫ع ْل‬ َ ‫ما نَافِ ًعا و َِر ْز ًقا طَ ِي ّبًا و‬ ‫ َوصَلَّى‬،ً‫َعمَال ً ُم َت َقبَّال‬ ِ ‫سَأ ُل ُه َأ ْن يَ ْر ُز َقنَا‬ َ ‫َو‬ ‫َأ‬ َّ ‫ح‬ ْ ‫ه‬ ْ ‫ه َوص‬ َ ‫م ٍد و‬ َ ‫ج‬ َ ‫هللاُ َعلَى نَ ِب ِي ّ ًنا ُم‬ .َ‫م ِع ْين‬ ِ ‫َح ِب‬ ِ ِ‫َعلَى آل‬ Khutbah kedua َّ ‫ِإ‬ ُ ‫س َت ْغ ِف ُر ْه َونَ ُع‬ ُ ‫ن‬ ْ ‫هلل ِم‬ ْ َ‫س َت ِع ْي ُن ُه َون‬ ْ َ‫حم َُد ُه َون‬ ْ َ‫م َد هَّلِل ِ ن‬ ْ ‫ح‬ ِ ‫وذ بِا‬ َ ‫ن ْال‬ ‫ش ُر ْو ِر‬ َّ ‫ض‬ ْ ‫ل لَ ُه َوم‬ ْ ‫ م‬،‫س ْيَئ اتِ َأ ْعمَالِنَا‬ ْ ‫سنَا َو ِم‬ َ ‫ن‬ ‫َن‬ ِ ‫َن ي َْه ِد ِه هللاُ َفال َ ُم‬ ِ ‫َأ ْن ُف‬ ْ ‫ُي‬ ْ ‫ش َه ُد َأ ْن ال َ ِإلَ َه ِإال َّ هللاُ و‬ ْ ‫ َوَأ‬.‫ها ِديَ لَ ُه‬ ْ ‫ض ِل‬ َ َ ‫ل َفال‬ َ ‫ش ِر ْي‬ َ َ ‫َح َد ُه ال‬ ‫ك لَ ُه‬ َّ ‫ش َه ُد َأ‬ َّ ‫ح‬ ُ ‫م ًدا َع ْب ُد ُه َو َر‬ ْ َ‫م ت‬ ْ ‫َوَأ‬ ً ‫سلِ ْي‬ َ َّ‫َسل‬ َ ‫ه و‬ َ ‫ن ُم‬ .‫ما‬ ِ ‫س ْو ُل ُه صَلَّى هللاُ َعلَ ْي‬ ‫َأ َّما ب َْع ُد؛‬ َّ ‫ِإ‬ َ ‫هللا َو َمالَِئ‬ َ ‫ك َت ُه ُيصَل ُّ ْو‬ ‫ يَا َأيُّهاَ الَّ ِذ ْينَ ءَا َم ُن ْوا صَل ُّ ْوا‬،‫ي‬ ‫ن‬ َ ِ ّ ِ‫ن َعلَى ال َّنب‬ َّ ‫ح‬ َّ ‫ح‬ َّ ‫ اَللَّ ُه‬.‫ما‬ ُ ّ ‫َس ِل‬ ْ َ‫م ْوا ت‬ ً ‫س ِل ْي‬ ِّ ‫ص‬ َ ‫م ٍد و‬ َ ‫آل ُم‬ َ ‫ل َعلَى ُم‬ َ ‫م‬ َ ‫ه و‬ ‫م ٍد‬ ِ ‫َعلَى‬ ِ ‫َعلَ ْي‬ َ ‫َكمَا صَلَّ ْي‬ َ ‫ك‬ َ َّ‫ ِإن‬،َ‫ه ْيم‬ َ ‫ه ْي‬ .‫م ْي ٌد َمجِ ْي ٌد‬ ِ ‫ح‬ ِ ‫آل ِإ ْب َرا‬ ِ ‫م َو َعلَى‬ ِ ‫ت َعلَى ِإ ْب َرا‬ َّ ‫ح‬ َّ ‫ح‬ ْ ‫َار‬ َ ‫م ٍد َكمَا بَا َر ْك‬ َ ‫م ٍد و‬ َ ‫ه ْي‬ َ ‫آل ُم‬ َ ‫ك َعلَى ُم‬ ‫م‬ ِ ‫ت َعلَى ِإ ْب َرا‬ ِ ‫َعلَى‬ ِ ‫َوب‬ َ ‫و‬ َ ‫ك‬ َ َّ‫ ِإن‬،َ‫ه ْيم‬ .