Tugas Ilmu Sosial Dasar

Oleh Faruk Hamdan

168,8 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Ilmu Sosial Dasar

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR TIDORE SEMESTER 2 OLEH: NAMA KELOMPOK II : FADHILLAH SADIK SEMESTER : 1 (SATU) UNIVERSITAS KHAIRUN FAKULTAS PERTANIAN PRODI ILMU TANAH 2020 BAB I Pendahuluan 1. Latar belakang faktor masalah Kota Tidore adalah salah satu kota di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 1.550,37 km²[2], yang menjadikannya kota terluas ketiga di Indonesia setelah Kota Palangka Raya dan Kota Dumai. Kota Tidore dipimpin oleh wali kota Captain Ali Ibrahim dan wakil wali kota Muhammad Senin (2016 - 2021). Tepat di Kecamatan Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, ibu kota provinsi Maluku Utara berada di Kota Sofifi. 2. Rumusan masalah Apa itu kota tidore kepulauan Tujuannya untuk mengetahui tentang tidore kepulauan BAB II Pembahasan Apa itu kota tidore kepulauan Kota Tidore adalah salah satu kota di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 1.550,37 km²[2], yang menjadikannya kota terluas ketiga di Indonesia setelah Kota Palangka Raya dan Kota Dumai. Kota Tidore dipimpin oleh wali kota Captain Ali Ibrahim dan wakil wali kota Muhammad Senin (2016 - 2021). Tepat di Kecamatan Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, ibu kota provinsi Maluku Utara berada di Kota Sofifi. Sejarah Kota ini sudah terkenal sejak zaman penjajahan dahulu karena cengkih dan pala. Bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Tidore adalah pelaut dari Spanyol yang sampai ke Tidore tahun 1512. Kota ini juga sempat menjadi ibu kota provinsi perjuangan Irian Barat. Gubernur pertamanya adalah Zainal Abidin Syah yang juga Sultan Tidore. Setelah Papua masuk ke wilayah Republik Indonesia, statusnya berubah menjadi ibu kota daerah administratif Halmahera tengah dengan ibu kota Soa Sio Tidore. Tahun 1990, status daerah administratif berubah menjadi kabupaten Halmahera Tengah. Pada tahun 2003, Tidore menjadi kota dengan nomenklaturnya Kota Tidore Kepulauan, dengan penjabat wali kota pertama adalah Drs. M. Nur Djauhari dan penjabat wali kota kedua adalah Drs. Mahmud Adrias. Kecamatan di Kota Tidore Kepulauan adalah:    Tidore Tidore Selatan Tidore Utara Pendidikan Sarana pendidikan di kota ini cukup lengkap, dengan dua perguruan tinggi yaitu Universitas Nuku dan STMIK Tidore Mandiri, Akbid Gatra Buana dan Universitas Bumi Hijrah di Sofifi. Pariwisata Artikel utama: Pariwisata di Kota Tidore Kepulauan Beberapa objek wisata yang ada di kota ini adalah pantai Ake Sahu, taman laut Pulau Maitara, museum Kesultanan Tidore Sonyine Malige, pantai Cobo, benteng Tahua dan tugu pendaratan "Sebastiano De Elaco" (pelaut dari Spanyol). Wisata Pulau Failonga. Untuk Wisata Spiritual Kelurahan Gurabunga menjadi tempat tujuan utama serta Beberapa Makam Aulia yang muncul dengan sendirinya yang disebut JERE. Makanan Khas Makanan khas kota ini yang tidak terdapat di daerah lain di Maluku Utara adalah lapis tidore, kue bilolo, kue kale-kale, kue abu, mam raha, tela gule, uge ake, dan popeda. Serta Kumpulan makanan adat yang dinamakan Ngam Saro. Transportasi Transportasi yang ada di kota ini adalah mikrolet, becak motor, ojek . Untuk ke kota ini, bisa di tempuh dari kota Ternate dengan feri dengan waktu tempuh 30 menit dan speedboat yang waktu tempuhnya tak sampai 10 menit dari Ternate. Di kota ini juga terletak Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara yang merupakan ibu kota defenitif provinsi Maluku Utara. Rencananya setelah infrastruktur pemerintahan dan fasilitas lainnya dibangun, aktivitas pemerintahan akan dipindahkan dari Ternate ke daerah ini. Sofifi berada di kecamatan Oba Utara pulau Halmahera. Untuk diketahui, wilayah Kota Tidore Kepulauan terdiri dari Kecamatan Tidore Utara, Kecamatan Tidore Selatan, Tidore Timur dan Kecamatan Tidore (terletak di pulau Tidore) dan Kecamatan Oba, Oba Tengah, Oba Selatan serta Kecamatan Oba Utara (terletak di pulau Halmahera). Tokoh Tidore Salah satu tokoh asal Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku yang juga telah diangkat sebagai pahlawan nasional. Nama tokoh ini juga diabadikan sebagai nama kapal perang KRI Nuku. Tokoh lainnya adalah Zainal Abidin Syah, gubernur pertama Papua Barat tahun 1950-an yang pada waktu itu beribu kota di Soa Sio Tidore. Kesultanan Tidore Kesultanan Tidore adalah kerajaan Islam yang berpusat di wilayah Kota Tidore, Maluku Utara, Indonesia sekarang. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat. Pada tahun 1521, Sultan Mansur dari Tidore menerima Spanyol sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan Kesultanan Ternate saingannya yang bersekutu dengan Portugal. Setelah mundurnya Spanyol dari wilayah tersebut pada tahun 1663 karena protes dari pihak Portugal sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Tordesillas 1494, Tidore menjadi salah satu kerajaan paling merdeka di wilayah Maluku. Terutama di bawah kepemimpinan Sultan Saifuddin (memerintah 1657-1689), Tidore berhasil menolak pengusaan VOC terhadap wilayahnya dan tetap menjadi daerah merdeka hingga akhir abad ke-18. BAB III Penutup Daftar pustaka https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tidore_Kepulauan https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Tidore

Judul: Tugas Ilmu Sosial Dasar

Oleh: Faruk Hamdan


Ikuti kami