Tugas Analisis Azizah

Oleh Nur Azizah

10 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Analisis Azizah

TUGAS ANALISIS BUKU
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
“Untuk memenuhi tugas agama dan masyarakat multicultural”

Disusun Oleh:
Nur Azizah 4618056
Dosen Pembimbing:
DR.Silfia Hanani, S.Ag, S.Sos, M.Si.
JURUSAN SOSIOLOGI AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BUKITTINGGI
2019 M/ 1441 H

RESENSI

Judul

: Menyelesaikan konflik

Buku

: Komunikasi Antarpribadi

Pengarang

: DR.Silfia Hanani, M.Si

Tahun Terbit : 2017
Penerbit

: AR-RUZZ MEDIA

Tebal

: 216

Sinopsis
Masyarakat multikultural adalah istilah yang di gunakan untuk menjelaskan pandangan
seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan budaya yang menekankan
tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya
(multikulturalisme) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, system,
budaya, kebiasaan,dan politik yang di anut mereka.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keaneka ragaman yang
sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keaneka ragaman tersebut di kenal dengan istilah
masyarakat multicultural. Multikultural dapat di artikan sebagai keragaman atau perbedaan

terhadap suatu kebudayaan dengan budaya yang lain. Sehingga masyarakat multicultural dapat di
artikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang
memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mamapu membedakan antara satu masyarakat
dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaan masing-masing
yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Pada dasarnya masyarakat, multikulturalisme yang terbentuk di indoneia merupakan
akibat dari kondisi sosio-kultural maupun biografis yang begitu beragam dan luas. Menurut
kondisi geografis, indonesia memiliki banyak pulau dimana setiap pulau tersebut di huni oleh
sekolompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah
sebuah kebudayaan yang mengenai masyarakat itu sendiri.
Dalam buku ini menjelaskan tentang menyelesaikan konflik, seperti yang kita ketahui
konflik merupakan suatu perselisihan, ketidak harmonisan, dan ketidak sesuaian antar seseorang
atau kelompok dengan seseorang atau kelompok. Konflik tidak hanya terjadi antara individu
dengan individu melainkan antar kelompok. Konflik sesalalu dipandang sebagai ketidak sesuaian
atau kejadian yang tidak menyenangkan. Oleh sebab itu konflik selalu dihindari, harus di cegah
dan harus di selesaikan. Padahal tidak semua konflik demikian dampaknya. Konflik dalam
perspektif lain juga memiliki implikasi atau dampak positif terhadap proses kehidupan.
Seperti yang kita lihat konflik negatife yang sering terjadi dalam kehidupan diantaranya
yaitu bentuk pertentangan yang bentuknya fungional karna pertentangan semacam itu
mendukung tujuan kelompok dalam memperbarui tampilan, namun disfungsional karana
menghilangkan tampilan kelompok. Dan juga pertentangan atau pertikaian karna ada perbedaan
dalam kebutuhan, nilai, motivasi pelaku atau yang terlibat di dalamnya.
Dari contoh tersebut dapat kita ketahui bahwa tidak semua konflik yang menjadi
bumerang dalam kehidupan manusia. Konflik juga memiliki fungsi dalam kehidupan manusia.
Artinya konflik memiliki dampak positif dan negatifnya. Dampak positif yang dihasilkan
konflik yaitu, konflik ternyata juga dapat menjadikan kehidupan yang lebih menarik dan lebih
dinamis. Perbedaan-perbedaan yang ada di antara kita sebenarnya adalah dinamika yang harus
kita maknai secara positf sehingga perbedaan itu menjadi satu dorongan untuk kita ber kreatif
dan menciptakan kehidupan yang berbeda-beda.
Konflik juga dapat menjadi agen perubahan dalam diri, dimana tekanan-tekanan yang
muncul dari konflik yang bisa membuat seseorang berfikir positif untuk keluar dari ketidak
nyamanan yang ditimbulkan oleh konflik. Dari hal yang telah di jelaskan semakin jelas bahwa
konflik tidak hanya di anggap sebagai sesuatau yang menakutkan. Namun dalam realitas
kehidupan konflik selalu di pandang sebagai sesuatu yang merusak keharmonisan, dan
sebagainya sehingga konflik selalu di terjemahkan sebgai sesuatu yang menakutkan.
Dalam pandangan marx konflik merupakan ketimpangan dan kesenjangan yang terjadi
dalam kelompok masyarakat yang di akibatkan oleh ketidak adilan, misalnya terlihat dari ketidak

