Makalah Ekonomi Kelompok

Oleh Kanda Novera

182,7 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ekonomi Kelompok

EKONOMI PENDIDIKAN ANALISIS COST BENEFIT DOSEN PENGAMPUH : Dra. REFNIDA, M.E DISUSUN OLEH : 1. DELFA (A1A117035) 2. ELFA SUCI MAHARANI (A1A17018) 3. ELVIYANTI RAHMADANI (A117027) 4. KRISMA YANTI (A1A117022) 5. MELLA ANGGRAINI (A1A117008) 6. NANDA WAHYU SAPUTRA (A1A117030) 7. REZKI PERTAMA PUTRA (A1A117026) 8. RIZKI MUTIARA AFRILIA (A1A117009) 9. SUKMA DWI JAYANTI (A1A117003) 10. ALIMATUSSYA’DIAH (A1A117028) KELAS : REGULER A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHIAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2018 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya-lah saya dapat menyelesaikan Makalah ini. Salawat dan salam tak lupa saya sampaikan kepada Rasulullah SAW. yang dengan perantaraan-Nya-lah kita semua dapat merasakan nikmatnya kehidupan. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyusun Makalah yang berjudul “Analisis Cost Benefit”. Dalam pembuatan Makalah ini Kami tidak sendiri membuat tetapi, Kami banyak mendapatkan bantuan dari pihak lain serta buku-buku yang menujang pembuatan makalah ini serta saran dari teman-teman sehingga pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua, udah membantu dalam ini buatan Makalah ini. Harapan saya, Semoga Makalah ini bias bermanfaat bagi para pembaca dalam kehidupan sehari-hari, memohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini ada kesalahankesalahan. Makalah ini masih jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun akan sangat dperlukan demi kesempurnaan makalah yang akan kami buat mendatang. Jambi, Oktober 2018 Penulis i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................................i DAFTAR ISI....................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.......................................................................................................1 B. Rumusan Masalah..................................................................................................1 C. Tujuan Masalah.....................................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Dasar Benefit cost....................................................................................2 B. Manfaat Analisis Rasio Benefit Cost.....................................................................5 C. Analisis NPV dan IRR...........................................................................................6 D. Metode Analisis.....................................................................................................7 E. Menghitung Rasio Benefit cost.............................................................................8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................................9 B. Saran......................................................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Analisis Biaya dan Manfaat (Benefit Cost) adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber-sumber ekonomi agar dapat digunakan dengan baik atau secara efesien. Benefit Cost merupakan alat bantu untuk membuat keputusan, dengan mempertimbangkan sejauh mana sumber daya yang digunakan (sebagai biaya) dapat memberikan hasil-hasil yang diinginkan (manfaat) secara Optimal. Benefit cost digunakan manakala hal efidiensi secara akurat dan rasional menjadi pertimbangan utama. Roy Simbel berpendapat bahwa Benefit cost adalah suatu intrumen yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan cepat. Menurutnya dalam mengambil keputusan, yang digunakan sebagai petunjuk adalah biaya yang harus dikeluarkan dan manfaat yang bisa dipetik. Benefit cost dilakukan dengan tetap mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Benefit cost bertujuan memilih alternative yang menunjang tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dengan manfaat yang paling besar serta resiko yang paling dapat terkendali. Teknik benefit cost dapat diterapkan dalam bidang pengambilan keputusan, utamanya dalam rangka membuat evaluasi program atau proyek untuk kepentingan public, seperti misalnya pembangunan infrastruktur, yang seringkali menimbulkan biaya dan manfaat yang berdampak pada kepentingan social. Tentu saja lapangan pendidikan juga dapat menggunakan pendekatan ini, terutama ketika pertimbangan efisiensi menjadi begitu diperhitungkan. