Teknik Pengolahan Audio

Oleh Onde Onde

104,9 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Teknik Pengolahan Audio

Teknik Pengolahan Audio Pengajar Yulyanto,S.Kom Alamat Email zoelazhard@gmail.com Disarikan Dari Berbagai Sumber, Terutama Dari Diktat Struktur Data Informatika ITB Karangan Dr. Inggriani Liem Halaman 1 SILABUS MATERI KULIAH Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar iklan yang kita produksi bisa lebih efektif dalam membantu klien memperkenalkan produknya ke pendengar. Perlu diingat, spot iklan yang kita buat harus dapat membuat pendengar tertarik untuk mendengarkan. Berikan mereka sebuah kejutan, bangkitkan rasa keingintahuan pendengar. Gugahlah mereka dengan menggunakan musik, efek suara dan tentunya naskah iklan yang tepat Halaman 2 Apa yang harus dilakukan agar naskah kita lebih efektif dalam menyampaikan pesan? • • • • Identifikasikan brand / merk yang dipromosikan di awal iklan Sebisa mungkin lakukan variasi pengulangan deskripsi brand / merk agar idak membosankan Sampaikan manfaat, keuntungan dan keistimewaan produk di awal iklan Lakukan variasi pengulangan benefit produk sesering mungkin Salah satu keunikan dan kekuatan beriklan di radio adalah kemungkinan untuk melakukan pemutaran iklan sesering mungkin, sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa lebih cepat diserap oleh pendengar. Efek samping yang bisa ditimbulkan, adalah pendengar menjadi cepat bosan mendengarkan iklan yang itu-itu melulu. Karena biaya produksi sebuah iklan radio sangat rendah apalagi jika dibandingkan dengan biaya produksi iklan untuk televisi dan media cetak, tidak ada ruginya jika iklan radio yang frekwensi pemutarannya cukup tinggi atau perode penyiarannya cukup lama, bisa dibuat dalam KARAKTERISASI IKLAN RADIO Radio merupakan media audituf dan atraktif, artinya mengandalkan pendengaran untuk menyapa pendengar. Bagi si pendengar, radio seperti berbicara dengannya. Karena itulah, maka iklan di radio memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Theater of the mind, artinya iklan yang didengar harus mampu menghasilkan pesan yang "bermain-main” di benak pendengar. Dengan kata lain, iklan itu harus mampu menyebabkan pendengar berimajinasi mengenai pesan iklan yang disampaikan. 2. Pribadi, artinya media yang paling intim dengan khalayak sasaran. Iklan di radio seperti tidak berjarak. Pesannya seperti orang yang berbicara langsung dengan kita. 3. Radio kurang menjadi perhatian penuh pendengarnya. Dengan demikian, iklan di radio didengarkan sambil melakukan pekerjaan lain. 4. Iklan ditayangkan hanya sekelebat, sekali dengar. Berikut ini adalah prinsip-prinsip tersebut. 1. Menulis untuk berbicara, bukan untuk dibaca atau ditatap. Elemen radio adalah suara bukan teks. Dengan demikian, estetika yang dibuat adalah untuk indra pendengaran bukan indra penglihatan. "Sampo cocok untuk seluruh keluarga" bukan "Shampo X adalah sampo yang cocok digunakan oleh seluruh keluarga". Diksi yang digunakan adalah kata dan kalimat yang mudah dimengerti, yaitu akrab dalam percakapan sehari-hari. "Saya Titik Puspa", bukan "Saya adalah Titik Puspa". Kata "adalah" merupakan konsumsi media cetak sehingga harus dihilangkan. bahasa lebih dipentingkan Berikut ini adalah prinsip-prinsip tersebut. 2. Menulis sebagai bentuk komunikasi langsung. Copywriting yang dihasilkan juga bersifat langsung kepada target audience, yaitu pendengar radio. Tidak ada istilah pihak ketiga atau pihak keempat yang harus dituju. Berikut ini adalah prinsip-prinsip tersebut. 3. Menulis dalam kerangka kreatif dari individu ke individu. Komunikasi siaran radio adalah hubungan antarpribadi. Citra yang dihidupkan adalah medium komunikasi personal. Sehingga copywriting yang diciptakan harus mencapai keakraban komunikasi personal, dengan jalan: a. menghindari menulis dengan berpidato, kecuali jika memang konsep kreatifnya demikian. b. bunyi tulisan harus membentuk suasana informal c. copywriting harus menciptakan suasana akrab dan bersahabat d. copywriting harus komunikatif, to the point. Satu ide, satu kalimat, serta ringkas dan padat. 4. Menulis dengan prinsip sekali ucap, langsung dimengerti. Karena syarat mutlak naskah radio adalah Clarity has Top Priority (kejelasan adalah prioritas utama). Kalimat yang panjang harus dibuat menjadi pendek dan sederhana. 5. Menulis dengan kesadaran bahwa hasil karyanya akan diwujudkan dalam bentuk suara. Kata dan gayanya berperan sebagai jembatan komunikasi sehingga peran penjualan dapat tersalurkan dengan baik, dengan demikian, maka: a. kata-kata yang digunakan harus bermakna kongkrit, b. jangan menggunakan kata-kata abstrak yang hanya berkitat di alam pikiran kreatif si copywriter sendiri c. jagan menggunakan kata yang bunyinya mirip. Misalnya Dewi -- Deni, kentang--ketan, kepala--kelapa. FORMAT IKLAN RADIO Berbeda dengan iklan media cetak, iklan di radio mempunyai bahasa, batasan waktu, dan peristilahan yang khusus. Script iklan radio menggunakan kode tertentu yg diketahui secara umum oleh kalangan periklanan. Waktu untuk iklan radio dibatasi oleh durasi, dan dihitung berdasarkan detik. Biasanya ketententuan pengaturan waktu dalam iklan radio sebagai berikut: · umumnya 60 detik (ada yang 30 atau 45 detik) · 5-10 detik pertama sbg building situation (pendengar sudah tahu setting dan tokoh) · detik ke-11 sampai ddengan 45 berisi konflik · detik ke-45 hingga 60 berisi solusi Oleh karena itu, selalu sediakan stopwatch pada saat Anda menulis script iklan radio. Untuk keamanan dalam penyiaran (agar tidak terpotong oleh acara lain di radio), sebaiknya durasi dibuat dua atau tiga detik lebih pendek. Misalnya durasi 60 detik, buatlah 58 detik.Walaupun terkadang ada juga media radion yang mau memberi toleransi beberapa detik. Mintalah bagian Media untuk bertanya kepada pengelola stasiun radio tentang ada tidaknya toleransi itu.

Judul: Teknik Pengolahan Audio

Oleh: Onde Onde


Ikuti kami