adilan pihak borjuis ( pemilik modal) terhadap kelas proletar ( pekerja ). Terjadinya perbedaan
kepentingan antara pemilik modal dengan pekerja ini yang di sebut oleh Marx sebagai konflik.
Dalam pandangan tradisional, konflik sangat di takuti karna selalu di artikan dan
diasumsikan permasalahan yang merusak hubungan sehingga konflik harus dihindari dan di
selesaikan. Namun dalam kehidupan manusia konflik menjadi gejala alamiah yang selalu ada
dalam realitas sehingga dimana saja kita menemukan konflik.
Penyebab terjadinya konflik tentu karana adanya permasalahan atau problem yang
menyebabkannya seperti ekonomi, pendidikan, politik dan sosial. Sehingga dengan adanya halhal tersebut menyebabkan terjadinya konflik dalam kehidupan. Karna konflik terkait dengan
tindakan dan prilaku yang di tampilkan oleh seseorang atau kelompok orang dalam menanggapi
sebuah masalah yang di dorong oleh perbedaan-perbedaan kepentingan.
Oleh sebab itu dalam menyelesaikan konflik harus mencari penyebab atau sumber dari
sebuah konflik. Konflik dapat di sebabkan oleh faktor budaya, politik, ekonomi, agama, sosial,
dan politik, ketika seseorang memanifestasikan semuanya dalam bentuk sikap kemudian berbeda
dengan sikap orang lain. Misalnya dalam bidang ekonomi, perbedaan kesejah teraan, perbedaan
pendapat,perbedaan pekerjaan dan sebagainya, kelompok-kelompok tersebut memiliki
penafsiran yang berbeda-beda, perbedaan kesejah teraan dapat memicu konflik, seperti yang
seringterjadi konflik antar kelasbawah dengan kelas atas yang di sebabkan oleh perbedaan
pendapat. Hal ini terjadi karan timbulnya rasa iri,hiperkritis dan rasa ingin membalas dendam.
Konflik dapat terjadi secara personal maupun kelompok, dampaknya juga dapat di
rasakan secara personal antar pribadi dan dapat pula dirasakan secara kelompok atau kelompok
besar. Secara personal kelompok dapat menjadi tekanan batin atau perasaan yang menjadi
penghambat dinamika kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
Walaupun demikian, konflik tidak terjadi begitu saja, tetapi memiliki proses penyebab
terjadinya. Proses konflik dapat dilihat dari faktor yang mendorong munculnya konflik. Ada
variable-variabel yang mendorong munculnya konflik, yakni memburuknya komunikasi antara
yang terlibat dalam konflik, da di pengaruhi oleh variable luar dari individu atau kelompok yang
berkonflik, adapula di pengaruhi oleh faktor persoalan atau faltor dari dalam diri atau kelompok
yang berkonflik.
Dilematis itu tidak hanya menghambat hubungan seseorang dengan orang lain.tetapi juga
menjadi penghambat dalam diri seseorang. Oleh sebab itu konflik harus di selesaikan dan di
perkecil munculnya dalam kehidupan manusia.
Untuk mengatasi konflik dengan orang lain ada dua hal yang harus di perhatikan yaitu :
1. Harus dilakukan pertimbangan tujuan kepada kepentingan dari kita. Pertimbangan ini
agar jangan terperangkap dalam hal-hal yang tidak penting sehingga terjebak dalam

ketidak pentingan tersebut. Ini menimbulkan hal-hal yang mubazir dan membuang waktu
percuma.
2. Harus di perhatikan pula bahwa penyelesaian konflik terkait dengan memperbaiki
hubungan dengan orang lain, tidak membuat kerugian pada orang lain.
Penyelesaian konflik pada dasarnya bertujuan membangun kembali kepulihan batin dan
memperbaiki hubungan relasi dengan orang lain. Namun sebelum menyusun strategi
penyelesaian, perlu di dasari terlebih dahulu bahwa keterlibatan seseorang juga diperlukan dalam
penyelesaian konflik. Disinilah sangat dibutuhkan adanya hubungan tolong menolong.
Jadi menyelesaikan konflik pada dasarnya bertujuan membangun pribadi.oleh sebab itu agar
konflik dapat di selesaikan dan hubungan personal antara yang berkonflik dapat menghasilkan
kembali helping relationship maka sangat di perlukan adanya strategi dari seseorang dalam
menyelesaikan konflik.penyelesaian konflik harus dimulai dari diri seseorang terlebih dahulu ,
sebelum meminta keterlibatan orang lain,
Kegunaan menyelesaikan konflik yaitu untuk menghilangkan tekanan yang dihadapi.
Konflik yang tidak di selesaikan bisa menimbulkan tekanan terhadap diri seseorang. Ini karena
konflik menyebabkan ketergantungan seseorang secara psikis dan sosial sehingga jika di biarkan
tidak di selesaikan akan menjadi tekanan batin bagi seseorang yang menghadapinya baik secara
verbal maupun nonverbal.
Menyelesaikan konflik juga dapat membangun hidup yang harmonis, konflik yang di
selesaikan jelas berpengaruh terhadap kenyamanan dan kepercayaan diri seseorang dalam
menjalankan hidupnya. Biasanya orang yang sedang mengalami konflik, baik individu maupun
kelompok sosial sering mengalami ketidak harmonisan, bahkan terganggu hubungan sosial yang
lebih luas seperti terjadinya partumpahan darah.
Keunggulan buku
Buku ini sangat menarik untuk di baca buku ini juga memberikan penjelasan yang sangat
detail dengan gaya bahasa yang mudah di pahami yang di setai dengan contoh-contoh
pembahasan yang relefan dengan isi bacaan. Selain synopsis sebuah buku, membuat resensi di
tuntut untuk mampu menemukan kelebihan buku tersebut. Hal ini akan membantu pembaca
mempertimbangkan membeli atau tidak buku tersebut setelah mengetahui kelebihan buku
melalui resensi.
Kelemahan buku
Untuk sampul buku yang kurang menarik, tidak terdapat banyak gambar yang
menggambarkan isi buku sehingga pembaca kesulitan memahami isi bacaan tersebut.

