Ilmu Negara Pertemuan 2

Oleh Indah Lestari

738 KB 7 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Ilmu Negara Pertemuan 2

: PERTEMUAN KE- 2 SEMESTER I PROGRAM STUDI ILMU HUKUM : HUBUNGAN ILMU NGR DGN ILMU KENEGARAAN LAIN O 1. HUBUNGAN ILMU NGR DGN ILMU KENEGARAAN LAIN 2. KEGUNAAN ILMU NEGARA : Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu Kenegaraan Lainnya : Suatu ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan ilmu pengetahuan lainnya. Tidak mungkin suatu ilmu pengetahuan berdiri sendiri tanpa berhubungan atau dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan lainnya. Ilmu Negara merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Sosial seperti halnya Politik, Hukum, Kebudayaan dll. Selain memiliki hubungan yang bersifat umum dengan ilmu pengetahuan lainnya, maka Ilmu Negara juga memiliki hubungan yang bersifat khusus dengan ilmu pengetahuan sosial tertentu yang memiliki obyek penelitian yang sama, yaitu negara. Dalam hal ini maka Ilmu Negara memiliki hubungan yang khusus dengan Ilmu Politik, Ilmu Hukum Tata Negara, Ilmu Perbandingan Hukum Tata Negara : Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu Kenegaraan Lainnya Munculnya Ilmu Negara sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri adalah berkat jasa George Jellinek dalam bukunya Algemeine Staatlehre. Dalam bukunya, yaitu ia membagi Ilmu Kenegaraan atas dua bagian, yaitu sebagai berikut: 1. Ilmu Negara dalam arti sempit (Staatwisenschaften) 2. Ilmu Pengetahuan Hukum (Rechtwissenschaften) : Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu Kenegaraan Lainnya Yg dimaksud oleh Jellinek dengan Rechtswissenschaften adalah hukum publik yang menyangkut soal kenegaraan: Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara Hukum Antara Negara Hal yang penting dalam pembagian Jellinek bagi ilmu negara adalah bagian yang pertama, yaitu ilmu kenegaraan dalam arti sempit. Ilmu Kenegaraan dalam arti sempit ini mempunyai 3 : 1. Beschreibende Staatswissenschaft. 2. Theoretische Staatswissenschaft. 3. Praktische Staatswissenschaft. FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 : Bgm dgn ILMU POLITIK ? Ilmu Politik itu adalah semacam sosiologi daripada negara. Oleh karena pendapatnya itu ia masih menganggap Ilmu Politik sebagai bagian dari ilmu sosiologi. Selanjutnya, dikatakan bahwa Ilmu Negara dan hukum tata negara menyelidiki kerangka yuridis daripada negara, sedangkan Ilmu Politik menyelidiki bagiannya yang ada di sekitar kerangka itu. Keduanya itu mempunyai objek penyelidikan yang sama yaitu negara, hanya bagiannya terletak dalam metode yang dipergunakan. Ilmu Negara mempergunakan metode yuridis, sedangkan Ilmu Politik mempergunakan metode sosio yuridis. FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 : Hubungan : Ilmu Negara, HTN, HAN dan Ilmu Politik  Ilmu Negara – HTN – HAN – Ilmu Politik:  Memiliki objek MATERIAL (Objek Kajian) yang sama = NEGARA  Objek FORMAL (cara pandang) yang berbeda, yaitu : -- Ilmu Negara memandang negara dari sifat dan pengertiannya yang abstrak. -- HTN dan HAN memandang negara dari sifat dan pengertiannya yang konkret. FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 : Hubungan : Ilmu Negara, HTN, HAN dan Ilmu Politik -- Objek HTN dan HAN adalah negara yang sudah terkait pada tempat, keadaan, dan waktu, negara tertentu. -- HTN dan HAN menyelidiki lebih lanjut mengenai susunan negara, alat-alat perlengkapannya, wewenang dan kewajibannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup serta obyek penyelidikan Ilmu Negara adalah negara dalam pengertian abstrak, terlepas dari waktu dan tempat, bukan suatu negara tertentu yang secara positif ada pada suatu waktu dan tempat tertentu. Ilmu Negara menyelidiki pengertian-pengertian pokok (grondbegrippen) dan sendi-sendi pokok (grondbeginselen) dari negara yang berlaku untuk dan terdapat pada setiap negara. FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 : HTN  -- HTN merupakan rangkaian peraturan hukum yang mendirikan badan-badan itu, dan yang membagi-bagi pekerjaan pemerintah kepada alat negara, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya  -- HTN berhubungan dgn organ-organ/alat-alat negara  -- HTN adalah peraturan mengenai de staat in rust (negara dalam keadaan statis). HAN adalah peraturan mengenai de staat in beweging (negara dalam keadaan bergerak) FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 Perbedaan Ilmu Negara dgn Hukum Tata Negara  Ilmu Negara  Obyek yang dipelajari :Negara secara umum, asalusul, unsur-unsur, timbul dan lenyapnya, tujuannya dan jenis-jenis atau bentuk negara secara umum.  Sifat : Teoritis/Abstrak  Ketentuan Umum Negara : Pelaksanaannya tidak diuraikan FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 Perbedaan Ilmu Negara dgn Hukum Tata Negara  Hukum Tata Negara  Obyek yang dipelajari :Negara tertentu, bagaimana pemerintahan dalam negara itu disusun dan dijalankan mulai dari pemerintah pusat hingga daerah dalam wilayah kekuasaannya  Sifat Praktis/ Nyata  Ketentuan Umum Negara : Pelaksanaannya diuraikan secara khusus FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 : HAN  -- HAN merupakan rangkaian ketentuan yang mengikat alat negara (tinggi dan rendah) pada waktu alat-alat negara itu mulai menjalankan tugasnya, sebagaimana telah ditetapkan dalam HTN. FAKULTAS HUKUM UPNV JAKARTA 2015 HUBUNGAN DAN MANFAAT ILMU NEGARA DENGAN ILMU LAINNYA  llmu Negara adalah ilmu yang mempelajari pengertianpengertian pokok dan sendi pokok negara pada umumnya. Kajiannya mencakup hal-hal yang sama atau serupa dalam negara-negara yang ada atau pernah ada, misalnya tentang terjadinya negara, lenyapnya negara, tujuan dan fungsi negara, perkembangan negara, bentuk negara dan sebagainya.  Ilmu Negara menekankan hal-hal yang bersifat umum dengan menganggap negara sebagai genus (bentuk umum) dan mengesampingkan sifat-sifat khusus dari negara-negara. HUBUNGAN DAN MANFAAT ILMU NEGARA DENGAN ILMU LAINNYA  Ilmu Negara tidak membahas bagaimana pelaksanaan hal-hal umum itu dalam suatu negara tertentu. Maka Ilmu Negara bernilai teoritis.  M. Solly Lubis, SH, dalam bukunya Ilmu Negara berpendapat bahwa Ilmu Negara mempelajari negara secara umum mengenai asal-usul, wujud, lenyapnya, perkembangan dan jenis-jenisnya. Obyek ilmu negara bersifat abstrak dan umum, tak terikat ruang, tempat, waktu dan bersifat universal. GUNA IN Maka Ilmu Negara berfungsi: Menyelidiki pengertian pokok dan sendi-sendi pokok negara dan Hukum Tata Negara; dan Merupakan ilmu dasar bagi Hukum Tata Negara Positif (HTN hic et nunc). Dengan kata lain, seorang yang akan mempelajari Hukum Tata Negara harus terlebih dulu memahami Ilmu Negara, karena Ilmu Negara memberikan dasar-dasar teoritis Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Negara merupakan realisasi dari teori-teori Ilmu Negara.

Judul: Ilmu Negara Pertemuan 2

Oleh: Indah Lestari


Ikuti kami