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Konsep Dasar Benefit cost 2. Apa Saja Manfaat Analisis Rasio Benefit Cost 3. Bagaimana Analisis NPV dan IRR 4. Bagaimana Metode Analisis 5. Bagaimana Menghitung Rasio Benefit cost C. Tujuan 1. Untuk Mengetahui Konsep Dasar Benefit cost 2. Untuk Mengetahui Manfaat Analisis Rasio Benefit Cost 3. Untuk Mengetahui Analisis NPV dan IRR 4. Untuk Mengetahui Metode Analisis 5. Untuk Mengetahui Menghitung Rasio Benefit cost 1 BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Dasar Benefit cost Biaya pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Hampir seluruh proses pendidikan tidak dapat terlepas dari peran pembiayaan. Secara umum, biaya yang dibutuhkan dalam pendidikan adalah berkaitan dengan pembiayaan untuk memfasilitasi kegiatan belajar, proses manajemen, penyediaan sarana fisik serta gaji pendidik dan tenaga kependidikan . Biaya pendidikan diperoleh dari beberapa sumber. Menurut Irianto (2013), sumber-sumber biaya pendidikan berasal dari pemerintah dan masyarakat. Sumber biaya dari pemerintah berasal dari APBN dan APBD. Beberapa contoh implementasinya adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD provinsi dan kanupaten/kota yang sebagian alokasinya diperuntukkan pada sektor pendidikan. Sementara sumber biaya yang berasal dari masyarakat berupa iuran siswa dan sumbangan sukarela masyarakat. Pembiayaan pendidikan tidak hanya terkait dengan pembiayaan operasional pendidikan saja. Dalam teori dan praktik pembiayaan pendidikan menurut Anwar, Gaffar dan Thomas (dalam Supriadi, 2006), selain biaya yang dikeluarkan langsung untuk operasional pendidikan (yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat), ada pula biaya yang tidak secara langsung menunjang proses operasional pendidikan, misalnya biaya hidup siswa, biaya transportasi ke sekolah, uang jajan dan lain sebagainya. Biaya tak langsung tersebut pada umumnya bersumber dari keluarga masing-masing siswa. Pada tingkat satuan pendidikan (sekolah), dana yang diterima dari APBN, APBD dan sekolah itu sendiri kemudian direncanakan, dialokasikan dan dikelola oleh masing-masing satuan pendidikan sebagai biaya langsung untuk keperluan proses penyelenggaraan pendidikan. Besar kecilnya biaya yang dibutuhkan dan dikeluarkan pada satuan pendidikan tergantung pada tingkat pendidikan dan jumlah siswanya. Sedangkan untuk biaya tak langsung menjadi tanggungjawab diluar lembaga sekolah. Permasalahannya adalah, biaya pendidikan yang telah dialokasikan menjadi terbatas sehingga harus digunakan secara efisien namun sedapat mungkin harus memberikan benefits sebesar-besarnya kepada negara, masyarakat, keluarga dan siswa itu sendiri. Menurut Fatah (2012), biaya pendidikan yang efisien hanya akan ditentukan oleh ketepatan dalam mendayagunakan anggaran dengan memberikan prioritas pada faktor-faktor input pendidikan yang dapat memacu pencapaian prestasi belajar siswa. Dengan kata lain, harus ada kebijakan strategis dalam pengelolaan anggaran pendidikan yang berprinsip pada keseimbangan antara biaya (cost) pendidikan yang dikeluarkan dengan manfaat (benefit) yang diterima. Untuk membuat kebijakan dan mengetahui seberapa besar cost-benefit penyelenggaraan pendidikan, perlu suatu pendekatan untuk analisisnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Analisis Biaya Manfaat (Cost Benefit Analysis), sebagaimana menurut Irianto (2011:157), “metode ini dapat membantu para pengambil keputusan dalam menentukan pilihan di antara alternatif alokasi sumber-sumber daya pendidikan yang terbatas, tetapi memberi keuntungan yang tinggi.” a. Pengertian Cost Benefit Analysis Cost dalam bahasa Indonesia dapat diartikan biaya dan Benefit adalah manfaat. Secara sederhana Cost Benefit Analysis dapat diartikan analisis 2 terhadap suatu biaya dan manfaatnya. Dalam pembahasan konsep pendidikan, Cost Benefit Analysis berarti suatu analisa seberapa besar biaya pendidikan memberi nilai manfaat. Menurut Irianto (2011), Cost Benefit Analysis atau analisis biaya manfaat merupakan Metodologi yang banyak digunakan untuk menganalisa investasi pendidikan. Metodologi ini dapat membantu para pengambil