Perbandingan
Judul jurnal 1 : Studi Negosiasi Kultural yang Mendamaikan Antar Etnik dan Agama di Kota
Tanjung Pinang.
Tujuan utama dari penulisan penelitian ini yaitu Indonesia merupakan Negara yang di
huni multi etnik yang tersebar di berbagai wilayah dan kawasan. Masing-masing etnik
mempunyai karakter, identitas dan budaya tersendiri pula. Keberagaman ini menjadikan bangsa
ini mandiri yang bisa dibangun dengan kekuatan-kekuatan keberagaman tersebut. Tetapi
kenyataannya akhir-akhir ini, keberagaman ini terkoyak oleh berbagai kepentingan dan
munculnya sikap-sikap intoleransi dalam realitas kehidupan bangsa sehinnga integritas bangsa
yang harmonis terganggu.

Goyahnya rasa keharmonisan itu semakin di rasakan di Indonesia. Dari berbagai catatan
bisa dilihat bahwa beberapa kasus intoleransi dan konflik antar entis dan sempat
mencuat.keberagaman dalam berbagai hal, termasuk etnik, agama, suku, ras dan seterusnya tidak
selalu menjadi ancaman dalam keharmonisan tetapi juga bernilai positif dan berguna untuk
kemajuan. Haal demikian bisa terwujud apabila ada toleransi di dalamnya. Toleransi bisa
dibangun melalui sikap dan tindakan, serta melalui pemeliharaan aset-kultural yang ada dalam
suatu masyarakat.
Didalam masyarakat kelurahan kampung bugis dan kelurahan senggarang dimana
masyarakat yang terdiri dari berbagai etnik dan agama, bisa membangun toleransi itu dengan
berbagai konstruksi kultural, diantaranya melalui interaksi di kedai kopi,konstruksi-konstruksi
toleransi itu ternyata telah melahirkan kehidupan sosial yang harmonis diantara etnik-etnik yang
beragam.
Jurnal ke 2 : Memperkuat Ukhwah Wataniyah Melalui Pendidikan Multikultural Untuk
Merawat Nasionalisme Di Tengah Ke Anekaragaman.
Untuk bangsa Indonesia pendidikan multicultural sudah sangat harus direkonstruksikan,
mengingat bangsa ini terdiri dari beraneka ragam budaya, agama dan keyakinan. Perbedaan itu
terbukti menjadi sumber konflik, bahkan sampai kepada anarki yang menelan kemusnahan.
Menurut capra, untuk menjaga kepunahan itu berlanjut diperlukan pendidikan moralitas yang
dapat memaknai keberagaman tersebut. Pendidikan moralitas itu adalah, penidikan mutikultural,
dimana selama ini terabaikan dalam system pendidikan di Indonesia.
Pendidikan multicultural yang di ajarkan di Indonesia, minimal dapat membangun
prilaku toleransi di kalangan anak didik sebagai generasi masa depan. Toleransi di Indonesia
masih sangat dangkal, sehingga orang mudah bertindak anarkhis. Pertentangan antar kelompok
di Indonesia sering berujung dengan perkelahian, pembunuhan dan pemusnahan.

Lebih penting lagi adalah didikan multicultural adalah untuk menjaga keaneka ragaman
untuk tidak saling berbenturan. Masalahnya perbenturan yang beraneka ragam itu sama dengn
menghancurkan bangsa ini, karna bangsa ini di bangun atas yang beraneka ragam tersebit. Sebab
itu, menjaga yang beraneka ragam tersebut sama dengan menjaga bangsa Indonesia.