‫م ْي ٌد َمجِ ْي ٌد‬ ِ ‫ح‬ ِ ‫آل ِإ ْب َرا‬ ِ ‫َعلَى‬ ْ ‫م ْينَ و‬ ْ ‫م‬ َّ ‫اَللَّ ُه‬ ُ ‫َال‬ ُ ‫اغ ِف ْر لِ ْل‬ ْ ‫حيَا ِء ِم ْن ُه‬ ْ ‫ ْاَأل‬،‫ت‬ ْ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ َربَّنَا‬.‫ت‬ ِ ‫م و َْاَأل ْموَا‬ ِ ‫س ِلمَا‬ ِ ‫س ِل‬ ًّ ‫غال‬ ْ ْ ‫اغ ِف ْر لَنَا َوِإل‬ ْ ‫ج َع‬ ْ َ‫ن َوال َ ت‬ َ َ‫خوَانِنَا الَّ ِذ ْين‬ ِ ‫ي ُق ُل ْوبِنَا‬ ِ ‫سبَ ُق ْونَا بِ ْاِإل ْيمَا‬ ْ ِ‫ل ف‬ ٌ ‫ك َر ُء ْو‬ ْ ‫م‬ َّ ‫ اَللَّ ُه‬.‫م‬ ْ ‫افت‬ ٌ ‫ح ْي‬ َ َّ‫لِ ّلَّ ِذ ْينَ ءَا َم ُن ْوا َربَّنَا ِإن‬ ‫َح بَ ْي َننَا َوبَ ْينَ َق ْو ِم َّنا‬ ِ ‫ف َّر‬ ْ ِ‫ب‬ َّ ‫ اَللَّ ُه‬.َ‫ح ْين‬ ْ َ‫م ِإنَّا ن‬ ً ‫ع ْل‬ َ ‫ت‬ َ ‫ق وَاَ ْن‬ َ ‫سَأ ُل‬ َ ‫ال‬ ‫ما نَافِ ًعا و َِر ْز ًقا طَ ِي ّبًا‬ ِ ‫ك‬ ِ ِ‫خ ْي ُر ْال َفات‬ ِّ ‫ح‬ 5 ‫َو َعمَال ً ُم َت َقبَّال ً ‪َ .‬ربَّنَا آتِنَا فِي ُّ‬ ‫خ َر ِة ح َ‬ ‫الد ْنيَا ح َ‬ ‫َس َن ًة َوقِنَا‬ ‫َس َن ًة َوفِي اآل ِ‬ ‫ار‪.‬‬ ‫َع َذابَ ال َّن ِ‬ ‫ح َّ‬ ‫َن تَبِ َع ُه ْ‬ ‫ه َوم ْ‬ ‫ه َوص ْ‬ ‫َوصَلَّى هللاُ َعلَى نَبِيِ ّنَا ُم َ‬ ‫م‬ ‫َحبِ ِ‬ ‫م ٍد َو َعلَى آلِ ِ‬ ‫بِِإ ْ‬ ‫ان ِإلَى يِ ْو ِم ال ِّ‬ ‫ح َ‬ ‫ن‪.‬‬ ‫س ٍ‬ ‫د ْي ِ‬ ‫م بِ ْ‬ ‫هللا‪ِ ،‬إ َّ‬ ‫ل و َْاِإل ْ‬ ‫هللا يَْأ ُم ُر ُك ْ‬ ‫ِ‬ ‫ح َ‬ ‫ن َوِإيتَآِئ ِذي ْال ُق ْربَى‬ ‫ن‬ ‫عبَا َد‬ ‫سا ِ‬ ‫ال َع ْد ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َّ‬ ‫َّ‬ ‫َالبَ ْغي يَ ِع ُ‬ ‫نكر و ْ‬ ‫شآ ِء و ْ‬ ‫م تَ َذك ُر ْو َ‬ ‫َال ُ‬ ‫م لَ َعل ُك ْ‬ ‫ظ ُك ْ‬ ‫ن ْال َف ْ‬ ‫ح َ‬ ‫ن‪.‬‬ ‫ِ‬ ‫م َ ِ‬ ‫َويَ ْنهَى َع ِ‬ ‫َف ْ‬ ‫ظ ْي َ‬ ‫م‬ ‫اذ ُك ُروا‬ ‫هللا ْال َع ِ‬ ‫َ‬ ‫‪Maraji :‬‬ ‫)‪* Kitab Miftahu Daarussa’adah (Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah‬‬ ‫‪6‬‬

Judul: Urgensi Ilmu Sebelum Berkata

Oleh: Yuni Handayani

Ikuti kami