keputusan dalam menentukan pilihan di antara alternatif alokasi sumber-sumber daya pendidikan yang terbatas, tetapi memberi keuntungan yang tinggi. Menurut Fatah (2012:26), Cost Benefit Analysis atau analisis biaya manfaat adalah “metodologi yang akan digunakan untuk mengukur apakah pendidikan merupakan investasi yang menguntungkan atau tidak.” Dalam sumber lain, istilah Cost Benefit Analysis diartikan sebagai pendekatan efisiensi biaya. Menurut Sa’ud dan Makmun (2011:249), “pendekatan efisiensi biaya merupakan penentuan besarnya investasi dalam dunia pendidikan sesuai dengan hasil, keuntungan atau efektifitas yang akan diperoleh.” Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, Cost Benefit Analysis membandingkan seberapa besar manfaat pendidikan dengan biaya yang dikeluarkan. b. Biaya Pendidikan dalam Cost Benefit Analysis Konsep biaya pendidikan ada dua hal penting dalam kajian Cost Benefit Analysis. Menurut Irianto (2011), dua hal penting tersebut adalah biaya pendidikan secara keseluruhan (total cost) dan biaya satuan persiswa (unit cost). Biaya pendidikan secara keseluruhan meliputi gaji pendidik, gaji tenaga administratif, bahan habis pakai/ bahan penunjang kegiatan KBM, dan kegiatan ekstra yang dikeluarkan dalam satu tahun anggaran. Sedangkan unit cost merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa besar uang yang dialokasikan sekolah secara efektif untuk kepentingan murid dalam menempuh pendidikan. c. Konsep dasar Cost Benefit Analysis Dari kajian teoritis dapat disimpulkan bahwa Cost Benefit Analysis merupakan suatu pendekatan untuk mengukur apakah pendidikan memberikan nilai manfaat atau tidak. Pada dasarnya, pendekatan ini berasumsi bahwa manfaat atau keuntungan yang diperoleh seseorang berbeda-beda tergantung pada tingkat pendidikan yang dimilikinya. Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin besar manfaat dan keuntungan yang diperolehnya. Maka dengan pernyataan tersebut artinya pendidikan telah memberikan manfaat. Sebaliknya jika tingkat pendidikan tidak memberikan perbedaan keuntungan yang signifikan atau tidak memberikan manfaat baik secara ekonomis maupun nonekonomis maka pendidikan tersebut dapat dikatakan tidak memberikan benefit. Untuk mengetahui apakah pendidikan memberikan nilai manfaat secara umum maka diperlukan pegukuran terhadap biaya pendidikan. Pemerintah sebagai donatur perlu menerima data seberapa besar total cost dan unit cost dari setiap satuan pendidikan. Data tersebut kemudian dijadikan bahan kajian untuk menentukan anggaran pendidikan dimasa yang akan datang dan alat ukur apakah anggaran yang telah dikeluarkan telah memberikan manfaat secara umum bagi kemajuan negara. Begitu pula para pengambil kebijakan ditingkat sekolah yang dalam hal menerima keterbatasan dana harus mampu mengefisienkan biaya namun tetap menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. 3 Bagi masyarakat dalam hal ini yang dibebankan pada biaya pendidikan tidak langsung perlu mengukur apakah biaya yang telah dikeluarkan untuk pendidikan telah memberikan manfaat. Dalam bahasa lainnya, penghasilan yang mereka terima harus mampu mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan ketika menempuh pendidikan. Juga keahlian dan produktifitas yang mereka miliki harus sebanding dengan biaya yang telah mereka keluarkan. d. Cost Benefit Analysis dalam mengukur biaya pendidikan dan mengasumsikan manfaat. Menurut Irianto (2013), Pengukuran biaya pendidikan terdapat dua pendekatan, tergantung pada cakupan yang akan dihitung. Pertama, pendekatan makro yang merupakan analisis secara totol biaya pendidikan suatu Negara. Pendekatan makro berfungsi untuk membuat kebijakan dalam pengalokasian anggaran pendidikan suatu Negara. Kedua, pendekatan mikro yang menganalisis biaya pendidikan berdasarkan pengeluaran total (total cost) dan jumlah biaya satuan (unit cost). Biaya satuan merupakan biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk melaksanakan pendidikan di sekolah per-murid pertahun. Untuk menghubungan total cost dan unit cost dapat dimulai dengan rumus sebagai berikut. 