Jurnal ke 3 : Toleransi Dalam Perbedaan Studi Konstruksi Toleransi Umat Beragama Di
Pengungsian Bencana Erupsi Gunung Sinabung Di Kabupaten Karo, Sumatra Utara
Bencana itu tidak selalu memiliki dampak dan makna disfungsional dalam kehidupan
manusia. Bencana jika dimaknai tidak hanya sekedar malapetaka yang merenggut nyawa dan
rusak tatanan alam serta sosial manusia. Dibalik itu, ternyata bencana memiliki makna yang
fungsional dalam membangun kesadaran manusia yang luar biasa, kesadaran batiniah, kesadaran
prilaku dan tindakan, kesadaran universal manusia sebagai makhluk sosial.

Kesadaran-kesadaran itu, sebenarnya yang membangun sikap toleransi beragama
dikalangan pengungsi. Makna bencana memberikan konstribusi, solidaritas, interaksi dan
memperkuat hubungan sesama. Tidak melahirkan pertajaman perbedaan agama di kalangan
pengungsi. Dapat juga di pahami bahwa toleransi itu merupakan bukan sikap semula jadi, tetapi
sikap yang dipelihara dan ditanamkan melalui koniktif dengan mampunya pelaku-pelaku
melaksanakan negoisasi identitas yang berbeda-beda.

Jurnal ke 4 : Tradisi Ulama Transformatif Minangkabau Dalam Membangun pendidikan
Karakteristik Berbasis Responsif Teologis dan Kontribusinya Terhadap Penguatan Moralitas.

Ulama merupakan elitt yang berperan penting dalam sepanjang sejarah di Indonesia
dalam membangun moralitas bangsa. Hal ini terbukti dengan ulama yang tidak terpisahkan dari
dunia sosial masyarakat. Ulama menjadi pendesain realitas sosial masyarakat di tentukan oleh
kepentingan sehingga kementrian sosiologis masyarakat itulah yang mampu menyusun dan
menata strategi desain sosial suatu masyarakat, sehingga keberadaannya mampu mendialokkan
tekstualitas dengan kontekstualitas. Diletaknya berlaku responsive teologis itu, dimana agama
hadir tidak sebagai perubahan secara paksa tetapi hadir dengan ramah mudah dicerna oleh
masyarakatnya.
Diminangkabau kehadiran ulama yang seperti demikian itulah telah terbukti mampu
merubah realitas sosial masyarakat. Bahkan, untuk memperkuat perannya ulama menyusun
pendidikan karakteristik berbasis reponsif teologis, dimana surau adalah sebagai lembaga

pendidikan lokal yang dijadikan oleh ulama sepenuhnya untuk pengembangan ajaran islam yang
mengakumulasi dua pendekatan yaitu, pendekatan eksetorik dan esetorik.
Dalam konteks kekinian, ditengah kondisi moralitas bangsa yang sedang kritis maka pendidikan
yang direkonstruksi oleh ulama-ulama transformatif minangkabu itu, dapat menjadi alternatif
jawaban dalam memperkuat kembali moralitas kebangsaan itu, karna pendidikan moral yang di
ajarkan di sekolah-sekolah saat sekarang mengalami kemunduran orientasi.
Oleh sebab itu, dalam konteks sekarang ini seorang ulama tugas tepenting dalam
membangun pendidikan karakteristik adalah, ulama harus mampu menjadi tokoh rujukan dan
harus memiliki institusi tempat memperkuat perannya, seperti halnya yang dilakukan oleh ulama
transformatif minangkabau, karna dalam sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai moral, tokoh
rujukan dan institusi menjadi salah satu agen penentu teraplikasinya nilai-nilai itu oleh
masyarakat dan individu.

Daftar pustaka
Hanani Silfia, 2017, komunikasi antar pribadi, Yogyakarta : AR-ruzz Media
Hanani Silfia, 2017, Studi Negoisasi Kultural Yang Mendamaikan Antar Etnik dan
Agama dikota Tanjung pinang, Epistemi. Vol.12
Hanani Silfia, Memperkuat Ukhwah Wathaniyah Melalui Pendidikan Multikultural Untuk
merawat Nasionalisme Ditengah Keanekaragaman.
Hanani Silfia,2014, Toleransi dalam Perbedaan Studi Konstruksi Toleransi Umat
Beragama Di Pengungsian Bencana Erupsi Gunung Sinabung Di Kabupaten Karo, Sumatra
Utara.
Hanani Silfia, 2015, Tradisi Ulama Transformatif Minangkabau Dalam Membangun
Karakteristik Berbasis reponsif Teologis Dan Kontibusinya Terhadap Penguatan
Moralitas.vol.12

Judul: Tugas Analisis Azizah

Oleh: Nur Azizah


Ikuti kami