1. Menghitung totol cost. E = TS + NTS + PM + SS Migat dan Tan (dalam Fatah, 2012) Keterangan E = total cost TS = gaji pendidik NTS = gaji tenaga administratif PM = bahan-bahan ajar/pendidikan: ATK, media belajar, laboratorium dan bahan habis pakai dsb. SS = biaya kegiatan ekstra: penerimaan siswa baru, ektrakurikuler, rapat 2. Menghitung unit cost. E/N = UC = TS/N + NTS/N + PM/N + SS/N Migat dan Tan (dalam Fatah, 2012) Keterangan UC = unit cost N = jumlah siswa terdaftar Nilai total cost (E) setelah dibagi dengan jumlah siswa terdaftar (N) maka akan diperoleh nilai unit cost (UC) untuk periode satu tahun anggaran. Dalam Cost Benefit Analysis, nilai-nilai tersebut menjadi data analisis untuk mengukur nilai manfaatnya dan menjadi pedoman dalam membuat kebijakan dan perencanaan. Menurut Sa’ud dan Makmun (2011), pendekatan Cost Benefit Analysis pernah mendapat kritik dari pihak lain yang mengemukakan bahwa sangat sulit menghitung benefit yang dihasilkan seseorang dalam lapangan kerja. Namun secara makro, nilai manfaat dari investai pendidikan nasional dapat dilihat dari indikator meningkatnya pendapatan negara, menurunnya angka pengangguran, meningkatnya kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dari indikator tersebut, memungkinkan pemerintah melakukan analisis efisiensi eksternal untuk mengetahui efisiensi dalam 4 pengalokasian anggaran pendidikan, dan menjadi alternatif kebijakan dalam upaya perbaikan atau peningkatan sistem pendidikan. Begitu pula pada level satuan pendidikan. Dengan mengetahui nilai E dan UC memungkinkan kepala sekolah untuk merencanakan dan mengelola keuangan kearah yang lebih efisien. Adapun bagi masyarakat, Cost Benefit Analysis berguna sebagai dasar dalam melakukan investasi pendidikan, yang menurut Irianto (2013) “dirasa penting untuk diketahui dan dipelajari karena menurut sebagian masyarakat pendidikan hanya menghabis-habiskan uang tanpa ada jaminan/prospek peningkatan hidup yang jelas di masa yang akan datang.” Menurut Fatah (2012), manfaat investasi pendidikan lebih banyak diperoleh dari pembentukan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, investasi dalam pendidikan diperlukan untuk merespon kebutuhan ekonomi tenaga kerja menurut jenis pendidikan. Fatah melanjutkan bahwa “investasi merupakan pengorbanan sejumlah nilai tertentu saat ini untuk memperoleh nilai (pengembalian) mendatang yang tentunya dapat diharapkan lebih besar dari nilai saat ini.” Untuk menentukan apakah suatu program pendidikan yang telah dibiayai memberikan “pengembalian” atau tidak, dapat dihitung dengan rumus berikut: ROI = (Net Profit/Total Aset) x 100% Fatah (2012:39) Keterangan RIO = (return on investmen) analisis pengembalian dari investasi. Net Profit = keuntungan bersih dari suatu kegiatan usaha yang diperoleh dari pendapatan kotor setelah dikurangi pajak dan biaya operasional. Total Aset = biaya investasi keseluruhan yang dikorbankan untuk membiayai suatu kegiatan. Apabila ROI rata-rata sepanjang masa kegiatan atau proyek diperoleh lebih rendah dari tingkat balik yang dibutuhkan, berarti investasi tersebut tidak layak atau tidak memiliki manfaat. B. Manfaat Analisis Rasio Benefit Cost Menurut Fatah (2012), bentuk-bentuk manfaat tediri dari dua jenis yaitu manfaat ekonomis dan manfaat nonekonomis. Sebagai contoh seorang yang terdidik atau memiliki pendidikan tinggi memungkinkan mendapat manfaat ekonomi misalnya memperoleh pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih tinggi. Sedangkan manfaat nonekonomis dari orang yang terdidik misalnya meningkatnya produktifitas, kemampuan dan menyediakan pemimpin ditiap level. Kaitannya dengan “manfaat”, dalam Cost Benefit Analysis terdapat istilah efisiensi eksternal. Menurut Fatah (2012:38), efisiensi eksternal dalam Cost Benefit Analysis yaitu “rasio antara keuntungan finansial sebagai hasil pendidikan (biasaya diukur dengan penghasilan) dengan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan.” Efisiensi eksternal dihubungkan dengan situasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial sebagai dampak dari hasil pendidikan. Sebagaimana contoh yang telah disebutkan di atas bahwa individu yang berpendidikan cenderung memperoleh pendapat yang lebih tinggi. Fungsi Cost Benefit Analysis dalam Perencanaan Pendidikan Pendekatan Cost Benefit Analysis dalam perencanaan pendidikan lebih bersifat ekonomi. Menurut Sa’ud dan Makmun (2011), Pendekanan Cost Benefit Analysis atau pendekatan efisiensi biaya memiliki pandangan bahwa pendidikan memerlukan 5 investasi yang besar dan oleh karena itu keuntungan dari investasi tersebut harus dapat diperhitungkan bilamana pendidikan itu mempunyai nilai ekonomi. Menurut Fatah (2012:8), kegunaan cost analysis dalam perencanaan pendidikan adalah: 1. Menguji economic feasibility dari suatu rencana ekspansi, proposal atau target. 2. Memprediksi tingkat biaya pendidikan di masa datang. 3. Memperkirakan biaya berbagai kebijakan dan reformasi atau inovasi pendidikan. 4. Membandingkan keuntungan berbagai alternatif proyek. 5. Meningkatkan efisiensi kegunaan sumber daya. Dari beberapa pernyataan di atas, Cost Benefit Analysis secara khusus berfungsi sebagai pemberi informasi kepada para pengambil kebijakan dalam mengambil langkah strategis guna mencapai efektifitas dan efisiensi pengelolaan biaya pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan. C. Analisis NPV dan IRR a. Analisis NVP NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Jadi perhitungan NPV mengandalkan pada teknik arus kas yang didiskontokan. Menurut Kasmir (2003:157) Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV Investasi selama umur investasi. Sedangkan menurut Ibrahim (2003:142) Net Present Value (NPV) merupakan net benefit yang telah di diskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital (SOCC) sebagai discount factor. Langkah menghitung NPV:  Tentukan nilai sekarang dari setiap arus kas, termasuk arus masuk dan arus keluar, yang didiskontokan pada biaya modal proyek,  Jumlahkan arus kas yang didiskontokan ini, hasil ini didefinisikan sebagai NPV proyek,  Jika NPV adalah positif, maka proyek harus diterima, sementara jika NPV adalah negatif, maka proyek itu harus ditolak. Jika dua proyek dengan NPV positif adalah mutually exclusive, maka salah satu dengan nilai NPV terbesar harus dipilih . NPV sebesar nol menyiratkan bahwa arus kas proyek sudah mencukupi untuk membayar kembali modal yang diinvestasikan dan memberikan tingkat pengembalian yang diperlukan atas modal tersebut. Jika proyek memiliki NPV positif, maka proyek tersebut menghasilkan lebih banyak kas dari yang dibutuhkan untuk menutup utang dan memberikan pengembalian yang diperlukan kepada pemegang saham perusahaan. Keunggulan NPV = menggunakan konsep nilai waktu uang (time value of money). –> Maka sebelum penghitungan/penentuan NPV hal yang paling utama adalah mengetahui atau menaksir aliran kas masuk di masa yang akan datang dan aliran kas keluar. Di dalam aliran kas ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :  Taksiran kas haruslah didasarkan atas dasar setelah pajak, 6  Informasi terebut haruslah didasarkan atas “incremental” (kenaikan atau selisih) suatu proyek. Jadi harus diperbandingkan adanya bagaimana aliran kas seandainya dengan dan tanpa proyek. Hal ini penting sebab pada proyek pengenalan produk baru, bisa terjadi bahwa produk lama akan “termakan” sebagian karena kedua produk itu bersaing dalam pemasaran,  Aliran kas ke luar haruslah tidak memasukkan unsur bunga, apabila proyek itu direncanakan akan dibelanjai/didanai dengan pinjaman. Biaya bunga tersebut termasuk sebagai tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return) untuk penilaian proyek tersebut. Kalau kita ikut memasukkan unsur bunga di dalam perhitungan aliran kas ke luar, maka akan terjadi penghitungan ganda. b. Analisis IRR Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.  IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain). IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau Minimum atractive rate of return (MARR) . MARR adalah laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor. Dengan rumus umum sebagai berikut  Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.  IRR adalah nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan nol. Discount rate yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya. D. Metode Analisis Investment in education Investment in education Higher Productivity Higher Earning Gambar : Pendekatan Human Capital dalam Pendidikan (Cohn,1970:29) Dari segi teori ekonomi pendidikan, khususnya pendekatan human capital, aspek pembiayaan dipandang sebagai bagian dari investasi pendidikan yang menentukan taraf produktivitas individu maupun kelompok. Pada gilirannya taraf produktivitas ini mempengaruhi taraf perolehan (earning) seseorang atau kelompok yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kecepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan SDM (Human Capital) : Kompetensi : - personal Skill o Social (kerjasama) Pendidikan dan ekonomi yang meyambungkannya menjadi SDM/SDI 7 Investment in education Higher Productivity Higher Earning Pendidikan Ekonomi Sumber Daya Manusia Jadi : BIAYA akan bermakna apbila tercipta KUALITAS (MUTU) Pendidikan berharga dilihat dari sudut pandang Ekonomi : bahwa semakin tinggi ilmu semakin tinggi pendapatan. (sedangkan barang makin lama makin berkurang nilainya (depresiasi) Keuntungan dari Pendidikan dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : - Functional benefit : keuntungan yang dapat menghasilkan (YANG AKAN DIBAHAS PADA PERKULIAHAN INI) - Emotional benefit : hanya untuk kepuasan. Dalam kaitannya dengan SDM, pendidikan tidak hanya untuk mendaptakan ijazah dan gelar, tetapi adanya perubahan tingkah laku yang mempunyai Nilai Ekonomis dalam kehidupannya. pendidikan berfungsi untuk memberikan kemampuan pada seseorang agar mampu berperan dalam kehidupannya kelak, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfat bagi hidupnya. Bila berbicara mengenai investasi manusia, jelas tidak boleh lepas dari fungsi pendidikan. Adam Smith dan Alfred Marshall (dalam Knezvich, 1975:539) mengemukakan keyakinannya bahwa “the most valuable of all capital is that invested in human beings”.Jadi : BIAYA akan bermakna apbila tercipta KUALITAS (MUTU) Pendidikan berharga dilihat dari sudut pandang Ekonomi : bahwa semakin tinggi ilmu semakin tinggi pendapatan. (sedangkan barang makin lama makin berkurang nilainya (depresiasi) Dalam kaitannya dengan SDM, pendidikan tidak hanya untuk mendaptakan ijazah dan gelar, tetapi adanya perubahan tingkah laku yang mempunyai Nilai Ekonomis dalam kehidupannya. Biaya Pendidikan Biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa. Kebanyakan biaya langsung berasal dari sistem persekolahan sendiri seperti SPP, dan Sumbangan Orang Tua murid untuk pendidikan atau yang dikeluarkan sendiri oleh siswa untuk membeli perlengkapan dalam melaksanakan proses pendidikannya, seperti biaya buku, peralatan dan uang saku. Sedangkan biaya tidak langsung berupa keuntungan yang hilang dalam bentuk kesempatan yang hilang dan dikorbankan oleh siswa selama belajar (Cohn,1979; Thomas Jone,1985; Alan Thomas, 1976. dalam Nanang Fattah 2000,23). E. Menghitung Rasio Benefit cost Benefit Cost Ratio merupakan salah satu metode kelayakan investasi. Pada dasarnya perhitungan metode kelayakan investasi ini lebih menekankan kepada benefit (manfaat) dan perngorbanan (biaya/ cost) suatu invetasi, bisa berupa usaha, atau proyek. Pada umumnya jenis invetasi yang sering digunakan adalah proyekproyek pemerintah dimana benefitnya jenis benefit langsung, manfaatnya akan terasa langsung pada masyarakat banyak. 8 Sebagai contoh dari proyek universitas adalah proyek pembangunan gedung laboratorium. Nilai benefit atau manfaat yang bisa didapatkan dari proyek tersebut misalnya efektif dalam penelitian dan kenyamanan dalam pelaksanaan sehingga menarik banyak minat orang untuk kuliah di universitas tersebut. Namun tidak hanya mendatangkan manfaat saja, investasi juga mendatangkan pengorbanan yang digolongkan kedalam cost. Jadi suatu invetasi atau proyek tidak bisa terlepas dari benerfit dan cost. Benefit cost ratio analysis secara matematis merupakan perbandingan nilai ekuivalen semua benefit terhadap nilai ekuivalen semua biaya. Perhitungan ekuivalensi bisa menggunakan salah satu dari beberapa analisis. Contohnya : B/C= PWbenefit/(PW cost)= FWbenefit/FWcost=AWbenefit/AWcost Untuk kriteria pengambilan keputusan untuk alternatif tunggal adalah dengan cara melihat nilai dari B/C apakah besar dari sama dengan satu atau kecil dari satu. Jika B/C ≥ 1 , maka alternatif investasi atau proyek layak (feasible), diterima Jika B/C < 1 , maka alternatif investasi atau proyek tidak layak (not feasible) CONTOH : Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan baru seharga Rp.35.000.000. Dengan peralatan baru itu bisa dilakukan penghematan sebesar Rp.500.000 per tahun selama 5 tahun. Pada akhir tahun ke 5 peralatan itu memiliki nilai jual sebesar 40.000.000. apabila tingkat pengembalian 9% per tahun. Apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan? Penyelesaian : Dengan menggunakan pendekatan present worth maka semua biaya dan benefit ditarik ke present B/C= (500.000 (P/A,9%,5)+40.000.000 (P/F,9 %,5))/35.000.000 B/C= (500.000 (3,88966)+40.000.000 (0,64993))/35.000.000 B/C= 0,79 karena kurang dari 1 maka investasi pembelian peralatan baru tidak layak atau tidak menguntungkan 9 BAB III PENUTUPAN A. Kesimpulan Dari uraian pembahasan tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa salah satu instrument terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan adalah pembiayaan, meski dikatakan biaya dalam pendidikan bukan suatu ukuran dalam menghasilkan kualitas pendidikan namun urgensinya menunjang pelaksanaan pendidikan sehingga proses suatu pendidikan dapat berjalan lancer. Dalam era pendidikan masa kini pembiayaan pendidikan merupakan hal yang mutlak di sediakan baik oleh pemerintah, masyarakat, hingga orang tua siswa. Problematika tersebut mempengaruhi pengelolaan pembiayaan pada satuansatuan pendidikan terutama di daerah-daerah, ketidakefisienan manajemen pembiayaan ini menimbulkan kerancuan dan mutu pendidikan yang rendah sehingga pembiayaan pendidikan yang asalnya dari berbagai sumber membawa pada paradigma orang tua siswa (masyarakat) bahwa hanya pembiayaan yang diutamakan, sehingga dalam hal pembiayaan sebagai sebuah investasi dalam pengelolaannya memerlukan konsep yang lebih mengarahkan pembiayaan pendidikan. Dalam konsep pembiayaan pendidikan ini ada dua hal penting yang perlu dikaji yaitu, biaya pendidikan secara keseluruhan (total cost) dan biaya satuan persiswa (unit cost). Dalam perhitungannya perlu dibedakan yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksananaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa. Sedangkan biaya tidak langsung (indirect cost) berupa keuntungan yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan oleh siswa selama belajar. B. Saran Dengan mengetahui cost benefit (biaya dan manfaaat) dalam bidang pendidikan maka kita dapat lebih baik memanfaatkan, maka Pendidikan adalah tanggungjawab negara dan masyarakat, tanggungjawab kita bersama, termasuk dalam hal pembiayaan. Peran masyarakat untuk menyokong biaya pendidikan sangat penting diantaranya dengan menabung yang bermanfaat untuk membiayai pendidikan. 10 DAFTAR PUSTAKA Amtu, O. (2011) Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah: Konsep, Strategi dan Implementasi. Bandung: Alfabeta. Fatah, N. (2012) Standar Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Irianto, A. (2011) Pendidikan sebagai Investasi dalam Pembangunan Suatu Bangsa. Jakarta: Kencana. Sa’ud, U.S dan Makmun, A.S. (2011) Perencanaan Pendidikan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Supriadi, D. (2006) Satuan Biaya Pendidikan: Dasar dan Menengah. Bandung: Remaja Rosdakarya. http://oemarbeksam.blogspot.com/2013/09/analisis-cost-dan-benefit-tinjauan.html?m=1 https://www.google.co.id/amp/s/kelincicoklatdiary.wordpress.com/2010/10/14/net-presentvalue-npv-dan-internal-rate-of-return-irr/amp/ KELOMPOK 4 EKONOMI PENDIDIKAN ANALISIS COST BENEFIT 1. Pertanyaan dari : Siti Monawaroh (A1A117004) Dalam Cost Benefit Menghitung manfaat berdasarkan biaya sudah yang diterima. Contoh : pemerintah memberi dana Rp. 200 juta untuk membangun 2 kelas, parkiran, WC dan gaji guru honorer. Manakah yang perlu di utamakan dalam jangka pendek? Di jawab oleh : Elfa Suci Maharani (A1A117018) Proses pencairan dana, selalu di awali dengan pengajuan proposal. Di dalam proposal tersebut melampirkan apa saja yang dibutuhkan oleh sekolah. Kemudian, barulah dana akan cair. Untuk pembangunan, harus sesuai dengan apa yang telah dilampirkan pada proposal. Dan untuk prioritas, pihak sekolah harus memilih kebutuhan manakah yang paling mendesak dan yang paling penting dalam proses pembelajaran. Yaitu ruang kelas, karena proses belajar mengajar dilakukan di dalam ruangan kelas. 2. Pertanyaan dari : Della Marhayu (A1A117063) Apabila sekolah mengalami B/C Ratio < 1 , namun masih diperlukannya pembangunan di sekolah tersebut. Apakah akan tetap dilanjutkan? Ataukah ada solusi lain? Di jawab oleh : Rizki Mutiara Afrilia (A1A117009) Kita lihat dari rumus benefit cost ratio yaitu jumlah pendapatan : total biaya produksi.dilihat dari rumus berarti jika didpat ratio <1 artinya jumlah pendapatan (modal) tidak mencukupi untuk menjalankan proyek tersebut,untuk mengatasinya yaitu jika pada swasta dapat dengan cara menaikkan jumlah pendapatan utama yaitu seperti menaikkan spp siswa,,jika pada pemerintah yaitu dengan cara sekolaj tersebut mengatur dengan sebaik mungkin dana bantuan yang diberi pemerintah,dan untuk msalah anggara ini udah pasti sudah diatur sebaikbaiknya dan untuk membangun sebuah proyek sebuah sekolah akan mengikuti dengan kemampuan modalnya. Ditambahkan oleh : Nanda Wahyu Saputra (A1A117030) 3. Pertanyaan dari : Neneng Astri Siti Hasanah (A1A117015) Dalam analisis NPV , disebutkan diskon dan diskonto. Apakah hal itu sama? Dan apa yang dimaksud dengan pernyataan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Dijawab oleh : Rezki Pratama Putra (A1A117026) Ditambahkan oleh : Mella Anggraini (A1A117008) Seperti yang sering kita temui, kata "diskon" berarti potongan harga yang kita peroleh dari membeli suatu barang. Sedangkan kata "diskonto" berarti persentase keuntungan yang kita peroleh atas penjualan suatu barang. Dari pengertian tersebut dapat kita lihat bahwa diskon dan diskonto itu berbeda maknanya. Apa maksud dari pernyataan " Arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini" ? 2 Maksud pernyataan tersebut adalah untuk memperkirakan berapa besarnya NPV dalam mengambil suatu proyek, tentunya kita akan menghitung NPV sebelum kita mengambil proyek tersebut atau melanjutkan suatu proyek. Untuk itu pernyataan tersebut berarti kita harus memperkirakan arus kas, seperti pengeluaran dan pemasukan, yang akan terjadi di masa yang akan datang yang persentase keuntungan yang kita peroleh dari mengambil atau melanjutkan proyek tersebut kita perkirakan pada saat ini. Jika setelah kita perhitungkan atau perkirakan ternyata hasilnya NPV<1 maka proyek tersebut tidak memberikan keuntungan dan malah mmbuat kita rugi. Sebaliknya, jika NPV>1 maka proyek tersebut memberikan keuntungan. 4. Pertanyaan dari : Valentina (A1A117014) Pendidikan di sekolah negeri sudah di gratiskan. Mengapa pemerintah memberi biaya pendidikan yang gratis sedangkan biaya kita minim. Dan mengapa masih ada anggapan bahwa sekolah itu belum menjadi prioritas? Di jawab oleh : Delfa (A1A117035) Karena itu tugas pemerintah sesuai dengan isi UUD 1945 pembukaan alinea ke 4 bahwa tugas negara mencerdaskan kehidupan bangsa,pemerintah tahu generasi muda adalah investasi negara dan modal untuk negara lebih baik lagi,jika generasi memiliki pengetahuan yang tinggi otomatis negara tersebut akan maju,jika pemerintah tidak mengratiskan sekolah pasti anak yang kurang mampu/miskin tidak bisa menikmati nikmat nya sekolah dan tidak bisa mengubah status sosial nya dan mengapa ortu mengnomorduakan sekolah atau bukan perioritas utama?? Menurut saya ortu skrg sudah cerdas ya,sudah bisa mengetahui mana sekolah yang bagus(sudah tidak ada ortu yg mengangap pemdidikan bukan yg utama walau cmn beberapa)apa lagi zaman millenial sekarang anak di tuntut aktif,inovatif dan kreatif dalam dunia kerja,di sekolah lah kita di ajarkan aktif,inovatif dan kreatif. 5. Pertanyaan dari : Kresensia BR Simanjuntak (A1A117013) Kesenjangan pendidikan antara desa dan kota. Sedangkan biaya pendidikan berasal dari APBN dan APBD, mengapa masih ada kesenjaangan tersebut? Baik dari segi fasilitas, sarana dan prasarana? Dijawab oleh : Krisma Yanti (A1A117022) Ditambahkan oleh : Elfa Suci Maharani (A1A117018) Pada dasarnya kesenjangan tersebut tidak semata-mata terjadi karena pemerintah. Kepala Sekolah juga bisa menjadi penyebab kesenjangan tersebut. Karena, Kepala Sekolah memegang kendali/ peranan penting dalam memajukan sekolah yang di pimpin. Dengan kebijakan-kebijakan, ataupun tindakan yang dilakukannya. Sebagai contoh, sebuah sekolah yang awalnya merupakan sekolah terbelakang, bisa menjadi sekolah yang lebih bagus dikarenakan kebijakan kepala sekolah yang baru. Dengan meminta bantuan melalui proposal kepada pemerintah. Karena apa yang diperlukan sekolah seperti sarana prasarana, hanya di ketahui oleh sekolah itu sendiri. 3

Judul: Makalah Ekonomi Kelompok

Oleh: Kanda Novera

Ikuti kami